cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin | Universitas Ialam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jl. AH Nasution No 105, Cibiru Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
ISSN : 2541352X     EISSN : 27149420     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Ilmiah JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal terbaru dalam ilmu murni Filsafat Islam dan Aqidah (Teologi Islam), serta cakupannya meliputi kajian filsafat kontemporer, pendidikan, sosial, dan keagamaan dari perspektif filsafat maupun aqidah. Tujuan Jurnal berkala ini adalah untuk upaya meningkatkan intensitas kajian Filsafat Islam dan Aqidah, mengupayakan teori baru serta kontekstualisasinya bagi perkembangan intelektualitas.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
KONSEP TAUHID MENURUT SYAIKH NAWAI AL-BANTANI Taher, Youpi Rahmat
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliian ini berangkat dari permasalahan pergulatan wancana pemikiran keagamaan dan teologi di Indonesia pada saat ini, yang lebih banyak di dominasi oleh pemikiran-pemikiran dari luar. Tentunya akan lebih baik dan seimbang untuk mengubah situasi pergulatan tersebut dengan cara memasyhurkan pemikiran dari para cendekiawan, akademisi, maupun tokoh asal Indonesia dengan mengkaji lebih luas pemikirannya. Syaikh nawawi al-Bantani adalah sosok tokoh ulama yang mempuni keilmuan untuk dijadikan rujukan dalam upaya tersebut. hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji tulisan-tulisan Syaikh Nawawi al-Bantani terutama dalam bidang tauhid.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang tauhid Syaikh Nawawi al-Bantani, bagaimana interpretasi Syaikh Nawawi al-Bantani tentang konsep tauhid dan bagaimana kontribusi Syaikh Nawawi al-Bantani dalam konsep tauhid. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dalam bentuk data-data kepustakaan. Sedangkan teknik yang digunakan adalah book survey, penelitian teks kepustakaan karya Syaikh Nawawi al-Bantani dan para mutakalimin tentang tauhid. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan tauhid dalam pandangan Syaikh Nawawi al-Bantani kemudian membandingkan persamaan dan perbedaan dalam pemikirannya. Data yang ditemukan mengenai intrpretasi Syaikh Nawawi dalam konsep tauhid bahawa Allah itu Esa dan memiliki sifat-sifat. Bahkan Syaikh Nawawi mewajibkan bagi setiap mukalaf untuk mempelajari ilmu tauhid, beliau membagi 3 bagian tentang sifat Allah yaitu: sifat Wajib, mustahil, dan jaiz. Kemudian kontribusi Syaikh Nawawi terhadap konsep tauihid itu sendiri sangat lah besar bagi setiap kalangan yang ingin belajar tentang ilmu tauhid, karena kitab yang dikarang oleh Syaikh Nawawi ini kitab Syarah yaitu penjelasan dari kitab yang telah di karang oleh para ulama sebelumnya. seperti kitab Tijan Al-darary yang mensyarah Matan Al-Bajuri. Selain itu Syaikh Nawawi telah berhasil membangkitkan dan menyegarkan kembali ajaran agama dalam bidang teologi dan berhasil mengeliminir kecenderungan meluasnya konsep absolutisme Jabarîyah di Indonesia.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Syaikh Nawawi al-Bantani adalah salah satu ulama yang berkontribusi besar terhadap Indonesia. Karena semua karyanya telah dipelajari di kalangan pelajar terutama di pesantren. Begitupula mengenai konsep tauhid Syaikh Nawawi yang di kontribusikan membuat kita lebih mudah paham dan menuntun kita supaya lebih mengenal Allah SWT lewat sifat-sifat-Nya.  
KONSEP RELASI DALAM PEMIKIRAN EKSISTENSIALISME NICOLAUS DRIYARKARA wanto, Pur
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Driyarkara merupakan salah satu Imam Katolik sekaligus menjadi seorang pemikir asli Indonesia. Disamping sebagai filsuf ia juga sangat berperan dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Maka tidak aneh pemikiran filsafatnya selalu direlasikan dengan dunia pendidikan.            Driyarkara membantah pendapat tokoh-tokoh eksistensialisme Barat tentang homo homini lupus (manusia merupakan serigala bagi manusia yang lain). Pemikiran tersebut dibantah oleh Driyarkara dengan konsep homo homini socius (manusia merupakan sahabat bagi manusia lain). Kedua, Driyarkara menekankan pentingnya hidup bersama dengan manusia lain. Dengan hidup bersama manusia bisa berelasi sehingga terjadi penyempurnaan diri. Ketiga, Driyarkara membagi serta membedakan manusia dengan makhluk infrahuman. Keempat, Driyarkara juga memaparkan bahwa dalam diri manusia, unsur kerohanian serta spritualitas tidak bisa ditinggalkan.
