cover
Contact Name
Very Julianto
Contact Email
jpsi@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very_psi07@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Integratif
ISSN : 23562145     EISSN : 25807331     DOI : -
Core Subject : Social,
This journal is focusing on providing the public with understandings of integrated psychological studies and presenting researches and developments in psychology by articles and reviews. Psikologi Integratif scopes in particular psychological studies in general studies and integrated studies. This journal intends to bring up current issues in psychology subject by contributing to public with researches from psychology and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
MEDIATION EFFECT OF JOB SATISFACTION ON ORGANIZTIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR Hartantyo, Leo Tri; Sari, Erita Yuliaseti Diah; Widiana, Herlina Siwi
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1777

Abstract

An organization always need good employees to achieve the goals, Willingness to work optimally, being able to volunteer to work, not just fixing on his duties and responsibilities as a member of the organization becomes important. This research aims to look at the effect of job satisfaction in mediating the relationship between Islamic work ethics (IWE) and perceived organizational support (POS) on Organizational Citizenship Behavior (OCB). A total 64 manufacturing company employees participated in the study. The results showed that job satisfaction can be a mediator between IWE and POS on OCB. It was found that the effect of IWE on OCB directly is more significant than indirect relationship. Conversely, impact of POS on OCB indirectly is more significant than direct relationship. This means that without job satisfaction POS can significantly influence OCB.
GAMBARAN KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 SEKOLAH DASAR DI SURABAYA Sari, Uni Kartika; Yoenanto, Nono Hery
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1809

Abstract

This research aims to determine teacher creativity in the 2013 curriculum implementation of elementary school in Surabaya. The teacher's creativity refers to Guilford's creativity (1967) that involves fluency of thinking, flexibility, originality and elaboration. Meanwhile, the Bronfenbrenner?s ecological system theory used as the grand theory. This research focuses on ?X? and ?Y? elementary schools. The instrumental case study took as design research, which used variant participants who interviewed by researcher such as teachers, principals and parents. This study uses a thematic analysis of data. Findings indicate that teacher creativity in the 2013 curriculum implementation have been carried out well where from fluency, flexibility and elaboration in planning of learning, process and evaluating learning outcomes of student. Meanwhile, the originality that related with the teacher's idea in planning learning still lacks authenticity. Furthermore, teacher also lack to creativity of assessment due to the thematic assessment content that depend respective educational units.
SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Napsiah, Napsiah
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1844

Abstract

Abstrak Kewirausahan sosial di era 4.0 merupakan hal yang penting karena bertujuan bukan saja pada ekonomi tetapi juga ada nilai sosial yang dipertahankan. Untuk mencapai dua nilai tersebut, maka diperlukan media untuk mensosialisasikannya. Perguruan Tinggi menjadi relevan dalam hal ini, karena perguruan tinggi mencetak lulusan sarjana tiap tahunnya. Tulisan ini bertujuan menggambarkan aktivitas sosialisasi kewirausahaan di salah satu Perguruan Tinggi sebagi upaya merespons kewirausahan sosial melalui pendidikan.  Dengan menggunakan literatur dan pengalaman empirik tulisan menghasilkan kesimpulan bahwa menjadi wirausaha adalah implementasi tujuan dari Perguruan Tinggi Islam. Karena itu, melalui pendidikan kewirausahan mahasiswa disosialisasikan teori kewirausahaan dan praktik kewirausahan melalui program ekspose kewirausahan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan program tersebut dengan mengacu pada sifat-sifat Nabi Muhammmad SAW seperti shidiq, amanah, fathonah, dan tabliq agar terbangun kerjasama antar civitas akademika dan mitra. Karena itu, Perguruan Tinggi Islam, sekalipun disiplin ilmu murni sangat relevan mencetak wirausahan sosial sesuai dengan tuntutan agama Islam.   Kata kunci: Kewirausahaan Sosial, Keinginan Berprestasi, Pemuda, Perguruan Tinggi Islam.
IDENTIFIKASI STRESS TERHADAP PERUBAHAN MELALUI PENGUKURAN KOGNITIF DAN RESPON HYPOTHALAMIC-PITUITARY-ADRENAL Lufityanto, Galang; Rahapsari, Satwika; Kamal, Isran
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1812

