cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019" : 20 Documents clear
Analisis Perbedaan Luas Permukaaan Pelet Adsorben dari Abu Layang yang Terikat Silang Glutaraldehyd Syauqiah, Isna; Utami, Umi Baroroh Lili; Yusniar, Meina Wulansari
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.5927

Abstract

Karakterisasi pori dari pellet komposit abu layang dan kitosan sebagai adsorben telah dilakukan. Komposit adsorben dibuat dengan campuran abu layang dan kitosan yang diikat silang menggunakan glutaraldehyd dengan perbandingan setiap 2 g, 3 g dan 4 g abu layang dalam 20 mL larutan kitosan yang sudah dilarutkan dalam larutan 5% asam oksalat. Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan Gas Sorption Analyzer untuk mengetahui karakter pori dari abu layang, kitosan dan adsorben komposit. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa adsorben dengan abu layang sebanyak 3 g dalam 20 mL larutan kitosan memiliki luas permukaan dan volume total pori terbesar yaitu 31,00 m2/g dan 4,54 (e-02 cc/g) dan rerata jari pori terkecil yaitu 29,30 Å. Serta identifikasi gugus fungsi komposit abu layang-kitosan dari spektrofotometer inframerah menunjukkan adanya gugus fungsional untuk menyerap logam berat yang terlihat pada bilangan gelombang 3433 dan 2932 cm-1.
Sistem Pengendalian Suhu dan Kelembaban Kumbung Jamur Tiram secara Realtime Menggunakan Esp8266 Arafat, Arafat; Puspitasari, Desy Ika; Wagino, Wagino
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.5928

Abstract

Oyster Mushroom is one of the high-value consumption mushrooms. The development of mushroom experienced rapid growth marked by the increasing number of farmers breeding mushroom is directly proportional to number of mushroom food business. The process of mushroom cultivation in mushroom’s greenhouse depends on physical factors such as temperature, humidity, light, pH of planting medium, and air aeration. Watering activity is done if the condition and humidity of mushroom's greenhouse was dry, three times a day at the morning, afternoon and evening. If the conditions of temperature and humidity fluctuate in the current seasons, it is not enough to be sprayed. High temperature and humidity fluctuations disturbed harvest. The results of this research are realtime temperature and humidity control system, esp8266 12-F and DHT22 sensor to read humidity value that can do watering and keep humidity greenhouse. The best humidity limit is 65% and maximum is 80%. If the humidity condition reaches 65%, then esp8266 will activate the relay to turn on the DC pump machine and nozzle spray. If humidity reached 80%, then esp8266 will turn off the DC pump. 80% humidity limit setting to avoid mushrooms from getting too wet. Humidity conditions monitored with android smartphone in realtime.
Pembuatan Sistem Monitoring Temperatur, pH dan Salinitas Tambak Ikan Secara Nirkabel Fahrudin, Arfan Eko; Shadiq, Said Ja'far; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6156

Abstract

− The quality of water hold on important rule in the field of fisheries, especially in cultivation activities. Parameters of water quality are often observed such as temperature, pH, salinity, and others. The influence of water quality on cultivation activity is very important therefore supervision of water quality parameters is absolute done by cultivators. This research  had created the quality of water monitoring system in fishponds wirelessly. The system consist of the transmitter that integrated with LM35 sensor, pH meter kit sensor and conductivity sensor as measurer of water quality, and the receiver receive datum transmitted wirelessly with nRF24L01 module a long 5 meters distance from transmitter. The receiver equipped with an interface with PC which can save data measurement automatically to Microsoft Excel. The results of the validation of the measurement instrument obtained  average of error relative to measurement were 0.01 0C for temperature, 0.005 for pH and 0.008 ppt for salinity. In summary, the measurement of water quality in surface water fishponds of temperature is 29oC until 38oC, pH is 8,6 until 11,9 and salinity is 12 until 21 ppt.
Prototipe Penentu Kadar Karet Kering (K3) Lateks (Hevea Brasiliensis) Menggunakan Metode Kapasitif Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 Harnawan, Ade Agung; Anggraini, Mawar Resty; Sugriwan, Iwan
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6151

