cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi (PJIF) invites manuscripts in the various topics include, Health Sciences, Life Sciences, Social Sciences and Humanities .
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PERBANDINGAN HASIL RENDEMEN MINYAK ATSIRI DAUN KAMBOJA (Plumeria acuminate) BASAH DAN KERING DENGAN METODE DESTILASI Purgiyanti, Purgiyanti; Galeri, Tiara Indah; Santoso, Joko
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kamboja (Plumeria acuminate) merupakan bagian dari suku Apocynaceae yang hampir semua bagiantanamannya bermanfaat untuk penyembuhan. Tanaman kamboja memiliki kandungan senyawa kimiaberupa flavonoid yang mampu memberikan daya untuk mencegah pertumbuhan bakteri seperti padapengobatan bisul dan luka pada kulit. Daun kamboja yang akan dipakai dibagi dua perlakuan yaitu basahdan kering selanjutnya di destilasi untuk medapatkan hasil rendemen minyak atsiri. Penelitiandilakukan di Laboratorium Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal, mengenai perbandingan hasilrendemen minyak atsiri pada daun kamboja (Plumeria acuminate) basah dan kering. Metode yangdilakukan yaitu menggunakan metode destilasi yang menggunakan menggunakan pelarut aquades 300mlselama 3x24 jam. Ada tidaknya kandungan minyak atsiri dapat dilakukan identifikasi warna dengansudan III serta identifikasi KLT. Analisa hasil dilakukan dengan menggunakan uji Statistik Deskriptive.Dari hasil berat minyak atsiri daun kamboja basah diperoleh rata-rata rendemen minyak atsiri sebesar1,35% dan rata-rata rendemen minyak atsiri daun kamboja kering sebesar 0,32%.Kata kunci : Daun Kamboja, Minyak atsiri, Rendeman, Destilasi.
PENGARUH PERBANDINGAN KONSENTRASI VASELIN ALBUM ( VASELIN PUTIH ) PADA SIFAT FISIK SALEP EKSTRAK MASERASI DAUN PARE ( Momordica folium ) Rokhmatunisa, Diah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pare ( Momordica charantia L ) merupakan tanaman tropis dan sub tropis. Tumbuh baik didaratan rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan atau dibudidayakan dan ditanam dipekarangan dengan dirambatkan dipagar untuk diambil buahnya. Selain dijadikan sebagai sayuran, pare juga digunakan sebagai obat. Daun pare dapat digunakan untuk menyembuhkan luka bakar, bisul, eksim. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Komponen-komponen salep meliputi zat aktif, basis salep dan zat tambahan.                Pada penelitian ini pengambilan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. Ekstrak maserasi daun pare didapat warna hijau tua dengan berat ekstrak 44,02 gram dengan rendemen 44,28%. Pada pembuatan salep dilakukan dengan metode peleburan dan untuk uji fisik dilakukan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya menyebar, uji daya lekat, uji daya proteksi.                Hasil analisa One way anova diperoleh F hitung > F table, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, menunjukan bahwa ada pengaruh perbandingan kosentrasi vaselin album terhadap sifat fisik salep ekstrak maserasi daun pare. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kosentrasi vaselin album 30% memiliki pengaruh terhadap sifat fisik salep ekstrak daun pare.Kata kunci : Daun Pare, Ekstrak, Maserasi, Vaselin album, Uji sifat fisik salep
PENGARUH BASIS SALEP HIDROKARBON, SERAP DAN KOMBINASI TERHADAP SIFAT FISIK SALEP MINYAK ATSIRI SEREH (CYMBOPOGON NARDUS [L.] RENDLE) Santoso, Joko
