cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI LAPISAN ZINC OXIDE (ZnO) NANOROD SEBAGAI LAPISAN TRANSPORT ELEKTRON PADA SEL-SURYA PEROVSKITE SINTHIA RAHMANITA, AYI BAHTIAR, ANNISA APRILIA, ANGGIA ERDIENZY, YUNIAR DWI INAYATIE
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 02 (2015): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.98 KB)

Abstract

Sel surya perovskite dengan menggunakan ZnO nanorod sebagai lapisan electron transport material (ETM) mampu meningkatkan kinerja sel-surya. Lapisan ETM ZnO nanorod ditumbuhkan di atas lapisan ZnO seed layer yang sebelumnya dibuat di atas gelas/FTO dengan menggunakan metode spin coating larutan zinc asetat dihidrat dalam ethanol. ZnO nanorod disintesis dengan menggunakan metode self assembly heksametilentetramin (HMTA) dan zinc nitrat pada suhu 80°C. Variasi banyaknya pelapisan seed layer serta suhu aniling dapat mempengaruhi pertumbuhan ZnO nanorod. Pengaruh kondisi sintesis pada petumbuhan ZnO nanorod secara sistematis diselidiki dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Semua sampel dikarakterisasi dengan menggunakan X- Ray Diffraction (XRD), sedangkan spektroskopi UV-Vis digunakan untuk mengetahui sifat optik lapisan ZnO. Hasil pengukuran menunjukkan bawa morfologi dari ZnO nanorod dipengaruhi oleh suhu pertumbuhan, konsentrasi prekursor dan suhu annealing.
ANALISIS PENGARUH WAKTU INJEKSI GAS CO2 TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON API 5L GRADE B DALAM LARUTAN NaCl 3,5% DAN H2S OTONG NURHILAL, DELI ARDIYATI PERMANA, SRI SURYANINGSIH, WAHYU ALAMSYAH,
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.219 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11152

Abstract

Gas alam merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti sumber energi fosil. Terdapat banyak masalah dalam pengolahan gas alam adalah terjadinya korosi. Korosi CO2 (karbondioksida) merupakan masalah yang banyak dijumpai pada industri pengolahan gas alam terutama pada proses eksplorasi dan penyaluran gas alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju korosi baja karbon terhadap variasi waktu injeksi gas CO2. Lingkungan korosif yang digunakan adalah larutan NaCl yang mengandung gas H2S. Metode uji yang digunakan adalah metode polarisasi dengan ekstrapolasi tafel. Hasil pengujian variasi waktu injeksi gas CO2 dalam larutan NaCl maupun larutan NaCl yang ditambah gas H2S menunjukkan bahwa meningkatnya waktu injeksi gas CO2 dari 0 sampai dengan 60 menit meningkatkan laju korosi baja karbon tipe API 5L Grade B sebesar 5,48 sampai dengan 15,70 mpy. Hal ini sesuai dengan nilai pH yang bersifat asam dan nilai konduktivitas larutan NaCl dan gas H2S, dimana waktu injeksi gas CO2 dari 0 sampai dengan 60 menit meningkatkan nilai konduktivitas sebesar 47,60 sampai dengan 50,73 µS/cm dan mempengaruhi kecepatan transfer elektrik dalam elektolit sehingga kinetika proses korosi material akan berlangsung dengan cepat.
PEMBUATAN FOTOKATALIS SENG OKSIDA TERMODIFIKASI SILIKA SEKAM PADI ATIEK ROSTIKA NOVIYANTI, RUBIANTO A LUBIS, ROEKMIATI TJOKRONE, DIANA RAKHMAWATY, E. EVY ERNAWATI,
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.862 KB)

Abstract

Sebagai semikonduktor, ZnO memiliki keuntungan menyerap sinar UV lebih besar dibandingkan semikonduktor lainnya, sehingga membuat ZnO mampu mendegradasi zat warna lebih banyak. Tetapi pada praktiknya ZnO cenderung mengalami aglomerasi sehingga hasil degradasinya lebih sedikit dibandingkan penggunaan semikonduktor lainnya. Untuk mengatasi aglomerasi dari ZnO, dilakukan penambahan SiO2 pada ZnO. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis ZnO/SiO2. Tahapan penelitian ini adalah pembuatan fotokatalis ZnO/SiO2 di atas pelat kaca. Untuk mengetahui pengaruh penambahan SiO2 pada ZnO dilakukan analisis menggunakan XRD dan SEM-EDS. Hasil XRD ZnO/SiO2 menunjukkan puncak yang sama dengan hasil XRD ZnO data dari ICSD 157132 dengan strukturnya adalah hexagonal. Sehingga diketahui struktur ZnO tidak berubah setelah penambahan SiO2 sedangkan hasil SEM-EDS menujukkan adanya SiO2 tersangga pada ZnO dengan komposisi 8%
PENGARUH KOMPOSISI KROMOFOR RGB PADA BAHAN LUMINISEN BERBASISKAN POLIMER HIBRID TERHADAP KOORDINAT WARNA Yolla Sukma Handayani, Fitrilawati, Norman Syakir,
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.382 KB)