Abstract

The latex K3 determinant prototype using the ATMEGA8535 microcontroller based capacitive method was completed . K3 measuring system is arranged in several systems, there are parallel plate capacitive sensors, multivibrator, frequency to voltage converter, non inverting amplifier, ATMega8535 microcontroller module and 16x2 character LCD. The value of the latex capacitance is converted into a frequency by a multivibrator, then the frequency is converted to voltage and connected to the microcontroller to be processed and displayed the K3 value of latex on the LCD. The voltage characterization processes with a K3 value produces a K3 characteristic equation = - 19.996v + 54,831. These equations are processed in the BASCOM AVR program which is embedded in the microcontroller. The determination of K3 is used capacitive sensor which functions to read changes in the dielectric constant of latex , which has dimensions of 2.5 x 2.5cm with a distance between pieces of 0.6cm. In testing, the prototype can determine the value of K3 from 18% to 28% and the difference in K3 values from 0.3% to 1.2% compared to industrial measurements.
Sintesis dan Karakterisasi Silicon Carbide (SiC) dari Sekam Padi Menggunakan Metode Reduksi Magnesiotermik Sulaeman, Ahmad Sofyan; Arjo, Sugianto; Maddu, Akhiruddin
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6146

Abstract

Silicon Carbide (SiC) merupakan material keramik non-oksida yang memiliki tingkat kekerasan, titik leleh, dan konduktivitas termal yang tinggi. SiC dapat disintesis menggunakan prekursor silika (SiO2) dan karbon (C) dengan memanfaatkan SiO2 sebagai sumber silikon (Si). SiC telah disintesis dari sekam padimenggunakan prekursor SiO2 dan C dengan metode reduksi magnesiotermik. Sintesis SiC dilakukan dengan mencampurkan SiO2 dan C pada perbandingan rasio 1:3, kemudian diberi penambahan magnesium (Mg) dengan variasi massa dari 1,0 g, 1,5 g, dan 2,0 g. Selanjutnya, semua sampel dipanaskan dalam furnace pada temperatur 600 C selama 3 jam. Fase terbentuknya SiC diindikasikan dengan warna fisik pada setiap sampel yang berubah dari abu-abu menjadi putih kehijauan. Selanjutnya serbuk SiC dikarakterisasi menggunakan fourier transform infrared (FTIR) untuk mengetahui gugus fungsi dan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengetahui derajat kristalinitas, sudut difraksi 2 , dan jarak antar kisi (d). Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya ikatan Si–C pada bilangan gelombang  786,89 – 941,19 cm-1. SiC yang diperoleh pada semua sampel memiliki struktur kubik (β-phase) atau dapat disebut β–SiC dengan karakteristik dhkl (111) dan parameter kisi pada kisaran 0,43 nm berdasarkan analisa menggunakan XRD. Penambahan 1 g Mg menghasilkan SiC yang terbaik dengan puncak intensitas difraksi 54 a.u pada sudut 36,04 . Semakin tinggi penambahan Mg pada proses sintesis menyebabkan penurunan intensitas, derajat kristalinitas, dan memperbesar ukuran kristal β–SiC. β–SiC yang disintesis dari sekam padi dengan temperatur rendah ini dapat diaplikasikan sebagai material keramik. Namun, diperlukan karakterisasi lebih lanjut menggunakan thermogravimetrical analysis (TGA) untuk mengetahui titik leleh serbuk SiC.
Pemanfaatan Sistem Alat Ukur Kadar Gas Metana (Ch4), Suhu dan Kelembaban pada Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Sugriwan, Iwan; Ramdani, Adi Saputra; Fahrudin, Arfan Eko; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6157

