cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Jurnal Edueksos merupakan jurnal yang memuat tulisan hasil penelitian, pengembangan, kajian atau telaah keilmuan pendidikan IPS, masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan ekonomi di tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi. Isi jurnal memuat pandangan kritis, berpikir komprehensif dalam pendidikan IPS dan selalu menggunakan unsur keilmuan untuk memberikan layanan professional. Jurnal ini terbit setiap bulan Juni dan Desember dan mulai terbit tahun 2012, membahas tentang permasalahan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat sebagai upaya menghasilkan good citizenship yang menjadi tujuan utama social studies (pendidikan IPS). Jurnal Edueksos menerima tulisan dari akademisi, praktisi serta masyarakat yang peduli pada pendidikan nasional. Saat ini, Jurnal Edueksos berbenah mengajukan akreditasi dari LIPI sebagai jurnal berskala nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VII-SHOFA MTS MAFATIHUL HUDA DEPOK CIREBON rosyid, fanji; Puspitasari, Euis
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 7, No 1 (2018): Evaluasi Pembelajaran
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPS di MTs Mafatihul Huda Depok Cirebon masih kurang adanya media dan fasilitas pembelajaran untuk menunjang guru dalam memberikan materi, sehingga strategi dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPS masih mengunakan media konvensional yaitu berorientasi pada materi dan buku paket saja, sehingga aktivitas belajar siswa rendah dan menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran, malas untuk mencari pengetahuan sendiri, siswa cenderung pasif, kurang disiplin, dan lebih banyak mengobrol dengan siswa lainya di saat proses KBM. Akibatnya, output proses pembelajaran IPS rata-rata nilainya dibawah standar KKM yang telah ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SHOFA MTs Mafatihul Huda Depok Cirebon dengan menggunakan model pembelajaran tari bambu.Upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran tari bambu, karena pembelajaran tari bambu  merupakan pengembangan dan modifikasi dari teknik lingkaran kecil lingkaran besar. Sehingga strategi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman dan informasi antar siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Aktivitas guru pada setiap siklus mengalami peningkatan, pra siklus diperoleh jumlah 47 dengan prosentase 58%, siklus I diperoleh jumlah 52 prosentase 65%, siklus II diperoleh jumlah 60 prosentase 75%, dan siklus III diperoleh jumlah 70 prosentase 87,5%. Aktivitas siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan, pra siklus 45 prosentase 56%, siklus I diperoleh jumlah 52 prosentase 65%, siklus II diperoleh jumlah 61 prosentase 76%, dan siklus III diperoleh jumlah 72 prosentase 90%. Hasil belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran tari bambu diperoleh nilai rata-rata 73.3 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 39.4%. Siklus I diperoleh nilai rata-rata 78.6 dengan persentase ketuntasan klasikal 52.6%. Siklus II diperoleh nilai rata-rata 82.6 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 73.6%. Siklus III diperoleh nilai rata-rata 87.6 dengan persentase ketuntasan  klasikal sebesar 92.1%.Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tari bambu dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Pembelajaran Tari Bambu, Hasil Belajar Siswa, IPS.
KONTEKS DOKTRINAL AKHLAK TASAWUF DALAM REALITAS SOSIAL Mahdi, Mahdi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.754 KB)

Abstract

Abstrak Di tengah kancah kehidupan global terdapat fenomena pada kelompok sosial tertentu yang terperangkap keterasingan, yang dalam bahasa para sosiolog disebut alienasi. Manusia modern seperti itu sebenarnya merupakan manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong. Para sosiolog memandang bahwa gejala alienasi ini disebabkan oleh perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, hubungan hangat antar manusia telah berubah menjadi hubungan yang gersang, lembaga tradisional telah berubah menjadi lembaga rasional, masyarakat yang homogen telah berubah menjadi masyarakat yang heterogen, dan stabilitas sosial telah berubah menjadi mobilitas sosial. Oleh karena itu program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha, ialah pembinaan akhlak mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Dan para lapisan atas itulah yang pertama-tama wajib memberikan teladan yang baik kepada masyarakat dan rakyat. Akhlakdarisuatubangsaitulah yang menentukansikaphidupdanlaku-perbuatannya, Intelektual suatubangsatidakbesarpengaruhnyadalamhalkebangunandankeruntuhan.Sungguhakhlakjualah yang mentukanbangundanruntuhnyasuatubangsa.Kata kunci : doktrinal, akhlak, tasawuf, realitas sosial
UPAYA GURU IPS DALAM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SMP NEGERI 3 CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN setyawati, tya; fauzi, ahmad; mahdi, mahdi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.385 KB)

