cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN DI DESA BULAWAN II, KECAMATAN KOTABUNAN, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokoagow, Djirhan; Sondakh, Srie J.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24396

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi nelayan di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dimana penelitian bersifat deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan suatu kenyataan sosial dengan jalan mendeskripsikan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala, kelompok tertentu berkenaan dengan masalah unit yang diteliti dalam masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan penangkap ikan di Desa Bulawan II, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Berdasarkan pengamatan awal jumlah populasi nelayan yang ada di Desa Bulawan II sebanyak 23 orang. Sampel yang diambil sebesar 20% atau sebanyak 20 orang dengan menggunakan metode pengambilan secara acak sederhana atau simple random sampling. Keberadaan nelayan di Desa Bulawan II sampai saat ini belum banyak diberitakan baik berupa tulisan-tulisan ilmiah maupun penelitian-penelitian, bacaan-bacaan berbentuk artikel dan lain sebagainya, sehingga perlu adanya penelitian yang mengungkapkan tentang keadaan kondisi sosial ekonomi nelayan.
MANAJEMEN USAHA SOMA PAJEKO DI DESA KUMO KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Boloha, Wiwin Brenda; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13405

Abstract

Abstract This study researched the business management of purse seine net ini Kumo Village. The study is aimed at knowing the business management of purse seine net which includes working capital, work force, catching operation, marketing of yiedls of catch, and product, sharing system. Based on the study, the capital needed is in the amount of 396.250.000. While the manpower needed are 18-20 persons, the catching operation is conducted sat nigt, the marketing system in the from fisherman, fish anction market (TPI), middlemen, consumers, but some of the catch (fish) are sold to trading middleman who buys directly from fisherman at fishing ground, and then sold to consumers. The product. Sharing system is 50% for the owner and 50% for the working fisherman. Key Words: Business management, purse seine net, Kumo Village Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha soma pajeko di Desa Kumo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen usaha soma pajeko yang mencakup modal usaha, tenaga kerja, operasi penangkapan, pemasaran hasil tangkapan, sistem bagi hasil. Berdasarkan hasil penelitian, modal yang dibutuhkan sebesar Rp. 396.250.000. Tenaga kerja yang butuhkan 18-20 orang, operasi penangkapan dilakukan pada malam hari, sistem pemasaran dari nelayan, TPI, pedagang perantara, konsumen, tetapi ada juga yang dijual pada pedagang perantara (petibo) yang langsung menemui nelayan di daerah penangkapan kemudian dijual ke konsumen. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Kata kunci: Manajemen Usaha, Soma Pajeko, Desa Kumo
ANALISIS SENSITIVITAS USAHA BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Japsamsah, Christy Indrisuwarni; Dien, Christian R.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 4 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.4.2014.13400

