cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2018): September" : 8 Documents clear
Analisa Nilai Tambah Produk Hortikultura Selada (Lactuca sativa l) di Pasar Modern dengan Proses Penanganan Pascapanen Sihite, Enike Windari; Aviantara, I G.N. Apriadi; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.024 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui penanganan pascapanen yang dilakukan pasar modern sampai selada dipasarkan; (2) menentukan nilai tambah dengan penanganan pascapanen dihitung dengan profit margin di pasar modern. Penelitian ini dilakukan pada awal bulan September sampai akhir Oktober 2016, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengamatan langsung menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan disalah satu pasar modern dan pasar tradisional untuk membandingkan perlakuan penanganan pascapanen terhadap selada. Penanganan pascapanen merupakan salah satu upaya suatu perusahaan untuk memberikan nilai tambah terhadap selada. Pasar modern dengan tingkat penjualan semua jenis selada sebanyak 88,99 kg dapat mengembalikan biaya penanganan pascapanen. Sedangkan pasar tradisional harus menjual selada sebanyak 121,55 kg untuk mengembalikan modal awal. Penanganan pascapanen sangatlah penting untuk mempertahankan umur simpan selada. Selain mempertahankan umur simpan selada, pasar modern memperoleh keuntungan lebih dan mendapat perhatian lebih dari konsumen dibandingkan pasar tradisional. Hasil penelitian ini juga memperoleh profit margin yang berbeda. Profit margin yang diperoleh pasar modern adalah sebesar 129,87% sedangkan profit margin yang diperoleh dari pasar tradisional adalah sebesar 25,3%. Profit margin yang diperoleh pasar modern sebesar 129,87% menunjukkan bahwa rasio penjualan yang tinggi merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu, sebaliknya jika rasionya rendah menandakan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya tertentu, atau biaya yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan tertentu. This study aims to (1) find out postharvest handling conducted by modern markets until the lettuce is marketed; (2) determining the added value with postharvest handling calculated by profit margin in the modern market. This research was conducted in early September until the end of October 2016, the method used in this research is descriptive method with direct observation using questionnaires to collect data. The study was conducted in one modern market and traditional markets to compare postharvest handling treatment of lettuce. Postharvest handling is one of the efforts of a company to provide added value to the lettuce. The modern market with the selling rate of all types of lettuce as much as 88.99 kg can restore the cost of postharvest handling. While the traditional market must sell as much as 121.55 kg lettuce to restore the initial capital. Postharvest handling is very important to maintain shelf life of lettuce. In addition to maintaining shelf life of lettuce, the modern market gains more and gets more attention from consumers than traditional markets. The results of this study also obtained a different profit margin. Profit margin obtained by modern market is 129,87% while profit margin obtained from traditional market is 25,3%. The profit margin obtained by the modern market of 129.87% indicates that a high sales ratio is a company's ability to generate high profits at a certain level of sales, on the contrary if the low ratio signifies sales that are too low for a certain level of cost, or cost too high for the level specific sales.
