cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
CHEMPUBLISH JOURNAL
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal" : 7 Documents clear
Validasi Metode Analisa Kadar Timbal (Pb) dalam Rambut Karyawan SPBU di Indarung Handayani, Corry -
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.417 KB)

Abstract

Timbal (Pb) adalah logam berat yang dapat menyebabkan keracunan dan terakumulasi dalam tubuh manusia. Mekanisme masuknya timbal kedalam tubuh manusia dapat melalui system pernafasan, oral, ataupun langsung melalui permukaan kulit. Timbal yang diabsorsi dalam tubuh sebanyak 95% diikat oleh eritrosit kemudian diangkut oleh darah keorgan-organ tubuh dan kemudian akan disimpan dalam jaringan lunak (sum-sum tulang, sistim saraf, ginjal, hati) serta jaringan keras (tulang, kuku, rambut, gigi).Berdasarkan pada profesi seseorang, maka kontaminasi logam timbal (Pb) dapat terjadi karena berhubungan langsung atau tidak langsung dengan sumber pencemaran logam timbal (Pb). Telah dilakukan uji validasi metode destruksi basah untuk penentuan kadar timbal (Pb) dalam rambut. Destruksi basah menggunakan campuran HNO3 dan HClO4. Analisis kandungan timbal hasil destruksi dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).Untuk menentukan metode destruksi yang valid dilakukan validasi metode yang meliputi uji akurasi, presisi, dan linearitas serta penentuan LoD dan LoQ. Uji presisi dilakukan dengan menghitung persen recovery, yaitu 96,24%. Hasil uji presisi adalah 3,2%. Sementara itu, linearitas kurva standar diperoleh sebesar 0,9996 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,0804 mg/g dan 0,2680 mg/g. Perhitungan konsentrasi Pb dalam sampel rambut hasil dari  metode destruksi berturut-turut 0,0139 ppm dan 0.1648 ppm. Hasil ini lebih tinggi dari LoD namun lebih rendah dari LoQ. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode destruksi ini dapat dipercaya atau valid untuk analisa kadar logam timbal (Pb) dalam rambut dengan SSA.
Isolasi, Karakterisasi dan Uji Potensi Bakteri Penghasil Enzim Termostabil Air Panas Kerinci Nanda, Priya Tri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.749 KB)

Abstract

Telah diisolasi 3 isolat bakteri termofilik yang berpotensi dalam menghasilkan enzim termostabil dari sumber air panas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci. Ketiga isolat bakteri tersebut memiliki karakteristik dengan bentuk bulat, ukuran sedang, warna kuning, permukaan cembung, tepi utuh dan gram negatif dengan bentuk basil. Bakteri termofilik berpotensi dalam menghasilkan enzim amilase dan katalase termostabil.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak Kasar Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides (L) Presl ) fahmi, Aliyah -
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.045 KB)

Abstract

Penelitian tentang aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak kasar metanol daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L) Presl) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar metanol daun sisik naga oleh metode peredaman radikal bebas oleh 0,5 mM 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) 40 ppm  menggunakan Spektrofotometer UV Visibel pada panjang gelombang 515-517 nm diperoleh IC50 sebesar 9,7 mg / L dengan persen peredaman tertinggi sebesar 99,0574 % pada konsentrasi 100 ppm pada panjang gelombang 517 nm merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat. Untuk menguji aktivitas antimikroba ekstrak kasar metanol daun sisik naga  dengan Metode Difusi Agar memberikan zona hambat pada S. mutans ekstrak konsentrasi masing-masing 1%, 2% dan 3% adalah 0,55; 0,56 dan 0, 83 , E. Coli adalah 1,03; 1,30 dan 1,34 , di mana lebih besar dari konsentrasi ekstrak meningkatkan penghambatan S. mutans dan E. coli sehingga efektif untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri. Kata kunci: Antioksidan, Antibakteri, Drymoglossum piloselloides (L) Presl, Spektrofotometer UV Visibel dan Metode Difusi Agar..
Identifikasi Senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA) dan Aktivitas Antimikrobanya pada Ikan yang Diawetkan dengan Asap Cair shinta, dewi yudiana
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.043 KB)

Abstract

Asap cair merupakan bahan kimia hasil destilasi asap dari pembakaran biomassa dan juga bersifat sebagai desinfektan. Senyawa fenol, karbonil dan asam-asam organik yang terdapat dalam asap cair berperan penting dalam pengawetan ikan. Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA) banyak dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan-bahan organik seperti pengolahan makanan yang tidak tepat. Sifatnya yang lipofil dan karsinogenik, maka pencemaran HPA di lingkungan terutama dalam makanan tidak boleh dianggap ringan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA), jumlah dan jenis bakteri pada ikan yang sudah diawetkan dengan asap cair dan hubungannya dengan senyawa HPA. Analisis statistik menggunakan uji Korelasi Pearson. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan dua jenis bakteri (Bacillus dan Pseudomnas), rata-rata jumlah koloni bakteri 245,67 dan senyawa antimikroba pada ikan yang sudah diawetkan dengan asap cair, yaitu Tetradecanoic acid, Hexadecanoic acid, Methanol, 1-Propanol-o-d, 1,2,3-Propanetriol, Hydroxyacetic acid, Butane, Dodecanoic acid, Heptadecene dan 2-Butanol, tapi tidak terdapat korelasi antara senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis dengan jumlah koloni bakteri pada ikan yang telah diawetkan dengan asap cair. Asap cair dapat digunakan sebagai pengawet ikan karena tidak mengandung senyawa karsinogenik. Bakteri yang tumbuh pada ikan yang diawetkan pada asap cair merupakan bakteri yang berspora dan bersifat tahan terhadap bahan kimia. Kata Kunci : Asap cair, Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA), antimikroba.
Ekstraksi Adsorben Ramah Lingkungan dari Matriks Biologi: Asam Humat Tinja Kuda (AH-TK) Basuki, Rahmat; Santosa, Sri Juari; Rusdiarso, Bambang
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.815 KB)

