cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
ISSN : 2541352X)     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Ilmiah JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal terbaru dalam ilmu murni Filsafat Islam dan Aqidah (Teologi Islam), serta cakupannya meliputi kajian filsafat kontemporer, pendidikan, sosial, dan keagamaan dari perspektif filsafat maupun aqidah. Tujuan Jurnal berkala ini adalah untuk upaya meningkatkan intensitas kajian Filsafat Islam dan Aqidah, mengupayakan teori baru serta kontekstualisasinya bagi perkembangan intelektualitas.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI" : 8 Documents clear
TEORI IDEA PLATO Haq, Izul
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teori Idea Plato adalah sebuah pemikiran filsuf Yunani yang bernama Plato dengan teorinya yang terkenal ini menimbulkan pengaruh yang sangat besar di Dunia filsafat samapai berabad-abad sehingga muncul filsuf islam yang terpengaruh oleh Idea Plato, hal ini terjadi Karena menurut filsuf Islam Idea tidak bertentangan dengan konsep Islam, bahkan ada yang mengatakan Plato adalah seorang Nabi yang menyebarkan pemikiran agama Samawi dengan indikator bahwa idea Plato sama dengan pemikiran nabi-nabi samawi lainya. Konsep islam bisa dikatakan dengan bagaimana seorang muslim beragama islam yang didalamanya terdapat tuhan sebagai yang disembah, pengatur dunia dan Absolut kebenaran mutlak. Dilihat dari Substansinya maka Idea tidak bertentangan dengan konsep islam, idea mengatakan kebenaran mutlak adalah milik satu. Tetapi asumsi-asumsi ini juga banyak yang tidak setuju sepeti Al Ghozali, maka dari itu tulisan ini berusaha mengupas bagaimana Idea Plato ditinjau dari Konsep Islam apakah bertentangan dengan Islam atau malah memiliki konsep yang sama sehingga pendapat oarng yang mengatakan Nabi adalah sebuah kebenarana.
KEBERSATUAN HAMBA - TUHAN: STUDY PEMIKIRAN HAMZAH FANSURI DAN NURUNDDIN AL RANIRY Musarofah, Siti
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the thoughts of Hamzah Fansuri and Nur al-Din Raniry about the unity of the soul or human life (servant) with God, after death. This research is a literature study. The method that writer use to analyze data in this research is method of literature receptions. The results of this study include: about the departure of human life after the release of the body (death) according to Hamzah Fansuri that life will re-united with God Dhat because at the origin of human life it comes from God through the process tajalli (emanasi). Meanwhile, according to Nur al-Din al-Raniry human life after death will taraqqi up to the sky to-one until the ninth sky in accordance with the degree of goodness in the world. So also with the soul of a mortal '(dead tabi'i) then according to the spirit will rise to the sky in accordance with the degree of faith. This opinion is a rejection of Hamzah's opinion that the spirit of mortal man will be united with God's Dhat.Penelitian ini bertujuan memahami pemikiran Hamzah Fansuri dan Nuruddin al-Raniry tentang bersatunya ruh hamba dengan Tuhan, setelah mati. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka, menggunakan metode resepsi sastra. Situasi peneliti ketika membaca teks sastra karya Hamzah Fansuri maupun Nuruddin al-Raniry terlebih dahulu sudah dibekali dengan pengetahuan tentang teks sastra terkait, yang mengarahkan pembacaany. Temuan penelitian: kepergian nyawa manusia setelah lepas dari badan (mati), menurut Hamzah Fansuri nyawa itu akan kembali bersatu dengan Dhat Allah karena pada asalnya nyawa manusia itu berasal dari Allah melalui proses tajalli (emanasi). Sedangkan menurut Nuruddin al-Raniry nyawa manusia setelah mati akan taraqqi naik ke langit ke-satu sampai langit ke-sembilan sesuai dengan derajat kebaikannya di dunia. Begitu juga dengan ruh orang yang sedang fana? (mati tabi?i) maka menurutnya ruh tersebut akan naik ke langit sesuai dengan derajat keimanannya. Pendapat ini merupakan penolakan terhadap pendapat Hamzah bahwa ruh orang yang sedang fana? akan bersatu dengan Dhat Allah.
