cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 264 Documents
EFFECT OF POLYETHYLENE GLYCOL SUPPLEMENTATION ON IN VITRO NITROGEN DIGESTIBILITY OF LEUCAENA SHRUB LEGUM SPECIES AND SIGNAL GRASS (BRACHIARIA DECUMBENS) RUSDI, RUSDI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.509 KB)

Abstract

SUMMARY An in vitro study was conducted to investigate the effect of polyethylene glycol (PEG) supplementation on in vitro nitrogen digestibility in shrub species legume and grass. The nitrogen digestibility of varied correspondingly to their nutrient and condensed tannin (CT) content. Leuceana species with a lower CT tended to have higher in vitro nitrogen digestibility (IVND) and rate of ammonia-N production. PEG consistently increased IVND and the rate of ammonia-N production. The increased values were from 30.7 to 71.2% and 52.3 to 93.6 mg/d for nitrogen digestibility and the rate of ammonia-N production respectively when the inclusion rate of PEG was elevated from 0 to 200 mg/g sample of forages. Leucaena species with a high CT content required more PEG to neutralize negative effect of tannins on nitrogen digestibility than did species with low tannin content. PEG, however, had no effect on the nitrogen digestibility of signal grass.
MODEL MATEMATIKA HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN UKURAN FLIPPER TUKIK PENYU LEKANG YANG DIBERI PAKAN IKAN TUNA VERSUS UDANG DALAM BENTUK PELLET SAMPAI UMUR TIGA BULAN SUKADA, I KETUT; SARANSI, ANDI UDIN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.587 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan bobot tubuh dengan lebar flippers depan dan flipper belakang sebagai alat untuk berenang dan menyelam. Penelitian dilaksanakan selama 12 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dianalisis dengan Analisis Variant. Perlakuan A: ikan tuna 100%, B: ikan tuna 75% udang 25%, C: ikan tuna 50% udang 50%, D: ikan tuna 25% udang 25% dan E udang 100%. Perlakuan diulang 5 kali dan setiap ulangan diulang 3 kali sehingga tukik yang digunakan sebanyak 75 ekor. Hasil penelitian: Bobot tubuh menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) dengan urutan:Perlakuan A; 80,3040 g. B; 76,2580 g. C; 66,6720 g. D; 63,2020 g. E; 57,8240 g. Lebar pliffes depan menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) dengan urutan masing-masing perlakuan adalah : B;1,8000 cm. C;1,8500 cm. A; 1,8000 cm. D; 1,7700 cm. dan E; 1,6000 cm. Berat pliffes depan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) dengan urutan masing-masing perlakuan adalah : A; 14,7550 g. B; 14,5350 g. C; 12,6950 g. D; 10,3950 g. dan E; 8,8600 g. Korelasi bobot tubuh terhadap lebar flippers depan Y=7,0830530 e1,1436892 x R2= 0,738308491. Kandungan protein dari masingmasing perlakuan A; 22%, B; 20%, C; 19%, D; 18% dan E; 17%. Retensi protein dan retensi energi tukik yang diberi perlakuan A nyata lebih tinggi (P<0,05) yaitu RP; 77,9765a (%), RE ; 75,7464a % dibandingkan retensi protein dan retensi energi tukik yang diberikan perlakuan E yaitu RP; 45,1076e (%), RE; 43,4060e %. Pada kesimpulannya respon pertumbuhan tukik penyu lekang yang diberi pakan ikan tuna lebih banyak dibandingkan udang lebih baik.
PERTUMBUHAN KACANG PINTO (Arachis pintoi) YANG DIBERI PUPUK KANDANG SAPI DAN MIKORIZA N. G. K., Roni; Candraasih, N. N.; Witariadi, N. M.; Siti, N. W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.046 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i01.p07

