cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENYERAP ASPIRASI MASYARAKAT ADAT OLEH ANGGOTA DPRD KABUPATEN TELUK BINTUNI PROVINSI PAPUA BARAT Utomo, Eko Priyo; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i4.340

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat adat di Kabupaten Teluk Bintuni. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Teluk Bintuni. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi dalam menyerap aspirasi masyarakat adat oleh anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni berbeda berdasarkan sifat dari proses penyerapan aspirasi masyarakat adat, yakni formal dan non formal, kelompok masyarakat adat, dan asal usul anggota DPRD yang bersangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi komunikasi di antaranya karakteristik kelompok masyarakat adat, tatanan adat, dan asal-usul anggota DPRD. Bentuk komunikasi yang terjadi antara anggota DPRD dan masyarakat adat dalam proses penyerapan aspirasi mereka, dilakukan secara verbal (menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat) juga komunikasi nonverbal untuk mempertegas pesan yang disampaikan. Sedangkan pola komunikasi, untuk kelompok masyarakat adat pola komunikasi linear yang terjadi, dan untuk sebagain kelompok masyarakat pola komunikasi sirkular, atau kedua pola tersebut terjadi bersamaan. Abstract The aim of the research is to analyze communication strategies of the members of local assembly in absorbing the aspirations of indigenous community in Bintuni Bay Regency. The research used descriptive qualitative approach conducted in Bintuni Bay Regency. The informants were selected purposively. The methods of obtaining the data were participative observation, in-depth interview, and documentation. The results of the research indicate that communication strategies used in absorbing the aspirations of indigenous community by the members of local Assembly are various based on the characteristics of the absorption process of aspiration of the indigenous community, i.e formal and informal, the groups of indigenous community, and the origin of the members of local Assembly. The factors affecting the communication strategies are group characteristics of indigenous community, custom order, and the origin of the members of Local Assembly. The forms of communication happening between the members of Local Assembly and indigenous community in the absorption process of aspiration are verbal communication (using Indonesian and local languages) and nonverbal communication to affirm the message. Meanwhile, the communication patterns used by indigenous community are linear communication and circular communication for some groups of community or both of them are used simultaneously 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KONVESIONAL Nahuway, Lodewyk; Farid, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i1.374

Abstract

AbstrCooperative, Conventional, Sociologyact The aim of this research is know the student learning output in sociology that using the cooperative learning communication, the learning output that using thr convetional learning communication model, and the sociology learning output differences between the cooperative learning communication model and the conventional learning communication model. The method that used is Pretest-Posttest Control Group Experimental Design by applying teo variables. The dependence variable is the sociology learning output and the independence variable is the learning using the cooperative learning communication and the conventional learning communication. The data analysis that used is descriptive statistic analysis that is mean calculation and t-test. The result indicates that there is a significant betwen the student outputs of learning sociology that taught using the cooperative learning communication model and the conventional learning communication model. The cooperative average is 79.33 and the conventional average is 74.60. it is proved by the t-test calculation where tcalculation > ttable (3.76>2.00). So, the more effective the learning design by the cooperative learning communication the more the student knowledge and skill increased.Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sosiologi dengan menggunakan metode Komunikasi Pembelajaran kooperatif dan konvensional. Metode yang digunakan dengan memakai Pre-test dan Post-test Rancangan Eksperimen pengendalian kelompok (Pretest ? Posttest Control Group Experimental Design). Dengan menerapkan dua variabel, yakni variabel bebas (dependence variable) ialah hasil dari proses pembelajaran Sosiologi, dan variabel tergantung (Independent variables) ialah penggunaan model komunikasi pembelajaran kooperatif dan konvensional. Analisis data memakai Statistik deskriptif dengan kalkulasi mean dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam Sosiologi yang menggunakan metode komunikasi pembelajaran kooperatif dan model konvensional. Model kooperatif rata-rata 79.33 dan konvensional rata-rata 74.60. ini dibuktikan dengan perhitungan T-test dimana tcalculation > ttable (3.76>2.00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rancangan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dapat meninggalkan pengetahuan dan keterampilan siswa. 
HUBUNGAN IKLAN POLITIK KANDIDAT PRESIDEN TERHADAP TINGKAT KOGNISI DAN SIKAP POLITIK PEMILIH PEMULA Suherman, Ansar; Sultan, Muhammad Iqbal; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i4.594

