cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
RIWAYAH
ISSN : 2460755X     EISSN : 25028839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Riwayah Jurnal Studi Hadis is a journal containing scientific articles about the hadith. This journal is published by the Science Program of Hadith of Ushuluddin IAIN Kudus. This Journal of Riwayah is the Academic Journal published twice a year (every six months that is June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
PERAYAAN MAULID NABI DALAM PANDANGAN KH. HASYIM ASY’ARI Masruri, Ulin Niam
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.3596

Abstract

Perayaan maulid nabi yang dilakukan setiap setahun  dalam rangka mengenang kelahiran Beliau dan menteladani sirahnya merupakan suatu tradisi yang baik  dan harus terjaga dari hal ? hal yang dapat merusak tujuan dilakukannya perayaan tersebut. Untuk tujuan itu, maka perlu dibuat rambu ? rambu dan batasan - batasan yang mengatur kegiatan tersebut, sehingga bisa dijadikan acuan bagi masyarakat islam yang akan merayakannya. Karena tujuan yang mulia jika menggunakan wasilah yang kurang baik maka itu dilarang. Dan hal ini telah dilakukan oleh KH. Hasyim Asy?ari dengan menulis sebuah buku yang bertutur tentang hal tersebut.
GENDER DAN PEMBELAJARAN HADIS DI PESANTREN: ANALISIS GENDER DALAM PEMBELAJARAN HADIS DI PONDOK PESANTREN AL-KHOZINY BUDURAN SIDOARJO Sa?diyah, Fatichatus
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.6142

Abstract

al-Qur'an jelas menyebutkan bagaimana Allah mendudukkan perempuan pada kedudukan yang sewajarnya dan meluruskan semua pandangan salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan dan kemanusiaannya. Di samping itu, praktik kehidupan sosial pada masa Nabi SAW juga diakui telah menempatkan posisi perempuan dalam kedudukan yang setara dengan laki-laki. Struktur patriarki pada masa jahiliyah telah dibongkar Islam dengan memberikan hak-hak kepada perempuan yang pada masa sebelumnya tidak diberikan. Berbeda dengan pembelajaran hadis di pondok pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Penulis menemukan beberapa perbedaan terkait isu gender. Di antaranya tentang konstruksi bangunan, pembiayaan, pengelolaan, dan metodologi pembelajaran hadis. Setelah ditelusuri, beberapa isu yang ditemukan penulis tersebut merupakan sebuah konstruksi sosial. Artinya, perbedaan antara putra dan putri diciptakan oleh masyarakat itu sendiri. Pembentukan ini pada hakikatnya tidak bertujuan untuk merendahkan atau mendiskreditkan santri putri, melainkan untuk menjaga dan memuliakannya.
KAJIAN HADIS DI KALANGAN NU: STUDI PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI Nizar, Muhammad
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.6146

Abstract

NU merupakan sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy?ari. Organisasi ini mempunyai manhaj (metode) dalam hal istinbat al-hukm (pengambilan hukum) untuk menjawab sebuah tantangan modernitas zaman. Metode tersebut menggunakan bahtsul masail yang biasanya dikaji di berbagai pesantren kalangan NU, dalam bahtsul masail ini, NU mengutip beberapa hadis sebagai pondasi dan penguat dalam berargumen. Namun, hadis dalam pandangan pendiri NU sendiri terdapat ciri khas dan fokus bahasan yang tidak berbeda dengan muhaddithin pada umumnya. Hadis dalam pandangan KH. Hasyim Asy?ari bisa terbaca dengan jelas lewat buku karangannya yang berjudul Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah. Kitab tersebut ditulis atas respon konidisi keberagamaan Indonesia antara tahun 1920-1930 M karena beberapa prejudice terhadap NU dengan label bid?ah. Label ini disematkan atas respon ritual keagamaan khas NU seperti tahlilan, slametan dan lain-lain. Labelitas dan prejudice tersebut dibantah dengan munculnya tulisan KH. Hasyim Asy?ari yang merespon hal tersebut. Dalam karangannya ia menjelaskan bahwa bid?ah yang dimaksud dan disematkan kepada kalangan NU, bukanlah bid?ah yang dimaksud dalam hadis Nabi.
PEMAHAMAN HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM TRADISI NU Saadah, Nailus; Farida, Umma
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.5909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman organisasi masyarakat NU terhadap hadis kepemimpinan perempuan pada hasil-hasil keputusan bahsul masail. Penelitian ini adalah library  research dengan pendekatan kualitatif. Adapun beberapa hasil keputusan bahsul masail yang terkait dengan hadis kepemimpinan perempuan adalah: Pertama, bahsul masail NU tahun 1961 di Salatiga memutuskan bahwa perempuan tidak diperbolehkan menjadi kepala desa, kecuali dalam keadaan memaksa. Kedua, bahsul masail NU pada tahun 1997 di NTB, yang memutuskan bahwa perempuan boleh  menjadi seorang pemimpin dengan syarat mempunyai kemampuan dan kapasitas untuk menjadi seorang  pemimpin,  namun tetap harus mengingat akan kodratnya.  Ketiga, bahsul masail NU dalam muktamar ke 30 tahun 1999 di Kediri, memutuskan untuk lebih operasional tentang kesetaraan gender dan lebih terbuka dalam politik. Hasil penelitian ini adalah Pada awalnya pemahaman NU terhadap hadis kepemimpinan peremuan didominasi oleh pemahaman tekstualis, dan hanya merujuk pada kitab fiqh karangan ulama zaman dahulu tanpa menggunakan metode pemahaman hadis  yang sesuai dengan metode yang telah ditawarkan oleh para ulama hadis. Setelah itu, pemahaman NU yang tekstualis terhadap hadis kepemimpinan perempuan bergeser menjadi pemahaman kontekstualis yang disebabkan karena dalam kehidupan dunia modern menuntut seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu pertimbangan dari NU sendiri adalah demi kemaslahatan ummat dan menegakkan sikap keadilan.
PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI KH. MARZUKI MUSTAMAR DALAM KAJIAN HADIS INDONESIA Fauzi, Irfan
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.6533