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional sudah digunakan secara turun menurun. Khasiatnya juga tidak kalah dengan obat kimia yang sekarang marak beredar. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan adalah sereh. Sereh (Cymbopogon nardus [L.] Rendle) memiliki berbagai khasiat seperti anti radang, penghilang nyeri (analgesik), dan melancarkan sirkulasi meridian dan darah. Faedah lain untuk sakit kepala, sakit otot ngilu sendi, batuk, nyeri lambung, diare, menstruasi tidak teratur, bengkak sehabis melahirkan, dan memar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis basis salep hidrokarbon, salep serap serta kombinasi terhadap sifat fisik salep minyak atsiri Sereh (Cymbopogon nardus [L.] Rendle)Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian ini adalah basis salep hidrokarbon, serap, kombinasinya dan sifat fisik salep minyak atsiri Sereh (Cymbopogon nardus [L.] Rendle). Variabel penelitian ada tiga, yaitu : (1) Variabel bebas: basis salep hidrokarbon, basis serap dan kombinasinya, (2) Variabel terkendali: asal tanaman, lokasi pengambilan tanaman, proses maserasi, metode pencampuran dan pengadukan dan (3) Variabel terikat : sifat fisik salep minyak atsiri Sereh (Cymbopogon nardus [L.] Rendle) yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pengukuran pH, uji daya menyebar, uji daya melekat dan uji daya proteksi. Analisa menggunakan Deskriptif One Way Anova. Dari hasil analisis Deskriptif One Way Anova, menunjukan bahwa ada pengaruh basis salep terhadap sifat fisik salep ekstrak maserasi daun ubi jalar. Hasil evaluasi menunjukan bahwa formula II memiliki daya lekat dan daya proteksi salep yang lebih baik dibanding formula I dan III.Kata kunci : minyak atsiri Sereh (Cymbopogon nardus [L.] Rendle), destilasi, basis
Analisis Pemakaian Obat Generik Dan Obat Bermerek Pada Masyarakat Desa Pesayangan Kec.Talang Kab.Tegal Farmasi, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat adalah semua zat baik berupa kimiawi, hewani, mauoun nabati yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut gejalanya. Di ketahui bahwa dalam kesimpulan pemilihan obat generik adalah SD 69,23%, SMP 29,10%, SMA 72,72% dan PT 80 %. Sedangkan yang memilih obat bermerek adalah SD 30,77%, SMP 70,90%, SMA 27,28% dan PT 20% ini menunjukan bahwa sebagian besar yang berpendidikan SMP lebih memilih obat bermerek,  sedangkan yang berpendidikan SD, SMA dan PT sebagian besar memilih obat generik. Alasan masyarakat lenbih memilih obar generik yaitu karna harga yang terjangkau dan berhasiat dengan obat bermerek. Alasan masyarakat lebih memilih obat bermerek yaitu karna mudah di peroleh, lebih mengetahui obat bermerek dari pada obat generik, dari sosialisasi obat bermerek yang sangat bagus dan faktor sugesti . Kata Kunci :    Obat, Generik, Bermerek
PERBEDAAN KONSENTRASI CMC Na TERHADAP UJI FISIK PEWARNA RAMBUT GEL EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN (Durio zibethinus L.). Purgiyanti, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah durian (Durio zibethinus L.). merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Sediaan pewarna rambut adalah sediaan kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut atau untuk mengembalikan warna rambut asalnya. Gel merupakan sediaan semisolid yang digunakan pada kulit, umumnya sediaan tersebut berfungsi sebagai pembawa pada obat – obat topikal, atau sebagai pelunak kulit. Soxhletasi merupakan proses yang digunakan untuk menghasilkan ekstrak.Penelitian dilakukan terhadap pewarana rambut gel ekstrak soxhletasi kulit buah durian dengan perlakuan perbedaan CMC Na yang akan dilihat terhadap sifat fisik gel. Ekstraksi dilakukan dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pewarna rambut gel dari ekstrak kulit buah durian dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi CMC Na. Pewarana rambut gel diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji daya proteksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula dan sifat fisik gel yang memenuhi syarat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada semua formula untuk tiap uji sifat fisik gel.Kata Kunci : Ekstrak soxhletasi Kulit buah durian (Durio zibethinus L.), pewarna rambut, gel
PENGARUH PERBANDINGAN KADAR CMC Na SEBAGAI SUSPENDING AGENT TERHADAP SIFAT FISIK SUSPENSI ANTASIDA ., Ivalia
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit maag merupakan kondisi yang sangat mengganggu aktivitas bila tidak ditangani dengan tepat dan dapat berakibat fatal. Masalah penelitian ini adalah : Adakah pengaruh penggunaan CMC Na sebagai suspending agent terhadap sifat fisik suspensi antasida dan berapa kadar CMC Na yang baik sebagai suspending agent terhadap sifat fisik suspensi antasida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan CMC Na sebagai suspending agent yang baik sebagai suspending agent terhahadap sifat fisik suspensi antasida dan mengetahui kadar CMC Na yang baik sebagai suspending agent terhadap sifat fisik suspensi antasida.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji organoleptik meliputi bentuk : cair agak kental, warna : putih tulang, bau : khas mint dan rasa : manis. Rata-rat uji pH menunjukkan pH 6. Rata-rata uji berat jenis formula I : 1,1749 ; formula II : 1,1725 dan formula III : 1,066. Rata-rata uji viskositas formula I : 154,4198 ; formula II : 150,2577 dan formula III : 137,5771. Rata-rata uji sedimentasi formula I : 0,19 ; formula II : 0,03 dan formula III : 0,11. Kata kunci : Antasida, suspensi dan CMC Na
UJI PENGARUH BIOINSEKTISIDA TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM LINN) TERHADAP WERENG COKLAT (NILAPARVATA LUGENS) Kusnadi, Kusnadi; Barlian, Akmad Aniq
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan pengendalian hama dan penyakit melalui insectisida sintetik telahmenimbulkan efek yang membahayakan bagi kesehatan, salah satunya menimbulkan efek residu padaobjek tanaman, hal tersebut memberikan transfer pengaruh residu toksik yang mengkonsumsi baik itupada manusia secara langsung atau hewan-hewan lain. Disamping itu juga harga pestisida sintetik daritahun ke tahun harganya terus meningkat. Diantara hama yang menyerang tanaman padi Wereng Coklat(Nilaparvata Lugens) keberadannya sering kali membuat padi mengalami puso. Padahal kalau kitamembaca alam sekitar kita, ada beberapa tanaman yang dapat dijadikan bioinsectisida salah satunyatanaman tembakau (Nicotiana tabacum Linn), kandungan nikotin dalam daun tembakau bermanfaatsebagai insectisida.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioinsektisida tembakau(Nicotiana tabacum Linn) terhadap Wereng Coklat (Nilaparvata Lugens). Masyarakat mengetahuikebermanfaatan tanaman tembakau. Kalangan industri lebih serius untuk menggunakan daun tembakausebagai bahan baku bioinsectisida yang ramah lingkungan. Mengurangi ketergantungan petani terhadapinsectisida/ pestisida sintetik.Desain penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK)Keefektifan bioinsektisida tembakau terhadap Wereng Coklat dapat dilihat pada kematian WerengCoklat. Kematian Wereng Coklat dapat dihitung menggunakan LC 50 dengan membuat Grafik denganlog konsentrasi sebagai sumbu x terhadap mortalitas sebagai sumbu y. Nilai LC 50 merupakankonsentrasi dimana zat menyebabkan kematian 50% yaitu konsentrasi tembakau 51,08 gr/l. Konsentrasitembakau menggunakan 75 gr/l menghasilkan letalitas Wereng Coklat mencapai 70% saat penyemprotan30 menit, diikuti oleh konsetrasi tembakau 50 gr/l letalitas mencapai 50%, dan konsentrasi 25 gr/lmencapai 30%..