Abstract

Abstract The research is motivated by the ability of political advertising on television in shaping the image and increase the popularity of a figure and the large number voters which amounts to 30% -40% of the total voters nationally. This study aims to determine the relationship of political advertising with the level of cognition and political attitudes voters. The method used is the method quantitative descriptive correlational approach. This study is located in Southeast Sulawesi Baubau City with a sample of 377 respondents of whom are first-time voters. To collect the necessary data, used questionnaires distributed to all respondents. Some of the statistical test used is the statistical terms and tests the hypothesis that political ads are used as research subjects Abu Rizal Bakrie political advertising, Prabowo and Wiranto. The results showed that political advertising on television is more effective in conveying the message to the respondent because the television is able to provide audio and visual display together. Political ad also contribute effectively to the improvement of cognition and political attitudes of the respondents. Respondents felt the benefit of political advertising because respondents generally gain knowledge of the candidate's vision and mission. Visible changes in the attitude of the respondents which is the accumulation of information and the level of cognition or knowledge gained from the respondents who watch political ads. The higher level of cognition of respondents to the presidential candidates will increasingly affect the political attitudes of the respondents. In this study also found that environmental factors (political support parents and attitudes about environmental politics) did influence the level of cognition and political attitudes of the respondents. In conclusion the study that political ads on television presidential candidate than as a powerful strategy for shaping the image and increase the popularity of a presidential candidate, is also very helpful for the voters to know the Indonesian presidential candidates.Abstrak Penelitian dilatarbelakangi oleh kemampuan iklan politik di televisi dalam membentuk citra dan menaikkan popularitas seorang figur serta besarnya angka pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 30%-40% dari total wajib pilih secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklan politik dengan tingkat kognisi dan sikap politik pemilih pemula. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel 377 responden yang kesemuanya merupakan pemilih pemula. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, digunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh responden. Beberapa uji statistik yang digunakan adalah uji syarat statistik dan uji hipotesis Iklan politik yang dijadikan subyek penelitian ini adalah iklan politik Abu Rizal Bakrie, Prabowo Subianto, dan Wiranto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan politik di televisi lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada responden karena televisi mampu memberikan tampilan audio dan visual secara bersama-sama. Iklan politiknya juga memberikan sumbangan yang efektif terhadap peningkatan kognisi dan sikap politik responden. Responden merasakan manfaat dari iklan politik karena responden umumnya mendapatkan pengetahuan tentang visi dan misi kandidat. Terlihat perubahan sikap responden yang merupakan akumulasi dari informasi dan tingkat kognisi atau pengetahuan yang diperoleh responden dari iklan politik yang ditonton. Semakin tinggi tingkat kognisi responden terhadap kandidat presiden maka akan semakin memengaruhi sikap politik responden. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa faktor lingkungan (dukungan politik orang tua dan sikap politik lingkungan sekitar) ikut memengaruhi tingkat kognisi dan sikap politik responden. Sebagai kesimpulan penelitian bahwa penayangan iklan politik kandidat presiden di televisi selain sebagai salah satu strategi ampuh untuk membentuk citra dan menaikkan popularitas seorang kandidat presiden, juga sangat membantu pemilih pemula untuk mengenal para kandidat presiden Republik Indonesia. 
PENGARUH INFORMASI TERHADAP ADOPSI ALAT KB DI KALANGAN IBU RUMAH TANGGA PEDAGANG KAKI LIMA DI DESA BATU MERAH KOTA AMBON Sopacua, Yustiana
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.2 April - Juni 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i2.307

