cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Effect of Organic Waste Concentration on Reactor Performance in Anaerobic Co-Fermentation of Wastewater of Tofu Industry and Organic Solid Waste Sofyan, Sofyan; Salmariza, Salmariza
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.352 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.660.13-22

Abstract

Fuel crisis of oil and gas that are faced currently requires a thought to look for an alternative energy. The objective of this study was to observe the effect of organic waste addition on reactor performance and to increase the production of biogas as an alternative renewable energy. The wastewater used was the wastewater from agglomeration of soy pulp in tofu industry, while the solid waste used was a mixture of organic waste from household and market waste. The study was conducted by fermenting the wastewater and organic waste together with sample volume 300 ml. The reactors were operated semi-continuously with substrate feeding every two weeks. The treatment used in this study were mass comparison of organic waste and wastewater (0:100)%; (5:95)%; (10:90)%; (20:80)%; (30:70)%; and (40:60)%. The results showed that the addition of organic waste affected the reactor performance and the amount of biogas produced. Anaerobic co-fermentation of wastewater from tofu industry and organic waste produced biogas more than fermentation of wastewater without organic waste. The highest amount of biogas was obtained in the treatment of organic waste addition as much as 30% with average volume of biogas was 728 ml in steady state condition.ABSTRAKKrisis bahan bakar minyak dan gas yang dihadapi saat ini memerlukan pemikiran untuk mencari energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh penambahan sampah organik terhadap kinerja reaktor anaerobik dan meningkatkan produksi biogas sebagai salah satu energi alternatif terbarukan. Limbah cair yang digunakan adalah limbah cair dari penggumpalan bubur kedelai pada industri tahu, sedangkan sampah organik yang digunakan adalah gabungan sampah organik dari rumah tangga dan sampah pasar. Penelitian dilakukan dengan mendigestasi limbah cair industri tahu dan sampah organik secara bersama-sama dalam reaktor anaerobik dengan volume sampel 300 ml. Reaktor dioperasikan secara semi kontinyu dengan pengumpanan substrat setiap dua minggu sekali. Perlakuan yang dilakukan adalah perbandingan massa sampah organik dan limbah cair yaitu (0:100)%; (5:95)%; (10:90)%; (20:80)%; (30:70)%; dan (40:60)%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sampah organik mempengaruhi kinerja reaktor dan jumlah biogas yang dihasilkan. Fermentasi anaerobik limbah cair industri tahu dan sampah organik menghasilkan biogas lebih banyak dibandingkan dengan fermentasi limbah cair industri tahu tanpa sampah organik. Jumlah biogas terbanyak diperoleh pada perlakuan penambahan sampah organik 30% dengan volume biogas rata-rata 728 ml pada kondisi tunak.
Pengaruh Proses Pengolahan Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Bubuk Kedelai Failisnur, Failisnur; Firdausni, Firdausni; Silfia, Silfia
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.251 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.664.37-43

Abstract

Soybean powder is a functional product which contains high protein and isoflavones. Protein and isoflavones can prevent chronic and degenerative diseases. The processing can affect the composition especially protein and isoflavones mainly the physical properties of soybean powder. The purpose of the research was to evaluate the effect of processing on the physical and chemical properties in order to produce soybean powder to develop the applications in food and pharmaceutical industries. The soybean was processed through a few treatments, roasting, soaking, steaming, boiling, and without treatments as a comparator. The results showed that the processing of immersion, roasting, steaming, and boiling decreased bulk density until 0.06, wettability 8 seconds, protein content 10.87%, and crude fiber 4.85%. However, the isoflavone content of soybean powder increased to 0.077% and water content 2.18% compared to soybean powder without processing.ABSTRAKBubuk kedelai merupakan produk fungsional mengandung protein yang tinggi dan  isoflavon. Protein dan isoflavon dapat mencegah penyakit kronis dan degeneratif. Proses pengolahan dapat mempengaruhi komposisi terutama protein dan isoflavon serta sifat fisika dari bubuk kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh proses pengolahan terhadap sifat fisika dan kimia kedelai bubuk guna mengembangkan aplikasi dalam industri makanan dan farmasi. Kedelai diolah dengan beberapa proses, yaitu: penyangraian, perendaman, pengukusan dan perebusan, serta tanpa pengolahan sebagai pembanding.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses  perendaman, penyangraian, pengukusan dan perebusan menurunkan densitas kamba hingga 0,06, wettability 8 detik, kadar protein 10,87% dan serat kasar 4,85%. Akan tetapi, kandungan isoflavon bubuk kedelai naik hingga 0,077% dan kadar air 2,18% dibandingkan dengan bubuk tanpa pengolahan.
Model Biaya Produksi Biodiesel Berbasis Minyak Sawit Sembiring, Meilita Tryana; Sukardi, Sukardi; Suryani, Ani; Romli, Muhammad
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.468 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.663.23-36

