cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH UPTD RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR KELURAHAN ANGGOEYA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Nurfifi, Sahida; Jafriati, Jafriati; Ardiansyah, Ririn Teguh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.22 KB)

Abstract

Rumah Potong Hewan (RPH) adalah suatu bangunan atau komplek bangunan dengan desain dan konstruksikhusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higienis tertentu serta digunakan sebagai tempat pemotonganhewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) dandampaknya terhadap masyarakat sekitar Kelurahan Anggoeya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.Sampel pada penelitian ini yaitu masyarakat Kelurahan Anggoeya sebanyak 40 orang. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner untuk data responden dan pengolahan data dilakukan dengan kalkulator kemudiandisajikan dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masihterdapat dampak negatif yang di timbulkan dari pengeloaan limbah rumah pemotongan hewan terhadapmasyarakat sekitar. Berdasarkan polusi udara (bau) terdapat 23 orang (57,5%) terganggu, bau busuk ini tidak bisaditerima oleh masyarakat dalam intensitas dan konsentrasi yang tinggi karena akan berdampak psikologis padaseseorang, pencemaran air 7 orang (17,5%) terjadi pencemaran, adanya pencemaran oleh limbah peternakansering menimbulkan berbagai protes dari kalangan masyarakat sekitar terutama rasa gatal ketika menggunakanair sungai yang tercemar, serta keluhan kesehatan pada masyarakat terdapat 18 orang (45%) merasakangangguan, keluhan kesehatan yang terjadi sekitar masyarakat kelurahan anggoeya yaitu keluhan pernafasanseperti sesak nafas dan batuk serta keluhan penyakit kulit seperti gatal–gatal, bintik–bintik merah, nyeri dan kulitbersisik. Diharapkan kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terkaitpengelolaan limbah UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungankhususnya pada masyarakat Kelurahan Anggoeya Kota Kendari.Kata kunci: dampak terhadap masyarakat, limbah, pemotongan hewan
DAMPAK PEMEKARAN DAERAH TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG KESEHATAN ( STUDI KASUS DI KABUPATEN MUNA BARAT) Rasyidin, Muhamad; Ahmad, La Ode Ali Imran; Farzan, Amrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.46 KB)

Abstract

Pelayanan publik dibidang kesehatan adalah segala bentuk kegiatan dalam rangka pengaturan, pembinaan,bimbingan, penyediaan fasilitas, jasa dan lainnya yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah sebagai upayapemenuhan kebutuhan kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dibidangkesehatan. Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik dibidang kesehatan adalah bukti langsung,kehandalan daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bukti langsung,kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati daerah pemekaran baru kabupaten Muna Barat terhadapkualitas pelayan publik dibidang kesehatan tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan kunci terdiri dari 4 orang yakni 1 orang dari pemerintahdaerah, 1 orang dari dinas kesehatan serta 2 orang dari puskesmas dan informan biasa terdiri dari 8 orang yakni4 orang masyarakat diwilayah kerja puskesmas Guali dan 4 orang masyarakat diwilayah kerja puskesmasKombikuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterangan dari semua informan, dinas kesehatan, puskesmasGuali, dan puskesmas Kombikuno serta Masyarakat mengungkapkan bahwa bukti langsung berupa fasilitaskesehatan kabupaten Muna Barat belum lengkap. Kehandalan menurut informan kunci dari dinas kesehatanmengungkapkan bahwa kabupaten muna barat kekurangan tenaga dokter dan ahli labolatorium. Keternaganinforaman kunci dari puskesmas Guali dan Kombikuno sama dengan keterangan dari informan biasa bahwapetugas kesehatan telah melakukan pelayan kesehatan sesuasi dengan keahliannya. Daya tanggap dari informankunci pihak puskesmas dan informan biasa mengungkapkan bahwa setiap kebutuhan masyarakat penggunalayanan terpenuhi. Jaminan, menurut keterangnan dari semua informan mengungkapkan bahwa tenagakesehatan telah bekerja sesuai dengan kode etik profesi. Empati, menurut keterangan dari semua informanmengungkapkan bahwa semua petugas kesehatan telah memberikan empati pada pengguna layanankesehatan.Kata Kunci : bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, kualitas pelayanana kesehatan.
PENGARUH PERMAINAN MENCOCOKAN TULISAN DENGAN GAMBAR BESERTA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MENGENAI PENYAKIT SKABIES PADA SISWA KELAS VII DAN VIII PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI TAHUN 2015 Rinaldi, Risak; Dupai, La; Erawan, Putu Eka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.797 KB)

