cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Buletin Veteriner Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Veteriner Udayana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sebagai media informasi dan pengembangan ilmu kedokteran hewan. Diterbitkan dua kali se tahun setiap bulan Pebruari dan Agustus
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
DAYA HIDUP SPERMATOZOA BABI LARGE WHITE DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK CAIRAN VESIKULA SEMINALIS SAPI BALI (VITALITY OF SPERMATOZOA IN WHITE LARGE BREED SWINES ADDED BY EXTRACTED LIQUID OF BALI CATTLE SEMINAL VESICLE) Aini, Khaza; Pemayun, Tjok Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study was to know the vitality of spermatozoa from large white breedswines in diluents phosphat egg yolk added by extracted liquid of bali cattle seminal vesicle storedin a temperature of four to five degree celcius. this study used completely randomized design with 4 treated group, each group repeated five times. first group were semen dilueted with phosphat eggyolk without added by extracted liquid of seminal vesicle as control; second group were semendilueted with phosphat egg yolk added by zero point five percent concentration of extracted liquidof seminal vesicle; third group were semen diluted with phosphat egg yolk added by one percentconcentration of extracted liquid of seminal vesicle, and fourth group were semen dilueted withphosphat egg yolk added by one point five percent concentration of extracted liquid of seminalvesicle. the observation was conducted to know the percentage of alive spermatozoa every 12 hour.the results of this study showed that the addition of extracted liquid of seminal vesicle wassignificant effected the vitality of spermatozoa in which the best concentration of extracted liqud od seminal vesicle was one percent.
THE ADDITION OF BOVINE SERUM ALBUMIN TO BELTSVILLE THAWING SOLUTION DILUENTS AGAINST MOTILITY AND VITALITY OF LANDRACE PIGS SPERMATOZOA Suryanatha, I Made Agus; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p10

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of various bovine serum albumin (BSA) concentrations on betsville thawing solution (BTS)® extender to maintaining vitality and motility of spermatozoa on Landrace pigs. This study used Completely Randomized Design (CRD) with four treatments namely T0 (control): were given BTS® without BSA, T1: were given BTS® added BSA 5 mg/ml, T2: were given BTS® added BSA 10 mg/ml and T3: were given BTS® added BSA 20 mg/ml. Each treatment combination was repeated five times, with the total sample used was 20 samples. The measured variables in this study were the vitality and motility of Landrace pig semen. The results showed that the addition of BSA to BTS® diluents could increase the vitality and motility of spermatozoa on Landrace pigs. Where the optimal concentration was 10 mg/ml in keeping stability and maintaining the osmosis pressure stable
PROFIL MINERAL MAGNESIUM DAN TEMBAGA SERUM DARAH SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI LAHAN TEGALAN Sujani, Ni Komang Dian Sri; Piraksa, I Wayan; Suwiti, Ni Ketut Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the mineral magnesium and copper profile in blood serum of bali cattle farmed on dry land. Samples blood serum was taken from 15 bali cattles that farmed on dry land at Kecamatan Tejakula, Buleleng-Bali. Serums was analyzed by using wet destruction was H2SO4 and HNO3. Samples are read using by Atomic Absorpsion Spectrophotometry (AAS). The result shows that magnesium mean of 22,364 mg/l + 0, 005 mg/l, and copper mean of 0,087 mg/l + 0.001 mg/l. If this result compared to other cattle around the world, magnesium level is still in the normal range, while copper level more lower than normal level.