Abstract

Kejenuhan dalam pembelajaran IPS akan membuat siswa kurang fokus dalam belajar, ketika siswa jenuh siswa lebih memilih melakukan hal-hal yang menurut mereka lebih menyenangkan seperti mengobrol dengan temannya atau juga asyik dengan imajinasinya sendiri. Siswa tidak menjadi subjek utama dalam pembelajaran, pembelajaran masih berpusat pada guru. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, biasanya guru memberikan penugasan kepada siswa untuk mengerjakan LKS. Dampaknya hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal, ketuntasan yang diterapkan 74 sementara hasil evaluasi ketuntasannya hanya 14,70%  dengan nilai rata-rata 4,4. Tujuan penelitian pada skripsi ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek, untuk mengetahui respon serta hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIII-A yang berjumlah 34 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil belajar IPS kelas VIII-A menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, berdasarkan hasil tes formatif yang dilakukan hasil belajar siswa dari siklus I-III mengalami peningkatan setiap siklusnya, terlihat dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 64,4.  siklus II sebesar 77,35, dan siklus III sebesar 83,23. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I 11 (32,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa, presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II 19 (55,89%) siswa yang tuntas dari 34 siswa. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus III 31 (77,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa.                                                                                               Kata Kunci: Aktivitas Siswa, Belajar Siswa, Model Pembelajaran Berbasis Proyek
KAJIAN GENDER DALAM PENDIDIKAN IPS: STUDI KASUS TENTANG PERAN WOMAN CRISIS CENTRE (WCC) MAWAR BALQIS TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PELAJAR PEREMPUAN DI KABUPATEN CIREBON Amalia, Rizki; Suryatna, Yayat
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 8, No 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.723 KB)

Abstract

AbstrakDewasa ini banyaknya  ketidakadilan gender yang dialami oleh banyak  perempuan.  Gender merupakan konstruksi yang diberikan masyarakat kepada jenis  kelamin laki-laki dan perempuan.  kekerasan seksual saat ini marak terjadi pada pelajar perempuan yang merupakan penerus bangsa dan harapan bagi bangsa. Bahkan pelakunya merupakan orang-orang terdekat korban. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian study kasus tentang  Woman Crisis Centre (WCC) Mawar Balqis  dalam pendampingan korban kekerasan seksual terhadap pelajar perempuan.  Gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara  laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku, semantara itu dalam khazanah ilmu sosial, istilah gender  diperkenalkan umtuk mengacu pada perbedaan-perbedaan antara laki-laki dan perempuan tanpa konotasi yang bersifat biologis.  Sedangkan  kekerasan seksual yang didalamnya termasuk perkosaan adalah tindakan  pseudo-sexual, dalam arti merupakan perilaku seksual yang tidak selalu dimotivasi dorongan seksual sebagai motivasi primer, melainkan berhubungan dengan penguasaan dan dominasi, agresi dan perendahan pada satu pihak (korban) oleh pihak lainnya (pelaku).  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering terjadi, serta peran WCC Mawar Balqis dalam pendampingan korban kekerasan seksual terhadap pelajar Perempuan di Kabupaten Cirebon. Selain itu penelitian ini menjelaskan layanan-layanan yang diberikan oleh WCC Mawar Balqis baik pendampingan advokasi maupun pendampingan psikologi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran baik tentang gender maupun tentang kekerasan seksual. selain itu penelitian ini juga menjelaskan pentingnya pembahasan gender dalam pendidikan IPS, agar  tidak adanya ketidakadilan gender yang terjadi dalam pendidikan IPS, serta penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan sosial psikologi pada pelajar perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan penelitian kualitatif. Cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mewawancarai narasuber-narasumber yang berkaitan dengan penelitian, seperti aktifis gender, staff Mawar Balqis serta psikolog, selain itu pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan penulis dengan pendamping serta analisis dokumen yang berbentuk data kasus yang ditangani oleh WCC Mawar Balqis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan langkah setelah data terkumpul baik melalui wawancara, dokumen-dokumen serta pelacakan internet, maka data tersebut kemudian dianalisis dan dijelaskan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan berupa pendampingan advokasi maupun psikologi terhadap korban kekerasan seksual  pada pelajar perempuan yang dilakukan oleh WCC Mawar Balqis sangatla            h diperlukan. Karena pendampingan bertujuan untuk memberikan harapan dan mengembalikan kehidupan sosial secara normal serta bebas dari trauma yang dialami Korban agar cita-cita dan harapan pelajar perempuan dapat diraih dan dicapai kembali layaknya orang dengan kehidupan normal   Kata Kunci : Gender, Pendidikan IPS,  Pelajar Perempuan, kekerasan seksual,
ANALISIS KEHIDUPAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN Nasehudin, Nasehudin
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.844 KB)

