cover
Contact Name
Erie Siti Syarah
Contact Email
syarah.erie@gmail.com
Phone
+628128030360
Journal Mail Official
jpud.unj@gmail.com
Editorial Address
Gedung Bung Hatta Lantai 4 R 403 Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Usia Dini
ISSN : 16931602     EISSN : 25030566     DOI : https://doi.org/10.21009/JPUD
Core Subject : Education,
JPUD - The Early Childhood Education Journal contains articles which are the results of research in the field of Early Childhood Education.
Articles 179 Documents
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PROGRAM BAHASA HOLISTIK (PENELITIAN PENGEMBANGAN DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NASIMA SEMARANG) SOEKMONO, ROOSTRIANAWAHTI
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.112.09

Abstract

Abstract: A challenging diversity in Indonesian society turns out to be cultural asset and conflict. Tolerance is the main key to ease up the cultural conflict through multicultural education. Early childhood can be taught about diversity awareness by diversity experience, which is a basic step development of tolerance. This study is aimed to uncover learning strategy in enhancing diversity awareness, such as, understanding diversity, skill in communicating diversity and treating diversity positively. This study employs Research and Development approach modified into three phases of research: preliminary study, development model and validation test model. In the preliminary study, bibliographical study discusses multicultural theme “What a Beautiful Diversity in the Old Town” and social background study about children culture in Semarang city. Development model consist of five steps based on five concepts, namely, identification of multicultural theme, unit planning of multicultural theme with whole language programme, preparation for game apparatus and books about multicultural stories, implementation of multicultural learning, and assesment on diversity awareness. Validation test model is comprised of assesment validation about diversity awareness and models of validation by experts. It’s significant, effective and appropriate. Discoveries resulting from study, communication andparticipation are factors influencing level of diversity awareness. Keywords: Model Development, Multicultural Education, Whole Language Programme and Diversity awareness Abstrak: Masyarakat Indonesia yang beragam merupakan tantangan, menjadi modal budaya atau konflik budaya. Konflik budaya dapat dikurangi dengan mengembangkan sikap toleran melalui pendidikan multikultural. Pada anak usia dini kita dapat meningkatkan kesadaran tentang keberagaman, yang merupakan dasar dari sikap toleran. Penelitian ini diperlukan untuk menemukan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran tentang keberagaman, seperti memahami, mengkomunikasikan dan menyikapi keberagaman dengan cara positif. Pendekatan penelitian menggunakan Penelitian dan Pengembangan yang dimodifikasi dalam tiga langkah penelitian yaitu: studi pendahuluan, model pengembangan dan model tes validasi. Studi pendahuluan berisi studi pustaka untuk tema multikultural “Indahnya keberagaman kota lama” dan studi latar belakang sosial budaya anak. Model pengembangan mempunyai lima langkah yang dikembangkan dari lima konsep yaitu identifikasi tema multikultural, perencanaan unit dari tema multikultural dengan program bahasa holistik, Persiapan alat permainan dan buku cerita multikultural, implementasi pembelajaran multikultural, dan asesmen kesadaran tentang keberagaman. Model tes validasi berupa validasi asesmen kesadaran tentang keberagaman dan validasi model oleh pakar. Asesmen kesadaran tentang keberagaman dalam uji coba kelompok kecil adalah signifikan, model terbukti efektif meningkatkan kesadaran tentang keberagaman. Pakar menyatakan model layak. Temuan penelitian komunikasi dan partisipasi adalah faktor yang berpengaruh untuk meningkatkan kesadaran tentang keberagaman. Komunikasi dan partisipasipada usia dini dipengaruhi oleh budaya suku dan suku mayoritas. Kata Kunci: Pengembangan Model, Pendidikan Multikultural, Program Whole Language danKeanekaragaman
ANALISIS PENGEMBANGAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL LESTARININGRUM, ANIK; HANDINI, MYRNAWATI CRIE
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.112.02

Abstract

