cover
Contact Name
Yatin Mulyono
Contact Email
yatin.mulyono@iain-palangkaraya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edusains@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika
ISSN : 23384387     EISSN : 25803247     DOI : -
Core Subject : Education,
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika (p-ISSN 2238-4387; e-ISSN 2580-3247) is peer-reviewed journal published biannually in June and December. The Journal is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
PROFIL KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA Patmawati, Kusnia; Puspitasari, Nella; Mutmainah, Shofia Nur; Prayitno, Baskoro Edi
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui profil kemampuan berfikir kreatif pada universitas Surakarta dan (2) mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kreatif  antara mahasiswa berkemampuan akdemik atas dan bawah. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa progam studi pendidikan biologi angakatan 2018 pada semester 2 di Universitas Surakarta yang berjumlah 63 mahasiswa. Analisis data penelitian ini mengggunakan analisis diskriptif untuk mengetahui profil kemampuan berfikir kreatif mahasiswa dan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berfikir kreatif antara mahasiswa berkemampuan akdemik atas dan bawah menggunakan analisis T-Test independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemapuan berfikir kreatif mahasiswa pendidikan biologi dalam kateori baik (81,3). Hasil setiap indicator menunjukan bahwa indikator fluency dalam kategori baik (93), flexibility dalam kateogori baik (75.75), originality dalam kategori baik (74) dan elaboration dalam kategori cukup (60). Hasil T-Test penelitian ini adalah nilai sig.0,46>0,05 yang menunjukan bahwa tidak ada perbedaan mahasiswa berkemampuan perbedaan kemampuan berfikir kreatif antara mahasiswa berkemampuan akdemik atas dan bawah.
DESKRIPSI EFEKTIVITAS KEGIATAN PRAKTIKUM DALAM PERKULIAHAN KIMIA DASAR MAHASISWA TEKNIK Rahayu, Chichi; Eliyarti, Eliyarti
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan praktikum dalam perkuliahan kimia dasar mahasiswa teknik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini mahasiswa tingat I Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti pada mata kuliah Kimia Dasar. Teknik sample dengan random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan dan kuisioner. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh informasi selama kegiatan praktikum berlangsung. Kuisioner digunakan untuk memperoleh data perilaku yang dilakukan mahasiswa sebelum praktikum, saat praktikum, dan setelah praktikum. Hasil penelitian diperoleh sebelum mengikuti kegiatan praktikum Kimia Dasar mahasiswa masih kurang mempersiapkan diri, yaitu hanya 28,57%  mahasiswa membaca modul sebelum melakukan praktikum, 37,14% mahasiswa mengerjakan tugas pendahuluan dan 21,43% mahasiswa yang menjaga kesiapan fisik,  kedisiplinan waktu 42,73%, 68,7% mahasiswa memahami prosedur percobaan, namun 27,27% mahasiswa yang dapat mengerjakan praktikum dengan benar sesuai prosedur, Setelah praktikum selesai mahasiswa yang menyegerakan pengerjaan laporan praktikum masih rendah hanya 17,14%, dan mahasiswa yang memperoleh nilai laporan praktikum > 75 sebesar 39,39%. Hal ini menunjukan mahasiswa masih kurang memotivasi diri dalam kegiatan praktikum sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran kedepannya.
PEMBELAJARAN DENGAN TEKNIK PEMAPARAN SESAMA UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS MAHASISWA Winarni, Dyah Setyaningrum; Nugraheni, Diah
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan soft skills mahasiswa yang dikembangkan dalam pembelajaran science teacherpeneurship. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian  menggunakan angket skala 5 dengan model rating scale. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan IPA yang mengikuti mata kuliah science teacherpeneurship yang berjumlah 9 orang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Teknik pemaparan sesama mampu meningkatkan soft skills mahasiswa secara simultan dalam kegiatan pembelajaran. Simpulan penelitian ini bahwa pembelajaran dengan teknik pemaparan sesama meningkat kemampuan soft skills mahasiswa.
HUBUNGAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Sarira, Paskariatama Marannu; Priyayi, Desy Fajar; Astuti, Susanti Puji
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1258

