cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
ENTHALPY
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25028944     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ENTHALPY memuat artikel hasil penelitian tugas akhir mahasiswa di lingkup Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Entalpy Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin diterbitkan 4 (empat) kali setahun pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
STUDI MATERIAL ISOLATOR BERBAHAN DASAR FLY ASH, PERLIT, DAN GYPSUM Nusa, Cipta
ENTHALPY Vol 1, No 01 (2016): Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.413 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai konduktivitas thermal dari bahan isolator, untuk mengetahuisifat-sifat mekanik dan sifat-sifat fisik dari bahan isolator dengan melalui uji konduktivitas thermal,densitas dankekuatan tekan dari komposisi 60% fly ash:30% perlit:10% gypsum,50% fly ash:40% perlit:10% gypsum,dan 40% flyash:50% perlit:10% gypsum .Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan campuran bahan isolator dengan komposisi Fly Ash 60%, Perlite 30%,dan Gypsum 10%; Fly Ash 50%, Perlite 40%, dan Gypsum 10%; serta Fly Ash 40%, Perlite 50%, dan Gypsum 10%.Komposit yang dibuat berbentuk balok dengan ukuran 24 cm x 12 cm x 2 cm dan 8 cm x 2 cm x 2 cm. Kompositdengan ukuran 24 cm x 12 cm x 2 cm digunakan dalam pengujian konduktivitas dengan standar ASTM C177 dandensitas dengan standar ASTM C-00-2005, sedangkan spesimen dengan ukuran 8 cm x 2 cm x 2 cm digunakan dalampengujian bending dengan standar ASTM D790.Hasil pengujian konduktivitas thermal yang rendah pada material isolator terdapat pada komposisi Fly Ash 40%, Perlite50%, dan Gypsum 10% dengan nilai sebesar 3,686830 W/m0C, sedangkan hasil pengujian densitas dan bendingterdapat pada komposisi Fly Ash 60%, Perlite 30%, dan Gypsum 10% dengan nilai masing-masing sebesar 1,405gram/cm3 dan 0,2052 N/mm2.Kata Kunci : Fly Ash, Perlite, Gypsum, Konduktivitas Thermal, Densitas, dan Bending.
PENGARUH LAJU PEMAKANAN PEMBUATAN CETTING CLEP MENGGUNAKAN MESIN BUBUT TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLEES STEEL Farzan, Amran
ENTHALPY Vol 1, No 01 (2016): Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.542 KB)