Abstract

Artikel ini membahas KH. Marzuki Mustamar sebagai salah satu kyai populer di Indonesia dalam kaitannya dengan studi hadis. Beliau memiliki kitab yang membahas tentang hadis-hadis untuk menjawab problematika umat Islam yang sedang dihadapi masyarakat Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia berjudul al-Muqtathafat li Ahl al-Bidayat.  Kitab ini merupakan jawaban terhadap keresahan-keresahan KH. Marzuki Mustamar terhadap umat Islam Indonesia dari serangan pemahaman-pemahaman Islam yang tidak selaras dengan Islam yang diamalkan di Indonesia. Artikel ini akan menyingkap kontribusi kitab kumpulan hadis tersebut terhadap wacana sosial keagamaan Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kitab ini memang dikarang oleh beliau sebagai landasan dalil-dalil amaliyah Muslim di Indonesia dalam praktek sosial keagamaan Islam di Indonesia.
FENOMENA BULLYING PERSPEKTIF HADIS: UPAYA SPIRITUAL SEBAGAI PROBLEM SOLVING ATAS TINDAKAN BULLYING Hidayat, Wildan; Pratama, Aunillah Reza
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4626

Abstract

Artikel ini mengkaji salah satu problem sosial yang menjadi isu global, yaitu fenomena bullying. Bullying merupakan tindakan intimidasi berupa fisik maupun psikis terhadap seseorang yang disebabkan sikap superioritas seseorang, hingga merasa berhak atau berkuasa untuk mengintimidasi orang lain. Penelitian ini mengkaji bullying denganperspektif hadits Nabi. Kajian ini berusaha menemukan signifikansi fenomena bullying dengan hadits, serta eksplorasi atas tindakan preventif yang ditawarkan oleh hadits Nabi. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Hasil atas kajian ini: 1) Hadis riwayat Ibnu Majah: 3203 secara umum menjelaskan bagaimana hadis Nabi memandang tindakan bullying mengarah pada perilaku merendahkan. Kata ihtiqa>r memiliki korelasi makna terhadap orientasi perilaku bullying, yaitu merendahkan.2) Ide dasar hadits yang dikaji adalah nilai humanisme, yaitu paham yang bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik. 3) Tindakan preventif yang ditawarkan hadis tersebut: a) memberikan kesadaran spiritual tentang pentingnya pencegahan bullying sejak dini, b) mendukung kerjasama dan memutus lingkaran konflik, c) menghilangkan sikap inferior bagi korban bullying dan mengasah kemampuan asertif.
MENELADANI STRATEGI AHLI HADIS DALAM MENYELEKSI RIWAYAT HOAX Fuqohak, Mukhamad Agus Zuhurul
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4519

Abstract

This research seeks to uncover the efforts and strategies of the hadith scholars in selecting false hadith that began to spread in the hot politics to be linked to the procedures for dealing with hoax news that also spread in the present era. The writing that uses qualitative research methods and sourced from library data finds that these false hadith can be identified by the weakness of the texts, the dislodging system of the sanad and the like that. Then the efforts of the hadith scholars were seen with the massive book of false hadith. Then, also analyze sharply about who is suspected of having forged a hadith. Not only that, the sources of hadith were strongly encouraged to completely close the gap to false hadith. This can be an example so the handling of hoax news must be serious. Because, the essence of fake hadith and hoax news is the same. That is not having clear and accountable source data.
MUSTHALAH "LA YUTRAK" INDA AL-IMAM AL-DARUQUTHNI Athifi, Ahmad
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.3598