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kacang pinto (Arachis pintoi) yang diberi pupukkandang sapi dan mikoriza serta kombinasinya, dan mendapatkan taraf/level pupuk yang dapat meningkatkanpertumbuhan kacang pinto. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor. Faktorpertama adalah dosis pupuk kandang sapi yaitu tanpa (S0), 10 ton/ha, (S1), 20 ton/ha (S2) dan 30 ton/ha (S3).Faktor kedua adalah dosis mikoriza yaitu tanpa (M0), 10 g/pot, (M1), 20 g/pot (M2) dan 30 g/pot (M3), dengantiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza.Perlakuan pupuk kandang sapi mampu meningkatkan jumlah cabang, jumlah daun, diameter batang, jumlahbunga, jumlah bintil akar, dan luas daun per pot tanaman kacang pinto dibandingkan dengan kontrol, dan leveloptimal pada dosis 20 ton/ha (S2) terjadi pada peubah diameter batang. Perlakuan mikoriza mampu meningkatkanjumlah daun kacang pinto dengan level optimal pada dosis 20 g/pot (M2). Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza. Perlakuan pupuk kandang sapidan mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan kacang pinto. Kata kunci: pupuk kandang sapi, pupuk hayati mikoriza, kacang pinto (Arachis pintoi)
PENGARUH SUPLEMENTASI HIDROLISAT BULU AYAM DAN MINERAL ORGANIK TERHADAP KECERNAAN ZAT MAKANAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN EFISIENSI RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH JANTAN Muhtarudin, Muhtarudin; Husni, Ali
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 10 No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.109 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan suplementasi hidrolisat bulu ayam, mineral, makro organik (Ca, Mg organik) serta mikro organik (Zn, Cu, Cr, Se organik) guna meningkatkan kecernaan zat-zat makanan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum kambing peranakan Etawah jantan. Percobaan menggunakan kambing peranakan Etawah jantan sebanyak 20 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: R0 = 40% rumput gajah + 60% konsentrat, R1 = R0 + 3 % tepung bulu ayam, R2 = R1 + Mineral Makro-organik (Ca, Mg organik), R3 = R2 + Mineral Mikro-organik (Zn,Cu, Cr, Se organik). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) atau R3 dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi ransum dari kambing peranakan Etawah jantan. THE EFFECT SUPLEMENTATION OF HYDROLYZED OF FEATHER MEAL AND ORGANIC MINERAL ON NUTRIENTS DIGESTIBILITY, DAILY GAIN, AND RATIONS EFFICIENCY OF MALE ETAWAH CROSS GOATS ABSTRACT The objective of research were to evaluate the effect of supplementation of hydrolyzed of feather meal, organic macro mineral (Ca and Mg-Polyunsaturated Fatty Acid /PUFA) and organic micro mineral (Zn, Cu, Cr, and Se-lysinat) to improve nutrient digestibility, daily gain and rations efficiency of male Etawah cross goats. The research were used 20 male Etawah cross goats. Random block design were used this research was used, with 4 treatments and 5 replications. The treatments were arranged : R0= 40 % of forage + 60% concentrates; R1= R0 + 3% of hydrolyzed of feather meal ; R2= R1 + organic macro mineral (Ca and Mg -PUFA); R3 = R2+ organic micro mineral (Zn,Cu, Cr, and Se-lysinat). The results showed that mixing treatment of hydrolyzed feathers meal, organic macro and micro mineral (Ca and Mg-Polyunsaturated Fatty Acid /PUFA and Zn, Cu, Cr, and Se-lysinat)/R3 had significantly effect of increasing organic digestibility, digestible energy, daily gain and rations efficiency of male Etawah cross goats.
PEMANFAATAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI DALAM RANSUM UNTUK TURUNKAN AKUMULASI LEMAK DAN KOLESTEROL TUBUH ITIK Trisnadewi, A. A. A. S.; Bidura, I. G. N. G.; Umiarti, A. T.; Puger, A. W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.252 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p05

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan ampas tahu terfermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dalam ransum terhadap akumulasi lemak dan kadar kolesterol dalam tubuh itik bali umur 6-12 minggu. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan dan enam kali ulangan. Tiap ulangan (unit percobaan) menggunakan tiga ekor itik bali jantan umur 6 minggu dengan berat badan homogen. Ransum yang diberikan pada itik selama periode penelitian disusun isoprotein (CP:16%) dan isoenergi (2900 kkal ME/kg). Keempat perlakuan yang dicobakan, yaitu itik yang diberi ransum basal tanpa penggunaan ampas tahu sebagai kontrol (A); ransum dengan penggunaan 10% ampas tahu terfermentasi (B); ransum dengan penggunaan 20% ampas tahu terfermentasi (C), dan ransum dengan penggunaan 30% ampas tahu terfermentasi (D) dengan Saccharomyces cereviseae. Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati, yaitu konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, feed conversion ratio (FCR), berat karkas, persentase karkas, lemak abdominal, dan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10-30% ampas tahu terfermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dalam ransum ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum tetapi secara nyata (P<0,05) meningkatkan pertambahan berat badan, karkas, dan efisiensi penggunaan ransum, serta secara nyata (P<0,05) menurunkan jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol serum darah itik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 10-30% ampas tahu terfermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dalam ransum dapat meningkatkan penampilan itik bali jantan umur 6-12 minggu, serta menurunkan jumlah lemak abdomen dan kadar kolesterol serum darah itik.
SUSTAINABILITY EVALUATION OF BIOSECURITY IMPLEMENTATION ON THE BROILER FARMS IN SELANBAWAK VILLAGE, MARGA DISTRICT, TABANAN REGENCY N. P., SARINI; SURYANI, N. N.; MARIANI, NI PUTU; OKA, A. A.; DEWANTARI, M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.378 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p07

