cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANGTUA DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA Afiif, Ahmad; Makkulau, Al-Fatih Bau
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.27 KB)

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dan dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi belajar biologi siswa di SMA Negeri 1 Tanete Rilau Kabupaten Barru. Penelitian ini melibatkan tiga variabel yakni variabel bebas adalah pola asuh orang tua dan dukungan sosial teman sebaya sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA di SMAN 1 Tanete Rilau yang berjumlah 111 orang. Sedangkan sampelnya berjumlah 56 siswa diambil melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pola asuh orang tua, skala dukungan sosial teman sebaya, dan skala motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif serta statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk pola asuh orang tua diperoleh nilai rata-rata 97,9 berada dalam kategori sedang dari 56 sampel diperoleh nilai terendah 82 dan tertinggi113, dukungan sosial teman sebaya diperoleh nilai rata-rata 82,4 berada dalam kategori sedang dari 56 sampel diperoleh nilai terendah 64 dan tertinggi102 dan untuk motivasi diperoleh nilai rata-rata 62,6 berada dalam kategori sedang dari 56 sampel diperoleh nilai terendah 34 dan tertinggi 77. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan uji t menunjukkan bahwa nilai thitung> ttabel (9,308 > 2,0048) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti pola asuh orang tua dan dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar memiliki hubungan dengan sumbangsi sebesar 46,29%. Kata kunci: Pola Asuh Orangtua, Dukungan Sosial Teman Sebaya,dan Motivasi Belajar. 
Hubungan Perilaku Prososial Dan Religiusitas Dengan Moral Pada Remaja Aridhona, Julia Jurnal
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.025 KB)

Abstract

Penurunan moral merupakan isu yang paling penting untuk diperbincangkan, berbagai macam pengaruh yang dapat menurunkan perkembangan moral seseorang, terlebih pada usia remaja yang merupakan masa yang terjadinya perubahan yang sangat pesat yang mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku prososial dan religiusitas dengan moral pada remaja. Penelitian ini menggunakan subjek remaja dengan jumlah 100 orang yang berada di SMP, yang terdiri dari usia 13 sampai 16 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik kuota sampling.  Data  dikumpulkan melalui kuisioner yang terdiri dari pembagian kuisioner perilaku prososial, religiusitas, dan moral dengan menggunakan skala likert. Analisis korelasi ganda yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan prososial dan religiusitas dengan moral pada remaja. Hasil analisis menunjukan ada hubungan positif antara perilaku prososial, religiusitas, dan moral yang artinya semakin tinggi perilaku prososial dan religiusitas maka semakin bagus pula moral yang dimiliki remaja. Perilaku prososial yang tinggi menunjukkan bahwa remaja tengah mengalami perkembangan moral dalam rentang kehidupannya sebagai manusia. Moral yang tinggi juga mempengaruhi tingginya religiusitas yang tinggi menunjukkan bahwa remaja telah mampu menyesuaikannya. Hubungan yang signifikan menunjukkan moral pada remaja dapat dipengaruhi oleh perilaku prososial dan religiusitas yang remaja kembangkan selama masa remaja. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi moral diluar perilaku prososial dan religiusitas seperti usia, kelas sosial ekonomi, relasi sosial dan faktor kepribadian
PENDIDIKAN BENCANA DAN RESPON PSIKOSOSIAL PADA GURU DI DESA TEMPUR, KABUPATEN JEPARA Widjanarko, Mochamad; Wismar’ein, Dian
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.735 KB)

Abstract

Pegunungan Muria merupakan salah satu kawasan dataran tinggi di bagian Utara Jawa Tengah. Saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan lingkungan. Tercatat pada tanggal 20 Maret 2006 terjadi tanah longsor dan banjir bandang di Desa Tempur Kabupaten Jepara yang menyebabkan sekitar 4.000 penduduk terisolasi. Dua jalur utama menuju Desa Tempur, dari Pati maupun Jepara, juga tak bisa dilalui. Sulitnya akses keluar ke desa berikut menjadikan ketersediaan pangan menjadi persoalan paling serius di desa saat itu. Kejadian lagi, pada awal tahun 2014, curah hujan yang tinggi menjadikan longsor dan mengakibatkan sebelas rumah rusak dan terdapat dua retakan tanah ambles di Giligumuk, Dukuh Karangrejo dan Sawah Bongkor di Dukuh Perkoso dan menjadikan sekitar 873-an warga di evakuasi di desa terdekat. Tujuan dari laporan penelitian tentang efektivitas pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan pada guru MI Al-Anwar dan MTs Mathali’ul Huda di Desa Tempur, Kabupaten Jepara dalam pelatihan pendidikan bencana dan respon psikososial serta pembuatan buku pendidikan bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi kelompok terarah, curah pendapat, dan tanya jawab. Simpulannya adalah guru di MI Al-Anwar dan MTs Mathali’ul Huda telah mendapatkan keahlian untuk mengenal ancaman bencana yang ada di daerahnya dan bisa memiliki kemampuan mengurangi tekanan psikologis pada siswa-siswi yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti di Desa Tempur, Kabupaten Jepara serta guru di MI Al-Anwar dan MTs Mathali’ul Huda di Desa Tempur, Kabupaten Jepara telah membuat buku pendidikan bencana. Kata kunci: pendidikan bencana, respon psikososial,buku pendidikan bencana. 
Kecerdasan Emosi Dan Dukungan Keluarga Dengan Penerimaan Diri Orang Tua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Rahayu, Yiyi Dwi Panti; Ahyani, Latifah Nur
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.468 KB)

