cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
EVALUASI GEOMETRI PADA TIKUNGAN BLACK SPOT (STUDI KASUS JALAN PARANGTRITIS KM 15 DESA PATALAN KECAMATAN JETIS KABUPATEN BANTUL) romadhona, prima
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.8

Abstract

Jalan Parangtritis Km 15 merupakan salah satu lokasi rawan kecelakaan yang memiliki tikungan tajam. Tingkat kecelakaan lalu lintas di Jalan Parangtritis Km 15 Kabupaten Bantul pada tahun 2013 ? Mei 2016 terdapat 351,8 kecelakaan. Tingkat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2103 sebesar 51,5, tahun 2014 sebesar 137,3, dan tahun 2015 sebesar 111,5 sedangkan tahun 2016 sebanyak 51,5, dimana tingkat kecelakaan tertinggi terjadi pada tahun 2014. Untuk itu diperlukan analisis untuk mengetahui kondisi geometri sesuai pedoman Geometri Jalan Antar Kota Tahun 1997. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran langsung kondisi geometri sebenarnya, mencakup lengkung horisontal dan vertikal, lebar lajur, dan lebar bahu. Pengukuran trase jalan menggunakan alat ukur theodolith dan data lalu lintas harian tahun 2016 dari Bina Marga. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kondisi yang sudah sesuai dengan yang belum sesuai Bina Marga 1997. Kondisi yang sudah sesuai yaitu volume lalu lintas harian rata-rata, jenis jalan kolektor kelas III, lebar jalur, lebar bahu jalan yang memenuhi syarat. Sedangkan kondisi yang belum memenuhi syarat yaitu pada jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, ruang bebas samping dan kecepatan kendaraan.
FINITE ELEMENT STUDY OF VACUUM PRELOADING AND PREFABRICATED VERTICAL DRAINS BEHAVIOR FOR SOFT SOIL IMPROVEMENT Apriadi, Dedi; Barnessa, Ressa Adrian; Marsa, Nisrina Aulia Is
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.1

Abstract

AbstractFinite element modeling of soft soil improvement with prefabricated vertical drains (PVD) and vacuum preloading behavior was carried out by considering smear effect and equivalent plane strain based on permeability conversion. Transfer of negative pore pressure due to vacuum preloading was modeled by using pore pressure boundary condition at soft soil layer and along the length of the PVD. The soft soil layer was modeled by using Modified Cam Clay constitutive model. Effect of constant and linearly decreasing vacuum pressure along the PVD length was investigated. Furthermore, prediction from this modeling such settlement was compared to Terzaghi 1-D consolidation. Degree of consolidation for radial only and combined vertical radial were predicted by using Barron?s and Carrillo?s formula, respectively. Numerical evaluation of vacuum preloading-induced lateral deformation compared to conventional preloading was also presented including its comparation with analytical method. Finally, several conclusions and recommendations related to modeling and behavior of combined PVD and vacuum preloading was given.  AbstrakPemodelan elemen hingga perilaku perbaikan tanah lunak dengan vacuum preloading (pembebanan vakum) dan Prefabricated Vertical Drains (PVD) dilakukan dengan mempertimbangkan efek smear dan equivalent plane strain berdasarkan konversi permeabilitas. Transfer negative pore pressure akibat pembebanan vakum dimodelkan dengan menggunakan pore pressure boundary condition pada lapisan tanah lunak dan sepanjang PVD. Lapisan tanah lunak dimodelkan dengan menggunakan model konstitutif tanah Modified Cam Clay (MCC). Pengaruh distribusi tekanan vakum konstan dan bervariasi menurun secara linier di sepanjang PVD akan diteliti. Prediksi penurunan dari pemodelan elemen hingga selanjutnya dibandingkan dengan hasil perhitungan konsolidasi 1-D Terzaghi.  Derajat konsolidasi dihitung menggunakan persamaan Barron untuk arah radial dan Carrillo untuk kombinasi arah vertikal dan radial. Evaluasi numerik perilaku deformasi lateral akibat penggunaan pembebanan vakum dibandingkan dengan preloading (timbunan) juga disajikan berikut perbandingannya terhadap metode analitis. Terakhir, beberapa kesimpulan dan rekomendasi terkait pemodelan dan perilaku kombinasi PVD dan pembebanan vakum diberikan.
OPTIMIZATION MODEL OF LAND USE PLANNING TO REDUCE LAND EROSION LEVEL: CASE STUDY IN THE UPPER CIUJUNG RIVER BASIN Soentoro, Edy Anto; Muhardiono, Imam; Suryadi, Yadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.
USERS’ PERCEPTION OF PRIVATE PARK AND RIDE FACILITIES IN CAWANG AREA, JAKARTA, INDONESIA Lubis, Harun al-Rasyid; Hasibuan, Bernard; Farda, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.3

Abstract

Despite various measures implemented to manage road traffic, Jakarta City is still experiencing severe congestion. The concept, as well as the implementation of integrated urban transportation strategy, is gaining more attention in public discourse and policymaking.  As bus and rail lines are being extended in the city, P&R facilities are expected to play an important role, as it can function as an interface between private vehicles and public transport. However, the development and use of P&R facilities have not been efficient until today. This paper reviews the P&R development in the Greater Jakarta area and conduct users? perception survey in private P&R sites at Cawang area. It was found that for the P&R to be attractive, the waiting time of public transport (BRT) connected to P&R facility should be short and predictable. Most P&R users expect that parking charges can be lowered and wish that public transport service and P&R facilities were available and accessible. The placement of advertisement and information system about the P&R services, providing a place to eat and drink, the presence of tower to monitor the P&R area and the availability of intermodal transfer facilities are also essential to encourage the potential user to use P&R facilities.
ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (AC-WC) WITH CRUMB RUBBER MIXTURE PERFORMANCE EVALUATION Syahputra, Deka; Subagio, Bambang Sugeng; Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.5

Abstract

AbstractThis study aims to measure the performance of a mixture of Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) with addition of crumb rubber using a dry process, where crumb rubber as an aggregate replacement of fraction no. 50 with mixture variations of 0%, 25%, and 50%. The method used in this research is the experimental method in the laboratory. Primary data collection is done through testing of aggregates, asphalt, crumb rubber, and mixtures. Hot mix design used Marshall test to obtain Optimum Bitumen Content (OBC). Laboratory test in OBC conditions obtain consist of Resilient Modulus test used Dynamic Testing System (DTS) at 25°C, 35°C, and 45°C and rut depth test used Hamburg Wheel Tracking (HWT) at temperatures 45°C and 60°C. The results of addition of crumb rubber content to the mixture can increase the value of OBC and reduce the value of Marshall stability, the percentage of 50% crumb rubber obtained highest OBC and the lowest Marshall stability. The crumb rubber content in the mixture lowers the value of Modulus Resilient, AC-WC with 0% crumb rubber has the highest value. At a temperature of 60°C, 25% crumb rubber content in the mixture reduces the rut depth value. Based on the Marshall stability, Resilient Modulus, and rut depth values, then the crumb rubber content to replace aggregate fraction no. 50 in the AC-WC gives the highest value is 25% in laboratory test. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja campuran laston lapis aus (AC-WC) yang dimodifikasi dengan serbuk ban bekas (crumb rubber) menggunakan proses kering, dimana crumb rubber sebagai subtitusi agregat fraksi no. 50 dengan variasi campuran 0%, 25%, dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengujian terhadap agregat, aspal, crumb rubber, dan campuran. Perencanaan campuran beraspal panas menggunakan metode Marshall untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO). Pengujian laboratorium pada kondisi KAO yang didapat terdiri atas pengujian Modulus Resilien dengan menggunakan alat Dynamic Testing System (DTS) pada temperatur 25°C, 35°C, dan 45°C serta pengujian rut depth dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking (HWT) pada temperatur 45°C dan 60°C. Dari hasil pengujian penambahan crumb rubber pada campuran dapat meningkatkan nilai KAO dan menurunkan nilai stabilitas Marshall, dimana pada persentase 50% crumb rubber didapat KAO tertinggi dan stabilitas Marshall terendah. Penambahan crumb rubber dalam campuran menurunkan nilai Modulus Resilien, dimana campuran AC-WC dengan 0% crumb rubber memiliki nilai yang paling tinggi. Selain itu, pada temperatur 60°C penambahan 25% crumb rubber dalam campuran memperkecil nilai rut depth. Berdasarkan nilai stabilitas Marshall, Modulus Resilien, dan rut depth tersebut maka kadar crumb rubber untuk pengganti agregat fraksi no. 50 yang memberikan nilai terbaik pada campuran AC-WC adalah 25% sesuai dengan pengujian di laboratorium. 
MODEL HIDROLOGI TERDISTRIBUSI UNTUK SIMULASI HIDROGRAF BANJIR MENGGUNAKAN DATA RADAR Pamungkas, Yusuf Aji; Jayadi, Rachmad; Sujono, Joko
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.9

