cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017): maret" : 21 Documents clear
Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi Sukertayasa, I Putu; tika, i wayan; S Wijaya, I Made Anom
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.734 KB)

Abstract

Subak Agung Yeh Sungi merupakan kumpulan dari semua Subak Gede yang memanfaatkan aliran air Tukad Yeh Sungi untuk keperluan irigasi dari hulu sampai hilir. Titik hulu dari Tukad Yeh Sungi ini berada di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti dan untuk daerah hilirnya berada di wilayah, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Luas Subak Agung Yeh Sungi ini yaitu 3.661 ha dan terdiri dari sembilan Subak Gede yaitu Subak Gede Bunyuh, Cangi, Tinjak Menjangan, Tungkub, Pama Palian, Mundeh, Baru Kedokan, Gadon I, dan Gadon II. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah: mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi dan merancang pendistribusian air irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi agar memenuhi konsep proporsional. Dari analisis efisiensi penggunaan yang dilakukan dapat diketahui efisiensi penggunaan air irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi di hulu yaitu 73,80%, tengah 84,15% dan di hilir 94,21%. Rata-rata efisiensi penggunaan pada masing-masing daerah irigasi sebesar 84.05%. Subak Agung Yeh Sungi is an association of all the Subak Gede that use water flow of Tukad Yeh Sungi for irrigation purposes from upstream to downstream. The upstream point of Tukad Yeh Sungi was the village of Apuan, Baturiti District and for the downstream areas are in the region Beraban village, district of Kediri. The area of Subak Agung Yeh Sungi is 3,661 ha, consisting of nine Subak Gede, such as Subak Gede Bunyuh, Cangi, Tinjak Menjangan, Tungkub, Pama Palian, Mundeh, Baru Kedokan, Gadon I, and Gadon II. The purpose of this research was to determine the efficiency of water use irrigation in Subak Agung Yeh Sungi and to designe the distribution of water irrigation in Subak Yeh Agung Sungi to fulfill the concept of proportional. Based on analysis, the efficiency of water Subak Agung Yeh Sungi was 73.80% in the upstream, 84.15% in the middle and 94.21% in the downstream. The average of water use efficiency in each irrigated area was 84.05%.
Penentuan Umur Simpan Loloh Piduh Dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Menggunakan Pendekatan Model Arrhenius Nirmala Sari, Putu Wahyu; Gunadnya, IB. Putu; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.723 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan loloh piduh yang dikemas ke dalam dua kemasan berbeda yaitu kemasan botol plastik dan botol kaca. Loloh piduh disimpan pada empat suhu penyimpanan berbeda yaitu 15oC, 35oC, 45oC, dan 55oC. Parameter yang diamati adalah pH dan nilai sensoris meliputi rasa asam, rasa manis, aroma asam, aroma alkohol, kekeruhan, dan uji kesukaan terhadap loloh piduh. Penelitian ini dilakukan selama 12 jam atau sampai 50 persen panelis menolak sampel uji dengan pengambilan data parameter pengamatan setiap 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter mutu kritis dari loloh piduh kemasan botol plastik dan botol kaca adalah aroma asam yang mengikuti kinetika reaksi ordo ke-0. Umur simpan loloh piduh dalam kemasan botol plastik yang disimpan pada suhu ruang 28oC adalah 9,82 jam. Sedangkan umur simpan loloh piduh dalam kemasan botol kaca yang disimpan pada suhu ruang 28oC adalah 12,81 jam. The purpose of this study was to determine the shelf-life of lolohpiduh packed in two different packages that is packed in plastic bottle and glass bottle. Both packed lolohpiduh was stored in four temperatures, namely 15oC, 35oC 45oC 55oC. The observed parameters were pH and four sensory parameters using preference test. The sensory parameters consisted of sour taste, sweet taste, sour aroma, alcohol aroma, and turbidity. This research was conducted in12 hours or up to 50 percent of the panelists rejected the test sampleand observation was taken every two hour. The results showed that the critical quality parameters of lolohpiduh packed in plastic bottles and glass bottles was sour aroma which followed zero order of kinetics reaction. Predicted shelf-life of lolohpiduh packed in plastic bottles which stored at room temperature (28oC) was 9.82 hour, while the shelf life of lolohpiduh packed in glass bottles that stored at the same temperature was 12.81 hours.