Abstract

Telah berhasil dilakukan ekstraksi asam humat dari serbuk tinja kuda kering dan serbuk tinja kuda yang direndam terlebih dahulu dengan disinfektan. Metode ekstraksi dilakukan berdasarkan prosedur Stevenson (1994) di bawah atmosfer udara. Pemurnian dilakukan dengan larutan 0,1 M HCl/0,3 M HF (1:1). Hasil ekstraksi adalah 4 jenis asam humat dari tinja kuda yaitu, asam humat tinja kuda kotor (AHTK), asam humat tinja kuda murni (AHTK-Mur), asam humat tinja kuda desinfektan kotor (AHTK-Dis), dan asam humat tinja kuda desinfektan murni (AHTK-Dis-Mur). Karakterisasi keempat asam humat dari tinja kuda menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FT-IR menunjukkan pola serapan dan puncak-puncak serapan yang mirip dengan asam humat pembanding dari tanah gambut, yaitu asam asam humat tanah gambut (AHTG) dan asam humat tanah gambut murni (AHTG-Mur) yang merupakan pola/serapan karakteristik asam humat berdasarkan Stevenson (1994). Kadar abu AHTG, AHTG-Mur, AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur masing-masing sebesar 7,31; 1,20; 15,66; 0,99; 18,02; dan 1,82 % (b/b). Keasaman total AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur berturut-turut adalah 400,6; 415,3; 282,5; dan 333,1 cmol/kg. Hasil tersebut menunjukkan AHTK-Mur memiliki keasaman dan kadar abu paling baik.
Studi Pengaruh Waktu Kontak, Laju Alir, dan Ukuran Packing terhadap Adsorpsi Cr(VI) permana, edwin
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.009 KB)

Abstract

ABSTRAK   Industri elektroplatting merupakan penghasil limbah logam berat berbahaya, salah satunya kromium heksavalen. Kromium heksavalen merupakan logam yang berbahaya, mempunyai kadar racun yang tinggi dan bersifat karsinogenik penyebab kanker. Sehingga dilakukanlah upaya meminimalisasi limbah cair kromium dengan cara adsorpsi. Penelitian ini difokuskan pada pembuatan adsorben dari campuran tanin dan bentonit dengan perbandingan massa 1:3. Sampel yang digunakan adalah limbah cair sintetis dimana komposisi dari logam kromium heksavalen sesuai dengan limbah industri elektroplatting yaitu K2Cr2O7. Variabel yang digunakan adalah ukuran packing 1,0 cm dan 1,5 cm, dengan laju alir sebesar 180 ml/menit dan 240ml/menit sedangkan waktu kontak 20 menit hingga 100 menit. Pada hasil penelitian ini menunjukkan penyerapan krom tertinggi terjadi pada ukuran packing 1,5 cm dengan laju alir 240 ml/menit dan waktu kontak 20 menit yaitu 80,37%.   Kata Kunci : Elektroplatting, adsorpsi, kromium heksavalen  
Formulasi Nanopartikel Ekstrak Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Zat Warna Sediaan Lipstik Maharini, Indri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 2 No 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.582 KB)

Abstract

Lipstick merupakan sediaan dekoratif yang banyak digunakan oleh wanita. Dalam sediaan ini biasanya mengandung bahan pewarna sintetik. Penggunaan lipstick sangat mungkin tertelan bersama ludah, makanan dan minuman oleh karena itu sangat berbahaya jika dalam sediaan lipstik mengandung zat pewarna berbahaya. Zat warna alami dibutuhkan keberadaannya karena dianggap lebih aman dibandingkan dengan pewarna sintetik. Buah naga merupakan tanaman yang mengandung betasianin. Senyawa ini merupakan zat warna merah pada buah yang berkhasiat sebagai antioksidan. Antioksidan diperlukan dalam formulasi sediaan lipstick untuk mencegah teroksidasinya lemak dari basis yang dapat menyebabkan bau  tengik pada sediaan. Dalam penelitian ini akan dilakukan formulasi nanopartikel ekstrak buah naga. Nanopartikel mampu mencegah terjadinya migrasi zat warna pada sediaan lipstick.  Metode pembuatan sediaan nanopartikel menggunakan gelasi ionic. Komposisi formula nanopartikel buah naga yaitu : eksrak cair buah naga konsentrasi 1 g/ 25 ml 4 bagian, larutan kitosan 1 mg/ml 1 bagian dan 0,05 bagian Na TPP konsentrasi 0,4 mg/ml. hasil sediaan nanopartikel menunjukkan larutan opalesen dan stabil dalam penyimpanan. Sediaan lipstick berkonsisitensi rendah dengan warna pink pucat.     Kata kunci: nanopartikel, buah naga, antioksidan, zat warna, lipstik

Page 1 of 1 | Total Record : 7