cover
Contact Name
Pradi Khusufi Syamsu
Contact Email
pradikhusufi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pradikhusufi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
INKLUSIF (JURNAL PENELITIAN PENGKAJIAN HUKUM ISLAM)
ISSN : 23032669     EISSN : 25489631     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal INKLUSIF is a journal organized by Department of Syari’ah, Post Graduate Programe Syekh Nurjati State Islamic University. It only publishes original papers (no plagiarism) of literature and field research related to the Study and Research of Economics and Islamic Law. It focuses on the theme and topic of Islamic law: Islamic Criminal Law; Islamic Civil Law; Islamic Family Law; Application of Islamic Law in Indonesia; Islamic Economics; Islamic Banking, Sharia Accounting; and Issues of Contemporary Islamic Economics.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
IMPROVING ISLAMIC ECONOMIC INSTITUTIONS THROUGH EMPOWERING HUMAN RESOURCES MANAGAMENT (HRM) BASED ON IBNU KHALDUN’S THOUGHTS al Banna, Hasan
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4991

Abstract

ABSTRACTIbnu Khaldun in his masterpiece of Muqaddimah rationalizations  led us to understand how organizations can fall or be led to decline, not so much due to the external forces at work but rather due to the internal forces, which in today?s management views is something within our control.  Everyone within the organization should be given their due respect and worth so that they could work together to ensure the success of the organization.  In this age and time, justice must be seen to be done in order to create an orderly and harmonious society. Ibn Khaldun pointed out correctly when he compared and contrast the marked difference between the simple and pastoral life of the Bedouins and those of the sedentary society of whom the latter?s decline was due to internal factors such as greed and excesses that led to their decline and eventually the downfall of the Muslim empires. In the end of the day, based on Ibnu Khaldun?s thougts, this study is potentially useful to increase knowledge about the contribution of Islam in Islamic economic institution management. This will be an important reference source for those who learn Islam and management for those who will conduct further research in this field.Keyword: Islamic economic institutions, empowering, HRM.
AJARAN MILLAH IBRAHIM DALAM PANDANGAN MUI KOTA CIREBON (STUDI PUTUSAN FATWA MUI KOTA CIREBON NOMOR 070/ HF-MUI-KC/XII/2009) Umar, Ridwan; Syekh Nurjati, Wasman
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4981

Abstract

 ABSTRACT The Millah Abraham community, better known as Komar, is one of the religious groups in Islam that developed in Cirebon City, West Java. This group is considered to deny the Prophet Muhammad and deviate because he cultured Ahmad Mushaddeq as a prophet calling him the Al-Maw'ud based on the book he believed "The Holy Spirit". This deviation is sufficient for the MUI to declare this community a heretical sect. This study aims to trace who is the bearer and spreader of Komar's religious beliefs in the city of Cirebon. This study was conducted in Cirebon City with research subjects as victims of this understanding . This study uses a qualitative approach with in-depth interview techniques with various informants, observation and study documents. Komar was finally dismantled and members were rescued through good handling from the local apparatus Keywords; Teachings, Millah Ibrahin, and MUI Cirebon. ABSTRAK  Komunitas Millah Abraham atau lebih dikenal Komar adalah salah satu kelompok keagamaan dalam Islam yang berkembang Kota Cirebon, Jawa Barat.Kelompok ini dianggap mengingkari Nabi Muhammad SAW dan menyimpang karena mengkultuskan Ahmad Mushaddeq sebagai nabi dengan menyebutnya Al-Masih Al-Maw?ud berdasarkan kitab yang diyakininya, ?Ruhul Kudus?.Penyimpangan ini sudah cukup bagi MUI untuk menyatakan komunitas ini sebagai aliran sesat.Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri siapa pembawa dan penyebar paham keagamaan Komar di Kota Cirebon.Penelitian ini dilakukan di Kota Cirebon dengan subyek penelitian para korban pengikut paham ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan berbagai informan, observasi dan studi dokumen. Komar akhirnya dapat dibongkar dan anggotanya diselamatkan melalui penangangan yang baik dari aparatur setempat Kata Kunci; Ajaran, Millah Ibrahin, dan MUI Cirebon. 
PENERAPAN MANAJEMEN UNIT USAHA LEMBAGA PENGEMBANGAN DAKWAH AL-BAHJAH CIREBON Faiz Amin, Nur Muhamad
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4404