Abstract

AbstractThis research intended no know (1) the Effect Receiving Information through mass media communication TowardAdoption Of Family Plan Tools In Batu Merah Sidewalk Traders Of Ambon City, (2) The Effect ReceivingInformation through interpersonal communication Toward Adoption Of Family Plan Tools In Batu Merah SidewalkTraders Of Ambon City. This research classified as explorative, its sample consisted of 150 persons in Batu MerahSidewalk Traders. Technique of its collection data consisted of observation, interview, questionnaire anddocumentation. The data analysis was done quantitative descriptive approach. The results showed that The EffectReceiving Information through mass media communication Toward Adoption Of Family Plan Tools In Batu MerahSidewalk Traders Of Ambon City is not significance. The Sidewalk Traders was not have enough time to watchingTV or to reading a newspaper and after that the information about family plan tool is not enough. (2) The EffectReceiving Information through interpersonal communication Toward Adoption Of Family Plan Tools In Batu MerahSidewalk Traders Of Ambon City is significance. The Sidewalk Traders was have a lot of time to discuss with hermate about fmily plan tools AbstractPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahu (1) Efek penerimaan informasi melalui media komunikasi terhadapadopsi alat Keluarga Berencana di kalangan para pedagang kaki lima di Batumerah Kota Ambon, (2) Pengaruhpenerimaan informasi melalui media komunikasi antarpribadi terhadap adopsi alat-alat Keluarga Berencana dikalangan pedagan kaki lima di Batumerah Kota Ambon. Tpe penelitian ini adalah eksplorasi, dengan jumlah sampelbanyak 150 orang. Teknik pengumpulan data yakni pengamatan, wawancara, angket, dan doku-mentasi. Datadianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pengaruhpenerimaan informasi melalui media massa terhadap adopsi (penerimaan) alat-alat program keluarga berencana dikalangan pedagan kaki lima di Batumerah Kota Ambon tidak signifikan, karena para pedagang kaki lima tidakmemiliki waktu yang cukup untuk menonton televise atau membaca surat kabar, dan juga informasi tentang alatprogram KB tidak memadai. Adapun pengaruh penerimaan informasi melalui saluran komunikasi antarpribaditernyata cukup signifikan. Hal ini disebabkan karena para pedagang kaki lima memiliki waktu yang cukup untukmembicarakan dengan teman-temannya tentang peralatan keluarga berencana.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI ANTARA ATASAN-BAWAHAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DPRD KOTA BENGKULU Harsono, Agus Yudi; Farid, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.630

Abstract

Abstract The aims of the research were describe the style of leadership, organizational communication and organizational culture, to determine the significance of the closeness of the relationship between leadership style and organizational communication of organizational culture. This research is explanatory research. Data was collected by questionnaire, Analysis techniques using value index, crosstab, chi square, and multiple correlation with the help of SPSS 21. Result showed (1) descriptive analysis of the characteristics of leadership styles 49.05%,, organizational communication 50.33% and organizational culture 49.02%, can be seen from the index value of each variable. For the leadership styles of 49.05%, organizational communication of 50.33%, and at 49.02% for the organizational culture. (2) There is a relationship of closeness positive and the significance of leadership style for the culture of the organization for 64.1% with a significance value of <0.05.(3) there is a strong closeness of the relationship positive and the significance of the organization's communication with the organization's culture for 72% with a significance value of <0.05. (4) There is a relationship of closeness strong (positive) and the significance together (simultaneously) between leadership style and organizational communication of organizational culture with the R value of 77.2% and a significance value of <0.05. This means dependent variables organizational culture can be explained by the independent variable leadership style and organizational communication at 77.2%, while the remaining 22.8% is explained by other independent variables that are not included in this research model.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan, komunikasi organisasi dan budaya organisasi, untuk mengetahui signifikansi hubungan keeratan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi. Penelitian ini adalah penelitian explanatori. Populasinya adalah seluruh PNS Sekretariat DPRD Kota Bengkulu berjumlah 62 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Teknik analisis menggunakan nilai indeks, crosstab, chi square, dan korelasi berganda dengan bantuan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan 1) analisis deskriptif karakteristik dari gaya kepemimpinan, komunikasi organisasi dan budaya organisasi termasuk dalam kategori sedang. Nilai indeks masing-masing variabel, Untuk gaya kepemimpinan sebesar 49.05%, komunikasi organisasi sebesar 50.33%, dan untuk budaya organisasi sebesar 49.02%. (2) Terdapat hubungan keeratan yang positif dan signifikansi antara gaya kepemimpinan terhadap budaya organisasi sebesar 66,6% dengan nilai signifikansinya < 0.05. (3) terdapat hubungan keeratan yang positif dan signifikansi antara komunikasi organisasi dengan budaya organisasi sebesar 72% dengan nilai signifikansinya < 0.05 (4) Terdapat hubungan keeratan yang positif dan signifikansi secara simultan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi dengan nilai R sebesar 77,2% dan nilai signifikansinya < 0.05. Hal ini berarti variabel terikat budaya organisasi dapat dijelaskan oleh variabel bebas yakni gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi sebesar 77.2%, sedangkan sisanya sebesar 22.8% dijelaskan oleh variabel bebas lainnya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. 
PENCITRAAN SELEBRITAS POLITISI DI BLOG KOMPASIANA Putri, Citra Dano; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i2.365

Abstract

Abstrak Masyarakat masih kurang dapat menerima kehadiran politisi yang berasal dari kaum selebriti, karena dianggap hanya mengandalkan popularitas dan penampilan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompasianer (anggota dari blog Kompasiana) mencitrakan selebritas politisi yang menjadi kandidat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013. Peneliti mengumpulkan 29 postingan yang dipublikasikan dalam blog Kompasiana, berdasarkan tiga periode yaitu; pra kampanye, kampanye, dan pasca kampanye. Kesemua postingan ini kemudian dianalisis berdasarkan metode Analisis Wacana Kritis, dengan model pendekatan Teun Van Dijk. Model Van Dijk ini telah dielaborasi kedalam struktur dan elemen-elemen wacana, agar peneliti lebih mudah menentukan unit teks yang akan dianalisis. Penelitian ini menemukan bahwa selebritas menjadi faktor dominan dalam pilkada Jawa Barat, dan Rieke Diah Pitaloka menjadi yang paling populer diantara para kandidat. Kompasianer mencitrakan selebritas politisi berdasarkan citra subyektif (emosi/afeksi) dan obyektif (logika/kognisi). Citra subyektif adalah ekspresi emosi Kompasiana tentang ketiganya (suka/tidak suka, setuju/tidak setuju). Sedangkan citra obyektif adalah persepsi tentang diri ketiga selebritas yang terbentuk berdasarkan kognisi Kompasiana. Pencitraan ini menggunakan dua alat ukur yaitu: kesan dan kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa citra subjektif dan objektif tersebut sebagian besar diakibatkan oleh liputan media tentang selebritas yang bersangkutan. Citra ini kemudian menjadi sulit dilepaskan walaupun selebritas telah berkecimpung lama di dunia politik.Abstract Most people have become unacceptable with celebrities who are turned into politician; because people considered them just take the advantage of politics with their popularity. This study aims to determine how Kompasianer (member of the blog Kompasiana) imaged celebrity politician who became a candidate in the election of the Governor and the Vice Governor of West Java in 2013. Researcher collect 29 post in blog Kompasiana based on 3 time periods: pre-campaign, campaign, and post-campain. These posts analyze with the Critical Discourse Analysis method, with a text element model approach Teun Van Dijk. This model approach is elaborated into the structures and text elements. This study found that celebrities become a great factor in the election of Governor and Vice Governor of West Java 2013, and Rieke Diah Pitaloka is the most popular candidate. Kompasianer imaged the political celebrities subjectively and objectively. Subjective image is the expression of Kompasianer emotion aboout those 3 celebrities (like/dislike, agree/disagree. The objective image is the perception about those celebrities by the cognition of Kompasianer. This potray using two measuring devices, namely: impressions and beliefs. Based on the research results, the researchers concluded that the subjective and objective imagery is largely due to media coverage of the celebrity in question. This image then becomes difficult to remove even celebrities have long been in the political world. 
PENGARUH PEMBELAJARAN DRILL DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING (RETORIKA) PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA SMAN 5 MAKASSAR Mardariyanti, Eka; Nadjib, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i3.585

Abstract

Abstract Techniques English learning in school still can not provide satisfactory results for now. This study aims to determine what effect the application of learning techniques drill on the ability of public speaking (rhetoric) in learning English in SMAN 05 Makassar. This study uses an experimental approach with quantitative research methods. Data collected through tests and questionnaires. Data were analyzed using T test, simple regression and Pearson Product Moment Correlation SPSS 20.0 for windows. The results showed the Accuracy in terms of aspect shows the pre-test of 62.85% and a post-test after getting the results of 77.14%. From the aspect of Fluency showed pre-test results of 57.14% and a post-test after getting the results of the post-test 77.14%. In Comprehensibility aspect shows the pre-test of 74.28% and a post-test after getting the results of 54.28%. The average difference between the post-test and pre-test is highly significant sebesar1,2563. Or R magnitude of the correlation between the methods applied to public speaking ability is equal to 0.796. indicates that there is a positive relationship between the methods or techniques applied to public speaking skills in students. It was concluded that the effect of the application of learning techniques drill in growing public speaking skills (rhetoric) in English language learning class X MIA 3 in SMA 5 Makassar Abstrak Penerapan teknik Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah masih belum dapat memberikan hasil yang memuaskan untuk sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik pembelajaran drill terhadap kemampuan Public speaking (Retorika) dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN 05 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui test dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji T, Regresi Sederhana dan Korelasi Pearson Product Moment Program SPSS 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan pada segi aspek Accuracy menunjukkan hasil pre-test sebesar 62,85% dan setelah post-test mendapatkan hasil sebesar 77,14%. Dari aspek Fluency menunjukkan hasil pre-test sebesar 57,14% dan setelah post-test mendapatkan hasil sebesar post-test 77,14%. Pada aspek Comprehensibility menunjukkan hasil pre-test sebesar 74,28% dan setelah post-test mendapatkan hasil sebesar 54,28%. Perbedaan rata-rata antara post-test dan pre-test yaitu sebesar 1,2563 sangat signifikan. Besarnya korelasi atau R antara metode yang diterapkan dengan kemampuan public speaking yaitu sebesar 0,796 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positive antara metode atau teknik yang diterapkan dengan kemampuan public speaking pada siswa. Disimpulkan bahwa adanya pengaruh penerapan teknik pembelajaran drill dalam menumbuhkan kemampuan public speaking (retorika) pada pembelajaran bahasa inggris siswa kelas X MIA 3 di SMA Negeri 5 Makassar 
KEBIJAKAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DALAM MENGATASI SITUS PORNO PADA MEDIA MAYA STUDI PERAN DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN KOMUNIKASI INDONESIAN GOVERNMENT POLICY IN OVERCOMING PORN SITES IN CYBER MEDIA; A ROLE STUDY OF DEPARTMENT INFORMATION AND TECHNOLOGY IN ARRANGING A COMMUNICATION POLICY Cawidu, Rizky Ameliah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i3.297

