cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012" : 7 Documents clear
Pengenalan Suara Vokal Bahasa Indonesia dengan Jaringan Saraf Tiruan Menggunakan Ciri Transformasi Wavelet Diskrit Amalia, Nadya; Fahrudin, Arfan Eko; Nasrullah, Amar Vijai
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6099

Abstract

Vowel recognition is the main topic in speech recognition. There are sixIndonesian vowels, i.e. /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/ and /o/. Feature extraction is an importantstep in recognition system because the recognition rate depends on featureextraction results. Vowel feature extraction via discrete wavelet transform (DWT) ispresented here. Mother wavelet db4 and sym4 are used. Minimum, maximum, meanand standard deviation value of wavelet coefficients are extracted as vowel features.DWT with level 2 decomposition obtains 12 features, level 4 decomposition obtains20 features and level 6 decomposition obtains 28 features. Then, those vowelfeatures are used as an input of artificial neural network (ANN) with 2 hidden layers.First hidden layer has 10 neurons and second hidden layer has variety 5 and 7neurons. Backpropagation method is used to train the ANN. The vowel signals arerecorded from 10 female respondens and 10 male respondens. Each respondenpronounces six Indonesian vowels and syllable /ka/, /ki/, /ku/, /ke/, /kə/ and /ko/.Experimental results show that the best recognition rate for the vowel is 85%, whichis obtained by using mother wavelet sym4, level 6 decomposition and 7 neurons forsecond hidden layer, and the best recognition rate for the syllable is 80%, which isobtained by using mother wavelet db4, level 6 decomposition and 5 neurons forsecond hidden layer.
Karakterisasi Mineral Magnetik Batuan Peridotit Daerah Awang Bangkal Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Menggunakan Metode XRD dan King Khalidah, Shinta; Sudarningsih, Sudarningsih; Sota, Ibrahim
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6098

Abstract

Study the nature of magnetism in rocks that has been carried out at theresearch of peridotite rocks in Awang Bangkal Banjar Regency has not finished,still need to do further research. More specific details of research has been done isabout the characterization of the magnetic minerals in peridotite rocks in the areaAwang Bangkal, Banjar Regency, South Kalimantan, which aims to identify thetype of magnetic minerals, characterize magnetic minerals including multidomain,single domain or pseudo single domain and the estimate magnetic mineral’s grainsize. This study uses XRD test to find out the existing content of magnetic mineralsin peridotite samples, the method of King (the ratio between the magneticsusceptibility with the anhysteretic susceptibility) and decay AnhystereticRemanent Magnetization (ARM) to estimate the grain size of magnetic minerals inperidotite samples. XRD results show that the magnetic minerals contained in theperidotite samples are hematite and magnetite. The ARM decaying curve showedthat the estimated peridotite rocks in the research are multidomain to pseudosingledomain and the size are big. While the distribution of grain size betweenbelow 0.1 μm up to ≈ 5 μm.
Analisis Citra Alos Palsar dalam Pembuatan Peta Geomorfologi Kalimantan Selatan Andini, Korina; Nurlina, Nurlina; Nasrullah, Amar Vijai
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6097

Abstract

Konservasi sumber daya alam Kalimantan Selatan saat ini sangatmembutuhkan perhatian lebih lanjut, terutama dalam penyajian informasi bentuklahan dan potensi daerah Kalimantan Selatan. Peta geomorfologi yang dibuat daricitra radar ALOS PALSAR menjadi alternatif yang lebih efektif karena tidakdipengaruhi oleh tutupan awan. Penyajian bentuk lahan diperoleh dari hasilklasifikasi visual pada citra yang dilihat dari kenampakan relief dan rona yangdiberikan. Dimana citra tersebut adalah citra hasil kombinasi polarisasi HV-HH-HVyang diproses menggunakan metode komposit red-green-blue (RGB), filteringkonvolusi (highpasss filter), dan filtering morfologi agar kenampakannya lebih jelas.Pada penelitian yang telah dilakukan, citra hasil komposit red-green-blue (RGB)memiliki hasil penyajian bentuk lahan yang lebih baik daripada filtering konvolusidan filtering morfologi, dan menghasilkan 6 bentuk lahan alami dan 1 bentuk lahanbuatan yang bisa diidentifikasi, yaitu bentuk lahan fluvial, marin, struktural,solusional, denudasional, vulkanik, dan antropogenik. Dari hasil pemetaan yangdibuat, bentuk lahan terluas yang ada di Kalimantan Selatan adalah bentuk lahanfluvial yang sangat mempengaruhi potensi perairan. Adanya bentuk lahan dankeadaan geologi yang bervariasi di Kalimantan Selatan, membuat daerah inimemiliki sumber daya alam yang efektif dalam bidang perairan maupun darat.
Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation untuk Prediksi Cuaca Harian di Wilayah Banjarbaru Sugiyanti, Sugiyanti; Siregar, Simon Sadok; Fahrudin, Arfan Eko
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6102

