cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU RELIGIUSITAS SISWA MAN RUKOH BANDA ACEH Maisalfa, Tuti; Basyir, M. Nazir; Zuliani, Hetti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.69 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Hubungan antara Konsep Diri dengan Perilaku Religiusitas Siswa MAN Rukoh Banda Aceh” ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri dan perilaku religiusitas serta mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku religiusitas siswa MAN Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MAN Rukoh yang berjumlah 150 siswa. Adapun yang menjadi sampel penelitian sebanyak 75 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode angket dengan skala Likert 1-5. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsep diri siswa cenderung berada pada tingkatan tinggi dengan persentase sebesar 81,3%. Sedangkan perilaku religiusitas siswa cenderung memiliki tingkat yang tinggi pula dengan persentase sebesar 78,7%. Hasil penelitian dan pengukuran hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan perilaku religiusitas siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai rtabel dengan df 74 (alpha = 0,05) maka ditemukan rhitung sebesar 0,832 dengan r2 (R Square) = 0,692. Apabila dihubungkan dengan nilai rtabel (0,227) maka rhitung > rtabel atau 0,832 > 0,227. Sehingga hipotesis (Ha) dapat diterima kebenarannya karena terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan perilaku religiusitas siswa. Semakin positif atau baik konsep diri siswa, maka semakin tinggi dan baik pula perilaku religiusitasnya. Oleh karena itu, diharapkan kepada pihak sekolah dan guru BK untuk lebih meningkatkan pelayanan bimbingan konseling kepada siswa, terutama di bidang pribadi dan sosial agar dapat membantu siswa yang mengalami masalah dengan konsep diri dan perilaku religiusitasnya.Kata kunci: Hubungan, Konsep Diri, Perilaku Religiusitas Siswa
KONTRIBUSI PERILAKU ASERTIF REMAJA TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL (Suatu Penelitian di MAN Kota Banda Aceh) Rini, Rini; Bahri, Syaiful; Zuliani, Hetti
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.127 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kontribusi Perilaku Asertif Remaja terhadap Penyesuaian Sosial” ini mengangkat masalah kontribusi perilaku asertif remaja terhadap penyesuaian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kedua variabel pada siswa kelas XI di MA Negeri Kota Banda Aceh, serta untuk mengetahui kontribusi perilaku asertif remaja terhadap penyesuaian sosial pada siswa kelas XI MA Negeri Kota Banda Aceh yang berjumlah 539 siswa. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan menggunakan rumus Issac & Michael sehingga di peroleh sampel 180. Penggumpulan data menggunakan skala 4. Analisis data untuk melihat gambaran kedua variabel menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Sedangkan untuk melihat kontribusi digunakan rumus koefesien determinasi (r2). Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa siswa kelas XI MA Negeri Kota Banda Aceh sebagian besar memiliki perilaku asertif dalam kategori tinggi (76,6%). Sementara lebih dari setengah (51,1%) siswa kelas XI MA Negeri Kota Banda Aceh memiliki penyesuaian sosial dengan kategori sedang. Hasil analisis koefesien determinasi menunjukkan kontribusi perilaku asertif remaja terhadap penyesuaian sosial sebesar (14,1%), sedangkan (85,9%) dipengaruhi oleh faktor lain.
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR DAN KETERAMPILAN KONSELING MAHASISWA BK DALAM MELAKSANAKAN PPL DI SEKOLAH Misbah, Khairul; Nurdin, Said; Yahya, Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.268 KB)

