cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM KERANGKA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHATANI TERNAK Nono, Obed Haba; Kune, Petrus; Riwu, Agust R.; Boimau, Kristomus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.341

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk : 1) meningkatkan keterampilan mitra dalam mengunakan sejumlah teknologi tepat guna ;2) meningkatkan produktivitas aneka usaha. Hal ini sesuai dengan karakteristik  masalah  yang dihadapi mitra, yaitu : manajemen produksi yang mengacu kepada optimalisasi sumber daya untuk peningkatan produktivitas , terbatasnya peralatan produksi  dan aspek sosial ekonomi yang dialami 2 kelompok tani ternak yaitu Dahulu Rasa dan Tunas Baru.Metode yang diterapkan adalah : (1) penentuan mitra dan jenis IPTEKS yang diterapkan adalah  observasi, wawancara mendalam sehingga penentuan mitra dilakukan secara purposive. (2) metoda dalam aplikasi IPTEKS berupa pelatihan, uji demoplot serta pendampingan. Demoplot berupa aplikasi dari sejumlah teknologi yaitu : (1) teknologi IPAT-BO untuk tanaman padi, (2) mesin tetas, (3) pembuatan reaktor/aplikasi biogas, dan (4)  pembuatan serta aplikasi pupuk organik berbahan baku lokal. Hasil kegiatan berupa sejumlah produk meliputi : gabah, ternak ayam/babi bermutu, pupuk organik (padat dan cair) hasil aplikasinya: aneka sayur -mayur. Hasil biogas berupa :gas untuk memasak, pupuk organik (padat dan cair), kangkung  serta aneka sayuran organic. Kesimpulan : bentuk/jenis IPTEKS berupa  sejumlah teknologi tepat guna  berdampak kepada  : (1) hasil IPAT-BO sanggup meningkatkan produktivtas gabah sebesar 54,67 persen, efisiensi benih dan air sebesar 300% (2) efisiensi waktu dan produktivitas dan mutu ayam meningkat (3-3,5 kali lipat); (3) Produksi meningkat dan efisiensi input/waktu  untuk sayur organic (25-50%) dan (4) Efisiensi biaya penggunaan BBM dapat mencapai Rp. 8,76 juta pertahun dari 2 buah kompor dari sebuah reaktor biogas.Kata kunci : teknologi, IPAT-BO, biogas, pupuk organik, mesin tetas.
PENERAPAN MANFAAT BOKASHI PADA PETERNAK SAPI DI DESA NGGORANG, KECAMATAN KOMODO MANGGARAI BARAT, NTT Detha, Annytha -; Maranatha, Grace; Foeh, Nancy; Ndaong, Nemay; Datta, Frans Umbu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.288

Abstract

Tujuan yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan adalah memaksimalkan produktivitas peternakan sapi dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik Bokashi menggunakan probiotik yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Dalam mencapai tujuan ini, terdapat beberapa metode pencapaian tujuan yaitu pendekatan partisipasi aktif masyarakat berkolaborasi dengan Komponen Desa yang dimulai dari tahap perencanaan, termasuk pendataan dan pemetaan sumber daya yang tersedia; tahap pelaksanaan, yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan; tahap monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan pencapaian setiap aspek tujuan yang ada. Berkaitan dengan tujuan umum yang akan dicapai, maka dilakukan pengabdian untuk meningkatkan keasrian desa untuk menciptakan desa Agrowisata yang menjadi pusat padang penggembalaan yang bersih melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik menggunakan probiotik alami, yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Melalui pencapaian semua tujuan yang akan dicapai, desa mitra diharapkan akan meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui kelompok tani mitra yang mampu mengoptimalkan produktivitas peternakan melalui peningkatan keasrian wilayah melalui pemanfaatan limbah peternakan dan meningkatkan keterampilan pembuatan prebiotik yang secara nyata berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE DALAM USAHA PENGGEMUKAN SAPI: UPAYA UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI LIMBAH TERNAK Metheus, Rupa; Abineno, Jemseng Carles; Jehemat, Antonius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.343

