cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Sabrina, Anjarlea Mukti
Al-Mabsut Vol 9, No 1 (2015): (APRIL 2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat permasalahan dan dampak kebakaran hutan yang menjadi permasalahan lingkungan yang sangat penting di tanah air. Sedangkan pemerintah Indonesia sendiri kurang peduli terhadap kasus kebakaran hutan yang seringkali terjadi dan menimbulkan bencana kabut asap di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan penulis, menunjukkan bahwa : dampak dari kebakaran hutan adalah hilangnya berbagai manfaat ekosistem dari hutan dan potensi lain yang terkandung didalamnya termasuk keanekaragaman hayati. Ada dua faktor penting penyebab kebakaran hutan, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam misalnya adalah pemanasan global, musim kemarau yang berkepanjangan dan perubahan musim yang tidak menentu. Faktor manusia disebabkan oleh sumber api buatan manusia pada saat menggunakan api dalam upaya pembukaan lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), perkebunan, dan pertanian dengan menggunakan bahan bakar yang dapat menyulut api.Kata Kunci : Pencegahan dan Penanggulangan, Bencana Kabut Asap, Kebakaran Hutan  
IDENTIFIKASI GAYA KOGNITIF (COGNITIVE STYLE) PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR Aldarmono, Aldarmono
Al-Mabsut Vol 3, No 1 (2012): (SEPTEMBER 2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran sangat ditentukan sejauhmana ia memahami karakteristik peserta didiknya. Kemampuan pendidik dalam hal ini sangat penting yaitu bagaimaan pendidik mampu mengidentifikasi karakter-karakter masing-masing individu. Perbedaan karatakter tersebut berpengaruh besar terhadap belajar mereka sesuai dengan gaya atau cara  masing-masing yang sudah barang tentu berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya. Implikasinya dari karakter peserta didik yang begitu variatif mendorong pendidik menerapkan strategi, model maupun metode pembelajaran yang efektif untuk disesuaikan dengan karakter masing-masing anak didik. Dari berbagai macam karakter yang dimiliki anak didik tersebut yang tidak kalah penting yaitu gaya kognitif dalam belajar.Gaya kognitif merupakan salah satu karakter anak didik yang sangat penting dan berpengaruh terutama terhadap pencapaian prestasi belajar mereka. Gaya kognitif berkaitan dengan bagaimana mereka belajar melalui cara-cara sendiri yang melekat dan menjadi kekhasan pada masing-masing individu. Gaya kognitif sangat erat kaitannya dengan bagaimana cara menerima dan memproses segala informasi khususnya dalam pembelajaran. Berbagai kecenderungan-kecenderungan dalam belajar mereka dapat didentifikasi dan kemudian diklasifikasi apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field Independent (berpikir cenderung memiliki kemandirian pandangan) ataukah filed dependent (ketergantungan pandangan.Selama ini seperti yang nampak di lapangan praktek pendidikan tidak begitu memandang penting karateristik peserta didik. Sehingga masih sangat jarang pendidik yang memiliki kemampuan dan keterampilan mengungkap dan mengtahui berbagai karakteristik peserta didiknya dalam belajar. Yang terpenting bagaimana materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat kuasai tanpa memperhatikan karakter masing-masing. Sehingga yang terjadi pendidik cenderung menyama ratakan karakter masing-masing anak yang begitu bervariasi yang berbeda satu dan lainnya. Hal demikian ini dapat diketahui dari strategi, model, dan metode pembelajaran yang nampak monoton yang mereka terapkan dalam proses pembelajaran.
KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Wibisono, Yusuf
Al-Mabsut Vol 6, No 1 (2013): (APRIL 2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSEP  KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAMYusuf WibisonoJurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NgawiAbstrakDalam realitas masyarakat telah lama muncul pandangan yang tidak proporsional dalam memahami perbedaan jenis kelamin sehingga mengakibatkan terjadinya ketidakadilan jender. Realitas seperti ini sudah barang tentu memerlukan perjuangan dari semua fihak baik laki-laki dan perempuan untuk dapat merubah presepsi miring terhadap perempuan selama ini. Dalam  ajaran Islam, perempuan mempunyai kedudukan yang setara dengan laki-laki. Sejak abad 14 yang lalu, Al-Qur’an telah menghapuskan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, bahkan Al-Qur’an memandang sama kedudukan laki-laki dan perempuan. Islam  mengajarkan persamaan antara manusia, baik antara laki-laki dan perempuan, persamaan antara bangsa, suku, dan keturunan. Perbedaan yang digaris bawahi dan yang kemudian meninggikan dan merendahkan seseorang hanyalah nilai ketaqwaan dan pengabdiannya kepada Allah.
