cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2013): Maret" : 6 Documents clear
Pengaruh Jenis dan Ketebalan Plastik Terhadap Laju Perubahan Konsentrasi O2 Selama Penyimpanan Jagung Manis (Zea mays var. saccharata Sturt) Sedani, Ni Wayan; Kencana, Pande Ketut Diah; Wijaya, I Made Anom Sutrisna
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.477 KB)

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pertanian yang disukai karena rasanya manis. Selain itu, mengandung nutrisi karbohidrat, protein, dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemak yang rendah. Jagung manis setelah dipanen masih memiliki laju respirasi tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan baik secara fisik ataupun kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan ketebalan plastikpolipropilen dan polietilen terhadap laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan dan untuk mengetahui jenis dan ketebalan plastik yang paling baik dalam menurunkan laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah jenis plastik polietilen dan polipropilen dan ketebalan plastik 0,3; 0,4; 0,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan ketebalan plastik berpengaruh nyata terhadap konsentrasi O2, kadar air, susut bobot, dan total padatan terlarut. Dari hasil penelitian ini menyarankan penggunaan jenis plastik polipropilen dengan ketebalan 0,3 mm sebagai bahan kemasan, untuk memperlambat terjadinya laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan (hari ke-4). Sweet corn (Zea mays var. Saccharata Sturt) is one of the preferred agricultural commodities because it tastes sweet. More over contains high nutritious carbohydrates, protein, vitamins, and low fat content. Sweet corn after harvest still has a high respiration rate thus susceptible to damage either physically or chemically. The purpose of this study was to determine the effect of the type and thickness of polypropylene and polyethylene plastics on the rate change of O2concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage and to determine the type and thickness of the plastic that best in lowering the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage. This study used Randomized Block Design (RBD) with three replications. The treatments used were polyethylene and polypropylene plastic bag with thickness of 0.3, 0.4, 0.5 mm. The results showed that the treatment type and thickness of plastics have real impact on the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight, and total soluble solid. From the results of this study suggest the use of a type of plastic polypropylene with a thickness of 0.3 mm as a packaging material, in order to slow the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage (day 4).
Pengaruh Pemberian Kompos pada Budidaya Tanaman Kacang Tunggak Terhadap Erodibilitas Tanah Sembiring, Ronni Agriva; Setiyo, Yohanes -; Sumiyati, S -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.72 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos pada budidaya kacang tunggak terhadap erodibilitas tanah. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan mengurangi erosi suatu tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok di mana perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 6 tingkatan yaitu tanah 100%; 97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10% kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Penelitian diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisik tanah antara lain: struktur tanah, permeabilitas tanah, tekstur tanah, dan sifat kimia tanah yaitu bahan C-organik tanah, maupun penentuan nilai erodibilitas tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompos pada tanah dalam budidaya kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap tekstur tanah, permeabilitas tanah, dan bahan C-organik tanah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap struktur tanah. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tanah dan kompos pada budidaya kacang tunggak85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai erodibilitas tanah yang rendah. This research was conducted to determine the effect of provision compost in cowpea cultivation against soil erodibility. It was also expected that the research can improve soil physical characteristics and reduce soil erosion.The design used during this research was randomized group design with the ratio of soil and compost. Ratio of soil and compost consists of six levels; soil 100%, 97.5% soil: 2.5% compost, 95% soil: 5% compost; 92.5% soil: 7.5% compost 90% soil: 10 %compost; 87.5% soil: 12.5% compost and 85% soil: 15% compost. The research was repeated three times. Parameters observed in this study were the physical characteristics of soil, those are: soil structure, soil permeability, soil texture and chemical characteristics of soil that is C-organic material, as well as the determination of soil erodibility values.The results of this research showed that the ratio of soil and compost at cowpea cultivation significantly affected on soil texture, soil permeability, and C-organic materials; however it did not significantly affect the soil structure. Therefore, the best ratio of the soil and compost in cowpea cultivation is 85%: 15% to produce low soil erodibility values.
Pengaruh Larutan Disinfektan dan Pengemasan Atmosfer Termodifikasi Menggunakan Film Plastik Terperforasi Terhadap Susust Bobot dan Mutu Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan Mandana, Gede Oka; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.941 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan pencuci dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah caber merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan (Do), perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat (Ds) dan perendaman dalam 300 ppm larutan klorin (Dk). Faktor kedua adalah persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; 0% perforasi (Po), 0.3% perforasi (P0.3), 1.0% perforasi (P1.0) dan 3.0% perforasi (P3.0). Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0.06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 280-300 gr buah untuk setiap unit percobaan. Sebagai pembanding disiapkan kontrol yaitu buah cabai merah besar tanpa perlakuan disinfektan dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 3% (DkP3) secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol. The aim of this research was to determine the type of disinfectant solution to wash the large-red chili fruit and the percentage of perforation plastic film packaging polypropylene perforation (PP) which are able to decelerate the quality deterioration of the chili fruit during storage. This research used a completely randomized with two factors of treatments. The first factor was isinfectant solution with three stage treatments which is consisted of three different treatments, namely without treatment of disinfectants (Do), submersion in 200 ppm solution of potassium sorbate (Ds) and submersion in 300 ppm chlorine solution (Dk). The second factor was the percentage of perforation of plastic film packaging with four different levels of treatments, namely without perforation (Po), with 0.3% perforation (P0.3), with 1.0% perforation (P1.0) and with 3.0% perforations (P3.0). The experiment used a plastic film type of polypropylene with dimension of 30 cm x 20 cm and 0.06 mm thickness. Each treatment was repeated three times with 280 – 300 g fruits for each experimental units. Control was prepared using chili fruits without disinfectant and packaging as comparison. The result indicated that the chili fruits submerged in 300 ppm chlorine and packed in the 3 % perforated plastic films bags gave significant reduction in weight loss and intensity of of decay compare than other treatments and control.
Analisis Sistem Produksi Ikan Tuna Loin Segar Menggunakan Konsep Lean Thinking (Studi Kasus Di Cv. Kyu Karya Abadi) Amijaya, I Putu Agus; Widia, I Wayan; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.594 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi ikan tuna loin segarmenggunakan konsep Lean Thinking. Fokus dari analisis sistem produksi menggunakan konsep lean adalah mengurangi waktu tunggu dan mengurangi pemborosan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata-rata waktu satu siklus produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi yaitu mencapai 299 menit, dengan distribusi 67 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas value added dan sisanya 232 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas non value added. Berdasarkan pengamatan terhadap tujuh jenis pemborosan, ditemukan terdapat satu jenis pemborosan yang terjadi di CV. Kyu Karya Abadi yaitu dikarenakan adanya produk cacat. Selain itu, pemborosan lainnya pada proses produksi di CV. Kyu Karya Abadi menggunakan process activity mapping terjadi oleh adanya jarak ruang produksi utama dengan ruang penyimpanan yang kurang berdekatan. Masih belum efisiennya proses produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi perlu menjadi perhatian pihak perusahaan untuk meningkatkan produktifitas produksi. Dari hasil tersebut diatas, dapat diberikan rekomendasi agar perusahaan menekan supplier untuk mengirimkan barang dengan kualitas terbaik sehingga dapat menurunkan persentase cacat. The aim of this study is to analyze the production system of fresh tuna loin using Lean Thinking concept. The focus of the analysis production system using the lean concept are to reduce the waste and waiting time that will ultimately increase productivity. The results of the research showed that, the average cycle time of the production of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi reached 299 minutes, in which 67 minutes was spent on value added activities andthe rest 232 minutes was spent on the activities of non-value added. Based on observation of the seven types of waste, found there was one type of waste occur in the CV. Kyu Karya Abadi which was due to the defective products. Moreover, waste of the production process according to the process mapping activity in CV. Kyu Karya Abadi occurred by the distance of the main production room with the storage room which is less contiguous. Since there was still inefficient in the production processes of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi, it the attention of the company is needed to increase the productivity of the production. Based on those results, it can be recommended that the company should pressing the supplier to deliver the highest quality goods, therefore they can reduce the percentage of defective.
Kajian Relevansi Sifat Piskokimia Tanah pada Kualitas dan Produktivitas Kentang (Solanum Tuberosum L) Arsa, I Wayan; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.521 KB)

