cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI PUSKESMAS Asri, Audiva Cahya; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31881

Abstract

Abstrak Nilai IKS Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 sebesar 0,189. Nilai IKS Kota Semarang  tahun 2018 sebesar 0,34 masuk kategori tidak sehat. Dari  16 Kecamatan di Kota Semarang, Kecamatan Gunungpati merupakan kecamatan terendah. Puskesmas Sekaran yang di Kecamatan Gunungpati,memiliki cakupan pendataan sebesar 82%  artinya belum total coverage dan nilai IKS di Puskesmas Sekaran 0,25 kategori tidak sehat.Tujuan penelitian untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program PIS-PK di Puskesmas Sekaran. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 dengan hasil penelitian yang menunjukan pelatihan sudah berjalan dengan baik dimasing-masing tingkatan,persiapan PIS-PK sudah dilakukan secara maksimal, kunjungan keluarga yang mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaan entry dan pelaporan, analisis IKS awal sudah dilakukan dengan hasil digunakan sebagai penentuan rencana tindak lanjut,intervensi lanjut sudah dilakukan secara perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan status kesehatan,analisis perubahan IKS sudah mengalami perubahan namun tidak signifikan serta hasil monev digunakan sebagai bahan Survei Mawas Dini (SMD) di Puskesmas.   Abstract The value of IKS of Central Java Province in 2018 is 0.189. The value of IKS of Semarang City in 2018 of 0.34 is categorized as unhealthy. From 16 sub-districts in Semarang City, Gunungpati District is the lowest sub-district. Sekaran Health Center in Gunungpati Subdistrict has a data collection coverage of 82%, meaning that the total coverage and IKS value in the Puskesmas is now 0.25 in the unhealthy category. The purpose of the study is to evaluate the implementation of the PIS-PK program at the Sekaran Health Center. The research informants were 14 people selected by purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observation. Data is analyzed qualitatively. This research was conducted in May-June 2019 with the results of research that showed that the training had run well in each level, the preparation of the PIS-PK had been carried out to the maximum, family visits that experienced several obstacles in the implementation of entry and reporting, initial IKS analysis had been carried out with the results used as determination of follow-up plans, further interventions have been carried out individually or in groups to improve health status, analysis of changes in IKS has undergone changes but are not significant and the results of monitoring and evaluation are used as material in the Early Mawas Survey at the Puskesmas.
PERBEDAAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT Nurhafizhoh, Farah Hutami
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.35278

Abstract

Musculoskeletal disorder (MSD) merupakan jenis penyakit akibat kerja yang menghabiskan biaya kerja terbanyak yaitu 40%. Low back pain merupakan salah satu jenis MSDs yang banyak terjadi pada perawat rumah sakit karena dalam melakukan pekerjaannya banyak menggunakan gerakan membungkuk dan memutar tubuh, khususnya di sekitar tulang punggung bawah, mengangkat benda berat, dan mentransfer pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata keluhan low back pain pada perawat rawat inap, rawat jalan, dan instalasi gawat darurat (IGD) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain observasional, pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2019. Besar sampel dalam penelitian yaitu 78 perawat dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis.  Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan variabel keluhan low back pain (p value=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata keluhan low back pain perawat rawat inap, rawat jalan, dan IGD di Rumah Sakit Islam Jak
PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS Wiyandani, Hesti Tri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31870

