cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI PEREDAM SUARA DARI BAHAN BAKU SERAT ALAM Eriningsih, Rifaida; Widodo, Mukti; Marlina, Rini
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2802.887 KB)

Abstract

Serat alam pada umumnya memiliki kemampuan  menyerap suara untuk mengendalikan kebisingan. Untuk mengurangi kebisingan khususnya terhadap bunyi mesin tekstil, maka dalam penelitian ini dibuat komposit peredam suara berpenguat serat rami, kelapa dan abaka. Komposit terdiri dari lembaran non woven needle punch yang diproses dengan sistem compression moulding dengan matriks resin epoksi. Perbandingan berat fraksi serat:  resin adalah 5:7, tekanan 60 kg/cm2 dan suhu pengeringan 70oC. Karakterisasi komposit peredam suara didasarkan pada jenis serat, sifat fisik serat dan morfologi. Kualitas dari bahan peredam suara ditunjukkan dengan nilai α (koefisien penyerapan bahan terhadap bunyi). Dari hasil uji absorpsi suara dengan sistem tabung impedansi diketahui bahwa komposit serat kelapa pada frekuensi standar maupun tinggi menunjukkan α relatif tinggi masing-masing 0,84 dan 0,96.  Komposit serat abaka pada frekuensi standar memberikan α cukup tinggi  (0,82), namun pada frekuensi tinggi relatif rendah (0,42). Komposit serat rami menunjukkan α relatif lebih rendah baik pada frekuensi standar maupun frekuensi tinggi (masing-masing 0,54 dan 0,49). Hasil uji absorpsi suara tersebut berhubungan dengan sifat porositas komposit yang dibuktikan dari hasil uji morfologi melalui Scanning Electron Microspcope (SEM). Sebagai standar pembanding digunakan peredam  suara glasswool pada frekuensi standar yang menunjukkan bahwa komposit serat kelapa dengan tebal 30,5 mm dan komposit serat abaka dengan tebal 20 mm memberikan α lebih tinggi dari pembanding tersebut, sedangkan komposit serat rami dengan tebal lebih kecil dari 15 mm masih mendekati glasswool.  Rata-rata pada frekuensi standar dan tinggi  menghasilkan koefisien absorbsi komposit rami dengan α = 0,52, komposit kelapa dengan  α = 0,90 dan komposit abaka dengan α = 0,62. Komposit tersebut  keseluruhan masih diatas standar glasswool.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI SERAT HOLLOW DARI SELULOSA BAKTERIAL DENGAN NANOPARTIKEL ZnO UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH TEKSTIL Yulina, Rizka; Gustiani, Srie; Septiani, Wulan
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.062 KB)

Abstract

Selulosa bakterial mempunyai sifat mekanik yang baik untuk digunakan sebagai membran pada proses pengolahan air limbah tekstil. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dan karakterisasi serat hollow dari bahan baku selulosa bakterial nata de coco dengan penambahan nanopartikel ZnO sebagai fotokatalis terimmobilisasi. Selulosa bakterial disintesis menggunakan bakteri Acetobacter xylinum di dalam medium air kelapa dan gula. Selulosa bakterial dilarutkan bersama dengan nanopartikel ZnO menggunakan pelarut cuprietilen diamina (Cuen) dengan variasi selulosa bakterial 2,25% dan 2,50%. Serat berbentuk hollow dihasilkan dari proses wet spinning menggunakan koagulan NaOH. Serat hollow yang telah melalui koagulan kemudian direndam dalam larutan asam, gliserol, dan alkohol, dengan variasi waktu perendaman asam selama 1 dan 2 hari. Uji kekuatan tarik menunjukkan hasil yang terbaik yakni sebesar 815,72 gf pada konsentrasi selulosa bakterial 2,50% dan perendaman asam selama 2 hari. Dari hasil uji gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra Red (FTIR), terdapat beberapa gugus fungsi yang menunjukkan keberadaan selulosa dan nanopartikel ZnO. Proses dekolorisasi fotokatalitik terhadap air limbah tekstil artifisial yang mengandung zat warna reaktif Remazol Black 5 (RB5) menunjukkan bahwa pH optimum proses penyisihan warna yakni pada pH 9 dan dihasilkan persen penyisihan warna yang tertinggi yaitu 90,32%. Pada kondisi yang sama, proses dekolorisasi RB5 menggunakan serat hollow tanpa nanopatikel ZnO hanya menghasilkan persen penyisihan warna sebesar 32,10%. Berdasarkan laju penyisihan zat warna, aktivitas degradasi fotokatalitik terbesar (k’ = 0,2615) diperoleh pada konsentrasi ZnO 10% dan konsentrasi zat warna RB5 10 ppm.
KATIONISASI PERMUKAAN KAIN KAPAS UNTUK MENINGKATKAN PENYERAPAN NANOPARTIKEL PERAKSEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI Kasipah, Cica; Wahyudi, Tatang
Arena Tekstil Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.039 KB)

