cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
SIPIL SAINS
Published by Universitas Khairun
ISSN : 25490834     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
PENAMBAHAN FREKUENSI PENERBANGAN BANDAR UDARA BULI DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAB. HALMAHERA TIMUR Rizal, Muhammad; Ahadian, Edward Rizky; Ramadhany, Siti Aulia
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halmahera Timur merupakan Kabupaten di Provinsi  Maluku Utara yang masuk dalam program  pemerintah yaitu pengembangan kawasan  industri. Berkaitan erat dengan potensi ekonomi wilayah, maka pemerintah daerah mendukung Buli menjadi kawasan industri yang diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat kabupaten Halmahera timur. Akan tetapi, permasalahan yang didapat justru terjadi pada akses tranportasi udara yang menjadi arus lalu lintas wilayah agar masyarakat maupun pengujung dapat dengan mudah datang ke Buli, saat ini hanya tersedia 1kali pergerakan pesawat dalam sehari yang mungkin tidak mencukupi umtuk arus penumpang yang akan datang, oleh sebab itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perlu adanya penembahan frekuensi penerbangan agar kebutuhan penumpang yang akan datang bisa terpenuhi dalam upaya peningkatan ekonomi daerah. Perkiraan jumlah penumpang dilakukan dengan menggunakan Metode geometrik untuk kebutuhan penumpang 10 tahun yang akan datang, dan untuk mengetahui kebutuhan frekuensi penerbagan maka digunakan nilai dari Available Seat Kilometer (ASK), Revenue Passenger Kilometer (RPK), dan Seat Load Factor (SLF). Dari data perhitungan proyeksi penumpang Bandar Udara Buli didapat total penumpang untuk tahun 2024 sebanyak 67548 dan untuk tahun 2029 sebanyak 93284 penumpang. Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka berpengaruh pula pada penambahan jumlah frekuensi penerbangan untuk ternate-buli-ternate yaitu untuk tahun 2024 sebanyak 3 pergerakan per hari dan 4 pergerakan per hari untuk tahun 2029 sehingga diharapkan dapat membantu arus lalu lintas untuk mempermudah perekonomian daerah.
PEMANFAATAN PASIR APUNG PADA MORTAR BUSA DALAM PEMBUATAN BATAKO RINGAN Darwis, Muhammad; Tata, Arbain; Anwar, Chairul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi telah banyak ditemukan inovasi atau alternatif bahan bangunan yang memudahkan pengerjaan, ramah lingkungan, memberikan efek kenyamanan, ketahanan umur, dan kecepatan. Dalam aplikasi hal ini dapat juga ditemukan pada bata dengan teknologi foam (busa). Dalam pembuatan bata ringan ada beberapa cara yang dilakukan misalnya dengan membuat gelembung-gelembung gas/udara di dalam campuran mortar, penggunaan agregat ringan diantaranya pasir apung dengan campuran additive. Foam Agent merupakan salah satu bahan pembuat busa yang biasanya berasal dari bahan berbasis protein hydrolyzed. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mortar busa dengan menggunakan pasir apung dengan proses pengempaan. Tinjauan pada penilitian ini berupa berat volume batako, penyerapan air pada batako dan kualitas batako. Tahapan yang dilakukan dalam pengujian antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 3PS dengan tambahan  foam agent (ccairan busa ) sebasar 20% terhadap air, dan variasi pengempaan pada batako untuk satu sampel yaitu : 0,89 MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa, dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penilitian ini memperlihatkan bahwa semakin besar pengempaan yang diberikan maka semakin berat batako yang dihasilkan, sedangkan untuk batako yang menggunakan pasir apung dengan tambahan tambahan foam agent sedikit lebih ringan dibandingkan dengan batako tanpa foam agent  karena ada rongga udara di dalam batako itu sendiri. Berdasarkan rata-rata berat volume   batako pasir apung hasil yang diperoleh yaitu  1632 kg/m3 ,dan untuk batako dengan foam agent hasil yang diperoleh 1557,33 kg/m3 dari variasi pengempaan : 0,89MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa
EFEK DAMPING EKIVALEN PADA METODE PERPINDAHAN LANGSUNG UNTUK STRUKTUR YANG MEMILIKI KETIDAKBERATURAN VERTIKAL Priambodo, Yudit Agus; Kamis, Marlina
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i18.1120