Abstract

AbstractThis research aims to find out what kind of policy in government has created through Depkominfo in overcoming pornsites in cyber media and how the government spreads the policy of public. The method of analysis used was descriptivequalitative analysis with data reduction, data presentation, and the conclusion of data from interview resulth. The unit ofanalysis were (the kinds of the existing government policies and the ones that would be issued, (2) InformationTechnology Era which was increasing either the policy which was directly issued by Depkominfo or the one issued byother departments as the team of policy makers. The effect of this policy would also be viewed from the aspects ofculture, religion, community?s mindset, technology, and economy. Teh result show that the policy issued byDepkominfo has positive value on Indonesia people and other countries. Even though it is late tohave policy ofInformation Technology and Telematika Law or Cyber Law, Indonesia already has a good point to pursue itsachievement. There are three things to do to eliminate pornography and porn sites; (a) self-control, (b) govermentregulations and policy, (c) collabortion with satellite operators and providers that exist in Indonesia. On the other hand,however, there are several inhibiting factors of the policy such as inadequate technology expert and software which canbe hacked by the hackers. From the economic point of view, the elimination of porn sites by Indonesian governmentwill threat some segments in Indonesia.
MEDIA CENTER SEBAGAI PUSAT PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DALAM PENYEBARLUASAN AKTIVITAS PEMERINTAHAN KEPADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG Bakri, Bakri; Unde, Andi Alimuddin; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.621

Abstract

Abstract This study aims to find out and analysis the role and functions of Media Center as .public service in the dissemination on government activities at Pinrang, and also the benefits of Media Center as public center in the dissemination information on Pinrang. This research was conducted in the Media Center of Pinrang using a qualitative approach. Subjects were selected by using purposive sampling technique, 5 from manager of the Media Center, 5 from NGO boad and 7 from public who visit the Media Center of Pinrang. Data analysis was performed using data analysis techniques Miles and Huberman. The results indicate the Media Center of Pinrang acts as a medium of coordination between agencies and also as a medium of exchange information between local and central, and vice versa.Media Center of Pinrang provide and disseminate information include government activities, regulation, public facilities, anf information about tourist destinations. Media Center is a form of convergence of elelctronic media and print media and provide a lot of convenience for the public and journalists to released news. Media Center of Pinrang have characteristic digitalization and interactive, which can be accesed anywhere and anytime, and provide space for the public to give feed back. Media Center of Pinrang has carried out the role and function for dissemination of government activity, however, need to providing internet outlets at districts and village levels, and increase in internet networks, public relations training regularly, and presenting information that is really useful straight.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran dan fungsi Media Center sebagai pusat pelayanan informasi publik dalam penyebarluasan aktivitas pemerintahan kepada masyarakat di Kabupaten Pinrang, serta manfaat Media Center sebagai pusat informasi dalam penyebarluasan informasi di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan di Media Center Kabupaten Pinrang dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu 5 dari pengelola Media Center, 5 dari pengurus LSM dan 7 dari masyarakat yang berkunjung ke Media Center Kabupaten Pinrang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Media Center Kabupaten Pinrang berperan sebagai media koordinasi antara instansi dan juga sebagai media pertukaran informasi antara daerah dan pusat, dan sebaliknya. Media Center Kabupaten Pinrang menyediakan dan menyebarluaskan informasi publik kepada masyarakat meliputi aktivitas pemerintahan, regulasi, fasilitas umum, serta informasi tujuan wisata. Media center merupakan sebuah bentuk konvergensi media elektronik dan media cetak dan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan wartawan yang merilis berita. Media Center Kabupaten Pinrang memiliki ciri digitalisasi dan interaktif, sehingga diakses dimana saja dan kapan saja, dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk melakukan umpan balik. Media Center Kabupaten Pinrang telah melaksanakan peran dan fungsinya untuk penyebarluasan aktivitas pemerintahan, namun, perlu penyediaan gerai internet di tingkat kecamatan dan kelurahan, peningkatan jaringan internet, pelatihan kehumasan secara rutin, dan penyajian informasi yang benar-benar bermanfaat langsung. 
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM GAYA KEPEMIMPINAN PARA PEJABAT ESELON PASCA INTEGRASI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI INFORMATIKA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Wattimena, Demsy; farid, Muhammad; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i3.331