Abstract

Penerimaan diri merupakan kemampuan menerima segala hal yang ada pada diri sendiri baik kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki, sehingga bila terjadi peristiwa yang kurang menyenangkan maka individu akan mampu berfikir logis tentang baik  buruknya masalah yang terjadi tanpa menimbulkan perasaan, permusuhan, perasaan rendah diri, malu, dan rasa tidak aman. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan diri diantaranya kecerdasan emosi dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penerimaan diri sebagai variabel tergantung, serta kecerdasan emosi dan dukungan keluarga sebagai variabel bebas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan teknik incidental sampling yaitu penentuan sampel secara kebetulan kepada 40 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis Regresi Dua Prediktor, dan pengolahan data Statistical Packages for Social Sciences 16.0 for window. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil penelitian bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri dan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri. Sumbangan efektif kecerdasan emosi dan dukungan keluarga terhadap penerimaan  diri sebesar 58,7%. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel kecerdasan emosi terhadap penerimaan diri sebesar 55,5%, untuk variabel dukungan keluarga terhadap penerimaan diri mempunyai sumbangan efektif sebesar 21,3%.Kata Kunci: Penerimaan Diri, Kecerdasan Emosi, Dukungan Keluaga
Peranan Butir Unfavorabel Dalam Menghasilkan Dimensi Baru Dalam Pengukuran Psikologi Widhiarso, Wahyu
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.192 KB)

Abstract

Meskipun penggunaan butir unfavorabel dalam  skala psikologi disarankan dalam banyak referensi, namun beberapa penelitian menemukan rendahnya kualitas properti psikometris butir tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mereplikasi penelitian tersebut dengan menekankan pada validitas faktorial dan kriteria butir-butir unfavorabel. Data penelitian ini didapatkan dari pengukuran motivasi berprestasi pada siswa SMA (N=2986) dengan menggunakan Skala Motivasi Berprestasi. Hasil pengujian model pengukuran melalui pendekatan analisis faktor eksploratori menyimpulkan bahwa model 3 faktor menjelaskan data penelitian dengan tepat. Namun demikian, salah satu dari faktor di model tersebut berisi semua butir unfavorabel. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor yang muncul dari analisis lebih diakibatkan oleh kesamaan metode dibanding dengan indikator. Hasil pengujian korelasi antara butir dan ketiga faktor hasil analisis sebelumnya menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan nilai validitas kriteria antara butir unfavorabel dan favorabel. Hasil yang sama juga muncul dari korelasi faktor dan kriteria. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah melibatkan butir-butir unfavorabel dalam skala cenderung mengganggu validitas faktorial namun tidak pada validitas kriteria skor skala.Kata Kunci : Butir Unfavorabel, Validitas Faktorial, Validitas Kriteria
KONTRIBUSI SELF-REGULATED LEARNING DAN KECERDASAN EMOSI DALAM KONSENTRASI BELAJAR Saraswati, Putri
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.864 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kontribusi antara self regulated learning, dan kecerdasan emosi terhadap konsentrasi belajar. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan konsentrasi belajar adalah perhatian seseorang dalam proses belajar. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi konsentrasi seseorang dalam belajar. Hal yang mempengaruhi konsentrasi belajar dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang. Dari dalam diri dapat berupa self regulated learning yakni kemampuan seseorang dalam mengevaluasi diri, mengatur, melakukan dan memonitoring hal-hal yang berhubungan dengan proses belajarnya. Selain itu, faktor internal lain yang berhubungan dalam konsentrasi belajar adalah emosi. Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya dan memahami emosi orang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan subjek penelitian berjumlah 222 orang yang terdiri dari 66 mahasiswa dan 156 mahasiswi. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala likert untuk semua variabelnya. Kemudian diuji dengan teknik statistik korelasi product moment. Hasil penelitian ini adalah 1) tidak ada hubungan antara self regulated learning dan konsentrasi belajar r = -0.079 (p>0,05), 2) tidak ada hubungan anatara kecerdasan emosi dan konsentrasi belajar r = 0,677 (p>0,05), 3) terdapat hubungan positif antara self regulated learning dan kecerdasan emosi r = 0,496 (p<0,05). Dengan demikian, berarti semakin tinggi self regulated learning maupun kecerdasan emosi yang dimiliki seseorang tidak berhubungan secara signifikan dengan konsentrasi belajar yang dimilikinya. Oleh karena itu, self regulated learning dan kecerdasan emosi tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap konsentrasi belajar pada penelitian ini. Kata kunci: self regulated learning, kecerdasan emosi, konsentrasi belajar 
School Readiness Siswa Berkebutuhan Khusus Di Kelas Inklusi Tingkat Sekolah Dasar Kota Batu Prasetyaningrum, Susanti; Saraswati, Putri; Ni’matuzahroh, -; Firmanto, Firmanto
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.655 KB)

