cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Orbith
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
ORBITH Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial adalah wadah informasi berbagai bidang ilmu berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali tahun 2005, dengan frekuensi terbit tiga kali dalam satu tahun pada bulan Maret, Juli dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
STRATEGI PENETAPAN HARGA PADA BISNIS RITEL Sarjono, Bambang
Orbith Vol 10, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak bisnis ritel dalam satu wilayah, semakin tajam persaingan yang dihadapi. Sehingga para pelaku bisnis ritel  dihadapkan pada kemampuan untuk memenangkan dalam persaingan dan paling tidak mempertahankan kelangsunan hidupnya.  Agar bisnis ritel mampu bertahan dalam persaingan bisnis maka diperlukan penerapan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalahstrategi  harga. Beberapa strategi harga pada bisnis ritel dapat dilakukan melalui : potongan harga, diskrimininasi harga,  harga phiskologis, promosi harga,  harga rendah, harga wajar, harga berorientasi pesaing dan harga promosi. Penetapan harga  membutuhkan analisa bauran produk, strategi penetapan merk, kualitas serta fitur produk. Pada dasarnya strategi harga ini diterapkan untuk berorientasi kepadakepuasan  konsumen, agar para pelanggan mau dan sering berkunjung untuk membeli ulang berbagai produk yang ditawarkan.   
EVALUASI SETTING RELE JARAK GARDU INDUK UNGARAN JARINGAN 150kV ARAH KRAPYAK-2 Jamaah, Akhmad
Orbith Vol 10, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran transmisi memiliki peranan yang penting dalam penyaluran energi listrik. Transmisi perperan menyalurkan energy listrik tegangan tinggi ke tegangan rendah yang kemudian akan didistribusikan sampai ke konsumen. Karena pentingnya peranan saluran transmisi, maka diperlukan proteksi yang baik untuk menjaga keandalan penyaluran energy listrik. Salah satu proteksi yang digunakan pada sistemtransmisi 150 kV adalah rele jarak (Distance Relay). Rele ini bekerja sebagai main protection pada saluran transmisi dengan mengukur besarnya impedansi gangguan. Rele jarak harus dapat melindungi instalasi dari kerusakan akibat gangguan sistem yang berupa hubung singkat. Setting pada rele jarak berpengaruh terhadap kinerja pengamanan saluran transmisi. Setting yang tidak tepat dapat menyebabkan rele tersebut gagal bekerja, sehingga penanganan gangguan membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya simulasi gangguan untuk dapat mengetahui keandalan kerja rele tersebut. Simulasi ini dilakukan dengan menghitung arus dan teganganhubung singkat, sehingga besarnya impedansi gangguan dapat diketahui. Berdasarkan simulasi tersebut terlihat bahwa besarnya impedansi gangguan lebih kecil dari impedansi setting, sehingga rele jarak masih dapat mengamankan saluran.
APLIKASI HSE PLAN PROYEK PERAPIAN INSTALASI KABEL DI TBBM BOYOLALI Suhendro, Suhendro
Orbith Vol 11, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktuselesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,[1] dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalubersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (OperasiProduksi)[2], dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik. Menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan, buruh pelabuhan, rekanan, pelanggan dan pengunjung. Dengan memperhatikan Aspek Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan berusaha mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK), Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan pencemaran terhadap lingkungan kerja maupun lingkungan sekitarnya, menjamin bahwa setiap kegiatan operasional tidak mengakibatkan risiko cidera, Penyakit Akibat Kerja (PAK), kerugian, atau berdampak negatif  bagi karyawan, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.  Mematuhi semua peraturan yang berlaku baik untuk aspek keselamatan dan kesehatan kerja maupun lingkungan dan menempatkan SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pada posisi sejajar, beriringan, dan setara dengan Sistem Manajemen lainnya. Melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 secara berkesinambungan.  Memastikan Bahwa Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV Adi Utama telah dikomunikasikan, dimengerti, dan dipatuhi oleh seluruh karyawan dan pihak terkait lainnya.
