Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Transformative Learning dalam Membangun Pesantren Berbasis Multikultural Ma'arif, Syamsul
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.579 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v1i1.1051

Abstract

Abstrak Semangat membangun pesantren berbasis multikultural, harus diawali dengan perubahan fundamental dalam proses belajar mengajar di pesantren, menuju ke arah transformative learning. Pendidikan pesantren  yang cenderung monolog  (kaku dan satu arah antara kiyai-santri), perlu digeser ke arah sistem  dan metode dialogis-kritis. Dari sistem “pengajian” dan mono-disipliner ke arah “pengkajian” serta bersifat interdisipliner studies.  Dengan harapan pesantren yang terkenal sebagai lembaga pendidikan yang selalu berdimensi metafisik ini, terbiasa dengan “perbedaan” dan responsive terhadap perkembangan zaman. Selain itu, pesantren perlu mempersiapkan kurikulum yang dapat menumbuhkan multikulturalisme serta mampu menggali sisi –sisi perdamaian dan toleransi. Tujuan transformative learning di pesantren berbasis multikultural tiada lain adalah  mempersiapkan generasi yang inklusif dan akomodatif terhadap keanekaragaman masyarakat, yang memiliki perbedaan agama, etnis dan kultur. Santri yang memiliki wawasan luas dan mampu melintas batas tradisi dan keagamaan serta memiliki kepedulaian terhadap peran agama dalam memecahkan problem sosial yang ada. Kata kunci: pesantren, multikultural dan  transformative teaching
INKLUSIVITAS PESANTREN TEBUIRENG: MENATAP GLOBALISASI DENGAN WAJAH TRADISIONALISME Ma'arif, Syamsul; Dardiri, Achmad; Suryo, Djoko
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.553 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inklusivitas Pesantern Tebuireng dalam menatap globalisasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, partisipasi, interview dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah teknik analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan Pesantren sebagai sebuah lembaga tertua di Indonesia sesungguhnya memiliki karakter unik dan khas yang berbeda dengan lembaga pendidikan agama Islam. Kelenturan sikap dan ekspresi keagamaan yang cenderung inklusif, sering ditunjukkan oleh komunitas pesantren. Hal ini disebabkan karena pada wataknya pesantren memiliki seperangkat aturan, nilai, dan norma yang membudaya dan bersumber pada alquran dan hadistdi samping bersumber pada kesepakatan para ulama. Begitu juga Pesantren Tebuireng, sebagai salah satu pesantren terkemuka di Indonesia terkenal sangat inklusif, senantiasa berusaha menjawab tuntutan-tuntutan globalisasi dengan senantiasa berpegang pada “tradisionalisme” dan kearifan lokal peninggalan Mbah Hasyim Asy’ari dan para leluhurnya. Terbukti dengan paradigma seperti ini, Tebuireng mampu berselayar di tengah tantangan modernitas tanpa harus tercerabut akar-akar kebudayaanya sendiri. Hal ini dapat dijadikan sebagai modal bagi pesantren dalam mendakwahkan prinsip-prinsip ajaran Islam kepada masyarakat tanpa mengalami benturan dan konflik dengan agama lain maupun kepercayaan lokal di Indonesia.
ANALISIS PENGARUH EFEKTIVITAS SISTEM PENILAIAN KINERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT COATS REJO INDONESIA Dhewi, Ratih Maria; Ma'arif, Syamsul
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 3 No. 1 (2006): Vol. 3 No. 1 Maret 2006
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.084 KB) | DOI: 10.17358/jma.3.1.1-17

Abstract

This study shows that dimension ofacceptability has the higher contribution followed by dimension of sensitivity,relevance and reliability. In contrast, dimension of practicality has thelowest contribution to motivation, work satisfaction and work performance. Furthermore,the company has not yet been able to comply with the employee's expectations ofpracticality used in conducting performance appraisal system. In other words,further evaluation of performance appraisal system emphasizing on practicalityfactors is required; keep manage and evaluate from the priority dimensionsof  acceptability, sensitivity, relevanceand reliability. These steps will lead to a condition of satisfactory to theexpectation of both the company and the employees; high work performance as aresult of highly motivated and work satisfaction employees. Keywords: effectiveness, Structural Equation Modeling, performance appraisal, motivation, employee
PEMBANGUNAN PERDESAAN BERKELANJUTAN MELALUI MODEL PENGEMBANGAN AGROPOLITAN Pranoto, Sugimin; Ma'arif, Syamsul; Sutjahjo, Surjono H.; Siregar, Hermanto
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 3 No. 1 (2006): Vol. 3 No. 1 Maret 2006
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.604 KB) | DOI: 10.17358/jma.3.1.45-53

