cover
Contact Name
ratri yuli lestari
Contact Email
ratri.y.lestari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jrihh.banjarbaru@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan
ISSN : 20861400     EISSN : 25030779     DOI : -
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan (JRIHH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. JRIHH terbit 2 (dua) kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember dengan E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400. JRIHH fokus pada isu-isu sektor industri yang berhubungan dengan: 1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Kayu dari Hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Industri, dan Hasil Hutan Perkebunan. 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan/ Pemanfaatan Limbah Industri Hasil Hutan Kayu (limbah padat dan cair). 3. Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan lainnya (Rotan, Bambu, dan Hasil Hutan sampingan termasuk pemanfaatan hasil limbahnya).
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI PATI UBI NAGARA DENGAN KAOLIN SEBAGAI PENGUAT Sunardi, Ph.D., Sunardi; Susanti, Yulia; Mustikasari, Kamilia
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5084

Abstract

Penelitian tentang sintesis dan karakterisasi bioplastik dari pati ubi Nagara dengan penambahan kaolin telah dilakukan. Sintesis bioplastik dilakukan dengan metode melt intercalation dengan variasi jumlah kaolin 0-30% (b/b). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kaolin terhadap karakteristik bioplastik serta untuk mendapatkan jumlah kaolin optimum dalam pembuatan bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan dianalisis kadar air, ketebalan, laju transmisi uap air, ketahanan air, kelarutan, biodegradasi, analisis gugus fungsional menggunakan FTIR, kuat tarik dan elongasinya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penambahan kaolin mempengaruhi semua karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Nilai kuat tarik bioplastik yang dihasilkan meningkat dengan bertambahnya kaolin yang ditambahkan. Konsentrasi kaolin optimum dalam pembuatan bioplastik adalah pada penambahan 30% (b/b) kaolin dengan nilai kuat tarik sebesar 2,194 N/mm2.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KAYU ULIN (EUXIDEROXYLON ZWAGERI) SEBAGAI PENGAWET ALAMI KAYU TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (COPTOTERMES CURVIGNATHUS HOLMGREN) Amaliyah, M.T., Desi Mustika; Lestari, Ratri Yuli; Raharjo, Muhamad Listianto; Cahyana, Budi Tri; Nurmilatina, Nurmilatina
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5652

Abstract

Proses pengawetan kayu, umumnya menggunakan bahan kimia sebagai bahan pengawet. Bahan kimia yang seringkali digunakan sebagai pengawet kayu yaitu insektisida, heptachlor, chlordane dan HCS. Selain itu, pengawetan anti rayap dilakukan menggunakan asam borat, permethrin, kerosene (minyak tanah) imidakloprid. Penggunaan bahan kimia ini cukup berbahaya jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Pada industri pengolahan kayu, khususnya industri kayu ulin/kayu besi (Eusideroxylon zwageri) yang termasuk kelas awet I, menghasilkan limbah berupa serbuk gergaji yang jumlahnya cukup banyak dan belum termanfaatkan secara optimal yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet alami kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya awet kayu kelas awet rendah dengan memanfaatkan ekstrak limbah serbuk gergajian kayu ulin sebagai pengawet alami kayu kelas awet rendah. Tahapan dari penelitian ini adalah melakukan ekstraksi serbuk kayu ulin, pengujian ekstrak ulin menggunakan pelarut air, proses pengawetan kayu sengon dan kayu karet serta pengujian kayu yang telah diawetkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi serbuk ulin dalam pelarut, rendemen ekstrak dan hasil uji fitokimia, nilainya cenderung mengalami penurunan dikarenakan kondisi larutan yang sudah jenuh. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak kayu ulin mengandung senyawa tanin, alkaloid, flavonoid, saponin, dan total fenolik. Pada uji ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren), ekstrak kayu ulin mampu menaikkan klasifikasi ketahanan hingga 2 (dua) tingkat, yaitu dari kelas IV menjadi kelas II, meskipun masih ada serangan pada kayu karet dan kayu sengon. Nilai uji mortalitas rayap tanah yang diumpankan ke kayu karet dan kayu sengon adalah sebesar 100% baik konsentrasi 5% hingga 20%.
YOGHURT SUSU BIJI KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA L) DENGAN VARIASI JENIS STARTER DAN LAMA FERMENTASI Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie; Wulandari, Yustina Wuri; Lestari, Wida Novia
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5575