Abstract

Kationisasi kain kapas dilakukan untuk meningkatkan penyerapan nanopartikel perak yang berfungsi sebagai zat antibakteri. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi kain kapas dikationisasi dengan metode perendaman (exhaust) menggunakan 3-kloro-2- hidroksipropil trimetil ammonium klorida (CHPTAC) dengan variasi konsentrasi 4-14% v/v, kemudian kain kapas normal dan kain kapas terkationisasi di rendam dalam larutan koloid nanopartikel perak 154 ppm, vlot 30:1 pada suhu 80˚C selama 30 menit. Hasil karakterisasi menggunakan Fourier Transmitance Infra Red Spectrophotometer (FTIR) menunjukkan bahwa kain kapas terkationisasi mempunyai puncak serapan gugus ammonium pada bilangan gelombang 2361 cm-1 dengan konsentrasi CHPTAC optimum 12%. Hasil perendaman kain kapas terkationisasi dengan koloid nano partikel perak memiliki sifat antibakteri di atas 15 kali pencucian rumah tangga.
PENGARUH BERAT MOLEKUL KITOSAN TERHADAP FIKSASI KITOSAN PADA KAIN KAPAS SEBAGAI ANTIBAKTERI Yulina, Rizka; Winiati, Wiwin; Kasipah, Cica; Septiani, Wulan; Mulyawan, Agus Surya; Wahyudi, Tatang
Arena Tekstil Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.808 KB)

Abstract

Proses depolimerisasi kitosan telah dilakukan untuk memperoleh kitosan dengan berat molekul yang lebih rendah dan mengetahui sifat antibakterinya setelah difiksasi pada kain kapas. Proses depolimerisasi dilakukan dengan cara pemanasan menggunakan oven microwave disertai penambahan larutan garam elekrolit NaCl dan CaCl2. Variasi proses pemanasan dilakukan pada rentang daya microwave 300-800 watt dan rentang waktu selama 5-25 menit. Berat molekul kitosan ditentukan dari viskositasnya dan dihitung menggunakan persamaan Mark Houwink. Hasil depolimerisasi kitosan menggunakan pelarut campuran CH3COOH 1% /CaCl2 0,25 M dengan rasio volume 7:3 dan rentang daya microwave 300-650 watt telah berhasil menurunkan berat molekul kitosan secara signifikan dari 171.790 Da hingga mencapai 59.746 Da. Hasil analisa terhadap spektra Fourier Transform Infra Red menunjukkan bahwa proses depolimerisasi kitosan tidak mengubah gugus fungsi dari kitosan. Fiksasi kitosan terdepolimerisasi dengan rentang berat molekul 59.746-79.570 Da pada kain kapas menghasilkan sifat antibakteri yang sangat baik yakni mencapai 99-100%, sekalipun prosesnya diikuti dengan proses pencelupan warna. Hasil uji N-total menunjukkan bahwa kain kapas terfiksasi kitosan berat molekul 79.500 Da menghasilkan nilai N-total yang lebih tinggi dibandingkan dengan kitosan berat molekul 171.790 Da. Hasil kurva ketuaan warna menunjukkan bahwa kitosan BM rendah cocok (compatible) dengan zat warna reaktif yang digunakan pada proses pencelupan dan memberikan warna pada kain kapas yang lebih tua dibandingkan dengan kitosan BM tinggi dan tanpa kitosan.
PENGGUNAAN KATALIS KOMPOSIT TERIMMOBILISASI BERBASIS NANOFIBER TiO2 DALAM PENGOLAHAN FOTOKATALITIK LIMBAH CAIR BERWARNA TEKSTIL Doni, Sugiyana; Suprihanto, Notodarmojo
Arena Tekstil Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.567 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan evaluasi penggunaan material katalis komposit terimmobilisasi berbasis nanofiber TiO2 untuk pengolahan fotokatalitik limbah cair berwarna tekstil. Sintesis nanofiber TiO2 dilakukan dengan menggunakan metoda electrospinning, diimmobilisasikan pada media pelat gelas kemudian dikalsinasi pada temperatur 500oC. Komposit nanofiber – nanopartikel dibuat dengan melekatkan nanopartikel TiO2 pada permukaan katalis nanofiber. Perlekatan lapisan katalis komposit pada pelat gelas ditemukan lebih kuat terhadap pengaruh aliran fluida air dan sonikasi dibandingkan dengan lapisan katalis nanofiber dan nanopartikel. Katalis komposit TiO2 memberikan aktivitas dekolorisasi lebih tinggi dibanding katalis nanofiber TiO2 dalam pengolahan air limbah simulasi dan efluen IPAL tekstil. Katalis terimmobilisasi berbasis nanofiber dapat digunakan secara berulang meski terjadi sedikit penurunan efisiensi pengolahan.
PENDEKATAN MATEMATIK UNTUK PENENTUAN PELEPASAN GAS SO2 PADA TUNGKU PEMBAKARAN FLUIDIZED BED SIRKULASI BATUBARA Furqon, Mochamad
Arena Tekstil Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.806 KB)

