cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
OPTIMALISASI DESAIN PSP-MAP (PIPA SURFACE PENYALUR MATA AIR PANAS) MENGGUNAKAN SOFTWARE POD 1.0 (PHYTON OPTIMIZATION DESIGN) SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MEWUJUDKAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN DI KAWASAN CISOLOK Lumalessil, Frenly Ferdy; Fernanda, Erwin; Dullah, Firni Agustin
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6231

Abstract

Cisolok merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki banyak potensi sumber daya alam maupun geologi. Potensi di kawasan Cisolok yang pernah dikaji dan diteliti sebelumnya adalah manifestasi hidrotermal yang salah satunya berupa mata air panas. Namun, saat ini pemanfaatan mata air panas tersebut hanya sebatas dilakukan di sumber manifestasinya, belum dimanfaatkan secara luas ke rumah penginapan/hotel, homestay, maupun rumah masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan desain perencanaan PSP-MAP (pipa surface penyalur mata air panas) berdasarkan karakteristik fluida hidrotermal dan optimalisasi biaya investasi. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analitis, statistika analitis, dan komparatif analitis. Untuk optimalisasi menggunakan software POD 1.0 (Python Optimalization Design) buatan tim penulis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur akuntabel. Hasil penelitian menunjukkan PSP-MAP akan didesain dengan menggunakan bahan dasar HDPE, dilengkapi dengan insulator di dalamnya, serta bahan alumunium untuk bagian luarnya. Hal ini dikarenakan karakteristik kandungan fluida hidrotermal di kawasan tersebut memiliki pH sekitar 8 (netral) dan terdapat sulfat-klorida didalamnya. Ditambah dengan suhu rata-rata pada kandungan fluida hdrotermal berkisar 93O ? 98O C, sehingga untuk menjaga heat losses yang berlebihan diperlukan insulator didalamnya, serta penggunaan bahan alumunium di bagian luar digunakan untuk menjaga agar PSP-MAP tetap terlindungi. Dari hasil penelitian, biaya optimal terjadi saat ketebalan insulator yang digunakan sebesar 38,2 cm dan biaya investasi yang dikeluarkan adalah $142,065 atau dalam rupiah adalah Rp. 2.009.226,719/m (belum termasuk biaya maintenance) dalam satu tahun. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya desain PSP-MAP dapat menjadi landasan baik pemerintah maupun masyarakat setempat untuk mewujudkan infrastruktur berkelanjutan, sehingga manifestasi mata air panas cisolok dapat dimanfaatkan secara luas.
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI PADA KEMUNCULAN MATA AIR PANAS BUMI DAERAH SUBANG, JAWA BARAT Iswahyudi, Sachrul; Pamungkas, Muhamad Afirudin; Sunan, Huzaely Latief; Aditama, Maulana Rizki
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6237

Abstract

Mata air panas Ciniru dan Subang terletak dibagian tenggara Gunung Ciremai, tepatnya terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terdapat 3 manifestasi panas bumi berupa mata air panas di Daerah Subang, yaitu 2 mata air panas di Daerah Ciniru dan 1 mata air panas Daerah Subang. Mata air panas Ciniru 1 keluar dari litologi batulempung, terdapat beberapa keluaran pada satu lokasi yang saling berdekatan, memiliki sinter travertin, rasa asin dan warna air berwarna coklat. Mata air panas Ciniru 2 keluar dari rekahan batuan yang terdapat di bawah tebing dengan litologi batupasir. Sedangkan mata air panas Subang keluar dari rekahan batupasir. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi, analisis anomali gaya berat, dan geokimia air mata air panas. Ketiga mata air panas terletak pada suatu kelurusan struktur geologi yang berarah relatif utara-selatan. Kehadiran stuktur geologi mengontrol kemunculan mata air panas di daerah penelitian. Beberapa struktur yang ditemukan adalah sesar mendatar kiri, sesar naik, dan lipatan sinklin dan antiklin. Berdasarkan analisis anomali residual dan geologi menunjukan perbedaan anomali yang signifikan yang kemudian diinterpretasikan sebagai daerah dengan litologi kompak batuan beku dengan densitas 2.8 - 3.1 gr/cm3; dan zona permeabel struktur geologi dengan densitas 1.97 - 2.6 gr/cm3. Ketiga manifestasi masuk dalam tipe air klorida, memiliki satu reservoir yang sama, memiliki temperature dari 136°C-159°C, dan tergolong sebagai sistem panas bumi temperatur sedang. 
ANALISA MATEMATIS PADA KOREKSI BOUGUER DAN KOREKSI MEDAN DATA GRAVITASI SATELIT TOPEX DAN PENERAPAN DALAM GEOHAZARD STUDI KASUS SESAR PALU KORO, SULAWESI TENGAH Maulana, Aji Darma; Prasetyo, Danang Aji
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6100