Musik Gamelan Bali Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rafa L.) Gautama, Dewa Putu Yoga; Wijaya, I Made Anom S.; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.374 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p03

Abstract

Pemberian gelombang suara dengan frekuensi tinggi dapat merangsang mulut daun (stomata) tetap terbuka, akibatnya laju dan efisiensi penyerapan pupuk meningkat yang bermanfaat bagi tanaman. Hasil penggunaan sonic bloom pada tanaman adalah mampu menstimulir metabolisme sel-sel tanaman, sehingga terjadi peningkatan penyerapan nutrisi dan uap air lewat daun yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui pengaruh pemberian musik Gamelan Bali terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawi pakcoy dan (2) untuk menentukan jenis musik Gamelan Bali yang memberikan pertumbuhan dan produktivitas sawi pakcoy yang terbaik. Penelitan ini menggunakan tanaman sawi pakcoy (Brassica Rafa L.). Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah pemberian musik gamelan bali dengan nuansa musik yang berbeda. Perlakuan 1 menggunakan musik gamelan Angklung, Perlakuan 2 menggunakan musik gamelan Semarpagulingan dan Perlakuan 3 menggunakan musik gamelan Gong Kebyar. Data yang diperoleh dianalis ANOVA dengan program IBM SPSS 20. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas kanopi daun tanaman, tingkat kehijauan daun tanaman, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian musik gong kebyar menghasilkan nilai tertinggi pada variabel tinggi tanaman, luas kanopi daun, tingkat kehijauan daun, dan berat kering yang masing menghasilkan nilai yaitu yaitu 29,98 cm, 1684 cm2, 186,79, dan 68,61 gr. Pemberian musik memberikan pengaruh yang positif dan berbeda nyata pada pertumbuhan tanaman sawi pakcoy. Semakin tinggi frekuensi musik yang diberikan maka semakin baik pertumbuhan tanaman sawi pakcoy yang dihasilkan. High frequency sound waves can stimulate the mouth of leaf (stomata) remains opened.The stomata remains open leading to efficient absorption of fertilizer. The purposes of this research were (1) to find out the effect of Balinese instrument music on the growth and productivity of pakcoy mustard plant and (2) to determine the type of Balinese instrument music that gives the best growth and productivity of mustard pakcoy. The treatment of this research was the application of Balinese instrument music with different musical nuances for 3 hours. Treatment 1 was using Angklung instruments music, treatment 2 was using Semarpagulingan instrument music and treatment 3 using Gong Kebyar instrument music. The obtained data was analized by ANOVA with the IBM SPSS 20 program. The observed variables include plant height, canopy area of plant leaf, green leaves level and dry weight. The results showed that Gong Kebyar instrument music application produces the highest value of 29.98 on the height of the plant variables, the widest value of 1684 cm2 on the canopy area variables, the biggest value that is 68,61 gr on the dry weight variables and the largest value of 186.79 on the green leaves level variables. Balinese instrument music application effect to the growth of pakcoy mustard plant. The best plant growth was the plant with gong kebyar instrument music application from all observed variables.
Analisis Kinerja Sistem Penggilingan Gabah Sebagai Penunjang Usaha Pertanian Berkelanjutan (Studi Kasus di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan) Suantari, Ni Made Ayu Manik; Aviantara, I G.N. Apriadi; Pudja, I. A. Rina Protiwi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.309 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kinerja mesin dari penggilingan gabah dan mengetahui berapa persen kapasitas yang terpakai dalam penggilingan gabah sehingga dapat mengukur dan menilai keberlanjutan dari produktivitas finansial pada usaha penggilingan gabah. Analisis keberlanjutan finansial menggunakan analisis menghitung NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan BCR (Benefit Cost Ratio). NPV (Net Present Value) adalah salah satu kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi, menunjukkan bahwa selisih jumlah kas yang dihasilkan proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan. IRR (Internal Rate of Return) adalah suatu investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya lebih besar daripada laju pengembalian investasi ditempat lain. BCR (Benefit Cost Ratio) merupakan suatu analisis yang diperlukan untuk melihat sudah sampai sejauh mana perbandingan antara nilai manfaat terhadap nilai biaya jika dilihat pada kondisi nilai saat ini PV (Present Value). Berdasarkan pada tabel Analisis kinerja operasional produktivitas didapatkan kontribusi terhadap kinerja pada PGK yaitu 21,1%, PGM 32.3% dan PGB 47,5%. Sehingga dalam penggilingan gabah berdasarkan hasil sampling rata-rata yang ada di Kecamatan Penebel untuk PGB mempunyai kontribusi terhadap kinerja operasional yang paling besar dan pada tabel kondisi kinerja mesin penggilingan gabah dalam Intensitas Operasi yang dikerjakan dimana pelaku usaha penggilingan gabah yaitu penggilingan kapasitas besar, menengah ini