cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 115 Documents
Komodifikasi Islam (Kesalehan dan Pergulatan Identitas di Ruang Publik) Rozaki, Abdur
Jurnal Dakwah Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.529 KB) | DOI: 10.14421/jd.2013.14203

Abstract

Dengan memperhatikan jumlah penganut Islam yang besar, yakni populasi muslim yang miliaran jiwa di seluruh dunia maka Islam juga tentu menjadi gejala pasar dan pangsa pasar yang potensial. Sebagai ?gejala pasar? Islam juga tidak bisa menghindar dari hukum supply side dan demand side sehingga mengalami proses komodifikasi yang tidak terelakkan pula. Dalam konteks inilah komunitas Islam dengan modernitas dan kapitalisme global tidak mesti selalu meng-hadirkan konfrontasi, tapi dalam banyak hal juga saling bernegoisasi, saling beradaptasi dan mempengaruhi satu sama lain. Tulisan ini menyajikan bagaimana proses saling beradaptasi antara Islam dan modernitas berlangsung sehingga Islam Indonesia dalam kaca mata barat menghadirkan Islam yang dinamis.
Telaah Buku: Membela Islam, Membela Kemanusiaan Wiranto, Erham B.
Jurnal Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.673 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19106

Abstract

Judul?????????????????????? : Membela Islam, Membela KemanusiaanPenulis?????????????????? : Fajar Riza Ul HaqPenerbit???????????????? : Mizan, BandungTahun???????????????????? : 2017Jumlah Halaman???????? :?????????? xviii, 287 halaman
RESOLUSI KONFLIK DALAM KERJA PENGEMBANGAN MASYARAKAT Indra Jaya, Pajar Hatma
Jurnal Dakwah Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.025 KB)

Abstract

Dakwah bil hal dimaknai sebagai kerja-kerja pengembangan masyarakat. Meskipun tidak diharapkan, kerja-kerja pengembangan masyarakat seringkali menimbulkan konflik. Dalam beberapa kasus di balik konflik terkadang terkandung manfaat ataupun hikmah yang besar. Namun demikian dalam kasus-kasus yang lain, konflik dapat mengurangi, menghambat efektifitas-efisiensi kerja, bahkan menjadi sumber masalah sosial. Dengan demikian dibutuhkan pengetahuan, prinsip, dan juga alat analisis untuk membaca konflik agar konflik dapat di manajemen dengan baik. Prinsip peer merupakan salah satu etika yang harus dipegang pekerja pengembangan masyarakat dalam menyelesaikan konflik. Selain itu Stage of Conflict Analisis dan analisis actor merupakan alat yang penting untuk digunakan dalam membaca situasi.
KOMUNIKASI LINTAS AGAMA: Modal Sosial Pembentukan Masyarakat Sipil Rozak, Abdul
Jurnal Dakwah Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7571.763 KB)

Abstract

Struktur masyarakat Indonesia bersifat majemuk. Masyarakat majemuk, kata Furnivall sebagaimana disitir Shepsle, adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen dan tatanan sosial yang hidup berdampingan tetapi tidak berintegrasi dalam satu kesatuan politik. Kemajemukan tersebut merupakan kekayaan bangsa yang sangat bernilai, namun pada sisi yang lain pluralitas tersebut dapat menjadi hambatan yang serius bagi integrasi sosial dan pembangunan nasional. Terlebih jika stratifikasi sosial berbenturan dengan differensiasi sosial, maka konflik yang eksesif seringkali tidak dapat dielakkan. Selain itu, sebagaimana diungkap oleh Ted Gurr, sebagai negara yang sedang berada dalam tahap awal demokrasi, Indonesia memiliki resiko tinggi untuk menghadapi konflik? kekerasan. Negara yang sedang dalam masa transisi menunju demokrasi berada dalam periode tidak stabil dan pada banyak hal tidak fungsional sehingga kehilangan kapasitas represif untuk menciptakan ketertiban. Karena itu, tahap transisi seringkali dianggap sebagai tahap yang diwarnai oleh ketidak-pastian dan dipenuhi oleh pergesekan antar berbagai kepentingan, termasuk berdasarkan kepentingan agama.
KEBERSYUKURAN (Upaya Membangun Karakter Bangsa Melalui Figur Ulama) Shobihah, Ida Fitri
Jurnal Dakwah Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3763.008 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15208

Abstract

Syukur menjadi salah satu bagian dari psikologi positif yang menggambarkan kondisi psikologis internal dalam nuansa Islam seperti jawaban dari respon terhadap semua yang mengalami. Bagi para ulama, syukur adalah ungkapan terima kasih secara penuh kepada Allah yang diwujudkan melalui tindakan yang terpuji. Proses syukur melibatkan kapasitas kognitif, unsur-unsur budaya dan agama yang dimiliki oleh setiap individu melalui proses belajar yang dialami. Orang-orang yang bersyukur dengan totalitas akan didorong untuk menjadi orang yang ikhlas, sabar, bersahaja, tidak mudah untuk menyalahkan Tuhan, murah hati, cukup, humanis, tidak materialistis, berpikir positif, dan nrimo. Dengan demikian, kondisi psikologis orang-orang yang bahagia, tenang, dan kedamaian dalam keadaan apapun. Orang-orang yang bersyukur mencerminkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar Indonesia , serta menjadi bagian dari upaya untuk membangun karakter bangsa.
MEMBANGUN MASYARAKAT SADAR BENCANA Sriharini, Sriharini
Jurnal Dakwah Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.842 KB)