CUACA PANAS BERPENGARUH TERHADAP TERJADINYA KEBAKARAN DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK Subagyo, Amir
Orbith Vol 11, No 3 (2015): November 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran rumah khususnya di perumahan padat penduduk atau gedung perkantoran sering sekali terjadi pada musim kemarau atau pada kondisi cuaca panas. Udara kering, kurangnya kelembaban menyebabkan bahan-bahan bakar disekitar titik api dan oksigen yang cukup memudahkan tersulutnya bahan bakar menjadi nyala api. Kebakaran terjadi karena tiga unsur yakni bahan bakar, panas dan oksigen. Cuaca yang panas dan kering mempercepat terjadinya penjalaran api, sehingga sulit untuk diatasi karena terjadinya kebakaran melalui tiga fase, fase  penyalaan dan pertumbuhan,fase pembakaran dan fase surut. Mengatasi kebakaran sangat sulit jika terjadi pada fase pembakaran dalam kondisi puncak, dan pada daerah yang luas terjadinya bisa bersamaan dan bergantian sehingga sulit untuk memadamkan nyala api. Daerah dengan jalan yang sempit dan kurang tersedianya bahan pemadam api menjadikan operasi pemadaman menjadi sulit, sehingga kebakaran menjadi meluas dan membesar. Bagaimanapun kebakaran menyebabkan kerugian materiil dan imateriil. Mitigasi bencanakebakaran menjadi penting, untuk itu kesiapan masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam menghadapi kejadian ini. Pemicu kebakaran sebagian besar disebakan karena hubungsingkat arus listrik, penggunaan listrik yang kurang baik dan kurangnya pemeliharaan dan pengontrolan peralatan listrik.
ANALISIS FAKTOR LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP PENJUALAN PRODUK Sarjono, Bambang
Orbith Vol 11, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faiktor lokasi dan promosi terhadap penjualan  produk. Dari hasil analisa diperoleh, bahwa faktor lokasi dan promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan  produk. Disamping itu juga ditemukan, bahwa masing-masing faktor lokasi dan promosi  secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjulan produk. Sehingga dapat dikatakan bahwa bangunan teori yang menyatakan bahwa pilihan lokasi yang tepat dan baik dan peningkatan aktivitas promosi akan meningkatkan penjualan produk dapat diterima sebagai teorikausalitas.
POLA STRUKTUR ORGANISASI MANAJEMEN KUALITAS PADA KONTRAKTOR BESAR DI INDONESIA Susilowati, Fajar
Orbith Vol 12, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui studi mengenai pola struktur organisasi manajemen kualitas ini dimaksudkan untuk memberi gambaran (deskriptif) tentang tipe struktur organisasi manajemen kualitas yang ada pada kontraktor besar di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey pada 5 (lima) perusahaan kontraktor besar dan wawancara terhadap pimpinan masing-masing perusahaan pada level manager atau bagian wakil manajemen (management representative). Analisis dilakukan dengan memetakan pola dan bentuk struktur organisasi yang ada pada masing-masing perusahaan berdasarkan lingkup wewenang dan tanggung jawab bagian struktur organisasi terkait dengan manajemen kualitas. Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa struktur organisasi manajemen kualitas pada kontraktor besar di Indonesia dapat dibedakan menjadi struktur organisasi manajemen kualitas pada perusahaan dan proyek. disebut sebagai wakil manajemen (management representative) yang bertanggung jawab terhadap manajemen kualitas dari semua proyek yang ditangani oleh perusahaan. Wakil manajemen (management representative) memberikan pertanggungjawaban kepada Direktur Utama atau Direktorat Khusus dalam suatu perusahaan. Sedangkan bagian manajemen kualitas pada struktur organisasi proyek sering disebut sebagai wakil proyek (project reperesentative) yang memberikan pertanggungjawaban secara langsung kepada Manajer Proyek.Berdasarkan kesimpulan yang ada tersebut diharapkan dapat digunakan dalam membantu para kontraktor untuk menentukan atau memperbaiki struktur organisasi yang mereka miliki, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya saing perusahaan.