Abstract

ABSTRAK Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Pada umumnya pembuatan cetting clep menggunakan baja karbon rendah, akan tetapi Baja kabon rendah (low carbon steel) mengandung karbon dalam campuran baja karbon kurang dari 0,3%. Baja ini bukan baja yang keras karena kandungan karbonnya yang rendah kurang dari 0,3% C. Pengujian Vickers dilakukan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam yaitu daya tahan material terhadap indentor intan yang cukup kecil dan mempunyai bentuk geometri berbentuk piramid. Kecepatan pemakanan yang digunakan dalam penelitian pembuatan cetting clep menggunakan mesin bubut dengan bahan baja karbon rendah dan stainlees steel. Dengan memvariasikan kecepatan pemakanan 1,0, 1,5 dan 2,0 dengan ketebalan benda kerja 10 mm. Pada penelitian ini baja karbon rendah dan stainless steel dengan ketebalan 10 mm dibubut menggunakan pahat jenis carbide tungsten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kekerasan Hardness Vickers pada proses pembuatan cetting clep menggunakan mesin bubut dengan bahan  baja karbon rendah dan stainless steel nilai kekuatan vickers tertinggi diperoleh pada stainless steel dengan kecepatan 2,0 mm/menit sebesar 257,6  kg/mm2.   Kata Kunci : Mesin bubut, Pembuatan cetting clep , Uji kekerasan.
Analisa Alat Pengerol Pelat Pada Laboratorium Teknologi Mekanik Jurusan Teknik Mesin UHO. Mardalil, Mardalil
ENTHALPY Vol 1, No 2 (2016): November 2016 - Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.68 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh momen yang bekerja terhadap besar gaya tekan pengerolan yang terjadi pada mesin modifikasi pengerol pelat, untuk mengetahui pengaruh momen putar motor  listrik terhadap tegangan geser dan tegangan lentur yang terjadi pada komponen-komponen modifikasi mesin pengerol pelat, untuk mengetahui apakah pemilihan bahan dan penentuan ukuran atau dimensi pada modifikasi mesin pengerol pelat ini adalah aman untuk digunakan. Metode pada penelitian ini adalah metode kajian kepustakaan (library research metodology) yaitu dengan menganalisa data-data primer komponen alat pengerol pelat untuk mendapatkan nilai-nilai tegangan yang terjadi pada koponen-komponen alat modifikasi tersebut. Hasil analisa menunjukan bahwa momen putar pada poros pengerol menyebabkan terjadinya gaya tekan dimana momen putar yang bekerja adalah sebesar 84.87 Nm dan gaya tekan yang terjadi adalah 3214.94 N. Momen putar dari motor listrik menyebabkan terjadinya tegangan puntir pada poros 1,2,3 dan 4 sebesar 0.082 kg/mm2, 0.336 kg/mm2, 0.082 kg/mm2, dan 5.65 kg/mm2 dan tegangan lentur pada roda gigi 1,2 dan 3 sebesar 8.147 kg/mm2, 6.484 kg/mm2, dan 6.484 kg/mm2. Pemilihan bahan dan ukuran pada poros 1,2 dan 3 adalah sudah aman terhadap beban torsi dan baik untuk digunakan, akan tetapi untuk poros 4, jika menggunaka bahan yang sama dengan poros 1,2 dan 3 maka pemilihan diameter perlu diperbesar lagi agar aman terhadap tegangan punter. Pemilihan bahan dan ukuran untuk roda gigi  yaitu pinion dan gear sudah aman terhadap lenturan dan baik.  Katakunci: alat pengerol, momen putar   Abstract The purpose of this study was to determine the influence of the moments that work against stress in a rolling that occurs in the engine modifications pengerol plate, to determine the influence of torque electric motor to shear stress and bending stress that occurs in the components of engine modifications roller plate, to determine whether the selection of materials and determination of size or dimensions of the plate roller engine modifications are safe to use. Method in this study is a literature study (library research metology) is to analyze primary data tool components pengerol plate to get the voltage values that occur in coponent-component tools such modifications.From the analysis shows that the torque on the shaft roller cause compressive force where working torque of 84.87 Nm and is a compressive force occurs is 3214.94 N. rotary moment of the electric motor causes a torsional stress on the shaft 1,2,3 and 4 amounting to 0082 kg / mm2, 0336 kg / mm2, 0082 kg / mm2 and 5.65 kg / mm2 and the bending stress on the gears 1,2 and 3 of 8147 kg / mm2, 6484 kg / mm2, and 6484 kg / mm2. The selection of materials and sizes on the axis 1,2 and 3 are already secured against torque loads and good to use, but to the shaft 4, if make use of the same material with the axis 1,2 and 3, the election was again enlarged diameter need to be safe against voltage punter. Selection of material and size of the gear and the pinion gear is already secure against bending and well.Keywords: roller tool, torque
ANALISA PERPINDAHAN PANAS DALAM ROTARY KILN UNIT III PT. ANTAM, TBK ( PERSERO ) UBPN SULTRA Indriatma, Indriatma
ENTHALPY Vol 1, No 2 (2016): November 2016 - Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.043 KB)

