cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Kombinasi Tylosin dan Enrofloxacin dalam Ransum terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Babi Landrace Pascasapih Meidianthi, Kadek Putri; Ardana, Ida Bagus Komang; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.938 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tylosin dan enrofloxacin pada ransum terhadap total dan diferensial leukosit babi Landrace pascasapih umur 35-42 hari. Sampel yang digunakan adalah darah dari 24 ekor babi Landrace pascasapih. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 kelompok, yakni babi yang diberi ransum tanpa kombinasi tylosin dan enrofloxacin (P0) dan babi yang mendapat ransum dengan kombinasi tylosin dan enrofloxacin masing-masing 1000 ppm (P1), 2000 ppm (P2), dan 4000 ppm (P3). Pemberian perlakuan diberikan selama satu kali dalam sehari selama 7 hari. Hasil penelitian yang didapat berurutan dari P0, P1, P2, P3, jumlah rerata total leukosit (103/µl) sebesar (25,40; 26,54; 28,47; 29,40), rerata diferensial leukosit (103/µl) neutrofil (8,04; 9,11; 10,76; 12,65), eosinofil (1,02; 1,55; 1,88; 2,09), basofil (0,19; 0,28; 0,35; 0,39), limfosit (9,68; 10,68; 12,34; 13,59) dan monosit (1,02; 1,24; 2,00; 2,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi tylosin dan enrofloxacin pada ransum meningkatkan total dan diferensial leukosit babi Landrace pascasapih, namun peningkatan yang ditunjukkan tidak melebihi dari rentang nilai normal.
Perbandingan Gambaran Histopatologi Lambung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan yang Diberi Amoxicillin Dikombinasikan dengan Asam Mefenamat dan Deksametason Sakura, Yoakim Wilson; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Kardena, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.611 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi lambung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diberikan amoxicillin dikombinasikan dengan asam mefenamat dan deksametason. Terdapat 3 kelompok perlakuan dengan ulangan 10 ekor tikus. Perlakuan diberi selama 3 hari. Tikus perlakuan 1 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari. Tikus perlakuan 2 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi asam mefenamat 45 mg/kgBB/hari. Tikus perlakuan 3 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi deksametason 0,5 mg/kgBB/hari. Pada hari ke -7 dan hari ke-14, 5 ekor tikus di setiap kelompok perlakuan lambungnya dikoleksi dan diamati perubahan histopatologinya, kemudian diberikan skoring dan dianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05), antara perlakuan 2 dengan perlakuan 1 dan 3.
Kelainan Bentuk Kuku Sapi Bali Kereman yang dipelihara di Tanah berdasarkan Jenis Kelamin Reni, Ida Yuni Erdia; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.47 KB)

Abstract

Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia yang cukup penting dan terdapat dalam jumlah besardengan wilayah penyebaran yang luas di Indonesia dan merupakan golongan hewan berkuku genap. Sapiyang kurang bergerak atau terus dikandangkan pada tanah lunak, kukunya cenderung akan cepat tumbuh.Bila dibiarkan, bagian kuku ini akan bertambah panjang, membengkok atau melebar keatas (Aladin).Tujuan dari di lakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kelainan-kelainan apa saja yangterjadi pada kuku sapi bali kereman yang di pelihara di tanah lunak berdasarkan jenis kelamin. Objekdalam penelitian ini adalah 25 ekor sapi bali jantan dan 25 ekor sapi bali betina kereman yang di peliharapada tanah lunak. Pengambilan data di lakukan dengan cara observasi terhadap bentuk kelainan kuku sapibali kereman. Kelainan yang di temukan pada 25 ekor sapi bali kereman betina dan 25 ekor sapi balikereman jantan yang dipelihara di tanah lunak 100 % ditemukan bentuk abnormal / kuku panjang.Sedangkan Laminitis dan kuku busuk tidak ditemukan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa100 % ditemukan bentuk abnormal / kuku panjang. Langkah yang perlu dilakukan para peternak untukmengantisipasi terjadinya kuku panjang yaitu dengan melakukan pemotongan kuku sapi dan perawatanmanajemen kandang.
Identifikasi Ookista Isospora Spp. pada Feses Kucing di Denpasar Ginting, Maria Mentari; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.311 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap 35 sampel feses kucing liar yang ada di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan mengidentifikasi ookista Isospora spp. yang ditemukan pada feses kucing. Ookista Isospora spp. diperiksa dengan menggunakan metode konsentrasi pengapungan gula Sheater. Identifikasi ookista berdasarkan ukuran dan morfologi ookista yang ditemukan. Parameter yang diukur pada penelitian ini yaitu adanya infeksi ookista Isospora spp.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ookista Isospora spp. adalah 22,85% (8/35). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa spesies Isospora spp. yang ditemukan berdasarkan morfologinya yaitu Isospora felis 17,14% (6/8) dan Isospora rivolta 5,17 (2/8).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Ayam Kampung Ditinjau dari Angka Lempeng Total Bakteri -, HARDIANTO; KETUT SUARJANA, I GUSTI; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.289 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Telur Ayam Kampung Terhadap Jumlah Angka Lempeng Total Bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap jumlah bakteri Angka Lempeng Total Bakteri serta interaksi antara pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap Angka lempeng Total Bakteri .Metode yang digunakan adalah pemeriksaan telur ayam kampung sebanyak 24 butir disimpan dalam suhu chilling dan suhu kamar sebelum disimpan telur terlebih dulu dicuci dengan air hangat yang sudah dipanaskan sebelumnya. Media yang digunakan Nutrient Agar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 2×4×3, dengan dua perlakuan yaitu disimpan pada suhu chilling dan disimpan pada suhu kamar dengan jangka waktu penyimpanan hari ke-0, hari ke- 7, hari ke-14 dan hari ke-21 dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah angka lempeng total bakteri yang diamati pada telur ayam kampung yang di simpan pada suhu chilling dan suhu kamar. Koloni bakteri yang dihitung meliputi warna koloni yaitu koloni yang tumbuh baik pada permukaan, bagian dalam, dan bagian bawah nutrient agar. Data yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam, apabila hasilnya berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan telur ayam kampung berpengaruh terhadap angka lempeng total bakteri, lama penyimpanan telur ayam kampung berpengaruh terhadap angka lempeng total bakteri, ada interaksi antara suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap angka lempeng total bakteri.
Studi Kasus : Babesiosis Pada Anjing Persilangan Paramita, Ni Made Diana Pradnya; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.983 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.79