Abstract

Salah satu jenis usaha ternak dikalangan masyarakat Amarasi wilayah kabupaten Kupang adalah usaha penggemukan sapi yang dalam bahasa lokal disebut sistem ?paron?. Sistem paron merupakan pola penggemukan ternak sapi khusus ternak sapi jantan yang dditujukan sebagai tabungan keluarga, untuk memenuhi kebutuhan finansial (uang tunai) yang mendadak seperti untuk pendidikan, kesehatan anak dan keluarga). Model atau sistem penggemukan sapi, oleh masyarakat Amarasi belum ditangani secara baik, masih bersifat tradisionil, dan belum ada sentuhan teknologi apapun.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya terobosan melalui penerapan teknologi tepat guna, yaitu memperbaiki penggemukan (sistem paron) dan menerapkan konsep zero waste sebagai upaya dalam penanganan limbah untuk  mendukung kemandirian energi di pedesaan. Pendekatan yang digunakan dalam program Desiminasi Produk Teknologi ke Masyarakat (DPTM) ini adalah melalui  pelatihan dan pendampingan mitra sasaran, sehingga terjadi perubahan perilaku mitra dalam mengelola usaha penggemukan (paron) sapi dan memandang limbah ternak sebagai potensi yang memiliki nilai tambah secara ekonomis untuk dikembangkan.Hasil kegiatan DPTM yang dilakukan selama enam bulan (Juni s/d November 2019), menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positip terhadap perubahan perilaku petani dan pola usahatani ramah lingkungan.  Melalui program ini mitra sasaran dapat mengolah limbah/kotoran ternak sapi menjadi biogas dan pupuk organic (padat dan cair)
PKM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK SAPI KELOMPOK TANI NIJBAKI DAN FEN HET NAO MAT DI DESA OELETSALA KECAMATAN TAEBENU Krova, Maria; Tiro, Melkianus; Rosnah, Upik Syamsiar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.329

Abstract

Nao Mat adalah rendahnya produktivitas dan lemahnya kedudukan tawar menawar peternak dalam penentuan harga ternak sapi. Solusi yang ditawarkan dari kegiatan PKM ini, adalah: 1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam teknis perkandangan yang layak, pakan bernutrisi, manajemen pemasaran, pentingnya mempertimbangkan pembukuan usaha dan keuntungan usaha, serta pengelolaan keuangan dan literasi keuangan perbankan dan koperasi; 2) meningkatkan keterampilan peternak dalam penyusunan ransum bernutrisi sesuai kebutuhan ternak. Metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan diskusi, pelatihan, serta pendampingan menunjukkan bahwa peternak anggota kelompok mitra telah memiliki pemahaman, keasadaran, dan keterampilan yang semakin meningkat. Hal ini telah ditindaklanjuti dalam beberapa hal seperti: perbaikan kandang yang layak oleh 6 persen peternak anggota kelompok mitra dan pemberian pakan tambahan tongkol jagung dan dedak walaupun belum mempertimbangkan nutrisi yang dibutuhkan ternak oleh 10 persen peternak. Kendala yang dihadapi dalam mengimplementasi pengetahuan yang diperoleh adalah keterbatasan bahan pakan penyusun ransum dan dana yang dimiliki.
MANAJEMEN KESEHATAN PADA TERNAK BABI DI KELOMPOK TANI SEHATI KELURAHAN TUATUKA, KECAMATAN KUPANG TIMUR, KABUPATEN KUPANG NTT Bulu, Petrus Malo; Wera, Ewaldus; Yuliani, Ni Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.344

Abstract

Ternak babi merupakan salah satu jenis ternak yang paling banyak dipelihara masyarakat di Kabupaten Kupang dalam menunjang kegiatan ekonomi mereka termasuk untuk kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan biaya sekolah serta untuk acara keagamaan dan adat istiadat setempat. Pemeliharaan ternak babi oleh masyarakat masih bersifat tradisional tanpa manajemen kesehatan yang baik. Politani Negeri Kupang melalui Jurusan Peternakan dengan Program Studi Kesehatan Hewan yang dimilikinya melakukan pengabdian masyarakat untuk memperkenalkan manajemen kesehatan pada kelompok tani dengan pendekatan pola kemitraan. Model pendekatan ini telah berjalan selama 2 tahun dan memungkinkan masyarakat mendapat pengetahuan, ketrampilan dan praktek beternak secara benar, dimana program ini didisain dengan pola pendampingan dan penyuluhan serta pelayanan kesehatan hewan milik anggota mitra. Dari hasil pra survey dan survey didapatkan beberapa permasalahan yang dialami masyarakat kelompok binaan dalam hal tata laksana kesehatan hewan yang berhubungan dengan sanitasi kandang, kondisi tubuh ternak yang kurang baik karena menderita  cacingan dan anemia, dan juga adanya penyakit-penyakit yang diderita oleh ternak termasuk didalamnya mencret putih (white scours), scabies dan hernia.Pemecahan masalah dengan cara penyuluhan yang dilakukan di kelompok tani binaan, pelayanan kesehatan untuk ternak-ternak yang menderita sakit dan penyakit serta pendampingan yang disediakan oleh Jurusan Peternakan Politani Kupang. Pada pelaksanaannya sebanyak 100 ekor ternak babi mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemberian multivitamin dan mineral, obat cacing (antiparasit-endo dan ekto parasit), anti lalat, zat besi, dan antibiotik.
MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN REGENERASI PETERNAK SAPI PERAH DI KALANGAN SISWA SMKN 5 PANGALENGAN BANDUNG JAWA BARAT Christi, Raden Febrianto; Ayuningsih, Budi; Hernaman, Iman; Mutaqin, Bambang Kholik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.332

