cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Developmental and Clinical Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEKSUAL REMAJA PUTRI YANG TINGGAL DI DESA DAN KOTA Kusumastuti, Ulfa Niken Dwi
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 1 (2012): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seksual dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin dan membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks, sehingga dapat menyalurkan secara baik,  benar, dan legal. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian komparatif. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dalam pengambilan sampelnya. Populasinya adalah siswa kelas VII usia 12-15 tahun dan siswa yang belum menstruasi di SMPN 2 Wonosegoro dan SMPN 13 Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes pengetahuan seksual sebanyak 40 item. Metode analisis data menggunakan teknik uji t. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan didapatkan koefisien validitasnya antara 0,220 sampai 0,574 dan uji reliabilitasnya dilakukan dengan rumus split-half, dihasilkan 0,671. Hasil penelitian uji hipotesis yang menggunakan analisis t-test dengan p = 0,000 < 0,01 artinya secara signifikan ada perbedaan tingkat pengetahuan seksual anak perempuan usia remaja awal antara desa dengan kota. Siswa SMPN 13 Semarang memiliki tingkat pengetahuan seksual lebih tinggi dibandingkan dengan siswa SMPN 2 Wonosegoro. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan seksual anak perempuan usia remaja awal antara desa dengan kota. Hasil lain yang diperoleh adalah bahwa aspek Knowledge of ways and means of dealing with spesific lebih menonjol daripada Knowledge of the universals and abstraction in a field dan Knowledge of spesific.
PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK RETARDASI MENTAL DITINJAU DARI KELAS SOSIAL Khoiri, Hadid
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 2 (2012): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah perbedaan tingkat penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental ditinjau dari kelas sosial. Beberapa kasus yang terjadi adalah orang tua kelas sosial tinggi menolak kehadiran anak yang mengalami retardasi mental. Idealnya, orang tua apapun kelas sosialnya bisa menerima dengan baik bagaimanapun keadaan anaknya. Penerimaan orang tua adalah suatu keadaan dimana orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian terhadap anak, dan menghargainya tanpa membeda-bedakannya. Anak retardasi mental adalah anak yang mengalami hambatan perkembangan berupa kemampuan IQ yang kurang dari 70.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan tingkat penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental ditinjau dari kelas sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak retardasi mental di SLBN Semarang. Diperoleh 38 subjek yang terbagi menjadi 5 subjek kelas sosial atas, 16 subjek untuk  kelas sosial menengah dan 17 untuk kelas sosial bawah. Metode pengumpulan data menggunakan angket kelas sosial dan skala penerimaan orang tua sebanyak 50 item. Hasil uji validitas dengan korelasi product moment diperoleh 34 aitem valid dengan kisaran koefisien validitas dari 0,339 sampai dengan 0,702. Hasil uji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach diperoleh koefisien reliabilitasnya 0,870. Hasil analisis data dengan teknik Mann Whitney menunjukkan z=0,271 dengan  P=0,787.  (P>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental ditinjau dari kelas sosial menengah dan kelas sosial bawah. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa kelas sosial yang berbeda tidak membuat penerimaaan orang tua terhadap anak retardasi mental ikut berbeda. Penyebabnya adalah tingkat kemampuan beradaptasi orang tua yang baik terhadap keadaan anak, dan penerimaan diri orang tua sendiri.  Peneliti menyarankan kepada orang tua agar lebih meningkatkan penerimaan mereka terhadap anak, karena penerimaan akan kehadiran anak akan sangat membantu dalam proses perkembangan anak. Saran bagi peneliti selanjutnya, pengambilan responden penelitian secara lebih luas, dan lebih memperhatikan faktor lain yang juga mempengaruhi penerimaan orang tua.
TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP DAN OPTIMISME PADA IBU YANG MEMPUNYAI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Nirmala, Amelia Putri
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 2 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang terlahir sempurna merupakan harapan semua orang tua. Orang tua mendambakan memiliki anak yang sehat, secara jasmani maupun rohani. Ketika mengetahui anaknya berbeda dibanding anak-anak lainnya, seringkali orang tua menunjukkan reaksi emosional tertentu. Salah satu cara rasional yang dapat dilakukan ibu untuk anak berkebutuhan khusus adalah dengan menerima keadaannya dan memberi dukungan. Penerimaan ibu terhadap anak berkebutuhan khusus dapat menghantarkan kepada makna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebermaknaan hidup dan optimisme pada ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menyekolahkan anaknya di SLB Manunggal Slawi sebanyak 99 ibu. Teknik  sampling digunakan adalah Total Sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala kebermaknaan hidup dan skala optimisme. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment. Skala kebermaknaan hidup terdiri dari 50 aitem valid dan 3 item tidak valid dan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,862. Skala optimisme dari 61 aitem valid dan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,899. Peneliti menyimpulkan hasil penelitian menunjukkan Ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus mempunyai kebermaknaan hidup dan optimisme yang tinggi sehingga seorang ibu dapat mengisi kehidupannya dengan penuh makna, mempunyai harapan masa depan, mampu berfikir positif dan mempunyai motivasi untuk memperoleh tujuan hidup yang akan membuat ibu bahagia dalam menjalani hidup.   Children who are born perfect is the hope of all parents. Parents are anxious to have children who are healthy, both physically and spiritually. When he found out his son is different than the other kids, parents often indicate certain emotional reactions. One way to do rational mothers to children with special needs is to accept the situation and provide support. Acceptance mothers of children with special needs to deliver to the meaning of life. This study aims to determine the level of meaningfulness of life and optimism in mothers who have children with special needs. This research is descriptive. The population in this study were all mothers who send their children to special schools SlawiManunggal by 99 mothers. The sampling technique used is total sampling. The research data were taken using a scale of meaningfulness of life and optimism scale. Data analysis method used is Product Moment Correlation. Meaningfulness of life scale consisting of 50 aitem valid and invalid 3 items and Cronbach alpha reliability coefficient of 0.862.Optimism scale of 61 aitem valid and Cronbach alpha reliability coefficient of 0.899. The researchers concluded the results showed mother who had children with special needs have the meaningfulness of life and optimism is high that a mother can fill his life with meaning, having hope for the future, be able to think positive and motivated to obtain life goals that will make mom happy in living life.
DAMPAK SIBLING RIVALRY (PERSAINGAN SAUDARA KANDUNG) PADA ANAK USIA DINI Triana Putri, Ayu Citra; Deliana, Sri Maryati; Hendriyani, Rulita
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SUICIDE IDEATION PADA REMAJA DI KOTA SEMARANG Pratiwi, Jeli; Undarwati, Anna
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keparahan dan intensitas suicide ideation yang terjadi pada remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja khususnya di kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Semarang yang berusia 12 sampai 22 tahun dan masih menempuh pendidikan baik di tingkat SMP dan SMA sederajat serta di Perguruan Tinggi. Teknik sampling yang digunakan diantaranya: teknik sampel random, sampel proporsional,dan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan memodifikasi pada Columbia-Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) disertai sebuah pertanyaan terbuka untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation. Hasil penelitian menunjukkan sekitar satu per tiga remaja dari 442 responden memiliki atau pernah mengalami suicide ideation. Secara umum keparahan suicide ideation yang dialami responden belum termasuk dalam kategori serius dengan intensitas rendah. Berbagai faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja, seperti: masalah keluarga, percintaan, tekanan psikologis, permasalahan yang dihadapi, kurang memperoleh perhatian, masalah di sekolah, pertemanan, harga diri rendah, tekanan sosial dan ekonomi, bosan hidup, putus asa, kesehatan, kematian seseorang, takut masa depan, dan kegagalan. Diketahui pula metode dalam suicide ideation seperti dengan overdosis obat, melompat dari ketinggian, menggunakan senjata tajam, bunuh diri di jalan, gantung diri, menenggelamkan diri, tidak makan, dan menghentikan pengobatan. The purpose of this research is to know the severity and intensity of suicide ideation happens to adolescent as well as the factors that influence suicide ideation in adolescent particularly in Semarang city. The population in this research were adolescents in Semarang aged 12 to 22 years old and still studying at both the junior and senior high school or equivalent and at college. The sampling techniques used include: random sampling technique, the sample proportionate, and accidental sampling. Method of collecting data by modifying the Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) accompanied by an open question to find out the factors that influence suicide ideation. The results showed about one-third of the 442 respondents have or had experienced suicide ideation. In general, the severity of suicide ideation experienced by respondents are not included in the serious category of low intensity. Various factors influencing suicide ideation in adolescent, such as: family issues, romance, psychological distress, problems encountered, less gained the attention, problems at school, friendship, low self esteem, social and economic pressures, bored, hopeless, health, death of a person, fear of the future, and failure. Also known as a method in suicide ideation with a drug overdose, jumping from a height, using a sharp weapon, commits suicide in the street, hanging himself, drown himself, not eating, and stopping treatment.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN DAN AKTUALISASI DIRI REMAJA PUTERA-PUTERI PENGHUNI BALAI REHABILITASI SOSIAL Sari, Kiki Pramitha