KONSEP TEOLOGI DALAM PERSPEKTIF SEREN TAUN DI KESEPUHAN CIPTA MULYA Fauzulhaq, Mochammad Helmi
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah konsep teologi upacara seren taun yang sudah mulai dan terlupakan oleh masyarakat Indonesia baik secara pribadi maupun sosial, kepercayaan kepada leluhur menjadi hal yang sakral dilingkungan budaya sunda, ajaran sunda wiwitan menjadi kepercayaan masyarakat sunda pada umumnya yang dititipkan oleh leluhurnya.Selanjutnya rumusan masalah utama pada skripsi ini adalah bagaimana kita mengetahui Konsep Teologi Dalam  Perspektif Seren Taun Di Kesepuhan cipta mulya. Batasan masalahnya adalah, Pertama, Bagaimana Konsep Teologi Dalam Perspektif Seren Taun Di Kesepuhan Cipta Mulya, Kedua, Bagaimana aspek ketuhanan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.Dalam konteks ini penting kiranya untuk meneliti kehidupan masyarakat adat di Kesepuhan Cipta Mulya, sebagai reperensi acuan kepercayaan ketuhanan yang diyakini sampai sekarang oleh masyarakat Kesepuhan Cipta Mulya, skripsi ini bertujuan sebagai wawasan kebangsaan dalam kepercayaan.Hasil penelitian adalah, Pertama, menurut ketua adat bahwa kepercayaan di Kesepuhan Cipta Mulya sudah mulai meyakini kepercayaan agama islam namun masih didominasi oleh sunda wiwitan. Kedua, masyarakat di Kesepuhan Cipta Mulya dalam melaksanakan Upacara Seren Taun masih menggunakan metode dahulu dengan cara mengumpulkan dana dari pajak pribadi yang sudah di tetapkan dalam aturan Kesepuhan Cipta Mulya.
SIMULACRA SEBAGAI KRITIK ATAS MODERNISME (Studi Analisis Atas Pemikiran Jean P. Baudrillard) Islam, Raja Cahaya
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisme merupakan salah satu gerakan atau mainstream dari salah satu bagian sejarah filsafat. Modernisme itu sendiri sebagai gerakan filsafat telah memberikan sumbangsihnya bagi peradaban manusia, terkhusus bagi gerakan filsafat. Namun, meskipun modernisme memberi manfaat yang besar bagi manusia, bukan berarti modernisme itu sendiri tak memiliki cacat sedikit pun. Dan dampak negatif inilah yang dikritik oleh para filsuf posmodernisme, terkhusus oleh Jean P. Baudrillard dengan pemikirannya yang khas, yakni simulacra. Penelitian ini bertujuan untuk membedah pemikiran Jean P. Baudrillard yakni Simulacra, sebagai sebuah kritik terhadap gerakan modernisme. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Adapun rumusan masalahnya adalah: pertama, apa yang dimaksud dengan filsafat modernisme? Kedua, apa yang dimaksud dengan simulacra Jean P. Baudrillard? Ketiga, bagaimana simulacra mengkritik filsafat modernisme? Adapun hasil dari penelitian ini antara lain: pertama, modernisme itu sendiri memiliki ciri antara lain: otonomi subjek, kritik, progresifitas, dan subordinasi non-materi dan distingsi realitas (modernisme); kapitalisme, revolusi saintifik dan negara modern (modernitas atau konteks hidupnya modernisme); kedua, simulacra merupakan realitas yang tak memiliki acuan referensialnya; ketiga, simulacra melahirkan kritik terhadap modernisme, dalam bentuk: Implosi, pos realitas, hilangnya oposisi biner, dan kematian subjek.
