cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN (JSTP) (e-ISSN: 2527-6271) merupakan "Open Acess Publications" yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, dengan fokus dan ruang lingkup berupa: Teknologi Pengolahan pangan, bioteknologi pangan, keamanan pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan dan teknologi industri pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH SUBSTITUSI GULA MERAH PADA PEMBUATAN COKLAT BATANG TERHADAP PENILAIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK Pudayana, I Putu
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT                 The aim of the study was to analyze the effect of brown sugar addition on the organoleptic assessment and physical characteristics of chocolate bars. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments of brown sugar substitution, namely, C1 (100% sugar: 0% brown sugar), C2 (90% sugar: 10% brown sugar), C3 (80 % sugar: 20% brown sugar), C4 (70% sugar: 30% brown sugar), C5 (60% sugar: 40% brown sugar), and C6 (50% sugar: 50% brown sugar). The products most preferred by panelists was the C4 treatment (70% sugar: 30% brown sugar) with favorite rating scores of color, aroma, taste, and texture reached 3.56 (like), 3.50 (like), 3.84 (like), and 3.60 (like), respectively. The stability test results show that the chocolate bar began to change shape at 30 minutes and melted totally at 60 minutes. The amount of brown sugar concentration given did not affect the stability of the chocolate bars produced. Fat blooming began to occur on day 13 of C5 (60% sugar: 40% brown sugar) treatment. The more the brown sugar addition, the faster the fat blooming process. The results show that chocolate products with brown sugar addition were preferred by the panelists.Keywords: chocolate bars quality, brown sugar, organoleptic ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan gula merah pada kualitas organoleptik dan karakteristik coklat batang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pada perlakuan substitusi gula merah yang terdiri dari enam  perlakuan yaitu, C1 (100% gula pasir : 0% gula merah), C2 (90% gula pasir : 10% gula merah), C3 (80% gula pasir : 20% gula merah), C4 (70% gula pasir: 30% gula merah), C5 (60% gula pasir: 40% gula merah), C6 (50% gula pasir: 50% gula merah). Hasil penilaian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terpilih produk cokelat batang yaitu pada perlakuan C4 (70% gula pasir: 30% gula merah) dengan kesukaan terhadap warna sebesar 3,56 (suka), aroma sebesar 3,50 (suka), rasa sebesar 3,84 (suka) dan tekstur sebesar 3,60% (suka). Uji stabilitas pada perlakuan mulai mengalami perubahan bentuk pada menit ke 30 dan melumer secara keseluruhan pada menit ke 60. Jumlah konsentrasi gula merah yang diberikan tidak mempengaruhi stabilitas dari coklat yang dihasilkan. Fat blooming mulai terjadi pada hari ke-13 pada perlakuan C5 (60% gula pasir: 40% gula merah). Semakin banyak penambahan gula merah pada pembuatan coklat batang menyebabkan terjadinya percepatan fat bloming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk coklat batang dengan penambahan gula merah diterima (disukai) oleh panelis.Kata Kunci: kualitas cokelat batang, gula merah,organoleptik.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG WORTEL (Daucus carota Linn) DAN TEPUNG KEDELAI (Glycine max) TERHADAP NILAI GIZI BISKUIT SEBAGAI MPASI BAGI BAYI Hardianti, Hardianti; ansharullah, ansharullah; rejeki, sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.704 KB)