memiliki kegiatan investasi yang bisa dikatakan layak untuk dilanjutkan atau dikembangkan kembali namun tidak dengan kapasitas kecil karena penggilingan tersebut dikatakan tidak layak untuk dilanjutkan. Hal ini didasarkan pada hasil sampling rata-rata pada setiap kapasitas penggilingan gabah yang terpasang dengan analisis kelayakan finansial yaitu NPV (Net Present Value) yang setiap kapasitasnya berbeda yaitu kapasitas besar Rp. 306.400.273, kapasitas menengah Rp. 190.596.835 dan kapasitas kecil Rp. -15.890.115. IRR (Internal Rate of Return) kapasitas besar 48%, kapasitas menengah 24% dan kapasitas kecil 0.6%. B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) kapasitas besar mendapatkan 2,18 dan kapasitas menengah mendapatkan 1,75 sedangkan kapasitas kecil hanya 1,0. The purpose of this study are to know the condition og grain milling machine performance and to know the percentage of capacity used in the machine, thus can measure and assess the sustainability of the financial productivity of the grain milling business. Financial sustainability analyzes use NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), and BCR (Benefit Cost Ratio) calculations. NPV (Net Present Value) is one of the most important criteria in the evaluation of an investment, indicating that the difference in the amount of cash generated by the investment project and the value of the investment required. IRR (Internal Rate of Return) is an investment can be done if the rate of return is greater than the rate of return on investment at another place. BCR (Benefit Cost Ratio) is an analysis required to see how far the comparison between the value of benefits to the value of the cost when viewed at the current value of PV (Present Value). Based on the table of operational performance of productivity analysis, contribution to performance on small capacity is 21,1%, medium capacity is 32.3%, and large capacity is 47,5%. Therefore, based on the average sampling results in Penebel Sub-district, grain milling with large capacity has the greatest contribution to operational performance and on the table of grinding machine performance conditions in the Operation Intensity done where the grain milling business actors namely the milling of large, medium, capacity has investment activities that can be said worthy to be continued or developed again but not with a small capacity because the milling is said to be inappropriate to continu. Based on the average sampling result on each grain milling capacity installed with a financial feasibility analysis of NPV (Net Present Value) has different capacity where large capacity is Rp. 306.400.273, medium capacity is Rp. 190.596.835, and small capacity is Rp. -15.890.115. In IRR (Internal Rate of Return) large capacity is 48%, medium capacity is 24%, and small capacity is 0,6%. In B / C Ratio (Benefit Cost Ratio), large capacity is 2.18, medium capacity is 1.75, meanwhile small capacity is 1,0.
Peningkatan Gelombang Elektromagnetik Menurunkan Laju Perkecambahan Padi Beras Merah Cenana Jatiluwih (Oryza Sativa Var Barac Cenana) Nugraha, Viqtor Arya; Wijaya, I Made Anom S.; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.041 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan medan elektromagnetik terhadap padi varietas lokal serta mengetahui medan elektromagnetik dan waktu perendaman yang tepat sehingga menghasilkan perkecambahan padi varietas lokal yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu kuat medan elektromagnetik dari 0 mT, 2 mT, 3 mT dan 4 mT, sedangkan faktor kedua yaitu lama perendaman terdiri dari 48, 64,dan 96 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji duncan apabila perlakuan berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat paparan elektromagnetik dengan tegangan tertentu mengakibatkan adanya penurunan terhadap persentase perkecambahan benih padi, sedangkan untuk perlakuan perendaman, semakin lama perendaman benih menghasilkan peningkatan persentase perkecambahan padi. Perkecambahan padi terbaik dihasilkan pada pemaparan medan elektromagnetik tegangan 2 mT dengan lama perendaman 96 jam. This study aims to find out the modeling of electromagnetic fields against local rice varieties and to determine the electromagnetic field and the proper immersion time to produce the best rice germination. The experimental experiment used is a factorial circuit consisting of two factors. The first factor is the strength of the electromagnetic field of 0 mT, 2 mT, 3 mT and 4 mT, while the second factor is the duration of immersion consisting of 48, 64, and 96 hours. The data obtained were analyzed by verbal examination, then continued with duncan test if treatment had real effect. The results showed that the stronger electromagnetic exposure with certain voltage resulted in a decrease in the percentage of seed germination of local varieties of rice while for the immersion treatment, the longer the seed immersion resulted in increased percentage of germination of local varieties of rice. The best germination was produced at exposure of 2 mT voltage electromagnetic field with 96 hours of immersion time for red rice varieties.