Abstract

Abstrak Sosiologi pendidikan adalah studi tentang interaksi individu dan lingkungan kulturalnya yang terkandung di dalamnya individu-individu lain, kelompok sosial dan pola-pola tingkah laku, dimana seorang individu yang lain selalu dipengaruhi oleh orang dan kebudayaan di sekelilingnya. Sosiologi pendidikan tidak hanya berhubungan dengan tujuan-tujuan pendidikan, kurikulum, metode dan pengukuran, tetapi juga berhubungan dengan sekolah dan seluruh masyarakat. Lingkungan sekolah itu seperti lingkungan sosial individu, lingkungan sosial yang bersifat intern dari sekolah dan lingkungan sosial yang bersifat ekstern. Ada tiga pendekatan dalam menganalisis kehidupan masyarakat yaitu melalui pendekatan individu, sosial dan interaksi. Dalam pendekatan individual menitikberatkan kepada faktor-faktor biologis dari psikologis yang mendeterminir tingkah laku seseorang, kedua faktor itulah yang primair sedangkan faktor lingkungan sekitar fisik dan milieu sosial merupakan faktor sekunder, karena pendekatanindividual berpendapat bahwa individual yang primair, sedangkan masyarakat adalah sekunder. Pendekatan sosial ini adalah masyarakat dengan berbagai lembaganya, kelompok-kelompok dengan berbagai aktivitasnya. Secara konkret aspek sosial ini membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan manusia, misalnya keluarga, tradisi-tradisi, adat istiadatnya, moralitasnya, norma-norma sosialnya. Maka dalam pendekataninteraksional ini ingin mengetahui dalam konteks sosialnya dengan membahas interaksi antara masyarakat dengan negara. Pendekatan sosio-paedagogik itu ialah pendekatan interaksional itu. Persatupaduan antara pendekatan individual dan pendekatan sosial. Atau dengan perkataan lain sosio-paedagogik lingkungan sekitarnya, yang mencakup individu-individu lain, kelompok-kelompok sosial, pola-pola tingkah laku atau kebudayaannya. Kata Kunci : Kehidupan, Masyarakat, Sosiologi Pendidikan
PERAN GURU ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER DEMOKRATIS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMP NEGERI 1 GEMPOL KABUPATEN CIREBON Rahmawati, Tantri; Hj, Suniti
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.101 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter demokratis peserta didik,  mengetahui usaha guru IPS untuk mengatasi kendala dalam membangun karakter demokratis peserta didik dan mengetahui peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Pembangunan karakter peserta didik merupakan tanggung jawab semua guru, terutama profesionalisme guru IPS sangat penting dalam menerapkan pendidikan karakter baik di dalam kelas maupun di luar kelas sehingga peserta didik memiliki karakter demokratis dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbentuk deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik kelas IX di SMP N 1 Gempol Kabupaten Cirebon. Responden dalam penelitian ini  adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru IPS dan peseerta didik kelas IX. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap karakter demokratis adalah sebagai sistem pemerintahan. Karakter demokratis peserta didik dapat terlihat pada saat pembelajaran di kelas, pemilihan ketua OSIS dan dalam pergaulan dengan teman sebaya. Usaha guru dalam mengatasi kendala tersebut dengan memberikan bimbingan kepada peserta didik serta konsisten menerapkan peraturan sekolah. Peran guru IPS dalam membangun karakter demokratis peserta didik adalah guru sebagai teladan, pendidik, pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar, mediator dan fasilitator, administrator, serta evaluator. Kesimpulan, guru IPS telah optimal dalam melaksanakan perannya sebagai seorang guru dalam membangun karakter demokratis peserta didik. Kata Kunci: Peran, guru IPS, demokratis
POWER POINT SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN MASA KINI Amalia, Isnin Agustin
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.022 KB)

Abstract

AbstrakKegiatan belajar mengajar di kelas sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan keras seorang guru saat memberikan materi. Penyampaian materi ajar sangat berpengaruh terhadap pemahaman anak didik. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman anak didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Salah satunya adalah media Power point, yang akan membantu siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Power Point
KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG PENDEKATAN TEORI REINFORCEMENT DALAM PROSES PEMBELAJARAN Ratnawati, Etty
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.304 KB)