Abstract

Mahasiswa BK sebagai calon guru BK yang sedang melaksanakan PPL disekolah mereka sering dihadapkan pada dua posisi yang masih rancu atau memiliki tugas ganda. Di satu sisi, mereka wajib melaksanakan praktik mengajar mata pelajaran/bidang studi yang diampu guru pamongnya Sementara disisi lain, mereka juga harus melakukan layanan bimbingan dan konseling atau praktik konseling sesuai program studinya. Sejauh mana mereka mampu melaksanakan praktik mengajar dan praktik konseling melalui berbagai aspek keterampilan, yang harus dinilai oleh guru pamongnya. Bagaimana guru pamong mempersepsikan terhadap berbagai keterampilan mengajar dan keterampilan konseling mahasiswa BK dalam melaksanakan PPL di sekolah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui persepsi guru pamong terhadap keterampilan mengajar dan keterampilan konseling mahasiswa BK dalam melaksanakan PPL disekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru pamong selaku guru pembimbing mahasiswa PPL program studi BK. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan interview. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pamong mempersepsikan keterampilan mengajar mahasiswa PPL dengan pandangan serta kesan baik begitu pula mengenai keterampilan konseling, para mahasiswa    dapat    menerapkan    berbagai macam aspek-aspek keterampilan dalam mengajar maupun konseling. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru pamong memiliki persepsi positif atas tanggung jawab mahasiswa selama PPL yang dibuktikan dengan pemberian nilai akhir mahasiswa PPL oleh guru pamong dengan kategori sangat baik.Kata Kunci: Persepsi, Guru Pamong, Keterampilan, Mahasiswa Praktek 
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DENGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SMA FAJAR HIDAYAH ACEH BESAR Hayati, Mazna; Bakar, Abu; Nurhasanah, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.504 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Hubungan Intensitas Pendidikan Kepramukaan dengan Karakter Peserta Didik pada SMA Fajar Hidayah Aceh Besar” ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intesitas pendidikan kepramukaan siswa, gambaran karakter peserta didik, mengetahui hubungan antara inetensitas pendidikan kepramukaan dengan karakter peserta didik, serta mengetahui aspek karakter yang memiliki hubungan paling dominan dengan kegiatan kepramukaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Fajar Hidayah berjumlah 159 siswa. Adapun  sampel  sebanyak  117  siswa  yang  diambil  dengan  stratified  random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan model skala likert dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dan korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa gambaran intensitas pendidikan kepramukaan siswa SMA Fajar Hidayah cenderung memiliki tingkat yang sedang dengan jumlah siswa sebanyak 111 siswa (94,9%). Sedangkan gambaran karakter  peserta  didik  juga  cenderung  berada  dalam  kategori  sedang dengan jumlah siswa 75 siswa (64,1%). Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara intensitas pendidikan kepramukaan dengan karakter peserta didik, diketahui bahwa nilai r table dengan df 117 pada taraf signifikan 0,05 diperoleh r hitung sebesar 0,509. Apabila dibandingkan dengan r table (0,195) maka r hitung > r table atau 0,509> 0,195. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas pendidikan  kepramukaan  dengan  karakter  peserta didik.  Dengan demikian  dapat dinyatakan bahwa, hipotesis Ha diterima kebenarannya. Sehingga dapat dinyatakan semakin intens pendidikan kepramukaan seseorang, maka semakin baik pula karakter yang dimilikinya. Oleh karena itu diharapkan kepada pihak sekolah terutama pada Pembina pramuka agar lebih meningkatkan pendidikan kepramukaan dan penerapan pendidikan karakter pada siswa.
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Etika Pergaulan Siswa SMK Negeri 1 Kluet Selatan Anggraini, Novita; Husen, M.; Yahya, Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.885 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Etika Pergaulan siswa SMK Negeri 1 Kluet Selatan” ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sebelum dan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan etika pergaulan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 36 siswa, teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian sejumlah 10 siswa yang memiliki etika pergaulan rendah dan sedang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket etika pergaulan siswa. Teknik analisa data menggunakan statistik nonparemetrik yaitu dengan analisis deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pergaulan siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 20,63%. Dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 28,06%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 7,43%. Artinya, etika pergaulan siswa SMK Negeri 1 Kluet Selatan dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Sehubung dengan hasil penelitian ini guru bimbingan konseling di sekolah dapat melaksanakan bimbingan kelompok dengan sebaiknya, guna membantu meningkatkan etika pergaulan siswa.Kata kunci : Layanan Bimbingan Kelompok, Etika Pergaulan 
DINAMIKA KECENDERUNGAN GAYA HIDUP HEDONIS DAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA PUTRI Yanti, Febri; Janah, Nur; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.394 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kecenderungan Gaya Hidup Hedonis dan Seks Bebas pada Remaja Putri Kota Banda Aceh” ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk prilaku dari gaya hidup hedonis dan seks bebas remaja putri Kota Banda Aceh beserta penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang remaja putri di Kota Banda Aceh. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kecenderungan gaya hidup hedonis dan perilaku seks bebas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode obervasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bentuk perilaku hedonis pada responden dapat dilihat pada perilaku gaya hidup instan; kebiasaan dalam mengejar modernitas fisik seperti mengkoleksi barang-barang mewah, mahal dan bermerek terkenal; keinginan untuk tampil lebih dari orang lain; dan berperilaku boros. Sedangkan perilaku seks bebas pada responden dapat dilihat pada terjerumusnya empat dari lima responden dalam kegiatan prostitusi. Oleh karenanya, tujuan responden dalam melakukan hubungan seksual terbagi menjadi dua yakni, atas dasar suka sama suka (cinta) dan uang. Berdasarkan hasil wawancara juga diketahui bahwa penyebab perilaku hedonis para responden adalah karena pengaruh iklan dari berbagai media massa maupun media elektronik, tayangan-tayangan televisi yang lebih menekankan hedonisme, pengaruh teman kelompok, keyakinan beragama yang rendah dan pengaruh asuhan orangtua. Sedangkan perilaku seks bebas remaja disebabkan oleh pengawasan orangtua yang rendah, perubahan nilai norma tentang seks yang cenderung mulai melonggar, tekanan teman sebaya, pendidikan seks yang minim, pelaksanaan nilai agama yang rendah baik oleh remaja itu sendiri maupun lingkungan sekitar, menonton video porno, pergaulan remaja yang semakin bebas dan status ekonomi keluarga.Kata Kunci : Gaya Hidup Hedonis dan Seks Bebas
MOTIVASI KERJA GURU BK DI SMA NEGERI ACEH TENGAH Alfandi, .; Bahri, Syaiful; Husen, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 1 (2016): Wisuda Periode Agustus 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.993 KB)