Abstract

Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) atau Metode Perpindahan Langsung sebagai metode alternatif dalam desain bangunan gedung tahan gempa. Beberapa metode untuk menghitung redaman ekivalen telah diusulkan. Salah satu kegagalan bangunan adalah disebabkan karena mekanisme softstory atau lantai lemah. Hal ini disebabkan karena perbedaan kekakuan lantai yang lebih rendah dibanding lantai yang lain. Makalah ini membahas tentang penerapan metode DDBD dengan tiga redaman ekivalen yang digunakan pada gedung bertingkat 4 (empat) lantai beton bertulang di Kota Ternate yang memiliki ketidakberaturan vertikal tipe 1a menurut SNI 1726-2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan struktur tidak melampaui dirft desain yaitu damage control (0.025) bahkan menghasilkan level kinerja yang lebih tinggi yaitu Serviceability. Hasil desain menggunakan redaman ekivalen menurut Priestley lebih ekonomis dibandingkan yang lain, hal ini disebabkan karena disain gaya geser yang diberikan adalah yang paling kecil.
PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI INHIBITOR ALAMI PADA TULANGAN BETON BERTULANG Harsimi, Sri; Sultan, Mufti Amir; Abbas, Muhammad Yunus Hi
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i18.1308

Abstract

Infrastruktur di wilayah pesisir atau yang kontak dengan pantai sebagian besar terbuat dari beton dengan tulangan baja atau beton bertulang.Tulangan baja yang rentan korosi apabila kontak langsung dengan air laut atau akibat pengaruh lingkungan laut. Ada beberapa cara yang dapat memperlambat laju reaksi korosi  salah satunya dengan penambahan zat tertentu yang berfungsi sebagai inhibitor reaksi korosi. Seperti pada penelitian ini menggunakan abu sekam padi yang dicampurkan pada campuran beton bertulang dengan konsentrasi 5% dan 10% terhadap berat semen. Pengukuran korosi ini dengan menghitung berat hilang dari tulangan (efisiensi inhibisi). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi abu sekam padi yang diberikan maka semakin rendah laju korosinya, ini mengindikasikan bahwa dengan penggunaan abu sekam padi dapat berfungsi sebagai inhibitor alami
PEMANFAATAN INSTALASI TAMAN HIJAU PADA ATAP MIRING UNTUK MENGURANGI LIMPASAN AIR HUJAN Lestari, Endah; Sofyan, Muhammad; Pamuji, Buddy
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i18.1284

Abstract

Taman atap merupakan salah satu teknologi tiruan dari kondisi penerapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam pengendalian sumber daya untuk mengurangi volume limpasan air hujan. Taman atap sebagai penyeimbang ekosistem kota dapat meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air, ditengah berkurangnya daerah resapan pada hunian perkotaan. Taman atap menangkap air hujan secara langsung yang berakibat pengurangan volume air limpasan hujan yang akan mengalir ke sungai dan laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah limpasan yang dihasilkan setelah melalui taman atap sebagai area resapan tiruan. Diharapkan dari penelitian ini akan menghasilkan pembuktian bahwa instalasi taman atap dapat mengurangi volume limpasan air hujan.Penelitian direncanakan secara experimental pada atap hunian perkotaan dengan kemiringan atap 30-35°. Pembuatan instalasi taman hijau dimodifikasi dan disesuaikan dengan struktur atap yang ada, dengan pertimbangan penggunaan material yang ringan dan aman bagi atap. Dilakukan pengukuran berapa jumlah volume limpasan yang dihasilkan secara aktual. Dari analisa didapatkan bahwa sejumlah sekitar 68,42% dari total volume limpasan hujan yang dapat terinfiltrasi bila keseluruhan atap di daerah penelitian tertutup seluruhnya oleh taman hijau. Perhitungan berat dari 1 buah instalasi box planter adalah 42,73 N/mm2 (MPa), sehingga untuk maksimum instalasi box planter yang dapat diaplikasikan berjumlah 13 buah.
FAKTOR PENTING KINERJA PELAKSANA KONSTRUKSI PADA SATKER PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH II PROVINSI MALUKU UTARA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KEPULAUAN Ahadian, Edward Rizky; Misbah, Zulkarnaen K.; Jamudin, Munira
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i18.1338