Abstract

Biodiesel is a renewable energy source in Indonesia of which the use is regulated by the government in the form of mandatory policy of biodiesel and diesel fuel blending. The production of biodiesel in Indonesia is not developed (the need is 3.4 million kiloliters but the total national production is only 1,703 kiloliters). It is because the selling price (referring to Mean of Platts Singapore) is always lower than the production cost. Biodiesel production is influenced by raw materials and process technology, so it needs to be conducted biodiesel production modeling as a basis in determining the supporting policies of biodiesel selling price. The purpose of this study is to identify the raw materials, process technology, and modeling the production cost structure of palm oil-based biodiesel. Identification of raw materials was conducted by literature study and field survey to biodiesel producers. Identification of process technology was conducted by field survey and mass balance calculation using Grand Inizio technology to get the number of yield of each raw material. Then, production cost study was based on the specifications of raw materials and process technology with heuristic approach. Types and specifications of palm oil widely used by Indonesian producers are Crude Palm Oil (CPO) FFA<5%, Refined Palm Oil (RPO) FFA<5%, Refined Oil FFA<1%, Palm Fatty Acid Distillated (PFAD) FFA 90%. The technology process used was transesterification for FFA level <1% and esterification-transesterification for FFA level <5%. The resulting yield for 1000 kg of raw material is 1051.75 kg CPO, 975.94 kg RPO and PFAD, 973.81 kg Refined Oil with Grand Inizio technology approach. The production cost model represents the total production cost influenced by the costs of Inside Battery Limit, Outside Battery Limit, general cost and glycerol value-added.ABSTRAKBiodiesel adalah sumber energi terbarukan di Indonesia yang diatur penggunaannya oleh pemerintah dalam bentuk kebijakan mandatori pencampuran biodiesel dengan solar (biosolar). Produksi biodiesel di Indonesia tidak berkembang (kebutuhan 3.4 juta kiloliter namun total produksi nasional hanya 1.703 kiloliter). Hal tersebut disebabkan harga jual (mengacu Mean of Platts Singapore) yang selalu lebih rendah dibandingkan biaya pokok produksi. Produksi biodiesel dipengaruhi oleh bahan baku dan teknologi proses, sehingga perlu dilakukan pemodelan produksi biodiesel sebagai landasan dalam menentukan kebijakan pendukung harga jual biodiesel. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bahan baku, teknologi proses, dan memodelkan struktur biaya produksi biodiesel berbasis minyak sawit. Identifikasi bahan baku dilakukan dengan studi literatur dan survei lapangan ke produsen biodiesel. Identifikasi teknologi proses dilakukan dengan survei lapangan dan perhitungan neraca massa dengan teknologi Grand Inizio untuk mendapatkan jumlah rendemen dari masing-masing bahan baku. Selanjutnya kajian biaya produksi dilakukan berdasarkan spesifikasi bahan baku dan teknologi proses dengan pendekatan heuristik. Jenis dan spesifikasi minyak sawit yang banyak digunakan produsen di Indonesia adalah Crude Palm Oil (CPO) ALB<5%, Refined Palm Oil (RPO) ALB<5%, Refined Oil ALB<1%, Palm Fatty Acid Distillated (PFAD) ALB 90%. Teknologi proses yang digunakan adalah transesterifikasi untuk kadar ALB<1% dan esterifikasi-transesterifikasi untuk kadar ALB<5%. Rendemen yang dihasilkan untuk 1000 kg bahan baku adalah CPO 1051.75 kg, RPO dan PFAD 975.94 kg, Refined Oil 973.81 kg dengan pendekatan teknologi Grand Inizio. Model biaya produksi merepresentasikan total biaya produksi yang dipengaruhi oleh biaya Inside Battery Limit, Outside Battery Limit, biaya umum dan nilai tambah gliserol.
Permen dan Jelli Sebagai Produk Inovasi dari Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) Edwar, Fatmir
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.023 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.659.45-52