Developmental and Clinical Psychology Vol 1 No 1 (2012): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian dan aktualisasi diri pada remaja putera dan remaja puteri di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran. Penelitian menggunakan desain komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah remaja di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel diambil sebanyak 50, yaitu 25 remaja putera dan 25 remaja puteri. Variabel dalam penelitian ini adalah kemandirian dan aktualisasi diri. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yaitu skala kemandirian dan skala aktualisasi diri. Data diolah menggunakan analisis uji T atau  t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemandirian remaja putera di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran dalam kategori Tinggi (64%), dan rata-rata kemandirian remaja puteri juga dalam kategori Tinggi (68%). Rata-rata aktualisasi diri remaja putera di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran dalam kategori Tinggi (56,0%), dan aktualisasi diri remaja puteri juga dalam kategori Tinggi (60%). Hasil uji perbedaan kemandirian remaja putera dan puteri di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran diperoleh equal variance not assumed dengan nilai t sebesar -1.546, probabilitas sebesar 0,130 dengan taraf kepercayaan 95% dimana p>0,05. Kemudian hasil uji perbedaan aktualisasi diri remaja putera dan puteri di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran , juga diperoleh equal variance not assumed dengan nilai t sebesar -0.591, probabilitas sebesar 0,557 dengan taraf kepercayaan 95% dimana p>0,05. Berdasarkan hasil uji analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemandirian dan aktualisasi diri pada remaja putera dan remaja puteri di Balai Rehabilitasi Sosial “Wira Adhi Karya” Ungaran.
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET (PENELITIAN PADA WANITA DI SANGGAR SENAM RITA PATI) Husna, Nur Lailatul
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 2 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet merupakan suatu perencanaan atau pengaturan pola makan dan minum yang bertujuan untuk menurunkan berat badan  atau menjaga kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku diet adalah faktor kepribadian seseorang  yang berkaitan dengan kepercayaan diri terhadap bentuk tubuhnya.. Ketidaksesuaian antara gambaran ideal dengan persepsi terhadap diri dapat menyebabkan body image menjadi negatif Jika seseorang merasa tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya maka ia akan melakukan diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan studi populasi. Populasi pada penelitian ini adalah member di sanggar senam Rita sebanyak 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku diet dan body image. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu skala perilaku diet sebanyak 25 item dan skala body image sebanyak 27 item. Teknik uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan rumus alpha cronbach. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image masuk dalam kriteria positif. Sedangkan perilaku diet masuk dalam kriteria sedang. Hasil koefisien korelasi (r) sebesar -0,447 dengan taraf signifikan p = 0,013 dimana p < 0,05  hal ini menunjukkan ada hubungan negatif antara body image dengan perilaku diet pada wanita di Sanggar Senam “Rita” Pati.   Diet is defined as plane or arrangement of regular food and drink consumed by a person, which usually  aims to lose weight or to maintain his health. One factor commonly influences a diet program is a person’s personality relate to his self-confidence in viewing his body shape. A negative image of  one’s body shape may occur if there is incongruity between ideal conception of “good” body shape and the perception towards his body. When a person loses his self-confidence towards his body shape, he will do a diet program to get an ideal body shapeResearch is correlational research. This study uses a population study. The population in this study were member in the gymnasium Rita, there were 30 people. The variable in this study is the dietary behavior and body image. Methods of data collection in this research using psychological scales, the scale of body image of 27 items and dietary behavior scale of 25 items. Validity test technique using the product moment correlation formula and reliability test conducted with alpha cronbach formula. Methods of data analysis in this study using statistical correlation of Karl Pearson product moment. The results showed that the body image in the positive criteria. While the dietary behavior in the medium criteria. Results of correlation analysis showed the value of r = -0,447 with p = 0.013 (p <0.05) which means there is a negative relationship between body image and dietary behavior which means there is a negative relationship between body image and dietary behavior in gymnasium Rita Pati.
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL Indriyani, Sofa; Mabruri, Moh. Iqbal; Purwanto, Edy
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status tempat tinggal terhadap Subjective well-being pada lansia. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subyek pada penelitian ini berjumlah 59 orang lansia yang terdiri dari 29 orang lansia yang tinggal di panti dan 30 orang lansia yang tinggal di rumah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala penelitian yaitu skala Subjective well-being sebanyak 33 item. Metode analisis data yang digunakan tehnik statistik uji non parametrik U Mann-Whitney yang dikerjakan dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjective well-being (SWB) lansia yang tinggal bersama keluarga lebih baik dari pada lansia yang tinggal di panti. Hasil analisis menunjukkan U mann-whitney sebesar 209,000 dan probabilitas (p) sebesar 0,001. Karena p<0,05 (p=0,000 < 0,05) maka Ho diterima, atau ada perbedaan antara subjective well-being pada Lansia yang tinggal di rumah dan yang tinggal di panti. This research aims to determine the effect of residential status on Subjective well-being in the elderly. The research was a quantitative correlation. The subjects in this research amounted to 59 elderly people, including 29 elderly people living at home and 30 elderly people living at home. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The research uses the research scale is a scale Subjective well-being as much as 33 items. Methods of data analysis used non-parametric statistical techniques test Mann-Whitney U were done with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the Subjective well-being (SWB) of elderly living with family is better than the elderly living at home. The analysis showed Mann-Whitney U was 209,000 and the probability (p) of 0.001. Because p <0.05 (p = 0.000 <0.05) then Ho is accepted, or there is a difference between subjective well-being in the elderly living at home and living at home.
PENGARUH TERAPI KELUARGA MODEL SIRKUMPLEKS UNTUK MENURUNKAN FREKUENSI PENGKONSUMSIAN ZAT ADIKTIF DALAM LEM Bagaskara, Dinar Hastha
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POSTPARTUM BLUES SYNDROME PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA Jayasima, Allades Monalisa; Deliana, Sri Maryati; Mabruri, Moh. Iqbal
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana postpartum blues syndrome pada kelahiran anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitian ini yaitu dua orang ibu postpartum anak pertama. Penelitian ini penting karena postpartum blues syndrome dapat berkembang menjadi depresi postpartum bila tidak tertangani dengan baik, sedangkan postpartum blues syndrome biasanya dianggap sebagai hal wajar karena aktivitas hormon sementara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami postpartum blues yang kemunculannya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang cenderung berperan dari kedua subjek adalah faktor latar belakang psikososial, dimana kedua subjek kurang mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Faktor lain yang juga mencolok, pada subjek pertama adalah faktor pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan, dan pada subjek kedua merupakan faktor fisik. This study attempted to describe more clearly and deeply about how the postpartum blues syndrome at birth of the first child. This study uses interviews and observation method. Subjects in this study are two mothers after bearing first child. This study is important because postpartum blues syndrome can be postpartum depression if it is not good handled, and postpartum blues syndrome usually believed as a natural condition because of several horon activity. The results of this study indicate that the two mothers experiencing postpartum syndrome its apparition because of some factor. Factors that give an impact from the two subject are the psychosocial factor, where both subjek getting less of support from closest people. The other factor which also strike, at the first subject is the experience of bearing and pregnancy process, and at the second subject are physical factor.