ANALISIS TEORI DEHUMANISASI PENDIDIKAN PAULO FREIRE Abdillah, Rijal
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paulo Freire adalah seorang tokoh dari Brazil yang memperjuangkan pendidikan demi sebuah harapan yang menurut orang lain utopis, Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama untuk mengenal eksistensinya. Pendidikan humanis adalah yang diperlukan masyarakat saat itu, pendidikan yang menempatkan manusia sebagai salah satu objek terpenting dalam pendidikan.Pendidikan yang digagas oleh Paulo Freire adalah sebuah pendidikan yang membebaskan, karena saat kita mengharapkan pendidikan yang humanis, itu artinya kita sedang berjuang melawan pendidikan yang dehumanis yaitu pendidikan yang menjadikan guru sebagai pemeran utama dan murid harus menerima apapun yang disampaikan oleh gurunya, siswa tidak diberikan ruang gerak yang bebas sehingga yang dicetak bukanlah siswa yang kritis, namun siswa yang seperti robot. Paulo Freire menyebut pendidikan seperti ini sebagai “pendidikan sistem bank”, dimana guru sebagai nasabah yang akan mengisi, dan siswa adalah rekening kosong yang siap di isi.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seperti apa yang dimaksud dehumanisasi pendidikan menurut Paulo Freire, serta berusaha menganalisisnya menggunakan perspektif filsafat. Selanjutnya penulis memilih jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library reserch atau penelitian kepustakaan, metode yang digunakan dalam analisis ini adalah kualitatif, dengan cara menganalisis isi (content analysis). Sumber data yang diperoleh dari data primer (pokok) yaitu buku-buku tulisan Paulo Freire yang di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, dan data sekunder (penunjang dan pendukung data primer) yaitu data yeng berkaitan dengan Paulo Freire atau tentang pendidikan, filsafat, dan lainnya.Analisis yang dilakukan oleh penulis membuahkan hasil bahwa dehumanisasi pendidikan yang dimaksudkan oleh Paulo Freire adalah pendidikan yang malah menjauhkan manusia dari eksistensinya sebagai manusia yang harusnya berpikir bebas dan kritis, bukan malah menjadi kaum tertindas yang terus menerus dimanfaatkan oleh para penindas, yang oleh Paulo Freire disebut dengan pendidikan “gaya bank”, namun Freire memberikan alternatif dengan pendidikan hadap/berbasis masalah. Dapat disimpulkan pendidikan dehumanisasi yang Paulo Freire maksud adalah pendidikan yang menjauhkan manusia dari fitrahnya, secara Real pula pendidikan yang digagas oleh Freire memiliki dasar yang sangat mengakar dengan bantuan dari pemikirannya yang berlandaskan filosofis, sehingga sistematis, terukur, dan kritis.
STUDI ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG AGAMA Susila, Alif Pratama
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosok Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang unik dan pemikirannya tergolong tipikal. Bagi kebanyakan orang, beliau dikategorikan sebagai cendikiawan inovatif yang melahirkan banyak karya intelektual, diantaranya pemikiran mengenai tentang agama. pertama, pengertian agama menurutnya mengarahkan kepada konsep kontrak sosial dalam kehidupan masyarakat agar mampu membangun kehidupan yang lebih baik. Kedua, makna agama berfungsi sebagai panduan dan solusi untuk setiap masalah yang tumbuh di tengah kehidupan manusia. Ketiga, tujuan agama adalah untuk memuliakan manusia, karena agama memanifestasikan manfaat dan kemakmuran dan memberikan kemudahan dalam hidup mereka, tidak memberikan kesulitan, apalagi intimidasi, teror, dan sebagainya. Keempat, kebenaran agama diarahkan pada penciptaan tatanan sosial, karena menurutnya agama mengajarkan moral dan tatanan kehidupan lainnya. Jika nilai agama tidak muncul dalam kehidupan, itu berarti bahwa ia belum menemukan kebenaran agama sebagai makhluk hidup. Hal yang paling penting, menurutnya, adalah bahwa pemahaman orang tentang kebenaran agama dibangun di atas realitas empiris dalam pengalaman hidup manusia.  
Autonomi Perempuan dalam Dunia Maskulin (Analisis Feminisme Liberal Terhadap Film Dangal) Jenab, Siti
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan alat dalam proses sosialisasi yang membuka pandangan baru masyarakat tanpa menggurui. Salah satu pandangan yang ada di masyarakat ialah kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki lebih diutamakan, salah satunya dalam pendidikan dan kesempatan bekerja. Sedangkan kaum perempuan selalu di nomor dua kan. Film sebagai media mampu merefleksikan isu yang berkembang dalam masyarakat. Film Dangal diambil dari kisah nyata perempuan India yang berhasil di bidang olahraga Gulat yang biasanya di dominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam mengenai makna autonomi perempuan. Dimana perempuan berhak menentukan pilihannya, baik dalam ranah publik maupun ranah privat. Dengan autonomi perempuan akan mampu membawa perubahan untuk dirinya dan memotivasi perempuan lain. Dalam bahasa yunani autonomi berasal dari kata autos dan nomos. Autos berarti sendiri dan namos aturan. Sehingga dapat diartikan autonomi adalah wewenang untuk mangatur diri sendiri. Feminisme adalah paham yang mendukung hak-hak sosial dan politik yang setara bagi perempuan. wollstonecraft menekankan bahwa pendidikan perempuan dan laki-laki harus setara agar perempuan mampu mengimbangi laki-laki. Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teori feminisme liberal yang mengkategorikan perempuan dan lak-laki memiliki hak dan kesempata yang sama. Teknik analisis data menggunakan semiotika Roland Bartes dimana ia menganalisis berdasarkan makna denotasi, konotasi dan makna mitos yang mengarah ke makna kultural, simbol-simbol dan makna emosonal. Pertama peneliti memilih kata-kata dan kalimat yang mengadung autonomi perempuan dan tindakan yang mengandung gender. Kedua mengurai kalimat yang mengandung kemandirian perempuan. Terakhir peneliti menginterpretasikan dengan tanda-tanda tersebut dengan mitos yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan mampu berprestasi di wilayah maskulin, dengan pendidikan atau pelatihan yang serius. Selain itu ditemukan juga perubahan terhadap pemberdayaan sosial, dimana perempuan memiliki kekuasaan, hak dan kemampuan untuk menunjukan hasil latihan dan usaha kepada masyarakat. Dengan semangat untuk mengambil resiko akan memunculkan inspirasi baru dan perubahan. Sosialisasi gender sejak dini akan menghilangkan stereotipe yang merugikan perempuan dan menghambat perempuan dalam berbagai partisipasi.
SEKS DALAM ISLAM; (STUDI DEKSRIPTIF TENTANG PERSOALAN DAN PEMAHAMAN SEKSUALITAS DIKALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI BANDUNG) Komara, Riska Andi
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara pandang mahasiswa atau remaja dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan atau perubahan baik kearah yang bersifat positif maupun ke arah yang bersifat negatif. Salah satu perilaku yang dapat dikategorikan perilaku negatif adalah perilaku pacaran di kalangan mahasiswa yang melebihi batas dan tidak sedikit menjurumus pada perilaku seks pranikah. Bahkan hal ini terjadi juga di lingkungan kampus yang notabene dikategorikan kampus yang mengajarkan dan menuntut mahasiswanya untuk berprilaku Islami.Tujuan dari penelitian ini yaitu, pertama, untuk mengetahui bagaimana pemahaman mahasiswa mengenai seks bebas. Kedua, bagaimana pemahaman mahasiswa tentang ajaran Islam mengenai seks bebas.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deksriptif-analisis dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang bersifat primer dilakukan dengan cara observasi langsung serta wawancara. Sedangkan data yang bersifat skunder yaitu berupa buku-buku, artikel, jurnal dan bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan tema penelitian.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Michel Foucault tentang seks dan kekuasaan.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pemahaman tentang seksualitas mahasiswa Universitas Islam Negeri Bandung memiliki beragam pemahaman antara lain bahwa seksualitas merupakan timbulnya perasaan menyukai terhadap lawan jenis atau pun berhubungan biologis yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan di dalam pernikahan ataupun di luar pernikahan. Dari sisi persoalan, ditemukan bahwa mahasiswa Universitas Islam Negeri Bandung cenderung melakukan seksualitas diluar pernikahan. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa melakukan seks di kalangan mahasiswa merupakan sebuah hal yang wajar, karena hal itu merupakan sebagai tanda untuk membuktikan rasa sayang dan merupakan pengorbanan terhadap pasangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8