Abstract

AbstrakPenerapan model hidrologi hujan-aliran terdistribusi sebagai bagian penting dari sistem peringatan dini banjir di wilayah lereng Gunung Merapi, membutuhkan input data hujan dengan resolusi spasial yang memadai. Oleh karena itu penggunaan data hujan dari ARR yang memiliki resolusi spasial yang rendah akan menyebabkan hasil hitungan hujan rata-ratanya (DAS) menjadi kurang teliti. Alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan data hujan radar yang memiliki resolusi spasial dan temporal yang jauh lebih baik dibandingkan ARR. Pada penelitian ini dilakukan kajian hasil hitungan hidrograf banjir di wilayah lereng Gunung Merapi. Pemodelan hujan-aliran secara terdistribusi dilakukan dengan menentukan resolusi grid dari DAS dengan titik tinjau hitungan pada pos AWLR. Hujan pada setiap grid DAS dihitung sebagai rata-rata data hujan radar semua piksel di area masing-masing grid DAS. Simulasi limpasan permukaan DAS menggunakan paket perangkat lunak WMS v.10.1 dengan metode Hidrograf Satuan ModClark. Evaluasi ketelitian hidrograf banjir hasil simulasi didasarkan pada indikator kesalahan relatif debit puncak (peak discharge), waktu puncak (time to peak) dan volume limpasan permukaan (direct runoff volume). Hasil hitungan simulasi limpasan permukaan DAS menunjukkan bahwa perlu dilakukan telaah yang rinci terhadap faktor losses dan kesesuaian parameter hidrograf satuan, untuk menghasilkan kalibrasi model yang akurat. AbstractThe application of the distributed rainflow-runoff hydrological model as an important part of the early flood warning system in the slopes of Mount Merapi, requires rainfall data input with adequate spatial resolution. Therefore, the use of rainfall data from ARR which has a low spatial resolution will cause the results of the average rainfall (watershed) to be less precise. An alternative that can be done is to use radar rainfall data that has a far better spatial and temporal resolutions than the data from ARR. In this research, a study of the results of the flood hydrograph calculation in the slopes of Mount Merapi was conducted. The distributed rainflow-runoff modeling was done by determining the grid resolution of the watershed with a reference point of the calculation in the AWLR. Rain on each watershed grid was calculated as the average radar rainfall data of all pixels in the area of each watershed grid. Watershed surface runoff simulation used the WMS v.10.1 software package with the ModClark Unit Hydrograph method. The evaluation of the flood hydrograph simulation results' accuracy was based on indicators of the relative error of peak discharge, time to peak and direct runoff volume. The results of the watershed surface runoff simulation showed that a detailed study of the loss factors and the compatibility of the unit hydrograph parameter is necessary to produce an accurate model calibration.
SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU DARI HUTAN RAKYAT DALAM UJI BIODETERIORASI DI BEBERAPA DAERAH BAGIAN BARAT PULAU JAWA Priadi, Trisna
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.6

Abstract

Penggunaan kayu dari hutan rakyat untuk bangunan dan furnitur semakin banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dan mekanik kayu setelah uji biodeteriorasi alami tanpa menyentuh tanah di empat kota berbeda di bagian Barat Pulau Jawa. Kayu yang digunakan dalam penelitian ini sengon, nangka, mangium, mahoni dan kamper.  Uji biodeteriorasi kayu tidak menyentuh tanah dilakukan di Bogor, Tanjung Priok, Lembang, dan Serang. Sifat fisik dan mekanik kayu diuji setelah uji lapang biodeteriorasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat kayu, berat jenis, modulus elastisitas dan modulus patah dari contoh uji kayu bervariasi di antara berbagai jenis kayu dan tempat uji. Sifat fisik dan mekanik kayu yang diuji di Bogor lebih buruk daripada kayu yang diuji di tempat-tempat lainnya. 
PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN PERKERASAN ASPAL PANAS Yuniarti, Ratna; Hasyim, Hasyim; Hariyadi, Hariyadi; Handayani, Teti
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.10

