cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Sport and Fitness Journal
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 4, No. 1, 2016" : 6 Documents clear
PAKAIAN OLAHRAGA YANG ERGONOMIS UNTUK MENUNJANG PERFORMANCE DAN KESEHATAN YANG PRIMA Purnawati, Susy
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.486 KB)

Abstract

Performance (penampilan) prima dalam berolahraga tidak hanya didukung olehpenguasaan ketrampilan teknis dan kesiapan fisik maupun mental, akan tetapi kesesuaian sportclothing juga merupakan faktor yang sangat penting peranannya. Kajian pustaka ini disusundengan tujuan untuk memberi tambahan pemahaman tentang aspek fisiologi kenyamanan tubuhdan performance saat berolahraga yang dipengaruhi oleh sport clothing dan desain sport clothingyang ergonomis. Saat ini, penelitian-penelitian tentang sport clothing yang dihubungkan denganperformance menjadi topik yang diminati. Melihat dukungan dari pesatnya teknologi chlotingmaterial oleh indudtri-industri tekstil terkemuka. Aspek ergonomics dari sport clothingmempertimbangkan kesesuaian pakaian terhadap antropometri pemakai, jenis aktivitas olahragayang dilakukan dan kondisi iklim. Selain itu juga mempertimbangkan jenis material dankualitasnya yang disesuaikan dengan pertimbangan ekonomi dan socio-cultural. Desain sportclothing, selain meminimalisir semaksimal mungkin hambatan kecepatan gerak tubuh hendaknyajuga menghindari pemakainya dari tekanan panas maupun kehilangan panas tubuh yangberlebihan, serta mampu melindungi tubuh dari kemungkinan cedera oleh faktor fisik maupunkimiawi. Penelitian-penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan agar isu-isu ergonomics ofsport slothing dapat semakin dipahami dan diaplikasikan oleh para praktisi keolahragaan diIndonesia.
PERBANDINGAN KOMBINASI BERGANTIAN SENAM LANSIA DAN LATIHAN CORE STABILITY DENGAN HANYA SENAM LANSIA TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN STATIS LANSIA Pristianto, Arif; Adiputra, Nyoman; Irfan, Muhammad
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.381 KB)

Abstract

Memasuki usia lansia muncul permasalahan yang disebabkan penurunankemampuan serta kebugaran fisik. Degenerasi struktural pada sistemneuromuskuloskeletal dan sistem indera menyebabkan menurunnya keseimbangan statisdan dinamis. Keseimbangan statis merupakan komponen penting dalam menjaga posisitubuh agar postur tetap tegak serta sebagai awalan dalam memulai gerakan. Kurangnyaaktivitas fisik pada lansia menyebabkan penurunan keseimbangan statis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbandingan antara kombinasi bergantian senam lansiadan latihan core stability dengan hanya senam lansia terhadap keseimbangan statislansia. Penelitian eksperimental dilakukan dengan pre and post test with control groupdesign selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali perminggu. Total sampel sebanyak 26orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi program latihan hanyasenam lansia sedangkan kelompok perlakukan diberi program kombinasi bergantiansenam lansia dan latihan core stability. Pengukuran keseimbangan statis menggunakanfunctional reach test yang diukur sebelum dan sesudah program latihan pada masingmasingsubjek. Hasil penelitian pada kedua kelompok didapatkan data usia subjek 61-72 tahun, jenis kelamin pria dan wanita, berat badan 48-67 kg, dan tinggi badan 151-167 cm. Hasil uji masing-masing pengaruh didapatkan data keseimbangan statiskelompok kontrol p<0,05 dan kelompok perlakuan p<0,05. Berdasarkan ujikomparabilitas data setelah program latihan antara kedua kelompok menggunakanindependent t-test didapatkan nilai p>0,05. Simpulan yang didapatkan adalah programlatihan hanya senam lansia dan kombinasi bergantian senam lansia dengan latihan corestability sama-sama dapat meningkatkan keseimbangan statis lansia. Tidak adaperbedaan signifikan antara program latihan kombinasi bergantian senam lansia danlatihan core stability dengan hanya senam lansia terhadap peningkatan keseimbanganstatis lansia.
PERBEDAAN PELATIHAN PROPRIOCEPTIVE MENUNGGUNAKAN WOBBLE BOARD DENGAN PELATIHAN PENGUATAN OTOT ANKLE MENGGUNAKAN KARET ELASTIC RESISTANCE DALAM MENURUNKAN FOOT AND ANKLE DISABILITY PADA KASUS SPRAIN ANKLE KRONIS Muawanah, Siti; Adiputra, N.; -, Sugijanto
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.353 KB)

