cover
Contact Name
Waridah Muthiah S.Ds, M.Ds
Contact Email
waridah_m@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Narada
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : -
Jurnal Narada adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan wadah untuk mempublikasikan tulisan ilmiah: hasil penelitian, hasil pemikiran (gagsan konseptual), hasil perancangan karya desain, resensi buku bidang desain dan seni; dalam cakupan bidang: desain interior, desain grafis, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi desain fashion, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang-bidang perluasan dari peminatan seni lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
ART THERAPY SENI LUKIS EKSPRESIF UNTUK PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN DI UNIT INFORMASI LAYANAN SOSIAL (UILS) MERUYA Maftukha, Nina
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanArt therapy dengan melukis ekspresif mengintegrasikan berbagai jenis seni lukis dalam suasana yang aman dan tidak menghakimi untuk memfasilitasi penderita psikotik dalam penyembuhan. Untuk menggunakan seni secara ekspresif berarti masuk ke alam batin kita untuk menemukan perasaan dan mengekspresikannya melalui seni visual, gerakan, suara, tulisan atau drama. Proses ini mendorong pembebasan, pemahaman diri, wawasan dan membangkitkan kreativitas dan keadaan kesadaran transpersonal, sehingga dapat mempercepat masa penyembuhan dengan dimulai dari dalam diri dengan meluapkan ekspresi pada media lukis.Di sini posisi seni sebagai fenomena eksistensial menjembatani yang menyatukan ritual, imajinasi dan dunia mimpi dengan cara yang tidak dapat dilakukan aktivitas lain. Tujuan seni adalah untuk tidak mewakili penampilan luar, tetapi signifikansi batin mereka, sehingga bisa dikatakan bentuk simbolis perasaan manusia. Oleh karena itu, dicanangkan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat di Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Meruya Selatan yang dibawahi oleh Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. Hasil dari program ini adalah mempercepat proses penyembuhan penderita psikotik dengan media terapi penyembuhan untuk permasalahan gangguan kejiwaan dengan melukis ekspresi.Kata Kunci: Art Therapy, lukis ekspresif, penderita gangguan kejiwaan  AbstractArt therapy by expressive painting integrates various types of painting in a safe and non-judgemental atmosphere to facilitate psychotic sufferers in healing. To use art expressively means entering into our inner realms to discover feelings and express them through visual art, movement, sound, writing or drama. This process encourages liberation, self-understanding, insight and awakens creativity and transpersonal states of consciousness, thereby accelerating the healing period by expressing their fear, anxiety, or other psychiatric problems to the media.In this case, the position of art is as an existential bridging phenomenon that unites ritual, imagination and dream world in a way that no other activity can do. The purpose of art is not to represent the outward appearance, but their inner significance, so it can be said to be a symbolic form of human feelings. Therefore, it is proclaimed in a community service activity at Social Service Information Unit (UILS) South Meruya which is covered by Social House of Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. The result of this program is to accelerate the healing process of patients with psychiatric disorders by conducting expressive painting. Keywords: Art Therapy, expressive painting,  ekspresif, patient with psychiatric disorder
KAJIAN DESAIN INTERIOR KANTOR PT. PUPUK SRIWIDJAJA DENGAN KONSEP MODERN MINIMALIS Atmadi, Tunjung
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanDesain interior kantor secara langsung dapat mempresentasikan filosofi dan lingkungan kerja sebuah perusahaan. Desain yang keren dan eye catching bisa menjadi salah satu faktor kesuksesan perusahaan. Dengan lingkungan yang nyaman pemakai ruang bisa meningkatkan  produktivitas kerja. Seiring dengan  etos kerja yang baik, maka berdampak pula pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Tampilan interior kantor yang menarik, kreatif dan rapi pasti juga bisa meningkatkan mutu kantor tersebut.Kajian ini merupakan studi terhadap peranan gaya desain interior yang digunakan sebagai sarana untuk menciptakan citra atau image tertentu. Gaya dalam