Analisis Teknis Penggunaan Sumber Daya Air Tanah Untuk Irigasi Tanaman Padi di Kabupaten Jembrana Hendrayana S, Angga; ., Sumiyati; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.328 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p06

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Dengan keterbatasan ketersediaan air, maka diupayakan dengan memanfaatkan air tanah dengan menggunakan sumur pompa. Penggunaan sumur pompa belum maksimal dalam memenuhi kebutuhan air irigasi maka diperlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui teknis penggunaan sumber daya air tanah untuk irigasi menggunakan sumur pompa, dan (2) menganalisis kemampuan sumur pompa pada subak sampel di Kabupaten Jembrana terhadap kebutuhan air irigasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui metode survey. Data ini diperoleh menggunakan data primer dan sekunder. Data debit tersedia diperoleh melalui metode survei langsung ke lapangan dan perhitungan kebutuhan air irigasi dilakukan dengan bantuan software CROPWAT 8.0. Berdasarkan analisis neraca air irigasi dari selisih antara kebutuhan air irigasi dengan ketersediaan air irigasi terhadap 3 sampel subak, diperoleh hasil pada Subak Sari Merta terjadi kekurangan air pada selama 2 periode yaitu periode Juni I sebesar 171.900 l/hari, Januari I 149.700 l/hari, pada Subak Brawantangi terjadi kekurangan air sebanyak 4 periode yaitu periode Agustus I sebesar 123.900 l/hari, Agustus II 99.200 l/hari, Maret I 98.000 l/hari, Maret II 78.200, dan pada Subak Tegal Badeng terjadi kekurangan air sebanyak 8 periode yaitu periode Juni II sebesar 64.600 l/hari, Juni III 178.500 l/hari, Agustus III 35.600 l/hari, September I 35.100 l/hari, September II 38.400 l/hari, September III 32.900 l/hari, November I 48.400 l/hari, November III 149.700 l/hari. Defisit air terjadi karena pada periode bulan tersebut dilakukan pengolahan tanah sehingga kebutuhan air irigasi cenderung tinggi. Untuk dapat memenuhi kebutuhan air irigasi yang diperlukan untuk pengolahan tanah, pada 3 sampel subak dilakukan sistem giliran memakai air irigasi supaya aktifitas pertanian dapat berjalan baik. The Ground water is one of water resources that can be used to fullfill the needs of irrigation. With the limited availability of water, it is attempted by utilizing ground water using pump wells. The use of pump wells has not been maximal in fulfilling the irrigation water requirement so further research is needed. The objectives of this research are: (1) To know the technical use of groundwater resources for irrigation using pump wells, and (2) to analyze the ability of pump wells in subak samples in Jembrana Regency to irrigation water needs. This research uses descriptive analysis through survey method, taking data using primary and secondary data. Available discharge analysis is obtained through direct survey method of spaciousness and analysis of irrigation water needs carried out with the help of CROPWAT 8.0 software. Based on the irrigation water balance analysis, there is a reduction between the irrigation water demand and the availability of irrigation water to 3 subak samples. In Subak Sari Merta it is known that there is water shortage 2 periods that is the period of June I equal to 171.900 l / day, January I 149.700 l / day. Subak Brawantangi is known that there is water shortage as much as 4 periods that is the period of August I equal to 123.900 l / day , August II 99.200 l / day, March I 98,200 l / day, March II 78.200 l / day. Subak Tegal Badeng is known that there is water shortage for 8 periods that is June II period is 64.000 l / day, June III 178.500 l / day, August III 35.600, September I 35.100 l/day, September II 38.400 l/day, September III 32.900 l/ day, November I 48,400 l / day, November III 149.700 l / day. Water deficit occurs because in the period of the month is done so that the processing of irrigation water needs tend to be high. To be able to meet the needs of irrigation water needed for the processing of the soil, the Subak Sari is done by the turn system using irrigation water so that agricultural activities can run well.