Abstract

Abstrak Perpindahan panas adalah proses berpindahnya energi dari suatu tempat ketempat yang lain dikarenakan adanya perbedaan suhu di tempat-tempat tersebut, perpindahan panas juga dapat berlangsung dengan beberapa cara konveksi, konduksi dan radiasi. Penelitian ini bertujuan  memberikan gambaran dan informasi mengenai proses perpindahan panas dalam rotary kiln  PT. ANTAM Tbk, (Persero) dan menghitung panas yang terbuang kelingkungan dari proses operasi rotary kiln. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju perpindahan panas dari dalam ke dinding rotary kiln dipengaruhi oleh perbedaan temperatur dimana temperature dalam tertinggi berada pada tyre 1-2 pada beban 115 T/H sebesar 1275 K, temperature dinding sebesar 775 K dan temperature lingkungan sebesar 328 K. Besarnya panas yang terbuang berada pada tyre 3-4 dimana beban 40 t/h 153.549 Pada beban 70 t/h sebesar155.330 pada charge 115 t/h  sebesar 222.036 joule. Kata kunci: PT.Antam,Tbk (Persero), Rotary kiln, Perpindahan panas.  Abstract Heat tranfer  is  migration process energy from a place to the others, because of differences in temperature in these places, the heat transfer can take place in several ways convection, conduction and radiation. Objectives of this research are to provide an overview and information on the heat transfer process in a rotary kiln PT. ANTAM Tbk (Persero) and calculate the wasted heat kelingkungan of the rotary kiln operation. The results showed that the rate of heat transfer to the walls of the rotary kiln is influenced by the temperature difference where the highest temperature in the tire is at 1-2 on the load 115 T / H at 1275 K, the temperature of the walls at 775 K and ambient temperature of 328 K. The amount the waste heat is at 3-4 where the tire load of 40 t / h 153 549 at load 70 t / h on a charge amounting to 155 330 115 t / h of 222 036 joules.Keyword: PT.Antam,Tbk (Persero), Rotary kiln, Heat transfer. 
PENGARUH KADAR GARAM TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR GARAM SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN Arizal, Fachrul; Hasbi, Muhammad; Kadir, Abd
ENTHALPY Vol 2, No 2 (2017): ENTHALPY – Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol.2. No.2
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.914 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out of salinity towards electric power produced by salt water power plants as a renewable alternative electrical energy. Tool and materials used in this research were the AVO meter, pliers, copper plate, aluminium plate, ruler, measuring cups, balance analitik, salt meter, salt, copper plate, aluminum plate, cable and glass. The procedure of this study was preparing tools and materials, then making an electrochemical cell as much as 2 pairs of electrochemical cells and a container of water and salt using glass with 2 liter volume of water, making the series circuit copper plate and aluminum, making a solution of water and salt, then testing the power of salt water as a source alternative energy using AVO meter. The parameters measured in this study was a large electric potential and strong currents are able to produce brine with amounts of salt variety 25 g, 50 g, 75 g, 100 g, 125 g, 150 g, 175 g, 200 g and 225 g, done to provide different salinity. After testing the brine into alternative energy sources, large power obtained on the salinity 74% or with mass of salt 175 g which produce the power that is equal to 0058 watts, while the value of the lowest power contained in the salinity of 7% or the mass of salt 25 g, where only capable to produce the electric power amounting of 0,011 Watt. To turn on the LED lamp 1.5 W using electrochemical cells method can be done by making the cells as much as 20 cells with a volume of 2,000 ml of water and salt mixed with 175 g of salt with a salt content of 74%. Using 20 pairs of aluminum and copper electrode cell where each electrode measuring 3 cm x 6 cm.Keywords: Brine, electrochemical cells, salinity and power.
PERANCANGAN MESIN POLES SERBA GUNA (MODIFIKASI CAMSHAFT/NOKEN AS) Gunawan, Yuspian; Delly, Jenny; Sawaludin, La; Murila, Samsul; Solihin, Dedy
ENTHALPY Vol 2, No 2 (2017): ENTHALPY – Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol.2. No.2
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.896 KB)

Abstract

Design of All-purpose polishing machines (modification camshaft) polishing camshaft with the purpose of increase or widen the camshaft and increase the volumetric efficiency and changed the character of a machine, in order for the machine to produces greater power and according to the needs. Design of All-purpose polishing machines (modification camshaft) designed to work with a round with the requirements at the time of work. In addition this engine designed no longer using human power as its main driving force but by an electric motor. The results of design generates a work product image design all-purpose polishing machines (modification camshaft) includes pictures, mounting an electric motor, picture holder dibble camshaft, and picture transmission system. Powerplant engine is electric motor 1 HP (± 25 watts). A modified camshaft engine has generated a strong construction and engine specifications dimensional length 350 mm x 250 mm width x height 230 mm with stand construction is made of profile L i.e. 250 x 170 x 90 mm.Keywords: Design, of all-purpose polishing machines (modification camshaft).
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH ABU TERBANG BATUBARA (FLY ASH) DAN KALENG MINUMAN SOFT DRINK SEBAGAI PENGGANTI MATERIAL BAJA RINGAN Samhuddin, Samhuddin; Sudia, Budiman; Iqwal, La Ode
ENTHALPY No 3 (2017): ENTHALPY – Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol.2. No.3
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.354 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the effect of fly ash addition to the hardness and toughness ofmaterial produced. In this research, it is known that aluminum cans waste as a matrix and ash waste coal flyas reinforcement. The tools and materials used in the research are furnace, ladle, stircoast, blower, sand,pattern, waste cans and coal fly ash waste. This research procedure starts from the process of makingspecimens with alloy (%) aluminum-fly ash. Fariation of aluminum-fly ash alloy is 80%: 20%, 70%: 30%,60%: 40%. In Vickers hardness testing seen at the lowest Al-FA hardness level was on specimens withvariation Al 60%: FA 40% ie 49.78528 kg / mm² and highest Al-FA hardness was in specimens withvariation Al 80%: FA 20 % alloy that is equal to 60,25068 kg / mm². Meanwhile, on the toughness impacttest, the highest impact strength value is in Specimens with Al 60% variation: FA 40% alloy is 0.162 J / mm²and the lowest impact strength is in specimen from 100% Aluminum variation of 0.056J / mm².Keywords: Metal matrix composite, Aluminum, and fly ash
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN PENGGERAK KOMPRESOR PADA SISTEM KELISTRIKAN AC MOBIL Esparuling, Esparuling; Sudia, Budiman; Hasanuddin, La
ENTHALPY Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No.1, ENTHALPY-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.65 KB)

