cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-NERS
ISSN : 23377526     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-NERS diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Komisariat Manado bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Maret, September). Jurnal e-NERS memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang ilmu keperawatan dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) BAGI AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS JAILOLO Bernadus, Johana D.; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One strategy of the implementation of the family planning program stated in the Medium Term Development Plan in 2004-2009 was the increasing use of the long-term contraceptive method (LTM) such as the intra uterine device (IUD). IUD is one type of long term contraceptives that is ideal in order to space pregnancies. This study aimed to determine the factors associated with the selections of IUDs for family planning acceptors in Jailolo Health Center. This was a cross sectional design. The population was all active family planning acceptors in Jailolo Health Center. Sampling was done by using simple random sampling. Data were processed by using univariate, bivariate, and multivariate tests, analyzed with SPSS Ver.20 and chi-square with a significance of α = 0.05. The results showed that based on the bivariate analysis there was a relationship between the variables of age, education, knowledge, service rates, partner approval, and culture with the selection of IUD; while job, economic status, and service rates showed no relationship with the selection of an IUD at the Jailolo Health Center. Multivariate analysis of five related independent variables showed that education was the most dominant in the selection of  IUD with P = 0.161. Conclusion: among the active family planning acceptors in Jailolo Health Center from December 27, 2012 until January 19, 2013, age, education, knowledge, service rate, partner approval, and culture were related to the selections of IUDs;  and education was the most dominant one. Keywords: factors, selection of  IUD. Abstrak: Salah satu strategi pelaksanaan program KB seperti tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 ialah meningkatnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD (Intra Uterine Device, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, AKDR). AKDR merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi jangka panjang yang ideal dalam upaya menjarangkan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan AKDR oleh akseptor KB di Puskesmas Jailolo. Desain penelitian dengan menggunakan cross sectional. Populasi ialah seluruh akseptor KB aktif di Puskesmas Jailolo 27 Desember 2012  sampai dengan 19 Januari 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Data diolah secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS Ver.20 dengan uji Chi-Square dan kemaknaan α= 0,05. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara variabel usia, pendidikan, pengetahuan, tarif pelayanan, persetujuan pasangan, budaya dengan pemilihan AKDR di Puskesmas Jailolo sedangkan pekerjaan, ekonomi dan tarif pelayanan tidak berhubungan. Hasil analisis multivariat dari lima variabel independen yang berhubungan menunjukkan bahwa pendidikan yang paling dominan dalam pemilihan AKDR dengan nilai P = 0,161. Simpulan: pada akseptor KB aktif di Puskesmas Jailolo 27 Desember 2012 - 19 Januari 2013, faktor usia, pendidikan, pengetahuan, tarif pelayanan, persetujuan pasangan, dan budaya mempunyai hubungan dengan pemilihan AKD; dan yang paling berperan ialah faktor pendidikan. Kata Kunci: Faktor-faktor, Pemilihan AKDR.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANGPENDIDIKAN SEKS DENGAN PERILAKUSEKSUAL PADA SISWA KELAS IISMK NEGERI I MANADO Turang, Revony Yulli; Madianung, Agnes; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru. Rasa ingin tahu itu kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional dan pemahaman pendidikan seks yang cukup akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Kurangnya informasi tentang seks dari orang tua dan sekolah atau lembaga formal serta berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan yang diambil mengenai cinta dan seks kurang baik.TujuanPenelitian iniuntuk mengetahi hubungan antara pengetahuan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada siswa kelas II di SMK Negeri 1 Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sectional untuk mempelajari dinamika korelasi antara pengetahuan pendidikkan seks dengan perilaku seksual siswa berumur 15 sampai 18 tahunyang dilakukan terhadap 100 sampel yang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik pengisian kuesioner oleh responden, selanjutnya data diolah dengan menggunakan bantuan komputer program Software Statistic Program For Social Science (SPSS).Hasil analisis data diperoleh nilai p = 0,018 < 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada siswa kelas II SMK Negeri 1 Manado. Kata kunci: Hubungan Pengetahuan Seks, Perilaku Seksual.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI IRINA A RSUP PROF DR R D KANDOU MANADO Tiwa, Angela Christin; Posangi, Jimmy; Warouw, Herman
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A service although can be counted satisfy to patient but the aplication do not according to the ethical code and atandart, it is not a quality service. It is, therefore very important the role of  nursing care is very important the affect the patient's satisfaction. The purpose of research know is to the relationship of quality nursing care to the level of satisfaction of hospitalized patients at the department of Irina A Prof Dr R D Kandou Manado. The study design is using observational analytic cross-sectional approach. The Population of the patients who cared at department of Irina A Prof Dr R D Kandou Manado with the average of 180 patients a month. Sixtyvive samples were used in this research . The data is processed by using univariate and bivariate chi square calculations. The results show the relationship of quality nursing care to inpatient satisfaction majority of good quality (58.5%) and poor (41.5%) and to the satisfaction of the majority of the patients were less satisfied (50.8%) and the satisfied (49.2%). As a Conclusion, there is a significant correlation between the quality of nursing care with the patient satisfaction and quality of serviceis assumed as good. As a suggestion the quality of nursing care services of hospital management should be further enhance which can support the profesionalism of the nurses, so the patient satisfaction archieved can be maximized. Keywords: nursing service, patient satisfaction.     Abstrak: Suatu pelayanan sekalipun di nilai dapat memuaskan pasien tetapi penyelenggaraannya tidak sesuai dengan kode etik dan standar bukanlah pelayanan yang bermutu. Oleh karena itu perawat sangat berperan penting dalan pelayanan keperawatan karena berpengaruh dengan kepuasan pasien. Tujuan penelitin mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Irina A RSUP Prof Dr R D Kandou Manado. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien yang berada di ruang rawat inap Irina A RSUP Prof Dr R D Kandou Manado dengan rata-rata pasien per bulan sebanyak 180. Sampel penelitian 65 pasien. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perhitungan chi square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap mayoritas kuaitas pelayanan keperawatan yang baik (58,5%) dan yang kurang baik (41,5%) dan untuk kepuasan mayoritas pasien kurang puas (50,8%) dan yang puas (49,2%). Kesimpulan terdapat hubungan  yang bermakna antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien dan kualitas pelayanannya sudah baik. Saran pihak manajemen rumah sakit hendaknya lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan keperawatan yang dapat menunjang profesionalitas seorang perawat sehingga tingkat kepuasan  pasien bisa maksimal. Kata Kunci: pelayanan keperawatan,  kepuasan pasien.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN RUMKIT TK.III MANADO Wanantara, Made Ardika; Mayulu, Nelly; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One way to monitor the nutritional status of adults is by measuring body mass index. At present time has developed a body mass index chart adults (aged over 18 years) by using the index weight by height. The main purpose of this study is to reveal the nutritional status of students of the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado. The method used in this research is descriptive method with cross sectional approach. The population in this study is the College Student Nursing Rumkit Tk.III Manado total sampling methods or sampling saturated totaling 265 people. This research was conducted at the campus of the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado. The results says the respondents with a normal nutritional status as many as 213 people, respondents were underweight and nutritional status as many as 33 people, respondents with more weight nutritional status as many as 14 people and respondents with nutritional status obesity by 5 people. The conclusion of this study is the majority of respondents (80.4%) had normal nutritional status, nutritional status underweight (12.5%), nutritional status more weight (5.3%), and obesity (1.9%). Suggestion expected the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado in this case more specifically on the student to be more attention to the nutritional importance keep maintaining the nutritional status of students. Keywords: Nutrient state, Students.     Abstrak: Salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa ialah dengan mengukur indeks massa tubuh. Sekarang telah dikembangkan grafik indeks massa tubuh orang dewasa (umur diatas 18 tahun) dengan menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi pada mahasiswa Akademi Keperawatan  Rumkit Tk.III Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado dengan metode pengambilan sampel  total sampling atau sampling jenuh yang berjumlah 265 orang. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado. Hasil penelitian menyebutkan responden dengan status gizi normal sebanyak 213 orang, responden dengan status gizi kurus sebanyak 33 orang, responden dengan status gizi berat badan lebih sebanyak 14 orang dan responden dengan status gizi obesitas sebanyak 5 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden (80,4%) memiliki status gizi normal, status gizi kurus (12,5%), status gizi berat badan lebih (5,3%), dan obesitas (1,9%). Saran diharapkan pihak Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado dalam hal ini lebih khusus pada bagian gizi kemahasiswaan agar lebih memperhatikan pentingnya menjaga status gizi mahasiswa. Kata kunci: Status Gizi, Mahasiswa.
HUBUNGAN KEBIASAAN DAN ALASAN SOSIAL DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA MASA REMAJA DI SMU NEGERI 2 JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT PROPINSI MALUKU UTARA Masuku, Junaidi; Ismanto, Amatus Yudi; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Smoking is one habit that commonly encountered in everyday life. Everywhere, it is easy to see people smoking, male-female, young-old and weak, rich and poor, is no exception. How smoking is a part of life, and particularly among older children. Smoking begins with the first cigarette, and the longer the intensity increased. Habits associated with smoking behavior and social reasons. Many diseases have proven to be poor due to smoke, either directly or indirectly. You should attempt to stop smoking is the duty and responsibility of all levels of society. The purpose of this research is the identification of relationships and social reasons habits with smoking behavior in adolescence in high school 2 Jailolo South West Halmahera of North Maluku. Have done a descriptive analytic study using cross-sectional design with purposive sampling technique sampling. Data obtained through the questionnaire (Questionnaire) were processed using the computer program SPSS. From the research carried out by the number of respondents 142 people obtained results: the behavior of smoking habits with 12 people (5%) and social reasons as many as 61 people (29%). This study shows that there is a social habit and reason with smoking behavior in adolescence in high school 2 Jailolo Halmahera South West District of North Maluku with p = 0.000 The results of this study are expected to be useful for parents and teachers and adolescents in order to avoid smoking behavior. Keywords: customs and social reasons with smoking behavior.   Abstrak: Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Di mana-mana, mudah menemui orang merokok, lelaki-wanita, anak kecil-tua renta, kaya-miskin; tidak ada terkecuali. Betapa merokok merupakan bagian hidup masyarakat dan khususnya di kalangan anak remaja.Merokok dimulai dengan adanya rokok pertama dan semakin lama intensitas makin meningkat. Perilaku merokok berhubungan dengan kebiasaan dan alasan sosial. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah identifikasi hubungan kebiasaan dan alasan sosial dengan perilaku merokok pada masa remaja di SMU Negeri 2 Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat Propinsi Maluku Utara. Telah dilakukan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data diperoleh melalui daftar pertanyaan (Kuesioner) yang diolah dengan menggunakan program komputer SPSS for Windows versi 20.00. Dari penelitian yang dilaksanakan dengan jumlah responden 142 orang diperoleh hasil: kebiasaaan dengan perilaku merokok sebanyak 12 orang (5 %) dan alasan sosial sebanyak 61 orang (29 %). Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kebiasaan dan alasan sosial dengan perilaku merokok pada masa remaja di SMU Negeri 2 Jailolo Selatan Kabupaten Halmhera Barat Propinsi Maluku Utara dengan nilai p = 0,000. Hasil penelitian ini  diharapkan dapat bermanfaat orang tua dan guru serta para remaja agar dapat menghindari perilaku merokok. Kata Kunci: kebiasaan dan alasan sosial dengan perilaku merokok.
GAMBARAN IMPLEMENTASI STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI DI RUANGAN MAENGKET DAN RUANGAN KATRILI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Kalengkongan, Nirmala A.H.; Bawotong, Jeavery; Wowiling, Ferdinand
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The implementation of nursing is the execution actions plan which have been determined, with a view to the needs of patients are met optimally. Provision of nursing care must be according to the standard practice that has been set. The purpose of this study was to describe the conduct of implementation of Nursing Care Standards of hallucinations patients in the Mental Hospital Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Manado. This study uses descriptive Surveying to 23 nursing documentation in the room Katirli and Maengket. The results showed that the implementation of standardized of nursing care on clients in the Mental Hospital of hallucinations Prof. DR. VL Ratumbuysang Manado which includes the assessment, diagnoses, planning, implementation and evaluation has not been carried out according to standard. It is associated by a factor of education, length of work, motivation, and the training have been followed by nurses. So that it is advisable to enhance knowledge of nurses through the training which is expected to developing the ability and skill of nurses in applying standardized of nursing care, and socialization adoption according to standard of nursing care. Keywords: Hallucinations, Nursing Standard.   Abstrak: Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan rencana tindakan yang telah ditentukan, dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara optimal. Pemberian asuhan keperawatan harus sesuai dengan standar praktek yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanan implementasi Standar Asuhan Keperawatan pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Manado. Penelitian ini menggunakan metode Suvei Deskriptif  terhadap 23 dokumentasi keperawatan di ruangan Katirli dan Maengket. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi standar asuhan keperawatan pada klien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof DR. V.L Ratumbuysang Manado yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi belum dilakukan sesuai dengan standar. Hal ini dihubungkan dengan faktor pendidikan, lama kerja, motivasi, dan pelatihan yang pernah diikuti oleh perawat. Sehinga disarankan untuk meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan yang diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan ketrampilan perawat dalam menerapkan standar asuhan keperawatan, serta  sosialisasi penerapan ashuan keperawatan sesuai dengan standar asuhan. Kata Kunci: Halusinasi, Standar Asuhan Keperawatan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN KEBERSIHAN PERORANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA MANADO Matfikih, Nurfiana; Warouw, Sarah M.; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Independence of self is one of the most important aspects that should be possessed by each individual and the child, because in addition to affect performance, it also serves to help achieve the goal of life, achievements, success and earn rewards. Without the support of an independent nature, the individual and the child will be difficult to reach something in the maximum, and it will also be difficult to achieve succes. The  support of parents and the right of parenting, in accordance with conditions expected to establish children in pre-school indepedence in the exercise of an daily personal hygiene. This research to know the relationship of parenting parents with personal hygiene independence to children in pre-school at Kindergarten of Kartika Manado. The design of this study using the cross sectional approach. The method of sampling in this study is a total sampling way that some 50 parents/guardians of students. This study used a questionnaire instrument and analys Chi-Square statistical test at a significance level of 95 %: (α 0,05). The result showed there were 19 samples that had authotitarian parents, 12 samples didn’t have the independence in maintaining personal hygiene and 7 samples are independent. There are 31 samples that have parents democratic, 7 samples don’t have the independence in maintaining personal hygiene and 24 samples are independent. Result of Chi-Square test (X2) at 95 % confidence level (α 0,05), showed an association with parenting parents with personal hygiene independence to children in pre-school at Kindergarten of Kartika Manado, where the value of ρ=0,004, smaller than α=0,05. Democratic parenting was able to indepedence to children to maintain personal hygiene, it’s expected that managers at Kindergarten of Kartika Manado to promote democratic parenting to parents, so that parents can implement it in the family life. Keywords: The Parenting Parents, personal hygiene independence to children in pre-school.     Abstrak: Kemandirian merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki setiap individu dan anak, karena selain dapat mempengaruhi kinerja, juga berfungsi untuk membantu mencapai tujuan hidup, prestasi, kesuksesan serta memperoleh penghargaan. Tanpa didukung oleh sifat mandiri, maka individu maupun anak akan sulit untuk mencapai sesuatu secara maksimal, dan akan sulit pula untuk meraih kesuksesan. Dukungan orangtua serta pola asuh yang tepat, sesuai dengan keadaan anak diharapkan mampu membentuk kemandirian anak pra sekolah dalam pelaksanaan kebersihan perorangan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian kebersihan perorangan pada anak pra sekolah di Taman Kanak-Kanak Kartika Manado. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara total sampling yaitu sejumlah 50 orangtua/wali siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisa menggunkan uji statistic Chi-Square pada tingkat kemaknaan 95 %: (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan dari 19 sampel yang memiliki orang tua otoriter, 12 sampel tidak memiliki kemandirian dalam menjaga kebersihan perorangan dan 7 sampel memiliki kemandirian. Dari 31 sampel yang memiliki orang tua demokratis, 7 sampel tidak memiliki kemandirian dalam menjaga kebersihan perorangan dan 24 sampel memiliki kemandirian. Hasil uji Chi Square (X2) pada tingkat  kepercayaan 95% (α 0,05), menunjukkan ada hubungan hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian kebersihan perorangan pada anak pra sekolah di Taman Kanak-Kanak Kartika Manado, dimana nilai ρ= 0,004, lebih kecil dari α=0,05. Pola asuh demokratis ternyata mampu memandirikan anak pra sekolah untuk menjaga kebersihan perorangan, diharapkan agar pengelola Taman Kanak-Kanak Kartika Manado mensosialisasikan pola asuh demokratis kepada orang tua, agar orang tua dapat mengimplementasikannya di dalam kehidupan berkeluarga. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Kemandirian Kebersihan Perorangan Anak Pra Sekolah.
Daftar Penyunting Penyunting, Daftar
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL e-NERS (eNS)Terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Tulisan yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dalam bidang ilmu keperawatan. ISSN 2337-7526   Ketua Penyunting Sunny Wangko   Wakil Ketua Penyunting Sonny J. R. Kalangi   Penyunting Pelaksana Erwin Kristanto John J. Soucy Henoch Awaloei  Pengeset Gunawan Pratama  Pelaksana Tata Usaha Donny  Kaligis Joko Ariyono  Alamat Penyunting dan Tata Usaha: Sekretariat PAAI-Bagian Anatomi-Histologi, FK UNSRAT Kampus Bahu Manado. Email: paai_manado@yahoo.com Jurnal e-NERS diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Komisariat Manado bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Maret, September). Jurnal e-NERS memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang ilmu keperawatan dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis. Penyunting menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain. Naskah diketik di atas kertas berukuran A4 berspasi ganda sepanjang tidak lebih dari dua puluh halaman, dengan format seperti tercantum pada halaman belakang (”Petunjuk bagi Calon Penulis eNS”). Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah, dan tata cara lainnya.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP KECEPATAN PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PASIEN PASCABEDAH SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESIUMUM DI RR CITO BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOUMANADO Karujan, Enjalita; Pandelaki, Karel; S. Hamel, Rivelino
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: At any surgery is necessary to relieve pain called anesthesia. Once the surgery is completed, the digestive function is not immediately recovered. This can be known from the sound of an unheard of intestinal peristalsis. A patient who has not recovered his gut peristalsis is recommended not to eat and drink as they may suffer from ileus (obstruction or paralysis). This situation makes patients often complain about having to wait a long time to be able to eat and drink. Therefore, it is necessary to act to accelerate intestinal peristalsis recovery, one of which is through early mobilization. From the observation in RR Cito of BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Manado Kandou found the absence SOP mobilization Sectio Caesarea postoperative patients under general anesthesia. The research objective was to determine the effect of earlymobilization to the speed of recovery of intestinal peristaltic Sectio Caesarea postoperative patient under general anesthesia. Research is Pre-experiment design using Static-Group comparsion. Samples were taken with accidental sampling technique and obtained 30 respondan. Processing data using Independent Samplest-Test spaces at a confidence level = 0.05. The results showed an average recovery time of intestinal peristalsis in postoperative patients under general anesthesia Sectio Caesarea that early mobilization is 3,200 hours, while patients who did early mobilization is 4267 hours. Significance values ​​were obtained by T-Test Independent Samples are 0000 spaces smaller than the value of a = 0.05. Conclusion early mobilization affect the speed of recovery of intestinal peristaltic Sectio Caesarea post-surgery patient under general anesthesia in RR Cito BLU Prof Dr Dr. R. D. Kandou Manado. Keywords: early mobilization, recovery speed intestinal peristaltic.   Abstrak: Pada setiap pembedahan diperlukan upaya untuk menghilangkan nyeri yang disebut anestesi. Setelah pembedahan selesai, fungsi pencernaan tidak langsung pulih. Hal ini bisa diketahui dari bunyi peristaltik usus yang belum terdengar. Seorang pasien yang belum pulih peristaltikususnya dianjurkan untuk tidak makan dan minum karena dapat menderita ileus (obstruksi atau paralisis). Keadaan ini membuat pasien seringmengeluh karena harus menunggulama untuk dapat makan dan minum.Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan untuk mempercepat pemulihan peristaltik usus, salah satunya yaitu melalui mobilisasi dini. Dari hasil pengamatan di BLU RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado menunujukkan belum adanya protap tentang mobilisasi pasien pasca bedah Sectio Caesarea dengan anestesi umum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap kecepatan pemulihan peristaltik usus pasien pasca bedah Sectio Caesarea dengan anestesi umum. Penelitian bersifat Pra-Eksperimen menggunakan desain Static-Group Comparsion. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling dan diperoleh 30 respondan. Pengolahan data menggunakan Uji-t Dua Sampel Bebas pada tingkat kepercayaan α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu pemulihan peristaltik usus pada pasien pasca bedah Sectio Caesarea dengan anestesi umum yang melakukan mobilisasi dini adalah 3.200 jam sedangkan pasien yang tidak melakukan mobilisasi dini adalah 4.267 jam. Nilai signifikansi yang diperoleh melalui Uji-t Dua Sampel Bebas adalah 0.000 lebih kecil dari nilai α=0.05. Kesimpulan mobilisasi dini berpengaruh terhadap kecepatan pemulihan peristaltik usus pasien pasca bedah Sectio Caesarea dengan anestesi umum di RR Cito BLU RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci: Mobilisasi dini, kecepatan pemulihan peristaltik usus.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP A BLU RSU PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO ., Rusmini; Bawotong, Jeavery; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Good nutritional status is important in wound healing. Mal nutritionin surgical patients can affect the morbidity due to disruption of wound healing and decreased resistance to infection. The research objective was to identification of nutritional status relationship with the speed of wound healing in children Installing A BLU Hospital In patient Prof. DR. R.D. Kandou Manado. This study uses correlation, cross-sectional approach. The sample of 25 patients. The collection of data through observation and questionnaires. The results showeda no rmalnutritional status as many as 10 patients (40%) showed healing of wounds ≤5 days, while only 1 patient (4%) with sufficient nutrition having wound healing ≥5 days. Based on statistical tests there was no association between nutritional status at speeds wound healing in children (p=0.825) and the correlation coefficient or (r=0.047) indicating that indicates the level of a weak association with the positive pattern. Conclusions The clinical studyis very influential on the nutritional status of wound healing in which nutritional support showed a betterhealing process in surgical outcomes were good but the Stats test showed there was no correlation between the two variables. Keywords: Nutritional Status, Children, Wounds Operations, Wound healing.     Abstrak: Status gizi yang baik merupakan hal penting dalam penyembuhan luka operasi. Malnutrisi pada pasien bedah dapat mempengaruhi morbiditas karena terganggunya penyembuhan luka dan menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk teridentifikasinya hubungan status gizi dengan kecepatan penyembuhan luka operasi pada anak di Instalasi Rawat Inap A BLU RSU Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel 25 pasien. Pengumpulan data melalui pengamatan dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan status gizi yang normal sebanyak 10 pasien (40%) menunjukan penyembuhan luka ≤ 5 hari sedangkan hanya 1 pasien (4%) dengan gizi yang cukup  memiliki penyembuhan luka ≥ 5 hari. Berdasarkan uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kecepatan penyembuhan luka operasi (p = 0,825) dan koefisien korelasi atau (r = 0,047) yang menunjukan tingkat hubungan yang lemah dengan pola positif. Kesimpulan dalam penelitian Secara klinis status nutrisi sangat berpengaruh pada penyembuhan luka dimana dukungan nutrisi menunjukan proses penyembuhan yang lebih baik pada hasil bedah yang baik tetapi pada uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kedua variabel. Kata Kunci : Status Gizi, Anak, Luka Operasi, Penyembuhan luka.

Page 1 of 4 | Total Record : 33


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1