Abstract

Alat ukur kadar gas metana (CH4), suhu dan kelembaban telah dilakukan. Alat ukur ini dapat diaplikasikan di perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Alat ukur ini terdiri dari sensor TGS2611, sensor SHT11, catu daya, voltage follower, mikrokontroler ATMega8535 dan LCD karakter 16x2. Tegangan keluaran sensor TGS2611 dikondisikan dengan rangkaian voltage follower kemudian dihubungkan dengan ADC internal mikrokontroler ATMega8535. Persamaan karakteristik sensor TGS2611 ditentukan dengan cara mengambil beberapa data kadar gas metana dan tegangan keluaran sensor pada datasheet sensor TGS2611 kemudian dibuat grafik persamaan karakteristiknya, sehingga diperoleh persamaan karakteristik sensor V=0,544ln(x)-2,113, dengan V adalah tegangan keluaran sensor dan x adalah kadar gas metana (ppm). Sensor SHT11 merupakan sensor digital yang sudah terkalibrasi pabrik, sehingga sensor SHT11 bisa langsung dihubungkan dengan catu daya, lalu data dari sensor dihubungkan ke mikrokontroler ATMega8535. Data hasil pengukuran ditampilkan pada LCD karakter 16x2 dan ditampilkan pada komputer dengan program yang telah dibuat menggunakan Delphi 7.0. Data hasil pengukuran juga tersimpan dalam database. Hasil pengukuran yang dilakukan selama 2 hari dengan durasi pengukuran satu setengah jam pada hari pertama dan 2 jam pada hari kedua menyatakan bahwa keberadaan gas metana tidak terdeteksi di kebun kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut. Pada hari pertama pengukuran nilai suhu udara berkisar antara 28,8 0C – 30 0C dan nilai kelembaban udara berkisar 87,6% - 89,6%. Pada hari kedua pengukuran nilai suhu udara berkisar antara 26,6 0C - 33,1 0C dan nilai kelembaban udara berkisar 85,1% - 88,4%.
Pembuatan Alat Ukur Distribusi Bunyi dalam Ruang, secara Nirkabel Berbasis Mikrokontroler Tu’u, Deanu Haratinu; Sugriwan, Iwan; Fahrudin, Arfan Eko
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6152

Abstract

Sound distribution and background noise, is an important aspect in the making of study-purposed room. Properly distributed sound would ensure everyone in the room to hear the same quality of sound. Good sound quality is defined as a sound that did not diminish its character (sound intensity and sound clarity) significantly to its sound source. In this research, has been fabricated an in-room sound distribution measuring instrument, based on the Arduino microcontroller that equipped with nRF24L01 to be wirelessly functionated. The fabricated measuring instrument consist of 4 transmitter devices and 2 receiver devices. The transmitter devices is an Arduino Pro Mini microcontroller that equipped with nRF24L01 and a sound sensor. The receiver devices is an Arduino Nano microcontroller equipped with nRF24L01, that connected to a PC, and an Arduino Pro Mini microcontroller equipped with nRF24L01 that connected to a speaker. The fabricated measuring instrument equipped with a Python 2.7-based acquisition software to acquire data in real time and store it in CSV (Comma Separated Value) format. Test was carried out to the transmitter devices that equipped with a sound sensor and the receiver device that connected to a speaker. The transmitter devices was compared with a standard sound level meter, and showed 0,65% - 1,24% of error percentage. The test made to receiver device showed that sound intensity of 100 dB could only be achieved with frequency of 2000 Hz and 3000 Hz. On  the measurement of sound distribution, the primary data of Einstein Hall sound distribution has been obtained, with 16 sound level measuring point, 7 variations of sound source position, and 5 variations of sound source frequency.The background noise measurement of Einstein Hall of the FMIPA ULM, showed the value varied between 57 dB – 60,56 dB.
Studi Analisa Kualitas Biobriket Campuran Bottom Ash Batubara dan Onggok Tepung Tapioka Menggunakan Karbonisasi Triantoro, Agus; Mustofa, Adip; Kartini, Kartini; Hanafi, Abdurrahman
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6147

