cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020): inpress" : 23 Documents clear
Pengaruh Ketebalan Plastik Polietilen Densitas Rendah Sebagai Bahan Pengemas terhadap Mutu Daun Seledri (Apium gravelens L.) Selama Penyimpanan Dingin Harta Hadi, I Kadek Puja; Pratiwi Pudja, Ida Ayu Rina; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.016 KB)

Abstract

Salah satu cara yang dilakukan untuk mempertahankan kualitas daun seledri dan memperpanjang umur simpan adalah menggunakan pengemasan dengan ukuran ketebalan plastik polietilen densitas rendah (LDPE) yang tepat dan penyimpanan pada suhu rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan plastik polietilen densitas rendah sebagai bahan pengemas terhadap mutu daun seledri selama penyimpanan dingin dan untuk mengetahui tingkat ketebalan plastik polietilen densitas rendah berapakah yang dapat mempertahankan mutu daun seledri yang terbaik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan ketebalan plastik polietilen densitas rendah dengan ukuran ketebalan 0,02 mm; 0,03 mm; 0,04 mm; 0,05 mm, 0,06 mm. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari sekali dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali pada suhu penyimpanan 100 ± 20C selama 18 hari penelitian. Parameter dalam penelitian ini adalah susut bobot, kadar air, warna, tekstur, tingkat kesegaran, dan aroma. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan ketebalan plastik LDPE sebagai bahan pengemas daun seledri berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap parameter penelitian. Perlakuan terbaik diperoleh dari ketebalan plastik polietilen densitas rendah ukuran 0,04 mm dengan susut bobot 4,64 %, warna 18,97, tekstur 0,0455 N, kadar air 90,22 %, tingkat kesegaran 4,87 dan aroma 5,00. Kesimpulan bahwa tingkat ketebalan plastik LDPE 0,04 dapat mempertahankan mutu daun seledri paling lama diantara ukuran ketebalan yang lainnya yaitu selama 18 hari. One way to maintain the quality of celery and extend shelf life is to use packaging with the right size level of low density polyethylene (LDPE) and storage at low temperatures. The purpose of this study was to determine the effect of low density polyethylene plastic as a packaging material on the quality of celery during cold storage and to determine what size level of low density polyethylene plastic can maintain the best quality celery. This research method uses experimental research. The study applied a completely Randomized Design (RAL) with one treatment factor: size level of LDPE plastic (0.02 mm, 0.03 mm, 0.04 mm, 0.05 mm, 0.06 mm). Observations were carried out once every 3 days and each treatment was repeated 3 times at a storage temperature of 100 ± 20C for 18 days of the study. The parameters in this study are weight loss, water content, color, texture, level of freshness, and aroma. The results of the analysis of variance showed that the treatment of size level of LDPE plastic as a celery packaging material had a very significant effect (P?0.01) on the research parameters. The best treatment was obtained from the size level of a low density polyethylene plastic size of 0.04 mm with a weight loss is 4.64%, a color is 18.97, a texture is 0.0455 N, a moisture content is 90.22%, a level of freshness is 4.87 and a scent is 5.00. The conclusion that size level of LDPE plastic is 0.04 mm can maintain the longest quality of celery among other size level for 18 days.
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus : PT. Bali Maya Permai Food Canning Industry) Aruan, Tessa Apriani; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.621 KB)

Abstract

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan dan mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang disebarkan kepada 80 karyawan di PT. Bali Maya Food Canning Industry. Hasil Uji Regresi Linear menunjukkan pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) sebesar 68,28% dan pengaruh variabel X2 (kesehatan kerja) sebesar 75,39% terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Hal tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Occupational Safety and Health Program is a system of programs created for both workers and entrepreneurs as an effort to prevent occupational accidents and illnesses caused by working relationships within the working environment. The research aims to determine the influence of occupational safety and health to employee performance and to know how much the impact of occupational safety and health is the employee performance. This method of research uses questionnaires as a data collection tool distributed to 80 employees at PT. Bali Maya Food Canning Industry. Linear regression test results show the effect of the X1 variable of 68,28% and the effect of the X2 variable of 75,39% against the Y variable. It shows that occupational safety and health have a positive effect on the employee’s performance.
Analisis Kebutuhan Traktor Berdasarkan Ketersediaan Air pada Subak di Kabupaten Tabanan Tikawa, I Gede Berliyantha; Tika, I Wayan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.526 KB)