Abstract

Jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan bidang ekonomi yang mempunyai peranan penting dalam pencapaian berbagai sarana guna menunjang terwujudnya pembangunan nasional. Kegiatan konstruksi merupakan suatu proses yang panjang, di mana dalam pelaksanaannya banyak di jumpai masalah manajemen kinerja. Kinerja merupakan tolak ukur kemampuan suatu organisasi atau perusahan. Dalam meningkatnya persaingan usaha membuat manajemen untuk lebih memperhatikan kinerja. Kinerja dapat dikatakan sebagai suatu hasil yang di capai ketika mengerjakan pekerjaan. Berbagai kajian tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penelitian yang lebih mendalam dan lengkap untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang faktor penting dalam kinerja pelaksana konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kepentingan dari indikator kinerja pelaksana konstruksi pada satker pelaksanaan jalan nasional wilayah II Provinsi Maluku Utara. Melalui gambaran tersebut dapat teridentifikasi faktor penting dalam kinerja pelaksana konstruksi yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan prioritas dalam upaya meningkatkan kinerja dari pelaksana konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator paling penting secara keseluruhan dalam aspek kinerja pelaksana konstruksi adalah pengawasan dan pengendalian proyek dilakukan secara teratur pada aspek service dengan nilai mean 3,809. Hal ini dikarenakan kegiatan pengawasan dan pendendalian proyek dilakukan secara teratur merupakan salah satu bentuk jaminan agar proyek dapat berjalan dengan baik dan diselesaikan sesuai dengan biaya, mutu dan waktu yang telah ditetapkan.
KARAKTERISTIK MEKANIS BETON BERAGREGAT MENGGUNKAN BETON DAUR ULANG Sultan, Mufti Amir
SIPIL SAINS Vol 2, No 4 (2012)
Publisher : SIPIL SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton dapat dimanfaatkan untuk banyak hal dan sebagian besar beton digunakan sebagaielemen struktur. Keterbatasan kemampuan alam menyediakan material pembentuk beton merupakansebuah persoalan yang penting. Nilai ekonomis dari material alam yang cukup tinggi juga menjadisalah satu hal yang harus dipertimbangkan. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut di atasadalah dengan mengupayakan pemanfaatan sisa – sisa bongkaran beton (Recycled Concrete) sebagaipengganti parsial agregat kasar dalam campuran beton.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan agregat daurulang terhadap slump dan berat volume pada beton serta menganalisa pengaruh penambahan 0%,25%, 50%, 75% dan 100% RCA terhadap karekteristik mekanis beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton daur ulang RCA (RecycledConcrete Aggregates) mengalami penurunan sampai  14% dari kekuatan beton normal seiringdengan penambahan komposisi RCA. Berat volume beton yang menggunakan RCA juga mengalamipenurunan sebesar 7% dari berat volume beton normal.
STUDY LIFE CYCLE COST PADA KONSTRUKSI JALAN DAULASI KOTA TERNATE Yuda Saputra, muhammad taufik; Sultan, Mufti Amir
SIPIL SAINS Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.892 KB)

Abstract

Saat ini para pemilik poyek masih lebih memperhatikan biaya awal pembuatan jalan, padahal belumtentu biaya awal yang rendah akan memberikan Life Cycle Cost (selanjutnya disingkat LCC) yangrendah juga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan antara LCC aktual yangberdasar pada konstruksi jalan yang digunakan saat ini, dan LCC alternatif yang berdasar padakonstruksi jalan alternatif. Lokasi penelitian adalah Jalan Daulasi Kota Ternate. Perhitungan LCCdidasarkan pada konstrusi jalan Daulasi, yaitu dengan menggunakan perkerasan kaku sebagai LifeCycle Cost (LCC) alternatifnya. Dari hasil analisis perhitungan LCC konstruksi jalan Daulasidiperoleh bahwa jika konstruksi jalan Daulasi menggunakan perkerasan lentur memberikan nilai LCCsebesar Rp 15,996,000,000.00 untuk umur rencana perkerasan 20 tahun. Dan jika konstruksi jalanDaulasi menggunakan perkerasan kaku, nilai LCCnya adalah Rp 10,226,000,000.00 untuk umurrencana jalan 20 tahun.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Sultan, Mufti Amir; Marsaoly, Nurmayasa
SIPIL SAINS Vol 3, No 5 (2013)
Publisher : SIPIL SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.025 KB)

Abstract

Infrastruktur mempunyai kedudukan yang cukup strategis dalam konteks peran dansumbangannya dalam pembangunan nasional. Salah satu komponen penting dalam pengembangandan peningkatan infrastruktur adalah pengembangan kinerja sarana dan prasarana infrastruktur itusendiri. Kabupaten Halmahera Utara adalah kabupaten dengan wilayah kepulauan sehinggatransportasinya mempunyai karakter tersendiri yaitu transportasi laut pulau. Infrastruktur transportasidarat di Kabupaten Halmahera Utara hingga saat ini belum tersedia dengan baik. Tujuan penelitianadalah untuk mengetahui kondisi sarana dan prasana infrastruktur transportasi dan mengkajiketersediaan infrastruktur transportasi yang sudah ada dan yang belum tersedia sebagai penunjangpembangunan kabupaten Halmahera Utara.Pengambilan data primer melalui wawancara dan kuesioner kepada responden pengguna danpenyedia jasa. Data Lalu diolah dan dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis(IPA) untuk menampilkan informasi berkaitan dengan faktor-faktor pelayanan yang menurutresponden sangat mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka, serta faktor-faktor pelayanan yangperlu ditingkatkan karena kondisi saat ini belum memuaskan. Sedang metode Customer SatisfactionIndex (CSI) digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa secara menyeluruh denganmelihat tingkat kinerja dan tingkat kepentingan/harapan dari atribut-atribut jasa pelayanan.Hasil penelitian infrastruktur transportasi di kabupaten Halmahera Utara menunjukkanbahwa kondisi infrastruktur yang sangat dirasakan adalah dari segmen Infrastruktur transportasi.Pembangunan sektor transportasi merupakan bagian yang amat penting dalam pembangunan nasional.Tingkat kepuasan responden secara keseluruhan mengenai infrastruktur transportasi darat, laut danudara masuk kedalam kategori cukup puas (51%-65%), ini memperlihatkan bahwa pelayananinfrastruktur transportasi masih perlu ditingkatkan lagi sehingga diharapkan kinerja infrastrukturtransportasi dapat masuk ke dalam kategori puas (nilai>65%).
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN BETONMUTU NORMAL (Studi Kasus Agregat Sungai Tewil Kabupaten Halmahera Timur ) Sultan, Mufti Amir; Gaus, Abdul
SIPIL SAINS Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : SIPIL SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.515 KB)

Abstract

Beton dibuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, dan air dengan perbandingan tertentuserta dapat pula ditambahkan dengan bahan tambah yang lainya sesuai dengan keperluan apabiladianggap perlu. Agregat merupakan unsur pembentuk beton yang paling besar komposisinya yaitusebesar 70-75% dari total volume beton, maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitasbeton. Penelitan ini merupakan studi yang bertujuan mengetahui sifat-sifat dari agregat sungai tewil danmembuat JMF untuk memperoleh kuat tekan beton >K300 tanpa menggunakan bahan tambahPenelitian ini mengunakan benda uji berbentuk kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 40 buah.Metode perencanaan campuran menggunakan metode SNI 1990. Faktor Air Semen yang digunakankedalam campuran beton normal adalah 0,32, 0,34, 0,36,0,38, 0,40, 0,42, 0,44, dan 0,46. Pengujiandilakukan pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa agregat sungai tewil memenuhi syarat sebagai agregatuntuk campuran beton dan mampu mencapai kekuatan dengan mutu beton K350