Abstract

The entry of Avian Influenza (AI) to Indonesia in 2003 gave a tremendously negative impact on poultrybusinesses. Biosecurity is one of the government efforts to protect the spread of infectious diseases to the farms.It gets a good response from all the stakeholders in the poultry industry. Although there are no Avian Influenzaoutbreaks anymore, control to the Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) is still becoming a main priority incontrolling diseases in the poultry farms. This research was conducted to evaluate the sustainability of biosecurityimplementation in the broiler farms and mentored requirement to prevent AI outbreaks from occurring again.A survey was used to gain information on broiler famers at Selanbawak Village. The samples in this study wereall the farmers who were involved in the ACIAR project AH/2006/169. They had been trained and supervised toimplement biosecurity measures in their farms. The data obtained were descriptive-qualitatively analyzed usingpercentage approach based on the biosecurity implementation criteria. It was found that the biosecurity measuresimplemented by those farmers had not been maintained. Most of the farms were untidy; and rubbishes and busheswere scattered around the farms. The footbath was not properly used as sanitary equipment, and even some wereburied with cement.
ANALISA PENDAPATAN DAN EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN PAKAN PADA USAHATANI PENGGEMUKAN SAPI BALI (STUDI KASUS DI DESA LEBIH, KABUPATEN GIANYAR) SUKANATA, I W.; -, SUCIANI; PARIMARTHA, K. W.; PUTRI, B. R. T.; SURANJAYA, I G.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.942 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i01.p04

Abstract

Kemampuan petani untuk mengalokasikan faktor-faktor produksi secara efisien dan ekonomis sangat penting untuk memaksimumkan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan peternak dan tingkat efisiensi ekonomis penggunaan pakan hijauan dan pakan konsentrat dalam usahatani penggemukan sapi bali. Wawancara terhadap 50 peternak yang ada di Desa Lebih telah dilakukan pada tahun 2009 untuk mengumpulkanan data. Tingkat pendapatan peternak dianalisis berdasarkan atas biaya tunai dan biaya total. Efisiensi ekonomis penggunaan pakan hijauan dan pakan konsentrat ditentukan dengan mencari indeks efisiensi pakan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani penggemukan sapi bali memberikan keuntungan pada peternak sebesar Rp. 1.292.485/ekor, dengan R/C ratio 1,2 jika hanya memperhitungkan biaya tunai (tanpa memperhitungkan biaya pakan hijauan, tenaga kerja, dan lahan). Namun jika semua biaya diperhitungkan secara finansial, usahatani penggemukan sapi bali menyebabkan kerugian sebesar Rp. 698.426,65/ekor, dengan R/C rasio 0,92. Jumlah pemberian pakan hijauan sudah mendekati kondisi yang efisien secara ekonomis (sedikit berlebihan) dengan nilai Indeks Efisiensi 0,93. Sedangkan jumlah pemberian pakan konsentrat tidak efisien dengan nilai Indeks Efisiensi 0,57, pemberian pakan hijauan dan konsentrat harus dikurangi sehingga masing-masing menjadi 29,27 kg/ekor/hari dan 2,35 kg/ekor/hari (setara dedak padi) untuk mencapai kondisi yang efisien secara ekonomis.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI BALI B R T, Putri; I N, Suparta; I K W, Parimartha; I W, Sukanata; ., Suciani
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.931 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i02.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) memilih Kabupaten yang tepat sebagai basis pengembangan usaha penggemukansapi potong di Bali, 2) menyusun alternatif strategi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan usaha penggemukansapi potong di Bali, 3) merekomendasikan strategi prioritas yang mendukung perkembangan usaha penggemukansapi potong di Bali. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karangasem yaitu di Kecamatan Karangasem, Bebandem,Selat, dan Rendang. Responden terdiri dari 300 orang peternak dan 10 orang ahli yang berasal dari Dinas Peternakandan Kesehatan Hewan, serta dari Universitas Udayana. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancaramenggunakan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, observasi, serta penelusuran literatur dan dokumenterkait. Data penelitian dianalisis menggunakan: analisis LQ, analisis IE, analisis SWOT, dan analisis QSPM.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam alternatif strategi usaha peternakan sapi potong yaitu:1) Membangun pusat pelatihan teknologi dan manajemen agribisnis penggemukan sapi potong, 2) Optimalisasiprogram penyuluhan peternakan, 3) Melakukan pelatihan teknologi pengolahan pakan, 4) Membangun koperasipeternakan, 5) Meningkatkan jiwa wirausaha peternak, serta 6) Mengadakan sosialisasi dan pendampingan dalampengurusan ijin yang diperlukan bagi kelompok ternak. Strategi prioritas yang direkomendasikan dalam penelitianini adalah strategi meningkatkan jiwa wirausaha peternak.
MOTIVASI KEIKUTSERTAAN PETERNAK SAPI POTONG PADA SISTEM KANDANG KOMUNAL (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA) WIDIYANINGRUM, PRIYANTINI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.284 KB)