IDEOLOGI ISLAM POLITIK DALAM RUBRIK TAFSIR AL-QUR’AN SUARA ISLAM (Sebuah Analisis Wacana) Halim, Abdillah
Al-Mabsut Vol 8, No 1 (2014): (APRIL 2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan analisis wacana terhadap tema-tema di rubrik tafsir tabloid Suara Islam edisi 103-107. Analisis wacana yang dilakukan penulis terhadap tema-tema tafsir Al-Qur’an yang diketengahkan tabloid Suara Islam, menunjukkan bahwa Suara Islam membawa aspirasi dan ideologi Islam politik. Ciri menonjol dari ideologi Islam politik adalah menempatkan Islam pada posisi bermusuhan dengan keyakinan dan ideologi lain; penyatuan antara agama dan negara; model berpikir oposisi biner (benar-salah, muslim-kafir, taat-sesat, dan sebagainya) yang serba kaku dan hitam putih; kecenderungan untuk mengklaim bahwa pandangan keagamaan yang dimiliki merupakan kebenaran tunggal yang tidak terbantahkan. Sedangkan terkait dengan model penafsiran, ideologi Islam politik cenderung menafsirkan ayat secara harfiah dan tidak menggunakan konteks khusus sosio historis (asba>bun nuzu>l) yang melatari turunnya sebuah ayat sebagai faktor dan kriteria penting dalam menafsirkan ayat, karena yang dituju bukan bagaimana dan apa makna orisinil sebuah ayat melainkan kesesuaian makna sebuah ayat dengan ideologi yang diyakini Kata Kunci: Tafsir, Analisis Wacana, Islam Politik.    
NILAI NILAI MORAL DENGAN KEMUNGKINAN PENGARAHANNYA Makmun, Arif
Al-Mabsut Vol 7, No 2 (2013): (SEPTEMBER 2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinmika kehidupan manusia merupakan gerak yang seharusnya terbatasi oleh aturan yang mengatur manusia untuk mencapai satu tujuan utama yang hakiki dan mengenyampingkan sesuatu yang bisa mengeluarkan manusia dari jalur menuju tujuan tersebut, aturan yang digunakan adalah aturan yang mengarahkan manusia untuk hidup yang lebih mulia, dan menjaga keharmonisan sesama.dari aturan tersebut akan muncul suatu nilai benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut dan batasan yang digunakan adalah pada moral. Moral manusia bergantung kepada tatasusila, adat, dan agama yang masing-masing harusnya tidak ada norma yang bertentangan jika terdapat perbedaan maka dibutuhkan kesepakatan dan keselarasan dalam mengambil sebuah kesimpulan.
ARBITRASI DALAM HUKUM PERKAWINAN DI MESIR, BANGLADESH, PAKISTAN, TUNISIA, DAN INDONESIA Mahsun, Mahsun
Al-Mabsut Vol 6, No 1 (2013): (APRIL 2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ARBITRASI DALAM HUKUM PERKAWINAN  DI MESIR, BANGLADESH, PAKISTAN, TUNISIA, DAN INDONESIAMahsunJurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ngawi AbstrakHadirnya Dewan Arbitrasi sebagai penengah antara pihak si suami dan isteri adalah bentuk perluasan dan regulasi terhadap Undang-Undang positif yang sudah ada, baik yang berasal dari hukum Islam maupun keinginan untuk mereformasi hukum karena kebutuhan sosiologis politis. Artinya Negara ingin mengefektifkan Undang-Undang itu dengan membentuk suatu badan yang dapat membantu tugasnya demi pelaksanaan pembatasan poligami dan perceraian, walaupun dengan adanya Dewan arbitrasi tidak berarti menutup kasus poligami. Inti dari adanya Dewan Arbitrasi di Pakistan, Bangladesh, Tunisia, Mesir dan Indonesia secara formal adalah untuk menjamin terlaksananya aturan pembatasan poligami berjalan efektif.  