Abstract

Biji Ketapang mengandung asam lemak tak jenuh dan protein yang tinggi.Biji ketapang berpotensi untuk dikembangkan menjadi yoghurt atau probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dan karakteristik kimia dan mikrobiologi dari penggunaan jenis starter dan lama fermentasi pada yoghurt susu biji ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola 2 faktor. Faktor pertama variasi jenis starter yaitu S. thermophilus (St), L. bulgaricus (Lb) dan S. thermophilus-L.bulgaricus(St-Lb). Faktor kedua lama fermentasi yaitu 4, dan 8 jam. Analisis data menggunakan Duncan Multiple Range Test didapatkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap kadar protein, gula, lemak dan total asam namun tidak berpengaruh nyata terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL). Kadar protein tertinggi didapat dari perlakuan Lb dengan lama fermentasi 8 jam yaitu 13,56%, kadar gula total 23,27% pada perlakuan jenis starter St-Lb dengan lama fermentasi 8 jam, total asam 0,59% pada perlakuan St-Lb dengan lama fermentasi 8 jam, kadar lemak paling tinggi didapatkan dari perlakuan jenis starter St dengan lama fermentasi 4 jam yaitu 0,245%. Untuk menghasilkan yoghurt biji ketapang dengan kadar protein yang tinggi, maka susu biji ketapang sebaiknya difermentasi selama 8 jam menggunakan starter Lactobacillus bulgaricus. Adapun rata-rata nilai log dari total bakteri asam laktat cenderung stabil yaitu 7,35 ? 7,75 CFU/ml.
FRAKSINASI DAN KARAKTERISASI ASAP CAIR DARI KAYU ULIN (EUSIDEROXYLON ZWAGERI TEIJSM. & BINN.) SEBAGAI PELARUT KITOSAN Junaidi, Ahmad Budi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.4861

Abstract

The purpose of this reseach was to study the solubility of chitosan in liquid smoke as a preliminary study of the application of a combination of liquid chitosan as a bioimmunizer and growth booster in plants.Fractionation and characterization of liquid smoke from ulin wood (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) and its ability test as chitosan solvent have been performed. Fractional distillation done using a set of tools distillation each fraction,fraction 1 (?100° C), the fraction 2 (101-120° C), and fraction 3 (121-140°C). The resulting liquid smoke was then measured degree of acidity, the total acid analysis, the specific gravity, chitosan solubility test in liquid smoke. The result of the research showed that the liquid smoke recovery value of fractionation distillation of each fraction was 54.91; 29.39; and 8.8 (%). The result of liquid smoke characterization of each fraction obtained pH value fraction 1, fraction 2, and fraction 3 are respectively 2.33; 2.14; and 2.08, the total acid was 2.97; 4.59; and 8.88 (% g/mL), the specific gravity was 1,005; 1,006; and 1.009, and the phenol content was respectively 2.06; 3.67; and 2.30 (g/L). The solubility of chitosan in liquid smoke increasing with the concentration of each liquid smoke fraction and 5% (v/v) of liquid smoke concentration was able to dissolve chitosan more than 50 g/L.
REVIEW XANTHAN GUM: PRODUKSI DARI SUBSTRAT BIOMASSA, VARIABEL EFEKTIF, KARAKTERISTIK DAN REGULASI SERTA APLIKASI DAN POTENSI PASAR Prabawa, I Dewa Gede Putra; Salim, Rais; Khairiah, Nadra; Ihsan, Hamlan; Lestari, Ratri Yuli
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5649

Abstract

Xanthan gum is an extracellular polysaccharide produced by a pure culture of Xanthomonas campestris through the fermentation process of carbohydrate sources in controlled conditions. These conditions must be carefully evaluated to obtain an optimal combination between yield and quality of the gum, and also production costs. The issue of this review is to provide a consolidated source of information on studies about xanthan gum production, alternative carbon sources from biomass substrates, effective variables on optimization production, characteristics, applications, and regulations status of xanthan gum. Lastly, the market potential is also discussed in this review.
PAPAN GYPSUM DARI SERBUK KAYU DAN SENYAWA BOR TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN UJI BAKAR Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.604 KB)

Abstract

The using saw dust Lua, Kambang, Tarap wood and addition of boron solution on Modulus of Rupture (MOR), Modulus of Elasticity (MOE) and the fire  resistant gypsum boar. The purpose of using saw dust wood and down the process of fire gypsum board. Treatment research  that used of particle size (40 mesh and 60 mesh) saw dust wood, the percentage of sawdust and gypsum (300%, 400% and 500%), and the percentage of boron solution (1% and 2%). The results showed that the average value of Modulus of Rupture is between 16.68 to 31.11 kg/cm2; average Modulus of Elasticity is between 1129.80 to 3972.32 kg/cm2, and the average value of the fire resistant  is between 20.32 to 46.88%. Value of the largest / best for Modulus of Rupture (31.11 kg/cm2), Modulus of Elasticity (3972.32 kg/cm2), and the burned area (20.32%) resulted tha tratment of sawdust particle size Kambang 40 mesh, the percentage  wood sawdust and gypsum 500% and 2%  boron solution. The increasing particle size saw dust, and the amount of concentration gypsum, then the value Modulus of Rupture and ), Modulus of Elasticity the greater, and percentage the fire resistant small.Keywords: gypsum board, wood sawdust, boron solution, mechanical strength, fire resistant.
PEMBUATAN BRIKET ARANG TEMPURUNG SAWIT DENGAN PERLAKUAN WAKTU PENGARANGAN DAN KONSENTRASI PEREKAT Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.934 KB)