Abstract

ABSTRACT                The purpose of this study was to study the effect of carrot flour and soy flour substitution on the beta-carotene content and nutritional value of biscuits as weaning foods. This study used a completely randomized design (CRD) with five treatments and two repetitions. The level of treatment was substitution of carrot flour and soy flour with a ratio of H0 (0% carrot flour: 0% soy flour: 100% wheat flour), H1 (20% carrot flour: 20% soy flour: 60% wheat flour), H2 (15% carrot flour: 25% soy flour: 60% wheat flour), H3 (10% carrot flour: 30% soy flour: 60% wheat flour), and H4 (5% carrot flour: 35% soy flour: 60% wheat flour). Substitution of carrot flour and soybean flour had a very significant effect (p<0.01) on protein, fat, and beta-carotene contents. Meanwhile, it had a significant effect (p<0.05) on water and ash contents but no significant effect (p>0.05) on carbohydrate content. The highest protein content was found in H4 treatment (32.83%), the highest carbohydrate content was found in H3 treatment (54.51%), the highest fat content was found in H4 treatment (20.32%), the highest fiber content in H2 treatment (2.69%), the highest water content in H1 treatment (7.25%), the highest ash content in H1 treatment (2.18%), the highest beta-carotene content in H1 treatment (0.18), and the highest water absorption in H0 treatment (168.25%). Therefore, the substitution of carrot flour and soy flour affects the proximate nutritional value and beta-carotene content in the biscuits.Keywords: Key words: soybean, carrot, beta-carotene, water absorption ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung wortel dan tepung kedelaii terhadap  kandungan beta karotendan dan nilai proksimat biskuit MPASI. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan. Taraf perlakuan tersebut merupakan substitusi tepung wortel dan tepung kedelai dengan perbandingan H0 (tepung wortel 0 % : tepung kedelai 0 %: tepung terigu 100 %), H1(Tepung wortel 20 %  :tepung kedelai 20 %: tepung terigu 60 %), H2(Tepung wortel 15 % : tepung kedelai 25 % : tepung terigu 60 %), H3 (tepung wortel 10 % : tepung kedelai 30 % : tepung terigu 60 %) dan H4 (tepung wortel 5 % : tepung kedelai 35 % : tepung terigu 60 %).Substitusi tepung wortel dan tepung kedelai berpengaruh sangat nyata (p<0,05) terhadap analisis proksimat (kadar protein,kadar lemak, kadar beta karoten) dan berpengaruh nyata (p <0,05) terhadap nilai proksimat (kadar air, kadar abu) terkecuali pada kadar karbohidrat berpengaruh tidak nyata (p<0,05). Nilai gizi tertinggi  pada protein yaitu perlakuan H4 sebesar 32.83%, kadar kerbohidrat pada perlakuan H3 yaitu sebesar 54.51%, kadar lemak pada perlakuan 4 yaitu sebesar 20.32%, kadar serat pada perlakuan H2 yaitu sebesar 2.69%, kadar air pada perlakuan H1 yaitu sebesar 7.25%, kadar abu pada perlakuan H1 yaitu sebesar 2.18%, kadar beta karoten pada perlakuan H1 yaitu sebesar 0.18 dan daya serap air pada perlakuan H0 yaitu 168.25%. Hasil penelitian ini menunjukkan substitusi tepung wortel dan tepung kedelai dapat mempengaruhi nilai gizi proksimat dan kandungan beta karoten pada biskuit.Kata Kunci:  kedelai,wortel, beta karoten, daya serap air
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK SAWIT DALAM PROSES PENANAKAN NASI PADA RICE COOKER TERHADAP PEMBENTUKAN PATI RESISTEN 5 UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 Susanto, Eki Tri; ansharullah, ansharullah; rejeki, sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.109 KB)