REKONSTRUKSI NALAR FIKIH (Perspektif Para Sarjana Kontemporer) Sholeh, Zain Zuhri
Al-Mabsut Vol 8, No 1 (2014): (APRIL 2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek rekonstruksi nalar fikih mngandaikan “pembacaaan kedua” dengan cara baca baru secara serempak terhadap disiplin-disiplin ilmu yang terlibat dalam formulasi nalar fikih. Rekontruksi nalar fikih merupakan pembaharuan fikih secara epistemologis yang menuntut pembacaan multidispliner, sebab fikih,merupakan zona ijtihad yang terbangun dengan menggandeng pisau analisis multidisipliner, baik pra maupun pasca priode kodifikasi. Proses nalar rekonstruksi fiqih bukan persoalan mudah. Tulisan ini menjelaskan bahwa Proses rekonstruksi nalar  fiqih menghadapi beberapa problem, yakni problem tafsir, problem sunnah, problem ijma, dan problem qiyasKata-kata kunci: Fiqih, Epistemologi,  Isykaliyyat  
BOOK REVIEW SOCIOLOGY: UNDERSTANDING A DIVERSE SOCIETY (By: Andersen, Margaret L., and Howard, Francis T., Thomson Learning inc, 2008) Makmun, Arif
Al-Mabsut Vol 8, No 1 (2014): (APRIL 2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This book is really good to read which contains comprehensive source of insight into the mechanisms of social interaction between diverse social groups within a certain unit of society. The book is instrumental in providing an overview of the differences in ethnicity, gender, class, religion, as well as the geographical origins of individuals who can greatly influence one’s system of values, beliefs and stereotypes. The volume is based on extensive research work that has been carried out by the authors and covers a wide range of topics related to such sociological notions as culture, power, social change, stratification, crime, inequality, social interaction and social structure, among others. The first part of the book is focused on a discussion of sociological perspectives. Part two covers the topic of individuals and society and part three is about social inequalities. The fourth part is dedicated to social institutions and mechanisms of their functioning, whereas the fifth and last part covers the notion of social change.  
Hukum dan Manajerial Wakaf di Malaysia Mahsun, Mahsun
Al-Mabsut Vol 2, No 1 (2011): (APRIL 2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ranah epistemologi hukum Islam (kitab fiqih), secara terminologis wakaf sering didefinisikan sebagai “penahanan (pencegahan) harta yang bisa dimanfaatkan; yang tidak lenyap eksistensinya, dengan cara tidak melakukan tindakan (menghilangkan) bendanya, disalurkan kepada hal yang mubah yang konkrit.”Studi tentang wakaf di Malaysia biasanya terselip dalam liputan studi hukum keluarga yang lebih populer; perkawinan, perceraian, status anak angkat, dan hukum waris. Dengan kajian ini diharapkan tergambar tata cara pengaturan harta wakaf di Malaysia, yang akhirnya berimplikasi praktis; dapat dipertimbangkan aplikasinya untuk konteks Indonesia, sejauh hal itu konstruktif. Telaah atas tema ini akan coba diolah dengan pendekatan sosiologis-historis dengan asumsi bahwa pendekatan normatif dan historis per se tidak mampu lagi menghasilkan satu konklusi yang komprehensif. Kata Kunci : Wakaf, Hukum Wakaf, Manajerial Wakaf. 
USING EXPOSITORY TO IMPROVE LISTENING SKILL
Al-Mabsut Vol 6, No 1 (2013): (APRIL 2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

USING EXPOSITORY TO IMPROVE LISTENING SKILL Arif Ma’mun RifaiDepartment of Shari>ah, The College for Islamic Studies Ngawi (STAI Ngawi)AbstractTeacher of any grade should have a special teaching media in teaching English listening. In this occasion, the writer tried to make frame of Using expository method with the title above. To achieve the objectives of the study, the writer conducted an experimental research. This research need two groups, they are experimental group and control group. The population of the research was the Eighth Grade Students of MTs Islamiyah Widodaren Ngawi in the Academic Year 2011/2012. The technique that is used random sampling by lottery and the sample of the study was class VIIIA as experimental group and class VIIID as a control group. Each group consisted of 20 students’ in class VIIIA as an experimental group and 20 students’ in class VIIID as control group. The students’ in experiment group was given treatment and control group was not given treatment. The instrument used for collecting the data was listening test that was gained from the analysis result of used tests. The data was obtained from the pre – test and post – test scores of the both group. Based on the statistical analysis, it could be seen that the mean of  post – test scores of experiment group was higher than the mean post – test scores of the control group. To know whether the differences of the two mean was significant or not, t test formula was applied. The result of computation in control group was 0.66 and for the experiment group was 0.81. So, here, it indicates of variable X and variable Y in control group had average correlation. While it indicates of variable X and variable Y in experiment group had strong correlation. The critical value of t for the tailed level of significant in which 5% and degree of freedom (df) 20 was 0.44. Since the obtained value was higher than the critical value of t, it meant the difference between the mean of both group was significant. Keywords: Teaching, Expository, Listening skill.