Abstract

Limbah tempurung sawit dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar dalam bentuk briket arang. Tulisan ini mempelajari pembuatan briket arang dari limbah tempurung sawit dengan perlakuan waktu pengarangan dan konsentrasi perekat. Prosedur penelitian meliputi pengeringan limbah tempurung sawit secara alami. Pengarangan dalam suhu 600 OC. Waktu pengarangan yaitu 2 jam; 3 jam dan 4 jam. Arang dihancurkan dan disaring dengan kehalusan 7 mesh. Arang serbuk dicampur perekat kanji dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Dicetak dalam ukuran diameter 3 cm dan tinggi 7 cm. Dilakukan penekanan dengan tekanan 3 ton. Briket arang dikeringkan secara alami dan diuji kualitasnya dengan metode uji Badan Standardisasi Nasional (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada waktu pengarangan 2 jam dan konsentrasi perekat 5% dengan menghasilkan kadar air 3,69 %, kadar abu 5,62 %, kadar karbon 69,13 %, kadar zat terbang 21,57 %, kadar sulfur negatif, nilai kalor 6488,36 kal/g, kerapatan 0,962 g/cm3 dan kuat tekan 5 kg/cm2. Kadar air, kadar abu dan nilai kalor memenuhi persyaratan standar briket arang kayu untuk bahan bakar (SNI.01 – 6235 - 2000). Perlakuan interaksi waktu pengarangan dan konsentrasi perekat berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kerapatan, kadar karbon, kadar zat terbang, dan nilai kalor.
SIFAT MEKANIK PAPAN GYPSUM DARI SERBUK LIMBAH KAYU NON KOMERSIAL Hamdi, Saibatul
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.081 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the mechanical strength of gypsum board by utilizing waste sawn wood. Raw materials used consist of flour, gypsum,wood particles, boraks and kambang (Goniothalamus sp), wood tarap (Artocarpus elasticus REINW) and lua (Ficus glomerata ROXB). Wood particle 40 mesh and 60 mesh, concentrations boraks of 1 and 2 and the percentage particles of gypsum sawn timber is 300, 400 and 500%. The results showed that the average value Modulus of Rufture (MoR) in lua wood ranges from 12.55 – 14,47 kgcm2, wood kambang 25.10-31,11 kgcm2 and wood tarap 19.20- 24,18 kgcm2. As for Modulus of Elasticity (MoE) on the lua 1129,80- 2092,70 kgcm2, wood kambang 2512,37-3971,32 kgcm2 and tarap 2050,63-2691,09 kgcm2. Gypsum board are mechanical properties do not meet quality standards created SNI 03-6434-2000.Keywords: sawdust, lua, kambang, tarap, gypsum, mechanical
SIFAT FISIS DAN MEKANIS PURUN BAJANG SEBAGAI SUBSTITUSI PURUN DANAU DAN PURUN TIKUS Harsono, Dwi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.136 KB)

Abstract

The problem faced by purun craftsmen is the reduced of purun raw material which commonly used such as purun danau and purun tikus. Hence it tends to utilized purun bajang which lesser known but potential used as a raw material purun craft. The research aims to obtain the information on the physical and mechanical properties of purun bajang compared with purun tikus and purun danau as substituted of purun tikus and purun danau.The research conclude that purun bajang’s performance is almost same as another commercial purun in terms colour and impression touch, but purun bajang relative slippery than purun tikus and purun danu. Purun bajang can be used as material substitution of commercialized purun tikus and purun danau, but it is noteworthy because of the tensile strength which it have very low tensile strength. Purun bajang can be used as woven material after drying process without any pulverization because it cause increasingly fragile tensile strength.Keywords:  purun, physical properties, mechanical properties 
TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN MANFAAT BAMBU Arsad, Effendi
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.873 KB)

Abstract

Bambu  di Indonesia potensinya  sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan dengan baik, bambu  merupakan tumbuhan mudah dikembangkan dan mempunyai daur hidup yang relatif cepat, dengan waktu panen hanya 3 – 4 tahun. Bambu merupakan tumbuhan yang  diharapkan dapat dijadikan sebagai  substitusi bahan baku  kayu  komersial,  karena   kayu  komersial semakin tahun  produksinya makin menurun dan harganya yang relatif mahal.  Sedangkan bambu memiliki keunggulan tersendiri dibanding kayu, karena bambu mudah dikembangkan dibanding kayu, ulet, elastisitas yang tinggi, mudah dibentuk dan harganya relatif murah dibanding kayu. Bambu dapat digunakan dengan teknologi sederhana hingga teknologi tinggi,  seperti di Eropah, Amerika dan banyak Negara lainnya. Maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah  agar bambu di Indonesia dapat dikembangkan dalam bidang perkebunan, teknologi pengolahan, teknologi proses,  teknologi pengawetan dan lainnya, Secara maksimal dan berkualitas, guna meningkatkan nilai tambah  dan nilai ekonomis  bambu dengan baik.

Page 1 of 25 | Total Record : 246