desain interior merupakan topik yang sangat kompleks, karena menyangkut terbentuknya persepsi oleh orang lain melalui citra perusahaan. Studi ini menjadi sangat penting bagi perusahaan yang ingin membentuk citra perusahaannya melalui desain interior. Desain interior yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan sekaligus meningkatkan citra perusahaan. Modern minimalis merupakan konsep yang sedang trend dan banyak disenangi oleh masyarakat, mahasiswa dan praktisi tentunya. Sehingga perpaduan antara modern dengan minimalis akan menjadikan ruang lebih fungsional dan dinamis.Kata Kunci: Desain, Interior, Modern, Minimalis AbstractInterior design office can directly present the philosophy and working environment of a company. Cool and eye catching design can be one factor in ensuring the company’s success. With a comfortable environment, users can increase their productivity. Along with a good work ethic, this could be a determined factor that will have an impact on overall company performance. Interesting, creative, and neat office interiors can improve the quality of the office.This research studies the role of interior design style to create a certain image. Styles in the interior design is a very complex topic, because it involves the formation of the perception by others through the company's image. This study is very important for companies that want to establish their corporate image through interior design. A comfortable interior design is expected to improve employee performance while enhancing the company's image. Modern minimalist concept is a present trend and much loved by the public, students and practitioners of course. So that a combination of modern with minimalist would make the space more functional and dynamic .Keywords : Design, interiors, Moderm, Minimalis
TINJAUAN ESTETIKA FOTO HITAM PUTIH PADA FOTOGRAFI LANSEKAP KARYA HENGKY KOENTJORO Salam, Junaidi
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan seseorang dalam apresiasi foto menjadi lebih baik bila menguasai banyak aspek teknis dan non-teknis fotografi. Sisi artistik saja belum cukup kuat untuk membuat foto tersebut menjadi menarik. Tanpa kemampuan teknis, seorang fotografer menghasilkan foto tanpa kualitas maksimal. Sebaliknya, tanpa sentuhan seni, foto yang dihasilkan tentu tanpa rasa. Kekuatan sebuah foto dibangun oleh sejumlah unsur, yakni, pilihan objek, cahaya, komposisi, angle dan momen. Fotografer perlu untuk mengkaji obyek, menyeleksi, memilih dengan mendekatkan atau menjauh, mencari posisi untuk mendapatkan angle yang baik serta menunggu momen. Obyek studi penulisan ini adalah karya fotografi fine art karya Hengki Koentjoro dengan teknik long exposure. Secara umum, fine art photography didefinisikan sebagai gabungan karya seni dan fotogarafi yang dilakukan dengan kecermatan, ketelitian, presisi, dan perhitungan matang. Dimulai dari ide, konsep, pra-visualisasi, pengambilan gambar, penerapan teknik, termasuk keahlian mencetak gambar. Teknik long exsposure mengacu pada shutter speed yang lama, yakni teknik khusus untuk mengambil foto dengan membuka shutter kamera untuk waktu yang lama. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya memasuki kamera sampai shutter tertutup. Secara teknis, kamera membaca lebih banyak data dari subjek, mengumpulkan detail-detail, dan menciptakan efek blurring pada subjek yang bergerak. Ada banyak cara membuat efek blurring yang dapat digambarkan dalam fotografi, hanya praktek dan eksperimentasi yang memungkinkan untuk memahami dan memprediksi efek long exposure dalam kaitannya dengan waktu dan gerak.Kata kunci : fine art, long exposure, fotografi, lansekap, Hengki Koentjoro AbstractA person’s ability in appreciating a photo  tends to be better when using many aspects of technical and non-technical photography. Sometimes the artistic side is not strong enough to make a photo looks interesting. Without technical ability, a photographer produces images without maximum quality. Without a touch of art, the resulting picture is certainly without taste. The power of a photo is built from different elements, such as  the choice of objects, light, composition, angle and moment. A photographer also has to examine and select an object,  find a good position and angle, and wait for the moment. This research focuses in studying Hengki Koentjoro’s fine art photography with long exsposure technique. Like a piece of art, fine art