Abstract

Tahapan pengolahan geofisika merupakan tahapan krusial pada suatu penelitian. Ketepatan serta pemahan sifat koreksi nilai gravitasi sangat diperlukan agar hasil pengukuran geofisika mencerminkan keadaan bumi sebagaimana mestinya. Penelitian ini menggunakan data gravitasi hasil observasi Satelit TOPEX dengan luas area pengukuran 37.530 km2 dan data yang didapat berupa Free air Anomaly. Penelitian ini menerapkan analisa matematis pada koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk menghasilkan representasi data yang memiliki kesesuaian antara data geofisika dengan kondisi geologi sebenarnya. Analisa dilakukan dengan cara membandingkan empat variasi pengolahan koreksi Bouguer dan koreksi medan pada nilai Free Air Anomaly. Pengolahan tersebut dilakukan dengan cara memperkecil perbedaan nilai koreksi Bouguer dan/atau koreksi medan yang terlalu besar sebagai akibat dari perbedaan elevasi yang terlalu signifikan. Dari keempat pengolahan tersebut menghasilkan empat peta anomaly Bouguer lengkap dengan pola ekspresi yang berbeda. Didapatkan anomaly Bouguer lengkap yang merepresentasikan keadaan geologi sebenarnya pada peta yang telah diperkecil perbedaan nilai pada koreksi Bouguer dan koreksi medan. Terlihat kemenerusan anomaly gravitasi dengan orientasi relative Utara- Selatan yang diinterpretasikan sebagai sesar mendatar. Serta beberapa kemenerusan dengan orientasi relative Baratlaut-Tenggara yang diinterpretasikan sebagai sesar penyerta. Anomaly tersebut berada pada kirasan nilai 7.1 ? 39 mGal pada peta anomaly Bouguer lengkap serta pada area sudut rendah peta tilt derivative dengan nilai -1.5 ? 0.5 derajat. Keberadaan dan persebaran densitas yang mencerminkan litologi maupun sesar daerah penelitian telah tervalidasi oleh peta geologi dan ekpresi topografi data SRTM berdasarkan analisa anomaly gravitasi.
DETERMINATION OF MERCURY ANOMALY ZONE USING ORDINARY KRIGING METHOD IN PAMANCALAN GEOTHERMAL FIELD Meifano, Alfaridzi; Punto Aji, Bondan Novanis
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6230

Abstract

Daerah panas bumi Pamancalan memiliki potensi untuk pengembangan bidang panas bumi dengan implikasi mata air panas sebagai manifestasi permukaan panas bumi dan posisi daerah Pamancalan dalam tatanan tektoniknya termasuk dalam jalur magmatik Jawa bagian selatan dengan lingkungan vulkanik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi nilai merkuri (Hg) dan menentukan zona anomali Hg menggunakan metode ordinary kriging. Analisis dilakukan dengan menggunakan data Hg yang diperoleh dari laporan panas bumi Pamancalan yang dibuat oleh Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Kementrian ESDM RI. Penelitian ini dilakukan pada 136 data Hg yang dianalisis menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA), Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA), semivariogram, dan ordinary kriging. EDA dan ESDA dilakukan secara bersamaan sebelum dilanjutkan ke semivariogram dan kriging. EDA dilakukan untuk mengetahui karakterisitik data Hg. Hasil EDA menunjukkan bahwa data awal Hg tidak terdistribusi normal dan tidak stasioner serta terdapat banyak outlier sehingga dilakukan transformasi logaritma pada data awal. Setelah ditransformasi, data menunjukkan distribusi yang relatif normal dan stasioner. ESDA bertujuan untuk menentukan hubungan dan distribusi spasial dari nilai Hg dan menentukan treatment terhadap outlier. Hasil ESDA menunjukkan bahwa sampel diambil secara acak dan terdiri dari satu populasi. Sebelum dilakukan estimasi dengan ordinary kriging, semivariogram dibuat untuk menentukan jarak maksimum data yang masih berhubungan secara spasial. Pembuatan semivariogram dilakukan dengan beberapa percobaan sehingga diperoleh model semivariogram yang paling ideal. Estimasi oleh ordinary kriging menunjukkan bahwa zona anomali Hg berasosiasi dengan sesar yang berorientasi NW-SE di barat dan timur dan di selatan yang berorientasi NE-SW.
PEMETAAN KERAWANAN BENCANA GEMPA BUMI DENGAN METODE PSHA PERIODE ULANG 2500 TAHUN STUDI KASUS PULAU LOMBOK – NUSA TENGGARA BARAT Kurniawan, Sugeng; Warnana, Dwa Desa; Gya Nur Rochman, Juan Pandu
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.5387