Abstract

Mengolah tanah dalam kegiatan pertanian memerlukan pengaturan kebutuhan traktor secara optimal. Jumlah traktor yang seharusnya dibutuhkan dengan luas lahan yang ada berdasarkan pada ketersediaan air di suatu subak dengan tujuan untuk memperoleh produktivitas hasil olah tanah yang optimal maka diperlukan traktor dengan ketersediaan air irigasi yang mengairi lahan untuk memperlancar pengolahan dan mengefisienkan tanah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya traktor yang diperlukan berdasarkan ketersediaan air dengan membandingkan traktor yang tersedia pada subak. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui metode survey dengan mencari data primer yaitu pengukuran debit tersedia dibangunan bagi dan pengukuran dilahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa traktor yang dibutuhkan berdasarkan ketersediaan air di subak Kabupaten Tabanan yang ada di hulu, tengah dan hilir. Untuk sembilan subak yang ada di daerah hulu, traktor rotari yang diperlukan dengan rata-rata 6 traktor dapat mengolah lahan mencapai 87,3 ha atau 1 unit traktor dapat mengerjakan lahan dengan luas 14,6 ha dengan rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor yaitu 27,16 lt/dt. Untuk sembilan subak yang ada di daerah tengah traktor yang diperlukan dengan rata-rata 5 traktor dapat mengolah lahan dengan luas 69 ha atau 1 unit traktor dapat mengerjakan lahan dengan luas 13,8 ha dengan rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor yaitu 26,84 lt/dt. Sedangkan sembilan subak yang ada di daerah hilir traktor yang diperlukan dengan rata-rata 10 traktor dapat mengolah lahan dengan luas 114,5 ha atau 1 unit traktor dapat mengerjakan lahan dengan luas 11.8 ha dengan rata-rata konsumsi air untuk 1 unit traktor yaitu 12,1 lt/dt. Cultivating land in agricultural activities requires optimal regulation of tractor requirements. The number of tractors that should be needed with the available land area is based on the availability of water in a subak with the aim of obtaining optimal tillage productivity, so a tractor with the availability of irrigation water is needed to irrigate the land to facilitate processing and streamline the land. The purpose of this study is to determine the number of tractors needed based on water availability by comparing the tractors available on subak. This study uses a quantitative analysis approach through a survey method by finding primary data, namely the measurement of discharge available for building and land measurements. The results showed that the tractors needed were based on the availability of water in the subaks of Tabanan Regency in the upstream, middle and downstream areas. For the nine subaks in the upstream area, the required rotary tractor with an average of 6 tractors can cultivate land reaching 87,3 ha or 1 tractor unit can work on an area of ??14,6 ha with an average water consumption for 1 unit of tractor which is 27,16 lt/sec. For the nine subaks in the central area of ??the tractor needed, with an average of 5 tractors, an area of ??69 ha or 1 unit of tractor can work on an area of ??13,8 ha with an average water consumption for 1 tractor unit, 26, 84 lt/sec. While the nine subaks in the downstream area of ??the tractor needed with an average of 10 tractors can cultivate land with an area of ??114,5 ha or 1 unit of tractor can work on land with an area of ??11.8 ha with an average water consumption for 1 tractor unit that is 12,1 lt/sec.
Rancang Bangun Unit Pemotong dan Pengarah Mesin Panen Padi Tipe Carry Harvester Setiawan, Ida Bagus Komang Edo; S. Wijaya, I Made Anom; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.908 KB)