Abstract

Kesiapan sekolah merupakan hal yang penting, sebelum siswa menerima materi pelajaran di lingkungan pendidikan. Dengan kesiapan sekolah yang baik anak akan lebih mudah menerima dan memahami pelajaran. Begitupun halnya dengan siswa berkebutuhan khusus, mereka membutuhkan kesiapan dalam memasuki sekolah formal inklusi disebabkan karena banyaknya tuntutan lingkungan yang akan mereka hadapi. Beberapa aspek kesiapan sekolah (school readiness) yang harus dipenuhi siswa inklusi adalah aspek kognitif, sosial, emosi, motivasi dan bahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan subyek penelitian sebanyak 31 siswa berkebutuhan khusus di kota Batu. Instrument penelitian menggunakan observasi dan wawancara serta dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rerata kesiapan sekolah (school readiness) pada siswa berkebutuhan khusus aspek bahasa (2,98%), diikuti aspek emosi (2,80%), aspek sosial (2,74%), aspek kognitif (2.60%), dan aspek motivasi (2.55%). Hal ini berarti kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus tingkat sekolah dasar di sekolah inklusi kota Batu yang paling tinggi adalah kesiapan bahasa, diikuti dengan aspek emosi dan sosial. Sedangkan aspek yang paling rendah dalam kesiapan sekolah siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Batu adalah aspek motivasi dilanjutkan dengan aspek kognitif.Kata Kunci : School Readiness, siswa berkebutuhan khusus, kelas inklusi
Meningkatkan Adversity Quotient (Daya Juang) Pada Anak Anak Panti Asuhan Melalui Penguatan Sosial Support Ahyani, Latifah Nur
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.157 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris efektifitas pelatihan social support dalam meningkatkan Adversity Quotient (daya juang) pada anak anak Panti Asuhan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Ada perbedaan tingkat Adversity Quotient sebelum mendapatkan pelatihan social support dan setelah mendapatkan pelatihan social support. Tingkat Adversity Qoutient sebelum mendapatkan pelatihan social support lebih rendah dibandingkan tingkat Adversity Quotient setelah mendapatkan pelatihan social support. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Adiversity Qoutient yang sudah dimodifikasi. Subjek penelitian adalah remaja panti asuhan Samsah di Kudus. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dan diperoleh 12 anak sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitiatif dengan rancangan One group Pretest and Posttest design (Cook & Campbell, 1979). Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diuji statistik dengan uji t diperoleh hasil t : - 5,698 dengan nilai p : 0,000 (p ˂ 0,000), hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara Adversity Quotient sebelum pelatihan dengan Adversity quotient setelah pelatihan.Kata Kunci: Adversity Quotient (daya juang), Pelatihan social support
Analisis 4P (Product, Price, Place, Dan Promotion) Dalam Pengambilan Keputusan Calon Mahasiswa Memilih Perguruan Tinggi Yuniati, Rosita; Mukti, Patria
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.407 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan calon mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi, (2) faktor dominan yang mempengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi. Responden penelitian ini terdiri dari siswa-siswa SMU dari beberapa SMU di Kota Solo sebanyak 254 siswa dan mahasiswa baru Universitas Setia Budi sebanyak 247, sehingga total responden adalah 501 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam memilih Perguruan Tinggi yaitu (1) faktor akademik, yang terdiri dari keringanan biaya, biaya pendidikan, status akreditasi, kurikulum, dosen, karyawan dan kemudahan mencari pekerjaan (2) faktor sarana dan prasarana yaitu: kondisi gedung, kelengkapan fasilitas, kondisi lingkungan kampus dan (3) faktor pendukung.yang terdiri dari overseas studium generale dan dukungan keluarga.
Hubungan Kelekatan Ibu Dan Anak Dengan Perilaku Bullying Anak Remaja Di SMA Negeri 3 Kota Kupang Bees, Elyona; Prasetya, Berta Esti Ari
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.573 KB)

Abstract

Di Indonesia banyak kejadian yang menunjukkan bahwa dunia pendidikan Indonesia telah terjadi tindakan bullying terhadap siswanya. Salah satu faktor yang dapat membantu mengurangi fenomena bullying adalah kelekatan antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang negatif dan signifikan antara  kelekatan ibu dan anak dengan perilaku anak remaja di SMA Negeri 3 di kota kupang. Metode penumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala bullying yang di susun dalam Lizt (2005) (α = 0,895) dan skala kedua yaitu, Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang di adaptasi dari skala kelekatan antara ibu dan anak yang disusun oleh Armsden, dkk (2001) (α=0,859). Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja kelas XII SMA Negeri 3 Kupang dan menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh dengan total subjek sebanyak 198 orang. Pengujian hipotesis dan korelasi antara kelekatan ibu dan anak dengan perilaku bullying akan menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan negatif tetapi tidak signifikan antara perilaku Bullying dengan kelekatan antara ibu dan anak (r = -0.115, p<0,05).