Abstract

Bahan aktif untuk sumber cahaya (lighting) pada awalnya dikembangkan dari bahan berbasis fosfor dan semikonduktor seperti AlInGaP dan InGaN. Perkembangan bahan polimer hibrid anorganik-organik telah menghasilkan bahan luminesensi berbasiskan bahan tersebut. Bahan luminesensi tersebut didapat melalui pendopingan polimer hibrid dengan kromofor luminesensi RGB (Red, Green, Blue). Pembuatan bahan luminesen tersebut diawali dengan pembuatan prekursor polimer hibrid dengan metode sol-gel dari monomer TMSPMA (3-(Trimethoxysilyl) propyl methacrylate). Selanjutnya, prekursor tersebut didoping dengan  kromofor luminesensi RGB yang terdiri dari Nile Red (R), Coumarin 6 (G), dan Coumarin 1 (B). Setelah ditambahkan dengan fotoinisiator, bahan prekursor tersebut dibuat menjadi film tipis dengan teknik spincoating dan selanjutnya dikenakan proses fotopolimerisasi. Untuk menghasilkan warna emisi tertentu telah dilakukan variasi komposisi kromofor RGB. Sampel yang didapat selanjutnya diukur spektrum absorbsinya menggunakan spektroskopi UV-Vis dan diukur spektrum emisinya dengan menggunakan λeksitasi 385 nm. Kaitan antara komposisi kromofor dan koordinat warna selanjutnya dihitung dengan menggunakan data spektrum emisi dan persamaan tristimulus XYZ. Hasil yang didapat menunjukkan koordinat warna dari polimer hibrid dengan blend kromofor RGB berada di dalam daerah segitiga putih diagram CIE 1931. Setiap penambahan konsentrasi kromofor maka koordinat warna akan bergeser menuju daerah kromofor tersebut. Diantara bahan luminesensi yang dibuat, koordinat warna sampel dengan komposisi 1:1:1 berada dekat dengan koordinat warna Tungsten yang mempunyai CCT (Correlated Color Temperature) sekitar 2856K, yang dikenal sebagai warm light
STUDI AWAL PREPARASI FILM TIPIS BAHAN MAGNET CoFe2O4 DENGAN METODE SOL GEL DAN KARAKTERISASINYA T. H. NAINGGOLAN, C. ALBOIN, T. SARAGI, N. SYAKIR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.263 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11157

Abstract

Telah berhasil disintesis bahan magnetik CoFe2O4 dengan metode sol gel. Prekursor Co2+ [Co(CH3COO2)2.4H2O] dan prekursor Fe3+ [Fe(CH3COO2)2.9H2O] dicampur dengan variasi mol persen Co2+: 33%, 40% dan 50%, dilarutkan dalam 2-methaoxyethanol (100 cc) dan diethanolamine (2 cc) dan direfluks pada suhu 70°C selama 12 jam. Hasil pengukuran XRD menunjukkan bahwa phase kristal CoFe2O4 sudah terbentuk, walaupun masih mengandung impuritas Fe2O4 atau Fe3O4. Hasil pengukuran Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan telah terbentuk proses magnetisasi baik pada sampel target dan lapisan tipis. Parameter karakteristik magnetik sampel target dengan 33% Co adalah Mr = 5,3277 emu/gr, Hc =  138,8 Oe. Sedangkan parameter karakteristik magnetik sampel lapisan tipis 33% Co adalah mr = 1,8261´10-4emu, Hc =  651,064 Oe, sampel lapisan tipis 40% Co adalah mr = 3,5997´10-4 emu, Hc =  426,4633 Oe, dan sampel lapisan tipis 50% Co adalah mr = 3,8984´10-4 emu, Hc = 542,5 Oe. Sampel lapisan tipis menunjukkan bahwa karakteristik easy-axis terjadi pada aplikasi medan magnetik tegak lurus bidang sampel. Peningkatan nilai saturasi magnetik sebanding dengan peningkatan persentasi mol Co2+.
OPTIMALISASI EFISIENSI DYE SENSITIZED SOLAR CELLS DENGAN PENAMBAHAN DOPING LOGAM ALUMINIUM PADA MATERIAL AKTIF NANOROD ZNO MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL P. NURRAHMAWATI, F. Y. NAUMAR, A. A. UMAR, I. IWANTONO, F. ANGGELINA,
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.906 KB)

