cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2014): Agustus" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN UAP ETANOL DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPAN BROKOLI (Brassica oleracea L.) Putra, Iriandi v; Utama, I Made Supartha; Pudja, I. A. Rina Pratiwi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.121 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh uap etanol dan suhu penyimpanan terhadap kualitas dan umur simpan brokoli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan uap etanol dengan 4 level konsentrasi; 0%, 10%, 20% dan 30%. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan, terdiri dari 2 level; suhu kamar (26 ?) dan suhu rendah 2 ?. Kuntum brokoli sebagai kontrol disiapkan tanpa perlakuan uap etanol dan ditempatkan pada suhu kamar dan suhu rendah. Parameter yang diukur adalah: tingkat pernapasan, kekerasan, warna dan evaluasi sensorik termasuk rasa, warna, bau, kesegaran, dan kerenyahan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian. Hasil signifikan dari analisis diikuti oleh uji Beda Nyata Terkecil (LSD 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi uap etanol 10% adalah perlakuan terbaik karena secara efektif dapat mempertahankan tingkat kehijauan brokoli hingga hari ke 5 dengan nilai -6,23 dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan uap etanol dan suhu penyimpanan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekerasan kuntum pada tangkai brokoli. Tingkat respirasi dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Pada suhu kamar, konsumsi O2 meningkat hingga hari ke 5 sekitar 102,2 hingga 193,17 ml O2 / kg. Jam, sedangkan pada suhu rendah, konsumsi O2 lebih rendah hingga hari ke 15 sekitar 65,4 hingga 60,4 ml O2 / kg .jam. Evaluasi sensorik menunjukkan bahwa brokoli mempertahankan kualitas hingga hari ke 4 pada suhu kamar, sedangkan di cold storage dapat memperpanjang usia simpan hingga 8 hari. This research aimed to determine the effect of ethanol vapor and storage temperature on quality and shelf life of broccolies. The research used completely randomized design (CRD) with two factors of treatments. The first factor was ethanol vapor treatment with 4 levels of consentrations; 0%, 10%, 20% and 30%. The second factor was the storage temperature, consisting of 2 levels; room temperature (26?) and low temperature 2?. The florets of broccoli as controls were prepared without treatment of ethanol vapor and placed at room temperature and low temperature. The measured parameters were: respiration rate, hardness, color and sensory evaluation includes flavor, color, smell, freshness, and crispness. The data were satistically analysed using analysis of variance. The significant result of the analysis was folowed by the test of Least Significant Difference (LSD 5%). The results showed that ethanol vapor concentration 10% was the best treatment since it could effectively maintain the level of greenness of broccoli by up to the day 5 with a value of -6,23 compared to controls. Ethanol vapor treatment and storage temperatur had no significant effect on the hardness level of the florets on stalk of broccoli. The rate of respiration was affected by storages temperature. At the room temperature, the comsumption of O2 increased until day 5 about 102,2 to 193,17 ml O2/kg.hr while at low temperature, the O2 consumption was lower until day 15 were approximately 65,4 to 60,4 ml O2/kg.hour. Sensory evaluation showed that the broccoli was maintain quality by up to day 4 at room temperature, while in cold storage can extended the shelf life by up to 8 day.