Abstract

ABSTRAKKeberadaan pondok pesantren pada umumnya mempunyai dua modal utama yang dapat menopang kegiatan perekonomiannya, yaitu modal berupa lahan sebagai sumber daya yang luas dan tenaga santri yang merupakan faktor tenaga kerja dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola manajemen ekonomi yang diterapkan oleh LPD Al-Bahjah Cirebon; untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik pola manajemen ekonomi yang diterapkan oleh LPD Al-Bahjah Cirebon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola manajemen ekonomi yang diterapkan oleh LPD Al-Bahjah Cirebon diimplementasikan melalui empat prinsip manajamen, yakni perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengontrolan. Secara keseluruhan, manajemen unit usaha LPD Al Bahjah memiliki kualitas yang baik. Seluruh pengelola unit usaha berada dalam tujuan yang terintegrasi dalam satu sistem; Selanjutnya, implementasi gaya kepemimpinan dalam pengembangan unit usaha di LPD AL Bahjah, ditemukan pada praktek-praktek atau prosedur kerja dan wewenang antar struktur kepemimpinannya yang masih berpola informal. Di Yayasan Al Bahjah pola kerja dibagi berdasarkan bidangnya yaitu bidang pendidikan, wakaf dan infrastruktur, umum dan diplomasi, ekonomi, media dan dakwah. Disinilah sesungguhnya telah terbangun formalitas dalam berorganisasi sehingga pola kepemimpinan dalam Yayasan Al Bahjah dengan begitu bisa dikatakan bertipe formal.Kata Kunci: Manajemen, Ekonomi, Usaha, Al-Bahjah ABSTRACTThe existence of Islamic boarding schools in general has two main capitals that can sustain their economic activities, namely capital in the form of land as a broad resource and students labor which is a labor factor in the economy. The purpose of this study is: to find out and describe the pattern of economic management applied by LPD Al-Bahjah Cirebon; to know and describe the leadership style of the economic management applied by Al-Bahjah Cirebon.The conclusions of this study that the economic management pattern applied by Al-Bahjah Cirebon is implemented through three management principles, namely planning, organizing, leading and controlling. Overall, the management of the Al Bahjah business unit is of good quality. All business unit managers are in goals integrated in one system; The implementation of the leadership style in the development of business units at the AL Bahjah was found in work practices or procedures and authority between the leadership structures that were still informal. At the Al Bahjah Foundation work patterns are divided based on fields such as education, endowments and infrastructure, general and diplomacy, economics, media and da'wah. This is where the formalities in organization have been built so that the leadership pattern in the Al Bahjah Foundation can be said to be formal.Keyword: Management, Economy, Business, Al-Bahjah
MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DI PONDOK PESANTREH HUSNUL KHOTIMAH KUNINGAN Surahman, Emon
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4999

Abstract

ABSTRACT This study seeks to reveal the role of Husnul Khotimah Islamic boarding school domiciled in Manis Kidul village, Jalaksana District, Kuningan District, West Java, in relation to empowering the surrounding community especially in the field of creative economic empowerment because it is no secret that the role of Islamic boarding schools is known only in terms of education. especially religious education. With the economic role carried out by the Husnul Khotimah Islamic boarding school, especially by the Economic Division, as an extension of the foundation in managing pesantren-owned business units, it is expected to create new jobs for pesantren residents and surrounding communities and increase the pesantren's financial cash income that can help Operational funds for the administration of education and the construction of Islamic boarding schools in the future. Keywords: Islamic Boarding School, Community Empowerment, Creative Economy ABSTRAK Penelitian ini berusaha mengungkap peran pondok pesantren Husnul Khotimah yang berdomisili di desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat dalam kaitannya memberdayakan masyarakat sekitar khususnya dibidang pemberdayaan ekonomi kreatif karena bukan rahasia umum bahwa peran pondok pesantren selama ini yang dikenal di masyarakat hanya dalam hal pendidikan saja utamanya pendidikan agama. Dengan adanya peran ekonomi yang dilakukan oleh pihak pondok pesantren Husnul Khotimah terutama oleh pihak Divisi Ekonomi sebagai kepanjangan tangan dari pihak yayasan dalam mengelola unit bisnis milik pesantren diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga pesantren maupun masyarakat sekitar dan menambah pemasukan kas keuangan pesantren yang dapat membantu dana operasinal penyelenggaraan pendidikan serta pembangunan pondok pesantren kedepan. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kreatif 
“BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA): TINJAUAN EKONOMI ISLAM DAN PERANNYA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN INDRAMAYU” Sliyeg, Sufyan
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4326