Abstract

Penelitian berjudul “Motivasi kerja Guru BK di SMA Negeri Aceh Tengah” ini bertujuan untuk mengetahui motivasi kerja Guru BK dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja Guru BK. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru BK yang berjumlah 10 orang, kepala sekolah, serta guru dan siswa yang terkait dengan motivasi kerja Guru BK di SMA Negeri Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancaradanobservasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis dekskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja Guru BK belum optimal, hal ini diindikasikan dari tanggung jawab, kemajuan, prestasi, penghargaan, kondisi kerja, hubungan sesama guru yang belum baik.untuk memperoleh motivasi kerja yang optimalmaka hal tersebut perlu ditingkatkan agar mendapat kinerja yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru BK terdiri dari faktor intern (dalam diri) seperti; minat guru BK dalam melaksanakan pekerjaan, sikap dalam melaksanaan pekerjaan , kepribadian Guru BK dalam propesi yang dimiliki, latar belakang pendidikan Guru BK, pengalaman Guru BK dalam bekerja, harapan dan cita-cita Guru BK dalam pekerjaannya. Dan faktor ekstern (luar diri) meliputi; hubungan dan keharmonisan sesama guru dalam lingkungan bekerja, kondisi kerja Guru BK melaksanakan tugas dan pekerjaannya, kebijakan pimpinandalam organisasi Guru BK bekerja. Untuk mendapatkan motivasi kerja yang optimal, maka faktor- faktor tersebut perlu dipenuhi dan ditingkatkan oleh Guru BK itu sendiri maupun pimpinan sekolah dengan baik dalam setiap organisasi sekolah masing-masing. Dengan terpenuhinya dengan baik faktor-faktor tersebut akan menimbulkan usaha yang optimal dari setiap Guru BK dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Guru BK
Gambaran penerimaan diri anak panti asuhan dan faktor yang mempengaruhinya Ronica, Witri; Nurhasanah, Nurhasanah; Abd., Dahliana
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.417 KB)