IDENTIFIKASI HARAPAN PELANGGAN TERHADAP MUTU PELAYANAN DAN MUTU PROSES PRODUKSI OLAHAN IKAN DI CV. MINA UTAMA Paradisa, Dian Asgar; Widia, I Wayan; Aviantara, I. G. N. Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.301 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) signifikansi kualitas layanan dan (2) faktor kualitas ikan olahan produksi, sesuai dengan harapan pelanggan di perusahaan CV. Mina Utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan tertinggi terhadap faktor kualitas pelayanan ditunjukkan oleh variabel empati dan tingkat kepentingan tertinggi terhadap faktor-faktor yang ditunjukkan oleh variabel jaminan kualitas pelayanan, sedangkan faktor kualitas aspek aspek produksi diolah variabel bahan baku menunjukkan bahwa dari segi tingkat kepuasan juga dari segi tingkat minat memiliki tingkat tertinggi. Hasil analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa, lima variabel signifikan yang mempengaruhi kualitas layanan yaitu, variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dengan variabel reliability faktor terbesar dalam kepuasan dan dalam hal variabel tingkat minat variabel responsiveness memiliki faktor terbesar, hasil analisis faktor konfirmatori berikutnya menunjukkan bahwa, lima variabel signifikan mempengaruhi kualitas proses produksi yaitu, variabel bahan baku, sarana produksi, produksi, pengemasan, dan deskripsi produk, dengan variabel bahan baku memiliki faktor terbesar dalam kepuasan dan dalam hal tingkat variabel tertarik kemasan faktor terbesar. The research aimed to identify (1) the significant of quality service and (2) the quality factor of the production processing fish, in according to the expectations of customers in the company CV. Mina Utama. The method used in the research, was a survey. Results of this research showed that the highest level of satisfaction towards quality service factors indicated by the variable of empathy and the highest level of importance to the factors indicated by the variable of quality service assurance, while the quality factor the aspects of the production processed variable raw materials showed that in terms of the level satisfaction as well in terms of level interest has the highest level. The results were of confirmatory factor analysis showed that, five significant variables affecting the quality service that was, the variable tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, with variable reliability biggest factor in satisfaction and in terms of the interested rate variable responsiveness has the largest factor, the next results of confirmatory factor analysis showed that, five significant variables affecting the quality of the production processing that was, the variable raw materials, means of production, production, packaging, and product descriptions, with variable raw material has the largest factor in satisfaction and in terms of the level variable interested packaging biggest factor.
ANALISIS SISTEM RANTAI NILAI KOMODITI STROBERI SEGAR (Fragaria x ananassa L.) DI DESA CANDI KUNING Pardosi, Novel -; Aviantara, I. G. N. Apriadi; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.545 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis rantai nilai pada sistem rantai pasokan komoditas stroberi segar yang terjadi di desa candi kuning, untuk mengetahui pelaku yang terlibat dalam agribisnis komoditas stroberi telah menerima bagian hasil yang sesuai dengan aktivitas dalam bisnis. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dalam bentuk data kualitatif dan kuantitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis rasio biaya manfaat. Hasil analisis rasio biaya manfaat menunjukkan tidak ada perbedaan dalam tingkat kelayakan yang diperoleh oleh bisnis dalam rantai pasokan bisnis stroberi komoditas di desa Candi Kuning. Secara umum semua bisnis yang terlibat dalam rantai bisnis kegiatan komoditas stroberi memiliki keuntungan yang layak. Keuntungan terbesar yang diterima oleh operator bisnis ritel 2:17 menguntungkan sebagian besar usaha kecil yang diterima petani dalam jumlah 1:27. Di antara tiga jenis karakteristik petani, petani mampu menjual langsung ke komoditas konsumen akhir menghasilkan keuntungan lebih besar dalam jumlah 1,90. Dengan hasil penjualan kepada konsumen dan biaya pedagang yang dikeluarkan pada petani dan pengepul, maka total rasio biaya manfaat dalam bisnis stroberi segar di desa Candi Kuning adalah pada 1:36 dengan kata lain kegiatan penanam dan pengumpul stroberi stroberi dan pengecer di Desa Candi Kuning layak secara ekonomi untuk dilakukan. The research aimed to know of the analysis of value chain in the commodity supply chain system of fresh strawberries that occurred in candi kuning village, to know the actors involved in agribusiness commodity strawberries has received the results section that corresponds to the activity in the business . This research was conducted by survey method . In this study, the data obtained in the form of qualitative and quantitative data were analyzed using analysis approach benefit cost ratio. The results of the analysis of the benefit cost ratio showed no difference in the level of feasibility acquired by businesses in the supply chain of commodity strawberries business in Candi Kuning village. Generally all businesses involved in the commodity business activity chain strawberries have a decent profit . The greatest gains received by businesses operators a retail 2:17 benefit most small businesses received by farmers in the amount of 1:27 . Among the three kinds of characteristics of farmers, farmers are able to sell directly to the end consumer commodity earn greater profits in the amount of 1.90 . With the result of the sale to the consumer and the merchant costs incurred on farmers and collectors, then the total benefit cost ratio in the businesses of fresh strawberries in the village of Candi Kuning is at 1:36 in other words activities strawberry growers and collectorsstrawberries and retailers in the Village Candi Kuning is economic worthy to be done.