KUALITAS AIR PETERNAKAN AYAM BROILER DITINJAU DARI JUMLAH BAKTERI COLIFORM DAN ESCHERICHIA COLI Lusandika, Eggy Hidta; Suarjana, I Gusti Ketut; Suada, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform dan Escherichia coli dalam air minum ternak ayam broiler di Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ditinjau dari jumlah bakteri Coliform dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga lokasi pengambilan sampel yaitu Beji (mata air), Reservoir (kaptering) dan tempat minum ternak; dan pengulangan sebanyak 9 kali dari tiap kelompok. Jumlah bakteri Coliform dan Escherichia coli dihitung dengan metode sebar. Data hasil bakteri Coliform dan Escherichia coli dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri Coliform pada Beji (mata air), Reservoir (kaptering), dan tempat minum ternak berturut ? turut:  Coliform 19768 x 105 CFU/100 ml, 11222 x 105 CFU/100 ml, 30957 x 105 CFU/100 ml dan jumlah  Escherichia coli berturut ? turut: 9233 x 105 CFU/100 ml, 3457 x 105 CFU/100 ml, dan 19657 x 105 CFU/100 ml. Secara statistik jumlah Escherichia coli dan Coliform pada tempat minum sangat nyata lebih tinggi dari pada jumlah Escherichia coli dan Coliform pada Reservoir (kaptering) dan Beji (mata air)
KUALITAS AIR MINUM TERNAK AYAM PETELUR DI DESA PILING KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN DI TINJAU DARI JUMLAH BAKTERI COLIFORM Suarjana, I Gusti Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 2 Agustus 2009
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study was carried out to evaluate the water quality in layer farming at Piling Village,Distric and Regency of Tabanan, based on number of Coliform bacteria. The study wasblockrandomized design was asigned in this study. Water samples were collected fromthree sourcess, river, water reservoir and drinking water of pen.Samples were collectedin10 time.The Coliform analysed by most probable number (MPN) Method with nine tubeseries.The result of this study showed that number of Coliform in river, reservoir and place ofdrinking water were 11240 MPN/100 ml, 19800 MPN/100 ml and 35600 MPN/ 100 mlrespectively. Statisticcaly of this study showed amount of Coliform in drinking water offarm layer significant highest (P<0,01) than those reservoir and river. Amount of Coliformin reservoir significant highest (P<0,01) than those river.
HUBUNGAN BAGIAN-BAGIAN PANJANG KAKI DEPAN DAN BELAKANG PADA INDUK SAPI BALI DENGAN PEDET YANG DILAHIRKAN Susanta, I Made Edy; Sampurna, I Putu; Suatha, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bagian-bagian  panjang kaki depan dan belakang pedet pada sapi bali dengan induknya. Objek penelitian yang digunakan terdiri atas 30 ekor induk dan 30 ekor pedet pada masing-masing 15 pedet jantan dan 15 pedet betina baru lahir. Data berupa ukuran-ukuran bagian-bagian panjang kaki induk dan bagian-bagian panjang kaki pedet dianalisis menggunakan analisis regresi linear. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara bagian-bagian panjang kaki depan dan belakang antara pedet jantan dengan betina di uji dengan melakukan uji T. Semakin besar perbandingan menunjukkan perkembangan bagian-bagian panjang kaki depan dan belakang menunjukkan perkembangan semakin awal. Pada saat lahir ukuran kaki  belakang bagian bawah, tengah, dan atas pada pedet jantan dan betina, masing-masing 63,7 %, 46,5 %, dan 43,5 % dari ukuran induknya. Demikian pula ukuran kaki depan bagian bawah tengah dan atas, masing-masing 59,2 %, 46,7 %, dan 44,9 % dari ukuran induknya. Perkembangan bagian-bagian kaki depan dan belakang dimulai dari bagian bawah, tengah dan terakhir pada bagian atas.
BAKTERI COLIFORM DAN NON COLIFORM YANG DIISOLASI DARI SALURAN PERNAPASAN SAPI BALI Wiliantari, Putri; Besung, I Nengah Kerta; Tono PG, Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri coliform dan non coliform pada saluran pernapasan sapi bali yang dipelihara di dataran rendah dan dataran tinggi. Sampel diambil pada sapi pedet, dara, dan dewasa sebanyak 36 sampel, kemudian ditumbuhkan pada media Salmonella Shigella Agar dengan metode sebar. Data jumlah koloni coliform dan non coliform dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri coliform pada sapi bali di dataran tinggi sebanyak 1287,96 Colony Forming Unit/g dan di dataran rendah sebanyak 643,9798 CFU/g dan bakteri non coliform pada dataran tinggi sebanyak 162,2464 CFU/g dan di dataran rendah sebanyak 81,12321 CFU/g. Bakteri coliform dan non coliform yang diperoleh di dataran tinggi menunjukkan perbedaan yang tidak nyata dengan bakteri yang diperoleh di dataran rendah.