Abstract

Abstract This research and study aims to identify and analyze the constraints on farming Tilapia fish. With this study, fish farmers in Tatelu village are expected to be able to avoid obstacles that could occur in the future and be able to know how feasible the Tilapia fish farming in Tatelu village when confronted with such obstacles. The feasibility analysis results of the Tilapia fish farming in the Tatelu village with NPV value (185.492.052,61), IRR (109,99%), and B/C Ratio (1,49), which means the business is feasible to run. The sensitivity analysis results on the component cost reduction and decrease in production at a rate of 5; 10; 15% have not affected the eligible value of NPV, IRR and B/C Ratio. The decline in prices as well as production at a rate of 34% led to the cultivation of Tilapia fish in the Tatelu village is not feasible. While the sensitivity analysis on the increase in fixed costs and variable costs at a rate of 5; 10; 15% have not affected the eligible value of NPV, IRR, and B/C Ratio. Increased fixed costs do not have a significant impact on business continuity and the increase in variable costs 54% could affect the continuity of farming. Key words : constraint, fish farmer, eligible value, sensitivity analysis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala pada usaha budidaya ikan nila dan menganalisis kendala-kendala pada usaha budidaya ikan nila. Penelitian ini diharapkan para petani ikan di desa Tatelu dapat menghindari kendala-kendala yang dapat terjadi dikemudian hari dan dapat mengetahui budidaya ikan nila di desa Tatelu seberapa layak untuk tetap dilaksanakan saat dihadapkan pada kendala-kendala usaha budidaya. Hasil analisis kelayakan usaha budidaya ikan nila di desa Tatelu dengan nilai NPV (185.492.052,61), IRR (109,99%), dan B/C Ratio (1,49) sehingga usaha ini layak untuk dijalankan. Hasil analisis sensitivitas pada komponen penurunan biaya dan penurunan produksi pada tingkat 5 ; 10 ; 15% belum mempengaruhi nilai NPV, IRR dan B/C Ratio yang layak. Penurunan harga dan penurunan produksi pada tingkat 34% menyebabkan usaha budidaya ikan nila di desa Tatelu menjadi tidak layak untuk dijalankan. Sedangkan analisis sensitivitas pada kenaikan biaya tetap dan biaya variabel pada tingkat 5 ; 10 ; 15% belum mempengaruhi nilai NPV, IRR dan B/C Ratio yang layak. Peningkatan biaya tetap tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap kelangsungan usaha dan peningkatan biaya variabel 54% dapat mempengaruhi kelangsungan usaha budidaya. Kata Kunci : kendala, petani ikan, nilai kelayakan, analisis sensitivitas
COVER, PENGANTAR REDAKSI, DAFTAR ISI Akulturasi, Cover Jurnal
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16993

Abstract

cover, pengantar redaksi, daftar isi
RANTAI NILAI PRODUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BUKU UTARA KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Bilangua, Wandris G.F.; Rarung, Lexy K.; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24393

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai nilai produk budidaya rumput laut mulai dari penjual pertama atau pembudidaya rumput laut sampai pada pembeli terakhir dan mengidentifikasi rantai nilai produk budidaya rumput laut di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian rantai nilai produk budidaya rumput laut yang ada di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, mulai dari petani rumput yang membudidaya rumput laut tersebut, kemuadian Dinas Perikanan Provinsi membeli rumput laut sebanyak 2 ton per musim (rumput laut basah) dengan harga Rp 7500,-/kg, jadi total 2.000 kg x Rp 7500,- = Rp 15.000.000,-. Sedangkan untuk rumput laut kering dijual ke toko Mahau dengan harga Rp 20.000,-/kg sebanyak 200 kg rumput laut per musim, jadi totalnya untuk rumput laut kering Rp 4.000,-.
EKSISTENSI PEDAGANG PERANTARA DI TPI KALI JENGKI KELURAHAN CALACA KOTA MANADO Manangkot, Meyne Gretty; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13407

Abstract

Abstract The activity of the broker usually encompass like searching for information about fisherman existence. They have usually like a marketing chain system which start from thecommunicator and furnisher, after that, the communicator/furnisher contact and in fleeting oftime, the trader has coming and bring a vehicle like a truck, scales and money cash and afterbeing pondered, the fisherman has received the money or waiting for the salling result suitable within the first deal directly. This activity of the broker is a existence form related function ofbroker as intermediation on buying and selling fisheries result. The broker is intermediation agen buying and selling fisheries result. This important role iscause by facilities and infrasructur domination of buying and selling fisheries result related. Thisresearch intend to specify of procedur domination facilities and infrasructur related existencefisheries result broker and to specify broker existence determinants factor fisheries result in TPI Kali Jengki Kelurahan Calaca Kota Manado. Data aggregation technic do with survey procedure, which direcly observation and direcly observation in some community, in this point is a broker. To aggregation data with direcly interview procedure and questionnaiires for the primer data. Primer data is a data who find which visit and interview all the respondents directly, withpolite and good manners attitude and easy language. While it, a secondary data is a data who findwhich by copying statistical data through in relevant agencies offices. This research result has showing business experience are important existence factor as fisheries result broker, ownership of capital goods and trust in borrow capital goods become success key of broker and domination market link via authorization system information that givea broker ability as a risk taker fisheries result which too easy having damage if not as soon asbring to a consumer for prepared and preserved. Key words : existence, broker, intermediation agen, risk taker   Abstrak Aktivitas pedagang perantara biasanya meliputi mencari informasi tentang keberadaan para nelayan, biasanya mempunyai rantai sistem pemasaran yang dimulai dari adanya penghubung dan pemberi informasi, setelah itu, penghubung/pemberi informasi mengkontak dan dalam waktu sekejap pedagang perantara pun langsung datang dengan membawa alat angkut berupa truk, alat timbang dan uang cash /tunai, dan setelah ditimbang, nelayan langsung menerima uang atau menunggu hasil penjualan sesuai dengan kesepakatan awal. Kegiatan pedagang perantara ini merupakan bentuk eksistensi terkait fungsi pedagang perantara sebagai intermediasi dalam pembelian dan penjualan hasil perikanan. Pedagang perantara merupakan agen intermediasi pembelian dan penjualan hasil perikanan. Peran penting ini disebabkan penguasaan fasilitas dan infrastruktur terkait pembelian dan penjualan hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan menentukan cara penguasaan fasilitas dan infrastruktur terkait eksistensi pedagang perantara hasil perikanan dan menentukan factor penentu eksistensi pedagang perantara hasil perikanan di TPI Kali Jengki Kelurahan Calaca Kota Manado. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei, yaitu observasi langsung atau pengamatan secara langsung pada suatu komunitas, dalam hal ini pedagang perantara. Data dikumpulkan menggunakan cara wawancara langsung dan kuisioner untuk data primer. Data primer ialahdata yang diperoleh melalui kunjungan dan wawancara pada responden secara langsung, dengan sikap yang sopan dan ramah serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Sedangkan data sekunder ialahdata yang diperoleh dengan cara mengutip data statistik melalui kantor?kantor atau instansi?instansi yang terkait. Hasil penelitian menunjukan pengalaman usaha merupakan factor penting eksistensi sebagai pedagang perantara hasil perikanan, kepemilikan barang modal dan kepercayaan dalam pinjam-meminjam barang modal menjadi kunci sukses pedagang perantara, dan penguasaan jaringan pemasaran melalui penguasaan sistem informasi dapat memberikan kemampuan pedagang perantara sebagai risk taker hasil perikanan yang mudah mengalami kerusakan jika tidak segera ditibakan kekonsumen untuk diolah dan atau diawetkan. Kata kunci : eksistensi, pedagang perantara, agen intermediasi, risk taker
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS) DI DESA TATELI DUA KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Binei, Maria; Manoppo, Victoria E.N.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13953

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kelayakan usaha pembenihan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara dari aspek finansialnya dan Untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang turut mempengaruhi dalam usaha pembenihan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil analisis secara finansial, usaha pembenihan ikan lele sangkuriang di Desa Tateli Dua tersebut sangat layak dijalankan karena semua nilai Operating Profit positif , Profit Rate dari usaha tersebut mencapai 31%, nilai BCR > 1, usaha tersebut termasuk kategori sangat baik karena mempunyai nilai rentabilitas >100%, BEP atau titik impas tidak sama yaitu BEP penjualan Rp. 8.607.285, BEP satuan 8.197 ekor. tingkat pengembalian investasi dari usaha pembenihan ikan lele sangkuriang tersebut sangat layak dijalankan karena dapat mengembalikan investasi kurang dari 1 tahun, yaitu 0,5 tahun. Kata Kunci : Analisis Finansial, Usaha, Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang, Kecamatan Mandolang Abstrack This study aims to determine the feasibility of hatchery fish catfish (Clarias gariepinus) in the village of Tateli Two sub district Mandolang Minahasa North Sulawesi province of aspects of financial and To describe what factors are also influencing the business hatchery fish catfish (Clarias gariepinus) Village Tateli Two subdistrict Mandolang Minahasa North Sulawesi Province. Based on the analysis in the financial, business hatchery fish catfish in the village Tateli Two is very viable for all grades Operating Profit positive, Profit Rate of the effort reaches 31%, the value of BCR> 1, these efforts included the very good category because it has the value of earnings > 100%, BEP or break-even point at which the sale of BEP Rp. 8,607,285, 8,197 units BEP tail. the return on investment of catfish fish hatchery operations is very viable because it can recover the investment of less than one year, which is 0.5 years. Keywords: Financial Analysis, Business, Catfish Hatchery Sangkuriang, District Mandolang
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL DI KELURAHAN MALALAYANG SATU TIMUR KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Tuwo, Avila C.; Rarung, Lexy K.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24404

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelaah keadaan umum keluarga nelayan tradisional di Kelurahan Malalayang Satu Timur Kecamatan Malalayang Kota Manado, Selain itu juga untuk menelaah pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Populasi dalam penelitian ini adalah 64 keluarga nelayan tradisional yang ada di Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan I dan Lingkungan II. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 keluarga nelayan (45% dari keselurahan populasi) yang mempunyai anak. Hasil penelitian pada pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Kelurahan Malalayang Satu Timur didapatkan hasil: Pola asuh otoriter yaitu 80% dan 60% bentuk pola asuh anak harus tunduk dan patuh pada kehendak orang tua, selanjutnya 10% dan 35 % kontrol orang tua terhadap anak sangat ketat, 10% dan 5% orang tua tidak kompromi dengan anak (komunikasi 1 arah). Bentuk pola asuh permisif yakni sebanyak lebih dari setengah (60% dan 90% orang tua memberi kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya sedangkan 40% dan 10% tidak pernah menghukum anak. Bentuk pola asuh demokratis yakni sebanyak 40 dan 45% orang tua memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan buruk, sedangkan responsif terhadap kebutuhan anak, realistis terhadap kemampuan anak dan orang tua bersikap hangat dan berupaya membimbing anak.
SISTEM PEMASARAN IKAN CAKALANG FUFU DI KELURAHAN SINDULANG SATU KOTA MANADO Bawinto, Yulanda O; Suhaeni, Siti; Wagiu, Max H
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12986

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui sistem pemasaran atau saluran pemasaran ikan cakalang fufu dari Kelurahan Sindulang I dan mengetahui margin pemasaran pada tiap saluran pemasaran. Dasar penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua produsen pengolah ikan cakalang fufu di Kelurahan Sindulang I dan pedagang yang menyalurkannya. Produsen ikan cakalang fufu ada tiga orang, metode pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu data yang diambil dari seluruh populasi. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer di kumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuisioner. Sedangkan data sekunder hanya mengutip dari data yang sudah ada di kantor-kantor yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian diketahui bahwa di Kelurahan Sindulang I terdapat tiga produsen pengolah ikan cakalang fufu, yang masing-masing di beri nama sederhan I, sederhana II, dan sederhana III. Setiap usaha mempunyai saluran pemasaran sendiri-sendiri. Meski setiap usaha mempunyai saluran pemasaran sendiri-sendiri tetapi hanya ada dua macam saluran pemasaran ikan cakalang fufu di Kelurahan Sindulang I. Pertama yaitu dari produsen langsung ke konsumen, dan yang kedua dari produsen melalui pasar swalayan kemudian ke konsumen. Pasar swalayan yang menyalurkan ikan cakalang fufu dari Kelurahan Sindulang I adalah Golden, Multimart, Freshmart, dan Kawanua. Setiap swalayan memberikan kemasan sendiri-sendiri sehingga harga yang ditawarkan juga bervariasi. Adapun yang paling bagus adalah Saluran I karena mempunyai margin sama dengan nol, sebab produsen menjual langsung kepada konsumen sehingga yang diterima produsen sama dengan yang dibayarkan oleh konsumen. Adapun Saluran II yang mempunyai margin terkecil adalah ikan cakalang fufu yang di pasarkan dari sederhana II melalui Multimart Swalayan yaitu hanya Rp.10.800/gepe, sedangkan yang terbesar adalah yang di salurkan dari sederhana II melalui freshmart swalayan yaitu Rp.52.600/kg. Margin ikan cakalang fufu yang disalurkan melalui Golden swalayan yaitu dari sederhana I sebesar Rp.34.000/kg, dan yang disalurkan melalui Kawanua sebesar Rp.30.000/kg. Dari ketiga produsen yang ada di Sindulang I yang terbaik pemasarannya adalah sederhana III, karena produsen memasarkan langsung ke konsumen sehingga marginnya sama dengan nol, walaupun ketiga produsen tersebut menetapkan harga jual yang sama yaitu Rp.35.000/kg. Kata kunci : Sistem Pemasaran Ikan Cakalang Fufu.   ABSTRACT This study aims to determine the system of marketing or marketing channels skipjack fufu of Sindulang Village I and determine the marketing margin on each marketing channel. Basic research is a case study. The population in this study is all producers of tuna fish processing Sindulang fufu in the Village I and merchant channel. Manufacturer tuna fufu there are three people, the data retrieval methods using census data taken from the entire population. Data collected in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews, observation, and questionnaires. While secondary data only quote from data that already exist in offices related to this research. The survey results revealed that in Sub Sindulang I there are three fufu manufacturers? tuna processors, each of which was named sederhan I, II simple, and modest III. Every business has its own marketing channels. Although every effort has its own marketing channels but there are only two kinds of tuna fufu marketing channels in the Village of Sindulang I. First ie from the producer directly to consumers, and the second from the manufacturer through the supermarket and then to consumers. Supermarket channel tuna fufu from District Sindulang I is Golden, Multimart, Freshmart, and Kawanua. Each self-provide their own packaging so that the price offered is also varied. As for the best are the first line because it has a margin equal to zero, because manufacturers sell directly to consumers so received by producers similar to those paid by consumers. The Channel II which has the smallest margin is tuna fufu is marketed from simple II through Multimart Supermarkets are only Rp.10.800 / gepe, while the largest is that of simple II channeled through supermarkets Freshmart is Rp.52.600 / kg. Margin tuna fufu channeled through supermarkets Golden ie from simple I amounted Rp.34.000 / kg, and channeled through Kawanua amounting to Rp 30,000 / kg. Of the three manufacturers in Sindulang I best marketing is simple III, for producers to market directly to the consumer so that the margin is equal to zero, although the three producers set the price of the same is 35,000 / kg. Keywords: Marketing Systems Skipjack Fufu.  
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI MELALUI PENINGKATAN USAHA PROMOSI DI DESA BAHOI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18507

Abstract

AbstractIbM activities in Bahoi Village have been implemented to promote the potential of marine ecotourism. The sustainability of coastal resources with 4 ecosystems (beaches, mangrove, seagrass, and coral reefs) is the spearhead of marine ecotourism promotion. The openness of the people of Bahoi Village to receive domestic and foreign guests as well as road infrastructure to the village also become a plus attraction in promotional activities.In addition to promotional enhancement, training activities are also carried out by the Team of Dikti Dikti Faculty of Fisheries and Marine Science UNSRAT. Training activities referred to, namely graphic photo training and image processing for the purpose of marine ecotourism promotion. Activities intended for the village community after completion of this activity, can up to date information about marine ecotourism, both information photo natural resources, as well as documentation of social and cultural activities that can attract tourists through promotional efforts. Promotion is also done through mass media (Our Newspapers, Posters, and Neon Box).The result of devotion has been done by IbM Team, it can be concluded: 1) The potential of marine ecotourism in Bahoi Village has not been maximally promoted, although there have been several visits from domestic and foreign tourists, 2) Completeness of tropical coastal ecosystem which is still preserved in Bahoi Village besides potential for maritime tourism, also highly compatible for research or educational purposes, 3) promotional activities through personal contacts, has resulted in visits from US tourists for snorkeling and German tourists for research purposes; and 4) results of the IbM Team's promotion to FPIK UNSRAT , has resulted in student visits doing practical activities, so that people's income can be increased through the provision of accommodation and consumption. Likewise, tourists who come for diving and snorkeling contribute not only accommodation and consumption, as well as diving equipment rental.The result of this activity requires several follow up actions: 1) the need for District level Government support for the regulation and sanction of coastal environment protection of Bahoi Village; and 2) The need for proposed research activities related to the capacity building of village communities in supporting marine ecotourism. Keywords: coastal ecosystem, ecotourism, promotion, income AbstrakKegiatan IbM di Desa Bahoi telah terlaksana untuk mempromosikan potensi ekowisata bahari. Kelestarian sumberdaya wilayah pesisir dengan 4 ekosistem (pantai, mangrove, lamun, dan terumbu karang) merupakan ujung tombak promosi ekowisata bahari. Keterbukaan masyarakat Desa Bahoi menerima tamu domestik dan manca negara serta infrastruktur jalan raya menuju desa turut menjadi daya tarik plus pada kegiatan promosi.Selain peningkatan promosi, kegiatan pelatihan juga dilaksanakan oleh Tim IbM Dikti Fakultas Perikanan danIlmu Kelautan UNSRAT. Kegiatan pelatihan dimaksud, yaitu pelatihan foto grafi dan pengolahan gambar untuk tujuan promosi ekowisata bahari. Kegiatan dimaksudkan agar masyarakat desa setelah selesai kegiatan ini, dapat meng-up to date informasi tentang ekowisata bahari, baik informasi foto sumberdaya alam, maupun dokumentasi aktivitas sosial dan budaya yang dapat menarik wisatawan melalui usaha promosi. Promosi juga dilakukan melalui media massa (Koran SWARA Kita, Poster, dan Neon Box).Hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh Tim IbM, dapat disimpulkan : 1) Potensi ekowisata bahari di Desa Bahoi belum maksimal dipromosikan, walaupun sudah ada beberapa kunjungan dari wisatawan domestik dan manca negara, 2) Kelengkapan eksosistem pesisir tropis yang masih terpelihara di Desa Bahoi selain potensial untuk wisata bahari, juga sangat kompetibel untuk kepentingan penelitian atau wisata pendidikan, 3) Kegiatan peningkatan promosi melalui hubungan personal, telah menghasilkan kunjungan dari turis Amerika Serikat untuk tujuan snorkling dan turis Jerman untuk tujuan penelitian, dan 4) Hasil promosi Tim IbM ke FPIK UNSRAT, telah menghasilkan kunjungan mahasiswa melakukan kegiatan praktek, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat melalui penyediaan akomodasi dan konsumsi. Demikian juga turis yang datang untuk penyelaman dan snorkling memberikan kontribusi bukan saja akomodasi dan konsumsi, juga penyewaan peralatan selam.Hasil kegiatan ini memerlukan beberapa tindak lanjut berupa : 1) perlu adanya dukungan Pemerintah setingkat Kabupaten untuk peraturan dan sanksi perlindungan lingkungan pesisir Desa Bahoi; dan 2) Perlunya usulan kegiatan penelitian terkait pengembangan kapasitas masyarakat desa dalam menunjang ekosiwisata bahari. Kata Kunci: ekosistem pesisir, ekowisata, promosi, pendapatan

Page 1 of 15 | Total Record : 145