Penentuan Umur Simpan Minuman Loloh Cemcem Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Model Arrhenius Tirta Diani, Ni Nyoman Ayu; Gunadnya, I. B. Bagus; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.923 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur simpan loloh cemcem dengan parutan kelapa dantanpa parutan kelapa menggunakan Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan pendekatan model Arrhenius. Loloh cemcem dengan parutan kelapa dan tanpa parutan kelapa disimpan pada 4 suhu penyimpanan yang diantaranya suhu 15oC, 35oC, 45oC, dan 55oC.Parameter yang diamati adalah pH dan mutu sensoris yang meliputi rasa, warna dan aroma. Pengamatan dilakukan sampai 50% panelis menyatakan bahwa loloh cemcem ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kritis dari loloh cemcem dengan parutan kelapa adalah parameter rasa dengan mengikuti orde ke-0 dan loloh cemcem tanpa parutan kelapa juga pada parameter rasa dengan mengikuti orde ke-1. Prediksi umur simpan terhadap loloh cemcem dengan parutan kelapa dan tanpa parutan kelapa pada suhu 280C masing-masing adalah 16,4 jam dan 18,9 jam. Perbandingan umur simpan prediksi dengan umur simpan yang ditentukan oleh produsen berbeda. The objetive of this research were to determine the self-life of loloh cemcem with and without grated young coconut pulp using Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with Arrhenius method. Loloh cemcem was stored in four storage temperaturs, namely 15oC, 35oC, 45oC, dan 55oC. The observed parameters were pH, and three sensory parameters using preference test, namely flavor, color, and aroma of the cemcem. The observations conducted until 50% of panelist refused loloh cemcem.The results showed the critical quality parameter of loloh cemcem with grated coconut was taste that followed zero order and without the same parameter was found for loloh cemcem without grated young coconut pulp but it followed first reaction order. The self-life of loloh cemcem with grated coconut and without grated coconut was 16.4 hours and 18.9 hours at room temperature or 280C.Comparison of shelf life prediction and determined by the manufacturer was different.
Kajian pola titik layu tanaman paprika (Capsicum Annuum L.) dan kapasitas lapang pada beberapa media tanam Widnyana, I Made Gede; Sumiyati, S; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.95 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola titik layu tanaman paprika (Capsicum annuum L.) dan kapasitas lapang pada beberapa media tanam yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang terdiri dari tiga perlakuan menggunakan media tanam diantaranya, P1 : media arang sekam, P2 : media tanah campur kompos dengan perbandingan 2 : 1 dan dan P3 : media tanah. Kadar air kapasitas lapang, titik layu sementara dan air tersedia untuk seluruh perlakuan yang diamati mulai minggu ke-2 sampai minggu ke-14, kapasitas lapang pada media arang sekam, tanah campur kompos dan tanah yaitu berturut-turut dari 79,11% sampai 82,06%, 44,10% sampai 46,31%, dan 36,20% sampai 37,41%. Kadar air titik layu sementara pada arang sekam, tanah campur kompos dan media tanah yaitu berturut-turut mengalami penurunan dari 42,99% sampai 25,84%, 13,95% sampai 8,95% dan 14,39% sampai 10,23%. Air tersedia bagi taaman paprika pada media arang sekam, tanah campur kompos dan tanah yaitu berturut-turut mengalami peningkatan 5,20cm sampai 9,65cm, 5,72cm sampai 6,33cm dan 3,43cm sampai 4,86cm. The objective of this study were to determine of wilting point pattern and field capacity in cultivation of sweet pepper (Capsicum annuum L.) in diffferents planting medium. The methodology that used in this study was quantitative method. Three different planting medium were set namely : P1 : rice husk charcoal media , P2: soil and compost mixed media with 2 : 1 ratio and P3: soil media. The water content of field capacity, temporary wilting point and available water for all treatments were observed start in week 2 to week 14 field capacity on rice husk charcoal, soil and compost mixed and soil media that row from 79.11% to 82,06%, 44.10% to 46.31%, and 36.20% to 37.41%. While the soil mousture of temporary wilting point of rice husk charcoal, soil and compost mixed and soil media is descreased from 42,99% to 25,84%, 13,95% to 8,95% and 14,39% to 10,23%. Available water of sweet paper plants on rice husk charcoal, soil and compost mixed and soil that is row increased from 5,20 cm to 9,65 cm, 5,72 cm to 6,33 cm and 3,43 cm to 4,86 cm.
Studi Kasus Tentang Pengolahan Tanah Dengan Bajak Singkal Dan Rotary Terhadap Sifat Fisik Tanah Pada Budidaya Tanaman Padi Sawah Yuda, Ade Purba; Tika, I Wayan; Aviantara, I G. N.Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.983 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisik tanah yang diolah dengan bajak yang berbeda. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tekstur, porositas tanah, berat jenis, berat volume, dan produktivitas. Luas masing-masing demplot adalah 20-40 are. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan bajak singkal dan bajak rotary pada tekstur memiliki kelas tekstur yang sama yaitu lempung liat berdebu. Perlakuan menggunakan bajak singkal memiliki nilai porositas tanah lebih tinggi dari bajak rotary pada setiap fasenya, perlakuan menggunakan bajak rotary memiliki berat jenis lebih tinggi dari bajak singkal pada setiap fasenya Untuk berat volume pada perlakuan bajak singkal memiliki nilai lebih tinggi dari bajak rotary pada setiap fasenya, Untuk produktivitas pada perlakuan bajak singkal memiliki hasil yang lebih tinggi dari bajak rotary yaitu pada beras merah 6,9 ton/ha, padi cigeulis 7,8 ton/ha,dan 8,8 ton/ha untuk padi ketan sedangkan untuk perlakuan bajak rotary pada beras merah 6,6 ton/ha, cigeulis 6 ton/ha,dan ketan 6,8 ton/ha. This study was conducted to compare some soil physical properties in two different rotary. The variables measured in this study are: texture, soil porosity, density, volume weight, and productivity. The results showed that the treatment using ordinary plow and rotary plow texture hisher the same texture class silty clay loam. The treatment using the rotary plow has a porosity namely than rotary plow. The width of each sampling area is 20- 40 are. The mass volume on ordinary plow was higher than the rotary plow. The productivity of ordinary plow treatment has higher than rotary plow. The productivity of the ordinary plow treatment were 6,9 ton/ha, 7,8 ton/ha and 8,8 ton/ha for red rice, cigeulis variety and qluti nous rice respectively. The productivity of the rotary plow treatment were 6,6, 6 and 6,8 ton/ha for red rice, cigeulis variety and qluti nous rice.
Analisis Pemakaian Air Irigasi Pada Budidaya Padi Beras Merah dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip(Studi Kasus di Subak Sigaran) Dipayana, Komang Adi; Tika, I Wayan; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.085 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian air irigasi pada budidaya padi beras merah dengan sistem tanam legowo nyisip dan membandingkan produktivitas pada setiap perlakuan. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan, yaitu: K0 (konvensional, sesuai kebiasaan petani setempat), K1 (sistem tanam legowo 4:1), K2 (sistem tanam legowo 4:1 nyisip), K3 (sistem tanam legowo 6:1), K4 (sistem tanam legowo 6:1 nyisip). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: kebutuhan air irigasi, efisiensi penggunaan air irigasi, jumlah anakan berbuah, panjang malai, jumlah biji padi per malai, berat gabah per rumpun, persentase gabah isi basis jumlah, persentase gabah isi basis berat, berat 1000 butir gabah isi dan hasil produksi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan sistem budidaya sesuai perlakuan tidak berpengaruh terhadap kebutuhan air irigasi tiap perlakuan dan efisiensi relatif. Pada produktivitas K0 menghasilkan 5.4 ton/ha, K1 menghasilkan 7.8 ton/ha, K2 menghasilkan 7.2 ton/ha, K3 menghasilkan 7.7 ton/ha, dan K4 menghasilkan 6.5 ton/ha. This researce is conducted to compare the usage of irrigation water to the cultivation red rice plants by using planting sytem of legowo nyisip and compare productivity on every action. This research was consist of five treatments, they were : K0 (the treatment which appropriated to local farmers custom), K1 (planting system of legowo 4:1), K2 (planting sytem of legowo 4:1 nyisip), K3 (planting sytem of legowo 6:1), K4 (planting system of legowo 6:1 nyisip). Parameters that observed in this research are: the requirement of irrigation water, the efficiency of irrigation water using ,the number of plants produce grains, the stalks length, the weight of rice in a clump, percentage pure rice , the percentage of rice based on its amount, the percentage of rice based on its weight , the weight of 1000 grains and the result rice plants production. The research results show significant differences with cultivation technique between the treatments is no influence to the requirement of irrigation water and efficiency relative in every treatments. To productivity KO produced 5.4 ton/ha, K1 produced 7.8 ton/ha, K2 produced 7:2 ton/ha, K3 produced 7:7 ton/ha, and K4 produced 6:5 ton/ha.
Laju Pertumbuhan Tanaman krisan (Crhysantemum) pada Pemberian Tambahan Cahaya Lampu LED (Light Emitting Diode) Kombinasi Warna Merah-Biru dengan Metode Siklik Wahyuni, Wayan Anik; Wijaya, I Made Anom S.; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.638 KB)

Abstract

Budidaya krisan di daerah tropis seperti Indonesia, diperlukan pemberian cahaya tambahan. Penambahan cahaya dilakukan dengan pencahayaan buatan dari lampu listrik di malam hari selama 4 jam, setelah matahari terbenam. Penelitian ini bertujuan menentukan pola siklik terbaik untuk menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah penambahan cahaya lampu LED kombinasi warna merah-biru secara siklik (off, on, off). Jumlah siklik yang diberikan adalah 1 siklus, 2 siklus, 3 siklus, 4 siklus, 5 siklus dan kontrol. Data yang diperoleh analisis secara regresi. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas kanopi daun, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tambahan cahaya LED kombinasi warna merah-biru secara siklus memberikan pengaruh yang baik terhadap laju pertumbuan tanaman krisan. Penambahan cahaya lampu LED kombinasi warna merah-biru dengan 1 siklus memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman krisan yang ditunjukan dengan menghasilkan laju pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi (y = 1.106x + 2.11), jumlah daun (y = 0.514x + 3.163), luas kanopi (y = 2.346x + 21.61) dan diameter batang (y = 0.082x + 0.168). Kata kunci: Krisan, produktivitas tanaman,cahaya LED kombinasi warna merah-biru, siklik, fase vegetatif. Chrysantemum cultivation in tropical region like Indonesia required the provision ofadditional light..The application of additional light is done by using artificial light fromelectric lamp in the evening for 4 hours after the sun set. This research determine the bestcyclic pattern to generate the highest growth rate. The application that had been given inthis research was the addition of LED lights of red-blue combination in a cyclic (off, on,off). Cyclic number given is 1 cycle, 2 cycles, 3 cycles, 4 cycles, 5 cycles and controls.The collected data were analyzed by regression analysis. The variables observed is plantheight, the leaves number, the canopy area, and the rod diameter. The result showed thatthe addition of LED lights of red-blue combination for one cycle gave the best impact forrate of growth of chrysanthemum plant. The addition of LED red-blue combination onecycle gave the best effect against chrysanthemum plant growth, which was showedproduced the highest growth rate of plant height (y = 1.106x + 2.11), the leaves number(y = 0.514x + 3.163), the canopy area (y = 2.346x + 21.61), and the rod diameter ((y =0.082x + 0.168).