Abstract

Terraced agricultural field with an area of ??less than 0.1 ha per plot is difficult to reach by large size and large capacity agricultural machines. A medium type rice harvester (carry harvester) is an agricultural machine that can be used on small and terraced field. The aim of this research is to design a cutting unit and guiding unit of paddy harvesting machine for easy to use on small and terraced paddy field. The parameters engine performance test are effective field capacity (EFC), cutting unit effectiveness, guiding unit effectiveness, fuel consumption and harvesting rice losses. The performance test of the cutting and guiding unit is running well, which is shown by the percentage of cutting effectiveness and guiding effectiveness is 99% on average. The guiding of carry harvester are directed to the left side of the machine. The performance test results show the EFC harvesting of this machine is 0.05 ha / hour. Fuel consumption of 1.2 l / hour. The average losses at harvest is 3.1%. These factors can be taken into consideration in the selection of harvesting methods, especially in terraced rice fields that cannot be reached by other harvesting machines to overcome the shortage of harvesting labor. Lahan pertanian yang berteras dan memiliki luasan per petak kurang dari 0.1 ha, sulit dijangkau oleh mesin-mesin pertanian yang berukuran dan berkapasitas besar. Mesin pemanen padi tipe menengah (carry harvester) merupakan mesin pertanian yang dapat digunakan pada lahan kecil dan berteras. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang unit pemotong dan pengarah mesin pemanen padi yang mudah digunakan pada lahan kecil dan berteras. Parameter uji kinerja mesin yang diukur adalah kapasitas lapang efektif (KLE), Efektifitas unit pemotong, efektivitas unit pengarah, kosnsumsi bahan bakar dan susut padi pemanenan. Hasil kerja menunjukan unit pemotong dan pengarah berjalan dengan baik, yang ditunjukkan oleh presentase efektivitas pemotongan dan pengarahan rata-rata 99%. Hasil potongan padi diarahkan ke sisi kiri mesin. Hasil uji kinerja menunjukkan KLE pemanenan mesin ini adalah 0,05 ha/jam. Konsumsi bahan bakar sebesar 1,2 l/jam. Rata-rata susut saat panen mesin sebesar 3,1%. Faktor-faktor tersebut dapat dijadikan pertimbangan pemilihan metode pemanenan terutama di lahan sawah berteras yang tidak dapat dijangkau mesin pemanen lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pemanen.
Analisis Kepuasan Petani Pengguna Pupuk Organik pada Tanaman Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) (Studi Kasus di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali) Sulasti, Ni Luh Rani; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Pratiwi Pudja, Ida Ayu Rina
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang prei merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Candikuning sejak 10 tahun terakhir. Salah satu pupuk organik yang di gunakan oleh petani bawang prei adalah pupuk organik Postal yang terbuat dari campuran kotoran ayam dan sekam (kulit gabah). Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data yang dikumpulkan melalui survei acak mengunakan kuisioner dan wawancara pada 50 orang petani bawang prei yang menggunakan pupuk organik Postal di Desa Candikuning pada bulan April-Mei 2019. Analisis dilakukan dengan metode Deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pupuk organik postal didominasi oleh petani kelompok umur produktif (58%), tingkat pendidikan setingkat SD-SMP (84%), Pekerjaan sampingan di bidang pertanian (66%). Rata-rata tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja produk sebesar 100,17 %. Petani merasa puas (CSI : 72,27%) pada kinerja pupuk organik Postal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan petani pengguna pupuk organik pada tanaman bawang prei sebesar 72,27 % yang berarti petani merasa puas. Kepuasan petani dipengaruhi oleh kemampuan meningkatkan hasil, harga produk dan kemasan produk. Leek is one of the horticultural crops that is widely cultivated by farmers in Candikuning Village since the last 10 years. One of the organic fertilizers used by leek farmers is postal organic fertilizer made from a mixture of chicken manure and husks (grain husks). The research aims to analyze the level of satisfaction of farmers and identify the factors that influence the satisfaction of farmers as consumers of fertilizer. Data collected through a random survey using questionnaires and interviews with 50 farmers of leeks using organic fertilizer Postal in Candikuning Village in April-May 2019. Analysis was conducted using descriptive methods, Importance-Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index ( CSI). The results of this study indicate that postal organic fertilizer users are dominated by productive age farmers (58%), elementary-junior high school level education (84%), side jobs in agriculture (66%). Farmers were satisfied (CSI: 72.27%) on the performance of Postal organic fertilizer. The conclusion of this study is the satisfaction of farmers who use organic fertilizer on leek plants by 72.27%, which means farmers are satisfied. Farmer satisfaction is influenced by the ability to increase yields, product prices and product packaging.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ.) Wirawan, I Kadek; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.121 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensorik teh daun bambu Tabah. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50o C dan 60o C) dan faktor waktu pengeringan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam). Perlakuan diulang tiga kali untuk mendapatkan 18 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, total asam, total fenol, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan lama pengeringan daun teh bambu Tabah memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, pH, total asam, total fenol, warna, penerimaan keseluruhan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata terhadap aroma dan rasa, dengan perlakuan terbaik ini, kadar air, pH, asam total, fenol total, warna, aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan ditemukan kadar air 6,881%, pH 6,6, total asam 0, 73%, total fenol 84,01mg / 100g, warna 4,33, aroma 4,40, rasa 3,93, dan penerimaan keseluruhan 4,07. This study aimd to determine the effect of temperature and drying time on the chemical and sensory characteristics of Tabah bamboo leaf tea. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the drying temperature factor (50oC and 60oC) and the drying time factor (1 hour, 2 hours, and 3 hours). The treatment was repeated three times to obtain 18 experimental units. The parameters observed were water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste, and overall acceptance tested organoleptically. The results showed that the interaction of temperature and duration of drying of Tabah bamboo tea leaves had significantly different effects on water content, pH, total acid, total phenol, color, overall reception, but did not have a significantly different effect on aroma and taste. with this combained best treatment, the water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste and overall acceptance were found water content 6,881 %, pH 6,6, total acid 0, 73%, total phenol 84,01mg / 100g,color 4,33, aroma 4.40, taste 3,93, and overall acceptance 4,07.
Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Subak di Bali Tamara, Widyalis Rani; Wijaya, I Made Anom S.; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.594 KB)