Abstract

Motivasi merupakan sebuah bentuk dorongan dari dalam seseorang atau individu untuk melakukan sesuatu tindakan atau perbuatan. Begitu juga halnya dalam beternak sapi, petani memilih beternak dengan dasar atau dorongan dari dalam individu masing-masing. Pengabdian bertujuan untuk  mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dalam meningkatkan regenerasi peternak sapi perah di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan. Pengabdian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan kegiatan diantaranya observasi lapangan, studi literatur, penyuluhan dan demonstrasi. Penyuluhan telah dilakukan di Kecamatan pangalengan, Kabupaten Bandung yang dihadiri oleh 300 siswa baik laki-laki maupun perempuan yang terdiri atas berbagai tingkatan kelas yaitu kelas X dan XII lalu dilanjutkan dengan demonstrasi. Hasil menunjukkan bahwa motivasi mempengaruhi minat yang tinggi sebagai upaya regenerasi untuk menjadi peternak sapi perah di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan. Kesimpulan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan motivasi di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan untuk menjadi peternak sapi perah agar kebutuhan masyarakat terutama sumbangan protein hewani tetap tercukupi.Kata kunci : motivasi, regenerasi, peternak sapi perah, siswa SMKN 5 Pangalengan
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS TERNAK BABI MELALUI PENDEKATAN MODEL KEMITRAAN PROPORSIONAL (PRO MITRA) DI KELOMPOK TANI SEHATI KECAMATAN KUPANG TIMUR, KABUPATEN KUPANG. Bulu, Petrus Malo; Angi, Andrijanto H.; Wea, Redempta; Koni, Theresia Nur Indah; Lema, Abner Tonu; Jaya, I Ketut
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.333

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan pada Kelompok Tani Sehati di Desa Tuatuka Kabupaten Kupang merupakan Program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra kelompok tani tentang model kemitraan proporsional dan manajemen penggemukan ternak babi dalam upaya meningkat produktifitas ternak babi. Kelompok tani Sehati menjadi mitra atas permintaan kelompok tani tersebut dan dengan mempertimbangkan bahwa usaha penggemukan ternak babi merupakan rutinitas yang dijalankan dalam keseharian mereka. Kegiatan beternak babi anggota kelompok tani tersebut selama ini masih bersifat tradisional dan penggunaan bibit dalam jumlah dan kualitas yang rendah, dengan menggunakan pakan limbah rumah tangga, modal yang terbatas, serta penjualan yang tidak menentu. Kondisi tersebut berdampak pada semangat beternak mereka yang pada akhirnya mempengaruhi keuntungan mereka dari ternak babi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi plot, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Implementasi kegiatan dilakukan melalui diseminasi informasi model kemitraan proporsional, manajemen kesehatan, dan tata laksana penggemukan (kandang dan pakan). Hasil yang dicapai dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anggota mitra dalam menerapkan model kemitraan proporsional serta manajemen penggemukan ternak babi dalam usaha meningkatkan produktifitas ternak babi. Luaran yang dihasilkan, antara lain: bibit babi penggemukan sebanyak 10 ekor, dokumen Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) kemitraan selama 3 tahun pelaksanaan, dan ternak babi penggemukan layak jual pada masa pemeliharaan 5 bulan serta bobot akhir 85 ? 100 kg/ekor. Kemitraan proporsional yang dilakukan berdampak terhadap peningkatan aktivitas usaha penggemukan ternak babi dan pendapatan anggota mitra Kelompok Tani Sehati.
PEMANFAATAN GULMA SEMAK BUNGA PUTIH (Chromolaena odorata) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKHASI DALAM RANGKA MENGATASI PENYEMPITAN PADANG PEMGGEMBALAAN DAN MENCIPTAKAN PERTANIAN TERPADU BERBASIS ORGANIK Jermias, Johanis A.; Tome, Vinni Denivita; Foenay, Tri Anggarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.347 KB)