Abstract

ABSTRAK Di Puskesmas Penawangan II terdapat beberapa prosedur pemeriksaan antenatal care tidak terlaksana secara menyeluruh oleh bidan pemeriksa dan terdapat 20,1 % ibu hamil resiko komplikasi dan terdapat 31,7% ibu hamil yang masuk dalam kategori 4T. Penelitian kualitatif dengan teori Discrepancy Evaluation Model (DEM) yaitu membandingkan standar pelayanan dengan hasil dilapangan. Penelitian ini dilakukan pada 3 bidan dan 6 ibu hamil di Puskesmas Penawangan II Kabupaten Grobogan. Sumber daya manusia kesehatan di Puskesmas Penawangan II dalam pendidikan sudah memenuhi kriteria dan dalam pelatihan terdapat satu informan yang belum pernah mengikuti pelatihan. Sarana dan prasarana di Puskesmas Penawangan II dalam persyaratan bagunan sudah memenuhi standar minimal sedangkan dalam peralatan pemeriksaan ibu hamil terdapat beberapa alat yang tidak memenuhi standar minimal. Pelaksanaan 10T di Puskesmas Penawangan II sudah dilaksanakan akan tetapi masih ada pelayanan yang belum terlaksana dengan baik dan menyeluruh. Pelayanan antenatal care di Puskesmas Penawangan II perlu untuk melakukan perbaikan agar pelayanan yang diberikan meningkat. ABSTRACT Antenatal Care at Penawangan II Health Center checking procedure that not implemented thoroughly by the midwife and there is 20,1% pregnant mothers at risk of complications and 31,7% pregnant mothers included into 4T category. Qualitative study with Discrepancy Evaluation Model (DEM) theory that is comparing the service standard with the results on the field. This research was conducted on 3 midwife and 6 pregnant mothers in Penawangan II Health Care Grobogan District. Human resources of health in Penawangan II Health Care has meet the criteria of education and there is one informant who have not attend Antenatal Care program?s training in 10T services. Facilities and infrastructure in Penawangan II Health Care has fulfilled the minimum standard of building requirements while in the maternity equipment there is some equipment that not fulfil the minimum standard. 10T in Penawangan II Health Care have implemented but there is still some services that have not done correctly and comprehensive. Antenatal care services at the Penawangan II Health Center need to make improvements so that the services provided increase.
KARAKTERISTIK PENDERITA, EFEK SAMPING OBAT DAN PUTUS BEROBAT TUBERKULOSIS PARU Cahyati, Widya Hary; Maelani, Tika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31852

Abstract

ABSTRAK Angka putus berobat TB paru sebanyak 184 kasus dari laporan TW III tahun 2018, kasus di tahun 2017 sebanyak 254 kasus, tahun 2016 sebanyak 141 kasus, dan di tahun 2015 sebanyak 134 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik penderita, efek samping obat dengan kejadian putus berobat penderita TB paru di puskesmas Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel sebesar 30 kasus dan 30 kontrol.  Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping OAT berat (p-value 0,20) berhubungan dengan kejadian putus berobat penderita TB paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara efek samping OAT dengan kejadian putus berobat penderita TB paru di puskesmas Kota Semarang   ABSTRACT Based on data by 3rd quarter 2018, the drop out rate for treatment of pulmonary tuberculosis is 184 cases, there is 254 cases on 2017,  141 cases in 2016, and 134 cases in 2015. The purpose of this study was to determine the influence of the caracteristics patients, side effects drugs with the occurrence of drop out of tuberculosis patients treatment in the Puskesmas of Semarang.This research is an analytic observational case-control study design.  Samples were 30 cases and 30 controls. Data were obtained from questionnaire instrument and analyzed by chi square test and logistic regression. The results showed that the side effects severe OAT (p-value 0,20) are associated with the incidence of drop out on Tuberculosis patients.The conclusions of this study is there is a relationship between patient the side effects of  OAT with the incidence of drop out on Tuberculosis patients in puskesmas of Semarang.
LIGHT TRAP DENGAN ATRAKTAN CUKA HITAM UNTUK MENCEGAH TRANSMISI PENYAKIT TULAR VEKTOR Inayah, Atiya; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31179