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang merupakan alternatif pengganti minyak tanah dan gas yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri kecil ataupun menengah. Biobriket juga mempunyai keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara sederhana, memiliki nilai kalor yang tinggi. Biobriket yang dibuat berasal campuran antara bottom ash batubara dan onggok tepung tapioka. Ketersediaan bottom ash batubara onggok tepung tapioka cukup banyak di Kalimantan Selatan. Bottom ash  merupakan sisa hasil pembakaran batubara di PLTU yang saat ini belum banyak di manfaatkan dan hanya dibuang sebagai limbah. Padahal bottom ash  batubara ini masih mempunyai nilai kalori yang cukup tinggi sedangkan onggok merupakan ampas dari hasil pembuatan tepung tapioka yang juga belum di manfaatan secara maksimal.Permasalahan yang sering di jumpai dalam penggunaan biobriket bottom ash batubara sebagai bahan bakar energi adalah lamanya penyalaan, bau yang tidak sedap pada saat di bakar, daya rekat briket yang tidak bagus sehingga briket mudah pecah. Tujuan dari penelitian mengetahui komposisi terbaik biobriket  berdasarkan komposisi campuran, ukuran partikel dan parameter kualitas bottom ash batubara. Metode penelitian dilakukan dengan uji laboratorium. Parameter uji laboratorium yang digunakan adalah karakteristik biobriket yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, nilai kalor, waktu pembakaran dengan variasi komposisi bahan baku dan binder. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa biobriketcampuranbottom ash batubara onggok tepung tapioka layak untuk di jadikan biobriket sebagai bahan bakar alternatif.Kualitas biobriket paling baik adalah biobriket dengan campuran 70% bottom ash, 20% onggok tepung tapioka dan 10% getah damar  dengan hasil analisa Inherent Moisture 14,15%, Ash 8,34%, Volatile Matter 34,89%, Kalori 5401,6 Kkal/kg serta durasi pembakaran 47 Menit 17 Detik.
Pembuatan Sistem Akuisisi Gas Karbon Monoksida Berbasis ATMega8535 Nurhikmah, Nurhikmah; Sugriwan, Iwan; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6142

Abstract

ATMega8535 microcontroller based data acquisition system for measure carbon monoxide gas with TGS 2600 carbon monoxide sensor has been realized. The equation of sensor characteristic is obtained by compared the value of carbon monoxide gases with voltage signal from TGS 2600 carbon monoxide sensor. The value of carbon monoxide gases concentration measured by Sanfix. The equation of sensor characteristic gave formula V = 0,1266 ln(x) + 0,0049, which V in voltage (volt) and x in part per million (ppm).  The voltage signal as a product of sensor conditioned by voltage follower that applying OP07. the output signal from voltage follower connected with port A0, analog input in ATMega8535 microcontroller. Port A0 in ATMega8535 microcontroller has analog to digital converter (ADC) internally. The measurement data is displayed on the LCD character 16x2 and laptop via serial communication with Delphi interface program that it could noted the data in real time and could store the measurement data onto file in the form .xlsx. the system also used XAMPP program to store measurement data onto the form database. The range measurement of measuring instrument made is 6 to 80 ppm.
Analisis Tingkat Resapan Air Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Das Tabunio Saputra, Ahmad Eko; Ridwan, Ichsan; Nurlina, Nurlina
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6158

Abstract

The development of development that is so rapid causes more and more land to change into new buildings and settlements that have an impact on the reduction in the area of water catchment areas. Reduced water catchment areas will result in reduced groundwater reserves and will cause natural disasters such as floods. Based on this, efforts need to be made to determine the condition and distribution of water absorption in the Tabunio watershed area. In determining water absorption conditions there are four parameters, namely soil type, rainfall, land cover and slope. The data analysis method used is the overlay method with Geographic Information System (GIS) software. The results of data analysis showed that the study area with an area of 62,558.56 ha was divided into five conditions for water catchment areas. The water recharge conditions were very critical with an area of 32.38 ha, critical conditions covering 13,391.14, rather critical conditions covering an area of 35,769.47 ha, critical conditions ranging from 13,359.27 ha and natural normal conditions covering an area of 6.10 ha.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2020 Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2019 Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2019 Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2018 Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue