cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Beauty and Beauty Health Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
KELAYAKAN LIMBAH BIJI AVOKAD SEBAGAI SOUVENIR PERNIKAHAN Arvi, Faiza Hanida; Krisnawati, Maria
Beauty and Beauty Health Education Vol 9 No 1 (2020): March 2020
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v9i1.35859

Abstract

Abstract. Many souvenir crafters competing to create the latest innovations to attract market attention, one of which uses avocado seeds. Avocado fruit is the fruit that is included most often consumed. Avocado fruit can be used as food or drinks. Avocado seed waste is often found in markets, in juice stalls or in residential waste. This if left in a short time span will cause a foul odor that disturbs public health and air pollution. The purpose of this study was to determine the feasibility of wedding souvenirs from avocado seed waste in terms of preference and sensory tests. This research method uses an experimental method with one-group pretest-posttest design. The data analysis technique used is descriptive percentages. The results showed that avocado fruit waste as a wedding souvenir was declared very feasible in the sensory test with an average percentage of 97% and was declared very preferred in the favorite test with a percentage of 92%. The conclusion of this research is that avocado fruit waste as a souvenir is stated to be very valid to be tested and used at weddings. The product was also declared to be very feasible based on sensory test results and was highly favored based on the preferred test results.Keywords: Wedding Souvenirs, Avocado Seed Waste Abstrak. Banyak perajin souvenir berlomba-lomba menciptakan inovasi terbaru untuk menarik perhatian pasar salah satunya menggunakan biji buah avokad. Buah avokad merupakan buah yang termasuk paling sering dikonsumsi. Buah avokad dapat dijadikan makanan ataupun minuman. Limbah biji avokad banyak dijumpai di pasar, di warung jus ataupun di sampah perumahan. Hal tersebut jika dibiarkan dalam jangkauan waktu cukup pendek akan menimbulkan bau busuk yang mengganggu kesehatan masyarakat dan pencemaran udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan souvenir pernikahan dari limbah biji avokad ditinjau dari uji kesukaan dan uji indrawi. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan limbah biji buah avokad sebagai souvenir pernikahan dinyatakan sangat layak pada uji inderawi dengan persentase rata-rata 97% dan dinyatakan sangat disukai pada uji kesukaan dengan persentase 92%. Simpulan dari penelitian ini adalah limbah biji buah avokad sebagai souvenir dinyatakan sangat valid untuk diujikan dan digunakan pada acara pernikahan. Produk tersebut juga dinyatakan sangat layak berdasarkan hasil uji inderawi dan sangat disukai berdasarkan hasil uji kesukaan. Kata kunci: Souvenir Pernikahan, Limbah Biji Avokad
EFEKTIVITAS LULUSAN PELATIHAN TATA KECANTIKAN DI BLK KOTA SEMARANG SESUAI BIDANG YANG DILATIH TAHUN 2017 Zahro, Ismiatu; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 9 No 1 (2020): March 2020
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v9i1.36092

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih belum menjadi tolak ukur kesejahteraan, tingkat keberhasilan masyarakat terbukti masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. yang disebabkan karena kurangnya keterampilan yang kompetensi dibidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lulusan pelatihan tata kecantikan di BLK Kota Semarang sesuai bidang yang dilatih tahun 2017. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif non eksperimental. Teknik pengambilan data menggunakan survei, angket, dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lulusan tata kecantikan di BLK Kota Semarang tahun 2017 yang berjumlah 32 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penilaian pada variabel Balai Latihan Kerja mendapatkan nilai 91,08% dengan kriteria sangat sesuai. Variabel peserta pelatihan mendapatkan nilai 85,31% dengan kriteria sangat sesuai. Variabel lulusan mendapatkan nilai 87,29% dengan kriteria sangat sesuai. Simpulan dari penelitian ini yaitu mayoritas lulusan pelatihan tata kecantikan di Balai Latihan Kerja Kota Semarang tahun 2017 efektivitas nya sudah baik dan sesuai dengan bidangnya yang dilatih. Kata kunci: Efektivitas, Pelatihan Tata Kecantikan, Balai Latihan Kerja
KELAYAKAN HAIR TONIC JERAMI PADI DAN DAUN MANGKOKAN UNTUK MENGURANGI KERONTOKAN RAMBUT Sofa, Sofa; Marwiyah, Marwiyah
Beauty and Beauty Health Education Vol 9 No 1 (2020): March 2020
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v9i1.36767

Abstract

  Jerami padi dan daun mangkokan mengandung berbagai komponen senyawa dan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan rambut yang dapat dijadikan sebagai hair tonic perawatan rambut untuk mengurangi kerontokan rambut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui validitas dan kelayakan hair tonic jerami padi dan daun mangkokan untuk mengurangi kerontokan rambut. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian eksperimen pretest dan posttest group design. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian validitas produk mendapatkan nilai 94,7% ?sangat valid?. Hasil uji inderawi mendapatkan nilai 94,7% ?sangat layak?, uji kesukaan mendapatkan nilai 93,3% sangat disukai responden, uji klinis dinyatakan ?layak? dibuktikan adanya perubahan kerontokan rambut responden sebelum dan sesudah menggunakan hair tonic jerami padi daun mangkokan 25% dari hasil nilai sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Simpulan hair tonic jerami padi dan daun mangkokan dinyatakan valid berdasarkan hasil uji validator, dan dinyatakan layak berdasarkan hasil uji inderawi, uji kesukaan, dan uji klinis. Saran untuk peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini, peneliti berharap keterbatasan pada penelitian ini dapat diatasi. Kata Kunci : Jerami Padi, Daun Mangkokan, Hair Tonic, Kerontokan Rambut
PENGARUH NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP RAMBUT BERKETOMBE (DANDRUFF) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN Apriyani, Delta; Marwiyah, Marwiyah
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memanfaatkan buah nanas dalam merawat rambut berketombe merupakan hal yang sangat mudah. Peneliti memberikan informasi bagi masyarakat guna untuk memanfaatkan buah nanas sebagai kosmetik perawatan rambut berketombe, hasil dari penelitian ini dapat dilihat dengan kasat mata. Metode dalam penelitian ini ialah metode eksperimen, teknik analisis data yang di gunakan adalah uji t. Variabel bebas yang digunakan adalah kandungan buah nanas (ananas comosus), variabel terikat dalam penelitian ini adalah rambut berketombe. Hasil penelitian yang dilihat dengan kasat mata menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan dari buah nanas (ananas comosus) untuk mengatasi rambut berketombe. Saran dari peneliti adalah perlu adanya pempublikasian buah nanas yang dapat digunakan untuk kosmetik perawatan rambut berketombe.Utilizing pineapple in treating dandruff hair is very easy. Researchers provide information to the public in order to take advantage of the pineapple fruit as dandruff hair care cosmetics, the results of this study can be seen with the naked eye. The data analysis technique used is the t test. The independent variable used is the content of pineapple (ananas comosus), the dependent variable in this study is dandruff hair. The results of the study showed concrete evidence that there is a very significant influence of pineapple  fruit to overcome dandruff hair. Advice from research is the need for publication of pineapple fruit can be used for hair care cosmetics dandruff. 
PENGARUH HAIR TONIC LIDAH MERTUA (Sanseviera Trifasciata Prain) dan SELEDRI (Apium Graveolens Linn)” Untuk MENGURANGI RAMBUT RONTOK Nurjanah, Nurjanah; Krisnawati, Maria
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji kesukaan hair tonic lidah mertua dan seledri yang meliputi warna, aroma, dan kesan pemakaian, mengetahui pengaruh hair tonic lidah mertua dan seledri untuk mengurangi rambut rontok. Penelitian eksperimen dengan objek penelitian hair tonic lidah mertua dan seledri. Jumlah sampel yang diambil 9 orang responden yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok produk yaitu H1 (40ml:40ml), H2 (53ml:27ml), H3 (27ml:53ml). Analisis data  menggunakan Anava Tunggal. Hasil analisis Anava sebelum pemakaian dan setelah membuktikan bahwa terdapat pengaruh diantara ketiga hair tonic setelah pemakaian menjadi berkurang setelah perawatan rambut rontok. Simpulan 1) hair tonic disukai adalah hair tonic lidah mertua dan seledri dengan proporsi 53ml:27 ml yang memiliki kriteria berwarna coklat muda dan tampak bening, beraroma khas menthol, khas lidah mertua dan khas seledri, dioleskan di kulit kepala tidak perih. 2) Ada pengaruh penggunaan ketiga komposisi hair tonic lidah mertua. Dari ketiga hair tonic, yang paling berpengaruh pada rambut rontok adalah hair tonic H3 (27ml:53ml) banyak seledri dibanding lidah mertua.The purpose of this study was to find the fondness test result of hair tonicsmade from sansevieria and celery, which consisted of color, scent, and the impression of its application. In addition, this study was implemented to find out the effect of sansevieria and celery hairtonics toward hair loss.The method of this study was experimental research, with sansevieria and celery hair tonic as the research objects. The samples which were taken from ninerespondents were classified into three groups: H1 (40ml: 40ml), H2 (53ml: 27ml), H3 (27ml: 53ml). The data analysis was done by using Single ANOVA. The ANOVA test prior and after the experiment showed that there were differences among the three hair tonics. The first conclusion (1), the most preferred hair tonic was sansevieria and celery hair tonic with 53 ml : 27 ml proportion, which has the criteria of light brown coloured, clear looking, has menthol scent (typical of sansevieria and celery), and not sore when applied on the head. The second conclusion (2), ANOVA results were increased based on the values retrieved prior and after the use of hair tonic, with an average H1value (40ml: 40ml) in which the average hair loss was reduced from 106 to 48 strands, H2 (53ml: 27ml) in which the average hair losswas reduced from 101 to 50 strands, and H3 (27ml: 53ml) in which the average hair loss was reduced from 102 to 54 strands. Of the three hair tonics, the most influential toward hair loss was H3 (27ml: 53ml) which has more portion of celery than sansevieria
PEMANFAATAN TEH DAN JERUK NIPIS UNTUK MENCERAHKAN KULIT WAJAH WANITA Dewayanti, Devita Agni; Marwiyah, Marwiyah
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : Mengetahui pemanfaatan teh dan jeruk nipis untuk mencerahkan kulit wajah wanita. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Tes untuk mengukur instrumen ini memiliki tingkat reliabilitas 0,720. Populasinya adalah Mahasiswi Pendidikan Tata Kecantikan dan tata busana angkatan 2010 yang mempunyai jenis kulit wajah kering dengan sampel yang diambil sejumlah 10 orang. Variabel bebas adalah pemanfaatan teh dan jeruk nipis dan variabel terikat adalah kecerahan kulit wajah. Analisis data  menggunakanuji t test. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  observasi. Nilai rata-rata sebelum perlakuan 5,097 sedangkan sesudah perlakuan 7,631 Berdasarkan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel yaitu  28,79 > 3,33, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teh dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit wajah wanita.The purpose of this study is: Knowing the use of tea and lemon juice to brighten the skin of women. This research method is experimental method. Tests to measure the reliability of this instrument has a level of 0,720. Tata Education student population is Beauty and fashion class of 2010 who have dry skin type with samples taken some 10 people. The independent variable was the use of tea and lime and the dependent variable is the brightness of the skin. Analysis of the data menggunakan uji t test. Data collection methods were used, namely documentation and observation. The average value before treatment after treatment whereas 5,097 7,631 Based on the hypothesis test obtained t count> t table is 28.79> 3.33, then Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that tea and lime can be used to brighten the skin of women.
HUBUNGAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SMK NEGERI 6 SEMARANG Hidayantika, Rina; Ihsani, Ade Novi Nurul
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengalaman pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XII bidang kecantikan SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, Populasinya 66 teknik pengambilan sampel dengan probability sampling sebanyak 55. Variabel bebas adalah pengalaman Praktik Kerja Industri dan variabel terikat adalah minat berwirausaha bidang kecantikan. Analisis data   menggunakan korelasi Product moment. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  kuesioner. Hasil analisis korelasi Product moment membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri dengan minat berwirausaha bidang kecantikan. Ini dibuktikan dengan nilai Rxyhitung>Rxytabel yaitu 0,326> 0,266.The purpose of this study was to determine the relationship of work-practice experience of the industry interest in entrepreneurship students of class XII SMK Negeri 6 beauty field Semarang 2012-2013 school year. This research is ex post facto, 66 population sampling technique with probability sampling as many as 55 independent variable is Employment Practices Industry experience and the dependent variable is the interest in entrepreneurship field of beauty. Analysis of the data using the Product moment correlation. Data collection methods were used, namely documentation and questionnaires. Product moment correlation analysis results prove that there is a significant relationship between the experience of the industry work practice with interest in entrepreneurship field of beauty. This is evidenced by the value Rxyhitung> Rxytabel ie 0.326> 0.266.   
KUALITAS RIAS PENGANTIN JOGJA PAES AGENG PADAN PARAS DI KABUPATEN SEMARANG Puspitasari, Diah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rias pengantin putri Jogja paes ageng padan paras di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang yang meliputi, Ungaran, Bergas, Salatiga, dan Ambarawa dengan subyek para perias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada ketua Harpi Melati, dan wakil para perias pengantin di Kabupaten Semarang. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan Trianggulasi. Analisis data kualitatif ini dilakukan melalui langkah: reduksi, klasifikasi, interprestasi, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum rias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang memiliki kualitas yang baik, dan hal ini berhubungan dengan pendidikan, keterampilan, peralatan, kosmetika, teknik dan busana. Sementara itu, ditinjau dari faktor fisik pengantin kualitas riasan berhubungan dengan bentuk wajah, bagian wajah, warna dan jenis kulit, serta kondisi psikis. Para perias sebaiknya memperhatikan busana pakem Jogja paes ageng yaitu busana dodotan2, banyak mengikuti kegiatan seminar maupun studi banding, dan diperlukan promosi hasil riasan.His research aim to know the quality of bride makeup of Jogja ageng paes putri correspond face in Sub-Province of Semarang. Research conducted in Sub-Province of Semarang covering, Ungaran, Bergas, Salatiga, and Ambarawa with subyek bride makeup person of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview to chief of Harpi Jasmine, and proxy bride makeup person in Sub-Province of Semarang. The technic of authenticity data with Triangulating. Analysis Data qualitative this pass step: discount, classification, interprestasi, and presentation of data, and also withdrawal of conclusion. Pursuant to result of research can be concluded that in general rias pengantin of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang have the quality of good, and this matter relate to education, skill, equipments, kosmetika, cloth and technique. Meanwhile, evaluated from physical factor of bride the quality of relate ornament to face form, part of face, husk type and colour, and also psychical condition. Makeup person better pay attention cloth of pakem Jogja ageng paes that is cloth of dodotan2, following many activity of study and also seminar compare, and needed by promotion result of ornament.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS LABORATORIUM TERHADAP HASIL BELAJAR PERAWATAN KULIT WAJAH BERMASALAH DENGAN TEKNOLOGI Rahmawati, Dwi Yuli
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar. Metode penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah  total sampling, dengan sampel berjumlah 32 siswa.Variabel independent adalah motivasi belajar dan fasilitas laboratorium dan variable dependent adalah hasil belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji deskriptif persentase, uji normalitas data, uji regresi, uji hipotesi, uji simultan, koefisien determinasi dan uji parsial. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah berdasarkan Uji simultan menggunakan Anava untuk regresi diperoleh F hitung 20,766 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 sedangkan Ftabel 3,06 menunjukkan adanya Pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar mata pelajaran perawatan kulit wajah bermasalah dengan teknologi dan dilihat nilai R square, yaitu sebesar 58,9% sedangkan 41,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Kesimpulan ada pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar dan besar pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar sebesar 58,9%.To the effect this paper research is subject to be know do influence motivate studies and laboratoriums facility to be usufructs studying and to know how big motivation influence studies and laboratoriums facility to be usufructs studying. Observational method that at utilizes is quantitative. Samples taking tech in observational it is full scale sampling, with total sample 32 students. Variable independent are motivate to study and laboratoriums facility and variable dependent are yielding learned. Methodic collecting that is utilized is observation, questionnaire, interview and documentation. Analisis is data that is utilized is percentage descriptive quiz, data normality quiz, regression quiz, hipotesis quiz, simultans quiz, determinant coefficient and partial quiz.Observational result in observational it is base To Test simultan utilizes Anava to acquired regression F computing 20,766 with probability 0,000< 0,05 meanwhile f table 3,06 point out to mark sense motivation influence study  laboratoriums facilities to be usufructs skin care subject studyings troublesome faces with technological and seen to be point  R square,  which is as big as 58,9% meanwhile 41,1% regarded to be other factor that doesnt be assessed deep observational it. Make a knot there are influence motivate studies and laboratoriums facility to be usufructs studying and big influence which is as big as 58,9% .  
PERBEDAAN HASIL PENGERITINGAN RAMBUT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KERTAS Daniati, Sofia; Widowati, Trisnani
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan limbah kertas koran dan kertas HVS. Peneliti memberikan informasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah kertas sebagai pengganti alat penggulung rambut pada saat melakukan pengeritingan. Teknik analisis data yang di gunakan adalah uji t untuk mengetahui perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan kertas koran dan kertas HVS. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah limbah kertas koran dan kertas HVS, variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil pengeritingan rambut. Hasil penelitian yang dilihat dengan kasat mata menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan limbah kertas koran dan kertas HVS dilihat dari bentuk ikal yang dihasilkan, ketahanan ikal dan tingkat kesulitan. Saran dari peneliti adalah perlu adanya publikasi pada masyarakat luas bahwa kertas dapat dimanfaatkan untuk mengeriting rambut. Selain menggunakan kertas koran dan kertas HVS, dapat memanfaatkan kertas lain untuk mengeriting rambut. Purpose of this study was to determine differences in the result of curling by utilizing waste newspaper and HVS.  Researchers provide information for the public in order to use waste paper as a replacement roller during curling hair.. The data analysis technique used is the t-test to determine differences in the results of curling hair utilizing newspaper and HVS paper. The independent variable in this study is a waste newspaper and HVS paper, the dependent variable in this study is the result of curling. The results of the study were seen with the naked eye showed that there are differences in the results of curling by utilizing waste newspaper and HVS paper seen from the shape of the resulting curls, curl resistance and difficulty level. Suggestion from researchers is the need for publication in the wider community that the paper can be used for perming hair. Besides using newspaper and HVS paper, can take advantage of another paper to curl hair

Page 1 of 2 | Total Record : 15