Abstract

Pulau Lombok terletak pada sistem trench Jawa-Sumba yang meliputi sistem trench Sunda selatan Sumba, Sumbawa, Lombok, Bali dan Jawa. Pulau ini memiliki bahaya kerentanan seismik yang cukup tinggi dengan adanya 2 sumber gempa utama yaitu Flores Back-arc Thrust dan Subduksi Lempeng Indo ? Australia. Karena perlu dibuat peta kerentanan seismik untuk Pulau Lombok dengan metode PSHA berupa nilai PGA dan mngetahui seberapa jauh efek sumber gempa tersebut terhadap Pulau Lombok. Penelitian dimulai dengan melakukan Analisa sumber gempa pada daerah penelitian dan pengumpulan data katalog gempa. Data katalog gempa kemudian dilakukan konversi magnitude ke Mw (magnitude moment), lalu dilakukan De-clustering untuk mendapatkan gempa utama. Lalu mencari nilai a & b value untuk sumber gempa background. Hasil dari analisis sumber gempa adalah digitasi titik atau lokasi dari sumber gempa (patahan & subduksi) yang berupa koordinat, kemudian dilakukan pemilihan fungsi atenuasi sesuai karakteristik sumber gempa yang merujuk pada buku PUSGEN 2017. Data a & b value untuk setiap sumber, fungsi atenuasi, dan data koordinat sumber gempa dibawa ke tahapan PSHA yang hasilnya adalah nilai percepatan spectral untuk setiap grid yang telah ditentukan pada periode ulang tahun tertentu. Dari hasil pengolahan didapatkan nilai PGA T=0s adalah 0.35 ? 0.605g, untuk nilai PGA T=0.2s adalah 0.85 ? 1.5g dan untuk nilai PGA T=1s adalah 0.425 ? 0.68g. Efek PGA terbesar dipengaruhi oleh efek subduksi lalu patahan dan terakhir akibat gempa background.
ANALISIS ROCK MASS RATING DI TEPI PANTAI SAMABE, PULAU BALI Suprayitno, Abdi; Huda, A M Miftahul; Muntaha, Mohammad
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i2.5449

Abstract

Stabilitas batuan dibutuhkan untuk segala infrastruktur yang dibangun di area yang memiliki kemiringan tertentu terutama di daerah lereng terjal. Penelitian ini dilakukan pada lereng bukit di tepi Pantai Samabe yang di atasnya terdapat hotel dengan kemiringan 60? ? 80? dan ketinggian lereng 70 ? 80 m dari permukaan laut. Analisa Rock Mass Rating dilakukan untuk memberikan nilai pada lereng batuan tersebut supaya dapat diketahui penanganan yang tepat untuk menjaga kestabilan lerengnya. Ditemukan 4 lokasi pengamatan yang ditandai dengan longsoran minor di beberapa bagiannya, berdasarkan nilai rock mass rating maka ditemukan 3 lokasi pengamatan dengan nilai fair rock dan 1 lokasi pengamatan dengan nilai good rock. Sehingga dapat disimpulkan secara umum kondisi lereng batuan pada lokasi penelitian cukup baik dalam hal kestabilan lereng. Namun demi menjaga kesinambungan kestabilan lereng dimasa mendatang perlu dilakukan penangan lereng yang tepat.
ANALISIS FREKUENSI DATA SEISMIK HASIL MIGRASI FINITE DIFFERENCE ., Jamaluddin; Sea, Johanes Gedo; Djajadihardja, Yusuf Surachman; Massinai, Muhammad Altin; Aswad, Sabrianto; ., Maria
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6033

Abstract

Finite difference migration is one of the migration algorithms that uses the principle of downward continuation and upcoming waves which are solved numerically with finite difference. This migration in ProMAX software has various algorithms depending on the numerical solution used. From each finite difference migration algorithm this shows a significant difference in the frequency produced. Migration with the explicit finite difference algorithm shows better frequency results than the Implicit Finite Difference algorithm.
Pemetaan Risiko Iklim sebagai Hasil Perumusan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Probolinggo Widodo, Amien; Pamungkas, Adjie; Erly, Ketut Dewi Martha; Fadlilah K, Ummi; Humaidah, Nurlaili
Jurnal Geosaintek Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.563 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v1i1.1197