Abstract

ABSTRACTThe birth of a Village-Owned Business Entity has a connection with efforts to improve the social welfare of the community, namely increasing all living conditions and the occurrence of a social balance of society both physically and spiritually. The purpose of this study is: to know and describe the legal basis of Village-Owned Enterprises in Indramayu Regency; to know and describe Islamic economic studies on the implementation of Village-Owned Enterprises in Indramayu Regency; to know and describe the objective conditions of Village-Owned Enterprises in Indramayu Regency; to find out and describe the problem of managing Village-Owned Enterprises in Indramayu Regency; and to know and describe the role of Village-Owned Enterprises in improving the welfare of the Indramayu Regency communityThe conclusions of this study are, The legal basis of the establishment of a Village-Owned Enterprise in Indramayu Regency refers to Law Number 6 of 2014 concerning Villages supported by Village Minister Regulation Number 4 of 2015 concerning BUM Desa and then in decrease in the Regional Regulation of Indramayu Regency Number 4 of 2016 concerning the establishment and Management of Village-Owned Enterprises; The concept of empowerment in order to improve community welfare, BUM Desa plays an important role in it. The welfare of society in the view of Islamic economics is not only measured only on material, but also non-material; Until 2017, in Indramayu Regency there were 299 Village-Owned Enterprises engaged in the trade, production and service sectors. This is supported by available resources, including support from local governments, such as policies, funds and operations; In the implementation of Village Owned Enterprises in Indramayu district, there are no significant problems. Nevertheless, several factors that hinder the management of Village Owned Enterprises in Indramayu Regency include: inadequate village government policies, village social and political conditions and less effective coordination between commissioners and directors; Village-owned enterprises in Indramayu Regency make a positive contribution to improving the welfare of the Indramayu community. This can be seen from the increase in income and purchasing power of the community both in the service sector, production and tradeKeywords: BUM Desa, Economy, Welfare, Society, Village  ABSTRAKLahirnya Badan Usaha Milik Desa memiliki keterkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteran sosial masyarakat, yaitu meningkatnya segala kondisi kehidupan dan terjadinya keseimbangan sosial masyarakat baik secara jasmani maupun rohani. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui dan mendeskripsikan dasar hukum Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu; untuk mengetahui dan mendeskripsikan kajian ekonomi Islam pada pelaksanaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu; untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi objektif Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu; untuk mengetahui dan mendeskripsikan problematika pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu; dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indramayu.Hasil penelitian menunjukan bahwa, dasar hukum berdirinya Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang di dukung dengan Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015 Tentang BUM Desa dan kemudian di turunkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa; Konsep pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BUM Desa berperan penting di dalamnya. Kesejahterakan masyarakat dalam pandangan ekonomi Islam tidak hanya di ukur hanya pada materi, tetapi juga non materi; Hingga 2017, di Kabupaten Indramayu terdapat 299 Badan Usaha Milik Desa yang bergerak pada sektor perdagangan, produksi dan jasa. Hal ini di dukung oleh sumber daya yang tersedia, termasuk di dalamnya dukungan dari pemerintah daerah, seperti kebiajkan, dana dan operasional; Dalam implementasi Badan Usaha Milik Desa di kabupaten Indramayu, tidak terdapat problematika yang berarti. Meskipun demikian, beberapa faktor yang menghambat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu diantaranya: kebijakan pemerintah desa yang kurang tepat, kondisi sosial politik desa dan koordinasi antara komisaris dan direksi kurang efektif; Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Indramayu memberikan kontribusi positif bagai peningkatan kesejahteraan masyarakat Indramayu. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat baik pada sektor jasa, produksi maupauan perdagangan.Kata Kunci: BUM Desa, Ekonomi, Kesejahteraan, Masyarakat, Desa 
PRINSIP-PRINSIP PEMBIAYAAN DAN PRODUK-PRODUK PERBANKAN SYARIAH BERDASARKAN AL-QURAN DAN HADITS DALAM INTEGRITAS UU NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Fatakh, Abdul
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.5228