Kajian Proses Fermentasi Sludge Kotoran Sapi Suhartana, I Putu Gde; Setiyo, MP, Dr. Ir Yohanes; Widia, MSIE, Dr. Ir. I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sirkulasi udara terhadap proses fermentasi sludge kotoran sapi dan juga mengetahui kualitas sludge yang dihasilkan sesuai dengan SNI kompos No. 19-7030-2004. Perlakuan sirkulasi udara dilakukan dengan menggunakan aerator. Ada tiga kombinasi perlakuan yang dicoba, yaitu aerator dan drum bermantel, aerator dan drum tanpa mantel, serta tanpa aerator dan drum tanpa mantel (perlakuan kontrol). Hasil penelitian ini menujukan bahwa setiap perlakuan pada proses fermentasi memiliki fluktuasi suhu yang berbeda antara 21,56-24,41 oC. Suhu ini merupakan syarat untuk pertumbuhan mikroba mesofilik. Kondisi keasaman dari material sludge yang diperoleh pada awal sampai akhir fermentasi seluruh perlakuan telah memenuhi kondisi proses fermentasi yang optimal, yaitu pada kisaran pH 6,92-7,65. Pengaruh sirkulasi udara didalam biodigester dapat mempercepat pemecahan protein menjadi C-organik dan N-total yaitu C-organik = 24,22% dan N-total = 1,80%. Kompos yang dihasilkan dengan proses fermentasi memiliki karakteristik rasio C/N = 13,46 dan memiliki penampakan warna coklat kehitaman. Karakteristik kompos ini sesuai dengan kualitas kompos SNI No. 19-7030-2004, yaitu pH = 6,80-7,49, C-organik = 9,80-32%, N-total = 0,40%, rasio C/N = 10-20. This research aimed to determine the effect of air circulation treatment toward cow manure sludge fermentation process and to determine the quality of sludge that was produced accordance to Indonesia National Standard (SNI) of Compost No. 19-7030-2004. The air circulation treatment was done by using aerator. There were three combination treatments of air circulation: the aerator and drum with coat, aerator and drum without coat, and without aerator and drum without coat was applied as a control. The results of this study indicate that each treatment in the fermentation process had a different temperature fluctuations between 21.56 to 24.41 °C. Temperature is a requirement for mesophilic microbial growth. The acidity condition of the sludge material that obtained at the beginning until the end of fermentation was the whole treatment has fulfilled the optimal conditions of fermentation process, with range of pH was from 6.92 to 7.65. The influence of air circulation inside the drum without the coat of husk can accelerate the breakdown of proteins into C-organic and N-total, that was C-organic= 24.22%, and N-total = 1.80%. The compost that produced by the fermentation process had the characteristic ratio C / N = 13.46 and had a blackish brown color rendition. Characteristics of compost according to the quality of compost ISO No. 19-7030-2004, that is pH = 6.80 to 7.49, C-organic = 9.80 to 32%, N-total = 0.40%, the ratio of C / N = 10-20.
Optimalisasi Perencanaan Diversifikasi Usaha Bunga Potong Darmayanti, Putu; Aviantara, IGN Apriadi; Gunadnya, IB Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.769 KB)

Abstract

simpleks Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui margin keuntungan setiap jenis bunga potong dan menentukan jenis bunga potong yang dapat diusahakan untuk memperoleh keuntungan optimal dalam diversifikasi pengembangan usaha bunga potong. Hasil analisis diperoleh harga pokok per tangkai untuk bunga potong: pisang hias Heliconia carabaea merah, pisang hias Heliconia carabaea kuning, Anthurium, pisang hias Yellow dancer, pisang hias Gantung kapur, pisang hias Sexy pink, pisang hias Betet, pisang hias Obor, pisang hias Onje adalah Rp 498, Rp 456, Rp 316, Rp 503, Rp 578, Rp 583, Rp 458, Rp 496, Rp 523 dengan margin keuntungan per tangkai untuk masing-masing bunga potong adalah Rp 1.408, Rp 1.484, Rp 58, Rp 1.000, Rp 1.134, Rp 1.163, Rp 823, Rp 657, Rp 429. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode simpleks dengan fungsi tujuan dari margin keuntungan setiap jenis bunga potong, serta fungsi batasan berupa biaya produksi dan keadaan pasar, maka diperoleh hasil keuntungan optimal yang dapat diusahakan adalah jenis bunga potong pisang hias Heliconia carabaea merah: Rp 33.114.331, pisang hias Heliconia carabaea kuning: Rp 30.386.354, pisang hias Sexy Pink : Rp 18.937.006 dan pisang hias gantung kapur: Rp 17.406.161. This research aims to determine the historical pattern of sales of each product variant, the index of special events that influence the demand and forecasting models are most appropriate to use as the basis for planning the production of Coca-Cola 200 ml and Sprite 295 ml in PT. CCBI Balinusa. From these studies obtained pattern on the monthly sales of each product in 2015 fluctuated from time to time. The highest sales of Coca-Cola 200 ml occurred in September, and Sprite 295 ml occurred in December. While the lowest sales data on Coca-Cola 200 ml and Sprite 295 ml occurred in July. Index top special event for Coca-Cola 200 ml is on Christmas and New Year (I=2.43), the lowest was Idul Adha (I=1.42) and Sprite 295 ml highest at Christmas and New Year (I=2.17), the lowest in the Waisak (I=1.47). The best forecasting model for Coca-Cola 200 ml is an exponential smoothing event based (ESEB) with ? = 0.3 and for Sprite 295 ml is an exponential smoothing event based with ? = 0.1.