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan danmengetahui hubungan kemampuan argumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa kelas XI pada materi jaringan tumbuhan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL).  Penelitian dilakukan di SMA Laboratorium Satya Wacana Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas XI MIPA 3 sebanyak 20 orang. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji korelasi Spearman rho dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa kelas XI termasuk dalam kategori sangat baik (24%), baik (19%), cukup (48%) dan kurang (10%) dengan pencapaian nilai masing-masing indikator secara berurutan dari tinggi ke rendah adalah rebuttal, claim, data dan warrant. Sedangkan rata-rata pencapaian hasil belajar kognitif siswa pada masing-masing indikator adalah: 1) mengingat (C1) sebesar 90,48; memahami (C2) sebesar 98,41; mengaplikasikan (C3) sebesar 88,10;  menganalisis (C4) sebesar 94,05;  mengevaluasi (C5) 71,43; dan mencipta(C6) sebesar 60,32 dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 84,91. Lalu terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif (nilai signifikansi 0,00<0,05) dengan koofisien korelasi (r) sebesar 0, 786 menunjukkan adanya arah hubungan yang positif dan kuat.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TARI BAMBU DIPADUKAN DENGAN CRH Suherman, Suherman; Diana, Nirva
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1407

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Tari Bambu dipadukan dengan CRH terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi segi empat dan segitiga. Populasi penelitian ini berjumlah 160 siswa. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperiment Design. Instrumen pengumpulan data berupa soal tes pemahaman konsep, wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji Anova Satu Jalan dan dan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran Tari Bambu dipadukan dengan CRH lebih baik daripada menerapkan pembelajaran konvensional. Model Tari Bambu dapat memberikan informasi secara merata. Model pembelajaran CRH mampu membuat siswa menjadi senang ketika pembelajaran berlangsung.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA PEMBELAJARAN ASAM BASA MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Yunita, Amalia
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v7i2.1198

Abstract

Ketersediaan lingkungan lahan basah dalam pembelajaran larutan asam basa dapat digunakan sebagai sumber belajar yang dapat digunakan siswa sebaik mungkin untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pendekatan CTL yang memanfaatkan lingkungan lahan basah sebagai sumber belajar untuk keterampilan berpikir kritis bagi siswa di sekolah menengah atas pada bab larutan asam-basa. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan 2 kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Variabel bebas adalah pendekatan pembelajaran, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis. Analisis teknik data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen dan kontrol dengan harga thitung> ttabel yaitu 2,716> 1,996. Perbedaan ini disebabkan oleh kontribusi dari pendekatan CTL seperti konstruktivisme, penyelidikan, pertanyaan, pemodelan, komunitas pembelajaran, dan refleksi yang didukung oleh penggunaan sumber belajar dari lingkungan lahan basah selama proses pembelajaran.Keywords:  larutan asam basa, keterampilan berpikir kritis, Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL), lingkungan lahan basah 
Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Praktikum Fisika Dasar I Suhartono, Suhartono
EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.997 KB)

Abstract

Abstrak
IMPLEMENTASI AWAL PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS LIFESKILL DI SMA KOTA SEMARANG Susilawati, Susilawati
EDU SAINS Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.78 KB)