Abstract

Cuaca adalah keadaan fisis atmosfer disuatu tempat pada waktu tertentu.Kondisi cuaca menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung kegiatan diberbagaisektor, sehingga diperlukan informasi mengenai prediksi cuaca. Dalam penelitian inidilakukan prediksi cuaca di wilayah Banjarbaru dengan metode jaringan syaraf tiruanbackpropagation. Data masukan yang digunakan adalah data SOI, kejadian badai tropis,suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara dan kecepatan angin. Penelitian dibagimenjadi empat periode berdasarkan musim yaitu musim hujan, transisi hujan–kemarau,kemarau dan transisi kemarau – hujan. Output jaringan adalah prediksi cuaca yaitucerah – berawan dan hujan. Output yang dihasilkan oleh jaringan dibandingkan dengantarget dan selanjutnya dievaluasi dengan nilai korelasi dan tingkat akurasi. Hasilpenelitian untuk penguian data 5 hari terakhir setiap bulan di masing – masing musimmenunjukkan bahwa nilai korelasi dan tingkat akurasi untuk musim hujan sebesar0,737dan 80,00%, transisi hujan – kemarau 0,487 dan 66,67%, kemarau 0,61 dan70,00% serta transisi kemarau – hujan 0,287 dan 60,00%. Sebagai pembandingdilakukan pelatihan terhadap data yang memiliki urutan ganjil untuk memprediksi datayang memiliki urutan genap dengan hasil nilai korelasi dan tingkat akurasi untuk musimhujan sebesar 0,414 dan 71,11%, transisi hujan – kemarau 0,307 dan 71,11%, kemarau-0,044 dan 53,33% serta transisi kemarau – hujan 0,219 dan 66,67%.
IDENTIFIKASI SEBARAN BATUBARADARI DATA WELL LOGGING DI DAERAH X, AMPAH BARITO TIMUR Faisal, Akhmat; Siregar, Simon Sadok Sadok; Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6096

Abstract

Telah diidentifikasikan sebaran batubara dari data well logging di daerah X AmpahBarito Timur dengan membandingkan dengan hasil data bor sebanyak 38 data borehole.Identifikasi lapisan batubara berdasarkan nilai log gamma ray dan log resistivity. Data welllogging kemudian ditentukan kedalaman ketebalan batubara serta menghitung volumebatubara di daerah X Ampah Barito Timur. Data Well Logging diinterpretasi denganmenggunakan software Well Cad, kemudian untuk mendapatkan kontur dan permodelanbawah permukaan (1D dan 3D) digunakan software Win Log dan Rockworks. HasilInterpretasi Nilai gamma ray batubara di daerah X Ampah Barito Timur adalah 0-30 CPSsedangkan nilai resistivitasnya yaitu 70-100 Ohm.m. Data penampang boreholemenggunakan software winlog sebanyak 38 data well logging. Sebaran batubara di daerah XAmpah Barito Timur teridentifikasi sebanyak lima seam batubara. Perkiraan perhitunganvolume batubara di daerah X adalah 7.312.671,17 m3 didapat dengan cara menghitungluasan (surface) daerah pengambilan data well logging dikalikan dengan ketebalan rata-ratabatubara dari hasil interpretasi semua data well logging. Ketebalan rata-rata batubara daerahpenelitian adalah 2,66 meter. Sedangkan luas daerah penelitian adalah 2.749.124,5 m2.
Pengaruh Bentuk Kampuh Terhadap Panjang, Kedalaman Penetrasi dan Lebar Hasil Pengelasan Menggunakan Las Busur Listrik (SMAW Siswanto, Rudi
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk kampuhterhadap panjang, kedalaman penetrasi dan lebar hasil pengelasan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen uji laboratorium. Bahanplat baja karbon mild steel St. 37 dibuat spesimen yaitu dipotong sesuai ukuran,kemudian dilas dengan variasi bentuk kampuh V, I dan ½ V, menggunakanelektroda RB diameter 2,6 m, dengan kuat arus 70 Ampere. Setelah selesai dilaskemudian didinginkan di udara. Kemudian specimen dipotong dengan arahmemotong arah pengelasan. Selanjutnya permukaan yang dipotong dikikir sampaihalus, kemudian diukur untuk mengetahui panjang, lebar dan kedalaman penetrasihasil pengelasannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bentuk kampuhberpengaruh terhadap panjang dan kedalaman penetrasi hasil pengelasan, tetapitidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lebar hasil pengelasan. Hasilpengelasan paling panjang menggunakan bentuk kampuh ½ V, yaitu 149,11 mm,hasil pengelasan paling pendek menggunakan bentuk kampuh I, yaitu 60,04 mm.Hasil pengelasan paling dalam adalah menggunakan bentuk kampuh ½ V , yaitu4,09 mm, kedalaman penetrasi hasil pengelasan paling dangkal menggunakanbentuk kampuh V, yaitu 2,31 mm. Lebar Hasil pengelasan menggunakan kampuh V,I dan ½ V diperoleh dimensi hampir sama yaitu 10,50 mm.
Kaji Eksperimental Koefisien Kerugian Pada Percabangan Pipa Dengan Sudut 450, 600 dan 900 Subagyo, Rachmat
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6100

Abstract

Selama fluida mengalir melalui sistem instalasi perpipaan banyakterjadi rugi tekanan yang disebut sebagai rugi tekanan mayor dan rugi tekananminor (kerugian akibat fluida melewati suatu percabangan). Pembagian aliranfluida pada percabangan adalah suatu proses irreversibel. Irreversibelitas ini didalam aplikasi teknik akan menurunkan unjuk kerja dari sistem. Upaya untukmengetahui seberapa besar kerugian yang terjadi pada percabangan pipaadalah dengan mengukur koefisien kerugian yang terjadi. Bentuk eksperimenyang dilakukan adalah membuat tiga buah bentuk percabangan pipa galvanicjenis medium dengan sudut 450, 600 dan 900. Dengan variasi Re dari 0 - 5,5 x104. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koefisien kerugian untuk cabangK3-2(45) = K3-2(60) = K3-2(90) = (0,07-0,39) dan cabang K3-1(45) = (0,95-0,60),K3-1(60) = (1,08-0,85), K3-1(90) = (1,10-1,50), untuk koefisien kerugian totalKtot(45) = (1,02-0,97), Ktot(60) = (1,15-1,23), Ktot(90) = (1,17-1,89).

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2020 Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2019 Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2019 Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2018 Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue