cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2015): Agustus" : 5 Documents clear
Pertumbuhan Tanaman Krisan (Crhysantemum) dengan Berbagai Penambahan Warna Cahaya Lampu Led Selama 30 Hari pada Fase Vegetati Wiguna, I Kadek Wahyu; Wijaya, I Made Anom S.; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.981 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh penambahan lampu LED berwarna pada pertumbuhan tanaman krisan, dan untuk mengamati lampu warna yang sesuai yang menghasilkan pertumbuhan tanaman krisan terbaik. Desain eksperimental yang digunakan adalah Completely Randomized Design (CRD) dengan satu faktor. Faktor yang digunakan adalah lampu warna LED, terdiri dari warna lampu LED merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Data dianalisis menggunakan ANOVA, diikuti oleh uji LSD (Least Significance Different) jika efek pengobatannya signifikan. Variabel mengamati bahwa variabel pertumbuhan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun dan luas kanopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lampu LED berwarna berpengaruh positif terhadap pertumbuhan krisan. Penambahan lampu LED berwarna meningkatkan pertumbuhan tanaman. Warna lampu merah memberikan efek terbaik terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini ditunjukkan oleh tinggi tanaman tertinggi (71,50 cm), jumlah helai daun paling banyak (33,00) dan luas kanopi terbesar (478,34 cm2). The objectives of this research were to observe the effect of addition coloured LED light on plant growth of chrysanthemum, and to observe the appropriate color lights that resulted to the best plant growth of chrysanthemum. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with one factor. The factor used was LED color lights, consisted of red, yellow, green, blue, and white LED light colors. Data were analyzed using ANOVA, followed by LSD (Least Significance Different) test if the treatment effect was significant. The variables observed that growth variables include: plant height, number of leaf and canopy area. The result showed that addition coloured LED light of positive effect against the growth of chrysanthemum. The addition of coloured LED light increased the plant growth. The red light color gave the best effect against plant growth. It showed by the highest plant height (71.50 cm), the most number of leaf blade (33.00) and the biggest canopy area (478.34 cm2).
ANALISIS NERACA AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI PADA SUBAK JAKA SEBAGAI SUBAK NATAK TIYIS Handika, I Putu Riadi; -, Sumiyati -; Wijaya, I Made Anom S.
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.758 KB)

Abstract

Sumber air sistem irigasi Subak Natak Tiyis berasal dari hulu air drainase subak. Kondisi tersebut menyebabkan neraca air irigasi tidak menentu di Subak Natak Tiyis, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan keseimbangan air irigasi yang sesuai dengan ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di Subak Natak Tiyis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis dan menentukan keseimbangan air irigasi di Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Analisis ketersediaan debit dilakukan dengan mengukur debit di inlet Subak Jaka. Kebutuhan air irigasi dianalisis menggunakan perangkat lunak CROPWAT 8.0. Neraca air irigasi diperoleh dengan membandingkan debit air irigasi dengan availabilitis dan kebutuhan air irigasi sehingga didapatkan defisit air irigasi pada Subak Jaka. Analisis ketersediaan debit menunjukkan debit tinggi terjadi pada musim hujan yaitu 115,72 liter / detik dalam setahun. Debit terkecil terjadi pada musim kemarau yaitu 19,01 liter / detik dalam setahun. Kebutuhan air irigasi di MT I dan MT II rata-rata debit yang dibutuhkan berkisar antara 11,0 hingga 98,5 liter / detik selama 15 hari. Hasil neraca air irigasi Subak Jaka terjadi defisit air irigasi tiga periode yaitu 35,2 liter / detik pada periode Juni I yang tertinggi selama 15 hari, 16,8 liter / detik pada periode Juni II dan 30,7 liter / detik pada Januari saya yang tertinggi 15 hari. Water source of Subak Natak Tiyis irrigation system comes from the upstream of subak drainage water. Those condition was causing uncertainly irrigation water balance in Subak Natak Tiyis, thus it requires further research to determine appropriate irrigation water balance according to the availabilitiy and requirement of irrigation water in Subak Natak Tiyis. The purposes of this research were to analyze the availabilities and requirement of irrigation water of Subak Jaka as Subak Natak Tiyis and determine the water balance irrigation in the Subak Jaka as Subak Natak Tiyis. The analysis of discharge availabilities was carried out by measuring discharge at inlet Subak Jaka. Irrigation water requirement was analyzed using CROPWAT 8.0 software. irrigation water balance was obtained by comparing the discharge of irrigation water was availabilitis and irrigation water requirement so get irrigation water deficit on Subak Jaka. The analysis of discharge availabilities showed high discharge occur at rainy season that was 115.72 liter/second within a year. The smallest discharge occurs in dry season that was 19.01 liter/second within a year. Irrigation water requirement in MT I and MT II average required discharge ranged from 11.0 to 98.5 liter/second for 15 days. The result of irrigation water balance the Subak Jaka occurrence irrigation water deficit three period that was 35.2 liter/second on period June I that highest for 15 days, 16.8 liter/second on period June II and 30.7 liter/second on January I that highest for 15 days.
PENGARUH TEKNIK BLEEDING DAN JENIS MEDIA PENDINGIN TERHADAP MUTU FILLET IKAN KAKAP PUTIH(Lates calcarifer Bloch) Sedana, I Gede Widi; Widia, I Wayan; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.033 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik perdarahan dan jenis media pendingin pada kualitas fillet Barramundi (Lates calcalifer Bloch). Desain eksperimental dengan dua faktor, yaitu faktor teknik pendarahan dan faktor medium pendingin digunakan pada penelitian ini. Teknik pendarahan terdiri dari empat perawatan, yaitu tanpa perdarahan, satu luka, dua luka, dan ike-jime. Jenis faktor media pendingin terdiri dari empat perlakuan, yaitu tanpa media, air dingin, serpihan es, dan bubur es. Variabel yang diamati adalah visual, aroma, tekstur, suhu, pH, TPC, dan TVB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pendarahan dan jenis media pendingin mempengaruhi kualitas fillet Barramundi secara signifikan. Interaksi antara dua teknik pendarahan luka dan media pendingin bubur es menunjukkan hasil terbaik dengan nilai aroma, tekstur, pH, TVB, dan indikator kualitas TPC adalah 5,6 (agak segar), 7,07 (segar), 7,07 (segar), 7,34 (segar), 6,42 , 4,74 mg N / 100 g, masing-masing 4,30x10 ^ 3 koloni / g. The aimed of this research were to determine the effect of bleeding techniques and types of cooling mediumon the fillet’s quality of Barramundi (Lates calcalifer Bloch). Experimental design with two factors, namely bleeding technique factor and cooling medium factor was used on this research. Bleeding techniques consist of four treatments, i.e without bleeding, one wounded, two wounded, and ike-jime. Types of cooling medium factor consists of four treatments, i.e without media, cold water, ice flake, and ice slurry. Observed variables were visual, aroma, texture, temperature, pH, TPC, and TVB. The results showed that bleeding techniques and the types of cooling medium affected the fillet’s quality of Barramundi significantly. The interaction between two wounded bleeding technique and ice slurry cooling media showed the best result with the value of aroma,texture, pH, TVB, and TPC quality indicator was 5.6 (rather fresh), 7.07 (fresh), 7.34 (fresh), 6.42, 4.74 mg N/100 g, 4.30x10^3 colony/g, respectively.
