Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

“SERVANT LEADERSHIP” : PERAN PERAWAT MANAGER DALAM MENGOPTIMALKAN ETOS KERJA STAF Nopita Wati, Ni Made
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 2 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.302 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v3i2.99

Abstract

Keberhasilan pelayanan keperawatan salah satunya dapat diukur melalui seberapa besar produktifitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada pasien dan keluarganya. Terdapat beberapa faktor pendukung di dalam menumbuhkan produktivitas kerja staff, dimana salah satu faktor tersebut adalah etos kerja. Etos kerja merupakan bagian penting dari keberhasilan manusia, baik dalam komunitas kerja yang terbatas maupun dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Peningkatan etos kerja dalam organisasi merupakan tugas dan tanggung jawab semua lapisan, terutama pemimpin dalam membina serta membimbing bawahannya supaya dapat bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Upaya yang dapat dilakukan pemimpin untuk mengoptimalkan etos kerja staff adalah dengan menerapkan servant leadership. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menggambarkan hubungan penerapan servant leadership oleh perawat manager (kepala ruang) dalam mengoptimalkan etos kerja staffnya. Literature review ini dibuat berdasarkan sumber literature dan jurnal penelitian ilmiah terkait. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan penulusan internet dari database EBSCO, Proquest, dan Google Scholar yang menggunakan kata kunci servant leadership, work ethic and nursing. Data yang didapatkan, disusun secara sistematis dan dilakukan diskusi atau pembahasan. Servant leadership yang diterapkan oleh perawat manager berhubungan positif terhadap etos kerja. Diharapkan perawat manager mampu menerapkan servant leadership agar etos kerja staf berada di tingkat yang positif. Kata kunci : servant leadership, work ethic and nursing ABSTRACTThe success of nursing services one of which can be measured by how much the productivity of nurses in providing quality nursing care to patients and families. There are several contributing factors in the growth of labor productivity in staff, one of these factors is the work ethic. The work ethic is an important part of human success, both in the limited work community and wider social environment. Improved work ethic within the organization is the duty and responsibility of all walks of life, especially a leader in developing and guiding his subordinates in order to work properly and correctly in accordance with the duties and functions of each. Efforts should be made leader to optimize staff work ethic is by implementing servant leadership. The purpose of this literature review is to illustrate the application of the relationship of servant leadership by nurse manager (head space) in order to optimize its staff's work ethic. Literature review is made based on the source literature and related scientific research journals. The method used in this paper is the internet penulusan of database EBSCO, Proquest, and Google Scholar are using keywords servant leadership, work ethic and nursing. Data obtained, systematically arranged and conducted discussion or debate. Servant leadership is applied by a nurse manager positively related to work ethic. Expected nurse manager is able to apply servant leadership so that the work ethic of staff were in positive level Keywords : servant leadership, work ethic and nursing DAFTAR PUSTAKA1. Riva?i, Veithzal. Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan:dari teori ke praktek. Jakarta : Radja Grapindo Persada. 20042. Sudarmanto. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 20093. Jackson, et. al. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Edisi Sepuluh. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. 2010 4. Nursalam. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Keperawatan Profesional. Edisi 2. Jakarta :Salemba Medika, Jakarta. 20155. Sinamo, Jansen. Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika. 20116. Nyoman Sukardewi, dkk. Kontribusi Adversity Quotient (AQ) Etos Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kota Amlapura. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4. 20137. Fajariadi, Dian.Analisis Etos Kerja, Iklim Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Fakultas Keperawatan.Universitas Sumatra Utara. 20148. Sitorus, R. Manajemen Keperawatan : Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. Jakarta : CV Sagung Seto. 20119. Nuryati. Kepemimpinan Pelayanan: Pendekatan Baru Model Kepemimpinan. Jurnal STIE AUB. Surakarta.200410. Astohar. Kepemimpinan (Servant Leadership) Sebagai Gaya Kepemimpinan untuk Kemajuan Organisasi. Jurnal STIE Totalwin Semarang Vol.3 Nomor 2. 201211. Ratnaningsih, Ika Zenita dan Prihatsanti, Unika. Buku Ajar Psikologi Kepemimpinan. Semarang : Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. 201512. Adji, Muhammad. Pengaruh servant leadership terhadap kinerja dengan burnout sebagai variabel intervening pada karyawan PT Intiroda makmur persada TBK, Tangerang. Jurusan manajemen Fakultas ekonomi Universitas Negeri Semarang. 201513. Lantu, D, Erich. P, Augusman. R. Servant Leadership. Gradien Books. 2007 14. Neuschel, P.R. Pemimpin yang Melayani. Cetakan Pertama. Jakarta : Akademia. 200815. Barbuto, John E. and Wheeler, Daniel W Scale Development and Construct Clarification of Servant Leadership. Faculty Publications: Agricultural Leadership, Education & Communication Department.Paper 51.http://digitalcommons.unl.edu/aglecfacpub/5. 200616. Wong, P.T., & Page, D. Servant leadership: An opponent-process model and the revised servant leadership profile.http://www.regent.edu/acad/global/publications/sl_proceedings/2003/wong_servant_leadership. 200317. Kreitner, R., & Kinicki, A. Organizational Behaviour. New York : McGraw-Hill. 200718. D.V.Day (Ed). Servant leadership : A review and syntheses. The Oford handbook of leadership and organizations. Oxford University Press and Van Dierendonck, D. Journal of Management. 37 (4), 1228-1261. 2011 19. Fitriah, Yunus, M.I. dan Putra, T.R.I. Pengaruh Remunerasi, Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Etos Kerja Serta Implikasi Terhadap Kinerja Pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) Provinsi Aceh. Jurnal Manajemen Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4, No. 3. pp. 208- 217 . 201520. Sari, Ika Puspita. Hubungan Antara Etos Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan Industri Batik Semarangan di Kota Semarang.Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi,Universitas Negeri Semarang. 200921. Poniman, F. Nugroho, I dan Azzaini, J. Kubik Leadership, Solusi esensial Meraih sukses dan Kemuliaan hidup. Jakarta : Mizan Publika. 200622. Yulk. Leadership in Organizations Sixth Edition. New Jersey : Pearson Education, Inc. 200823. Heristi, K.D. dan Handoyo. S.Hubungan antara Servant Leadershipdengan Efektifitas Tim ditinjau dari Persepsi Anggota Tim PHKI-Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.Jurnal Insan Media Psikologi Vol. 13, No. 1.ISSN 1978-726X http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/769826984_abs.pdf.diakses tanggal 5 Desember 2016. 201124. Robbins, S.P, & Jugde, T.A. Perilaku Organisasi edisi 16. Penerjemah Ratna Saraswati & Febriella Sirat. Jakarta : Salemba empat. 201425. Northouse, Peter G. Kepemimpinan : Teori dan Praktik. Edisi Keenam. Jakarta : PT Indeks. 2013 DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PELAKSANAAN BUDAYA SAFETY Nopita Wati, Ni Made; Prihatiningsih, Diah; Nanik Haryani, Ni Putu
Adi Husada Nursing Journal Vol 4 No 2 (2018): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.358 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v4i2.126