Abstract

                                                      ABSTRACTThe focus of the problem in this study is how the distribution mechanism of financing and acquisition achieved as well as the obstacles faced by Islamic banks.Based on the results of the analysis shows that the principles, products and services of financing that is based on the law or regulations of Law No. 21 of 2008 concerning Sharia Banking that is integrated in the provisions already stated in the Al-Quran and Al-Hadith and also the opinions of salaf and khalaf scholars, should to serve as a guideline for Islamic banking companies in particular. Keywords: Principles of Financing, Islamic Banking products, Al Qur'an and Hadith, Law no. 21 in 2018ABSTRAK Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana mekanisme penyaluran pembiayaan dan perolehan yang dicapai serta beberapa kendala yang dihadapi oleh Bank Syariah.Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip, produk dan jasa pembiayaan  yaitu berdasarkan Hukum atau peraturan UU No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terintegrasi dalam ketentuan yang sudah tertera dalam Al-Quran dan Al-Hadits dan juga pendapat-pendapat ulama salaf maupun khalaf, patut untuk dijadikan sebagai pedoman bagi perusahaan-perusahaan perbankan syariah khususnya. Kata Kunci: Prinsip-prinsip  Pembiayaan, produk-produk Perbankan Syariah, Al Qur?an dan Hadis, UU No 21 tahun 2018
EFEKTIVITAS PERATURAN PEMERINTAH NO.48 TAHUN 2014 DALAM PENGELOLAAN BIAYA PENCATATAN NIKAH (STUDI KASUS PADA KUA KEC.TALUN KABUPATEN CIREBON) Wahyuddin, Ali
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4874

Abstract

ABSTRACTThe rise of legal events that befell the officers entangled in gratuities and extortion due to the old marriage cost mechanism is no longer in accordance with the mechanism of Non-Tax State Revenue and has not adopted the development of the times so that new patterns need to be formulated in the hope that the welfare of implementing apparatus will be accompanied by improved public services and image improvement The Office of Religious Affairs in the eyes of the community so that a new mechanism that is more equitable for the community and the implementing apparatus for registering marriages is needed and that hope is realized by the issuance of PP No. 48 of 2014 concerning Marriage Costs. This research tries to reveal the reasons for the government issuing this PP 48/2014 and how its management after the issuance of the new PP can solve all the problems that occur along with the birth of this PP or even vice versa, so that the advantages and disadvantages need to be studied and the factors that influence the implementation. Keywords: regulations, costs, marriage, PP No. 48 of 2014 ABSTRAK Maraknya peristiwa hukum yang menimpa penghulu terjerat gratifikasi dan pungli dikarenakan  mekanisme biaya nikah lama sudah tidak lagi sesuai dengan mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak serta kurang  mengadopsi  perkembangan zaman sehingga perlu dirumuskan pola baru dengan harapan meningkatnya kesejahteraan aparatur pelaksana dibarengi dengan peningkatan  pelayanan terhadap masyarakat  dan perbaikan citra Kantor Urusan Agama dimata masyarakat sehingga perlu dirumuskan mekanisme baru yang lebih berkeadilan bagi masyarakat dan aparatur pelaksana pencatatan perkawinan dan harapan itu terwujud dengan terbitnya PP No. 48 Tahun 2014 tentang Biaya Nikah. Penelitian ini mencoba mengungkap alasan-alasan pemerintah menerbitkan PP 48/2014 ini dan bagaimana pengelolaannya setelah penerbitan PP baru dapat menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi mengiringi lahirnya PP ini atau malah sebaliknya, sehingga perlu dikaji keunggulan dan kelemahan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaanya. Kata Kunci: peraturan, biaya, nikah, PP No 48 Tahun 2014 
KONSEP HAKIM PEREMPUAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PERADILAN AGAMA INDONESIA (STUDI KOMPARATIF IBN HABIB AL-MAWARDI DENGAN IBN MAS’UD AL-KASANI) ihyak, ihyak
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.263 KB)