Abstract

Pada tulisan ini dilakukan pendekatan matematik untuk menganalisis reaksi antara muatan bahan batubaradan batu kapur dengan udara pada pembakaran batubara di dalam tungku fluidized bed sirkulasi. Pendekatandidasarkan pada asumsi-asumsi terhadap aliran udara masuk dan aliran muatan bahan. Sasaran analisis ditujukanpada reaksi antara belerang dan batu kapur. Melalui penentuan laju reaksi per unit volume bahan padat dan gas,akan diperoleh parameter reaksi yaitu parameter perbandingan Ca/S dan parameter distribusi bahan padat. Padaanalisis dari sisi bahan padat diperoleh bahwa reaksi bahan padat dan waktu retensi bahan pada tungkumempengaruhi laju reaksi dan pelepasan gas SO2. Pendekatan yang dihasilkan dibandingkan dengan hasilpengukuran pelepasan gas SO2 pada pembakaran batubara tidak banyak berbeda, pada rasio mole Ca/S : 1,3 dan 1,4dan waktu retensi 2 jam hasil perhitungan dan pengukuran pelepasan gas SO2 relatif sama.
PEMBUATAN KOMPOSIT CARBON NANOTUBE-POLYVINYL ALCOHOL (CNT-PVA) SERTA EVALUASI SIFAT MEKANIKNYA Wahyudi, Tatang; Setyaningsih, Metri; Subagio, Agus; Widiyandari, Hendri; Pardoyo, Pardoyo; Ahyani, Musni
Arena Tekstil Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.846 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi nanomaterial mendukung teknologi komposit. Komposit yang menggunakannanomaterial menghasilkan sifat mekanik yang lebih baik daripada komposit biasa. Komposit carbon nanotubes(CNT) berpotensi memiliki kekuatan tarik yang tinggi oleh adanya struktur tabung nanonya yang baik sebagaimatrik. Komposit CNT-PVA telah dibuat dengan metode pelarutan. Polyvinyl alcohol (PVA) dilarutkan dalam airbertemperatur 80°C, selanjutnya material CNT ditambahkan ke dalam larutan tersebut dengan variasi fraksi massaCNT terhadap PVA sebesar 10%, 20% dan 30%. Komposit CNT-PVA terbentuk setelah dikeringkan padatemperatur 80°C. Selanjutnya sifat mekanik komposit dikarakterisasi dengan uji kekuatan tarik. Hasil ujimenunjukkan bahwa komposit CNT-PVA dengan fraksi massa 20% CNT terhadap PVA menghasilkan modulusYoung yang paling besar yaitu 137,71MPa. Ketebalan komposit 0,94 mm yang dibangun oleh tiga lapis tipiskomposit CNT-PVA menghasilkan peningkatan modulus Young hingga 107,30%.
SINTESIS NANOPARTIKEL SENG OKSIDA (ZnO) MENGGUNAKAN SURFAKTAN SEBAGAI STABILISATOR DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN TEKSTIL ANTI BAKTERI Novarini, Eva; Wahyudi, Tatang
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.703 KB)