KAJIAN PENGHEMATAN AIR IRIGASI PADA METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DAN tEKNIK IRIGASI BERSELANG (MGENYATIN) PADA BIDUDAYA PADI (STudi Kasus di Subak Sigaran) Prasetya, I Kadek Andrie; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.999 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengurangan air irigasi dari beberapa budidaya, model budidaya adalah Sistem Intensifikasi Padi (SRI), teknik ngenyatin dan budidaya konvensional, serta membandingkan produktivitas budidaya tanaman padi. Penelitian ini terdiri dari empat perawatan dengan tiga repetisi, yaitu perawatan konvensional, metode SRI, Teknik ngenyatin, dan kombinasi metode SRI dan teknik Ngenyatin. Parameter itu yang diamati dalam penelitian ini adalah: kebutuhan air irigasi, pengurangan air irigasi masing-masing perlakuan dibandingkan dengan K0, berat rumpun, berat biji per rumpun, panjang tangkai, biji jumlah per tangkai, jumlah benih produktif, berat beras per rumpun, persentase beras berdasarkan pada jumlah, persentase beras berdasarkan beratnya, berat 100 butir dan beras yang dihasilkan produksi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan teknik budidaya antara perawatan yang berpengaruh terhadap penghematan air irigasi dalam setiap perawatan dan pengaruh terhadap beras produktivitas tanaman. Perawatan K3 yang menerapkan metode SRI yang dikombinasikan dengan sistem Ngenyatin yang merupakan pengobatan terbaik dengan meminimalkan penggunaan air irigasi hingga 58% dibandingkan dengan K0 perlakuan yang menerapkan penanaman konvensional dan menghasilkan 8,85 ton / ha produktivitas dibandingkan dengan yang lain perawatan. This research was conducted to compare the reducing of irrigation water from some cultivation, cultivation model were System of Rice Intensification method (SRI), ngenyatin technique and the conventional cultivation, as well as compared the productivity of rice plants cultivation. This research consists of four treatments with three repetitions, which is conventional treatment, SRI method, Ngenyatin technique, and the combination of SRI method and Ngenyatin technique. Parameters that observed in this research were: the needs of irrigation water, the reducing of irrigation water each treatments compared to K0, the weight of clumps, the seeds weight per clump, the stalks length, the seeds amount per stalk, the amount of productive seeds, the rice weight per clump, the percentage of rice based on its amount, the percentage of rice based on its weight, the weight of 100 grains and the result rice plants production. The research results show significant differences with cultivation technique between the treatments that influence to the thrift of irrigation water in every treatments and influence to the rice plants productivity. K3 treatment that applied the SRI method that combined with Ngenyatin system which is the best treatment by minimize the using of irrigation water up to 58% compared than K0 treatment that applied conventional planting and produced 8.85ton/ha productivity compared with other treatments.
Penentuan Umur Simpan Dodol Nangka Dengan Metode ESS (extended Storage Studies) Nisak, Siti Muizzun; Gunadnya, IBP -; S. Wiajaya, I Made Anom
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 2 (2014): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.768 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan dodol nangka menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies). Metode ESS diperoleh dengan uji organoleptik yang ditentukan dengan rentang suhu 28-30ºC dan RH ruang penyimpanan 75%, kriteria uji organoleptik yang digunakan adalah kekenyalan, aroma, dan warna. Parameter lainnya diperkirakan selama berlangsungnya uji organoleptik yaitu perubahan bobot dodol nangka dan perubahan kadar air dodol nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dodol nangka diterima dengan rata-rata nilai uji sebesar 4.2, untuk kekenyalan, 4.8 untuk aroma dan warna. Uji organoleptik dihentikan ketika panelis menolak untuk melakukan uji yaitu karena tumbuhnya kapang pada permukaan dodol nangka. Umur simpan dodol nangka dengan metode ESS diperoleh sebesar 113 hari. The objective of this research was to know the shelf life of jackfruit dodol that estimated by using ESS (Extended Storage Studies) methode. The ESS method was obtained by organoleptics test and determined at over range of the room temperature 28-30ºC with relative humidity of the storage room is 75%, the criterias of organoleptics test were texture, aroma, and colour. The other parameters estimated during organoleptics test were the weight and the moisture content change of jackfruit dodol. The result showed that the taste of jackfruit dodol was accepted at 4.2 for the elasticity, 4.8 for the aroma and the colour. Organoleptic test was stopped when the panel refused to do test for mold growth on the surface of jackfruit dodol. The shelf life of jackfruit dodol was 113 days.

Page 1 of 1 | Total Record : 5