Abstract

Sprain ankle kronis merupakan overstretch pada ligamen complex lateral terjadi padapergerakan plantar fleksi dan inversi. Kelemahan ligament sebagai stabilitas pasifmengakibatkan keluhan nyeri, dan inflamasi kronis, hingga proprioceptive menurun,kelemahan otot-otot foot and ankle serta ketidakstabilan dalam melakukan aktivitas normal.kondisi-kondisi dari sprain ankle kronis menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukanaktivitas sehari-hari sehingga menyebabkan foot and ankle disability. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menganalisa apakah pelatihan proprioceptive menggunakan wobble boardberbeda dengan pelatihan penguatan otot ankle menggunakan karet elastic resistance dalammenurunkan foot and ankle disability pada kasus sprain ankle kronis. Metode penelitian iniadalah Eksperimental murni dengan randomized pre-test and post- test group design. Dalampenelitian ini 10 responden diberikan pelatihan proprioceptive dengan wobble board selama6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu, dan 10 responden diberikan pelatihanpenguatan otot ankle dengan karet elastic resistance selama 6 minggu frekuensi latihan 3 kaliseminggu. Alat ukur yang digunakan adalah foot and ankle disability indeks (FADI). Hasilanalisis statistik parametrik dengan Paired sample t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkankedua kelompok perlakuan secara signifikan dapat menurunkan foot and ankle disability,sebelum Perlakuan pada Kelompok I dengan rerata 25,90 + 15,56 dan Sesudah Perlakuanpada Kelompok I 6,60 +5,03 nilai p=0,001(p<0,05), dan Sebelum Perlakuan pada KelompokII rerata 44,90+ 18.80 dan Sesudah Perlakuan pada Kelompok II rerata 13,10 + 10,304 nilaip=0,000 (p<0,05), sedangkan nilai sebelum Kelompok I 25,90±15,57 dan kelompok II25,90±15,57 nilai p = 0,024 (p < 0,05) ada perbedaan bermakna maka memakai data selisih.Uji beda dengan Independent sample t-test diantara ke dua Kelompok ada perbedaan yangsignifikan dengan nilai selisih Kelompok I 19,30±12,59 dan Kelompok II 31,10±12,19 dan p= 0,047 (p < 0,005). Simpulan pada penelitian ini bahwa pelatihan proprioceptivemenggunakan wobble board dan pelatihan penguatan otot ankle menggunakan karet elasticresistance ada perbedaan yang signifikan dalam menurunkan foot and ankle disability padakasus sprain ankle kronis.
PENAMBAHAN LATIHAN HIDROTERAPI PADA TERAPI BOBATH LEBIH MENINGKATKAN KECEPATAN BERJALAN PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGI Wulandari, Rizky; Weta, I Wayan; Ali Imron, Moh.
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.707 KB)

Abstract

Kasus Cerebral Palsy Spastik Diplegi secara statistik mengalamipeningkatan. Permasalahan yang muncul yaitu adanya abnormalitas tonus posturalyang berpengaruh pada kecepatan berjalan. Metode latihan yang sering digunakansampai saat ini adalah terapi Bobath. Akan tetapi beberapa penelitian dan studikasus membuktikan penambahan latihan Hidroterapi lebih meningkatkankecepatan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penambahan latihanhidroterapi pada terapi bobath lebih meningkatkan kecepatan berjalan padaCerebral Palsy Spastik Diplegi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimentaldengan pre-test dan post-test control group design. Eksperimen ini dilaksanakandi Klinik Fisioterapi YPAC Surakarta. Sampel penelitian berjumlah 16 orangyang dibagi ke dalam 2 kelompok sampel yaitu 8 orang pada kelompok perlakuandan 8 orang pada kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi penambahanlatihan Hidroterapi dan kelompok kontrol diberi terapi Bobath. Pelatihandilakukan 3 x per minggu selama 1 bulan. Alat ukur yang digunakan untukpengumpulan data yaitu dengan 10 metre walk test. 10 metre walk test digunakanuntuk mengukur kecepatan berjalan sejauh 10 meter baik sebelum intervensimaupun sesudah intervensi. Hasil penelitian hipotesis ini menggunakan uji pairedt test menunjukan kecepatan berjalan sebelum kelompok I sebelum perlakuan(20,01±2,23) dan setelah perlakuan (14,16±2,41) dengan p=0,000 (p<0,05) dankelompok II sebelum perlakuan (20,17±1,53) dan setelah perlakuan (18,08±2,00)dengan p=0,001 (p<0,05). Uji t test independent untuk menunjukan kecepatanberjalan antara sesudah perlakuan kelompok I dengan kelompok II. Padapengujian tersebut diperoleh hasil adanya peningkatan kecepatan berjalan sesudahintervensi pada kelompok I (14,16±2,41) yang dibandingkan dengan kelompok II(18,08±2,00) nilai p=0,003. Disimpulkan Terapi Bobath dan Latihan Hidroterapidapat meningkatkan kecepatan berjalan pada cerebral palsy spastic diplegi namunpenambahan latihan Hidroterapi pada terapi bobath secara signifikan lebihmeningkatkan kecepatan berjalan pada Cerebral Palsy Spastik Diplegi.
LATIHAN INTERVAL INTENSITAS TINGGI MENURUNKAN TEKANAN DARAH SISTOL ISTIRAHAT TETAPI TIDAK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DIASTOL DAN DENYUT NADI ISTIRAHAT PADA DEWASA MUDA SEHAT NORMOTENSIF -, Naesilla; Argarini, Raden; Mukono, Indri Safitri
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.92 KB)