Abstract

Dampak besar dari rangkaian bencana? di Indonesia akhir akhir ini memperlihatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat? sipil, masyarakat lokal, untuk mengurangi resiko dan dampak bencana. Salah satu? hal? penting? yang perlu dilakukan adalah membangun masyarakat Indonsia? ?sadar bencana?.? Tulisan berikut ini? mencoba membahas tentang bagaimana membangun? masyarakat sadar bencana sebagai upaya mengurangi resiko dan dampak bencana yang selalu mengancam kehidupan manusia.
MENYERU TANPA HINAAN (Upaya Menyemai Dakwah Humanis Pada Masyarakat Kota Langsa yang Pluralis) Siregar, Mawardi
Jurnal Dakwah Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.771 KB) | DOI: 10.14421/jd.2015.16202

Abstract

Dalam Islam, semangat ekspasionis lazim disebut dengan kegiatan dakwah. Kewajiban berdakwah dianjurkan bagi setiap muslim sejak awal masa kenabian Muhammad Saw. Hakekat dakwah pada dasarnya ialah tindakan menyebarkan pesan-pesan Islam kepada umat manusia agar meyakini kebenaran Islam itu. Dalam kaitannya dengan konteks Kota Langsa, masyarakat yang menjadi sasaran dakwah bukan hanya beragama Islam, tetapi terdapat juga agama lain seperti Kristen dan Budha. Concern dari tulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan dakwah pada masyarakat Kota Langsa Provinsi Aceh yang pluralis, sehingga dakwah tidak lagi identik dengan pendiskreditan, penghinaan dan cacian. Untuk mewujudkan paradigma dakwah yang lebih humanis itu, ada tiga hal yang perlu dipahami seorang dai dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya. Pertama, dai harus kontekstual dalam merespon realitas sosial yang dihadapi masyarakat pluralitis tersebut. Kedua, seorang dai perlu juga memahami, bahwa satu sisi orang Islam diwajibkan untuk menyiarkan ajaran agamanya, tetapi disisi lain keberadaan agama lain pun mesti dihormati. Ketiga, untuk mewujudukan dakwah yang humanis, kegiatan dakwah tidak lagi cenderung membicarakan Islam-Kafir, beriman dan tidak beriman, sorga-neraka.
DAKWAH BERTINGKAT MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH Hasyim, Mustofa W.
Jurnal Dakwah Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1981.528 KB)

Abstract

Gerakan dakwah Islamiyah amar ma'ruf nahi munkar bernama persyarikatan Muhammadiyah itu kini telah berusia lebih dari 90 tahun Langkah dakwah yang telah dilakukan Muhammadiyah sudah sangat panjang, melewati sekian kurun waku dan berbagai babak dramatis dalam sejarahnya. Langkah dakwah itu dilakukan dengan mempergunakan berbagai alat yang menyasar ke berbagai kelompok masyarakat. Alat utama dalam berdakwah adalah organisasi berikut majelis, lembaga, badan yang berbasis pada bidang garapnya. Alat pendukung adalah media dakwah yang dipergunakan oleh Muhammadiyah. Termasuk media dakwah berupa barang cetakan.
IDEOLOGI MEDIA ISLAM INDONESIA DALAM AGENDA DAKWAH: Antara Jurnalisme Profetik dan Jurnalisme Provokatif Mahfud, Choirul
Jurnal Dakwah Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2390.533 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15101

Abstract

Dalam era globalisasi informasi dan teknologi seperti saat ini, agenda dakwah Islam kontemporer bisa dilakukan melalui banyak cara dan media. Namun dalam realitasnya, penggunaan media sebagai instrumen dakwah ternyata tidak lepas dari ideologi media. Maksudnya, dalam menyajikan berita, informasi dan wacana, media Islam di Indonesia memiliki dan mempunyai pertimbangan-pertimbangan idealisme, argumentasi hingga dalil yang turut berpengaruh pada sajian beritanya. Kajian dalam tulisan ini menggunakan telaah melalui metode induktif dan analisis sintetik. Sumber data diperoleh dari berbagai sumber dan referensi yang terkait dengan topik bahasan, baik dari internet online maupun eksternet offline. Kajian ini menemukan hal penting antara lain ideologi media Islam di Indonesia dalam agenda dakwah yang dilakukan selama ini setidaknya bisa dipahami menjadi dua tipolologi ideologi media Islam, yaitu ideologi jurnalisme profetik dan ideologi jurnalisme provokatif.
Dakwah Kampus Berbasis Riset Mahri, Rizal
Jurnal Dakwah Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4119.781 KB) | DOI: 10.14421/jd.2013.14103

Abstract

Dakwah kampus berbasis riset (selanjutnya: DKBR) merupakan implementasi dakwah Islamiah di lingkup Pergururan Tinggi dengan basis ilmiah (riset) yang berfungsi sebagai justifikasi, komplementasi, induktifikasi, dan verifikasi dari Al-Qur?an dan Hadis. Cakupan riset yang dimaksud meliputi masalah ke-agamaan, gejala-gejala keagamaan, realitas sosial ke-masyarakatan, realitas sosial keagamaan maupun sains. DKBR merupakan varian dakwah kampus yang menggabungkan wahyu Tuhan dengan temuan manusia (ilmu-ilmu holistik-integralistik). Fokus penelitian ini adalah konsep dan strategi DKBR yang tersaji sesuai dengan situasi, kondisi, dan karakteristik masyarakat ilmiah di kampus.

Page 1 of 12 | Total Record : 115