cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
ISLAMUNA: Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : -
Core Subject : Education,
Islamuna: Jurnal Studi Islam (ISSN: 2407-411X; E-ISSN: 2443-3535) is a double-blind peer-reviewed journal published binnually by Postgraduate Program of Madura State Islamic Institute (Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. It specializes in Islamic studies which are the results of fieldwork and conceptual ideas research from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
RELASI TAHFÎDZ AL-QUR’ÂN DENGAN PRESTASI BELAJAR: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL-HUDA, GORONTALO Arif, Muh; Solong, Najamuddin Petta; Gamar, Nur
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2673

Abstract

This article aims to reveal the urgency of memorizing al-Qur?an (tahfîdz al-qur?ân) at Al-Huda Islamic Boarding School, Gorontalo. Tahfîdz al-qur?ân program is the interaction between santri and al-Qur?an, and it is also the valuable religious experience, thus it is considered as their learning achievement. This study focuses on tahfîdz al-qur?ân program at Al-Huda Islamic Boarding School, Gorontalo, which is a minimum of five juz for five semesters.  Therefore, it is closely related to the santris? academic and non-academic achievements in this boarding school. This study used educational and psycological approach by qualitative-descriptive method. The result shows that the santri have various ability to memorize al-Qur?an, from one to six juz, eventhough in the same ways. In addition, tahfîdz al-qur?ân program has closely relation to santris? academic and non-academic achievements. Thus, the better their memorization of al-Qur?an, the better their academic and non-academic achievements.[Artikel ini mengungkap tentang urgensi hafalan al-Qur?an (tahfîdz al-qur?ân) di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo. Program tahfîdz al-qur?ân merupakan interaksi santri dengan al-Qur?an dan pengalaman beragama yang berharga, sehingga dianggap terkait dengan capaian prestasi belajarnya. Penelitian ini fokus pada program tahfîdz al-qur?ân yang merupakan program Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo, yakni minimal lima juz selama lima semester, sehingga terkait erat dengan prestasi akademik dan non-akademik santri di pondok ini. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan edukasi dan psikologi dengan metode kualitatif-deskriptif. Penelitian ini mengungkap bahwa kemampuan santri dalam menghafal al-Qur?an selama berada di pondok beragam, yakni satu sampai dengan enam juz, kendati mereka menghafal dengan cara yang sama. Selain itu, relasi program tahfîdz al-qur?ân dengan prestasi santri tidak saja pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek non-akademik, sehingga semakin baik hafalan al-Qur?annya, semakin baik pula prestasi akademik dan non-akademik yang diraih oleh santri]
KOMIK ISLAM DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: DAKWAH KREATIF MELALUI KOMIK Romario, Romario; Aisyah, Lisda
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2588

Abstract

This article aims to examine the Islamic comic on Instragram, exactly @iqomic account initiated by Sandy Priyono Utomo since August 2015. Currently, this account is a popular Islamic comic on Instragram. Methodologically, the data of this study were taken from @iqomic account and several sources of documentation related to Islamic comic. They were analyzed  based on literature relevant to this study. The result shows that the @iqomic account which is based on the hadith of ?convey from me even a single verse? always displays popular piety discourse that is reposted from Muslim comic artists, thus the cover of Islam which is dominated by the trend of ?hijrah? and piety makes generation Z, the active social media users, are terribly impressed. [Artikel ini mengkaji komik Islam di ruang media sosial Instagram pada akun @iqomic yang diprakarsai oleh Sandy Priyo Utomo sejak Agustus 2015. Saat ini, akun ini merupakan akun komik Islam populer di Instagram. Secara metodologis, penelitian ini berdasarkan data dari akun @iqomic dan beberapa sumber dokumentasi yang terkait dengan komik Islam. Data ini dianalisis berdasarkan literatur yang relevan dengan topik penelitian ini. Penelitian ini menunjukan bahwa akun @iqomic, yang berlandaskan pada hadis ?sampaikanlah walau satu ayat? ini, selalu menampilkan wacana kesalehan populer yang dire-post dari para komikus muslim, sehingga wajah Islam yang didominasi oleh narasi tentang tren ?hijrah? dan kesalehan membuat generasi Z, pengguna aktif media sosial, terkesan]
HAID DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS: STUDI TENTANG HAID TIDAK TERATUR PENGGUNA KONTRASEPSI Muttaqin, Khairul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2415