PENGARUH JENIS BASIS CMC NA TERHADAP KUALITAS FISIK GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) Galeri, Tiara Indah; Astuti, Dwi Sari; Barlian, Akhmad Aniq
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagaiantiseptik untuk penyakit kulit seperti luka bakar, bisul dan jerawat. Lidah buaya mengandung saponinsenyawa antibakteri yang berperan sebagai senyawa aktif luka bakar, anti jerawat dan bisul. Ekstrak maserasilidah buaya diformulasikan menjadi sediaan gel. Basis merupakan komponen terbesar dalam semi padat yangsangat menentukan baik atau buruknya sediaan tersebut. Maserasi merupakan proses yang digunakan untukmenghasilkan ekstrak dengan menggunakan pelarut etanol 70%.Penelitian dilakukan terhadap gel ekstrak maserasi lidah buaya dengan perlakuan perbedaankosnentrasi basis CMC Na yang dilihat dari sifat fisik gel. Gel ekstrak maserasi lidah buaya dibuat tigaformula dengan variasi konsentrasi basis lanolin yang berbeda yaitu formula I 4%, Formula II 5% danFormula III 6%. Gel diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pengukuran pH, ujidaya sebar, uji kejernihan, uji daya lekat, uji proteksi. Data yang diperoleh dibandingkan dengan persyaratandan Farmakope Indonesia dan parameter pustaka lainnya serta dianalisa dengan menggunakan statistik anovavarian satu jalan (anova).Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perbedaan konsentrasi basis CMC Na terhadapsifat fisik gel ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempunyai pengaruhsifat fisik paling baik yaitu pada konsentrasi 5% karena dilihat dari hasil evaluasi fisik gel.Kata kunci : Lidah buaya (Aloe vera L.), maserasi, gel, CMC Na
PENGARUH BASIS SALEP HIDROKARBON, SERAP DAN KOMBINASI TERHADAP SIFAT FISIK EKSTRAK MASERASI DAUN SINGKONG (Manihot utillisima pohl) Fakhiroh, Laely
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau getas (mudah patah), singkong berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Singkong bisa mencapai ketinggian  4 m, pemeliharannya mudah dan produktif. Singkong dapat tumbuh subur didaerah yang  mempunyai ketinggian 1200 m diatas permukaan air laut. Daun singkong memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3 - 8 lembar, tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.Penelitian dilakukan di laboratorium farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal tentang pengaruh basis salep hidrokarbon, serap dan kombinasi terhadap sifat fisik salep ekstrak maserasi daun singkong (Manihot utillisima pohl). Serbuk daun singkong diisolasi dengan maserasi kemudian diekstrak sampai mendapatkan ekstrak kental. Hasil yang didapatkan untuk 100 g serbuk daun singkong yaitu sebanyak 26 g ekstrak dengan rendemen 26,0078 %.Proses selanjutnya di buat salep dengan basis hidrokarbon, serap dan kombinasi dengan menggunakan metode pencampuran. Lalu evaluasi salep meliputi : uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji daya proteksi. Sifat fisik yang paling baik dan didapat pada formula I yaitu basis hidrokarbon Kata kunci : daun singkong, maserasi, ekstrak, basis salep hidrokarbon dan serap.
PENGARUH PENGGUNAAN KUNING TELUR AYAM KAMPUNG, AYAM NEGRI DAN BEBEK SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP SIFAT FISIK EMULSI MINYAK ZAITUN (Olea europea, L) Barlian, Ahmad Aniq
Para Pemikir Vol 3, No 2 (2014): Para Pemikir
Publisher : Para Pemikir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian menunjukan bahwa minyak zaitun merupakan minyak lemak yang berkhasiat dan merupakan sumber gizi penting bagi manusia. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak tercampur, biasanya mengandung air dan minyak, dimana cairan yang saat terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain.Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal, mengenai pengaruh penggunaan kuning telur ayam kampung, ayam negri dan bebek terhadap sifat fisik emulsi minyak zaitun (Oleum olive) dengan mengamati sifat fisik emulsi yang meliputi organoleptis, pH, berat jenis, viskositas, tipe emulsi, dan volume sedimentasi selama 1 bulan penyimpanan terhadap variasi emulgator yang berbeda yaitu kuning telur ayam kampung, ayam negri dan bebek. Hasil pengamatan berdasarkan pengujian terhadap berat jenis, viskositas, dan volume sedimentasi menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan yang signifikan. Sedangkan organoleptis, pH, dan tipe emulsi tidak terpengaruh oleh penggunaan emulgator yang berbeda.Kata kunci : Minyak zaitun ( Oleum olivae), Emulsi, Kuning telur ayam kampung

Page 1 of 13 | Total Record : 126