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill di sekitar Sekaran, kepadatan lalat berjumlah 12 ekor/blok grill. Hal tersebut menunjukkan bahwa populasi lalat yang padat sehingga perlu dilakukan pengendalian. Untuk mengurangi dampak negatif pengguaan insektisida, diperlukan adanya pengembangan metode pengendalian yang didasarkan pada bionomik lalat rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atraktan cuka hitam yang meliputi kosentrasi dan durasi waktu terhadap jumlah lalat yang terperangkap pada light trap modifikasi. Metode penelitian ini adalah eksperimen murni dengan desain post-test only with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah lalat dewasa yang berjumlah 525 ekor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer secara univariat dan bivariat (menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji Kruskal Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lalat rumah (Musca Domestica) yang terperangkap sebanyak 310 ekor. Jumlah lalat rumah yang terperangkap pada light trap modifikasi dengan atraktan cuka hitam 100% sebanyak 21%, atraktan cuka hitam 80% sebesar 25%, atraktan cuka hitam 40% sebesar 17%, atraktan cuka hitam 20% sebesar 18%, sedangkan Light trap modifikasi dengan aquades sebesar 5%, larutan gula merah sebesar 11% dan tanpa atraktan sebesar 3%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa lalat rumah lebih banyak terperangkap pada light trap modifikasi dengan atraktan cuka hitam daripada atraktan yang lain, dengan atraktan cuka hitam kosentrasi 80% paling banyak memerangkap lalat rumah. Kata Kunci : Atraktan, Cuka Hitam, Light Trap, Lalat Rumah   ABSTRACT Based on the measurement of fly density used the fly grill in Sekaran, the density is 12 flies/blockgrill. It is indicated that the density of flies is high and needed effort to manage the population itself. To reduce the negative effects of insecticides employing, it is need to develop a method of houseflies management based on housefly. This research aims to know the effect of black vinegar attractants with concentration and duration of time on the number of flies trapped in the modified light trap. This research method is true experimental using post-test only with control group design. The research sample were adult houseflies which numbered 525. Data analysis was performed using computer programs in univariate and bivariate (normality test, homogeneity test and Kruskal Wallis test). The results showed that the total trapped was 310 hoseflies. Houseflies trapped in the modified light trap with 100% black vinegar attractant 21%, the modified light trap with 80% black vinegar attractant is 25%, the modified light trap with 40% black vinegar attractant is 17%, the modified light trap with 20% black vinegar attractant is 18%, while the modified light trap with distilled water 5%, brown sugar solution 11% and without attractant 3%. Therefore, it can be concluded that more houseflies are trapped in a modified light trap with black vinegar attractants than other attractants, with 80% concentrated black vinegar attractants trapped most of the houseflies. Keyword : Attractant, Black Vinegar, Light Trap, Housefly
KORELASI METEOROLOGI DAN KUALITAS UDARA DENGAN PNEUMONIA BALITA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2013-2018 Utami, Halimah Tri; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31063

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama dan terbesar dari kematian balita di dunia. Dari tahun 2013 hingga 2018, terdapat 25.038 kasus pneumonia balita di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia di Kota Semarang tahun 2013-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi korelasional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan BMKG Kota Semarang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan adalah kelembaban udara (p=0,043), konsentrasi NOx (p=0,048), dan konsentrasi CO (p=0,029) dan variabel yang tidak ada hubungan adalah suhu udara (p=0,722), curah hujan (p=0,329), kecepatan angin (p=0,393), konsentrasi SOx (p=0,061), dan konsentrasi debu (p=0,521). Simpulan dari penelitian ini ada hubungan antara kelembabn udara, konsentrasi NOx, dan konsentrasi CO dengan pneumonia balita di Kota Semarang dan tidak ada hubungan antara suhu udara, curah hujan, kecepatan angin, konsentrasi SOx, dan konsentrasi debu dengan pneumonia balita di Kota Semarang. ABSTRACT Pneumonia is an infectious disease which is the main and biggest cause of under-five mortality in the world. In 2013 until 2018, were 25.038 cases of pneumonia in infant in the City of Semarang. The purpose of this study was to determine the risk factor associated with pneumonia in Semarang City in 2013-2018. The type of this study was descriptive quantitative with correlational study design. Trhis study used secondary data obtained from Dinas Kesehatan  Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, and BMKG Kota Semarang. Data analysis used univariate and bivariate with Spearman correlation test. The result shows that there is a relationship between  humidity (p=0,043), NOx concentration (p=0,048), and CO concentration (p=0,029) with pneumonia and there is no relationship between air temperature (p=0,722), rainfall (p=0,329), SOx concentration (p=0,061), and particulate (p=0,521) with pneumonia. There is a correlation between pneumonia with humidity, NOx concentration, and CO concentration and there is no correlation between air temperature, rainfal,l wind speed, SOx concentration, and particulate with pneumonia in Semarang City.
PROGRAM PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG Fauziah, Trisna Hani; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31039

Abstract

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation,  9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018. 
KEJADIAN AUTISM SPECTRUM DISORDER PADA ANAK DI KOTA SEMARANG Alfinna, Tahta; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30987