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Sercoptes scabiei Var hominis. Prevalensi Skabiessangat tinggi pada lingkungan dengan tingkat kepadatan penghuni yang tinggi dan kebersihan yang kurangmemadai. Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian Skabies pada tahun 2014 sebanyak 130juta orang didunia. Menurut Internasional Alliance for the Control Of Scabies (IACS) kejadian Skabies bervariasimulai dari 0,3% menjadi 46%. penelitian ini dilakukan untuk menurunkan prevalensi penyakit Skabies dengancara metode pembelajaran aktif yang dilakukan di intitusi pendidikan. Salah satu intitusi pendidikan yangcukup erat dengan penyakit ini adalah pondok pesantren karena kehidupan para santri cukup salingberdekatan. Aktivitas mereka banyak dilakukan secara bersama-sama. Penelitian ini disusun dengan tujuanmengetahui apakah ada hubungan permainan mencocokan tulisan dengan gambar beserta video terhadappeningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai penyakit Skabies pada Siwa Kelas VII dan VIII PondokPesantren Darul Muhklisin tahun 2015. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian Pra-Eksperimendengan menggunakan rancangan one group pre test and post test design. Subjek penelitian sebanyak 21 orang.Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis datayang digunakan yaitu uji statistik Mc Nemar. Hasil penelitian tentang permainan edukatif dan video mengenaiSkabies memiliki pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku padakelompok eksperimen. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilakuresponden sebelum dan sesudah diberikan permainan edukatif selama 21 hari.Kata Kunci: skabies, mencocokan tulisan dengan gambar, video, pengetahuan, sikap, perilaku
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN AKIBAT PAJANAN TIMBAL (Pb) PADA MASYARAKAT YANG MENGONSUMSI KERANG KALANDUE (Polymesoda erosa) DARI TAMBAK SEKITAR SUNGAI WANGGU DAN MUARA TELUK KENDARI Alwi, Juwitriani; Yasnani, Yasnani; ainurafiq, ainurafiq
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.725 KB)

Abstract

Kerang dalam penelitian ini adalah kerang kalandue (Polymesoda erosa) yang di peroleh dari tambak sekitar Sungai Wanggu dan muara Teluk Kendari. Kerang kalandue (Polymesodaerosa) merupakan salah satu jenis hewan yang merupakan filter feeder atau bertingkah lakusebagai vacum cleaner. Salah satu logam berat yang berbahaya dan menimbulkan dampak yangburuk bagi kesehatan dalah timbal (Pb). Pajanan timbal dengan konsentrasi yang rendah dalamjangka waktu yang lama serta frekuensi paparan yang tinggi dapat menyebabkan efek risikokesehatan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan masyarakatbantaran Sungai Wanggu Kelurahan Lalolara yang mengonsumsi kerang yang mengandung timbal(Pb) dari tambak sekitar Sungai Wanggu dan muara Teluk Kendari. Penelitian ini menggunakandesain analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakatbantaran Sungai Wanggu Kelurahan Lalolara pengambilan sampel di gunakan teknik snowballsampling, sehingga didapatkan 68 responden. Kadar timbal dalam kerang diperiksa menggunakanmetode Atomic Absorption Spectrometry (AAS), dengan hasil pemeriksan yaitu 0,2016, 0,6428,0,5816 mg/kg. Asupan atau intake timbal dalam kerang yang dikonsumsi oleh masyarakatbantaran Sungai Wanggu Kel. Lalolara adalah 1,6032018E-05 mg/kg/hari. Hasil analisismenunjukkan bahwa Masyarakat bantaran Sungai Wanggu Kelurahan Lalolara baik secarapopulasi dan individubelum memiliki risiko dan masih aman dari gangguan kesehatannonkarsinogenik akibatpajanan timbal dalam kerang untuk saat ini sampai dengan 50 tahunmendatang denganasumsi bahwa sumber pajanan hanya berasal dari kerang saja dan tidakmemperhitungkanpajanan timbal dari sumber lain.Kata kunci : Analisis Risiko, Timbal (Pb), dan Kerang Kalandue (Polymesoda erosa).
ANALISIS PERBEDAAN POTENSI RISIKO KETERPAPARAN MERKURI PADA MASYARAKAT DI DESA TAHI ITE KECAMATAN RAROWATU KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2016 reza, reza; Karimuna, Siti Rabbani; Fachlevy, Andi Faizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.092 KB)