Abstract: The research aims to describe the traditional game in development of logical-mathematical intelligence to children aged 5-6 years, then what kind of traditional games that can be applied in the development of logical-mathematical intelligence to children aged 5-6 years. The research method was descriptive qualitative and quantitative to describe the complete exposure of research results through observation techniques conducted in the field in detail and description related to the development of logical-mathematical intelligence to children aged 5-6 years using traditional games. The data were obtained and conducted in kindergarten institutions in Grogol district, Kediri Regency, East Java in 2016. The results were obtained: (1) traditional games in development of logical-mathematical intelligence proved effective applied in learning children aged 5-6 Year, (2) traditional game of Congklak and Engklek developed logical-mathematical intelligence of children aged 5-6 years. The results of this research as an insight, further research development studies to develop the intelligence of other children and continue to explore various types of traditional games that can be used in early childhood learning. Keywords: logical-mathematical intelligence, children aged 5-6 years, traditional games Abstrak:Penelitian bertujuan mendeskripsikan permainan tradisional dapat mengembangkkecerdasan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun, kemudian jenis permainan tradisional apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang akan digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dimana akan menguraikan secara lengkap paparan hasil penelitian melalui teknik observasi yang dilakukan di lapangan secara rinci dan jelas supaya mendapatkan gambaran terkait pengembangan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun menggunakan permainan tradisional. Berdasarkan data yang diperoleh Penelitian ini dilakukan di lembaga TK di wilayah Kecamatan Grogol, kabupaten Kediri, Provinsi jawa Timur tahun 2016. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1)permainan tradisional untuk mengembangkan kecerdasan logis matematis terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran anak usia 5-6 tahun, (2) permainan tradisional congklak dan engklek dapat mengembangkan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini sebagai wawasan, kajian pengembangan penelitian selanjutnya untuk mengembangkan kecerdasan anak yang lain dan terus menggali berbagai jenis permainan tradisional yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Kata Kunci: kecerdasan logis matematis, anak usia 5-6 tahun, permainan tradisional
MODEL PERMAINAN KINESTETIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA AWAL PADA ANAK USIA DINI UTOYO, SETIYO; ARIFIN, IRVIN NOVITA
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.112.10

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to develop a model play kinesthetic in improving early mathematical ability in group B TK Damhil Gorontalo.The research of method used is the development of a model (R & D) developed by Borg & Gall. The design of model development is done through the requirement analysis phase, product development, and testing. The first phase trial was conducted in TK Damhil Gorontalo with a number of students 20. The second phase trial was conducted in TK Al Murqi Gorontalo with a number of students 20. The effectiveness of the model test showed a significant increase in the process of assisting children with early mathematical abilities in early childhood. The results of this study generally illustrate that the kinesthetic play model is easy and practical to use. The kinesthetic play model can improve early mathematical abilities in early childhood. Keywords: Early Mathematics, Kinesthetic PlayAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model permainan kinestetik dalam meningkatkan kemampuan matematika awal pada kelompok B TK Damhil Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan model (R & D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Disain pengembangan model dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, pengembangan dan pengujian produk. Uji coba tahap pertama dilakukan di TK Damhil Gorontalo dengan sejumlah murid 20. Uji coba tahap ke dua dilakukan di TK Al Murqi Gorontalo dengan sejumlah murid 20.Efektivitas uji model menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam proses membantu anak-anak dengan kemampuan matematika awal pada anak usia dini. Hasil penelitian ini secara umum menggambarkan bahwa model permainan kinestetik mudah dan praktis digunakan. Model permainan kinestetik dapat meningkatkan kemampuan matematika awal pada anak usia dini. Kata kunci: Matematika awal, Permainan Kinestetik
PERKEMBANGAN SEKSUAL ANAK USIA DUA TAHUN (STUDI KUALITATIF PERKEMBANGAN SEKSUAL PADA ZAKIA) WINATA, WIDIA; KHAERUNNISA, KHAERUNNISA; FARIHEN, FARIHEN
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.112.12

Abstract