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Provinsi Jawa Tengah diketahui memilki 2.088 siswa SLB laki-laki dan 1.492 siswa SLB perempuan. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, setelah Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 88 orang dengan 44 kasus dan 44 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR (p=0,015), riwayat perdarahan antepartum (p=0,001), riwayat preeklamsi (p=0,031), riwayat kelahiran prematur (p=0,010), riwayat persalinan tindakan (p=0,000), riwayat stress kehamilan (p=0,001), dan riwayat konsumsi obat antidepresan (p=0,001) berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Sedangkan riwayat asfiksi (p=0,120) dan riwayat partus lama (p=0,121) tidak berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang tahun 2018 yaitu BBLR, riwayat perdarahan antepartum, riwayat preeklamsi, riwayat kelahiran prematur, riwayat persalinan tindakan, riwayat stress kehamilan, dan riwayat konsumsi obat antidepresan.                                                                                     
MUTU PELAYANAN DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN Maulidah, Tsalisatul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31037

Abstract

ABSTRAK Tempat pendaftaran pasien rawat jalan merupakan unit pelayanan terdepan bagi setiap puskesmas.Tempat pendaftaran pasien rawat jalan Puskesmas Brangsong II terdapat beberapa permasalahan yaitu, terjadi penumpukan pasien, proses pendaftaran yang terhambat dan pasien menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan. Pasien yang datang harus menunggu kurang lebih 40 menit untuk proses pendaftaran hingga pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi mutu pelayanan yang ada di tempat pendaftaran pasien rawat jalan di Puskesmas Brangsong II. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi.Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi.Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan jumlah petugas kurang dan dalam penyampaian informasi kepada pasien kurang jelas, pasien yang berobat tidak membawa kartu sehingga petugas harus mencari terlebih dahulu data melalui komputer sehingga memperlama waktu tunggu, kotak saran tidak dilihat hasilnya oleh petugas. Evaluasi pelayanan belum dilaksanakan terutama pada kotak saran. Sebagai saran, pihak puskesmas melihat hasil dari kotak saran setiap sebulan sekali guna dapat mengetahui keluhan pasien dan dapat melakukan evaluasi untuk pelayanan yang akan datang.   Kata kunci : Evaluasi, Mutu Pelayanan   Abstract The outpatient registration site is the leading service unit for every puskesmas. The outpatient registration of Brangsong II is a number of problems, such as the buildup of patients, inhibited registration processes and long-awaited patients to get service. Patients who come must wait approximately 40 minutes for the registration process until the provision of health services. The purpose of this research is to determine the evaluation of quality of service in the place of outpatient registration in Brangsong II Puskesmas. This type of research is qualitative research with phenomenological methods. The research informant amounted to 11 people selected with the purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observations. Data is analyzed qualitatively. The results showed the number of officers lacking and in the delivery of information to patients less obvious, Patients who have medication do not carry the card so that the officer must seek first the data through the computer so that the waiting time, suggestion box not seen result by officer. Service evaluation has not been implemented especially in the suggestion box. As a suggestion, the Puskesmas sees the results of the suggestion box every month in order to be aware of the patient's complaint and can evaluate for future services.   Keywords : evaluation, service quality
STUDI KOMPARATIF FAKTOR LINGKUNGAN DBD ANTARA DAERAH DENGAN INCIDENCE RATE MENINGKAT DAN MENURUN Rahayu, Ike; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30977

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Di Kabupaten Pati terdapat daerah dengan IR DBD meningkat, yaitu di Kecamatan Kayen dan daerah dengan IR DBD menurun yaitu di Kecamatan Gembong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor lingkungan yang berkaitan dengan kejadian DBD pada dua wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif dan metode penelitian comparative study.  Sumber data penelitian menggunakan data primer. Sampel yang ditetapkan sebanyak 28 desa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 variabel yang berbeda yaitu keberdaan air got yang menggenang (p value = 0,001) dan PSN di luar rumah (p value = 0,023). Saran dari hasil penelitian ini adalah agar masyarakat di daerah dengan IR meningkat dapat lebih giat dalam melaksanakan PSN luar rumah dengan cara kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air got.   ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases caused by the dengue virus through the Aedes aegypti mosquito vector. In Pati Regency there are areas with increased DHF Incidence Rate (IR), namely in the District of Kayen and the area with IR DHF decreased, namely in the District of Gembong. The purpose of this study was to determine differences in environmental factors associated with the incidence of DHF in the two regions. This study uses a retrospective research design and comparative study research method. The source of research data uses primary data. The sample set was 28 villages. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis. The results showed that there were 2 different variables, namely the presence of stagnant sewage water (p value = 0.001) and PSN outside the house (p value = 0.023). Suggestions from the results of this study are that people in the area with increased IRs can be more active in implementing PSN outside the home by way of cleaning the environment and sewerage.  

Page 1 of 18 | Total Record : 180