Abstract

Sintesis nanopartikel seng oksida dilakukan dengan metode presipitasi melalui reaksi antara seng nitratdengan natrium hidroksida. Variasi penggunaan berbagai jenis surfaktan (kationik, nonionik dan anionik) sebagaistabilisator pada proses pembuatan larutan koloid nanopartikel. Partikel dikarakterisasi dengan X-ray Diffraction(X-RD), Ultraviolet-visible Spectroscopy dan Scanning Electron Microscope (SEM). Aktivitas antibakterinanopartikel terhadap Escherichia coli dan Bacillus cereus ditentukan dengan metode agar diffusion test. Hasilkarakterisasi XRD dan SEM menunjukkan bahwa partikel adalah benar seng oksida dengan ukuran antara 75 nm-125 nm. Penggunaan 5% surfaktan kationik atau nonionik berdampak pada distribusi ukuran partikel koloid yangrelatif rata. Nanopartikel memperlihatkan kemampuan yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteriBacillus cereus dibandingkan pada Escherichia coli. Selanjutnya, nanopartikel diaplikasikan pada kain kapasdengan teknik rendam-peras-pemanasawetan kering. Analisa persentase reduksi bakteri setelah beberapa kalipencucian tekstil dilakukan untuk mengetahui efektivitas aplikasi nanopartikel. Hasil foto SEM terhadap kain kapasmembuktikan bahwa kain mengandung nanopartikel seng oksida. Peningkatan jumlah zat pengikat dapatmeningkatkan efektivitas antibakteri.
DEKOLORISASI FOTOKATALITIK AIR LIMBAH TEKSTIL MENGANDUNG ZAT WARNA AZO ACID RED 4 MENGGUNAKAN MIKROPARTIKEL TiO2 DAN ZnO Sugiyana, Doni; Harja, Yulianti
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.819 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap proses dekolorisasi fotokatalitik air limbah tekstil artifisialmengandung zat warna azo Acid Red 4 (AR4) dengan menggunakan katalis mikropartikel TiO2 dan ZnO. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menentukan proses fotokatalitik optimum dengan menganalisis pengaruh variabel antaralain: pH, konsentrasi awal zat warna, dosis katalis, kombinasi katalis, dan temperatur awal air limbah. Evaluasi terhadapefisiensi dan laju dekolorisasi dilakukan melalui pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer.Proses dekolorisasi fotokatalitik AR4 ditemukan berlangsung efektif pada kondisi optimum: pH 11, konsentrasiawal zat warna 10 mg/L dan dosis katalis 0,5 g/L baik untuk mikropartikel TiO2 maupun ZnO. Setelah waktu irradiasiselama 2 jam, proses dengan mikropartikel ZnO mampu mencapai efisiensi dekolorisasi lebih baik (89,9%)dibanding mikropartikel TiO2 (86,9%). Berdasarkan kinetika reaksi pseudo orde pertama, dekolorisasi fotokatalitikmenggunakan mikropartikel ZnO memperlihatkan laju lebih cepat (k’= 0,022 menit-1) dibandingkan denganmikropartikel TiO2 (k’= 0,018 menit-1). Kombinasi kedua jenis katalis menyebabkan laju dekolorisasi menjadi lebihlambat (k’= 0,015 menit-1) dibandingkan penggunaan katalis secara individual. Temperatur awal air limbah yanglebih tinggi ditemukan menyebabkan penurunan efisiensi dekolorisasi fotokatalitik.
STUDI MUTU KAIN KERUDUNG HASIL PRODUKSI DI JAWA BARAT Widiana, Ineu; Marlina, Rini
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.528 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu kain kerudung hasil produksi di Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan di daerah-daerah yang menjadi sentra kerudung di Jawa Barat, diantaranya : Cicalengka, Soreang dan Bandung sebanyak 50 sampel terdiri dari 25 kerudung tenun dan 25 kerudung rajut. Selain itu pengambilan sampel dilakukan  juga terhadap kerudung impor  dari China sebanyak 10 sampel terdiri dari 5 kerudung tenun dan 5 kerudung rajut. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dianalisa secara deskriptif,  kemudian dibandingkan dengan standar internasional produk sejenis yang berlaku, yaitu:  ASTM D 3785-02, Standard performance specification for woven necktie and scarf fabrics dan ASTM D 4035-02, Standard performance specification for knitted necktie and scarf fabrics. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel-sampel tersebut, diketahui bahwa hasil uji sifat fisik serta ketahanan luntur warna  kerudung hasil produksi di Jawa Barat memiliki nilai yang  memenuhi  persyaratan  pada ASTM D 3785-02 dan ASTM D 4035-02, yaitu : kekuatan tarik sebanyak 84% sampel,  kekuatan sobek sebanyak 100% sampel, kekuatan jebol  sebanyak 100% sampel, kenampakan kain setelah pencucian berulang sebanyak 96% sampel kerudung tenun & 100% sampel kerudung rajut, perubahan dimensi pada pencucian dan pengeringan sebanyak 92% sampel kerudung tenun dan 88% sampel kerudung rajut, dan ketahanan luntur warna (pencucian, pencucian kering, keringat, ludah, gosokan dan sinar)  sebanyak 100% sampel. Kekuatan kain dan perubahan dimensi yang tidak memenuhi mutu standar, disebabkan pengaruh konstruksi kain, desain dan jenis serat. Namun seluruh sampel mempunyai ketahanan luntur warna yang baik terhadap pencucian, pencucian kering, keringat, ludah, gosokan dan sinar.

Page 1 of 21 | Total Record : 207