Abstract

Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) memiliki struktur seperti sandwich yang terdiri dari elektroda kerja (FTO yang ditumbuhi nanorod ZnO), dye N719, elektrolit dan elektroda lawan (FTO yang dilapisi katalis platisol). Penumbuhan nanorod ZnO ini menggunakan metode hidrotermal dan dilakukan pada suhu 90o C selama 6 jam dengan menambahkan doping aluminium 2%. Pada penelitian ini dikaji pengaruh pen-doping-an pada penumbuhan nanorod ZnO dan efisiensi DSSC dibandingkan dengan tanpa doping. Karakterisasi sampel dilakukan dengan metode FESEM, XRD, Spektroskopi UV-Vis, sedangkan efisiensi DSSC diukur dengan menganalisa karakteristik I-V. Gambar FESEM memperlihatkan bentuk struktur dari sampel ZnO adalah nanorod heksagonal dengan diameter sekitar 63-200 nm. Pola difraksi XRD memperlihatkan puncak difraksi pada sudut 2Ɵ: 34,48o; 36,28o dan 47,6o untuk sampel ZnO tanpa doping dan ketika nanorod ZnO di-doping aluminium 2%, puncak difraksi bergeser 0,04o ke kanan, yaitu pada sudut 2Ɵ: 34,52o; 36,32o dan 47,64o dengan orientasi bidang kristal (002), (101) dan (102). Spektrum reflektansi memperlihatkan reflektansi terjadi pada panjang gelombang 300-360 nm terjadi pemantulan yang kecil. Efisiensi DSSC berbasis nanorod ZnO diuji mengggunakan Gamry EPHE 200 dengan menggunakan sumber cahaya lampu halogen yang dilengkapi filter AM 1,5G yang menghasilkan intensitas yang stabil sebesar 100 mW/cm2. DSSC berbasis  nanorod ZnO tanpa doping menghasilkan efisiensi sebesar 0,150%, sedangkan DSSC berbasis nanorod ZnO yang di-doping aluminium 2% menghasilkan efisiensi sebesar 0,479%, sehingga pemberian doping pada nanorod ZnO dapat meningkatkan efisiensi DSSC sebesar 319% dari efisiensi semula.
KAJIAN POTENSI SILICA SCALING PADA PIPA PRODUKSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (GEOTHERMAL) PERMANA, MOCH ARIL INDRA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.973 KB)

Abstract

Silica scaling merupakan masalah yang sering ditemukan pada pembangkit listrik geothermal terutama yang memanfaatkan fluida water dominated (brine). Silica scaling dapat terbentuk akibat adanya flashing yang menyebabkan penurunan tekanan, temperatur dan kenaikan pH sehingga kelarutan brine menjadi berubah. Silica scaling pada pipa produksi dapat menyumbat laju aliran fluida dan bahkan harus diganti. Dalam penelitian ini telah dilakukan kajian mengenai potensi silica scaling di pembangkit listrik tenaga geothermal di daerah Sumatera. Kajian dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan temperatur, pH, dan salinitas ketika terjadi flashing terhadap potensi terbentuknya silica scaling dengan menggunakan silica saturation index (SSI). Hasil analisis dan perhitungan menunjukkan bahwa penurunan temperatur dan peningkatan pH akibat flashing, dan besar salinitas brine dapat meningkatkan potensi terbentuknya silica scaling pada pipa produksi dan keadaan asam merupakan kondisi terbaik untuk mencegah terbentuknya silica scaling.
PENGEMBANGAN SENSOR KAPASITIF PELAT SILINDER UNTUK MENGUKUR TINGKAT KELEMBABAN GABAH PADI Umar, Lazuardi
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.634 KB)