Abstract

Babesiosis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Babesia sp dan didistribusi didalam sirkulasi darah. Babesiosis pada anjing disebabkan oleh Babesia canis (subfilum: apicomplexa, ordo: piroplasmida, genus: babesia, spesies Babesia canine) yang diperantai oleh caplak (tick-borne) yaitu caplak-anjing coklat Rhipicephalus sanguineus sebagai vektor utama. Hasil pegamatan ditemukan kasus babesiosis pada anjing campuran pom dan peking, berjenis kelamin jantan usia 8 bulan di Denpasar, Bali. Tanda klinis yang tampak dari infeksi Babesia sp pada anjing kasus yaitu nafsu makan berkurang, haemoglobinuria dan terdapat eritema pada bagian abdomen. Pada hasil pemeriksaan darah lengkap didapatkan interpretasi bahwa anjing mengalami anemia normositik hiperkromik leukositosis, limfositosis, dan eosinophilia. Pemeriksaan ulas darah tipis teramati adanya agen Babesia. Anjing ini diterapi dengan pemberian Antibiotik clindamycin (10mg/kg BB, q: 12 jam, PO) dua kali sehari selama dua minggu, dan terapi suportif menggunakan livron B-pleks untuk meningkatkan daya tahan tubuh diberikan selama 7 hari. Hasil evaluasi terhadap anjing penderita menunjukan baha dalam waktu 4 hari nafsu makan hewan kasus sudah kembali normal dan memerlukan waktu 14 hari sampai menunjukan tanda-tanda perbaikan klinis.
Respons Imun Anjing Lokal Jantan Umur Diatas Satu Tahun Pasca Vaksinasi Rabies Prasatya, I Gde Made Abdi; Suardana, Ida Bagus Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (1) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.625 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.1.69

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui titer antibodi anjing lokal jantan umur di atas satu tahun pasca vaksinasi rabies. Penelitian menggunakan 10 sampel darah anjing yang diambil di Desa Gulingan dan diuji dengan enzym linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukan dari 10 sampel, 7 sampel (70%) memiliki titer antibodi protektif (seropositif) dan 3 sampel (30%) belum memiliki titer antibodi protektif (seronegatif). Seropositif adalah nilai Optical Density (OD) di atas 0,5 IU, sedangkan seronegatif adalah nilai Optical Density (OD) di bawah 0,5 IU. Rataan nilai OD di atas 0,5 IU/ml ditemukan pada anjing berumur di atas 3 tahun dengan sistem pemeliharaan dilepas dalam lingkungan rumah dan beberapa dilepas liarkan. Nilai OD dibawah 0,5 IU ditemukan pada anjing berumur di bawah 3 tahun dengan sistem pemeliharaan dilepas liarkan.
Prevalensi Infeksi Protozoa Saluran Pencernaan pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali Glantiga, I Gede Jaya Rama; Oka, Ida Bagus Made; Puja, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.279 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana yang bertujuanuntuk mengetahui prevalensi infeksi protozoa saluran pencernaan pada Anjing Kintamani Bali diDesa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode yang digunakan adalahmetode Apung dan dilakukannya pemeriksaan di Labratorium Parasitologi Fakultas KedokteranHewan Universitas Udayana. Dari 90 sampel feses Anjing Kintamani Bali yang diperiksa, 9 sampelpositif terinfeksi protozoa saluran pencernaan dengan prevalensi sebesar 10%. Digolongkanberdasarkan umur, Anjing Kintamani Bali yang berumur dibawah satu tahun, prevalensinya sebesar17,14% (6/35), sedangkan yang berumur diatas satu tahun prevalensinya 5,54% (3/55). Berdasarkanjenis kelamin prevalensinya sebesar 11,53% (6/55), sedangkan yang berjenis kelamin betinaprevalensinya sebesar 8,82% (3/38). Berdasarkan sistem pemeliharaan Anjing Kintamani Bali yangdikandangkan prevalensinya sebesar 9,6%(4/42), sedangkan yang dilepaskan prevalensinya sebesar10,41% (5/48). Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin dan sistempemeliharaan terhadap prevalensi infeksi protozoa saluran pencernaan Anjing Kintamani Bali.
Perbandingan Tingkat Autolisis Antara Otot dan Hati Sapi Bali pada Beberapa Periode Waktu Pengamatan Putri, Kristi Agusti; Berata, I Ketut; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.615 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat autolisis antara otot dan hati sapi bali pada beberapa periode waktu pengamatan. Spesimen diambil dari otot dan hati sapi bali yang dipotong di rumah pemotongan hewan Kota Denpasar. Spesimen yang diambil sebanyak tujuh potongan hati dan tujuh potongan otot masing-masing dari individu sapi yang berbeda-beda yang dimasukkan ke dalam tabung jaringan yang berisi Neutral buffer formalin (NBF) 10 % pada beberapa periode waktu yaitu pada jam ke-0, 2, 4, 6, 8,10, dan 12. Selanjutnya masing-masing diproses untuk pembuatan preparat histopatologi. Variabel yang diperiksa meliputi indikasi autolisis yaitu : jaringan hiperkromatik sampai hilangnya inti sel. Analisis tingkat autolisis antara otot dan hati dilakukan dengan pengamatan histopatologi jaringan di bawah mikroskop pada pembesaran 1000 kali dengan pengamatan lima lapang pandang. Data hasil penelitian berupa presentase skoring autolisis, dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati sapi bali dengan nilai rata-rata 15,70%, 22,10%, 29,10%, 55,20%, 74,10%,93% dan 96,45% memiliki tingkat autolisis lebih cepat dibanding otot dengan nilai rata-rata 10%, 14,90%, 19%, 27,90%, 53%, 61% dan 83,70% . Hal ini mungkin terjadi karena hati memiliki jumlah enzim dan pembuluh darah yang lebih banyak dibandingkan otot. Perlu penelitian lebih lanjut tentang tingkat autolisis antara otot dan hati sapi bali yang berasal dari hewan sakit atau mati akibat penyakit infeksius
Studi Histopatologi Lambung pada Tikus Putih yang Diberi Madu sebagai Pencegah Ulkus Lambung yang Diinduksi Aspirin MUSTABA, RAHMI; OKA WINAYA, IDA BAGUS; BERATA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa hewan tikusb erjenis kelamin jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan ± 20 gram.Sampel sebanyak 16 ekor dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus.Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hari ke-8, tikus dikorbankan dengan cara euthanasia dengan ether, organ lambung diambil untuk selanjutnya dibuat preparat histology dengan metode blok paraffin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Gambaran histopatologi lambung diamati dan dinilai berdasarkan kerusakan histologis yang berupa nekrosis dan peradangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney = 0,05).Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok perlakuan.Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antara KK dan KP1, KK dan KP2, KK dan KP3, KP1 dan KP3 serta KP2 dan KP3. Sedangkan perbedaan yang tidak bermakna antara KP1 dan KP2.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terbukti adanya efek proteksi dari madu terhadap lambung yang berupa pengurangan derajat kerusakan sel lambung tikus yang diinduksi oleh aspirin.Efek proteksi madu terhadap kerusakan sel lambung yang ditimbulkan oleh aspirin dapat diamati secara jelas pada dosis II yaitu 2 mL/200 gram BB tikus yang terdapat pada kelompok perlakuan II.

Page 1 of 53 | Total Record : 527