Abstract

    ?????? ?? ??? ???????? ????? " ?? ?????? " ??? ?????? ????????????? ?? ????? ???????? ?????? ????? ?????? ????? ?????? ?????????????? ????? ???? ?????? ?? ??? ???????? ?? ???? ????? ?????? ?? ????? ?? ???????? ?????? ?????? ?? ??????? ?????? ????? ?? ??????? ??? ??????? ????? ??? ??? ???? ??? ??? ??????? ??????? ??? ????? ??? ???? ?? ?????? ?????????????? ???? ??? ??????? ??? ?????? ???? ????? ??????? ??? ???????? ?? ???????? ??? ?????? ???????? ????? ???? ?????? ?? ??????? ????? ?? ?? ????? ???? ????? ?????? ????? ??????? ???? ?????? ?? ?????? ?? ?????? ??? ?? ??????  ???? ?????? ??????? ?????? ??? ????? ????? ?? ??? ????? ????? ??? ??????? ??? ?? ????? ??????? ?? ???????? ???????? ?? ???? ???? ?????? ??? ???? ?? ?? ???? ???? ??? ???? ?????? ????????????? ??? ??? ?????? ??? ?????? ?? ???? " ?? ?????? " ??? ??? ????? ????? ???? ?? ???? ???? ??? ????? ??????? ?????? ???? ???? ??? ???? ???? ??? ????? ????.
URGENSI INTEGRASI ANTARA AHLI FIQH DAN AHLI HADIS DALAM MEMAHAMI SUNAH: STUDI ATAS PEMIKIRAN SYEKH MUHAMMAD AL-GHAZALI DALAM KARYANYA AL-SUNAH AL-NABAWIYAH BAINA AHL AL-FIQH WA AHL AL-HADIS Hosen, Mat; Musyafiq, Ahmad
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.4551

Abstract

Selama ini kajian hadis lebih sering dilakukan secara terpisah oleh para ahli dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Perbedaan ini sering menimbulkan benturan baik dari segi metode maupun makna yang dihasilkan. Yang paling terkenal benturan terjadi antara ahli fiqih dan ahli hadis. Tulisan ini akan menganalisis elaborasi Muhammad Al-Ghazali terhadap hadis-hadis perspektif ahli hadis dan ahli fiqih. Melalui konten analisis ditemukan bahwa elaborasi yang dilakukan Ghazali dalam karyanya ?al-Sunnah baina ahli al-Fiqih wa ahli al-Hadis? ada dua poin penting. Pertama, antara ahli fiqih dan ahli hadis ada perbedaan cukup mendasar dalam menganalisis sebuah hadis. Menurut Ghazali ahli fiqih lebih dominan kontekstual, sementara ahli hadis lebih dominan kepada tekstual. Kedua, dengan perbedaan di atas Ghazali berharap agar kedua belah pihak saling sapa dan bahu-membahu dalam menganalisa sebuah hadis. Meskipun pada uraiannya Ghazali menghendaki kedua belah pihak saling bekerja sama namun pada tataran operasionalnya Ghazali lebih condong pada kritik matan. Dalam hal ini tentu Ghazali cenderung terhadap metode ulama fiqih sebab ulama fiqih menurut Ghazali lebih proporsional dalam menentukan keshahihan hadis.
AMALAN ZIKIR NIHADHUL MUSTAGFIRIN: STUDI LIVING HADIS DI YAYASAN MIFTAHURRAHMAN MINDAHAN KIDUL BATEALIT JEPARA Nafisah, Lailiyatun; Shofaussamawati, Shofaussamawati
RIWAYAH Vol 5, No 2 (2019): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v5i2.5013

Abstract

Artikel ini bertujuan meneliti praktik serta pemaknaan dari pembacaan Zikir Nihadul Mustagfirin di Yayasan Miftahurrahman Mindahan Kidul Batealit Jepara dalam perspektif living hadis. Penulis menggunakan metode dan pendekatan kualitatif dengan pisau analisis teori sosial Karl Mannheim mengenai tindakan manusia dibentuk oleh dua dimensi, yakni perilaku (behavior) dan makna (meaning). Karl Mannheim menawarkan dan membedakan antara tiga macam makna yang terdapat dalam tindakan sosial, yakni: makna objektif, makna ekspresif dan makna documenter. Hasil penulisan menunjukkan bahwa 1) Zikir ini merupakan perilaku yang dilakukan sebagai bentuk pemahaman terhadap hadis Nabi dan memiliki makna. 2) Makna dari Zikir Nihadul Mustagfirin berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim adalah Pertama, makna objektif dzikir tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kyai yang Kedua, Makna ekspresif bahwa zikir tersebut bertujuan untuk media doa dalam memperlancar hajat, mendekatkan diri kepada Allah, penenang jiwa, ilmu, silaturrahim dan menghindari hal yang tidak bermanfaat. Ketiga, makna dokumenter yakni ZikirNihadul Mustagfirin secara sadar atau tidak sadar merupakan bentuk rutinitas dari masyarakat Yayasan Miftahurrahman.

Page 1 of 10 | Total Record : 100