Abstract

Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu kabupaten yang memiliki peran strategis dalam pengembangan wilayah Jawa Timur mulai merasakan adanya gejala-gejala perubahan iklim, seperti kenaikan muka air laut, cuaca ekstrim, kenaikan suhu udara, dan perubahan pola curah hujan. Dampak perubahan iklim ini mengakibatkan permasalahan pada sektor air bersih, kekeringan, banjir, peningkatan wabah penyakit, dan sebagainya. Kegiatan ini difokuskan kepada strategi dan rencana aksi adaptasi dampak perubahan iklim di kabupaten Probolinggo. Tindakan adaptasi adalah penyesuaian pada sistem alam dan sistem kehidupan manusia dalam merespon risiko dan peluang yang timbul dari perubahan iklim yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan profil risiko iklim terhadap sistem kota/kabupaten yang rapuh dan terpengaruh dari dampak perubahan iklim di Kabupaten Probolinggo. Strategi dan rencana aksi adaptasi Kabupaten Probolinggo dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu identifikasi dampak dari fenomena perubahan iklim, penentuan sistem kota yang rapuh, dan pemetaan risiko iklim tiap kecamatan menggunakan software ArcGIS berdasarkan skala kemungkinan dan skala konsekuensi dampak perubahan iklim terhadap sistem kota.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Metode Penginderaan Jauh dan Operasi Berbasis Spasial, Studi Kasus Kota Batu Jawa Timur Firdaus, Hana Sugiastu; Sukojo, Bangun Muljo
Jurnal Geosaintek Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.247 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v1i1.1195

Abstract

Jenis tanah pelapukan hasil letusan gunung api yang memiliki tingkat kesuburan tinggi terdapat di sebagian wilayah Indonesia. Komposisi tanah tersebut tersusun atas lempung dan sedikit pasir. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif akan potensi tanah longsor jika tanah tersebut berada di atas batuan kedap air pada perbukitan dengan kemiringan sedang hingga terjal serta tidak ada tanaman keras berakar kuat. Fenomena tersebut dapat terjadi di daerah dengan topografi perbukitan seperti halnya di wilayah Kota Batu. Metode penginderaan jauh yang didasarkan pada citra satelit dapat digunakan untuk memetakan kawasan rawan longsor untuk wilayah yang relatif luas. Citra satelit menggambarkan reflektan dari objek di permukaan bumi yang di dalamnya terdiri dari komposisi beberapa band/kanal dengan rentang panjang gelombang tertentu. Komposit band dari citra digunakan untuk mempertajam objek sehingga memudahkan untuk melakukan klasifikasi tutupan lahan di permukaan bumi. Pemetaan zonasi area rawan longsor di Kota Batu didasarkan dari  perhitungan bobot dan scoring tiap parameter longsor yang meliputi kondisi geologi, jenis tanah, curah hujan, tingkat kelerengan serta tutupan lahan hasil olahan citra satelit serta dilanjutkan dengan operasi spasial dari parameter tersebut. Hasil yang didapat menunjukan skor komulatif potensi tanah longsor di Kota Batu berkisar antara 1,55 – 3,65 yang didominasi oleh kategori rawan dengan luas area sekitar 125,97 km2. Pemetaan kawasan rawan longsor sangat diperlukan untuk membantu penetapan arahan kebijakan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat longsor.
Penentuan Area Korosi Tanah Lokal Berdasarkan Resistivitas Tanah untuk Perancangan Sistem Proteksi Katodik Warnana, Dwa Desa; Iswahyudi, Ary; Prabawa, Septa Erik
Jurnal Geosaintek Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v1i1.1198

Abstract

Variasi korosi tanah lokal, diagnosis kelembapan, dan parameter fisika-kimia tanah telah diselidiki di lokasi rencana pembangunan produced water treatment plant dengan menggunakan pengukuran resistivitas, pH tanah dan air, serta pengujian parameter fisika-kimia air permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penilaian terhadap sifat korosi tanah lokal dan rapat arus dalam tanah dalam mendesain sistem proteksi katodik. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa tanah permukaan secara umum bersifat tidak korosi, akan tetapi pada kedalaman 1,7 meter hingga 3,6 meter tanah bersifat sangat korosi dengan derajat keasaman tanah yang normal (pH = 7). Hal ini disebabkan muka air tanah yang dangkal dengan derajat keasaman air yang normal pula. Dengan demikian, kualitas air tanah merupakan penyebab utama korosi pipa baja yang tertanam jika tidak diproteksi. Untuk mencegah korosi dari instalasi pembangunan tersebut maka rapat arus proteksi yang dibutuhkan untuk melindungi pipa baja adalah 4,5 – 16 A m-2.

Page 1 of 12 | Total Record : 117