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran perlu adaya stimulus atau rangsangan yang sering disebut dengan reinforcer yang berfungsi pemerkuat respons yang telah dilakukan oleh seseorang, rangsangan ini berupa pemberian motivasi. Faktor psikologis dalam pemberian reinforcement (penguatan) dalam proses pembelajaran merupakan salah satu bentuk pendekatan yang memberikan makna dalam proses tingkah laku, dinataranya berupa pemberian motivasi pujian dalam pembagian hasil belajar siswa baik yang mendapat nilai baik maupun yang nilainya kurang. Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar yang lebih menitikberatkan pada soal  reinforcement (penguatan), maka mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor intern. Faktor intern ini menyangkut faktor-faktor fisiologis dan faktor psikologis. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan reinforcement layak dipertimbangkan sebagai usaha alternative karena telah mampu meningkatkan semangat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pendekatan reinforcement melalui pemberian motivasi berupa pujian baik yang mendapat nilai baik maupun yang buruk saat pembagian hasil belajar sangat menunjang kegiatan belajar mengajar karena dengan meningkatnya semangat dan kemampuan siswa, hasil belajar, serta minat siswa juga akan meningkat dan dapat memperbaiki prestasi siswa tersebut. Kesan atau motivasi yang diberikan berupa pemberian penghargaan tersebut akan selalu diingat dan memperkuat perilakunya apabila selalu diulang dan berkelanjutan hal ini karena usaha untuk mendapatkan penguatan tergantung pada orang tersebut yang mengeluarkan respon atau perilaku tersebut. Apabila dilakukan secara terus menerus maka respon atau perilaku yang ditimbulkan akan naik atau bertambah pula. Kata Kunci : Psikologis, Reinforcement, Proses Pembelajaran
PERANAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM UPAYA MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA (Studi Kasus di MTs Negeri 1 Kota Cirebon) alifah, nur; sumarna, cecep
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 6, No 2 (2017): Multikultural
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.58 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di MTs Negeri 1 Kota Cirebon bertempat di Jalan Pilang Raya Nomor 38 Kota Cirebon diidentifikasi terdapat masalah yakni siswa-siswi di kelas VIII tersebut terindikasi sering melakukan salah satu gejala penyimpangan sosial yaitu bullying, karena peran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial belum secara optimal membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, fenomena perilaku bullying siswa di kelas, Faktor penyebab dari perilaku bullying siswa, dan Peranan dari pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying siswa. Kerangka pikir dalam penelitian ini adalah perilaku bullying siswa yang terjadi saat pembelajaran IPS merupakan salah satu indikasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan IPS belum terlaksana dengan sempurna. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut bagaimana proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon yang mampu mencegah perilaku bullying siswa, supaya dapat menghasilkan karakter siswa yang berbudi baik seperti Menghargai perbedaan yang ada; Dapat bekerjasama dengan semua siswa; dan Memiliki  sikap yang bertanggung jawab, peduli, dan empati.Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaan, dan tindak lanjut yang baik dilakukan oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya; Perilaku bullying yang terjadi saat pembelajaran adalah bullying verbal; Faktor penyebab terjadinya bullying berasal dari faktor internal dan eksternal; Peranan nilai-nilai pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying masih kurang terlaksana karena makna nilai-nilai pendidikan IPS dalam setiap sub bab materi belum dipahami oleh siswa. Kata Kunci: Pendidikan, IPS, Bullying
PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN DALAM MENJAWAB KRISIS SOSIAL Kurniawan, Asep
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.663 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan selama ini belum berhasil mengatasi krisis sosial, karena pendidikan terlalu terpesona dengan target-target akademis.Pendidikan karakter yang sudah mulai diimplementasi beberapa tahun terakhir oleh pemerintah di sekolah-sekolah formal belum bisa menjawab kebutuhan yang ada.Hal ini disebabkan pendidikan sekolah masih minim dan kesulitan dalam menerapkan aspek moral knowing, feeling dan action secara terintegrasi.Keadaan ini berbeda dengan pendidikan pondok pesantren yang sudah sejak lama sudah menerapkan pendidikan karakter dimana ketiga moral tersebut terbiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini bisa dilakukan efektif karena adanya contoh dari ustadz atau kiai, dan pendidikan 24 jam berada dalam satu lingkungan yang terintegrasi. Sayangnya model pendidikan karakter ala pesantren ini seolah terlupakan. Padahal ia sudah mengakar lama dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, sudah saat pendidikan karakter mendesak untuk efektif diterapkan dalam mengatasi persoalan sosial dengan melirik kearipan lokal yang ada di pendidikan pesantren. Kata kunci: pendidikan, karakter, pesantren, sosial.

Page 1 of 13 | Total Record : 128