Abstract

Merkuri merupakan logam berat dengan toksisitas yang tinggi dan tersebar luas di alam. Kebanyakanhasil paparan berasal dari limbah buangan merkuri setelah proses amalgamasi emas. Paparan merkuri dapatdiketahui dengan menganalisa kadar merkuri dalam urin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan potensi risiko keterparan merkuri pada masyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu KabupatenBombana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitusuatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktorfaktor risiko keterparan merkuri padamasyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Tehnik pengambilan sampel dilakukandengan multistage random sampling dengan total responden sebanyak 46 orang. Data penelitian diambil denganwawancara terpimpin melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar merkuri dalam urin di laboratorium. Analisis datayang dilakukan adalah univariat, bivariate dangan uji spearman, multivariat dangan analisis diskrimian uji Wilk’sLambda. Hasil penelitian menggunakan analisis korelasi spearman terdapat hubungan antara umur dengan risikoketerpaparan merkuri (p = 0,000), IMT dengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,000), frekuensi konsumsi ikandengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,003),sedangkan pada variabel jarak rumah dan lama tinggal tidakterdapat hubungan antara risiko keterpaparan merkuri. Hasil analisis diskrimian uji Wilk’s Lambda Variabel umurlebih berpengaruh teradap keterpaparan merkuri dibandingkan dengan variabel IMT dengan nilai standardizedcanonical discriminant function umur yaitu sebesar 0,705, yang menunjukkan bahwa variabel umur adalahvariabel yang paling penting (domain) dibandingkan dengan variabel IMT yaitu sebesar 0,498. Dengan modelpersamaan diskriminan Z score = -19,678 + (0,136) umur + 0,584 IMT, dimana nilai cut off point -0,000173.Kata Kunci: risiko keterpaparan merkuri, umur, IMT, frekuensi konsumsi ikan, jarak rumah, lama tinggal, urin.Merkuri merupakan logam berat dengan toksisitas yang tinggi dan tersebar luas di alam. Kebanyakanhasil paparan berasal dari limbah buangan merkuri setelah proses amalgamasi emas. Paparan merkuri dapatdiketahui dengan menganalisa kadar merkuri dalam urin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan potensi risiko keterparan merkuri pada masyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu KabupatenBombana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitusuatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktorfaktor risiko keterparan merkuri padamasyarakat Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Tehnik pengambilan sampel dilakukandengan multistage random sampling dengan total responden sebanyak 46 orang. Data penelitian diambil denganwawancara terpimpin melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar merkuri dalam urin di laboratorium. Analisis datayang dilakukan adalah univariat, bivariate dangan uji spearman, multivariat dangan analisis diskrimian uji Wilk’sLambda. Hasil penelitian menggunakan analisis korelasi spearman terdapat hubungan antara umur dengan risikoketerpaparan merkuri (p = 0,000), IMT dengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,000), frekuensi konsumsi ikandengan risiko keterpaparan merkuri (p = 0,003),sedangkan pada variabel jarak rumah dan lama tinggal tidakterdapat hubungan antara risiko keterpaparan merkuri. Hasil analisis diskrimian uji Wilk’s Lambda Variabel umurlebih berpengaruh teradap keterpaparan merkuri dibandingkan dengan variabel IMT dengan nilai standardizedcanonical discriminant function umur yaitu sebesar 0,705, yang menunjukkan bahwa variabel umur adalahvariabel yang paling penting (domain) dibandingkan dengan variabel IMT yaitu sebesar 0,498. Dengan modelpersamaan diskriminan Z score = -19,678 + (0,136) umur + 0,584 IMT, dimana nilai cut off point -0,000173.Kata Kunci: risiko keterpaparan merkuri, umur, IMT, frekuensi konsumsi ikan, jarak rumah, lama tinggal, urin.
STUDI KOMPARATIF PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT PEDESAAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLEANG BARAT DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO TAHUN 2015 Anhar, Anhar; Ahmad, La Ode Ali Imran; Ismail, Cece Suriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.183 KB)