Aplikasi Penggunaan Asap Cair terhadap Daya Awet Fillet Ikan Tuna Sutanaya, Nyoman Try Atmaja; Kencana, P.K Diah; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.253 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p04

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditi perikanan andalan yang mudah sekali mengalami perubahan mutu. Pengawetan diperlukan untuk memperpanjang umur simpan ikan terutama di saat-saat musim ikan dan agar ikan dapat sampai ke tangan konsumen sebelum mengalami pembusukan. Teknologi pengawetan yang dapat diterapkan adalah pemberian asap cair karena bahan mengandung fenol yang berperan sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian asap cair terhadap kandungan protein yang terdapat pada fillet ikan tuna dan mengetahui umur simpan fillet ikan tuna dengan penggunaan asap cair sebagai bahan pengawet yang disimpan pada suhu kamar (27o) dengan menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies). Konsentrasi asap cair yang digunakan dalam penelitian antara lain konsentrasi asap cair 4%, konsentrasi asap cair 6% dan tanpa pemberian asap cair. Penelitian ini menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies) yang diperoleh dari uji sensori selama penyimpanan dengan menentukan kesukaan terhadap penampakan, warna, bau, tekstur dan parameter lain yang diamati yaitu uji pH, kadar air dan uji protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penambahan asap cair tidak mampu mempertahankan kadar protein yang terkandung pada fillet ikan tuna selama proses penyimpanan dengan rata-rata penurunan kandungan protein untuk semua perlakuan sekitar 4,01% dan penambahan asap cair 6% mampu disimpan selama 54 jam, 2,33 kali lebih lama dibandingkan dengan tanpa penambahan asap cair. Tuna fish is a commodity of fishery products is very easly get change of the quality. Preservation is needed to prolong the life of save the fish especially at the time when the fish season and so that the fish can reach the consumer before experiencing the decay. Preservation technology that can be applied is the giving of liquid smoke because the ingredients contain fenol who act as antioxidants. Objective of this research is to find out the shelf life of tuna fish fillets by using the liquid smoke as preservatives and stored at room temperature (27o). This research uses the method ESS (Extended Storage Studies) obtained from sensory test during storage with determine the gladness of the appearance, color , smell, texture and other parameters observed namely pH test, the level of water and protein test. Based on the research results obtained using the method ESS, shows that the quality of tuna fish fillets with the addition of liquid smoke is best obtained on the treatment of liquid smoke concentration of 6% with long storage time during 54 hours, with the main quality parameters cause damage obtained from pH test results and sensory test.
