cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2013): Agustus" : 4 Documents clear
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN STRAWBERRY YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA HIDROPONIK DI DALAM GREENHOUSE Purnadiyasa, I Made; Tika, I Wayan Wayan; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.395 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pola kebutuhan air untuk tanaman stroberi menggunakan hidroponik yang ditanam di rumah kaca, dari transplantasi ke waktu panen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit strawberry, sekam padi, pupuk NPK dan polybag plastik. Alat yang digunakan adalah penganalisa tanah 4 arah untuk mengukur pH tanah, kelembaban tanah, intensitas cahaya untuk tanah, keseimbangan analitis, tangki plastik yang digunakan untuk menyimpan air, penggaris dan termometer. Parameter yang diamati adalah kadar air awal, periode pasokan air irigasi, jumlah air yang digunakan oleh tanaman dan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama (i) tingkat tinggi adalah (57,66 ml / hari), (ii) sedang adalah (42,40 ml / hari) dan (iii) rendah adalah (30,06 ml / hari) ) kelembaban tanah, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman tergantung pada kelembaban tanah yang ada. Selain itu, ada kecenderungan bahwa kebutuhan air tanaman akan meningkat seiring dengan meningkatnya kelembaban tanah. Selama tingkat kelembaban tanah yang rendah (di bawah kapasitas lapangan), tanaman akan mengalami kesulitan dalam mengekstraksi air dari tanah. Sebaliknya, selama tingkat kelembaban tanah yang tinggi, air akan mudah diambil dan kebutuhan air tanaman akan meningkat karena peningkatan penguapan tanah, terutama selama tahap awal pertumbuhan tanaman The purpose of this study was to determine the pattern of water requirements for strawberry plant using hydroponic which was planted in the greenhouse, from transplanting to harvesting time. The materials used in this study were the strawberry seedlings, rice husk, NPK fertilizer and plastic polybag. The tools used were 4-way soil analyzer to measure soil pH, soil moisture, light intensity for soil, analytical balance, plastic tank that were used to store water, ruler and thermometer. Parameters observed were initial moisture content, the period of irrigation water supply, amount of water used by plants and irrigation water requirement. Based on the study which was conducted during the (i)high level is (57,66 ml/day), (ii)medium is (42,40 ml/day) and (iii)low is (30,06 ml/day) of soil moisture, it showed that crop water requirement depended on existing soil moisture. In addition, there was a trend that crop water requirement wouldincrease as the increase of soil moisture. During low level of soil moisture (under the field capacity), the plant would experience difficulties in extracting water from soil. Conversely, during high level of soil moisture, water would easily be taken and plant water requirement would increase because of the increase of soil evaporation, especially during the initial stage of plant growth.
OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI URIN SAPI MENJADI BIOURIN Aritonang, Merisa -; setiyo, yohanes -; Gunadnya, I.B.P. -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.142 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai fermentasi urin sapi menjadi biourin. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi proses fermentasi urin menjadi biourin dengan pemberian starter dan gula merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok pola faktorial 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama berupa perlakuan konsentrasi starter Rumino bacillus dengan konsentrasi 0 ml, 15 ml dan 30 ml. Faktor kedua adalah perlakuan gula merah 0, 15 dan 30 g. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Variable yang diamati adalah pH, total asam, total padatan terlarut, C-organik dan N-total. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan starter R. bacillus sejumlah 15 - 30 ml dan gula merah 15 - 30 g dalam 1.500 ml urin sapi dapat mempercepat produksi biourin dalam proses fermentasi urin sapi yang diambil dari Simantri nomor 225. Umur urin sapi sebelum diproses yaitu satu hari dari saat dikeluarkan oleh sapi dewasa. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari dapat dipercepat menjadi 5 hari, hal ini ditandai dengan stabilnya nilai pH, total asam dan total padatan terlarut mulai hari ke-5. Konsentrasi starter R. bacillus 30 ml dengan penambahan gula merah 30 g pada 1.500 ml urin sapi yang difermentasi merupakan perlakuan optimal yaitu nilai pH 6, total asam 0,5%, total padatan terlarut 3,80Brix. Hal ini didukung oleh standar dari Permentan Nomor 70 dengan nilai pH 4 - 9. Namun, penelitian untuk nilai C-organik dan N-total belum cukup memenuhi standar Permentan yaitu C-organik 6% dan N-total 3-6% An experiment on biourine fermentation using cow urine has been carried out. The objective of this research was to optimize biourine fermentation by adding starter and palm sugar. The reseach used Completed Randomized Block Design with factorial pattern of 2 factors and 3 levels each. The first factor was starter concentrations of Rumino bacillus 0, 15, and 30 ml. The second one was weight of palm sugar added at 0, 15, and 30 g. Each treatment was repeated 3 times. Varibles observed were pH, acid, soluble solid, organic C, and total N. Results of the research indicated that starter addition of 15-30 ml and palm sugar 15-30 g for every 1500 ml cow urine accelerated biourine production in the fermentation stage of cow urine which was taken from simantri number 225. The fermentation process was carried out for 7 days and by adding this combination of traitment shortening the process to 5 days. This was shown by pH,total acid,and total dissolve solids value of urin which was stable after 5 days of fermentation. Concentration of 30 ml R. bacillus with the addition of 30 grams brown sugar in 1,500 ml of fermented cow urine is the optimal treatment in which the value of pH is 6, 0.5% total acid, and 3.80Brix total dissolved solids. This is supported by the standard of Permentan Number 70 with a pH value of 4-9. However, the research for C-organic and N-total has not fulfilled the standard of Permentan in which the C-organic is 6% and N-total is 3-6%. Keywords: fermentation, cow urine, biourine