KAJIAN FREKUENSI DAN LAMA PEMAPARAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA FASE GENERATIF TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS BUNGA KRISAN (Crhysantemum) Suputra, I Made Wirawan; S.Wijaya, I Made Anom; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.261 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menentukan produksi dan kualitas krisan pada frekuensi (jumlah paparan per hari) dan durasi paparan medan elektromagnetik selama fase generatif, (2) menentukan frekuensi dan durasi paparan medan elektromagnetik yang menghasilkan produksi terbaik dan kualitas bunga krisan. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama adalah frekuensi paparan medan elektromagnetik yang terdiri dari 1, 2 dan 3 kali per hari dan perlakuan kedua adalah durasi paparan medan elektromagnetik yang terdiri dari 5, 20, dan 35 menit. Variabel yang diukur untuk produksi bunga adalah umur tanaman mulai mekar, umur panen, jumlah bunga dan jumlah bunga setengah mekar, sedangkan untuk kualitas adalah diameter bunga, warna bunga, bobot bunga, dan ketahanan bunga setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan kualitas krisan rendah, jika paparan medan elektromagnetik pada 3 mT (militesla) dengan paparan frekuensi 1, 2 dan 3 kali per hari dan paparan durasi adalah 5, 20, dan 35 menit dalam fase generatif. Perlakuan terbaik yang terkandung dalam frekuensi 2 kali sehari dan durasi paparan 5 menit memberikan hasil terbaik untuk produksi dan kualitas bunga krisan. The objectives of this research were to (1) determine the production and quality of chrysanthemum on frequency (amount of exposure per day) and duration of electromagnetic field exposure during generative phase, (2) determine frequency and duration of electromagnetic field exposure which produce the best production and quality of chrysanthemum flower. The method of this research was experimental method with two treatments.The first treatment was frequency of electromagnetic field exposure consisted of 1, 2 and 3 times per day and second treatment was electromagnetic field exposure duration consisted of 5, 20, and 35 minutes. Variables which measured for flower production were age of plant that started to blooming, harvest age, amount of flower and amount flower of half blooming, while for quality were diameter of flower, flower color, weight flower, and flower resistance after harvest. Result showed that production and quality of chrysanthemum was low, if electromagnetic field exposure at 3 mT (militesla) with frequency exposure 1, 2 and 3 times per days and duration exposure was 5, 20, and 35 minutes in generative phase. The best treatment contained in frequency 2 time per day and exposure duration 5 minutes gave the best result for production and quality of chrysanthemum flower.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS ANALISIS SWOT DI UNIT USAHA AGRO MANDIRI Anak Agung Putra, Suwardhana Adyaksa; Aviantara, I.G.N. Apriadi; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.247 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi internal dan eksternal untuk mengembangkan dan merekomendasikan strategi pengembangan bisnis di Agro Mandiri. Penelitian ini dilakukan di Agro Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara mendalam menggunakan bantuan kuesioner. Data hasil survei dan wawancara dianalisis untuk memperoleh rumusan strategi menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT). Penilaian bobot dan penilaian dilakukan oleh 5 ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kekuatan, 6 kelemahan, 4 peluang, dan 3 ancaman. Hasil penilaian bobot dan peringkat adalah 3,65 untuk Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan 3,29 untuk Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Nilai ini menunjukkan posisi yang kuat dalam matriks Internal Eksternal (IE) dengan strategi yang harus dilakukan adalah strategi intensif dan integratif. Berdasarkan matriks analisis SWOT, ada 4 strategi alternatif dengan 7 program yang akan digunakan untuk mengembangkan agrowisata Agro Mandiri. The aims of this research was analyze the internal and external conditions to develop and recommend business development strategies on Agro Mandiri. This research was conducted in Agro Mandiri. The method used in this research was survey and in-depth interviews using a questionaire assistance. The data of resulting from survey and interviews were analyzed to obtain the formulation of strategies using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threaths (SWOT) analysis. Assessment weighting and rating done by 5 experts. The results showed that there were 3 strengths, 6 weaknesses, 4 opportunities, and 3 threats. The results of the weighting and rating assessment were 3,65 for Internal Factor Evaluation (IFE) and 3,29 for External Factor Evaluation (EFE). This value indicates a strong position in the matrix Internal External (IE) with the strategy that should be done were intensive and integrative strategies. Based on the SWOT analysis matrix, there were 4 alternative strategies with 7 programs that will be used to agrotourism develop Agro Mandiri

Page 1 of 1 | Total Record : 5