Abstract

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang ada di Bali yang khusus mengatur sistem pembagian air secara tradisional di sawah untuk bercocok tanam padi. Dengan perkembangan jaman yang pesat ini, keberadaan subak terancam karena adanya alih fungsi lahan ke penggunaan lain di luar sektor pertanian yang menyebabkan ruang terbuka hijau akan semakin berkurang. Jasa lingkungan merupakan jasa yang diberikan oleh fungsi ekosistem yang memiliki manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas tanah yang ada di subak pada saat sebelum tanam dan sesudah panen untuk melihat kontribusi subak terhadap lingkungan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan kimia tanah. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan lokasi subak sampel yaitu Subak Kerdung, Subak Jatiluwih dan Subak Lotunduh. Kualitas tanah dinilai dengan menggunakan teknik penilaian berdasakan parameter fisik dan kimia tanah. Parameter yang diamati yaitu sifat fisik tanah yang meliputi tekstur, porositas, kapasitas lapang, berat jenis dan berat volume. Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi pH, N-total, K-tersedia, P-tersedia, KTK dan C-Organik. Hasil analisis menunjukkan perubahan kualitas tanah pada lahan subak sangat baik. Dari segi sifat fisik tanah yaitu meningkatnya porositas menjadikan meningkatnya kemampuan tanah dalam mengikat air. Penurunan berat volume tanah pada masing – masing subak sampel menjadikan tanah lebih gembur sehingga tidak menghambat proses perakaran. Kontribusi subak bagi lingkungan yaitu mampu memberikan stok karbon bagi lingkungan melalui kandungan C-organik yang tersimpan dalam tanah. Subak is a social organization in Bali that specifically regulates traditional water distribution system in rice fields to grow rice. With the rapid development of this epoch, the existence of subak is threatened because of the conversion of land to other uses outside the agricultural sector which causes open green space to be increasingly reduce. Environmental services are the services provided by the ecosystem functions that have direct and indirect benefits to human well being. This research analyzed to changes in soil quality in subak, in the conditions before planting and after harvest an to saw subak contribution to the environment. This study used survey method, physical and chemical soil test in the Laboratory of Soil Science and Environment. The samples were taken by purposive sampling, from Subak Kerdung, Subak Jatiluwih and Subak Lodtunduh. The soil qualities were assessed using scoring technique based on the physical parameters and chemical parameters. The soil physical parameters observed were texture, porosity, roomy capacity and bulk density. The soil chemical parameters observed were pH, N-total, P-available, K-available, CEC and C-Organik. The result of research showed that the change in soil quality on the subak land was very good. In terms of the physical of the soil, the increase in porosity makes the soil ability to bind water increased. Reduction in soil volume weight makes the soil more loose, it does not distrub the rooting process. Contribution of subak to the environment is being able to provide carbon stock to the environment through the C-Organic content stored in the soil as well as meritorius in regulating watter systems and preventing soil erosion.
Pengaruh Campuran Minyak Wijen (Sesamum indicum L.) dan Apsa 80 Sebagai Bahan Pelapis Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Mita Dewi, Desak Ngakan Nyoman; Supartha Utama, I Made; Diah Kencana, Pande Ketut
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.583 KB)