Abstract

ABSTRAK Budaya Safety adalah kesadaran konstan, nilai, persepsi, keyakinan, sikap, kompetensi dan pola perilaku  dari setiap individu yang dihasilkan oleh individual dan kelompok yang ditetapkan berdasarkan komitmen dan gaya dari manajemen organisasi kesehatan yang ada di rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien salah satunya adanya peran supervisi keperawatan yang mempromosikan keselamatan pasien kepada stafnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah sampel yaitu perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 94 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner supervisi keperawatan dan budaya safety. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman dengan level siginifikan (? = 0,05), penelitian ini menunjukkan hasil analisa didapatkan nilai p=0,000 dan r=0,478, yang berarti ada hubungan signifikan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety. Supervisi keperawatan dinilai cukup oleh sebagian besar responden sebanyak 64 orang (68,1%) dan pelaksanaan budaya safety sebagian besar berada pada kategori baik (55,3%). Disarankan kepada RSUD Sanjiwani Gianyar agar memberikan reward berupa dukungan dan motivasi kepada masing-masing unit pelayanan keperawatan yang berhasi menerapkan dan meningkatkan budaya safety.   Kata Kunci : Supervisi Keperawatan, Budaya Safety   ABSTRACT The safety culture is the constant awareness, value, perception, belief, attitude, competence and behavioral pattern of each individual generated by individuals and groups defined by the commitment and style of the organization's management of healthcare to ensure patient safety during treatment. Efforts to improve the safety culture of patients one of them the role of nursing supervision that promotes patient safety to its staff. The purpose of this study is to determine the relationship of nursing supervision with the implementation of safety culture in the inpatient room of RSUD Sanjiwani Gianyar. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional approach. Sampling technique in this research is total sampling with number of sample that is nurse executor in hospital room of RSUD Sanjiwani Gianyar counted 94 responden. Data were collected using a nursing supervision questionnaire sheet and safety culture. Data analysis using Rank Spearman test with significance level (? = 0,05), this research show result of analysis got value p = 0,000 and r = 0,478, meaning there is significant correlation of nursing supervision with implementation of safety culture. Nursing supervision is considered sufficient by most respondents as much as 64 people (68.1%) and the implementation of safety culture is mostly in good category (55.3%). It is suggested to RSUD Sanjiwani Gianyar to give rewards in the form of support and motivation to each nursing service unit that is able to implement and improve safety culture   Keywords: Nursing supervision, The safety culture
“ABC’s STRESS MANAGEMENT”: UPAYA MENURUNKAN BURNOUT BERFOKUS PADA INDIVIDU Nopita Wati, Ni Made
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.078 KB)

Abstract

Sumber daya manusia dengan jumlah terbanyak di rumah sakit adalah perawat. Keperawatan saat ini sedang berkembang pesat dan memberi kontribusi untuk menentukan kualitas pelayanan. Perawat dalam memberikan pelayanan yang bermutu senantiasa dihadapkan pada berbagai tuntutan, dimana tuntutan yang semakin banyak ini dapat menyebabkan stress berkepanjangan dan berpotensi burnout pada perawat. Burnout merupakan suatu keadaan yang dicirikan dengan kelelahan emosional, depersonalisasi (sinisme) serta penurunan kinerja. Burnout dapat disebabkan oleh faktor internal dan ekternal. Perawat yang mengalami burnout akan mempengaruhi bagaimana hubungan perawat tersebut dengan pasiennya. Burnout pada perawat secara signifikan dapat menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan serta meningkatnya angka mortalitas. Hal ini tentu saja mempengaruhi kinerja dan performa dari perawat itu sendiri, yang nantinya juga berdampak buruk bagi citra rumah sakit serta membahayakan kondisi pasien. ABCs (awareness, belief and commitment) stres management dapat digunakan sebagai alternative solusi dalam mengatasi stres berkepanjangan seperti burnout. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui efektifitas ABCs stress management untuk menurunkan burnout perawat. Metode yang digunakan adalah literature review. Artikel dicari melalui Sciendirect, PubMed dan Ebscho melalui advanced search dengan kata kunci stress management, burnout dan nurse. Didapatkan 10 jurnal full text yang sesuai dengan kriteria peneliti. ABCs stress management efektif dalam menurunkan burnout perawat. Diharapkan perawat dapat menggunakan ABCs stress management secara berkelanjutan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal, sehingga mampu mengurangi burnout. Kata Kunci :  stress management, burnout, nurse ABSTRACT Human resources with the greatest number in the hospital is a nurse. Nursing is currently growing rapidly and contribute to determine the quality of service. Nurses in providing quality services constantly faced with various demands,  which demands more and more of this can lead to prolonged stress and potential burnout in nurses. Burnout is a condition which is characterized by emotional exhaustion, depersonalization (cynicism) as well as a decrease in performance. Burnout can be caused by internal and external factors. Nurses who experience burnout will affect how the relationship of nurses with patients. Burnout in nurses can significantly lower patient satisfaction with nursing care as well as increased rates of mortality. This of course will affect performance and the performance of the nurses, who will also be bad for the image of the hospital as well as endangering the patient's condition. ABCs (awareness, belief and commitment) stress management can be used as alternative solutions to overcome prolonged stress like burnout. The purpose of this literature review was to determine the effectiveness of stress management ABCs to reduce nurse burnout. The method used is a literature review. The article sought through Sciendirect, PubMed and Ebscho through advanced search by keyword stress management, burnout and nurse. Obtained 10 full text journals in accordance with the criteria of the researcher. ABCs stress management are effective in reducing nurse burnout. Expected nurses can use the ABCs stress management on an ongoing basis in order to maximize the results obtained, so as to reduce burnout. Keywords: stress management, burnout, nurse DAFTAR PUSTAKA (2005). Indikator Kinerja Rumah Sakit. Jakarta. Tawale, & Novita, E. (2011). Hubungan antara Motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada perawat. INSAN Vol. 13 No. 02,Agustus 2011, 02, 74-84. Tawale, E. N., Budi, W., & Nurcholis, G. (2011). Hubungan antara Motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada Perawat di RSUD Serui?Papua. INSAN Vol. 13 No. 02 , 74-84 States U, Inventory MB. (2008). Measuring Introduction The History of Burnout. 86-108 p Whitehead, Diane K; Weiss, Sally A; Tappen ruth M. (2010). Essential of Nursing Leadership and Management. 5th ed. Philadelphia: www.fadafis.com. Sarafino, E. P. (2008). Health biopsychosocial interactions (6th ed.). New York: John Willey& Sons, Inc. Weiten, W. (2010). Psychology: Themes and variations (8th ed.). California: Wadworth. Moreira Ds, Magnano R STM. (2009). Prevalence of the syndrome of Burnout in nursing from a large hospital in southern Brazil. Cadsaude Publica. 2009; Galindo RH, Feliciano KVO LRS. (2012). Burnout syndrome among nurses in a general hospital in the city of Recife. Rev Esc Enferm. Khotimah K. (2010). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja Psikologis Dengan Burnout Pada Perawat RSU Budi Rahayu Pekalongan. Fak Psikologi, Univ Diponegoro Segarahayu, Rizky Dianita. (2013). Pengaruh Manajemen Stress Terhadap Penurunan Tingkat Stress Pada Narapidana Di LPW Malang. Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang (2015). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional. 2nd ed. Jakarta: Salemba Medika; 2015. Antara, D. K. (2013). Rekomendasi Penurunan Burnout pada Perawat Kontrak di RSUP Sanglah. Tesis. Surabaya: Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Suerni, Titik. (2012). Analisis faktor ? faktor yang berhubungan dengan tingkat stres perawat di ICU RSU Di Jawa Tengah. FAkultas Ilmu Keperawatan, Program Studi Megister Keperawatan. JakartA Mariyanti, Sulis & Karnawati, Yosevin. (2015). Model Strategi Coping Penyelesaian Studi sebagai Efek Stressor serta Implikasinya terhadap Waktu Penyelesaian Studi Mahasiswa Universitas Esa Unggul : Studi pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul yang telah menyelesaikan Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Dukungan Caregiver Berdampak Terhadap Penerimaan Diri Pasien TBC Putu Thrisna Dewi, Ni Luh; Nopita Wati, Ni Made; Juanamasta, I Gede Juanamasta
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.874 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.965