Abstract

ABSTRAK Studi tentang pendidikan lifeskill berlansung secara berkesinambungan sesuai dengan pengembangan tuntutan keterampilan yang harus dimiliki lulusan sekolah menengah. Proses mewujudkan lulusan sekolah menengah yang terampil memerlukan upaya yang terencana dan tersistem dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan hasil implementasi awal mengenai pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis lifeskill di SMA kota Semarang. Penelitian ini menyajikan data hasil belajar siswa setelah mengalami pembelajaran fisika berbasis lifeskill, hasil observasi keterampilan siswa dan hasil observasi aktivitas pembelajaran fisika berbasis kecakapan hidup. Ujicoba terbatas ini dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 5 Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampel. Pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis lifeskill disusun dan dikembangkan dengan melibatkan MGMP fisika kota Semarang. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa Kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan lifeskill lebih dominan pada aktivitas belajar siswa dalam bentuk kemampuan kerjasama (82% dengan kategori tinggi), kemandirian (65% dengan kategori sedang), kegiatan fisik (70% dengan kategori sedang), kegiatan mental (65% dengan kategori rendah), kegiatan pengamatan (80% dengan kategori tinggi), dan presentasi (83% dengan kategori tinggi). Peningkatan hasil belajar fisika sebesar 43% termasuk dalam kategori sedang. Rata-rata hasil posttest lebih tinggi daripada pretest. Untuk ketuntasan belajar siswa secara individual diperoleh bahwa setiap siswa telah mencapai ketuntasan minimal. Untuk ketuntasan secara klasikal diperoleh ketutantasan klasikal sebesar 100%. pembelajaran fisika berbasis lifeskill dapat dinyatakan sudah efektif.Kata kunci: perangkat pembelajaran fisika, lifeskill
PENGEMBANGAN RPP BERBASIS INKUIRI DENGAN PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Suhartono, Suhartono
EDU SAINS Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.312 KB)

Abstract

ABSTRAKMakalah ini membahas pengembangan kurikulum IPA dan Fisika yang lebih fleksibel di sekolah dengan menekankan pengajaran inkuiri secara sempurna, sehingga bagi guru fisika diharapkan dapat membuat rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) berbasis inkuiri yang menerapkan keterampilan proses sains pada tujuan pembelajarannya dalam menjabarkan indikator dari kompetensi dasar materi Fisika, maka dari itu diperlukan format standar RPP berbasis inkuiri bagi guru atau calon guru yang akan terlibat langsung dalam pengajaran IPA dan Fisika baik di SMP/MTs dan SMA/MA. Pengembangan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) berbasis inkuiri menekankan keterampilan proses sains yang diterapkan oleh para guru. Maka guru perlu memiliki kompetensi berinkuiri dalam proses pengajarannya, agar diharapkan mampu memperbaiki sebagian besar bentuk pengajaran fisika dan petunjuk percobaan yang prosesnya masih bersifat verifikatif, dan masih diajarkan di SMP/MTs dan SMA/MAKata kunci: keterampilan proses sains, Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP), inkuiri, verifikatif
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) DENGAN META-COGNISI QUESTIONING PADA MATERI TEKNIK PENGINTEGRALAN Artuti, Emy
EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.937 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari pengembangan LKM dengan pertanyaan metakognisi ini untuk mendapatkan bahan ajar yang mampu memfasilitasi proses belajar mahasiswa yang dapat meningkatkan penguasaan konsep teknik pengintegralan pada mata kuliah Kalkulus II. Pengembangan yang dilakukan dengan menggunakan model R2D2 (Recursive, Reflection, Design and Development).Hasil validasi ahli isi dan ujicoba kelompok kecil diperoleh bahwa LKM-1 telah memadai baik format dan konsepnya. Format LKM-1 kemudian dijadikan acuan untuk mengembangkan LKM selanjutnya, yaitu LKM-2, LKM-3 dan LKM-4. Sehingga pada tahap ini diperoleh prototype LKM dengan pertanyaan metakognisi pada semua materi tentang teknik pengintegralan telah lengkap yang meliputi teknik pengintegralan dengan substitusi, trigonometri, parsial dan fungsi rasional. Sedangkan pertanyaan metakognisi yang digunakan dalam LKM ini adalah (1) soal tersebut termasuk masalah apa? (2) apakah soal tersebut relative sama dengan soal yang pernah anda pecahkan?, (3) soal tersebut dapat dijadikan bentuk rumus baku yang mana? dan (4) bagaimana caranya?Kemudian prototype LKM-1, LKM-2, LKM-3 dan LKM-4 diujicobakan pada kelompok besar dalam proses pembelajaran yaitu pada satu kelas mahasiswa peserta mata kuliah Kalkulus II. Setelah selesai proses pembelajaran mahasiswa diberi angket tentang tanggapan ketika menggunakan LKM tersebut. Dari hasil angket diperoleh tanggapan yang positif dari mahasiswaKata kunci : pengembangan, LKM, pertanyaan metakognisi, teknik pengintegralan

Page 1 of 14 | Total Record : 138