Abstract

The development implemented throughoutall this time still reveals an unbalanced development between the urban andrural area. This has occured due to the development policy that is lessfavorable toward the development of rural areas causing various  problems of imbalances (inequalities) ofwelfares among the regions. In addition, the failures of development in therural areas have caused backwash effect, and the domination of capital marketand welfares have been mostly possesed by the urban dwellers. The conditionof  rural communities have become moredeteriorated, poorer, and the level of unemployment becoming higher. Thedevelopment of agropolitan (agro-based area development) is expected to providepositive impact in the effort to empowering the rural community, reducingpoverty, and supporting rural economic activities that are environmentallyoriented. This study aims to develop a sustainable rural policy through theagropolitan development model, based on regional analysis, insitutional analysis(ISM), and dynamic system. The agropolitan development is relatively able toimprove the income per capita of the rural population. Dynamic system analysisshowed that the agropolitan model follows the basic pattern of Archetype Limitto Success, with production growth as a leverage factor of the dynamic model.Thus, the policy orientation to improve people's welfare is a policy that ableto improve the quantity and quality of products in a sustainable manner. Theresult of analysis of institutional aspect showed key factors that supportsuccessful agropolitan development which are skilled human resources, businesspartnership and marketing, and the performance of institutions that provideinput. The major constraints faced are small size land ownership and productiveagriculture land conversion, extension services agencies that are not yeteffective, low quality of human resources, business behavior change not easy,and low support of capital institution.
Privatisasi BUMN dan Reorientasi Peran Negara di Sektor Bisnis Orde Baru Ma'arif, Syamsul
JASP Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Analisis Sosial Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jasp.v3i1.51

Abstract

This research describes dynamic of inter actors relation during process of privatization of Indonesia’s state owned enterprises in the post New Order era. Privatization means govenment policy aimed at enabling private sector to take over state owned enterprises. Privatizations can also be defined as a set of stage taken to minimize the role of government in order to step up the role of private sector in economics and assets ownership. Privatization as an economical policy doesn’t exist in “empty room”. Privatization policy must be viewed a product of political process. So, the success or failure of this policy is highly influenced by political context. In case of Indonesia, privatization policy did’nt succeed to achieve the goals because of many political constrain happened during the implementation. Penelitian ini menggambarkan dinamika hubungan antar actor selama proses privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia pada era pasca rezim Orde Baru. Privatisasi bermakna kebijakan pemerintah yang dimaksudkan agar sektor swasta mampu mengambil alih kepemilikan Badan Usaha Milik Negara. Privatisasi juga dapat didefinisikan sebagai serangkaian langkah yang diambil untuk meminimalisasikan peran pemerintah demi meningkatkan peran sektor swasta dalam kehidupan ekonomi dan kepemilikan asset. Privatisasi sebagai suatu kebijakan ekonomi tidaklah berada di ruang hampa. Kebijaka privatisasi harus dilihat sebagai suatu produk dari proses politik. Oleh karena itu, kesuksesan atau kegagalan kebijakan ini amat dipengaruhi oleh faktor lingkungan politik. Dalam kasus Indonesia, privatisasi Badan Usaha Milik Negara pasca rezim Orde Baru tidak berjalan sukses disebabkan banyak hambatan politik selama proses implementasi kebijakan.
ANALISIS MANIFESTASI PANASBUMI MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI PARANGWEDANG, KABUPATEN BANTUL Sari, Rena Juwita; Listriyanto, Listriyanto Listriyanto; Ma'arif, Syamsul; Widyawidura, Wira
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.888