Abstract

Buah manggis merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang relatif singkat. Kemampuan campuran APSA 80 dan minyak wijen dengan konsentrasi yang berbeda sebagai bahan pelapis untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah manggis yang diuji selama penyimpanannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan konsentrasi terbaik dari campuran APSA 80 dan minyak wijen sebagai bahan pelapis untuk buah manggis. Minyak wijen paling tahan terhadap ketengikan karena mengandung antioksidan alami dan asam oleat yang tinggi. APSA 80 sebagai penyebar dan mampu merekatkan bahan campuran serta sebagai pengemulsi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga faktor perlakuan yaitu ragam konsentrasi pelapis dari APSA 80 dengan konsentrasi 0%, 0.03%, dan 0.06%, konsentrasi pelapis dari minyak wijen dengan konsentras 0%, 0.5%, dan 1% serta suhu penyimpanan menggunakan suhu ruang (28±2oC) dan suhu dingin (10±1oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan SdA2M2 (konsentrasi APSA 80 0.06% dan konsentrasi minyak wijen 1% pada suhu dingin) adalah konsentrasi bahan pelapis terbaik untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah manggis. Kedua formulasi bahan pelapis tersebut mampu mempertahankan buah manggis selama 25 hari dimana warna aril masih berwarna putih, warna kulit ungu kemerahan dan tekstur kulit belum mengeras. Mangosteen is one of the horticultural products that easily damages and has a relatively short shelf-life. The abilities of the mixed of APSA 80 and sesame oil with different concentrations as coting materials to maintain the quality and extend the self-life of mangosteen fruits were tested during storage. The main objective was to find the best mixed concentrations of the APSA 80 and Sesame oil as coating material for mangosteen fruits. Sesame oil is known to be the most resistant to rancidity because it contains natural antioxidants and high oleic acid. APSA 80 is as a spreader and gluing the mixed material and as an emulsifier. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design with three factors, namely the concentration of APSA 80 (0%, 0.03%, and 0.06%), the concentration of sesame oil (0%, 0.5%, 1%) and storage temperatures (28 ± 2oC and 10 ± 1oC). The result showed that the mixed concentrations of 0.06% APSA 80 and 0.5 % sesame oil, as well as the mixed concentrations of 0.06% APSA 80 and 1.0 % sesame oil were the best coating materials to maintain quality and extend the self-life of mangosteen fruits. The both formulations of the coatings maintain the self life for 25 days at where the colors of the arils were snowy white, the color of skin surfaces were redish purple, and the pericarps were not yet hardenings.
Pengaruh Konsentrasi Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Pisang Barangan ( Musa Sapientum L) Malau, Diori Beca Narmalia; Utama, I Made Supartha; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.262 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan pisang barangan pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ragam volume ragam : 0 ml, 3 ml, 6 ml masing-masing di perangkap dalam 5 gram karagenan dan di masukkan ke dalam sachet teh. Sachet lalu di tempatkan pada alas sterofoam dimana terdapat 3 buah pisang barangan, Selanjutnya di tutup menggunakan plastik film regang LDPE. Pisang Barangan tanpa perlakuan atau kontrol digunakan untuk pembanding. Buah lainnya di simpan pada suhu kamar (27±2????oC) dan suhu ruang (14±1oC). Yang di amati parameternya selama penyimpanan adalah vitamin C, Total Asam, Tekstur analyzer, warna, dan organoleptik. Hasil penelitian yang dilakukan etanol sangat berpengaruh nyata dalam menurunkan tingkat kerusakan, vitamin C, memperlambat laju kekeraasan, warna kulit, vitamin C serta total asam pada buah pisang tersebut di banding buah kontrol. Demikian pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan terhadap panelis lebih tinggi terhadap warna, rasa, dan penampilan secara keseluruhan di bandingkan perlakuan buah kontrol. Dari ragam perlakuan etanol, 6 mL etanol adalah perlakuan terbaik untuk menghambat laju kerusakan, perubahan mutu, serta meningkatkan kesukaan terhadap panelis. Keyword : Pisang Barangan, Uap Etanol, Kemasan Atmosfir Termodifikasi, Mutu Pascapanen. The aim of this research was to determine the effect of etanol vapor on the quality and the shelf life of Barangan Banana. Three different volumes of ethanol, namely 0 ml, 3 ml and 6 ml, were trapped in the 5 gram carrageenan placed in the tea sachets. The sachet was then put on the basal of styrofoam tray on which 3 fruits were placed and then wraped by streching film LDPE. Control fruits or un-treated fruits were also provided as comparison. The result showed that the ethanol vapor treatments , color of fruit surface and vitamin C, compared to the control fruits. The ethanol vapor was also able to give better preferences of panelists on the color and flavor of the aril, as well as the overall performances of the fruits compared to the controls. The 6 mL ethanol per package created ethanol vapor of which the best vapor to reduce the rate of damage and the change of quality and increase the panelists preferences. Keywords: Asparagus, polypropylene plastic, perforation, cold storage.
Analisis Tingkat Kepuasaan Petani Paprika (Capsicum annum L) terhadap Penggunaan Fungisida Kimia (Studi Kasus Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali) Sidabutar, Riski Nirmala; Gunadnya, Ida Bagus Putu; Pratiwi Pudja, Ida Ayu Rina
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.191 KB)