IMPLEMENTASI PRAGMATISME PADA PENDIDIKAN TINGGI VOKASIONAL ABAD XXI Hambali, Deni Supardi; Rizal, Ahmad Syamsu; Nurdin, Encep Syarief
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk perdagangan bebas di era global ini dampaknya adalah Indonesia harus mempersiapkan pengembangan  Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetensi dan standarisasinya mengikuti kualifikasi dunia. Penerapan teknologi baru dalam industri mengandung konsekuensi peningkatan permintaan  Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi guna mendukung peningkatan  Produktivitas.Perguruan Tinggi Vokasional   sebagai lembaga pendidikan tinggi  selepas sekolah tingkat menengah, memiliki  peran besar  dalam merencanakan dan menciptakan SDM  yang profesional  dan  produktif. Pendidikan  di berbagai perguruan tinggi vokasional setingkat akademi maupun politeknik    bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan  dan  keterampilan  mahasiswa  dalam  rangka  menyiapkan  mereka  sebagai  tenaga  kerja   tingkat  midle atau top namun memilki ketrampilan yang memadai  disamping memiliki ketrampilan konseptual  yang bisa diandalkan  Pendidikan vokasional merupakan jenis pendidikan yang unik karena bertujuan untuk mengembangkan pemahaman, sikap dan kebiasaan kerja yang berguna bagi individu sehingga dapat memenuhi kebutuhan sosial, politik, dan ekonomi sesuai dengan ciri yang dimiliki. Pendidikan dan pelatihan kejuruan merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada kebutuhan industri sehingga peningkatan dan pengembangan individu dapat dilakukan di industri. Berdasar teori yang ada, pendidikan vokasional berpeluang untuk menjawab berbagai tantangan perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang ditandai oleh revolusi digital dan era disrupsi.Namun kebijakan yang akhir-akhir ini ditetapkan oleh kemendikbud pada dasarnya adalah kebijakan yang mengimplementasikan pemikiran-pemikiran filsafat pragmatisme yakni filsafat yang menggunakan konsekuensi-konsekuensi praktis sebagai standar untuk menentukan nilai dan kebenaran.   Akar dari pemikiran pragmatisme ini selajutnya akan memiliki implikasi dalam menetapkan tujuan pendidikan kedepan seperti: ketrampilan-ketrampilan kejuruan (pekerjaan), kemampuan bertransaksi secara efektif dengan masalah-masalah sosial (mampu memecahkan masalah-masalah social secara secara efektif). Bagi perguruan tinggi yang yang menyelenggarakan pendidikan vokasional, kondisi ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan untuk lebih meningkatkan perannya sebagai penghasil sumberdaya manusia yang mampu menopang kebutuhan pasar dunia industri yang terus menuntut kualitas  sumberaya  manusia guna mengimbangi perubahan yang ada.
MODERNIMSE DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM afandi, arif fandi
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental damage is a serious problem at this time. Environmental damage is caused by human activities themselves. We have felt the impact of environmental damage at this time. Weather anomalies, air, land and water pollution have become part of our daily lives. Environmental damage must be repaired immediately, because this concerns the sustainability of human life. Knowing the main causes of environmental damage is a must before repairing the damage. modernism turned out to be the main cause of environmental damage. Modernism is disastrous for human life because it separates between science and religion. In fact, religion, especially Islam, teaches people to always preserve the environment. Therefore, returning to the teachings of Islam is a solution to overcome environmental damage.