Abstract

Penelitian ini telah mengembangkan detektor sederhana untuk mengukur  tingkat kelembaban gabah padi (moisture content, mc) berdasarkan prinsip kapasitif. Evaluasi perubahan nilai kapasitansi akibat kelembaban gabah dilakukan mempergunakan rangkaian osilator 7414 Hex Schmitt Inverter yang dikombinasi dengan rangkaian pengunci fasa (PLL) 4046 dengan frekuensi sebesar ~250KHz yang dibentuk oleh Cextl 22pF, serta berfungsi dalam mengubah selisih frekuensi menjadi tegangan keluaran. Tiga jenis varietas gabah telah diuji yaitu gabah Anak Daro, BB 42, dan Sokan dengan nilai  kelembaban awal sebesar 17% sampai dengan 27%. Kurva karakteristik alat telah dimodelkan dengan persamaan polinom orde dua dengan tingkat kecocokan hasil estimasi  R2 sebesar 0.97, 0.94 dan 0.93 untuk gabah Anak Daro, BB42 dan Sokan. Nilai tegangan keluaran osilator paling besar dimiliki oleh varietas Sokan sebesar 1887.8 mV dengan tingkat kelembaban 12.36% dan tegangan paling kecil diperoleh dari varietas BB 42 sebesar 1383.4 mV pada tingkat kelembaban 18.10%. 
KARAKTERISASI LAPISAN TIPIS SPIRO-TPD SERTA STUDI DINAMIKA PEMBAWA MUATAN DALAM LAPISAN TIPIS CAMPURAN SPIRO-TPD:PCBM CUKUP MULYANA, TUTI SUSILAWATI, LUSI SAFRIANI, EUIS SITI NURAZIZAH, ANNISA APRILIA,
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 02 (2015): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.264 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i02.11162

Abstract

Material organik terkonjugasi spiro merupakan material organik yang dapat digunakan sebagai lapisan transport hole pada divais sel surya organik. Dalam penelitian ini dilakukan kajian untuk mengetahui gugus fungsi, daerah absorbansi dan lebar celah energi serta dinamika pembawa muatan pada N,N-Bis(3-methylphenyl)-N,N‘-bis(phenyl)-9,9-spirobifluorene (spiro-TPD). Hasil pengukuran FTIR menunjukkan bahwa puncak-puncak intensitas gugus fungsi dari senyawa spiro-TPD terbentuk atas ikatan molekul C-H aromatik, C=C aromatik, C-C alifatik, C-N amida, 1,2,4-trisubstituted benzene, dan monosubstituted benzene. Hasil pengukuran spektroskopi UV-Vis menunjukkan bahwa spiro-TPD memiliki daerah absorbansi pada rentang panjang gelombang 350–415 nm. Sedangkan hasil pengukuran spektroskopi flouresensi menghasilkan lebar celah energi spiro-TPD sebesar 2,93 eV. Dinamika pembawa muatan pada spiro-TPD dilakukan dengan pengukuran energi aktifasi melalui spektroskopi Photoinduced Infrared Absorption (PIA) dengan sampel berupa lapisan tipis campuran spiro-TPD:PCBM. Hasil pengukuran PIA pada suhu 78 K menghasilkan nilai energi aktifasi spiro-TPD sebesar 123 meV. Polaron yang terbentuk pada spiro-TPD berada pada bilangan gelombang 1263 cm-1 dengan intensitas absorpsi polaron yang teramati sangat rendah
KAJIAN PERGERAKAN FLUIDA BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANALISIS RAPAT MASSA DAERAH PORONG SIDOARJO SUPRIYANA, EDDY
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.316 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11153

Abstract

Daerah terdampak di sekitar radius tanggul lumpur Sidoarjo (LUSI), terutama di bagian Baratnya terjadi amblasan dan bualan gas yang keluar ke permukaan, hal ini diantaranya disebabkan adanya kekosongan rongga pada lapisan tanah di bawah permukaan yang diduga karena pergerakan massa lumpur di sekitar area tersebut sehingga kontruksi lapisannya tidak kuat menyangga beban yang ada di permukaan. Untuk dapat memprediksi arah gerakan lumpur dibawah permukaan, diperlukan studi geofisika yakni metoda gravity yang bersifat monitoring (time lapse) yang dikorelasikan dengan kajian geologi daerah tersebut. Pengamatan ini telah dilakukan di beberapa perioda tahun 2010 sampai dengan tahun 2011. Berdasarkan data medan gravitasi (Δg) di beberapa perioda tersebut dengan spasi titik amat cukup rapat sehingga dengan menggunakan pendekatan empiris (Green’s function) dapat diproses menjadi sebaran rapat massa (Δρ) di kedalaman tertentu. Hasil proses berupa peta sebaran densitas (Δρ) di kedalaman 1500 meter, diharapkan dapat menginformasikan beberapa zona yang terdampak dengan nilai densitas (Δρ) berkisar antara 1,1 gr/cc – 2,1 gr/cc dimana konturnya mengikuti pola cekungan Jawa Timur yang menunjukan nilai densitas rendah ke arah Utara ditempati oleh endapan laut dangkal dan cenderung nilai densitas tinggi menuju ke arah Selatan – Tenggara yang merupakan endapan volkanik (gunungapi)

Page 1 of 14 | Total Record : 131