Abstract

Abstract: Self-acceptance is the ability of individuals to be able to have a positive view of themselves and be willing to live with all the characteristics that exist in themselves without feeling uncomfortable with themselves. Without an individual's self-acceptance it would be difficult to accept a good state of self that relates to weaknesses and strengths. This study aims to describe the self-acceptance of Budi Luhur orphanage children and the factors that influence it. The approach used in this study is descriptive qualitative with the subject of the research are orphanage children who still have parents. The results showed that children lacked self-acceptance or lacked understanding, were unable to regulate emotions, and were unable to interact harmoniously with the environment. While the factors that influence it are not being able to understand the condition of themselves, feeling uncomfortable, family problems and being negative about the future. It is expected that the orphanage will improve facilities for self-development, so that foster children feel happy living in the orphanage. Furthermore, to always supervise foster children, provide good guidance, and give more attention to children, so that they can understand their true self. To parents to be able to work with caregivers to be able to convince their children, parents leave their children to orphanages not because they are not loved anymore.Keywords: Self-Acceptance, Influencing Factors, orphanage children Abstrak: Penerimaan diri adalah kemampuan individu untuk dapat memiliki pandangan positif mengenai diri sendiri dan bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik yang ada pada diri tanpa merasa ketidaknyamanan terhadap diri sendiri. Tanpa adanya penerimaan diri individu akan sulit untuk menerima keadaan diri baik yang berhubungan dengan kelemahan maupun kelebihannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri anak panti asuhan Budi Luhur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu anak-anak panti asuhan yang masih memiliki orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak kurang memiliki penerimaan diri atau kurang memahami dirinya, kurang dapat mengatur emosi, dan kurang dapat berinteraksi secara harmonis dengan lingkungan. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah tidak bisa memahami kondisi diri, merasa tidak nyaman, permasalahan keluarga dan bersikap negatif terhadap masa depan. Diharapkan kepada pihak panti asuhan untuk meningkatkan fasilitas untuk pengembangan diri, sehingga anak-anak asuh merasa senang tinggal di panti. Selanjutnya agar selalu mengawasi anak-anak asuh, memberikan pembinaan yang baik, serta memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak, agar mereka dapat memahami keadaan diri yang sebenarnya. Kepada orangtua agar dapat bekerja sama dengan pengasuh untuk dapat meyakinkan anak-anak bahwasannya, orangtua menitipkan anak ke panti asuhan bukan karena tidak disayang lagi.Kata Kunci: Penerimaan Diri, Faktor yang mempengaruhi, Anak panti asuhan 
Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Oleh Siswa Di SMP Negeri Kota Banda Aceh Muntazir, Muntazir; Husen, M; Bustamam, Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.523 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of school rules and obstacles faced by students in running the school order in public junior secondary school in Banda Aceh. The method of this research is descriptive with the mixed approach. The location of this research is located in three public junior secondary schools namely SMP Negeri 1 Banda Aceh, SMP Negeri 4 Banda Aceh, and SMP Negeri 18 Banda Aceh with a population of second and third-grade students as many as 1046 students. Sampling is calculated using Slovin formula with α = 5% that is 289. The data collection is done by using questionnaire of Likert scale model and interview. Data analysis used quantitative and qualitative descriptive analysis. The result of the research indicates that almost all students admitted that they have implemented good school rules, namely the percentage of excellent category as much as 73.9% and the percentage of good category as much as 25.7%. The tendency of good disciplinary execution is also seen in each item. However, in some cases, there are still violations that are recognized by the students. While the obstacles faced by students in implementing this school order comes from internal factors such as self-regulation and external factors in the form of family and teacher stimulants in schools.Keywords: Implementation, Constraints, Code of Conduct, students, Junior High School  
PROBLEMATIKA BELAJAR YANG DIHADAPI OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2010-2011 Sara, Ita Ani; Bahrun, Bahrun; Husen, Muhammad
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.827 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “problematika belajar yang dihadapi oleh mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling” bertujuan untuk mendeskripsikan tentang problem studi yang dihadapi oleh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling FKIP UNSYIAH angkatan 2010/2011. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling berjumlah 55 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat 92 masalah belajar yang umum dihadapi mahasiswa. Sedangkan untuk mutu kegiatan belajar mahasiswa secara keseluruhan pada umumnya mahasiswa berada dalam kategori tinggi, sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Dalam aspek Prasyarat penguasaan materi pelajaran pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keterampilan belajar pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek sarana belajar sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keadaan diri sendiri sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali kategori rendah. Dan untuk aspek keadaan lingkungan fisik dan sosio-emosional sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali berada pada kategori rendah. Kata Kunci: Problema studi mahasiswa fkip unsyah 2010-2011

Page 1 of 19 | Total Record : 187