Abstract

Masalah kesehatan merupakan masalah sosial, ekonomi, politik dan hak asasi manusia yang paling penting. Mengetahui perbedaan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat Pedesaan di wilayah kerja puskesmas Poleang barat Dengan Masyarakat Perkotaan di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah  penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan studi komparatif. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari 2016 di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana dan Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Ranokomea yang berada di wilayah kerja Puskesmas Poleang Barat Kecamatan Poleang barat Kabupaten Bombana sebanyak 1.261 jiwa dengan 388 KK, dan masyarakat Kelurahan Lepo-Lepo yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo Kecamatan Baruga  Kota Kendari sebanyak 4.611 jiwa dengan 1.184 KK. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yaitu sebanyak 76 KK di Desa Ranokomea dan 90 di kelurahan Lepo-lepo dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji Mann – Whitney U Test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan di pedesaan dan perkotaan (p = 0,000), ada perbedaan yang signifikan antara  ketersediaan tenaga kesehatan di pedesaan dan perkotaan (p = 0,000), ada perbedaan yang signifikan antara persepsi tentang sakit di pedesaan dan perkotaan(p = 0,000), ada perbedaan yang signifikan antara  tradisi di pedesaan dan perkotaan(p = 0,00) dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara aksesibilitas di pedesan dan perkotan(p =0,494).   Kata Kunci : pemanfaatan, ketersediaan tenaga kesehatan, persepsi sakit, tradisi, aksesibilitas
PENGELOLAAN DANA KAPITASI BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS WATUBANGGA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2015 Sholihin, Muh. Ilham; Sakka, Ambo; Paridah, Paridah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.273 KB)

Abstract

Dana Kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka kepada Puskesmas berdasarkanjumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dana kapitasi BPJS Kesehatan di Puskesmas WatubanggaKabupaten Kolaka tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologismenggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan dokumen, dandokumentasi dengan peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenganggaran dana kapitasi di Puskesmas Watubangga dengan membuat dokumen rencana pendapatan danbelanja dana kapitasi dalam bentuk RKA setiap bulan keempat pada tahun berjalan yang selanjutnya disampaikankepada SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka. Dari aspek pelaksanaan penatausahaan dana kapitasi diPuskesmas Watubangga dana kapitasi digunakan sepenuhnya untuk membayar jasa pelayanan yang dilakukan diPuskesmas berdasarkan akumulasi poin berdasarkan tingkat pendidikan, hari kerja, hari efektif dan masa kerja. Dariaspek pertanggungjawabanKepala Puskesmas Watubangga bertanggungjawab secara formal dan materil ataspendapatan dan belanja dana kapitasi JKN, sedangkan pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Watubangga 80%dana kapitasi digunakan untuk membayar jasa pelayanan dan 20% digunakan untuk pendukung operasional.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dilakukan penganggaran dengan cara membuat RKA pada bulan ke 4 padatahun berjalan, dana kapitasi digunakan untuk  membayar jasa pelayanan dan mendukung operasional, KepalaPuskesmas Watubangga bertanggungjawab secara formal dan materil  yang disampaikan secara internal dalampertemuan Mini Lokakarya, dan 80% untuk membayar upah jasa pelayanan, 14% untuk pemenuhan BHP dan obat-obatandan 6% untuk kegiatan luar gedung atau pemeliharaan ambulan.Kata kunci : dana kapitasi, penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban, pemanfaatan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU LANSIA DALAM MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2015 Sukmawati, Nunung; Sakka, Ambo; Erawan, Putu Eka Meiyana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.353 KB)