Hubungan Antara Persentase Serangan Hama Tikus dengan Produktivitas Lahan Melalui Pendekatan Foto Udara Widodo, Prihandoni; Wijaya, I Made Anom S.; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.534 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p05

Abstract

Hama tikus adalah salah satu hama yang dapat merugikan petani. Serangan hama tikus dapat menurunkan hasil panen bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Serangan hama tikus pada tanaman padi akan mempengaruhi produktivitas lahan. Semakin besar persentase serangan hama tikus maka produktivitas lahan akan semakin rendah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persentase serangan dengan produktivitas lahan. Tahapan – tahapan yang harus dilalui dalam penelitian ini antara lain, pengambilan data, analisis image processing, analisis regresi, validasi dan diakhiri dengan perhitungan akurasi. Pengambilan data dilapangan meliputi akuisisi foto udara dan pengukuran hasil panen. Analisis image processing menggunakan bantuan software Adobe Photoshop CS6 dan software Matlab 2013. Analisis regresi menggunakan bantuan software Microsoft Excel 2013 dengan menggunakan tiga jenis analisis regresi, antara lain : regresi linier, regresi kuadratik, regresi polinomial pangkat 3. Persamaan regresi polinomial pangkat 3 menghasilkan persamaan terbaik. Persamaan polinomian pangkat 3 yang didapat adalah sebagai berikut y = -1.10-6x3 + 0,0003x2 – 0,0218x + 0,6159 dengan koefisien determinasi sebesar 0,9645 atau dapat pula diartikan 96,45% variasi dari variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai error yang dimiliki persamaan tersebut adalah 8,17%. Rats pest is one of the any pests that can harm the farmers. Pest rodent attacks can decrease yields even affect to crop failures. The percentage of rice fields attack will affect the productivity inversed. The bigger percentage of rodent pests, will make the lower rice fields productivity. Therefore, this study aims to determine the relationship between percentage of pest roddents attacks with rice field productivity. Stages that must be passed in this research, among others, data retrieval, image processing analysis, regression analysis, validation and ending with the calculation of accuracy. Field data taking includes the acquisition of aerial photography and measurement of the harvest. Analysis of image processing using Adobe Photoshop CS6 software support and Matlab 2013 software. Regression analysis using Microsoft Excel 2013 software assistance using three types of regression analysis, among others: linear regression, quadratic regression, rank polynomial regression 3. Polynomial regression equation of rank 3 yields the best equation. The polynomial equation of rank 3 obtained as follows y = -1.10-6x3 + 0.0003x2 - 0,0218x + 0,6159 with a coefficient of determination equal to 0,9645 or can also be interpreted 96,45% variation of dependent variable can be explained by the free variable . The error value of the equation is 8.17% percentage of attack productivity.
Pemahaman Petani Tentang Budidaya Kopi Arabika dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Hasil Panen Suara, Komang Agus; Widia, I Wayan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.721 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p02

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman petani terhadap budidaya kopi dan pengaruhnya terhadap produktivitas. Aspek budidaya yang diamati meliputi persiapan lahan, pengatur intensitas cahaya, teknik tanam, pemuliaan tanaman, aplikasi pupuk, pengendalian hama tanaman, peremajaan tanaman dan aspek pemanenan kopi. Penelitian ini melibatkan 45 responden yang dipilih dengan menggunakan simple random sampling dari petani anggota kopi MPIG Kintamani Bali. Hasil wawancara indikator dari variabel penelitian nilai tertinggi diperoleh peremajaan tanaman dan panen kopi terendah. Hasil analisis data dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Multiple Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa ada tiga faktor budidaya yang relevan berkontribusi terhadap pencapaian produktivitas tanaman, yaitu persiapan lahan, teknik penanaman dan peremajaan tanaman. Teknik persiapan lahan dan penanaman memberikan efek positif pada produktivitas kopi arabika tetapi, peremajaan tanaman memberikan efek negatif. Teknik penanaman memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas tanaman kopi arabika. Diharapkan bahwa produksi panen kopi arabika di Bali (0,5 ton / Ha) kopi dapat ditingkatkan produksi kopi nasional. The aims of this study were to determine level of understanding of farmers on coffee cultivation and its effect on productivity. Observed cultivation aspect include land preparation, light intensity regulator, planting techniques, plant breeding, fertilizer application, plant pest control, plant rejuvenation and coffee harvesting aspect. This research involved 45 respondents selected by using simple random sampling from coffee member farmers of MPIG Kintamani Bali. The results of the indicator interviews of the highest value research variables obtained plant rejuvenation and lowest coffee harvest. The results of data analysis with Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Multiple Regression Analysis (MRA) showed that there were three relevant cultivation factors contributing to the achievement of crop productivity, namely land preparation, planting techniques and plant rejuvenation. Land preparation and planting techniques gave a positive effect on productivity of arabica coffee but, plant rejuvenation gave negatively effect. Planting techniques have the most dominant influence on the productivity of arabica coffee crops. It was expected that the production of arabica coffee harvest in Bali (0.5 ton / Ha) of coffee could be improved the national coffee production.

Page 1 of 1 | Total Record : 8