ESKATOLOGI MULLA SADRA: KEBANGKITAN SETELAH KEMATIAN Supriatna, Rizki Rizki
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eskatologi merupakan kajian yang paling paling penting di dunia filsafat dan teologi karena membahas tentang keyakinan kepada hal yang mistik, atau di luar nalar manusia. Akan tetapi kajian ini tetap menjadi kajian yang sangat menarik untuk dibahas apalagi pada zaman sekarang ketika manusia sudah tidak percaya lagi akan sebuah kematian dan kebangkitan. Pembahasan eskatologi ini telah berakhir dan dibakukan oleh filusuf modern yaitu Al-Ghazali dengan serangan-serangannya terhadap para filusuf dan pemikiranya yang terdapat dalam kitab Tahafut Al-Falasifah. Membuat kemunduran para pengkaji ilmu filsafat. Akan tetapi dengan kemunculan filusuf modern yaitu Mulla Sadra, dengan pemikiran-pemikiranya membuat hidup kembali kajian eskatologi dan filsafat-filsafat lain.Eskatologi merupakan ilmu yang membahas kebangkitan setelah kematian, yang mana membicarakan tentang nasib manusia setelah mati, tempat balasan, surga dan neraka dan yang lainya. Kajian eskatologi ini merupakan kajian yang harus kita ketahui, karena dalam kajian ini memahas keimanan manusia, pakah dia beriman atau mereka tidak mengimaninya. Bagi yang beriman maka akan selamat bagi yang tidak akan mendapat siksa.Eskatologi juga membahs tentang jiwa dan bentuk jiwa serta nasib jiwa, jiwa merupakan hal yang paling mendasar dalam diri manusia, karena jiwa yang menggerakan tubuh supaya dapat bergerak. Serta ketika badan ini mati, jiwa akan terus hidup dan akan menuju kesempurnaanya. Badan ini akan mengalami kehancuran tapi jiwa tetap pada keabadian, jiwa tidak mati, hancur, bahkan tidak menghilang.Jiwa ini akan mendapatkan tubuh fisik baru tetapi bukan dari pemberian atau perpindahan jiwa terhadap tubuh lain. Billa seperti itu maka itu disebut reinkarnasi. Dan reinkarnasi itu mustahil karena jiwa yang sudah mendapatkan derajat tinggi akan kembali pada derajat yang rendah, jadi tidak mungkinan reinkarniasi itu. Jiwa akan mendapatkan tubuhnya sendiri hasil dari proyeksi atau mengeluarkan jati dirinya. Dan itu dihasilkan dari kepribadian serta karakteristik-nya pada masa hidup di alam duniawi.  Manusia hidup satu kali, mati satu kali dan dibangkitkan satu kali, hidup manusia itu satu alur yaitu kedepan tidak memiliki alur lain. Dengan begituh manusia akan sampai pada bentuk kesempurnaan dan akan bertemu denganTuhanya.
EPISTEMOLOGI DALAM FILSAFAT BARAT sari, diana ana
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The presence of epistemology in western philosophy is very influential in life, especially in regulating the strategy of power or power to achieve goals. The style of western thought brought a big change in the knowledge of thinking, perspectives, and behavior that became the motors of civilization. Two main influential schools in the study of western philosophy such as rationalism and empiricism are conflicting. Both favor reason and five senses, but also inseparable from the weaknesses of each that will be revealed by researchers. Likewise the negative impact behind the superiority of western epistemology on the nature and development and existence of humans.