Abstract

Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu jenis tumbuhan hutan tropis di Indonesia yang pemanfaatannya sebagai bahan baku dalam pembuatan obat baik yang modern maupun tradisional.  Pasak bumi mengandung senyawa erikomanon yang ampuh mengobati malaria dan senyawa kuasinoid serta alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pasak bumi juga mempunyai senyawa aktif flavonoid yang berfungsi untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang, antioksidan, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk permen dan jelli dari bagian akar, batang, daun, ranting, dan kulit pasak bumi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan memudahkan akses bagi masyarakat luas untuk mendapatkan khasiat zat aktif yang dikandung tumbuhan tersebut dalam bentuk produk inovatif.  Standard produk yang dihasilkan (permen dan jelli) mengacu kepada SNI 3547.1:2008 tentang kembang gula keras dan SNI No. 3547.2:2008 tentang kembang gula lunak. Berdasarkan hasil pengujian permen, semua parameter yaitu kadar air, abu, gula, sukrosa, Zn, Hg, Pb, As, Angka Lempeng Total, Coliform, Ecoli, Salmonella dan Kapang/Khamir memenuhi syarat, kecuali untuk parameter Cu dengan nilai antara 3,48–8,17% tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan yaitu maksimal 2%. Sedangkan produk jelli sebagian besar memiliki kadar air bervariasi antara 18,20–39,45% tidak memenuhi standar  yang dipersyaratkan maksimal 20%. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual dari tumbuhan pasak bumi berupa produk permen dan jelli yang memiliki cita rasa, keunggulan dan manfaat bagi kesehatan.ABSTRAKPasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu jenis tumbuhan hutan tropis di Indonesia yang pemanfaatannya sebagai bahan baku dalam pembuatan obat baik yang modern maupun tradisional.  Pasak bumi mengandung senyawa erikomanon yang ampuh mengobati malaria dan senyawa kuasinoid serta alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pasak bumi juga mempunyai senyawa aktif flavonoid yang berfungsi untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang, antioksidan, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk permen dan jelli dari bagian akar, batang, daun, ranting, dan kulit pasak bumi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan memudahkan akses bagi masyarakat luas untuk mendapatkan khasiat zat aktif yang dikandung tumbuhan tersebut dalam bentuk produk inovatif.  Standard produk yang dihasilkan (permen dan jelli) mengacu kepada SNI 3547.1:2008 tentang kembang gula keras dan SNI No. 3547.2:2008 tentang kembang gula lunak. Berdasarkan hasil pengujian permen, semua parameter yaitu kadar air, abu, gula, sukrosa, Zn, Hg, Pb, As, Angka Lempeng Total, Coliform, Ecoli, Salmonella dan Kapang/Khamir memenuhi syarat, kecuali untuk parameter Cu dengan nilai antara 3,48–8,17% tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan yaitu maksimal 2%. Sedangkan produk jelli sebagian besar memiliki kadar air bervariasi antara 18,20–39,45% tidak memenuhi standar  yang dipersyaratkan maksimal 20%. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual dari tumbuhan pasak bumi berupa produk permen dan jelli yang memiliki cita rasa, keunggulan dan manfaat bagi kesehatan.
Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH) Suprobo, Galuh; Rahmi, Dwina
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.512 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.661.1-12

Abstract

Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH) is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH) merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel semakin meningkat pada variabel homogenisasi 2000 rpm dan 2500 rpm. Ukuran partikel krim yang dihasilkan berkisar antara 239,86 – 358,10 nm yang termasuk kategori nanopartikel yang berkisar antara 50 nm sampai 1000 nm. Stabilitas emulsi dari krim nanopartikel yang dihasilkan berkisar antara 97,20 % sampai 98 %.
Pengaruh Perbedaan Persentase Penambahan Gliserin dan Konsentrasi Larutan Ekstrak Gambir Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan Kadar Tanin Tinta Stempel Silfia, Silfia; Muchtar, Hendri; Failisnur, Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.126 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.667.53-59