Abstract

Parangwedang, Parangtritis Kabupaten Bantul berpotensi untuk pemanfaatan energi panasbumi. Terlihat ditemukannya manifestasi panasbumi yaitu mata air panas. Penelitian  ini bertujuan untuk memperkirakan potensi energi panasbumi Parangwedang, serta membuat skema pemanfaatan potensi panasbumi sebagai rekomendasi untuk digunakan di daerah tersebut. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis geologi dan analisis geofisika. Hasil analisis menggunakan metode Magnetik menunjukkan pola intensitas rendah berwarna biru dibagian selatan dengan dimensi klosur sekitar 100 meter dengan nilai berkisar antara 160 – 0 nT dan  diduga sebagai pola heat source yang dimungkinkan menjadi sumber air panas pada daerah ini dan diduga disebabkan oleh sesar bearah timurlaut-baratdaya. Klosur yang diduga sebagai sumber panas memiliki dimensi yang cukup kecil dan posisinya cukup dangkal dengan perkiraan keberadaan anomali berada pada kedalaman 200 – 300 meter. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa daerah Parangwedang merupakan daerah prospek panasbumi. Dilihat manifestasi berupa mata air panas sebagai daya tarik pariwisata, tetapi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil perlu dilakukan studi lebih lanjut.Kata kunci : Parangwedang, Panasbumi, Metode Magnetik, PLTP
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING DENGAN PENDEKATAN OUT-DOOR STUDY TERHADAP PEMAHAMAN MATA KULIAH STATISTIKA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA STKIP BINA INSAN MANDIRI SURABAYA Ma'arif, Syamsul; Desiningrum, Noviana
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.253 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v1i2.1896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Collaborative Learning disertai dengan Pendekatan Out-Door Study. Model dan pendekatan ini dipilih dikarenakan pembelajaran selama ini yang selalu monoton dan membosankan. Adapun sasaran penelitian ini adalah mahasiswa program studi Bahasa Indonesia STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) dokumentasi; (2) observasi; (3) angket; (4) tes. Penilaian terdiri dari 3 komponen yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif itu sendiri diperoleh dari hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung yaitu pada siklus I sebesar 66,7% dan siklus II sebesar 88,89%, afektif diperoleh dari sikap siswa dalam menerima materi pelajaran yaitu pada siklus I sebesar 57,78% dan siklus II sebesar 78,89%, sedangkan psikomotor diperoleh dari peran serta siswa dalam berkolaborasi dengan kelompoknya yaitu pada siklus I sebesar 77,78% dan siklus II 100%. Sehingga sangat tampak pada hasil penelitian terjadi peningkatan pada siklus I ke siklus II. Adapun hasil akhir yang diharapkan pada penelitian ini dapat dihasilkan Modul pembelajaran Statistika untuk mempermudah mahasiswa Bahasa Indonesia khususnya yang paling tidak suka akan menganalisis perhitungan menjadi lebih suka.
Dinamika Peran Negara dalam Proses Liberalisasi dan Privatisasi Ma'arif, Syamsul
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) 2006: JKAP VOLUME 10 NOMOR 2, TAHUN 2006
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3780.258 KB) | DOI: 10.22146/jkap.8362

Abstract

Liberalization and privatization are often associated with global demands for termination of state interference in business. The policy often result in dispute between neoliberalism and socialism. Neoliberalism perceives state interference in economic area as bad, damaging, an inefficient to economic life. State, which conduct the operation in political power logic, is perceived less or even not give the place for the expanding of healthy market structure and competitive. While socialism perceived state as central figure of economic with the centralized planning instrument and the ownership be on the hand of state. As economic system, socialism can be understood as an economic system in which the means of production, distribution, and exchange are publicly owned and operate. Since socialism assumes state as the most representative organization, so the meaning of owned and operated by public means the power of ownership and the mode of operation be on the hand of state. As political ideology, in its connection wit the economic control, socialism believe that the state should develop the economic planning and control on market operation. This paper prove that neoliberalism and the philosophy demands for termination of state role, in the reality, suffer a kind of paradox. On one hand, it trust market excellence so much over state. But on the other hand, it requires the active role of state to return the free market idea.
KEGAGALAN PRIVATISASI BUMN DI ERA REZIM ORDE BARU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK Ma'arif, Syamsul
Wacana Publik Vol 12, No 02 (2018): Jurnal Wacana Publik, Desember 2018
Publisher : STISIPOL Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.722 KB)

Abstract

After had being carried out nationalization and hostility against west countries, the New Order regime made important decision to change Indonesia economic direction from etatism system to free market economy. A set of policies were taken in order private sector could play major role in economic. However, when another economic sectors were reformed substantially, effords to reform the State Owned Enterprises had failed. The State Owned Enterprise, in fact, remained to play dominant role like early years of guided democracy era. Role of the State Owned Enterprises was more and more powerfull). The main problem of reforms finally lied on reality that vested interest of bureaucrats (civil or military) was so large that could?nt been overcome. 
”Rent Seeking Behaviour” dalam Relasi birokrasi dan Dunia Bisnis Ma'arif, Syamsul
Jurnal Natapraja: Kajian Ilmu Administrasi Negara 2011: Proceeding Simposium Nasional Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.029 KB) | DOI: 10.21831/jnp.v0i0.3264

Abstract

Private sector is one of the important element in the economic system driven by mar­ ket mechanism. It means that development process needs the entrepreneur group which is characterized as competitive and independent. However in Indonesia, this faction never grew yet since Indonesia took independence. What happened in Indonesia is the rise of group named “ client entrepreneur “ ( client businessmen) which  their existence is highly dependent on the “patronage” and protection given by the state. While economic globaliza­ tion which recently wide spreads over the world demands governments to reduce their in­ volvement in many economic activity in order to increase the role of private sector. This last phenomenon happened since too large involvement of government bureaucracies have resulted failure and un-efficiency. That’s why numerous countries, including to Indonesia, conducted economic reforms to open the greater room to market mechanism.   Keywords : businessmen, bureaucracy, economics