Abstract

The cooling process is essentially a process of transfer of heat energy contained in a room. This study aimsto determine the effect of the rotating speed of the compressor driving machine on the optimum cabinoptimum time temperature in the tropics. Equipment used in this research is panel of electrical system of airconditioner. The research method is done by way of experiment directly on the tool with the speedparameters of the engine speed of the compressor with the temperature to be achieved 20 oC, 22 oC, 24 oCdan 26 oC. The results showed that the higher the compressor turn speed the shorter the time required to coolthe cabin. At the engine speed of 1500 rpm, Cp = 293.07 J/mol.K, W = 0.02542 m, top = 0.00219 hours. At2000 rpm engine speed, Cp = 234.48 J/mol.K, W = 0.0285 m, top = 0.00220 hours. At the engine speed of2500 rpm, Cp = 175.88 J/mol.K, W = 0.03303m, top = 0.00222 hours. At 3000 rpm engine speed, Cp =117.275 J/mol.K, W = 0.04059 m, top = 0.00223 hours. At the speed of 3000 rpm compressor engine speedobtained the actual time of the shortest tact = 2.073 minutes and the optimum time top = 0.00223 hours.Keywords: Compressor, temperature, time, AC panel, and propulsion.
ANALISA REDAMAN SUARA KOMPOSIT RESIN POLYESTER YANG BERPENGUAT SERBUK KAYU JATI Hamsah, Leo Jumadil Awal
ENTHALPY Vol 1, No 01 (2016): Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.849 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa koefisien redaman suara komposit resin polyester yang berpenguat serbuk kayu jati terhadap fraksi volume serat padafrekuensi suara 250 Hz, 500 Hz, dan 750 Hz.Metode penelitian ini menggunakan alat uji redaman suara jenis sound level metermenggunakan standar ASTM E 1050-98. Matriks yang digunakan adalah polyester dan partikeljenis serbuk kayu jati. Komposit dicetak dengan fraksi volume Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk nilai koefisien serap suara tertinggi terdapatpada fraksi volume 30% yaitu 0,4193 dengan frekuensi 750 Hz. Sedangkan koefisien serap suaraterendah dengan fraksi volume 40% adalah 0,3213 dengan frekuensi 250 Hz.Kata Kunci: Komposit, Resin Poliester, Serbuk Gergaji Kayu, Koefisien Serap Bunyi
PENGARUH PENGGUNAAN PRECOOLER TERHADAP KALOR YANG DISERAP EVAPORATOR PADA PENGKONDISIAN UDARA KTENG-1000 AHU Ramadhan, Rahmat
ENTHALPY Vol 1, No 01 (2016): Enthalpy
Publisher : ENTHALPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.864 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknik pengkondisian udara ruang telah banyak dilakukan dalam dunia keteknikan dan industriuntuk menciptakan kondisi ruang yang nyaman dan segar untuk meningkatkan produktifitas. Penelitian inibertujuan untuk menghitung besar kalor rata-rata yang diserap oleh evaporator sebelum dan sesudahmenggunakan precooler. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen denganmenggunakan alat KTENG-1000 AHU sebagai media eksperimen dengan mengatur variasi besar pembukaankatup udara isap 50% dan 100% dimana eksperimen dilakukan tanpa precooler dan dengan penggunaanprecooler. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebelum menggunakan precooler, pada pembukaankatup isap 50% besar kalor rata-rata yang diserap evaporator adalah 0.4975 kJ/sKata Kunci: Pre-cooler, Evaporator, Kalor yang diserap, Pengkondisian Udara