Pendugaan Waktu Kedaluwarsa Pendistribusian Manisan Salak Menggunakan Metode Q10 Oceanic, Ida Ayu Mas; Gunadnya, Ida Bagus Putu; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan parameter mutu, menentukan parameter mutu kritis dan menduga waktu kedaluwarsa pendistribusian manisan salak menggunakan metode Q10.Manisan salak disimpan pada tiga suhu penyimpanan yang berbeda, yaitu 35, 45 dan 55oC selama 20 jam. Setiap ruang penyimpanan diisi dengan 126 sampel manisan salak dan dilakukan pengukuran setiap 4 jam sekali terhadap parameter tekstur secara objektif dan aroma, warna serta rasa secara subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama penyimpanan maka nilai parameter tekstur semakin meningkat, yaitu dari rata-rata 7,06 N menjadi rata-rata 250,20 N. Sementara itu, skor uji organoleptik parameter aroma menunjukkan penurunan dari rata-rata 4,13 menjadi rata-rata 1,00. Skor uji organoleptik parameter warna juga menunjukkan penurunan dari rata-rata 4,93 menjadi rata-rata 1,00. Demikian pula skor uji organoleptik parameter rasa juga menunjukkan penurunan yaitu dari rata-rata 4,67 menjadi rata-rata 1,00. Parameter mutu kritis manisan salak adalah parameter mutu rasa dan penurunan mutunya mengikuti orde reaksi 1. Nilai faktor percepatan reaksi penurunan mutu (Q10) dari parameter mutu rasa pada suhu basis 45oC yaitu 1,94. Dengan menggunakan nilai Q10 diduga waktu kedaluwarsa manisan salak yang disimpan pada suhu pendistribusian 15, 25, 35, 45 dan 55oC berturut-turut yaitu 220 jam (9,19 hari), 114 jam (4,73 hari), 58 jam (2,44 hari), 30 jam (1,25 hari) dan 15 jam (0,65 hari). This study aimed to determine the change of quality parameters, to determine the critical quality parameter and to predict the distribution expired time of snake fruit candy using Q10 method. Snake fruit candy was stored at three different storage temperatures, namely 35, 45 and 55oC for 20 hours. Each storage room was loaded with 126 candies and observation was done every 4 hour on parameters of texture, aroma, color and flavor of the candy. The results showed that the longer the storage, the value of candy texture increased from an average of 7,06 N to 250,20 N. Meanwhile, the score of aroma of candy decreased from an average of 4,13 to 1,00. The score of color also decreased from an average of 4,93 to 1,00. The same phenomenon was also observed on flavor of candy which decreased from an average of 4,67 to 1,00. The critical quality parameter of the snake fruit candy was flavor which followed the first reaction order. The Q10 of the flavor deterioration was determined at the basic temperature of 45oC and it was found its value was 1,94. By using Q10, it was predicted that distribution expired time of snake fruit candy stored at temperature distribution of 15, 25, 35, 45, and 55oC was 220 hours (9,19 days), 114 hours (4,73 days), 58 hours (2,44 days), 30 hours (1,25 days), and 15 hours (0,65 day), respectively.

Page 1 of 3 | Total Record : 21