Abstract: Early childhood sexual development has not received special attention in the curriculum or early childhood achievement standard (STPPA). Though sexual issues have become a national issue that has been demanding to look for a solution. This study was designed to discover how the stage of sexual development of two-year-olds (Zakia) as an overview of preparation for further research in designing appropriate sexual education models. The research method used refers to the qualitative naturalistic method with data collection technique through observation, documentation in the form of photo and video. The results showed the two year-old child (Zakia) was able to perform activities that lead to sexual development such as the introduction of anatomy, self-recognition, adab and body hygiene. The aspect of sexual development is influenced by other aspects of development such as cognitive, language, motor, physical, social and emotional as well as aspects that come from outside himself such as weather and environment. Keywords: developmental, sexual, two-year-old child Abstrak: Perkembangan seksual anak usia dini belum mendapat perhatian khusus dalam kurikulum atau Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia dini. Padahal persoalan seksual sudah menjadi isu nasional yang sudah menuntut untuk dicari penyelesaiannya. Penelitian ini didisain dengan tujuan untuk menemukan bagaimana tahap perkembangan seksual anak usia dua tahun (Zakia) sebagai gambaran persiapan untuk penelitian lanjutan dalam mendisain model pendidikan seksual yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan merujuk pada metode kualitatif naturalistik dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi berupa foto dan video. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak berusia dua tahun (Zakia) sudah mampu melakukan kegiatan yang mengarah pada pengembangan seksualnya seperti pengenalan anatomi tubuh, pengenalan diri, adab dan kebersihan tubuh. Aspek perkembangan seksual dipengaruhi oleh aspek pengembangan lain seperti kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial dan emosional serta aspek yang berasal dari luar dirinya seperti cuaca dan lingkungan. KataKunci: perkembangan, seksual, anak usia dua tahun
PENGARUH METODE BERCERITA DAN POLA ASUH ORANG TUATERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL KARMILA, MILA
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 7 No 2 (2013): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 7 Nomor 2 November 2013
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is important to develop the children’s emotional intellegence in the early age since thefact that there are still many children get the troubles in exploring their emotional acts. It occursbecause the parents do not guide their children in a right track and teachers use the conventionalor traditional method in teaching them in which teachers as the centre of teaching and learningprocess. Based on that problems, this research is aimed to find out the the influences of telling astory method and parents’ guidance to children’s emotional intellegence. The research desain wasa factorial 2x4 experimental study. The technique of sampling was a purposive sampling. Thesample was all kindergarten students in grade B at Al – Hidayah and Daarul Qur’an School inSouth Semarang. There were 20 children taught using a telling a story with a hand puppet andthere were 19 children taught using a telling story with a story book. The instruments consisted 30questions about the parents’ guidance and 29 questions about a listed observation regarding withemotional intellegence. Technique of data analysis was an two way ANAVA accelerated byhypotesis t-Dunnet. The findings is a telling a story method using a rag doll was more effective indeveloping the children ‘s emotional intellegence compared to telling a story using a book with adf value α=0,05. Then, the children’s emotional intellegence by the parents’ guidance usingauthoritative method was much higher compared to the parents’ using authoritarian, permissiveindulgent and permissive indifferent. Finally, the parents’s guidance using authoritative methodreally influences significantlly to the level of children’s emotional intellegence. Keywords : Emotional Intellegence, Telling a Story Methode, Parenting Style Anak-anak mendapatkan masalah dalam mengeksplorasi tindakan emosional, sehinggakecerdasan emosional anak usia dini perlu dikembangkan. Hal ini terjadi karena orang tua tidakmembimbing anak dalam jalur yang benar dan guru menggunakan metode konvensional atautradisional dalam mengajar dimana guru sebagai pusat pengajaran dan proses belajar. Berdasarkanpermasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode cerita dan polaasuh orang tua terhadap kecerdasan emosional anak. Desain penelitian adalah 2x4 penelitianeksperimental faktorial. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel adalahsemua siswa TK kelas B Al-Hidayah dan Daarul Qur'an School, Semarang selatan. 20 anakdiajarkan bercerita dengan boneka tangan dan 19 anak-anak diajarkan bercerita dengan bukucerita. Instrumen penelitian terdiri 30 pertanyaan tentang bimbingan orang tua dan 29 pertanyaantentang pengamatan mengenai kecerdasan emosional. Teknik analisis data adalah ANAVA duaaarah dipercepat oleh hipotesis t-Dunnet. Hasil penelitian adalah metode cerita menggunakanboneka kain lebih efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak dibandingkandengan bercerita menggunakan buku dengan nilai df α = 0,05. Kecerdasan emosional anak yangmenggunakan pola asuh otoritatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang tua menggunakanpola asuf otoriter, memanjakan permisif dan permisif acuh tak acuh. Akhirnya, bimbingan orangtua dengan menggunakan metode otoritatif sangat berpengaruh signifikan dengan tingkatkecerdasan emosional anak. Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Metode Bercerita, pola asuh
PENGARUH METODE EDUTAINMENT DAN KONSEP DIRI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK AGUSTRIANA, NESNA
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 7 No 2 (2013): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 7 Nomor 2 November 2013
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of method of edutainment and self-concept towards the children’s social skills in group A. The research method used in this research isexperimental method with the treatment design by level 2x2 with 48 children samples. Social skillsresearch data obtained was analyzed by analysis of variance (ANOVA) two lines and, which firstlytested by requirements test analysis through normality test with Liliefors test and homogeneitytest with Bartletttest. The results showed that, (1) there are differences in social skills childrentreat ededutainment method to approach the game with the children who were given treatmentmethods edutainment multi media approach, (2) there are significant interaction between methodof edutainment and self-concept of the child’s social skills, (3) there are differences in social skillschildren treated edutainment method to approach the game with the children who were giventreatment methods edutainment multimedia approach to children who have a positive self-concept,(4) there are differences in social skills children treated edutainment method to approach thegame with the children who were given treatment methods edutainment multimedia approach tochildren who have a nsosialve self-concept. Keyword : Edutainment Methode, Social Skill, Self-concept Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode edutainment dan konsep diriterhadap keterampilan sosial anak-anak kelompok A. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain perlakuan dengan tingkat 2x2 dengan 48sampel anak-anak. Data penelitian keterampilan sosial yang diperoleh dianalisis dengan analisisvarians ( ANOVA ) dua jalur, yang pertama lytested oleh analisis uji persyaratan melalui ujinormalitas dengan uji Liliefors dan uji homogenitas dengan Bartletttest. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, ada perbedaan keterampilan sosial anak-anak melalui metode ededutainmentuntuk mendekati permainan dengan anak-anak yang diberi metode edutainment pendekatan multimedia; terdapat interaksi yang signifikan antara metode edutainment dan konsep diri keterampilansosial anak; terdapat perbedaan keterampilan sosial anak-anak yang diperlakukan metodeedutainment untuk mendekati permainan dengan anak-anak yang diberi metode pengobatanpendekatan multimedia edutainment kepada anak-anak yang memiliki konsep diri yang positi; adaperbedaan dalam keterampilan sosial anak-anak yang diperlakukan metode edutainment untukmendekati permainan dengan anak-anak yang diberi metode pengobatan pendekatan multimediaedutainment pada anak-anak yang memiliki konsep diri.Kata Kunci: Metode Edutainment, Keterampilan Sosial, Konsep Diri
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI LESSON STUDY MARYATI, EUIS ATIH
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 8 No 2 (2014): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 8 Nomor 2 November 2014