Abstract

ABSTRACT                The purpose of this research was to determine the effect of palm oil addition on the formation of resistant starch type 5. This study used a completely randomized design (CRD) with three replicates. This research consists of 5 treatments, i.e. the ratio of palm oil addition to the rice (Palm oil: Ciliwung rice) M0 (0 mL: 100 g), M1 (5 mL: 100 g), M2 (10 mL: 100 g), M3 (100 g: 15 mL), and M4 (20 mL: 100 g). The results show that there was a significant effect of the palm oil addition on the levels of fat, fiber, glucose, and resistant starch. M4 treatment was the best treatment with 0.76% fat content, 1.37% fiber content, 1.38%, glucose content, and 7.42 % of resistant starch content. The results indicate that the addition of palm oil on rice cooking process increased the resistant starch on the rice.Keywords: Rice, Resistant Starch, Diabetes ABSTRAK Tujuan penelitian ini menentukan pengaruh penambahan minyak sawit terhadap pembentukan pati resisten tipe 5. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu penambahan minyak sawit  terhadap beras ciliwung (minyak sawit : beras ciliwung) M0= ( 0 mL : 100 g), M1= (5 mL : 100 g), M2= (10 mL : 100 g), M3= (15 mL : 100 g), M4= (20 mL : 100g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sangat nyata terhadap  kadar lemak, kadar serat, kadar glukosa dan kadar pati resisten. Perlakuan M4 merupakan perlakuan terbaik yang memiliki nilai kadar lemak 0,76 %, kadar serat  1,37 %, kadar glukosa 1,38 %, dan kadar pati resisten 7,42 %. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan minyak sawit pada penanakan nasi menambah kandungan pati resisten pada nasi.Kata kunci: Beras, Pati Resisten, Diabetes.
PENGARUH PEMBERIAN JUICE MIX MENTIMUN, MELON DAN SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Yuda Arjawa, I Made Adi; ansharullah, ansharullah; Faradilla, RH Fitri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.536 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the ratio of cucumber, melon, and watermelon most preferred by panelists and the effect of the most preferred juice mix on the reduction of systolic and diastolic blood pressure of hypertension patients in the Working Area of Ranomeeto Health Center, South Konawe Regency. This research was a pre-quasi experimental study. The design of this study used one group pretest-posttest design, where there was only one treatment group which had an intervention in the form of cucumber, melon and watermelon mix juice. Analysis of the effect of juice mix on the blood pressure of respondents was done based on age, gender, exercise habits, and body mass index (BMI). The systolic and diastolic blood pressure (mmHg) data were collected before and after the intervention. The product given to the respondents was from the best organoleptic assessment results. The results showed that the formula of 45 g cucumber, 45 g melon, and 210 g watermelon was the most favored combination by panelists with a score of preference for color, aroma, taste, and the overall scores of 4.10 (like), 3.86 (like), 4.26 (like), and 4.16 (like), respectively. The average change in systolic blood pressure shortly after consuming the mixed juice was 9.71 mmHg and the average change in diastolic blood pressure shortly after drinking the mixed juice was 3.71 mmHg. The average decrease in respondents' blood pressure was 17 mmHg after seven days of intervention. Meanwhile, the average reduction in diastolic blood pressure of respondents was 5 mmHg after seven days of intervention.Keywords: hypertension, blood pressure, cucumber, melon, watermelon. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio buah mentimun, melon dan semangka pada juice mix terhadap tingkat kesukaan panelis dan pengaruh pemberian juice mix mentimun, melon dan semangka terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pre-quasi eksperimen, rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest posttest design. Dimana hanya terdapat satu kelompok perlakuan yang kemudian diberikan intervensi berupa pemberian juice mix mentimun, melon dan semangka. Analisis efek pemberian juice mix terhadap tekanan darah responden berdasarkan umur, jenis kelamin, kebiasaan olahraga, dan indeks massa tubuh (IMT). Data yang diukur adalah tekanan darah sistolik dan diastolik (mmHg) sebelum dan sesudah intervensi. Produk yang diberikan kepada responden adalah dari