photography was done with precision, precision, precision, and mature calculations. Starting from idea, concept, pre visualization, shooting, application of technique, including the skill of photo printing. Long exsposure is a special technique to take photos by opening the camera shutter for a long time. This allows more light to the camera until shutter is closed. Technically, the camera reads more data from the subject, a collection of details, and the effect is blurring on a moving subject. There are many ways to create blurry effects in photography, only practice and experimentats that allow viewers  to understand and predict the effect of long-exposure shoots, in its relation with time and motion.Keywords : fine art, long exposure, photography, landscape, Hengki Koentjoro
TINJAUAN FUNGSI BANTAL SOFA/CUSHION PADA CAFÉ COLLETTE & LOLA Aswan, Rifki; Chotijah, Nurullah Gati
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanBantal sofa/cushion merupakan aksesori pelengkap sofa. Bantal cushion memiliki banyak fungsi. Bantal cushion yang diterapkan pada Cafe Colette & Lola memiliki warna yang senada dengan tema yaitu “girly & lucu” dan konsep ruangan cafenya yaitu “Cake & Dream”. Bantal cushion merupakan point of interest dalam sebuah ruang, karena ketiadaan bantal cushion akan membuat sofa menjadi polos dan kurang menarik. Bentuk yang diterapkan antara sofa dan bantal cushion terlihat kontras, namun hal itu bisa diatasi karena adanya transisi bentuk yang ada pada ruang cafe.  Pengembangan fungsi dilakukan untuk menambah unsur kenyamanan dan memaksimalkan fungsi.Kata Kunci: bantal cushion, fungsi, bentuk, warna, pengembangan AbstractCushion is a complementary sofa accessories. Cushion has many functions. Colette & Lola Cafe’s cushions has matching color with “girly and cute” theme and “cake and dream” concept. Cushion is a point of interest in a room, because without cushion, the sofa becomes plain and less interesting. The shape of cushions are contrast if compared to the the sofa, but it the transition of shapes in thr interior of the cafe can overcome their differences. This study is conducted to analyze the design and function of Collette & Lola’s cushions as a background study in order to increase the comfort element and maximize its function.Keywords : Function cushion, shape, color, development
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-3 DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA MELALUI PENGGUNAAN MODEL EXAMPLES – NON-EXAMPLES DI SMP NEGERI 12 PADANG Aisyah, Siti
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanTujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran seni rupa dengan menggunakan model Examples - Non Examples (2) mengetahui peningkatkan hasil belajar  siswa dalam pembelajaran seni rupa dengan menggunakan model Examples Non Examples. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Examples Non Examples. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VII 3 SMP Negeri 12 Padang, teknik pengumpulan data dengan observasi, catatan lapangan, angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase motivasi belajar, rata-rata hasil belajar, uji t dan rumus peningkatan hasil belajar.  Temuan penelitian yaitu (1) terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I yaitu 3,25 ke siklus II yaitu 4,01. (2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari nilai pra siklus yaitu 64,24 ke siklus I yaitu 72,24 dan siklus II 84,14.Kata Kunci: Motivasi, Hasil belajar, model Examples Non Examples AbstractThe purpose of this research are: (1) to find out the increase of student’s motivation in fine art study using Examples - Non Examples model (2) to find out the increase of student’s result in fine art study using Examples - Non Examples. This research is conducted by using Examples - Non Examples model, by studying the students of class VII 3 SMPN 12 Padang using direct observation method. Data are gained from field notes, questionnaire, and student’s test results. The result are (1) there is an increase of student’s motivation from siklus I (3, 25) to siklus II (4, 01); (2) there is an increase of student’s learning outcomes from pra siklus (64, 24) to siklus I (72, 24) and siklus II (84, 14).Keywords: Motivation, learning outcomes, Examples Non Examples models
KAJIAN STRUKTUR POSTER ’HOPE’ BARRACK OBAMA Bramantha, Octavianus