Abstract

AbstractThe judge  has a role and a very strategic  position,  where the duties of judges are required to decide a case they become problems among men correctly and fairly in accordance guidance of the Qur'an and Hadith. The participation of women in politics and the judiciary has caused much controversy among scholars to critize it. This fundamental thesis underlying this study is the phenomenon in which the majorit y of Indonesian  Muslims  adherents  homoge to   Shafi'i in his opinion  that he  forbade  women  to  the  bench as the opinion  promoted  by Al- Mawardi but in the Religious Courts allow women to become  judges with the following opinion carried by Al-Kasani that homoge to Hanafi. Therefore needs to be studied more in depth to the arguments used by Al-Mawardi who are scholars schools Syafi'iyyah with Al-Kasani Hanafiyyah schools that are scholars in establishing the legal status of women judges, so it will be known where opinions are relevant to the context of Indonesia the priest a second opinion.Based on the background of the problem underlying this study, the authors formulate  some  formulation  of  the  problem  to  facilitate  the  review  process including,  how  do    al-Mawardi  with    al-Kasani  about  the  concept  of  female judges, how the Law of the opinion istinbath  al Mawardi with al-Kasani about the concept and how women judge the relevance of the opinion that the two figures in the context of developments in the Indonesian Religious Courts.In addition, the purpose of this study is to provide an explanation of the concept of women judges in the opinion of both the priests and the legal istinbath used by both priests and comparing of two opinions which are relevant  to the context of the Religious Courts in Indonesia.This research included qualitative research (literature) by using descriptive method-comparative-analysis, which describes and explains the opinions and arguments used by both the priest and then analyzed and the results is comparated between them to obtain a pragmatic conclusion.After holding in-depth analysis of the arguments relied upon by the second law of priests, then found things to be the origin of the differences in the two priests to critize women become judges, namely the difference in socio-cultural background of the lives of both the priest and the dissent to interpret Qur'an and hadith. So then obtained a second opinion from the imam of Al-Kasani priests who carry the opinion of the Hanafi imams are considered relevant and matching with the judiciary in Indonesia and in the soul of the people of Indonesia.Keywords:  Women Jugde, Al-Kasani, Al-Mawardi.  AbstrakHakim  memiliki  peran  dan  kedudukan  yang  sangat  strategis,  dimana dalam  tugasnya  hakim  dituntut  untuk  dapat  memutuskan  suatu  perkara  yang menjadi permasalahan diantara manusia dengan benar dan adil sesuai tuntunan al- Qur’an dan Hadits. Keikutsertaan perempuan dalam kancah politik dan peradilan telah  menimbulkan  banyak  kontroversi  dari  kalangan  ulama  dalam menghukuminya. Hal mendasar yang melatarbelakangi pengkajian tesis ini adalah adanya  fenomena  dimana  umat  muslim  Indonesia  yang mayoritas  penganutnya bermadzhab Syafi’i yang dalam pendapatnya beliau melarang perempuan menjadi hakim  sebagaimana  pendapat  yang  diusung  oleh  Al-Mawardi  namun  dalam Peradilan Agama memperbolehkan perempuan menjadi hakim dengan mengikuti pendapat yang diusung oleh Al-Kasani yang bermadzhab Hanafi. Oleh karenanya perlu dikaji lebih mendalam terhadap dalil-dalil yang digunakan oleh Al-Mawardi yang merupakan ulama madzhab Syafi’iyyah dengan Al-Kasani yang merupakan ulama   madzhab   Hanafiyyah   dalam   menetapkan   kedudukan   hukum   hakim perempuan, sehingga akan diketahui mana pendapat yang relevan dengan konteks Indonesia dari pendapat kedua imam tersebut.Berdasarkan  latar belakang permasalahan  yang mendasari penelitian  ini, penulis merumuskan beberapa rumusan masalah untuk memudahkan dalam proses pengkajian diantaranya,  bagaimana  pendapat  ibn Habib  Al-Mawardi  dengan ibn Mas'ud Al-Kasani tentang konsep hakim perempuan, bagaimana istinbath Hukum dari pendapat ibn Habib Al-Mawardi dengan ibn Mas'ud Al-Kasani tentang konsep hakim perempuan dan bagaimana relevansi pendapat kedua tokoh tersebut dengan konteks perkembangan Peradilan Agama di Indonesia.Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai konsep hakim perempuan menurut pendapat dari kedua imam serta istinbath  hukum  yang  digunakan  oleh  kedua  imam  dan  membandingkan  dari kedua   pendapat   mana   yang   relevan   dengan   konteks   Peradilan   Agama   di Indonesia.Jenis  penelitian  ini termasuk  penelitian  kualitatif  (kepustakaan)  dengan menggunakan metode diskriptif-analisis-komparatif,  yaitu menguraikan dan menjelaskan pendapat dan dalil yang digunakan oleh kedua imam untuk kemudian dianalisis dan hasilnya dikomparasikan antara keduanya untuk mendapatkan kesimpulan yang pragmatis.Setelah mengadakan analisa yang mendalam terhadap dalil-dalil yang dijadikan dasar hukum oleh kedua imam, maka ditemukan hal-hal yang menjadi asal perbedaan dari kedua imam dalam menghukumi perempuan menjadi hakim, yaitu  adanya  perbedaan  sosio-cultural  yang  melatarbelakangi  kehidupan  dari kedua imam serta adanya perbedaan dalam menafsiri al-Qur’an maupun hadits. Sehingga  kemudian  diperoleh  satu  pendapat  dari  kedua  imam  yaitu  imam  Al- Kasani yang mengusung pendapat imam Hanafi yang dianggap relevan dan cocok dengan kehakiman di Indonesia dan sesuai dengan jiwa masyarakat Indonesia.Kata Kunci:  Hakim perempuan,  Al-Kasani, Al-Mawardi. 
PRAKTEK OUTSOURCING DI BUMN PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Tohara, Dwiyana Tohara
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.623 KB)