Abstract

Kebugaran kardiorespiratori adalah sebuah penentu kuat morbiditas dan mortalitas. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati pengaruh dari latihan interval intensitas tinggi (HIIT) pada tekanan darah dan denyut jantung pada kondisi istirahat pada dewasa muda normotensif. Desain studi adalah pretestposttest experimental design. Subyek penelitian adalah 10 orang dewasa muda. Subyek melakukan HIIT sebanyak 6 siklus (tiap siklus terdiri dari 2 menit latihan intensitas tinggi 80-90% reserve heart ratedan 1 menit latihan intensitas sedang 50-60% reserve heart rate). Tiap latihan, subyek melakukan pemanasan selama 3 menit, diikuti sesi HIIT, dan diakhiri dengan latihan pendinginan selama 3 menit. Subyek melakukan sesi latihan selama 3x seminggu selama 4 minggu dengan ergocycle. Data pretest diambil 3 hari sebelum sesi latihan dimulai dan data posttest 3 hari sesudah sesi latihan berakhir. Data dianalisis dengan SPSS menggunakan paired t-test. Hasil signifikan didapatkan pada tekanan darah sistol istirahat (p= 0,020). Tekanan darah diastol dan denyut nadi istirahat didapatkan tidak signifikan (p=0,470 and p=0,185). Kesimpulan, HIIT selama 4 minggu mampu menurunkan tekanan darah sistol istirahat tetapi tidak memiliki efek pada tekanan darah diastol dan denyut nadi istirahat pada dewasa muda sehat normotensif.
PELATIHAN PASSING KE DINDING EMPAT REPETISI LIMA SET SELAMA ENAM MINGGU LEBIH BAIK DARIPADA PELATIHAN PASSING BERPASANGAN EMPAT REPETISI LIMA SET SELAMA ENAM MINGGU DALAM MENINGKATKAN KETEPATAN TEMBAKAN BOLA PADA SISWA PUTRA SDN 1 KEDIRI LOMBOK BARAT 2015 Laksana, I Made Karna; Adiatmika, I P G; Weta, I W
Sport and Fitness Journal Volume 4, No. 1, 2016
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.175 KB)

Abstract

Sepak bola merupakan bagian dari permainan yang bertujuan untukberusaha memasukkan bola ke gawang lawan. Kenyataan di lapangan banyakpemain yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tembakan ke arahgawang. Sehingga perlu dibuat program latihan yang bertujuan untuk meningkatanketepatan tembakan ke arah gawang. model pelatihan yang diberikan yaitupelatihan passing ke dinding dan pelatihan passing berpasangan. Penelitiandilakukan dengan pre dan post test group design di SDN 1 Kediri. Jumlah sampel24 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari12 orang, Kelompok-1 diberikan pelatihan passing ke dinding dan Kelompok-2diberikan pelatihan passing berpasangan. Analisis deskriptif menunjukkanantropometri subjek penelitian dengan karakteristik yang sama. Hasil ujipeningkatan dengan t-paired menunjukkan skor awal Kelmpok-1 12,58 dan skorahir Kelompok-1 28,83 dengan p=0,000.dan skor awal Kelompok-2 11,25 danskor ahir Kelompok-2 20,50 p=0,000. Hasil uji beda dengan uji t-independentmenunjukkan skor awal Kelompok-1 12,58 dan skor awal Kelompok-2 11,25dengan nilai p= 0,083 dan skor ahir Kelompok-1 28,83 dan skor akhir Kelompok-2 20,50 dengan nilai p= 0,000. Dari hasil uji t-paired dan t-independentdidapatkan p<0,05. Menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan pengaruhberbeda bermakna. Hal ini disebabkan pelatihan passing ke dinding lebih fokusdan lebih konsentrasi pada bola. Disimpulkan pelatihan passing ke dinding lebihbaik daripada pelatihan passing berpasangan dalam meningkatkan ketepatantembakan pada permainan sepak bola SD Negeri 1 Kediri. Untuk itu disarankankepada para pelatih dan guru olahraga yang melatih cabang sepak bola untukmenerapkan pelatihan passing ke dinding dalam memberikan pelatihan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6