Abstract

This research was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soil psychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levels are: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose of compost was 20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanent wilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability of water crops was between 21 – 24 % wet basis (w.b). Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to 6.9. Content of C-organic content at early potatoes planting was 4.0 – 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organic content was 4.7 – 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. The number of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%
Pengaruh Pencucian Kubis (Brassica oleracea var capitata) Menggunakan Larutan Klorin dan Pengemasan Individu Wrapping-Plastic Film Terhadap Kehilangan Berat dan Kualitas Selama Penyimpanan Yasa, I Gusti Putu Umbara; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimum untuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubis menggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuan yang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densitty polyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagai pembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksi menggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plastic memiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red Green Blue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol. The aim of of this study was to determine the optimum concentration of chlorine to wash the cabbage and the effect of plastic film wrapping- for packing the cabbage. The experiment involved the completely randomized design with two factors. The first factor was disinfection of the cabbages using different concentrations of chlorine solution in water which was consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. The second factor was plastic-wrapping treatments which was consisted of a wrapping the cabbages using stretching plastic film LDPE, and b) without wrapping. The experiment was replicated three times with three heads of cabbages (3.40-3.85 kgs) for each experimental unit. Controls were prepared without any treatments as comparison. The significant finding of the experiment was that the cabbages disinfected using the 50 ppm chlorine solution and wrapping with stretching plastic film has lower weight loss, and the lowest change of value (indicated by the changes of Red, Green and Blue or RGB colors), and the highest score of freshness and crunchiness compared to the 0, 100 and 150 ppm, as well as to the control cabbages

Page 1 of 1 | Total Record : 6