Abstract

Abstract (Working is a duty of every man, by working a man earns money in order to fulfill the needs of his family and himself. By working and earning wages, human being is able of enforcing body, close the ' Awrah, and being able to worship to God Almighty.Outsourcing system is a working system which contains tripartite relationship between corporate employer (principal), outsourcing company (vendor), and workers/laborers. This system is derived from the mechanisms of Labor Market Flexibility (LMF) that actually addressed the proscons by various circles because it is considered as a new form of modern slavery.Based on theresults of several studieson the themeof outsourcingthathave been conductedamongacademic, this articlewillprovideacademicconclusionsrelated tothe practice of outsourcinginIndonesiafrom the perspective ofIslamic economics). Keywords : Outsourcing Practice, Labor, Islamic Economy, Fair Wages Abstrak(Bekerja adalah kewajiban setiap manusia, dengan bekerja seseorang menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan dirinya sendiri. Dengan bekerja dan mendapatkan upah, manusia mampu menegakkan kehormatan dan mampu ibadah kepada Allah SWT.Sistem outsourcing adalah sistem kerja yang berisi hubungan tripartit antara majikan perusahaan (principal), perusahaan outsourcing (vendor), dan pekerja / buruh. Sistem ini berasal dari mekanisme Tenaga Kerja Market Flexibility (LMF), yang pembahasannya menimbulkan pro kontra oleh berbagai kalangan karena dianggap sebagai bentuk baru perbudakan modern.Berdasarkan hasil kajian beberapa penelitian pada tema outsourcing yang telah dilakukan oleh para akademisi, artikel ini akan memberikan kesimpulan akademis yang berhubungan dengan praktek outsourcing di Indonesia dari perspektif ekonomi Islam).(11 pt Times New Roman italic)Keywords : praktek outsourcing, Pekerja, Ekonomi Islam, Upah layak
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP IJARAH POHON MANGGA Shobani, Shobani
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.438 KB)

Abstract

Abstract The perfect relationship is the relationship of exchanges where someone gave what he had for the people then he got something useful to him as needed. This relationship in the Islamic fiqh is called al-Ijarah. Al-Ijarah is a type of contract that benefited from a rented object with the path of the turn. As for the lease of the Qur'an has been organized and elucidated with hadis.Indramayu is mango city with mango tree that was developed in the city. Local people rent manggo trees. Trees for rent then taken by the tenant as a result and benefit of goods for rent.From the research concluded, in terms of subject matter, both people that have agreed in the lease of the mango tree is valid because it has been  fuliflled the terms people in agreement and the existence of an agreement between the two sides. But in terms of objects, goods or rent object is invalid, because it is the practice of selling fasid and otherwise "bai al-ma'dum" meaning that buying and selling of goods that are not clear.Keywords : ijarah, rented, mango AbstrakHubungan muamalah yang sempurna adalah hubungan pertukaran yang mana seseorang memberikan apa yang ia miliki untuk kemudian orang tersebut memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya sesuai dengan yang dibutuhkan. Hubungan ini dalam fiqh Islam disebut al-Ijarah. Al-Ijarah adalah suatu jenis akad yang mengambil manfaat dari benda yang disewakan dengan jalan pergantian. Adapun sewa-menyewa dalam al-Qur’an telah diatur dan diperjelas dengan hadits.Indramayu sebagai kota mangga dengan banyaknya pohon mangga yang dikembangkan di kota ini. Masyarakat setempat menyewakan pohon mangganya. Pohon yang disewakan kemudian diambil mangganya oleh si penyewa sebagai hasil dan manfaat barang yang disewakan.Daripenelitian ini disimpulkan, dari segi subyek, kedua orang yang telah berakad dalam sewa-menyewa pohon mangga ini sah karena telah mememuhi syarat-syarat orang dalam berakad dan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.  Tetapi dari segi obyek, obyek barang atau sewa menyewa tidak sah, karena merupakan praktik jual beli fasid dan batil “bai al-ma’dum” artinya jual beli atas barang yang tidak jelas.Kata kunci :ijarah, sewa menyewa, mangga