KONSEP KONSUMERISME MASYARAKAT MODERN DALAM KAJIAN HERBERT MARCUSE Octaviana, Rina
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah dan meluas hingga memberikan dampak yang sangat signifikan di kehidupan manusia. Dari berkembangnya zaman ini sudah pasti akan memberikan berbagai dampak baik itu negatif dan positif. Kritik mengenai zaman globalisasi ini salah satunya dilontarkan oleh seorang filsuf Jerman ternama dan juga seorang pemikir kiri baru yang bernama Herbert Marcuse. Perkembangan zaman yang membuat masyarakat saat ini berkiblat hanya pada satu dimensi saja yaitu kapitalisme. Kemudian dari kejadian ini lahirlah suatu budaya baru yang dinamakan budaya konsumerisme. Budaya konsumerisme ini adalah suatu paham atau ideologi yang dijadikan panutan oleh masyarakat modern dalam segi gaya hidupnya yang menganggap bahwa barang-barang yang mewah merupakan tolak ukur dari kebahagiaan, kesenangan, dan pemuas hasrat manusia. Kegemaran masyarakat pada era modern ini dalam hal berbelanja dan memenuhi kebutuhan menjadikan budaya ini menjadi budaya yang tidak hemat. Adapun yang dimaksud dengan masyarakat modern adalah masyarakat yang ditandai dengan berbagai teknologi yang mereka miliki. Masyarakat modern ini sangat mudah untuk diidentifikasi, semakin canggihnya teknologi yang mereka punya maka itulah yang disebut dengan masyarakat modernPenelitian ini dilakukan untuk lebih mengetahui mengenai masyarakat modern dan juga berbagai bentuk konsumerisme masyarakat modern dalam kajian Herbert Marcuse. Kecanggihan dari teknologi dan kemajuan dari globalisasi memang sangat memberikan dampak baik bagi kehidupan manusia, namun tidak menafikan juga terdapat dampak buruk yang sangat besar yang dialami oleh manusia. Maka dari itu dengan lebih dibahasnya permasalahan mengenai masyarakat modern dan konsumerisme ini, maka  diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi agar masyarakat tidak terbuai dengan berbagai efek negative yang diberikan oleh arus globalisasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif  melalui studi pustaka. Studi pustaka merupakan metode dengan tahapan mengumpulkan berbagai data dan penelitian terdahulu guna menjawab permasalahan masyarakat modern dan bentuk konsumerisme masyarakat modern yang terjadi pada era globalisasi saat ini. Adapun berbagai sumber data yang digunakan berasal dari buku, artikel, jurnal, skripsi, atau bahkan dari film.  Penelitian ini disusun dengan cara mendeskripsikan berbagai macam pengertian dan sumber yang ada kemudian dibahas serinci mungkin.Hasil penelitian ini kemudian menemukan bahwa perilaku masyarakat modern saat ini memang menjadi suatu perilaku yang sulit untuk dihindari. Mengingat semakin berkembangnya kemajuan teknologi membuat masyarakat terbuai dengan kenyamanan yang diberikan oleh zaman modern ini. Berbagai kebutuhan palsu dapat berubah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Meningkatnya budaya baru yang disebut Budaya Konsumerisme merupakan suatu budaya yang dilahirkan dari kemajuan arus globalisasi. Masyarakat kemudian menjadi makhluk dengan tingkat refresif yang tinggi. Dalam bukunya One Dimensional Man, Herbert Marcuse dengan gamblang mengatakan bahwa masyarakat modern saat ini merupakan masyarakat berdimensi satu yang telah telah berkiblat pada satu budaya yaitu budaya konsumerisme.
ISLAM PERSPEKTIF DAN PERSPEKTIF ISLAM TENTANG PENDETA SYAIFUDIN IBRAHIM (ANALISIS PANDANGAN, ASUMSI, DAN TANTANGAN PENDETA SYAIFUDDIN IBRAHIM TERHADAP UMAT MUSLIM) nopriyansa, eko
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 5, No 1 (2020): TUHAN DAN ESKATOLOGI
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of religious people and freedom to choose religion as a belief in life becomes freedom that cannot be bargained. The series of past history reminds religious people that the Presence of Religion is on the most principle principle, in order to be a solution in various aspects of human life, apart from the dark history of Religion which is ridden by the interests of power and vice versa on the power of Religion. Furthermore, the context of the past is a compass of the future of Religion which is burdened by every follower of Religion. The presence of Christianity as a Missionary religion and Islam as a Da'wah religion opened a space for religious social dialogue, because both were involved in Agamanization. Furthermore, the two characteristics possessed by each religion will certainly ignite the enthusiasm of Christian evangelists and preachers on the part of Islam to compete in assuming the truth of the perspective. The presence of this article will open a space for scientific dialogue to the two communities, in exposing the views and assumptions of Reverend Murtadin Saifudin Ibrahim who has an Islamic background and assumes that he is one of the Islamic leaders who then turned to become a Christian priest. Furthermore this article is not an Interference to Saifudin Ibrahim's new beliefs, but this article is to answer Saifudin Ibrahim's assumptions and views on Islam as the largest religion among religious people in Indonesia. In the end, hopefully this article can answer various obscure views and thoughts, and thoughts that intercept the faith in Islam in Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 8