cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018" : 6 Documents clear
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Hane, Alfridus; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.246 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.242

Abstract

Desa Bannae merupakan desa yang memiliki banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani sawi; dan 2) pendapatan usahatani sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Bannae, kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani sawi di desa Bannae yang mengusahakan sawi sehingga populasi dalam penelitian berjumlah 51 orang, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga semua populasi menjadi sampel yakni sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis berdasarkan tujuan penelitian. Untuk mengetahui gambaran umum produksi sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani sawi maka dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sawi di desa Bannae dimulai dari pengolahan lahan dilakukan oleh tenaga kerja pria dan wanita, tanah diolah menggunakan alat-alat meliputi pacul, linggis, parang, dan tajak, kemudian dilanjutkan dengan persiapan benih. Penanaman dilakukan setelah bibit sayur sawi mempunyai 4 sampai 5 helai daun. Sebelum penanaman bedengan disiram terlebih dahulu. Petani membuat lubang tanam pada bedengan jarak + 20 x 20 cm. Bibit sayur sawi ditanam 2-3 bibit per lubang. Setelah tanam bedengan disiram dengan air secukupnya. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan hingga panen dan pasca panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam berusahatani sawi sebesar Rp697.470,59 dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp35.571.000,00. Total penerimaan sebesar Rp42.749.000,00 dengan rata-rata sebesar Rp838.215,69. Total pendapatan petani sayur sawi sebesar Rp7.178.000,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp140.745,10 per musim tanam.
Analisis Pendapatan Usahatani Kangkung Darat di Desa Takin Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Mona, Maria Goreti Tasi; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.695 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.243

Abstract

Timor Tengah Utara (TTU) merupakan kabupaten yang sebagian masyarakat berusahatani sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga untuk diperdagangkan. Desa Takin adalah salah satu desa yang memproduksi sayur seperti sayur kangkung darat terbanyak di kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU tetapi petani di desa Takin tidak melakukan analisis usahatani untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan mereka dari usahatani kangkung darat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani kangkung darat; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani kangkung darat; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani sayur kangkung darat di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU, pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di desa Takin, yang mengusahakan kangkung darat yang berjumlah 150 KK dengan metode pengambilan sampel purposive sampling sehingga diambil 40 responden. Pertimbangan utama dalam penentuan sampel adalah responden telah mengusahakan sayur kangkung darat paling tidak tiga tahun atau lebih. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani kangkung darat maka dilakukan analisis pendapatan. Untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani sayur kangkung darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan tahapan usahatani kangkung darat yang dilakukan di desa Takin meliputi persiapan lahan, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Biaya yang dikeluarkan meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp333.960,41 dan total biaya sebesar Rp13.358.416,67. Total penerimaan usahatani kangkung darat dalam satu kali musim tanam sebesar Rp102.250.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata permintaan sebesar Rp2.556.250,00. Total pendapatan kangkung darat sebesar Rp88.891.583,33 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp2.222.289,58. Rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,36 sehingga kegiatan usahatani kangkung darat yang dilakukan oleh petani di desa Takin layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. 
Analisis Nilai Tambah Singkong Sebagai Bahan Baku Produk Keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati Desa Batnes Kecamatan Musi Henakin, Ferdinandus K. O.; Taena, Werenfridus
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.551 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.246

Abstract

Indonesia adalah negara agraris sehingga sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara dengan agroindustri atau industri yang berbasis pertanian yang menjadi salah satu motor pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usaha pengolahan singkong menjadi keripik; 2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik; dan 3) besarnya pendapatan dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati desa Batnes. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama Sehati, desa Batnes, kecamatan Musi pada bulan April-Oktober 2017. Pengambilan data menggunakan metode survei. Sampel dilakukan pada unit usaha keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati dengan menggunakan metode sensus dimana seluruh anggota pada unit usaha menjadi responden yaitu sebanyak 10 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usaha keripik singkong maka digunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui pendapatan usaha keripik singkong maka digunakan analisis pendapatan, untuk mengetahui keuntungan relatif dari usaha keripik singkong darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok Usaha Bersama Sehati memproduksi keripik singkong dengan memanfaatkan alat-alat pengolahan hasil pertanian yang sudah bukan manual lagi tetapi mengarah ke teknologi pengolahan yang lebih modern yaitu menggunakan mesin. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi keripik singkong adalah ubi kayu, minyak goreng, gula pasir, garam dapur dan cabe merah. Tahapan produksi keripik singkong dimulai dari penyediaan bahan baku, penyortiran, pengupasan, pencucian, perajangan, pembumbuan, penggorengan, pengurangan kadar minyak, pengemasan dan pemasaran. Nilai tambah produksi keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati sebesar Rp368.870.000,00. Pendapatan usaha keripik singkong pada kelompok usaha bersama sehati yaitu senilai Rp36.414.166,00 per bulan, sedangkan pendapatan anggota kelompok sebesar Rp3.241.416,00 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 11,155  sehingga usaha keripik singkong layak untuk diusahakan. 
Analisis Pendapatan Usahatani Tumpangsari Palawija di Desa Letneo Selatan dan Desa Unini Kecamatan Insana Barat Sanit, Egidius; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.075 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.300