ANALISIS JABATAN DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Sugijono, Sugijono
Orbith Vol 12, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis jabatan sebagai bagian dari manajemen sumber daya manusia dalam organisasi merupakanpenentuan isi dari suatu jabatan yang meliputi tugas, tanggung jawab, kewenangan, kondisi kerja,pendidikan, keahlian, kemampuan, pengalaman kerja, dan hubungan dengan jabatan lain dalamorganisasi, serta persyaratan jabatan yang dibutuhkan seorang karyawan agar mampu melaksanakantugas pekerjaan dalam jabatan yang diembannya dengan baik. Analisis jabatan harus dilaksanakan dengan menganalisis aspek kegiatan pelaksanaan pekerjaan mengenai apa yang sebenarnya dikerjakanoleh pemangku jabatan, dan aspek persyaratan dari pemangku jabatan mengenai syarat-syarat yangharus dipenuhi oleh pemangku jabatan agar dapat melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan baik.Untuk menganalisis dua aspek itu diperlukan informasi-informasi : jabatan, persyaratan jabatan,perilaku, peralatan yang dibutuhkan, standar kinerja, dan konteks pekerjaan. Informasi-informasitersebut dapat dikumpulkan dengan metode-metode : wawancara, diskusi panel para ahli, kuesioner,buku harian kerja, dan pengamatan. Hasil analisis jabatan dapat disajikan dalam bentuk-bentuk :deskripsi jabatan, persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan, dan desain pekerjaan.
BISNIS ARISAN SEPEDA MOTOR SISTEM LELANG MERUPAKAN SUBSIDI SILANG ANTAR ANGGOTA Juwarta, Juwarta
Orbith Vol 11, No 3 (2015): November 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendirikan organisasi arisan sepeda motor sangat membutuhkan perencanaan yang matang untukmempersiapkan segala sesuatu yang mendukung.  Pertama-tama langkah yang diperlukan adalahmengumpulkan anggota sesuai dengan tujuan dan target yang diinginkan.  Langkah selanjutnya adalahpelaksanaan arisan sepeda moptor sistem lelang dengan jangka waktu tertentu sampai dengan semuaanggota melaksanakan kewajiban dan memperoleh hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan AnggaranTumah Tangga sangat diperlukan guna memperlancar kegiatan arisan.  Kebiasaan yang terjadikarenasistem arisan sepeda motor tersebut sistem lelang yang mengambil dulu memberi subsidi kepada yangmengambil haknya lebih belakangan, karena pengeluaran sampai dengan selesai lebih banyak yangmengambil haknya terlebih dahulu.
RANCANG BANGUN UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY (UPS) 1300 VA Warjono, Sulistyo; Suryono, Suryono
Orbith Vol 11, No 3 (2015): November 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik untuk mensuplai peralatan elektronik semakin meningkat. Banyakpemadaman listrik yang dilakukan pada daerah-daerah secara bergiliran  karena kapasitas beban sudahmelebihi kapasitas yang telah ditentukan. Energi listrik yang disalurkan oleh PLN kepada konsumentidak selamanya berjalan baik, sewaktu–waktu energi listrik tersebut dapat padam. Maka perludiupayakan adanya sumber energi listrik alternatif. Uninterruptible Power Supply (UPS) dimanfaatkansebagai peralatan elektronik yang dapat bekerja dalam kondisi sumber energi listrik PLN padam. DalamUPS digunakan peralatan penyearah yangberupa bridge rectifier bertujuan untuk menyearahkantegangan ACmenjadi tegangan DC yang digunakan untuk pengisian batere (aki).  Untuk mendapatkantegangan listrik sebesar 220 Volt dari batere 12Volt diperlukan rangkaian inverter.
APLIKASI TEKNOLOGI MICROSTRIP PADA ALAT UKUR KOEFISIEN PANTUL Subagio, Budi Basuki
Orbith Vol 11, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat ukur Koefisien Pantul memanfaatkan teknologi microstrip, merupakan suatu alat ukur rasio gelombang berdiri (standing wave ratio/SWR). Perhitungan ukuran jarak, lebar strip konduktor dansemua parameter-parameter menggunakan prinsip dasar teknologi mikrostrip saluran parallel. Alat ukur ini mempunyai kemampuan untuk mengukur Koefisien Pantul pada sinyal RF dalam cakupan frekuensi antara 3,5 MHz sampai 950 MHz. Dari hasil pengujian diperoleh jarak antar konduktor 1,56 cm. Untuk memperoleh impedansi 50  maka ditentukan lebar strip konduktor masing-masing 6,3 mm, sedangkanuntuk mendeteksi sinyal yang akan diukur digunakan dioda germanium. Dari hasil pengujian alat ukur ini mempunyai kemampuan akurasi pengukuran sampai 950 MHz.

Page 1 of 14 | Total Record : 132