Abstract

Abstrak Reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birokrasi yang bertujuan mengubah struktur, tingkah laku, dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tengah . Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi belum berjalan secara efektif hal ini ditandai dengan masih banyaknya bawahan yang menyatakan ketidakpuasan terkait informasi dan pesan yang mereka terima seperti proses penyampaian pesan yang tidak secara kontinyu dan terkadang pilih kasih. Pemimpin yang dipercayakan untuk menyampaikan pesan jarang berada dikantor mengakibatkan informasi penting yang seharusnya disampaikan secepatnya menjadi tertunda, penyampaian pesan tidak maksimal dan kadang terputus serta pimpinan bersifat tertutup. Selain itu juga penyampaian pesan informasi bersifat tidak terstruktur dalam arti pesan pemimpin hanya sampai kepada kepala bidang atau kepala seksi dan tidak sampai ke bawahan. Kemudian gaya kepemimpinan yang diterapkan para pejabat eselon pasca integrasi dapat dikatakan sangat bervariasi seperti gaya kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan birokratis, gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laissez faire tetapi gaya kepemimpinan yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokratis yang dimana wewenang, pengambilan keputusan, kebijakan dipegang penuh oleh pemimpin, kurangnya kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pendapat dan pertimbangan serta komunikasi yang berlangsung satu arah. Kesimpulannya efektivitas komunikasi organisasi para pejabat eselon pasca integrasi belum sepenuhnya berjalan efektif dan gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi sangat bervariasi ada gaya kepemimpinan otokratis, birokratis, demokratis, lassez faire tetapi yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokrtis. Abstract Reform as a fundamental change in the business a bureaucratic system that aims to change the structure, behavior, and the existence or habits that have long. This study aims to determine the effectiveness of organizational communication in the echelons of leadership style post-integration. The research was conducted at the Department of Communication and Information Technology Central Maluku. This research method is descriptive qualitative. The data was collected through observation, interviews and documentation. Data were analyzed using an interactive model of data analysis. These results indicate that the effectiveness of organizational communication in the leadership style of the post-integration echelon is not effective it is characterized by still many subordinates who expressed dissatisfaction with related information and messages they receive as the process of delivering a message that is not continuous and sometimes favoritism. Leaders are entrusted to deliver a message at the office rarely lead to important information that should be submitted as soon as possible to be delayed, delivery of the message was not optimal and sometimes disconnected and leadership are closed. In addition, the delivery of messages is not structured information within the meaning of the message only to the leader or head of section heads and do not get to subordinate. Then the force applied leadership echelon officials post-integration can be said to vary greatly as autocratic leadership style, bureaucratic leadership style, democratic leadership style and laissez faire leadership style but the dominant leadership style is autocratic leadership style in which the authority, decision-making, policy-held full by leaders, lack of opportunities for subordinates to provide advice, opinion and judgment as well as one-way communication that takes place. In conclusion the effectiveness of organizational communication post-echelon officials have not fully effective integration and leadership style of the post-integration echelon varies no autocratic leadership style, bureaucratic, democratic, but the dominant Lassez faire leadership style is otokrtis. Keywords: effectivity of organization communication, leadership style. 

Page 1 of 44 | Total Record : 434