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP KEBUTUHAN AIR TANAMAN BEBERAPA JENIS KACANG Simanjuntak, Frans Azarya; Tike, I Wayan; Yati, Sumi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.544 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian dosispupuk kompos terhadap kebutuhan air tanaman beberapa jenis kacang yaitu kacang tunggak, kacangkedelai, dan kacang hijau. Perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 7 tingkatan yaitu: 100% tanah;97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10%kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Data dianalisis secara statistikkuantitatif dan di bahas secara deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kapasitaslapang, titik layu, ketersediaan air tanah, dan kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan tingkat pemberian pupuk kompos pada budidaya beberapa jenis kacang berpengaruhterhadap ketersediaan air tanah. Ketersediaan air pada budidaya kacang tunggak berkisar 34,4% - 42,7%,pada budidaya kacang kedelai berkisar 42,3% - 48,6%, pada budidaya kacang hijau 46,7% – 55,7%.Kebutuhan air tanaman sangat bervariasi bergantung kepada jenis kacang. Pada penelitian ini diperolehperbandingan tanah dengan pupuk kompos 85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkannilai kebutuhan air tanaman yang optimal pada budidaya kacang tunggak, kacang kedelai, maupun kacanghijau. The aim of this research is to understand the effect of provision rates of dosage compost in crop water requirements for several types of beans. There are seven levels of soil and compost ratio, there are: soil 100%, 97.5% soil: 2.5% compost, 95% soil: 5% compost; 92.5% soil: 7.5%. compost 90% soil: 10 % compost; 87.5% soil: 12.5% compost and 85% soil: 15% compost. The research was analyzed descriptively. Parameters observed in this research were the field capacity, permanent wilting point, availability of water, crop water requirements. The result of this research indicate that the provision rates of compost in several types of beans affected the water availability. For cowpea ranged from 34,4% - 42,7%, soybeans ranged from 42,3% - 48,6%, green beans ranged from46,7% – 55,7%. Crop water requirements varied depend on the type of the beans. The ratio of soil and compost 85%:15% for cowpea cultivation soybean and green beans is the best in resulting low crop water requirement.
PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA Nugeraha Inggas, Made Arya; Utama, I Made Supartha; Arda, Gede -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.367 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ragam emulsi minyak nabati di dalam air, sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di dalam suhu ruang (27-300C). Ragam emulsi sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah emulsi minyak kelapa (E1), emulsi minyak biji bunga matahari (E2), emulsi minyak wijen (E3), dan emulsi minyak kanola (E4) dengan konsentrasi sama yaitu minyak nabati 0,5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan emulsi adalah tween 80 1%, asam oleat 0,5 %, alkohol 3%. Sebagai pembanding, buah tomat juga diberikan perlakuan lilin pelapis komersial Wax Brogdex dengan konsentasi yang sama (E5) serta buah tomat tanpa diberi pelapisan sebagai kontrol (E0). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis emulsi minyak sebagai bahan pelapis berpengaruh sangat nyata terhadap masa simpan dan mutu buah tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan pelapisan dengan emulsi minyak wijen (E3) memberikan pengaruh terbaik dimana mampu menekan perubahan berat, dan intensitas pembusukan serta mempertahankan kekerasan, bila dibandingkan dengan kontrol dan emulsi berbahan Wax Brogdex selama penyimpanan. Sedangkan pelapisan dengan emulsi minyak biji bunga matahari (E2) adalah perlakuan terbaik kedua dalam menekan perubahan berat dan mempertahankan kekerasan, namun, intensitas pembusukan masih rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan emulsi minyak lainnya. The purpose of this study was to determine the effect of a variety of vegetable oil emulsions in water, as a coating material, on the quality and shelf life of tomato fruit (Lycopersicon esculentum Mill.) at room temperature (27-300C). Oil emulsion treatments in this study were palm oil (E1), sunflower seed oil (E2), sesame oil (E3), and canola oil (E4) emulsions with the same concentration of 0.5%. Additional materials that were used in making emulsion were 1% tween, 0.5% oleic acid and 3% alcohol. For comparison, the separate tomato fruits were coated with Brogdex Wax commercial (E5) with the same concentration as the oil emulsions, and without any coating material as controls (E0). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The results showed that the types of oil emulsions as well as brogdex wax and controls significantly affected the shelf life and quality of tomato fruit during storage at room temperature. Coating with sesame oil emulsion (E3) resulted in the highest reduction on the weight change, and intensity of decay, and the change of texture, when compared with controls and Wax Brogdex emulsions during storage at room temperature. While coating with sun flower seed oil emulsion (E2) was the second best in reducing the changes of weight and texture; however, the average of decay intensity was still higher than other oil emulsion treatments.

Page 1 of 1 | Total Record : 4