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanSebagai seorang calon presiden pada pemilu di Amerika Serikat 2009 silam, Obama menjadi kandidat yang sangat berbeda dibandingkan dengan kandidat lainnya. Hal yang membedakan Obama bukan saja dari sisi rasial, tetapi juga dari strategi kampanyenya. Beberapa seniman tergerak untuk mendukung Obama menjadi pemimpin tertinggi Amerika saat itu, termasuk Shepard Fairey yang sudah dikenal baik sebagai seniman urban. Karya-karya sebelumnya yang banyak menyinggung masalah-masalah politik, isu-isu rasial dan juga masalah ekonomi, menjadi dasar dalam pembuatan karya poster ini. Fairey yang juga warga Amerika mempunyai harapan kepada Obama untuk menjadi presiden. Harapan-harapan itu ia suarakan melalui karya poster-poster yang kini menjadi ikon selama masa kampanye Obama.Pada penelitian ini, objek utama penelitian adalah poster ‘HOPE’ Barrack Obama. Penelitian terfokus untuk mengkaji struktur demi struktur elemen-elemen yang terdapat pada poster, juga tanda dan pesan yang dapat disampaikan pada poster ini.Kata Kunci : Poster, Obama, Kampanye AbstractAs a presidential candidate on United States’ last 2009 election, Obama became a very different candidate if compared with the other candidates. Obama was distinguished not only in terms of racial, but also because of his campaign strategy. Some artists moved to support Obama to be the supreme leader of America at the time, including Shepard Fairey, who was already well known as an urban artist. His previous works that took up many political issues, racial, and economic problems, are the basis in making this poster. This poster also reflects Fairey’s hope as citizen for Obama to be president of the United States. His hopes were voiced via the posters that were iconic during the campaign period.This study is reviewing Barrack Obama’s 'HOPE' campaign poster by analyzing its structure and visual elements, as well as signs and messages that were conveyed.Keywords : Poster, Obama, Campaign
Sistematika Penulisan Jurnal Narada Jurnal Narada, Editor
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TINJAUAN DESAIN BEAUTY CASE DI KALANGAN MAKE-UP ARTIST JAKARTA Muthi'ah, Waridah; Octavianti, Riestiana; Nurwahyuni, Mufidah Siti
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan kebutuhan tata rias, muncul profesi penata rias profesional (profesional make-up artist). Dalam pekerjaan ini, penata rias dituntut untuk dapat menangani klien dengan beragam karakter wajah dan tujuan. Beauty case digunakan untuk menempatkan peralatan ini sekaligus mempermudah mobilitas. Penelitian ini terfokus pada kajian mengenai struktur dan material untuk memahami kelebihan dan kelemahan desain yang ada, serta kebutuhan penata rias untuk memahami fitur-fitur yang perlu untuk dikembangkan. Obyek studi adalah kecenderungan desain beauty case di kalangan penata rias profesional di Jakarta, khususnya dari segi struktur dan material, kebutuhan penata rias profesional mengenai beauty case, serta kelebihan dan kekurangan desain yang ada. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian terhadap sample, ditemukan bahwa beauty case yang ada cenderung memiliki konsep bersekat untuk memudahkan organisasi peralatan dan bahan makeup dengan sistem engsel geser-naik. Namun, beauty case tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan dalam menata rias. Responden menyatakan bahwa mereka menginginkan beauty case yang aman bagi kosmetik yang rentan (mudah tumpah atau patah), memiliki wadah dengan ukuran yang berbeda, banyak sekat, memiliki lampu yang tidak sulit dioperasikan dan penyimpanannya, serta ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.Kata Kunci: Struktur, Material, Kebutuhan, beauty case, penata rias AbstractProfessional make up artist is a new profession which is born due to the high demands in cosmetology. Makeup artists are required to handle clients with different face types and goals. To support their work, beauty cases are used to put their equipments and mateials, and at the same time facilitaties mobility. This research focuses on the study of structures and materials of beauty case to understand the advantages and disadvantages of existing designs, as well as understanding features that need to be developed in order to facilitate user’s needs. The subject of the study is the tendency of beauty case design among profesional makeup artists in Jakarta, especially in terms of structure and materials, user’s needs