Abstract

Lingkungan yang sarat dengan perubahan menuntut individu untuk senantiasa mampu beradaptasi dengan cepat. Kondisi stress muncul jika tuntutan untuk beradaptasi tidak sebanding dengan kapasitas yang dimiliki oleh individu tersebut. Salah satu cara untuk mendeteksi stress adalah dengan memberikan tes kognitif yang dilanjutkan dengan pengamatan respon hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) sebagai indikator fisiologis terhadap stress. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan Tes Kraepelin untuk menginduksi sekaligus meramalkan kapasitas individu dalam menghadapi stress. Namun demikian, literatur terbaru menunjukkan bahwa tes tersebut kurang prediktif karena kemungkinan adanya perbedaan individual. Penelitian kali ini melibatkan instrumen pengukuran kognitif numerik berbasis komputer yang memanfaatkan algoritme dinamis sehingga mampu menyajikan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kapasitas maksimal tiap partisipan untuk mengatasi isu perbedaan individual ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar kortisol, sebagai hasil dari HPA, meningkat seiring dengan bertambahnya beban kognitif dalam tes kognitif numerik. Dengan demikian, temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya penyesuaian tingkat kesulitas tugas terhadap kapasitas maksimal masing-masing individu untuk menghasilkan efek stress.    
ANALISIS FAKTOR KEPEMIMPINAN OTENTIK DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI PADA WORK ENGAGEMENT STAF ORGANISASI PERHOTELAN DENGAN EFIKASI DIRI SEBAGAI MEDIATORNYA Andamari, Sri Respati
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1775

Abstract

Abstract. This study aims to look at the effect of authentic leadership variables and perceptions of organizational support on staff engagement work in hospitality organizations by using self-efficacy as a moderator. This is because an increase in the number of tourists, both domestic and foreign, has encouraged competition for the quality of services in Yogyakarta, including hotels as accommodation. This study looks at the influence of organizations and the ability of individuals to increase work engagement on staff of hospitality organizations. Specifically, the variables measured to see organizational influence are authentic leadership and perceived organizational support. The variable used to see the ability of individuals who influence work engagement is self-efficacy. The results of this study indicate a significant correlation of each variable on work engagement. However, self-efficacy is less able to act as an effective moderator and more a strong predictor for work engagement variables. In addition, the results of the study also showed that perceived organizational support, authentic leadership and self-efficacy were able to influence work engagement by 28.8% together. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel kepemimpinan otentik dan persepsi dukungan organisasi pada work engagement staf di organisasi perhotelan dengan menggunakan efikasi diri sebagai moderatornya. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara telah mendorong persaingan akan kualitas jasa pelayanan di Yogyakarta termasuk di dalamnya adalah hotel sebagai akomodasi. Penelitian ini melihat  pengaruh dari organisasi dan kemampuan individu untuk meningkatkan work engagement pada staf organisasi perhotelan. Secara khusus, variabel yang diukur untuk melihat pengaruh organisasi adalah kepemimpinan otentik dan persepsi dukungan organisasi. Variabel yang digunakan untuk melihat kemampuan individu yang berpengaruh pada work engagement adalah efikasi diri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dari masing-masing variabel terhadap work engagement. Namun demikian, efikasi diri kurang dapat berperan sebagai moderator yang efektif dan lebih menjadi prediktor yang kuat untuk variabel work engagement. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi, kepemimpinan otentik dan efikasi diri mampu mempengaruhi work engagement sebesar 28,8% secara bersama-sama.  
IMPOSTOR SYNDROME SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN YANG DIALAMI OLEH MAHASISWA BARU Rohmadani, Zahro Varisna
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1733

Abstract

Kecemasan merupakan hal yang sangat alamiah, yang dialami oleh setiap manusia, tidak terkecuali mahasiswa baru yang mengalami peran yang serba baru serta masalah adaptasi. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa religiusitas berperan terhadap kecemasan, dimana ketika religiusitas seseorang tinggi maka kecemasan akan menurun dan sebaliknya. Dalam penelitian sebelumnya, kecemasan juga dipengaruhi oleh impostor syndrome, dimana ketika impostor syndrome semakin menurun maka menurun pula kecemasan yang dialami. Penelitian ini akan menguji impostor syndrome sebagai mediator hubungan antara religiusitas dengan kecemasan yang diharapkan nantinya akan menyumbang terhadap khazanah keilmuan Psikologi. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu (1) terdapat hubungan negatif antara kecemasan dengan religiusitas, dimana ketika religiusitas mahasiswa semakin baik maka kecemasan semakin rendah, (2) impostor syndrome mampu memediasi hubungan negatif antara kecemasan dengan religiusitas pada mahasiswa baru, impostor syndrome yang lebih rendah maka akan menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan 3 skala pada 82 mahasiswa dari program studi Psikologi dan program studi Keperawatan Anestesiologi. Hasil yang didapatkan yaitu (1) terdapat hubungan antara kecemasan dan religiusitas serta impostor syndrome mampu memediasi hubungan antara kecemasan dengan religiusitas.
THE DYNAMICS OF ADOLESCENT SELF-CONCEPT IN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK WONOSARI YOGYAKARTA Huda, Muhammad Johan Nasrul; M, Erita Moranita
Jurnal Psikologi Integratif Vol 7, No 2 (2019): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v7i2.1828