Abstract

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dampak dari penyakit TBC yaitu timbulnya perubahan fisik, ngangguan psikologi dan sosial pada pasien. Perubahan kesehatan yang cenderung menurun menyebabkan pasien TBC sulit untuk menerima keadaan dirinya. Oleh sebab itu pasien TBC memerlukan perhatian khusus dari caregiver dalam proses penyembuhan. Disamping itu, dukungan caregiver merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada pasien TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Puskesmas I Denpasar Barat dengan sampel 55 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan nonprobability sampling yaitu total sampling atau sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan Rank spe arman diperoleh tingkat signifikan <0,05 yaitu 0,001 yang artinya ada Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat dengan kekuatan kolerasi 0,771 yang menunjukkan adanya kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang berarti semakin baik dukungan Caregiver maka penerimaan diri seseorang semakin positif. Adanya dukungan Caregiver dan penerimaan diri yang baik tentunya membantu proses pemulihan yang optimal pada pasien TBC. Sehingga diharapkan pasien TBC melaksanakan kontrol dan melakukan pemeriksaan dahak secara berkala, sedangkan Caregiver tetap memberikan dukungan utamanya sebagai pengawas minum obat. 
Peningkatan Derajat Kesehatan Mental melalui Terapi Aktivitas Kelompok dalam Posyandu Jiwa Dwijayanti, Desakmade Ari; Lestari, R. Tri Rahyuning; Lestari, Ni Kadek Yuni; Nopita Wati, Ni Made; Juana Masta, I Gede
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): JURNAL EMPATHY PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v1i1.3

Abstract

Background: This community service activity aims to improve mental health by applying group activity therapy in the posyandu. Of the soul. Methods: Used is learning method by finding various information related to group activity therapy (TAK). The role play method is by practicing directly how the implementation of TAK is in accordance with their respective roles so that it can be demonstrated directly by the patient and what he wants to convey in the TAK can be properly addressed to the patient. Results: The problem faced at this time is the lack of community knowledge in this case the family in caring for people with mental disorders ODGJ and how treatment can be provided through TAK. Conclusions: Problem solving that can be done is to provide assistance in providing knowledge, understanding and implementing role play so that it can be applied in everyday life and improve mental health.
Dukungan Caregiver Berdampak Terhadap Penerimaan Diri Pasien TBC Putu Thrisna Dewi, Ni Luh; Nopita Wati, Ni Made; Juanamasta, I Gede Juanamasta
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.965

Abstract

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dampak dari penyakit TBC yaitu timbulnya perubahan fisik, ngangguan psikologi dan sosial pada pasien. Perubahan kesehatan yang cenderung menurun menyebabkan pasien TBC sulit untuk menerima keadaan dirinya. Oleh sebab itu pasien TBC memerlukan perhatian khusus dari caregiver dalam proses penyembuhan. Disamping itu, dukungan caregiver merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada pasien TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Puskesmas I Denpasar Barat dengan sampel 55 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan nonprobability sampling yaitu total sampling atau sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan Rank spe arman diperoleh tingkat signifikan <0,05 yaitu 0,001 yang artinya ada Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat dengan kekuatan kolerasi 0,771 yang menunjukkan adanya kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang berarti semakin baik dukungan Caregiver maka penerimaan diri seseorang semakin positif. Adanya dukungan Caregiver dan penerimaan diri yang baik tentunya membantu proses pemulihan yang optimal pada pasien TBC. Sehingga diharapkan pasien TBC melaksanakan kontrol dan melakukan pemeriksaan dahak secara berkala, sedangkan Caregiver tetap memberikan dukungan utamanya sebagai pengawas minum obat.