Abstract

RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi apa sebenarnya yang mendorong para peternak sapi potong bergabung dalam sistem pemeliharaan kandang kelompok, serta untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi antaranggota pada kelompok pemrakarsa yang berbeda. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada bulan September - Desember 2003. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Kelompok ternak sapi potong yang ada dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan unsur pemrakarsanya, yaitu oleh Dinas Peternakan, pemerintah desa, dan swadaya. Sampel sebagai responden diambil dalam jumlah yang seimbang antar ketiga kelompok, masing-masing 20 peternak, sehingga total responden adalah 60 peternak. Alat pengumpul data yang digunakan berupa daftar kuesioner. Indikator yang dijadikan sebagai petunjuk motivasi dikategorikan ke dalam lima aspek sesuai dengan rancangan Maslow (1994), dan untuk menganalisis intensitas motivasi digunakan model Clark Hull (Petri, 1981). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara umum motivasi peternak ikut serta dalam membentuk kandang komunal tidak hanya semata-mata didasari oleh keuntungan secara ekonomis, supaya mendapatkan penghargaan atau supaya diakui eksistensinya, tetapi lebih didasari oleh dorongan untuk meningkatkan kualitas hubungan kehidupan sosial di antara peternak/masyarakat. Motivasi keikutsertaan anggota kelompok yang dibentuk oleh Dinas Peternakan cenderung pada kebutuhan untuk aktualisasi diri, motivasi keikutsertaan anggota kelompok yang dibentuk oleh pemerintah desa adalah didorong oleh pemenuhan kebutuhan fisiologis, sedangkan keikutsertaan anggota pada kelompok swadaya lebih didasari oleh dorongan kebutuhan sosial dan kasih sayang.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA YOGURT BERBASIS AIR KELAPA MENGHAMBAT BAKTERI PATOGEN SECARA IN VITRO S. A., Lindawati; Y. S., Haniyah; I N. S., Miwada; N. W. T., Inggriati; M., Hartawan; I GD, Suarta
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.405 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p03

Abstract

Yogurt merupakan minuman susu yang difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophyllus sebagai starter. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tertinggi dari yogurt berbasis air kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen (Salmonella, Staphylococcus, Klebsiela pneumonia dan E.coli) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut: Ko: susu skim 12%+air; K1: susu skim 12%+air kelapa gading; K2: susu skim 12%+kelapa gading bulan; K3: susu skim 12%+air kelapa hijau. Peubah yang diamati adalah aktivitas antimikroba yogurt terhadap bakteri pathogen (Salmonellatyphi, Staphylococcus, Klebsiella pneumonia dan E.coli), total plate count (TPC), total bakteri asam laktat dan E,coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa bulan terhadap bakeri Salmonella typhi dan Staphylococcus masing-masing sebesar 0,21 dan 0,26 cm dengan total bakteri asam laktat1,1×107 cfu/mL sedangkan untuk Klebsiella pneumonia dan E.coli diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa gading sebesar 0,38 dan 0,64 mm dengan total bakteri asam laktat 3,1×106 cfu/mL.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yogurt berbasis air kelapa gading, bulan, hijau dan tanpa air kelapa memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas (menghambat bakteri gram positif dan negatif).

Page 1 of 27 | Total Record : 264