Abstract

Paprika merupakan komoditas sayuran potensial dengan jumlah produksi yang cukup tinggi. Tetapi bila terjadi insiden penyakit tanaman dengan keparahan yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian pada tanaman ini. Petani paprika menggunakan fungisida kimia untuk tanaman paprika karena dapat membantu proses pertumbuhan paprika lebih baik dan mendapatkan hasil paprika yang memuaskan dan menguntungkan. Untuk jenis fungisida kimia yang digunakan adalah Rubikan, Linertin dan Demolis. Semua fungisida ini digunakan dengan menyemprotkan pada tanaman paprika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan petani sebagai pengguna fungisida kimia. Data dikumpulkan dengan survei acak terhadap 30 petani paprika yang menggunakan fungisida kimia di Desa Candikuning pada bulan April-Mei 2019. Metode Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, Analisis Kinerja Penting (IPA), dan Indeks Kepuasan Pelanggan (Customers Satisfaction Index, CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fungisida kimia didominasi oleh petani usia produktif (64%), tingkat pendidikan di tingkat sekolah dasar sekolah menengah pertama (64%), pekerjaan sampingan di pertanian (77%). Petani sangat puas (85%) tentang penggunaan fungisida kimia. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasaan petani paprika yaitu kemampuan dalam meningkatkan hasil panen, lebih menguntungkan, manfaat dalam mendapatkan hasil panen paprika dan kualitas produk fungisida. Paprika is a potential vegetable commodity with a fairly high amount of production. But if there is an incident of plant disease with high severity it can cause damage and even death to this plant. Peppers farmers use chemical fungicides for paprika plants because they can help the process of growing paprika better and get satisfying and profitable paprika yields. The types of chemical fungicides used are Rubikan, Linertin and Demolis. All of these fungicides are used by spraying on paprika plants. The purpose of this study is to analyze the level of satisfaction of farmers and determine the factors that influence the satisfaction of farmers as users of chemical fungicides. Data were collected by a random survey of 30 paprika farmers using chemical fungicides in Candikuning Village in April-May 2019. Methods of Analysis were conducted using descriptive methods, Important Performance Analysis (IPA), and the Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that the use of chemical fungicides was dominated by productive age farmers (64%), the level of education at the elementary school level of junior high school (64%), side jobs on agriculture (77%). Farmers are very satisfied (85%) about the use of chemical fungicides. Factors that influence the level of satisfaction of paprika farmers are the ability to increase crop yields, more profitable, benefits in getting paprika yields and the quality of fungicide products.

Page 1 of 3 | Total Record : 23