Abstract

AbstrakPada campuran perkerasan aspal dibutuhkan bahan pengisi (filler) untuk mendukung kinerja konstruksi perkerasan jalan agar dapat menahan beban lalu lintas. Berbagai jenis filler telah banyak digunakan antara lain abu batu, semen portland   dan lain-lain. Namun keterbatasan sumber daya alam mendorong upaya pemanfaatan bahan-bahan buangan dalam konstruksi perkerasan jalan. Pada penelitian ini, digunakan limbah kaca sebagai filler pada  campuran perkerasan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase filler limbah kaca yang paling optimum dan pengaruhnya terhadap kinerja campuran. Kinerja tersebut diukur melalui pengujian stabilitas, flow,  Marshall Quotient, rongga dalam campuran, rongga di antara mineral agregat, rongga terisi aspal, Marshall immersion, tegangan tarik tidak langsung dan Cantabro loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah kaca dengan proporsi 75% terhadap berat filler meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran sehingga lebih mampu untuk menerima pembebanan. Campuran dengan proporsi 75% filler limbah kaca menghasilkan nilai VIM dan VMA lebih kecil serta nilai VFB lebih besar yang mengindikasikan bahwa campuran memiliki daya ikat dan sifat saling mengunci yang kuat sehingga menghasilkan rongga lebih kecil serta selimut aspal lebih tebal. Berdasarkan hasil uji Marshall immersion dan Cantabro loss, campuran dengan proporsi tersebut lebih tahan terhadap rendaman air sehingga memiliki durabilitas lebih tinggi serta lebih tahan terhadap potensi disintegrasi. AbstractFiller is required in the asphalt concrete mixture to support the performance of pavement construction in order to withstand the traffic load. Various types of filler has been widely used, such as stone ash, portland cement and others. However, because of limitation of available natural resources, there has been a significant increase in the demand for using waste materials in pavement construction. In this study, waste glass was used as filler in asphalt concrete mixture. This study aims to determine the optimum percentage of waste glass filler and evaluate its effect on the performance of asphalt concrete mixtures.  The performance was measured in term of stability, flow, Marshall Quotient, voids in mix, voids in the mineral aggregate, voids filled with bitumen, Marshall immersion, indirect tensile strength and Cantabro loss. The results showed that using the percentage of waste glass of 75% by weight of filler increased stability and stiffness so that the mixture became stronger to withstand the load. The mixtures with a proportion of 75% waste glass filler have smaller VIM and VMA values and a larger VFB. It is indicated that the mixtures have strong bonding and interlocking properties resulting in smaller voids and thicker asphalt binder film thickness. Based on the results test of Marshall immersion and Cantabro loss, the mixtures with stated proportion more resistant to water immersion, resulting in higher durability and greater resistance to potency of disintegration. 
ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI KELAS TANAH, N-SPT, DAN KOHESI TAK TERDRAINASE Setiadi, Ridwan; Wulandari, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.7

Abstract

Jaringan syaraf tiruan (JST) adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk memprediksi sesuatu yang terlalu sulit untuk dimodelkan atau terlalu rumit diprogram melalui algoritma komputer biasa. Pada dasarnya, JST dibangun lalu dilatih untuk mengenali pola data pelatihan yang terdiri dari input dan target. Idealnya, JST yang sukses memiliki nilai kuadrat eror rata-rata atau mean squared-error (MSE) yang kecil dan jumlah data pelatihan yang berhasil dikenali besar. Ada tiga JST yang dibuat dalam penelitian ini, yaitu JST klasifikasi tanah, JST prediksi N-SPT, dan JST prediksi kohesi tak terdrainase. JST klasifikasi tanah memiliki MSE pelatihan senilai 0,0351 dan mampu mengenali 56 dari total 57 atau 98,2% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 0,6534 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi N-SPT memiliki MSE pelatihan senilai 0,368 dan mampu mengenali 29 dari 37 atau 78,38% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 1,4697 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi kohesi tak terdrainase memiliki MSE pelatihan senilai 0,0059 dan mampu mengenali 27 dari 28 atau 96,43% data pelatihan sementara MSE pengujiannya seniai 0,0225 dan mampu mengenali 9 dari 10 atau 90% data pengujian.
STUDI PENGURANGAN BIAYA FABRIKASI STRUKTUR DEK KAPAL DENGAN HYBRID GA Putra, Gerry Liston; Kitamura, Mitsuru; Takezawa, Akihiro
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.11

Abstract

AbstrakEfek dari krisis ekonomi global adalah menurunnya aktivitas ekspor dan impor yang mempengaruhi terhadap menurunnya permintaan pembangunan kapal baru. Hal ini mengakibatkan galangan kapal melakukan efisiensi di seluruh aspek untuk tetap bertahan salah satunya dengan mengurangi biaya produksi sebuah kapal. Banyak studi terkait pengurangan berat dan biaya yang telah dilakukan dengan menggunakan metode optimasi. Penulis memilih struktur dek kapal yang terdiri dari pelat dan stiffener sebagai studi kasus. Pada studi ini, penulis mengoptimasi biaya fabrikasi struktur dek kapal yang terdiri dari biaya material dan biaya pengelasan dengan menggunakan hybrid algoritma genetika yang mengkombinasikan algoritma genetika dan metode optimasi lanjut. Algoritma genetika mengoptimasi variabel desain diskrit yang terdiri dan jumlah stiffener dan ukuran stiffener sedangkan metode optimasi lainnya mengoptimalkan variabel desain kontinyu yang terdiri dari jarak stiffener dan ketebalan pelat. Penulis mengambil bagian dari dek kapal tanker menjadi target optimasi yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan data awal kapal. Hasil menunjukkan bahwa metode optimasi ini dapat mengurangi biaya fabrikasi dek kapal hingga 25 %.Kata-kata Kunci: Biaya Fabrikasi, Struktur dek, Hybrid GA, Variabel diskrit, Variabel kontinyu

Page 1 of 39 | Total Record : 382