Abstract

Nowadays, there are several contraceptives, such as oral contraceptive pill, contraceptive injection, implants, spiral or IUD (intra uterine device), and IUS (intra uterine system). Some of those have side effects on the irregularity of menstrual period, such as swift menstruation, shorter menstrual period, and longer menstrual period. This issue confuses the concept of Islamic jurisprudence that the maximum menstrual period is fifteen days, whereas it can be more than fifteen days when using contraceptives. This article used library research to analyze menstrual period irregularity as a consequence of contraseptives use based on Islamic and medical literature. This study succesfully revealed that al-Qur?an, hadith, and medical books do not determine the longest menstrual period. Thus, the blood status of women who get menstruation more than fifteen days due to contraceptives use is still menstruation category.[Saat ini, terdapat beberapa alat penunda kehamilan, seperti KB pil, KB suntik, susuk atau implan, spiral atau IUD (intra uterine device), dan IUS (intra uterine system). Sebagian alat ini berefek samping terhadap ketidakteraturan masa haid perempuan; haid bisa keluar secara deras, masa haid lebih singkat, haid bisa keluar lebih lama dari kebiasaan. Problem ini mengacaukan konsep fikih bahwa masa haid perempuan paling lama adalah 15 hari, padahal masa haid bisa lebih dari 15 hari bila menggunakan alat penunda kehamilan. Dengan kajian pustaka, artikel ini menganalisis masa haid yang tidak teratur akibat penggunaan alat penunda kehamilan berdasarkan teks-teks dasar Islam dan medis. Artikel ini berhasil mengungkap bahwa al-Qur?an, hadis, dan medis tidak menentukan masa haid terlama, sehingga status darah yang keluar dari perempuan yang haid lebih dari 15 hari akibat penggunaan alat kontrasepsi adalah haid]
REORIENTASI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KH. M. HASYIM ASY‘ARI: ETIKA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Bagaskara, Roy
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2545

Abstract

This article aims to reintroduce the education concept of KH. M. Hasyim Asy?ari which is essentially the ethics in teaching learning process is important. This study used library research to analyze Âdâb al-?Âlim wa al-Muta?allim written by KH. M. Hasyim Asy?ari. In this case, he explains about the ethics of teachers and students in teaching learning process, including primacy of education, students? duties and responsibilities, the ethics to the books, and others relating to them. Reintroducing his concept of education is an effort to remind the urgency of ethics, especially in teaching learning process as a foundation of character building. Thus, they can worship Allah, be productive, and be dynamic on the right way. Then, the core of Islamic education concept of KH. M. Hasyim Asy?ari can be realized.[Artikel ini hendak memperkenalkan kembali gagasan KH. M. Hasyim Asy?ari tentang pendidikan, yaitu pada hakikatnya etika dalam proses belajar mengajar adalah penting. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka atas kitab Âdâb al-?Âlim wa al-Muta?allim karya KH. M. Hasyim Asyari. Dalam kitab ini, dia menjelaskan etika guru dan murid dalam proses belajar dan mengajar, yang mencakup keutamaan pendidikan, tugas dan tanggung jawab murid, tugas serta tanggung jawab guru, dan etika terhadap buku dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Pengenalan kembali gagasan pendidikan KH. M. Hasyim Asya?ri merupakan sebuah upaya untuk mengingatkan urgensi etika, terutama dalam proses belajar dan mengajar, sebagai fondasi pembentukan karakter manusia, sehingga mereka bisa beribadah kepada Allah, produktif, dan dinamis pada jalan yang benar yang merupakan inti pemikiran pendidikan Islam KH. M. Hasyim Asy?ari dapat terwujud]
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER KH. M. HASYIM ASY‘ARI: STUDI KITAB ÂDâB AL-‘ÂLIM WA AL-MUTA‘ALLIM Handayani, Titik; Fauzi, Achmad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2285