hasil penilaian organoleptik terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula mentimun 45g, melon 45 g dan semangka 210 g merupakan perlakuan yang paling disukai panelis dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna sebesar 4.10 (suka), aroma sebesar 3.86 (suka), rasa sebesar 4.26 (suka), dan overall sebesar 4.16 (suka), dengan rata-rata perubahan tekanan darah sistolik sesaat setelah mengonsumsi juice mix adalah 9.71 mmHg dan rata-rata perubahan tekanan darah diastolik sesaat setelah mengonsumsi juice mix adalah 3.71 mmHg. Secara umum rata-rata penurunan tekanan darah responden adalah  17 mmHg setelah 7 hari pemberian intervensi. Sedangkan secara umum rata-rata penurunan tekanan darah diastolik responden adalah 5 mmHg setelah 7 hari pemberian intervensi.Kata kunci: Hipertensi, Tekanan darah, Mentimun, Melon, Semangka.
KAJIAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI BROWNIES YANG BERBASIS SAGU HMT (HEAT MOISTURE TREATMENT) Hajiana, Hajiana; Karimuna, la; ansharullah, ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : Jurnal Sains dan Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.063 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the composition of HMT (heat moisture treatment)-treated sago flour, which was used to substitute wheat flour in brownies, and to determine the nutritional values in the product favored by panelists. This study used a completely randomized design (CRD) with five treatments and four repetitions. The five ratios of wheat flour and HMT-treated sago flour were S0 (wheat flour 100%: HMT-treated sago flour 0%), S1 (wheat flour 90%: HMT-treated sago flour 10%), S2 (wheat flour 80%: HMT-treated sago flour 20%), S3 (wheat flour 70%: HMT-treated sago flour HMT 30%), and S4 (wheat flour 60%: HMT-treated sago flour 40%). The products (brownies) most preferred by panelists was the S2 treatment (wheat flour 80%: HMT-treated sago flour 20% with favorite rating scores of color, texture, aroma, and taste reached 3.87 (like), 3.97 (like), 4.00 (like), and 3.93 (like), respectively. Brownies in S2 treatment had 40.88% moisture content, 1.14% ash content, 3.03% fat content, 1.22% protein content, and 23.52% carbohydrate content. The results indicate that substitution of wheat flour with HMT-treated sago flour in brownies had a significant effect on the nutritional value of the product. The panelists also preferred the product.Keywords: Sago Brownies (Heat Moisture Treatment), wheat flour, organoleptic, nutritional value ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi tepung sagu HMT (Heat Moisture Treatment) yang digukan untuk mensubtitusikan tepung terigu dalam pembuatan produk brownies dan mengetahui kandungan nilai gizi dalam pembuatan produk brownies yang disukai oleh panelis.Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. perlakuan  subtitusi dengan perbandingan S0 (tepungteigu 100% : tepung saguHMT 0%), S1(tepungteigu 90% : tepung sagu HMT 10%), S2 (tepungteigu 80% : tepung sagu HMT 20%), S3(tepungteigu 70% : tepung sagu HMT 30%), S4 (tepungteigu 60% : tepung sagu HMT40%).Penilaian organoleptik produk  brownies yang disukai panelis terdapat pada perlakuan S2 (subtitusi tepung terigu 80% : tepung sagu HMT20%) dengan penilaian kesukaan warna 3,87% (suka), tekstur 3,97% (suka), aroma 4,00% (suka) dan rasa 3,93% (suka). brownies pada perlakuan S2 mengandung kadar air sebesar 40,88%, kadar abu sebesar 1,14%, kadar lemak sebesar 3,03%, kadar protein sebesar 1,22%, kadar karbohidrat sebesar 23,52%.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa tepung terigu dengan substitusi tepung sagu HMT dalam pembuatan brownies memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komposisi kimia produk brownies, sehingga disimpulkan brownies tepung terigu subtitusi tepung sagu HMT dapat meningkatkan nilai gizi brownies dan hasil penilaian panelis terhadap perlakuan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu HMT pada produk brownies disukai oleh panelis.Kata kunci :Brownies sagu HMT  (Heat Moisture Treatment), tepung terigu, organoleptik, nilai gizi 
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PENILAIAN ORGANOLEPTIK, NILAI GIZI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NUGGET IKAN TUNA (Thunnus sp) Ramadhani, Dwirizqa Tiara; ansharullah, ansharullah; Isamu, kobajashi Togo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.373 KB)