in their line of work, as well as the advantages and disadvantages of existing beauty case designs, using qualitative and quantitative method. It was found that beauty cases tend to have a sealed concept to facilitate the organization of equipment and makeup materials with a sliding-up hinge system. However, the beauty case is still not able to meet all user’s needs. Respondents stated that they wanted beauty cases that are safe for fragile cosmetics, to avoid them being spilled or broken, have different sized containers, lots of bulkheads, have lights that are not hard to operate and stored, and customizable size that can be adjusted to their needs.Keywords: Structure, Material, Needs, beauty case, makeup artist
PENGARUH DESAIN INTERIOR PADA FAKTOR KENYAMANAN PASIEN DI RUANG TUNGGU UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Nadaa, Zulfiska
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanKenyamanan ruang tunggu rumah sakit merupakan salah satu elemen penting yang tak hanya mempengaruhi image rumah sakit, tetapi juga bagi pasien. Ruang tunggu yang tidak nyaman, tidak membantu meringankan penderitan pasien padahal waktu yang di habiskan di ruang tunggu cenderung paling banyak di bandingkan pada ruang atau tempat lain. Kurangnya kesadaran bahwa ruang tungguyang nyaman secara psikologis dapat mempengaruhi pasien, dan menampilkan image yang baik bagi rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh factor eksternal interior dapat secara psikologis mempengaruhi kenyamanan pasien. Manfaat bagi pengunjung agar dapat mampu mengurangi perasaan tidak nyaman ketika ditempatkan dalam posisi harus menunggu. Faktor pengguna perlu di perhatikan sebagai patokan dalam mendesain interior ruang tunggu, dan belum adalanya standar ruang tunggu yang nyaman di Indonesia. Rasa nyaman (comfort) pada ruang tunggu dapat dicapai melalui penataan interior yang sesuai bagi penggunanya. Faktor yang perlu di perhatikan seperti warna, tekstur, furniture dan pencahayaan memberi pengaruh psikologis yang menunjang terciptanya rasa nyaman.Kata Kunci: kenyamanan, ruang tunggu, rumah sakit, psikologis  AbstractComfortability of a hospital waiting room is an important aspect not only for the hospital, but also for the patient’s wellbeing. Due to the long time that have to be spent in order to wait for a treatment procedure, uncomfortable waiting room would be contraproductive in lessening or relieving the patient’s pain, anxiety, grief, or fear. While waiting, people tend to concentrate on the details of their surroundings, make the interior design more noticeable. A comfortable waiting room can affect the patient psychologically, and also build a positive image for the hospital itself. Nevertheless, there are no standardization for waiting room design in Indonesia. The aim of this research is to study the external factors of interior design and their effects to the patient’s psychological comfort. This research is meant to help patient to reduce any uncomfortability while waiting. The sense of comfort in a waiting room can be achieved by designing interior that accomodate user’s needs, therefore user factor needs to be counted in designing waiting room. Factors such as color, texture, furniture, and illumination can give psychological effects that support the sense of comfort.Keywords: Comfort, waiting room, hospital, psychological effect
Representasi Gerobak Sepeda Sebagai Alat Pengangkut Barang Bekas ramadhan, ali
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bicycle cart as one of the tools used to help humans do their work. A carrier is a tool used to move objects to the desired place. By using a bicycle cart, humans can carry heavy loads from one place to another. Used goods are goods that are considered has been exhausted because it can not be used anymore so it will tend to be discarded by the owner.By using descriptive qualitative research method, this research is expected to represent bicycle cart as one of the tools used to transport used goods that can help scavengers in doing their work.In the eyes of scavengers, used goods still have value. So taken for re-sale. A scavenger uses a bicycle cart to be able to transport used goods in order to be resold but with a certain period until the cart is considered to be quite a lot of transport. So it takes time to collect used goods. So the bike cart can switch function as a second home for scavengers.