Abstract

AbstrakPosyandu lansia merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang dikhusukan untuk lansia,pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wiliyah kerja puskesmas landono  masih tergolong kurang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku lansia dalammemanfaatkan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Landono Kabupaten Konawe Selatan Tahun2015. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan Cross sectional study.Populasi pada penelitian ini sebanyak 122 lansia, Sampel pada penelitian ini yang terdaftar di bukuregister dan berkunjung di posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas landono sebanyak 55 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis statistik menggunakanuji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan(p=1.000), nilai tradisi (p=0,059), fasilitas kesehatan (p=0,072) dengan pemanfaatan posyandu lansia.Serta ada hubungan yang signifikan antara petugas kesehatan (p=0,045) dan dukungan tokohmasyarakat (p=0,018) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Disarankan kepada petugas kesehatanatau puskesmas untuk terus meningkatkan sosialisasi dan motivasi untuk para lansia agar lebih aktifberkunjung ke posyandu lansia untuk meningkatkan derajat kesehatannya.Kata Kunci : Posyandu Lansia, pemanfaatan posyandu, pendidikan, nilai tradisi, fasilitas kesehatan,petugas kesehatan, dukungan tokoh masyarakat
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA SMA NEGERI 5 KENDARI TAHUN 2015 Nonsi, Rismawati; Ahmad, La Ode Ali Imran; Pagala, Iriyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.256 KB)

Abstract

World Health Organization  (WHO) menunjukkan lebih dari 500 juta remaja usia 10-14 tahun di negara berkembang pernah melakukan hubungan seks pertama kali di bawah usia 15 tahun. Ditinjau dari pengalaman seksual remaja di kota Kendari, ada 2% wanita dan 5% pria mengaku pernah melakukan hubungan seksual.  Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui faktor yang  berhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri 5 Kendari tahun 2015.  Jenis penelitian adalah  survey analitik  dengan rancangan  cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 siswa yang terdiri dari kelas X dan XI. Variabel dalam penelitian ini yaitu perilaku seksual, konsep diri, kontrol diri, persepsi siswa tentang perilaku seksual, peran keluarga, dan sumber informasi. Data dianalisis menggunakan uji  chi-Square  pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsep diri (ρ  Value=0,551),  kontrol diri (ρ  Value=0,05),  persepsi siswa tentang perilaku seksual (ρ Value=0,151) dengan perilaku seksual siswa SMAN 5 Kendari tahun 2015. Serta terdapat hubungan yang bermakna antara peran keluarga (ρ  Value=0,007), sumber informasi (ρ  Value=0,027) dengan perilaku seksual siswa SMAN 5 Kendari tahun 2015. Disarankan agar perlu adanya langkah-langkah yang tepat seperti penyuluhan untuk mencegah terjadinya perilaku seksual siswa yang lebih serius lagi.Kata Kunci :  Konsep diri, Kontrol diri, Persepsi siswa tentang perilaku seksual, Peran keluarga, Sumber informasi, Perilaku seksual. RELATED FACTORS WITH SEXUAL BEHAVIOR AMONG STUDENTS OF SMAN 5 KENDARI
GAMBARAN PERENCANAAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI PUSKESMAS SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN TAHUN 2015 Yusliati, Yusliati; Dupai, La; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.432 KB)

Abstract

Komponen penting dalam mendukung salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatanadalah dengan pengadaan alat kesehatan. Pada perencanaan pengadaan alat kesehatan, diPuskesmas sering mengalami keterlambatan pengadaan serta pengadaan alat kesehatan belumterealisasi dengan baik sehingga dalam memberikan pelayanan pasien di Puskesmas menjadi kurangefektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi lebih mendalam tentanggambaran perencanaan pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Siompu Kabupaten Buton SelatanTahun 2015 ditinjau dari sumber daya manusia, saran dan prasarana, biaya/dana, metode, sertapermintaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan 3orang informan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pengadaan alat kesehatan diPuskesmas Siompu berdasarkan sumber daya manusia yang ada, kelengkapan sarana dan prasarana,biaya yang dialokasikan tidak cukup, tidak adanya metode atau pedoman dalam penyusunanperencanaan, pengadaan alat berdasarkan kebutuhan alat di Puskesmas serta di sesuaikan dengananggaran yang dialokasikan pertahunnya, serta menetukan jumlah permintaan alat denganmengidentifikasi kebutuhan berdasarkan anggran yang tersedia.Kata kunci: Perencanaan,  Alat kesehatan, Puskesmas

Page 1 of 36 | Total Record : 353