Abstract

Abstact. Yogyakarta gets an emergency label by the media. Initially klitih has a positive meaning but there is a shift in meaning to negative. This klitih action caused social upheaval because this action claimed lives. Individual behavior is determined by self-concept that is dynamic and moves according to the factors that influence it. Therefore, this study discusses the self-concept of young perpetrators of klitih in the in Lembaga Pembinaan Khusus Anak Wonosari Yogyakarta and the factors that influence it. This research uses a qualitative method with a symbolic interaction approach. The subjects in this study were three teenagers who had done clits and is in LPKA Wonosari Yogyakarta, with sampling using a purposive sampling technique. The results showed that all three subjects had positive self-concepts after being in LPKA. Factors that influence self-concept are the roles of parents, peers, community and learning outcomes.Keywords: Self-concept, adolescent, klitihAbstrak. Yogyakarta mendapatkan label darurat klitih oleh media masa. Awalnya klitih memiliki makna positif namun terjadi pergeseran makna menjadi negatif. Aksi klitih ini menimbulkan kegaduhan sosial dikarenakan aksi ini memakan korban nyawa. Perilaku individu ditentukan oleh konsep diri yang bersifat dinamis dan bergerak sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang konsep diri remaja pelaku klitih di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Wonosari Yogyakarta dan faktor yang mempengaruhinya. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interaksi simbolik. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang berusia remaja yang pernah melakukan klitih dan berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Wonosari Yogyakarta, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki konsep diri yang psoitif setelah berada di LPKA. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah peran orang tua, teman sebaya, masyarakat dan hasil belajar.Kata kunci: Konsep diri, remaja, klitih 
Partisipasi Dalam Beladiri Karate dan Agresifitas Anak Di Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Ahmad, Mudrikah; Diana, Rachmy
Jurnal Psikologi Integratif Vol 1, No 1 (2013): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.047 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2013.%x

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to found out the correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas. The proposed hypothesis in this research was negative correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas. The population in this research were children karatekas in INKAI DIY and the sample was 53 karatekas. The data were collected using karate martial art participation scale andaggression scale. Data analyzed with Pearson’s Product Moment correlation. The results showed that there was negative significant correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas, with r = - 0,535, p = 0,00 (p
Hubungan Antara Prokastinasi Akademik dengan Perilaku Mencontek pada Siswa SMK “X” Yogyakarta Hasanah, Miftahul; Muslimin, Zidni Immawan
Jurnal Psikologi Integratif Vol 4, No 2 (2016): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7607.14 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2016.42-04

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between academic procrastination and cheating behavior on the students of Vocational High Schools “X” Yogyakarta. The hypothesis proposed that there was a positive relationship between academic procrastination and cheating behavior of students, the higher of the academic procrastination will result also to the higher of cheating behavior. As subject of this research are the class of XA, XB2, XIA, XI B2 and XI B3 students of Vocational High Schools “X” Yogyakarta, with the total amount of those are 70 students. The method of this research is quantitative. The data is from the measuring with academic procrastination scale and cheating behavior scale. The analysis technique used is the Pearson Product Moment test used SPSS version 15.0. The result obtained it shows that there was very significant and positive correlation between academic procrastination and cheating behavior on the students of Vocational High Schools “X” Yogyakarta with the value of correlation coefficient 0.461 and p = 0.000 (p < 0.01), so this hypothesis is accepted.
Hubungan Positive Thinking Dengan Self-Acceptance Pada Difabel (Bawaan Lahir) di SLB Negeri 3 Yogyakarta Tentama, Fatwa
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 2 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.109 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Difabel mempunyai berbagai permasalahan yang harus dihadapi yang menyangkut kelainan fisiknya. Pengaruh yang tampak dari kelainan fisik tersebut terlihat pada masalah psikologis difabel yaitu rendahnya penerimaan dirinya. Suatu pemikiran yang positif dimungkinkan dapat mempengaruhi tercapainya suatu penerimaan diri pada diri difabel. Penelitian yang dilakukan ini dibatasi pada masalah berpikir positif dan penerimaan diri pada difabel yang mengalami cacat tubuh karena bawaan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara berpikir positif dengan penerimaan diri pada difabel karena bawaan lahir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah difabel baik laki-laki dan perempuan yang berada di SLB Negeri 3 Yogyakarta. Alat pengumpulan data dengan menggunakan skala penerimaan diridan skala berpikir positif. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dari Pearson untuk menguji apakah terdapat hubungan antar berpikir positif dengan penerimaan diri. Keseluruhan komputasi data diolah dengan SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa besarnya koefisien korelasi antara kedua variable (rxy) = 0,779 dan probabilitas p = 0,000 (p

Page 1 of 10 | Total Record : 97