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of the research is to improve teacher ability on the science learningthrough lesson study. This study used Kemmis and Taggart design. Thisresearch processinclude:planning, implementation, observationandreflection. The results ofthis study as follows: (1) Theability of teachersSDNKarangsambungIIafter followinglesson studyin an effort toimprove theabilityto implementscience learningusingparticipatorylearning methodsincreasedsignificantly. Theabilityof teachersto implementscience learningusingparticipatoryteaching methodsinthefirstcycleonlyreached an average of69,5, while in thesecondcyclereachedan average of76,0. (2)studentsinthe learningactivityin thefirstcycleonlyreached an average of64,5there was anincreasein the second cyclewhichreached an average of77,0, andseen fromthe end of thetestscores66,1 in thefirstcycleonlyachieveverysignificantincreasereaching74,6. That is, throughlessonstudyto improve the abilityof teachersto implementlearning. Keywords: The Ability ofTeachers, Learning IPA, Lesson Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPAmelalui lesson study. Penelitian dengan desain Kemmis dan Taggart. Proses penelitianini meliputi:tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1)Kemampuan guru SDN Karangsambung II setelah mengikuti lesson study dalam upayameningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA dengan menggunakan metodepembelajaran partisipatifmeningkat signifikan. Kemampuan guru dalam melaksanakanpembelajaran IPA dengan menggunakan metode pembelajaran partisipatif pada siklus pertamahanya mencapai rata-rata 69,5, sedangkan pada siklus kedua berhasil mencapai rata-rata 76,0; (2)Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama hanya mencapai rata-rata 64,5 terjadipeningkatan pada siklus kedua yang mencapai rata-rata 77,0, dan dilihat dari nilai tes akhir padasiklus pertama hanya mencapai 66,1 meningkat sangat signifikan mencapai 74,6, Artinya, melaluilesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kata kunci: Kemampuan Guru, Pembelajaran IPA, Lesson Study
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT) OKTARIA, RENTI
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 8 No 2 (2014): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 8 Nomor 2 November 2014
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The evaluation research aimed to acknowledging the effectiveness ofthe implementationof beyond centers and circle time approach at RA Istiqlal Jakarta Pusat in 2014. The evaluationresearch is selected as a research method, use the CIPP Model from Daniel Stufflebeam. Theresearch were use multi technique and instrumen to collect the data and analizying data use thedesciptive statistic and qualitative technique. The result of research give a conclusion that theimplementation of beyond centers and circle time approach at RA Istiqlal Jakarta Pusat in 2014has been effective. It was seem that (1) RA Istiqlal Jakarta has been the curriculum and handbookof beyond centers and circle time; (2) There are 20 teachers average graduation of S-1 and theyreceived basic training of BCCT and communication skill; (3) There are 10 centers consist ofibadah, natural materials, macro dramatic play, micro dramatic play, block, readiness,movement, creative art, music, and cooking; (4) Child classified by age group with a ratio 12 2that 12 students with 2 teachers; (5) Teacher have implemented scaffolding the environment,scaffolding the pre-play experience, scaffolding the individual child’s play experience, andscaffolding the post play experience; (6) High quality play environments for children support thethree kinds ofplay. Keywords:Evaluation Program, Beyond Centers and Circle Time,Early Childhood Education. Abstrak: Studi evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pelaksanaan pendekatanbeyond centers and circle time(BCCT) di RA Istiqlal Jakarta Pusat tahun 201 4. Metode penelitianyang digunakan adalah evaluasi dengan model CIPP dari Daniel Stufflebeam. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket.Analisis data menggunakandeskripsi. Hasil penelitian adalah implementasi pendekatan BCCT di RA Istiqlal Jakarta tahun201 4 berjalan efektif, yakni: (1 ) RA Istiqlal Jakarta memiliki kurikulum dan panduan BCCT; (2)Ada 20 orang guru lulusan S1 dan mendapatkan pelatihan dasar BCCT dan keterampilankomunikasi; (3) Ada 1 0 sentra yang terdiri dari sentra ibadah, bahan alam, main peran makro,main peran mikro, balok, persiapan, olah tubuh, seni kreativitas, musik dan memasak; (4) Muriddiklasifikasi berdasarkan kelompok usia dengan rasio 1 2 orang anak dengan 2 orang guru; (5)Guru telah melaksanakan pijakan penataan lingkungan, pijakan pengalaman sebelum main,pijakan pengalaman main setiap anak, dan pijakan pengalaman setelah main; dan (6) 3 jenis maindidukung dengan adanya lingkungan main yang berkualitas untuk murid. Kata kunci: Evaluasi Program, Beyond Centers and Circle Time, PAUD.