KARAKTERISASI MOLEKULER DAN UJI PATOGENESITAS STREPTOCOCCUS PATOGEN ISOLAT ASAL BALI Suarjana, I Gusti Ketut; Asmara, Widya
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main of this study were characterized of muramidase released protein (MRP) andexctracellular factor (EF) as virulence factor of Streptococcus beta hemolityc of Bali islotesand its patogenecity on mice.The MRP was isolated from the cell walls bacteria withmuramidase (lysozyme) and EF was obtained from supernatant of bacteria precipated with70% ammonium sulphate and then dialysed. These protein were identified by usingsodium-dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis ( SDS-PAGE). Isolates thatwas observed are five consist of three isolates from pigs and two isolates from monkeys.Pathogenecity test using 20 mices divided into four group. Group I inoculated with 0,1 mltodd-hewitt broth steril as negative control, group II inoculated with 0,1 ml inoculum ofbacteria of Streptococcus suis type 2 (strain D282) as positive control, group III inoculatedwith 0,1 ml Streptococcus beta haemolytic isolated from monkey and group IV inoculated with 0,1 ml Streptococcus beta haemolytic isolated from pig. The result of this studyshowed that all isolates were consist of eight protein bands of MRP and one EF of 110 kDamolecular weight. Eight protein MRP were 125 kDa, 76 kDa, 60 kDa, 57 kDa, 48 kDa, 45kDa, 30 kDa, and 28 kDa respectively. Each isolates had two major protein bands of MRP(76 kDa and 45 kDa).The patogenecity test in mice showed that the morbidity andmortality rates were 100% and 60% respectively. The prevalence of meningitis in mice are100%. Clinical sign were observed 30 hour post inoculated (pi) whereas mice found deathstarty 48 pi.
UJI ALERGI EKSTRAK AKAR TUBA TERHADAP KULIT ANAK KUCING LOKAL Siswanto, Siswanto; Sulabda, I Nyoman; Soma, I Gede
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akar tuba (Derris eliptica) mengandung racun rotenaone yang merupakan senyawa isoflavon (flavonoid) termasuk dalam kelompok senyawa fenol. Senyawa ini dapat membunuh ikan, serangga, kutu dan tungau. Akar tuba dapat digunakan sebagai antiektoparasit misalnya kutu pada kucing, namun penelitian tentang  kepekaan kulit anak kucing terhadap ekstrak tuba belum ada. Penelitian ini menggunakan hewan coba 6 ekor anak kucing umur 1 ? 3 bulan (tanpa diperhatikan jenis kelamin) yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak yaitu 3 ekor sebagai kontrol (K) dan 3 ekor sebagai perlakuan (P).Kucing dicukur rambutnya menggunakan gunting ukuran 0.5 cm x 0.5 cm di tengkuk, obdominal dan inguinal, kemudian ditetesi (satu tetes) dengan ekstrak akar tuba konsentrasi 15%, 20% dan 25 %. Setelah 30, 60, dan 120 menit, dilihat tanda-tanda alergi pada kulit yaitu timbulnya gatal, warna merah, atau meradang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan metode analisis menggunakan varian taraf 5%. Uji lanjutan menggunakan  BNT 5%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba konsentrasi 15%, 20%dan 25% tidak menyebabkan alergi pada kulit anak kucing. Disimpulkan bahwa ekstrak akar tuba aman digunakan untuk anti ektoparasit pada anak kucing umur 1-3 bulan.
HISTOMORFOMETRI SEL DARAH PUTIH AGRANULOSIT BIBIT SAPI BALI DI NUSA PENIDA Adinugroho, M. Oenas; Suwiti, Ni Ketut; Kendran, Anak Agung Sagung
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan morfometri sel darah putih agranulosit (limfosit dan monosit) bibit sapi bali di Nusa Penida. Sampel berupa darah dari 50 ekor sapi bali betina, diambil melalui vena jugularis. Selanjutnya difiksasi, dan diwarnai dengan metode pewarnaan Giemza. Pengukuran morfometri dilakukan dengan mikroskop Axio Zeiss Imager 2 perbesaran 1000x. Hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan gambaran histologi dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rerata diameter limfosit (9,22 ± 0,73µm) lebih kecil dibandingkan dengan monosit (12,48 ± 1,73 µm). Adanya perbedaan struktur histologi limfosit dan monosit, yang ditemukan pada nukleusnya. Nukleus limfosit, bulat dan memenuhi sitoplasma, sedangkan nukleus monosit membentuk lekukan pada satu atau dua sisinya, sehingga tidak memenuhi sitoplasma dari sel. 

Page 1 of 28 | Total Record : 275