Abstract

Moral decadence that befalls most students in Indonesia is very alarming. The moral values which are expected belong to themselves increasingly decline. It is proven by the brawl among students, pregnant out of wedlock, drug abuse, and the persecution on the teachers significantly increase. By using analytical-descriptive method, this study concerns to the character education in KH. M. Hasyim Asy?ari?s perspective taken from his book entitled Âdâb al-?Âlim wa al-Muta?allim which is focused on the students ethics in studying, including ethics in learning, student?s ethics to the teacher, and student?s ethics in dealing with the lesson. The result of this study shows that character education in KH. M. Hasyim Asy?ari?s perspective has a harmony even precedes a number of values within character education materials of the Research and Development Agency, Curriculum Center of the Ministry of National Education, Indonesia. Thus, it can be developed within character education discourse that is being carried out and it can produce the knowledgeble students and also having good personalities.[Krisis akhlak karimah yang menimpa mayoritas peserta didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Nilai moral yang diharapkan ada dalam diri mereka semakin terkikis, sehingga mengakibatkan tawuran antarpelajar, siswa hamil di luar nikah, penggunaan narkoba semakin merajalela, serta penganiayaan siswa terhadap guru yang bahkan sampai berujung kepada kematian sang guru. Dengan metode analitis-deskriptif, penelitian ini mengkaji tentang pemikiran KH. M. Hasyim Asy?ari tentang pendidikan karakter dalam Âdâb al-?Âlim wa al-Muta?allim yang difokuskan pada etika peserta didik dalam menuntut ilmu, yang mencakup etika dalam belajar, etika siswa terhadap guru, dan etika siswa dalam menghadapi pelajaran. Penelitian ini mengungkap bahwa pemikiran KH. M. Hasyim Asy?ari tentang pendidikan karakter selaras bahkan mendahului sejumlah nilai dalam materi pendidikan karakter dari Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, Indonesia, sehingga bisa dikembangkan dalam wacana pendidikan karakter yang sedang marak dilakukan dan bisa mencetak peserta didik yang tidak hanya berilmu luas tetapi juga berkarakter]
MODEL PEMBENTUKAN KECERDASAN MORAL SPIRITUAL SISWA SMP PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN Hadi, Saiful
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.82 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.656

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kebijakan pengembangan kecerdasan moral spiritual di SMP Plus Nurul Hikmah, proses pem-bentukan kecerdasan moral spiritual, dan keberhasilan pembentu-kan kecerdasan moral spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, diketahui bahwa kebijakan pengem-bangan kecerdasan moral spiritual dilakukan dengan menyiapkan kebijakan kurikulum integratif (antara kurikulum nasional, muatan lokal, dan kurikulum kelembagaan). Proses pembentukan kecer-dasan moral spiritual dilakukan aktifitas keagamaan yang sangat ketat dan padat agar terjadi penguatan pengetahuan dan pengalaman keagamaan pada anak didik. Keberhasilan pembentukan kecerdasan moral spiritual siswa terlihat dari rendahnya pelanggaran disiplin, perilaku keagamaan yang kuat, dan terwujudnya budaya akhlak karimah.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Hanafi, M.
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.682 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.572

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan agama Islam. Ada empat asas dalam pengembangan kurikulum yaitu asas filosofis, sosiologis, organisatoris dan psikologis. Selain itu, terdapat empat pendekatan dalam pengembangan kurikulum di antaranya, yaitu pendekatan subjek akademik, pendekatan humanistic, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi social. Untuk mening-katkan mutu PTAI, maka kurikulum yang diterapkan perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan asas-asas pengembangan kurikulum di atas. Pengembangan kurikulum PTAI harus berbasis kompetensi, agar lulusannya memiliki kompetensi handal sesuai bidang garapannya.
MATERI AJAR FIQH MUNAKAHAT DI MADRASAH ALIYAG Ika Rahmawati, Sarini
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.695 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.562

Abstract

Pelaksanaan perkawinan di Indonesia diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974, PP No. 9 Tahun 1975, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Ketentuan-ketentuan dalam peraturan tersebut sepa-tutnya menjadi pedoman dan petunjuk pelaksanaan perkawinan ba-gi setiap muslim di Indonesia. Maka dari itu, sepatutnya aturan-atu-ran tersebut diketahui sejak dini oleh generasi muda muslim yang kelak akan melaksanakan perkawinan. Pemahaman tentang ketentu-an perkawinan tersebut di antaranya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah. Materi tentang perkawinan is-lami di sekolah/madrasah lebih dikenal dengan fiqh munakahat, yang diajarkan di Madrasah Aliyah kelas XI semester 2.
INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW Kosim, Mohammad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.801 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.651

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA Maisaroh, Maisaroh
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.367 KB) | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.665

Abstract

Islam sebagai ajaran yang komprehensif telah meng-ajarkan kepada umatnya akan HAM. Hal ini tercermin dalam tujuan disyari’atkannya Islam untuk memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara kehormatan atau keturunan, dan memelihara harta. Tujuan tersebut senada dengan pengertian HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang bersifat universal yang wajib dihor-mati serta dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Sehingga Islam dan HAM adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan bersumber pada al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran agama Islam. Dunia Barat juga memiliki konsep tentang HAM dengan formulasi HAM PBB yang bersifat sekular sehingga menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan umat Islam, yaitu pandangan yang menolak secara total konsep HAM PBB, pandangan yang menerima total HAM PBB, serta pandangan yang terakhir dengan pandangan yang ambigu.

Page 1 of 10 | Total Record : 96