Abstract

ABSTRACT                This study aimed to analyze the effect of purple sweet potato starch substitution on organoleptic characteristics, nutritional value, and antioxidant activity of tuna nugget. This research used a completely randomized design (CRD) of one factor, i.e. the purple sweet potato flour concentration (0%, 15%, 20%, 25%, 30%). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if there was a significant difference, then we conducted Duncan's multiple range test (DMRT) at 95% confidence level. The results show that the treatment of purple sweet potato starch substitution had a very significant effect on the organoleptic taste and texture but no significant effect on the aroma and the color. Based on organoleptic results in tuna nugget, the obtained color, aroma, taste, and texture values were 3.47 (slightly like), 3.78 (like), 3.84 (like), and 3.55 (like), respectively. Meanwhile, the nutrient content analysis results show that the samples had 31.55% moisture content, 2.31% ash content, 16.21% fat content, 8.27% protein content, 64.30% carbohydrate, and 61.14 ppm IC50 antioxidant activity. The nugget with purple sweet potato starch substitution had not met the standard (SNI) for protein content because the product only had a little amount of fish. However, the organoleptic assessment shows that it was accepted (liked) by panelists.Keywords:nugget, purple sweet potato, tuna fish.ABSTRAK               Tujuan Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik organoleptik, nilai gizi dan aktivitas antioksidan nugget ikan tuna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi tepung ubi jalar ungu (0%, 15%, 20%, 25%, 30%).  Data dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan hasil analisis data yang berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptik rasa dan tekstur sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap penilaian aroma dan warna. berdasarkan penilaian organoleptik produk nugget ikan tuna yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur diperoleh penilaian untuk warna 3.47 (agak suka), aroma 3.78 (suka), rasa 3.84 (suka), dan tekstur 3.55 (suka) serta analisis kandungan gizi meliputi kadar air 31.55%, kadar abu 2.31%, kadar lemak 16.21%, kadar protein 8.27% dan karbohidrat 64.30% dan nilai IC50 aktivitas antioksidan sebesar 61.14 ppm. Berdasarkan standar mutu SNI nugget bahwa produk nugget hasil subtitusi tepung ubi jalar ungu belum memenuhi standar untuk kadar protein dikarenakan jumlah ikan yang digunakan tidak terlalu banyak namun berdasarkan penilaian organoleptik dapat diterima (disukai) panelis.    Kata kunci: Nugget, tepung ubi jalar ungu, ikan tuna.
RANCANG BANGUN MESIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA (PLTBm) PADA DAERAH TERISOLASI DARI JARINGAN LISTRIK PT.PLN (Persero) DI INDONESIA MELALUI APLIKASI TAR WET SCRUBBER DAN GAS FILTER Siregar, Kiman; Alamsyah, Rizal; Ichwana, Ichwana; Sholihati, Sholihati; B.Tou, Saminuddin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : Jurnal Sains dan Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Mesin gasifikasi bertujuan untuk menghasilkan gas mampu bakar (CO, H2, CH4). Gas mampu bakar yang dihasilkan dapat digunakan untuk menggantikan fossil fuel untuk menjalankan gas engine. Namun gas mampu bakar yang dihasilkan tersebut mengandung tar (kotoran) yang masih tinggi, sehingga terjadi pengotoran filter engine dan mengakibatkan mesin tidak dapat dioperasikan dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) pada daerah terisolasi dari jaringan listrik PT.PLN (Persero) di Indonesia melalui aplikasi tar wet scrubber dan gas filter. Mesin gasifier yang dirancang berupa tipe downdraft dengan kapasitas terpasang 25 kW. Tambahan komponen rangkaian PLTBm yang dirancang adalah tar wet scrubber, gas filter dan gas engine. Secara keseluruhan mesin PLTBm yang dirancang terdiri dari : (1)Tangki pengisian biomassa, (2)Tangki biomassa, (3)Reaktor tipe downdraft, (4)Cyclon, (5)Tar wet schrubber, (6)Water tank, (7)Gas filter, (8)Blower, (9)Gas engine kapasitas 25 kW, (10)Air inlet nozzle, (11)Connection pipe, (12)Termometer indicator, (13)Exhaust gas, (14)Pressure indicator. Pengurangan nilai tar selain menggunakan karbon aktif, juga menggunakan sistem perangkap kotoran gas (wet scrubber). Gasifier yang digunakan pada penelitian ini memiliki diameter reaktor 900 mm dan tinggi 1000 mm. Cyclon memiliki diameter 580 mm dengan tinggi 1766 mm. Gas filter memiliki panjang 700 mm, tinggi 700 mm dan lebar 700 mm. Tar wet scrubber terdiri dari 5 tabung (diameter tabung 300 mm) yang terangkai satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menangkap tar yang masih terkandung dalam gas mampu bakar yang dihasilkan dari reaktor gasifikasi dengan dimensi total yaitu lebar 1750 mm dan tinggi 1300 mm. Kata kunci : PLTBm, energi terbarukan, tar wet scrubber, biomassa, gas filter 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) YANG DIHASILKAN DARI SELULOSA JERAMI PADI Nur, Rahman
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.347 KB)