Abstract

Desa Letneo Selatan dan desa Unini adalah dua desa yang terletak di dataran kaki gunung Basamtasa kecamatan Insana Barat yang masyarakatnya menjalankan usahatani palawija dengan pola tanam tumpangsari. Komoditi palawija yang ditanam adalah jagung lokal putih, jagung lokal kuning, kacang tanah, kacang hijau dan ubi kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani palawija; dan 2) pendapatan usahatani palawija di desa Letneo Selatan dan desa Unini, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU yang dilaksanakan di desa Letneo Selatan dan Desa Unini, kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, pada bulan Agustus sampai Desember 2017. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive samling dengan kriteria memiliki luas lahan >40 are dan menggunakan pola tanam tumpangsari, sehingga sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani palawija maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif sedangkan mengetahui pendapatan usahatani palawija maka dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usahatani palawija di desa Letneo Selatan dan desa Unini, kecamatan Insana Barat dilakukan dengan pola tanam tumpangsari tanaman jagung lokal putih, jagung lokal kuning, kacang tanah, kacang hijau dan ubi kayu. Terdapat juga kacang tali yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Tahap-tahap usahatani yang dilakukan meliputi persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyulaman, penyiangan atau penyemprotan pestisida, panen dan pasca panen. Selama melakukan usahatani, petani mengeluarkan total biaya sebesar Rp33.565.625,00 dengan rata-rata biaya Rp1.118.854,17 yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Total penerimaan usahatani palawija dalam satu kali musim tanam sebesar Rp232.895.000,00 dengan rata-rata penerimaan setiap petani sebesar Rp7.763.167,00 sehingga petani memperoleh total pendapatan Rp.199.329.375,00 dengan rata-rata pendapatan setiap petani sebesar Rp6.644.312,50 dengan perincian pendapatan dari jagung lokal putih sebesar Rp2.342.029,17, dari jagung lokal kuning sebesar Rp1.539.529,17, dari kacang tanah sebesar Rp309.029,17, dari kacang hijau sebesar Rp261.195,83, dan dari ubi kayu sebesar Rp2.192.529,17.
Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pedesaan Burhanuddin, Burhanuddin; Kehik, Bernardus Seran
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.89 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.317

Abstract

Fakta yang terjadi di desa Oenenu kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bahwa setelah program-program pemberdayaan berjalan, pemerintah desa belum melakukan evaluasi secara sistematis sebagai pertanggungjawaban dari pemerintah desa terhadap keseluruhan program. Dengan tidak dilakukan evaluasi secara baik oleh pemerintah desa untuk melihat kembali program yang telah dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat maka sangat sulit untuk mengetahui sejauh mana suatu program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana pemerintah desa Oenenu Utara melaksanakan program pemberdayaan masyarakat miskin. Penelitian dilaksanakan di desa Oenenu, kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU pada bulan Januari sampai bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat miskin di desa Oenenu yang berjumlah 12 orang, sampel berjumlah 12 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Data dianalisa menggunakan teknik analisa data kualitatif  yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dan masyarakat desa Oenenu Utara telah bersama-sama menjalankan berbagai kegiatan dalam upaya peningkatan kesejahteraan dalam bidang pendidikan, ekonomi dan peningkatan keterampilan masyarakat. Kegiatan tersebut berjalan melalui program-program antara lain pemberantasan tuna aksara, pelatihan kader, penyuluhan tentang cara hidup sehat, penyuluhan tentang gotong royong, pembinaan kelompok usaha ekonomi masyarakat, ketrampilan menjahit, penyuluhan memelihara ternak, pemanfaatan teknologi tepat guna, pengolahan pekarangan, dan pemanfaatan hasil lokal. Pemerintah desa telah berperan aktif dan secara serius berupaya mengeluarkan masyarakat dari lingkaran garis kemiskinan yang ada di desa Oenenu Utara. 
Eksistensi Banul sebagai Kearifan Lokal Pelestarian Lingkungan oleh Lembaga Adat di Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur Atanus, Fidelis; Nabu, Theodorus Monaldus Yanuaris; Mael, Medan Yonathan
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.322

Abstract

Banul merupakan salah satu kearifan lokal di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Banul juga merupakan salah satu tradisi larangan adat yang masih berlaku di desa Tun’noe sampai sekarang dalam era otonomi daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang tingkat keteraturan, tingkat kepatuhan dan tingkat kesesuaian Banul di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juli 2017 di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan data dari lapangan digunakan beberapa teknik antara lain pengamatan yang mendalam (observasi), wawancara (interview) dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Banul dari aspek tujuannya sebenarnya cukup membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan dan kesejahteraannya, selain itu Banul juga bernilai Sosial. Hal ini disebabkan karena dengan Banul maka kehidupan sosial masyarakat, panen dan keseimbangan lingkungan dapat diatur. Kepatuhan masyarakat terhadap Banul belum maksimal diterapkan karena perbendaan persepsi tentang hak milik terhadap apa yang dilarang. Di satu sisi ada hukum adat yang melarang namun disisi lain apa yang dilarang adalah kepemilikan pribadi atau suku. Seharusnya Banul tidak mengenal kepemilikan pribadi atau suku karena berkaitan dengan keseluruhan lingkungan atau ekosistem dan merupakan kesepakatan seluruh masyarakat. Tradisi Banul belum searah dengan hukum formal, sehingga perlu adanya peraturan daerah dan peraturan desa tentang pelestarian kearifan lokal untuk memperkuat eksistensi Banul.

Page 1 of 1 | Total Record : 6