Abstract

Gambier extract derived from leaves of Uncaria Gambier Roxb contain catechin and tannin which belonged to polyphenolic compounds. Gambier extract when added with ferosulfat salt will form a complex compound that can give a green color to black and can be used as a dye in the stamp ink. This study aims was to see how far the effect of adding glycerin and concentration of the Gambier extract solution against some physical properties and levels of tannin stamp ink. The ink manufacturing was done through a washing process of gambier, filtering, cube black manufacture, dissolution and formulation. The making of the stamp ink was done by a non factorial completely randomized design with a variation of the concentration of glycerin Ao = Without the addition of glycerin, A1 = 15% = 20% A2, A3 and A4 = 25% = 30% and the concentration of the extract gambier B1 = 20%, B2 = 25% = 30% B3, B4 and B5 = 35% = 45%. Results of the research showed that the addition of glycerin could increase some physical properties, especially against the homogenity of the ink. The best treatment was obtained on the use of gambier extracts 35% (B3) with pH 3.27, total solids 41.33%, tannin content 2.5788%, visual observation of color strength was clear and flat, viscosity was medium, not expand and not sticky, and homogeneous.ABSTRAKGambir berasal dari ekstrak daun tanaman Uncaria Gambier Roxb, mengandung senyawa katechin dan tanin yang termasuk golongan senyawa polifenol. Ekstrak gambir jika ditambahkan dengan garam ferosulfat akan membentuk senyawa komplek yang dapat memberikan warna hijau sampai hitam dan dapat digunakan sebagai pewarna pada tinta stempel. Penelitian ini bertujuan untukmelihat sejauh mana pengaruh penambahan gliserin dan konsentrasi larutan ekstrak gambir terhadap beberapa sifat fisika dan kadar tanin tinta stempel. Pembuatan tinta dilakukan melalui proses pencucian gambir, penyaringan, pembuatan cube black, pelarutan dan formulasi. Pembuatan tinta stempel dilakukan dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan variasi konsentrasi gliserin (0%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) dan konsentrasi ekstrak gambir (25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%). Hasil penelitan menunjukkan bahwa penambahan gliserin dapat meningkatkan beberapa sifat fisika terutama terhadap homogenitas tinta. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan ekstrak gambir 35% dengan pH 3,27, padatan total 41,33%, kadar tanin 2,58%, pengamatan visual terhadap kekuatan pewarnan jelas dan rata, kekentalan sedang, tidak mengembang dan tidak lengket serta homogen.
Pemanfaatan Daun Ubi Kayu Menjadi Dendeng Sebagai Makanan Alternatif Vegetarian Pengganti Protein Firdausni, Firdausni; Anova, Inda Three
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.147 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.662.61-69

Abstract

The research on utilization of cassava leaves in making of jerky as a protein source  was aimed to optimize the utilization of cassava leaves became products which were delicious, preferably and as a source of protein for vegetarians. Processing of cassava leaves became jerky was made by several stages of the process and addition of fillers, flour, and other seasoning condiment to produce a soft jerky with preferred taste. The first  stage was done to get  the right process and variation of flour addition, control (0%) craftsmen version, the addition of tapioca flour 25%, 50% and 75%. The results showed that the addition of flour ratio affected the levels of protein, carbohydrate and organoleptic of cassava leaves jerky. The making of cassava leaves jerky by treatment tapioca flour addition of 50% indicated optimal results with water content  2.91%, ash content  4.47%, protein 14.01%, fat content 20.15%, and crude fiber 11.10 %, and organoleptic testing for taste, color, aroma and texture were preferred. Observations storability of cassava leaves jerky with plastic packaging at room temperature was still in good condition visually for three months of storage.ABSTRAK Penelitian pemanfaatan daun ubi kayu dalam pembuatan dendeng sebagai sumber protein bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun ubi kayu menjadi produk olahan yang enak, disukai dan sebagai sumber protein bagi vegetarian. Pengolahan daun ubi kayu menjadi dendeng dilakukan dengan beberapa tahapan proses dan penambahan bahan pengisi, tepung, dan bumbu-bumbu yang lain sehingga dihasilkan dendeng yang empuk dengan rasa yang disukai. Tahap awal dilakukan untuk mendapatkan proses yang tepat dan variasi penambahan tepung yaitu kontrol (0%) versi pengrajin, penambahan tepung tapioka 25, 50, dan 75%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan penambahan tepung berpengaruh terhadap kadar protein,  karbohidrat, dan organoleptik dendeng daun ubi kayu.  Pembuatan  dendeng daun ubi kayu dengan perlakuan penambahan tepung tapioka 50% menunjukkan  hasil yang optimal dengan  kadar air 2,91%, kadar abu 4,47 %, protein 14,01%,  lemak 20,15%, dan serat kasar 11,10%, dan uji organoleptik rasa, warna, aroma dan tekstur disukai.  Dendeng daun ubi kayu dengan kemasan plastik pada suhu ruang masih dalam kondisi baik secara visual selama tiga bulan  penyimpanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7