Abstract

This study aims to investigate the characteristics of CMC (Carboxymethyl Celluolose) produced from rice straw and determine the amount of sodium monochloroasetat needed to produce high purity CMC from rice straw. The treatment of variation of sodium monochloroasetat used for the synthesis of CMC consists of three levels ie the addition of 4 gram, 6 gram and 8 gram. The results of the analysis highest purity of 3 level treatment were analyzed further by analysis of the substitution degree, FTIR, pH and viscosity. CMC Characteristics are the presence of hydroxyl (OH) stretch at 3351.27 cm-1, CH Sp3 at 2917.27 cm-1, carbonyl (C = O) with absorption peaks at 1586.05 cm-1 and group hiroksil (OH) bending at 1411.93 cm-1. The optimum conditions of synthesis reaction of rice straw CMC obtained on addition of 4 gram sodium monochloroasetat with a purity of 98,86%. CMC produced by the addition of 4 gram of sodium monochloroasetat has a substitution degree of 0,31, with pH of 10,55 and a viscosity of 1,44 cp.
APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SIMPAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens) Rustan, Novani Dwiyanti; Ansharullah, Ansharullah; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.193 KB)

Abstract

ABSTRACT  This study aimed to investigate the effect of edible coating treatment based on sago starch with the addition of citric acid tothe storage capacity of chili. Sensory tests include assessment of color, texture and aroma and analysis of vitamin C contentduring storage were done in this study. The results showed that the application of edible coatings based on sago starch withthe addition of citric acid decreased the sensory quality of chili during storage, but the decreasing of sensory quality of chiliwas not as significant as compared to the addition of citric acid. Sample A5 had better results on sensory tests (color,texture, and aroma) during storage than controls. In addition, vitamin C content of F5 sample decreased but not as significantas control.  Keywords: edible coating, sago starch, citric acid.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan edible coating berbasis pati sagu dengan penambahan asamsitrat terhadap daya simpan cabai rawit selama penyimpanan. Uji sensori meliputi penilaian mutu warna, tekstur dan aromadan analisis kandungan vitamin c selama penyimpanan telah dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkanbahwa aplikasi edible coating berbasis pati sagu dengan penambahan asam sitrat terjadi penurunan mutu sensori padacabai rawit selama penyimpanan, namun penurunan mutu sensori cabai rawit tidak sesignifikan dibandingkan tanpapenambahan asam sitrat. Sampel A5 mempunyai hasil yang lebih baik terhadap uji sensori (warna, tekstur, dan aroma)selama penyimpanan dibandingkan kontrol. Selain itu, kadar vitamin C pada sampel A5 mengalami penurunan tetapi tidaksesignifikan kontrol. Kata kunci: edible coating, pati sagu, asam sitrat.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK BERBASIS RUMPUT LAUT (Kappaphycus Alvarezii) (Studi Kasus : KUB Mitra Bahari di Desa Jumiang Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura) Sugiarti, Apriliany; FM, Fuad; Ulya, M. Sidan Millatul
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Pada setiap unit usaha membutuhkan suatu strategi dalam menjalankan usahanya dengan harapan usaha yang dilakukan dapat berkembang. Begitu juga dengan KUB Mitra Bahari yang juga harus mengetahui strategi apa yang baik digunakan dalam mengembangkan usahanya. Oleh karena itu akan dilakukan analisis pengembangan usaha dodol, minuman dan keripik berbasis rumput laut dengan metode matriks IE, matriks BCG, Space Matriks dan QSPM. Hasil analisis strategi dengan metode IE diperoleh strategi pengembangan pasar, penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pada analisis strategi dengan metode matriks BCG diperoleh strategi pengembangan pasar atau pengembangan produk. Pada analisis dengan metode Space matriks diperoleh strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar atau pengembangan produk. Sementara pengambilan strategi akhir dengan metode QSPM dari beberapa dengan metode yang telah digunakan maka strategi yang baik digunakan oleh KUB Mitra Bahari dalam mengembangkan usaha dodol, minuman dan keripik yang berbasis rumput laut yaitu pengembangan pasar yang diikuti dengan penetrasi pasar. 

Page 1 of 34 | Total Record : 334