IMPROVEMENT OF PHYSICAL FITNESS THROUGH CHEERFUL COLOURS CIRCUIT GAME SUSANTI, RIKZA AZHARONA
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 8 No 2 (2014): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 8 Nomor 2 November 2014
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to find out how the process ofincreasing the physical fitness and theimprovement of the physical fitness of grade B Kindergarten students throught cheerful colourscircuit game. The research was carried out in Gardini kindergarten in East Jakarta from Januaryto March2014. The research used action research method according to action research model ofKemmis dan Mc. Taggart made through two cycle consisting of 7 sessions in the first cycle and 4sessions in the second cycle. The cycle consists of four steps: a) plannin; b) action (acting); c)observation (observing; and d) reflection (reflecting). The subjects were grade B in GardiniKindergarten in East Jakarta consisting of 10 childern. The data was collected by the researchinstrument which refers to the dimensions of physical fitness. The end result of this study showedan increase in physical fitness of childern that is evidenced by the acquisition of classical physicalfitness scores pre-action reaching 52.28%. After the first cycle had increased, the score reached87.19% and the second cycle was obtained satisfactory classical scores reached 94.74%. Keywords: physical fitness, game, cheerful colours circuit game. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses permainan sirkuit warna-warni ceriadan peningkatan kebugaran jasmani anak melalui permainan sirkuit. Penelitian ini dilaksanakan diTK B Gardini Jakarta Timur, dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2014.Penelitian tindakan (action research) ini menggunakan metode Kemmis dan Mc Taggart, melaluidua siklus yang tediri dari tujuh pertemuan pada siklus I dan empat pertemuan pada siklus II yangmeliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 10 anak TKB Gardini Jakarta Timur yang berusia 5-6 tahun. Analisis data menggunakan analisis kuantitatifdan kualitatif (mix methods). Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif(tabel frekuensi, rata-rata, persentase, sntadar deviasi) sedangkan data kualitatif dianalisis denganlangkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Datadiperoleh dengan berpedoman pada instrumen penelitian yang mengacu pada dimensi kebugaranjasmani. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kebugaran jasmani anak yangdibuktikan pada perolehan skor klasikal kebugaran jasmani pra-tindakan mencapai 52,28%.Penelitian dianggap berhasil setelah dilakukan tindakan. Pada siklus I mengalami peningkatan skorklasikal mencapai 87,19% dan pada siklus II diperoleh skor klasikal yang memuaskan mencapai94,74%. Kata kunci: kebugaran jasmani, permainan, sirkuit warna-warni ceria
MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI FUNDAMENTAL DENGAN PERMAINAN AIR UNTUK ANAK 5 - 6 TAHUN PUSPITORINI, WAHYUNINGTIAS; KURNIATI, RIZKI; TANGKUDUNG, JAMES
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 11 No 2 (2017): JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 11 Nomor 2 November 2017
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.112.11

Abstract

Abstract: The purpose of this research are; (1) develop fundamental movement-based learning using water games for children 5-6 years and (2) obtain empirical data on the effectiveness of the results of model development fundamental movement-based learning using water games for children aged 5-6 years. Subjects in this study were children aged 5-6 years in kindergarten. Place of research conducted in the city of Palembang. This study is the development of the Research and Development of Borg and Gall. Product results of the research is a fundamental movement guidebook using water games. Research shows that: (1) the development of fundamental movement-based learning using water games for children aged 5-6 years have been declared invalid by a motor learning, physical activity experts, and practitioners of early childhood education, (2) fundamental movement-based learning using water games proved 85% can improve fundamental skills and helps to build a sense of confidence and courage. Keywords: fundamental movement, water games, children aged 5-6 years. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) mengembangkan pembelajaran berbasis gerakan fundamental dengan menggunakan permainan air untuk anak-anak 5-6 tahun dan (2) memperoleh data empiris tentang keefektifan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis gerakan dasar dengan menggunakan permainan air untuk anak usia 5-6 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di taman kanak-kanak. Tempat penelitian dilakukan di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan pengembangan dari Penelitian dan Pengembangan menggunakan rancangan Borg dan Gall. Hasil produk penelitian ini adalah buku panduan pergerakan fundamental dengan menggunakan game air. Penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan pembelajaran berbasis gerakan fundamental dengan permainan air untuk anak usia 5-6 tahun telah dinyatakan tidak berlaku oleh pembelajaran motorik, ahli aktivitas fisik dan praktisi pendidikan anak usia dini, (2) pembelajaran berbasis gerakan dasar Menggunakan permainan air terbukti 85% dapat meningkatkan keterampilan dasar dan membantu membangun rasa percaya diri dan keberanian. Kata Kunci: gerakan Fundamental, Permainan air, Anak usia 5-6 Tahun

Page 1 of 18 | Total Record : 179