Abstract

Dua masalah dalam bidang peternakan dan pertanian yang dihadapi oleh Kelompok Tani Moin Fe’u  dan Kelompok Wanita Tani Moin Fe’u di Kelurahan Nonbes Kabupaten Kupang adalah: 1) invasi gulma semak bunga putih di padang penggembalaan yang mengancam ketersediaan pakan hijauan bagi ternak sapi; dan 2) ketergantungan terhadap pupuk anorganik untuk usaha pertanian tanaman hortikultura. Untuk membantu menyelesaikan kedua persoalan tersebut maka telah dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memanfaatkan gulma tersebut sebagai bahan pembuat pupuk organik bokhasi bersama dengan feces sapi  dan limbah pertanian lainnya. Kegiatan ini telah dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi plot. Selanjutnya pupuk organik tersebut telah diaplikasikan pada tanaman hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah dan lahan percontohan. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: i) penurunan gulma di padang penggembalaan sehingga meningkatkan ketersediaan pakan bagi ternak sapi milik mitra yang dipelihara secara ekxtensif; ii) terciptanya pemahaman mitra akan manfaat dari gulma semak bunga putih; iii) pemanfaatan feces sapi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik; iv) penurunan tingkat ketergantungan mitra terhadap pupuk anorganik; v) keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik; vi) produk berupa pupuk organik bokhasi; vii) lahan percontohan pertanian organic; dan viii) produk pertanian organikKata Kunci: bokhasi, organik, hortikultura, semak bunga putih
PENERAPAN TEKNOLOGI IB TERNAK BABI SECARA MANDIRI DI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Leo-Penu, Cardial L.O.; Tulle, Defrys R.; Lino, Yonas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.779 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya mengoptimalisasi pemberdayaan masyarakat pinggiran kota melalui program pembibitan ternak babi yang mencakup perbaikan manajemen pemeliharaan induk-anak dan penyediaan pejantan unggul yang akan digunakan dalam pendirian pos pelayanan inseminasi buatan di kelompok tani Tunfe’u dan Nevotuan, Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, NTT. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan adalah 1) melakukan pertemuan dengan para anggota kedua kelompok tani yang juga dihadiri oleh pihak pemerintahan desa untuk mensosialisasikan rencana kegiatan pengabdian yang telah disetujui oleh DIKTI untuk dilakukan dan juga merencanakan jadwal pertemuan dan kerja; 2) Pertemuan yang membicarakan pekerjaan teknis persiapan lokasi dan pembangunan kandang ; 3) Gotong-royong membangun kandang pejantan dan kandang penampungan semen; 4) Pelatihan terstruktur dengan leboh menggunakan metode hands on training.  Secara umum kegiatan IbM dinilai berjalan dengan baik walaupun. Mitra kegiatan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan maupun kerjasama membangun kandang. Luaran yang dihasilkan antara lain 2 pos pelayan IB ternak babi yang dilengkapi dengan fasilitas 2 kandang pejantan, 2 kandang penampung, 2 dummy, 2 set perlengkapan penampungan semen dan IB dan juga paling tidak 3 orang yang terampil dalam melakukan IB. Key word: Baumata, pembibitan, pengabdian, semen, Taebenu
PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN BABI DAN PERTANIAN TERPADU DI KELOMPOK MAWAR DAN KELOMPOK LOROSAE Parera, Hermilinda; Jacob, Jois M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.199 KB)

Abstract

Kelompok Mawar dan Lorosae adalah dua kelompok tani ternak yang berada di RT III desa Manusak Kabupaten Kupang yang sebagian besar anggotanya adalah warga eks Timor-Timur. Anggota kelompok ini bermata pencaharian bertani dan beternak, dengan komoditi utama sayuran dan usaha beternak babi. Model usaha peternakan masih bersifat tradisonal sehingga peternakan masih dianggap sebagai usaha sampingan. Tujuan yang akan dicapai dari rencana implementasi IbM ini adalah: a) menjalin kerjasama dengan kelompok Lorosae dan Mawar; b) meningkatkan produktivitas ternak babi melalui perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan, seperti pembuatan kandang babi yang memenuhi standar, menerapkan pelayanan kesehatan melalui vaksinasi, pemberian obat cacing, vitamin dan pengobatan penyakit; c) pemeberdayaan kelompok dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk usaha beternak ikan air tawar melalui pembuatan kolam lele dan pembuatan pakan lele dengan teknologi ramah lingkungan; e) meningkatkan nilai ekonomis limbah peternakan melalui pembuatan bokasi; f) perbaikan manajemen usaha beternak babi dan lele melalui model pertanian terpadu. Perbaikan manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak babi dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan pendapatan keluarga. Kata kunci: kelompok Lorosae dan Mawar, pertanian terpadu, ikan lele dan kesehatan ternak babi.